Title : Oh! My Teacher
Author : Jenny Kim
Disclaimer : YeWook saling memiliki! Tapi Yesung juga memiliki saya *?*
Warning(s): AU, BL, Typo(s), OOC, gaje!
.
.
.
.
.
OH! MY TEACHER, Chapter 3
Author P.O.V
Ryeowook mengunyah bulgoginya dengan tampang bosan. Ia memperhatikan Kyuhyun dan Sungmin yang duduk di depannya. Saling bermesraan errr.. ralat, maksudnya Kyuhyun bersikap mesra tapi Sungmin malah ilfil tingkat dewa.
"Hyung, kau mau bibimbap? Rasanya enak lohh…" tawar Kyuhyun sembari menyuapkan sesumpit daging sapi kualitas terbaik pada Sungmin.
"Tidak, Kyu… Berikan saja pada Ryeowook, itu 'kan makanan kesukaannya," tolak Sungmin. Kyuhyun merengut kecewa.
"Ya sudah kalau tidak mau, aku makan saja," ucap Kyuhyun kemudian memasukkan bibimbap itu ke dalam mulutnya.
Ryeowook menggembungkan pipinya. "Kyuhyun menyebalkan! Jatah bibimbap untukku 'kan jadi berkurang! Kau monster!" seru Ryeowook kesal. Bagaimana tidak? Kyuhyun telah memakan separuh lebih bibimbapnya. Padahal namja manis itu belum memakannya sedikitpun.
Kyuhyun menatap Ryeowook dengan cengiran lebarnya. "Ayolah, Wookie… Kau 'kan sudah makan bulgogimu, bibimbapnya untukku saja!" ucap Kyuhyun.
Ryeowook membanting sumpitnya dengan kesal. "Tapi aku sukanya bibimbap! Bukan bulgogi!" teriaknya semakin kesal.
Leeteuk tertawa kecil dan mengusap kepala putra bungsunya. "Kalian ini seperti anak kecil saja, suka berebut makanan. Wookie, mengalah pada Kyuhyun ya! Dia 'kan lebih muda dari kamu. Besok umma masakkan bibimbap yang banyak untukmu," ucap Leeteuk.
"Kalau begitu, aku makannya besok saja!" tukas Ryeowook dan segera bangkit dari kursi kemudian masuk ke dalam kamarnya di lantai dua. Dari gelagatnya saja semua orang sudah tahu kalau namja manis itu mulai ngambek.
Leeteuk menggeleng pasrah. "Sudah, lanjutkan makannya. Nanti kalau dia lapar pasti akan kembali," ujarnya.
Sungmin merengut. "Gara-gara kau sih, Kyu! Aku tidak mau makan kalau Wookie tidak makan!" ucap Sungmin. Namun niat yang sebenarnya adalah agar bisa melepaskan diri dari Kyuhyun. Namja yang pintar aegyo itu pun bergegas masuk ke dalam kamarnya.
Kyuhyun menghela napasnya. "Mianhae, umma." Namja berkulit pucat itu memang terbiasa memanggil Leeteuk dengan sebutan 'umma'. Alasannya simpel, agar terbiasa setelah menikahi Sungmin.
Leeteuk mengangguk kecil. "Tak apa, Kyu. Kau 'kan tahu kalau Wookie itu mudah sekali ngambek. Kalau Sungmin… Tetap semangat mengejar cintanya, ya!" Leeteuk mengacak-acak rambut Kyuhyun.
Kyuhyun mengangguk mantap. "Tentu umma! Sungmin hyung 'kan takdirku!" ucapnya yakin.
Leeteuk tersenyum simpul. "Kaulah yang menentukan takdirmu, Kyu. Jadi, jangan pernah berhenti!" Yeoja cantik itu pun kembali makan walau hanya bersama 'calon menantunya'.
.
.
.
.
.
"Hoaaaaammmsss…." Ryeowook menguap lebar dan mulai membuka matanya dari tidur nyenyaknya setelah jam wekernya berbunyi. Namja manis itu pun mematikan bunyi alarm dari jam wekernya dan beranjak bangun.
Ryeowook melongo begitu melihat banyak sekali bungkus Styrofoam berisi bibimbap di pinggir ranjangnya. Seseorang membuka pintu kamar Ryeowook dan memeluk lehernya dari belakang.
"Apa semua bibimbap itu cukup untuk mengganti bibimbap yang aku makan tadi malam?" Tanya namja yang tak lain adalah Kyuhyun.
Ryeowook membalik tubuhnya sehingga menghadap Kyuhyun. Matanya mulai memerah dan ia mencubit kedua pipi Kyuhyun. "Uuuuhhh… Kau pikir aku monster sepertimu yang bisa memakan bibimbap sebanyak ini?" tanyanya mulai menangis.
"Aww… sakit, Wookie! Hei, aku 'kan hanya ingin ganti rugi karena membuatmu kelaparan semalaman penuh," ucap Kyuhyun gantian mencubit pipi Ryeowook. "Jangan ngambek lagi ya, Wookie hyung! Jangan menangis juga! Nanti aku dibantai sama Minnie hyung!" candanya.
"Hiks… Salahmu sendiri membuatku terharu begini! Dasar calon kakak ipar bodoh!" gerutu Ryeowook.
Kyuhyun meringis. "Sudah sana mandi! Kau ini sudah besar tapi tetap saja pakai piyama bergambar Winnie The Pooh. Seperti anak SD tahu!" godanya.
"Hei! Yang pakai piyama Winnie The Pooh bukan cuma anak SD tahu! Minnie hyung yang pakai piyama pink kembang-kembang aja nggak kamu ejek. Huh, Kyu tidak adil!" ucap Ryeowook.
Kyuhyun mencubit pipi Ryeowook semakin keras. "Hei! Kenapa ngambekmu balik lagi sih? Udah sana cepet mandi! Bau iler!" ejek Kyuhyun dan segera lari sebelum sandal Ryeowook yang berbentuk Winnie The Pooh mendarat di kepalanya.
"KYUHYUUUUUUUUUUUUNNN!" teriak Ryeowook dari dalam kamar.
Kyuhyun berlari sambil tertawa cekikakkan hingga tak sengaja menabrak Sungmin. Dengan refleks ia melingkarkan tangannya di pinggang Sungmin agar namja yang ia cintai itu tak jatuh. Namun sayangnya keseimbangan Kyuhyun begitu buruk, keduanya pun jatuh membentur lantai dengan posisi Kyuhyun menindih Sungmin.
Waktu seakan berhenti berputar. Keduanya masih tetap dalam posisi seperti itu sampai Ryeowook keluar dari kamarnya dengan sandal yang ia genggam di tangannya –senjata untuk membalas Kyuhyun–. Ryeowook menganga dan sandal yang di bawanya meluncur dengan mulus ke lantai.
"UMMAAAAA... KYU MAU MENODAI MINNIE HYUNG!" Teriak Ryeowook lantang.
Kyuhyun dan Sungmin langsung tersadar dan gelagapan. Kyuhyun segera bangun dan membungkam mulut Ryeowook. "Mmmhhh!"
"Diam, Wookie! Kau salah paham!" ucap Kyuhyun.
Sungmin ikut berdiri. "Iya, Wookie! Apa kau lupa? Aku 'kan tidak suka Kyu!" ucap Sungmin mengibuhi.
Kyuhyun melepaskan tangannya yang sejak tadi membungkam bibir Ryeowook. Hanya dengan satu kalimat saja sudah membuatnya lemas. 'Aku 'kan tidak suka Kyu!'. Memang sudah terbiasa mendengarnya, tapi tetap saja sakit.
"Sudahlah, aku pulang dulu. Sampai bertemu di sekolah," ucap Kyuhyun dan berlalu melewati Ryeowook dan Sungmin dengan langkah lunglai.
Ryeowook menatap Sungmin kemudian menunjuk Kyuhyun dengan dagunya seakan berkata tanggung- jawab-dong-hyung!-Kau-bikin-anak-orang-patah-semangat-tuh!
Sungmin menghela napasnya kemudian mengejar Kyuhyun. "Kyu~ sarapan disini saja! Nanti kita berangkat bersama, kau mau 'kan?" tawar Sungmin. Ia memasang wajah memelas.
Kyuhyun mengangkat kepalanya dan menatap Sungmin. Sekejap saja moodnya kembali baik. "Mana mungkin aku menolak!" ucapnya senang. Sungmin memutar matanya sedangkan Ryeowook tersenyum lega.
.
.
.
.
.
Ryeowook menatap jam yang melingkar di tangannya. Lima menit sebelum jam makan siang. Ia menyangga dagunya dengan tangan kirinya. Memperhatikan pelajaran dari gurunya.
Drrrtt… Drrrttt… Ryeowook terlonjak dan sontak merogoh sakunya begitu ponselnya bergetar. Pipinya dalam sekejap merona merah karena yang mengirimkan pesan singkat padanya adalah Yesung. Secara diam-diam ia membuka flat ponselnya. Beruntung baginya karena gurunya yang sudah cukup tua itu tak mengetahuinya.
'Apa kita bisa makan bersama lagi saat kau istirahat? Kutunggu di ruanganku, Ryeowookkie~. Oh ya, kau mau kuantar pulang lagi?'
Pipi Ryeowook semakim memerah. Namun sedetik kemudian wajahnya jadi murung. "Aku harus bilang apa pada Sungmin hyung?" gumannya sedih.
Tuk~. Zhoumi menepuk kepala Ryeowook dengan bolpoin. "Hayo… Saat pelajaran sedang berlangsung, murid tidak boleh memainkan ponsel!" ucap Zhoumi sembari melambaikan tangannya pada yeoja-yeoja centil di kelasnya.
Ryeowook mencibir. "Saat pelajaran sedang berlangsung, murid dilarang tebar pesona!"
Zhoumi terkekeh. "Iya-iya… Ada apa, Wookie? Kau tampak murung?" Tanya Zhoumi.
Ryeowook menghela napasnya. "Bantuin aku dong, Mimi! Aku ingin kabur dari Minnie hyung tapi tidak tahu caranya."
Zhoumi mengernyit. "Kabur? Tumben? Biasanya juga kalian lengket kayak perangko!" ucap namja berambut kemerahan itu.
Bel istirahat berbunyi. Ryeowook makin kelihatan frustasi. Murid-murid mulai meninggalkan kelas untuk pergi ke kantin. Zhoumi pun duduk di kursi sebelah kursi Ryeowook. Seperti biasanya.
"Hahh… Aku… Aku suka pada seseorang, Mi. Pemuda itu mengajakku untuk makan dan pulang bersama. Padahal 'kan aku selalu makan dan pulang bersama Minnie hyung. Huft… Aku harus bagaimana?" Tanya Ryeowook.
"Pemuda? Hah… kau ini sama saja dengan Sungmin dan Kyuhyun. Ganjil! Cewek cantik 'kan banyak, Wookie sayang!" ucap Zhoumi menggoda.
Ryeowook merengut. "Kudoakan kau jadi namja penyuka sesama jenis juga (amin)!"
Zhoumi menjitak pelan kepala Ryeowook. "Enak saja! Sudah, sana temui namja itu! Akan kuurus si Sungmin!" ucapnya sembari tersenyum lembut.
Ryeowook menatap Zhoumi tak percaya. "Kau mau apa?" tanyanya.
Zhoumi mengambil kotak bekal Ryeowook dan menaruhnya di tangan namja manis itu kemudian mendorongnya sampai keluar kelas. "Kau dapat beresnya saja! Cepat sana, keburu Sungmin datang!" ucap Zhoumi.
Ryeowook pun hanya mengangguk pasrah dan segera berlari ke ruangan Yesung.
Tak berapa lama kemudian, Sungmin datang sambil menenteng kotak bekalnya. Ia menaikkan sebelah alisnya melihat Zhoumi yang tebar pesona pada siswi-siswi di depan pintu kelas Ryeowook. Dasar Prince Cassanova abal-abal! Sungmin menengok ke kelas Ryeowook. Namun ia tak dapat menemukan adik bungsunya itu.
"Mi, Wookie kemana?" Tanya Sungmin pada sahabat adiknya itu.
"Lagi makan bersama pacarnya," sahut Zhoumi enteng.
"Hah? Pacar? Wookie tidak pernah cerita padaku."
"Dia masih malu mungkin, Min. Kau harusnya tidak mengekang Wookie terus-menerus, Min!" ucap Zhoumi.
Sungmin tertohok. "Mengekang bagaimana?" tanyanya tak terima.
"Hahh… Jika setiap istirahat makan siang kau selalu mengajaknya makan bersama dan setiap pulang sekolah kau pun juga mengajaknya pulang bersama, dia jadi terkekang! Tidak bisa memiliki waktu dengan kekasihnya. Apa kau tahu? Dia hampir diputusin loh gara-gara dikira lebih memilih kakaknya ketimbang pacarnya sendiri," jelas Zhoumi panjang lebar.
Sungmin menunduk sedih. "Begitukah? Aku tidak tahu kalau ternyata aku membuat Wookie terkekang. Lalu aku harus bagaimana?" tanyanya.
Zhoumi menyeringai. "Mulai sekarang, kau tidak perlu mengajaknya makan dan pulang bersama agar dia bisa melakukannya dengan kekasihnya. Dia pasti akan bahagia, Min. Kau ingin 'kan adikmu bahagia?" Tanya Zhoumi.
Sungmin mengangguk pelan. "Ya… Akan kulakukan," jawabnya.
Zhoumi bersorak dalam hati. 'Kau memang hebat, Zhoumi!'
"Minnie hyuuuuuunnggg!" Kyuhyun berlari menghampiri Sungmin dan meremas bahu Sungmin sedikit keras sebagai tumpuan. Namja pucat itu membungkuk dengan napas memburu.
Sungmin menoleh. "Kau kenapa, Kyu?" tanyanya heran.
"Hahh… Aku mencarimu dari tadi! Ayo makan!" ajak Kyuhyun. Tangannya beralih ke jemari Sungmin dan menggenggamnya lembut.
Bibir bawah Zhoumi maju beberapa mili. "Gitu deh kalau sudah ketemu sama Sungmin, sahabatnya dilupakan," cibirnya.
Kyuhyun nyengir tanpa dosa. "Diam kau, Mi! Jangan lupa pinjami aku game terbaru, ya!" ucapnya sembari menarik Sungmin menjauh. Seperti biasa, ke atap sekolah.
"Giliran game aja baru inget aku!" seru Zhoumi sedikit kencang agar Kyuhyun dapat mendengarnya.
"Biariiiinn!" sahut Kyuhyun. Sedetik kemudian ia menghentikan langkahnya dan menoleh pada Sungmin yang berada di belakangnya.
Sungmin jadi gugup sendiri. Ia merapikan rambut dan pakaiannya takut-takut Kyuhyun akan mengatakan jika ada sesuatu yang salah dengan busananya. "Ada apa, Kyu?"
Kyuhyun menggeleng masih dengan tatapan menyelidik. "Tumben saja kau tidak menolak saat kuajak makan bareng," ucapnya.
Sungmin meringis kecil. "Mulai sekarang, temani aku makan siang terus ya, Kyu!" pintanya.
Mulut Kyuhyun menganga. "Serius?"
Sungmin mengangguk. "Iyaaaa! Antar aku pulang juga! Tapi kau harus dengarkan seluruh ceritaku, ya!"
"Apapun untukmu, Minnie sayang!" Kyuhyun mengerling jahil.
"JANGAN PAKAI 'SAYANG' DONG, KYU!"
.
.
.
.
.
Kedua siku Yesung menempel di meja dan kedua telapak tangannya menopang dagunya. Mata obsidiannya menatap Ryeowook dengan takjub. Seakan Ryeowook adalah keajaiban dunia ke delapan yang harus diabadikan.
Ryeowook yang sejak tadi melahap bibimbapnya –bibimbap dari Kyuhyun– seperti orang tidak makan tiga hari berturut-turut pun mengangkat kepalanya karena merasa diperhatikan terus menerus. "Ada yang salah dengan wajahku, Seonsaengnim?" Tanya Ryeowook polos.
Yesung menggeleng. "Sangat manis."
Ryeowook melongo. "Apanya?" tanyanya bingung.
"Parasmu, tingkahmu, senyummu, mimik bingungmu, sikap polosmu, dan–" Yesung bangun dan menarik dagu Ryeowook dengan tangannya. Perlahan bibirnya menempel di bibir Ryeowook. Lidahnya menjilati bibir kemerahan itu. Beberapa detik kemudian ia kembali duduk di kursinya.
"–bibirmu pun terasa manis. Bagaimana ini? Semua yang ada padamu terlihat manis di diriku, Wookie" sambung Yesung dengan raut muka panik. "Hahhh… tadi malam aku sampai tidak tidur karena ingin tahu apakan bibirmu juga semanis tingkahmu, dan sekarang aku sudah tahu. Semuanya manis~"
Ryeowook mematung. Pipinya memerah layaknya kepiting rebus siap saji. Yesung terkekeh geli. Ia kembali bangun dan mengecup kedua pipi Ryeowook secara bergantian. "Aigoooo… Pipimu pun sangat manis disaat memerah seperti ini, Wookie. Sepertinya aku kecanduan olehmu, eotteokhe?" tanyanya lagi semakin panik.
Ryeowook menunduk dan sedetik kemudian terdengar isakan kecil darinya. Yesung jadi salah tingkah. Bahu Ryeowook mulai bergetar namun isakannya teramat lirih. Murid manis didepannya itu menggigit bibirnya sekuat tenaga agar Yesung tidak mendengar tangisannya.
Yesung menghampiri Ryeowook dan berlutut di di samping kanannya. Ia memutar kursi Ryeowook –yang memang bisa diputar– menghadap ke arahnya. Menggenggam kedua tangan Ryeowook dengan lembut. "Kenapa menangis?"
Ryeowook menggeleng lemah. "Jangan…" gumamnya.
Kedua alis Yesung menyatu seketika. "Jangan? Jangan apa?" tanyanya.
"Hiks… Jangan melakukan hal-hal yang membuatku… Hiks… Membuatku…"
"Membuatmu apa?" Yesung mengangkat dagu Ryeowook dan menatapnya lekat.
Ryeowook memalingkan wajahnya. "Membuatku… semakin menyukaimu, Seonsaengnim.." gumamnya pelan.
Yesung tersenyum lembut. Ia menempelkan dahinya di dahi Ryeowook. "Kalau begitu, aku tidak bisa menurutinya," ucap Yesung.
Ryeowook tercekat. "Ke-kenapa?"
"Karena aku memang ingin kau semakin menyukaiku, Wookie. Ah… bukan menyukai, tapi mencintai!" ucap Yesung lagi. Guru muda itupun menarik Ryeowook ke dalam pelukannya. Menepuk-nepuk punggungnya dengan penuh kasih. "Aku mencintaimu, Wookie. Terlalu cepat, ya?"
Ryeowook menggeleng keras dan balik memeluk Yesung dengan kencang. "Aku juga mencintaimu, Seonsaengnim. Sejak dulu, sejak aku mengerti tentang sesuatu yang membuat pipiku memanas saat kau tersenyum, mengerti mengapa jantungku berdebar keras saat kau dekat denganku, membuatku susah bernapas saat kau menggodaku, juga membuat seluruh syaraf dalam tubuhku terasa lumpuh saat kulit kita bersentuhan. Sesuatu yang disebut cinta…"
Yesung merenggangkan pelukannya dan menangkup kedua pipi Ryeowook. "Benarkah? Lalu apa yang kau rasakan saat aku–" Yesung mengecup bibir mungil Ryeowok sekali lagi. Hanya sekilas. "–saat aku mengecup bibir merahmu?"
Ryeowook menunduk menahan malu. "Komplikasi," jawabnya singkat.
Yesung terawa geli. "Ya… sepertinya, aku pun begitu."
.
.
.
.
.
Ryeowook bersandar di dinding luar kelasnya. Bel pulang telah berbunyi sejak dua puluh menit yang lalu. Seperti biasa, ia menunggu Sungmin. Ia merogoh sakunya dan mengeluarkan ponselnya. Menunggu itu membosankan, jadi dia berniat untuk memainkan game di ponselnya.
Belum sempat Ryeowook membuka flat ponselnya, benda mungil itu malah bordering. Ia pun dengan cepat membuka flatnya dan menempelkannya di telinga. "Yoboseyo, hyung. Kau dimana? Kenapa tidak datang ke kelasku?" Tanya Ryeowook bertubi-tubi.
"Mianhae, Wookie. Kau cepatlah pulang, aku pulang dengan Kyuhyun. Sampai bertemu di rumah~" ucap Sungmin dan sambungan telepon pun terputus.
Ryeowook merengut kesal. Ia menutup flat ponselnya dan memasukkannya lagi ke dalam saku celananya. "Huft… Kenapa tidak bilang dari tadi? Padahal aku 'kan terlanjur menolak ajakan Seonsaengnim untuk pulang bersama. Mimi juga sudah pulang, sekolah pun sudah sepi," gerutunya.
Karena lelah dan malas pulang ke rumah, Ryeowook pun duduk di lantai sambil memeluk lututnya. Punggungnya masih tetap bersandar pada dinding kelas yang dingin dan dagunya ia topang di salah satu lututnya.
Ponsel Ryeowook bordering lagi dan segera diangkatnya. "Yoboseyo?"
"Yoboseyo, Ryeowookkie~"
BLUSH~. Ryeowook kembali memerah. "Ye-Yesung Seonsaengnim, waeyo?" tanyanya.
"Bogoshippo~" ucap Yesung sedikit merengek.
Ryeowook tak dapat menahan senyuman di bibirnya. "Nado," balasnya.
"Benarkah kau merindukanku?" Tanya Yesung menyelidik.
Ryeowook mengangguk namun akhirnya sadar jika Yesung tak akan melihat anggukannya. "Iya~"
"Baiklah, sebut namaku tiga kali dan aku akan segera berada di depanmu!" ucap Yesung.
Ryeowook mengerjapkan matanya dengan polos. "Bisakah?" tanyanya sangsi.
"Lakukan saja!" suruh Yesung.
Ryeowook berdiri dan menghembuskan napasnya. Ia menunduk dan mulai mengikuti perintah Yesung. "Yesung Seonsaengnim, Yesung Seonsaengnim, Yesung Seonsaengnim!" ucapnya.
"Kau memanggilku, Wookie sayang?"
Ryeowook terlonjak kaget dan seketika mengangkat kepalanya. Dilihatnya Yesung telah berada di depannya dengan senyuman sempurna. Tampan~
Cup~. Yesung mengecup singkat bibir Ryeowook. "Saat kau melamun, aku akan menyadarkanmu dengan sesuatu yang membuatmu merasa 'komplikasi'. Sebuah kecupan!" Yesung mengelus pipi kiri Ryeowook. "Kau ini menyendiri begitu sampai tak tahu jika aku sudah berada di ujung lorong kelasmu," sambungnya.
Ryeowook memainkan ujung seragamnya dengan malu. "Berhenti melakukan hal itu. Kau membuatku jadi salah tingkah!" ucapnya jujur.
Yesung tergelak. Digenggamnya tangan kiri Ryeowook dan mengecup punggung tangannya. "Bagaimana ini? Aku tidak bisa menghentikannya, kau terlalu manis, Wookie. Aigooo… Sepertinya aku ingin selalu mengecup bibirmu setiap detik, eotteokhe?" Tanya Yesung. Kembali kepada tingkah paniknya yang sangat tidak alami.
Ryeowook memukul pelan bahu Yesung dengan tangan kanannya. "Seonsaengnim kenapa tidak pernah bosan menggodaku, sih?" tanyanya sedikit sebal.
Yesung pun menarik tangan kanan Ryeowook agar melingkar di lehernya lalu melingkarkan tangan kirinya di pinggang kecil Ryeowook dengan tangan kanan masih menggenggam tangan kiri Ryeowook. Ia menarik Ryeowook lebih dekat dengannya sampai tubuh mereka seakan menempel dan membuat posisi mereka seperti orang yang tengah berdansa. "Kenapa ya? Mungkin karena… Aku ingin pipimu merona setiap waktu."
#NP : Yiruma – Kiss The Rain
Breeesss… Hujan kembali mengguyur Melody High School. Tanpa berpikir panjang, Yesung segera menarik Ryeowook ke halaman sekolah yang terguyur hujan. Mengajak Ryeowook berdansa dengan tawa dan canda diiringi air hujan yang membasahi tubuh keduanya. Bukan dansa yang baku dan formal, hanya dansa seadanya namun begitu manis.
"Huwaaaa… Aku jadi basah 'kan gara-gara Seonsaengnim!" gerutu Ryeowook.
Yesung tertawa lebar sambil memutar tubuh Ryeowook. "Berdansa di bawah hujan itu romantis tahu! Kau tidak menghayati suasana, Wookie!" ejek Yesung.
Ryeowook memeluk leher Yesung begitu kekasihnya itu menariknya ke dalam pelukannya. "Apanya yang romantis?" tanyanya mencibir.
Yesung menghentikan gerakannya dan memandang wajah Ryeowook. Seakan hanya Ryeowook-lah satu-satunya yang bisa ia lihat di dunia ini. Ryeowook balik menatap Yesung walau dengan ragu. "Kau ingin tahu bagian mana yang paling romantis?" Tanya Yesung. Ryeowook mengangguk kecil.
"Bagian romantisnya itu…" Yesung menempelkan bibirnya untuk yang ke empat kalinya hari ini di bibir Ryeowook. Menciumnya dengan lembut sembari memejamkan matanya. Mata Ryeowook ikut terpejam. Merasakan sesuatu yang lunak dan mulai tak asing di indra pengecapnya karena sudah beberapa kali dimasuki. Lidah Yesung.
Tangan kiri Yesung yang melingkar di pinggang Ryeowook menarik pemuda manis itu lebih dekat dan tangan kanannya menarik tengkuk Ryeowook agar mendongak serta memiringkan kepalanya guna mempermudah Yesung dalam menginvasi rongga mulutnya. Lidah keduanya saling mendorong. Yesung menjilati gigi Ryeowook satu persatu lalu menggoda langit-langit mulut pemuda yang memiliki selisih usia sepuluh tahun dengannya.
"Anhh… Ye-Yesung hyung.." Ryeowook melenguh kecil dan Yesung bersumpah akan mengingat lenguhan yang begitu menggoda imannya itu untuk selamanya.
Yesung buru-buru memutus ciumannya sebelum ia kehilangan akal sehatnya. Ditatapnya Ryeowook yang tengah berusaha bernapas dengan benar. Sangat menggoda…
Yesung tersenyum tipis. "Inilah bagian yang paling romantis. Ayo pulang!" ajaknya. Ryeowook mengangguk patuh dan membiarkan Yesung menggenggam tangannya lagi. membawanya pergi entah kemana.
Author P.O.V End
Ryeowook P.O.V
Yesung Seonsaengnim membawaku ke halte bus, disana sangat sepi. Tak ada orang yang menunggu bus kecuali kami. Mungkin karena sekarang sedang hujan. Kami duduk di bangku panjang di halte itu. Yesung Seonsaengnim merangkul bahuku dan menyandarkan kepalaku di bahunya. Hangat…
"Kau ngantuk, Wookie?" tanyanya padaku. Aku mengangguk kecil.
"Sedikit. Kenapa Seonsaengnim tidak membawa mobil?" tanyaku balik.
Kulihat ia tersenyum nyengir. "Mobilnya dicuri hyungku," candanya. "Oh ayolah… Gaji guru tidak tetap sepertiku 'kan masih kecil. Tidak mungkin bisa merawat mobil itu, makanya kutitipkan pada hyungku saja. Lumayan, mobilku bisa numpang perawatan."
Aku jadi tertawa mendengarnya. "Lalu kado dari murid-murid Seonsaengnim bagaimana?"
Dia merengut. Apa ada yang salah dengan pertanyaanku?
"Aku sudah bersabar dari tadi, Wookie sayang. Tapi kau terus-terusan memanggilku 'Seonsaengnim'. Menyebalkan," gerutunya. Ah… Aku lupa~. "Aku menolak halus semua kado yang diberikan padaku, sangat malas membawa kado sebanyak itu setiap hari."
Aku tersenyum kikuk. "Mianhae, hyung.." gumamku.
Ah… dia masih ngambek. Eotteokhe?
Dengan kilat kukecup pipinya. "Maafkan aku ya, hyung~" ucapku manja. Tanganku menggelayut di lengan kirinya. Ia tersenyum cerah. Yes, berhasil!
"Aigo… Kekasihku ini pintar sekali merayu , ya!" godanya. Ia mencolek-colek dagunya. Aku menggembungkan pipiku.
"Emangnya hyung saja yang bisa merayu? Aku lebih jago tahu!" sungutku.
Ia tertawa. Ah… tampannya. Tak berapa lama kemudian bus yang kami tunggu datang. Kami segera masuk dan duduk di kursi yang masih kosong. Di pojok belakang. Aku duduk di samping jendela dan Yesung hyung di sebelah kiriku. Hujan mengapa belum berhenti? Membuatku semakin mengantuk saja.
Ryeowook P.O.V End
Author P.O.V
Karena mengantuk, Ryeowook pun tertidur. Yesung tersenyum kecil melihat kekasihnya itu menyandarkan kepalanya di bahunya. Guru musik itu mengusap rambut Ryeowook agar merasa nyaman.
.
.
.
.
.
Ryeowook terbangun dari tidurnya dan mendapati dirinya tengah berada di sebuah kamar yang tak begitu luas namun rapi dan bersih juga nyaman. Perutnya terasa berat seakan ada sesuatu yang membebaninya. Ia pun mengangkat kepalanya agar dapat melihat siapa orang yang melingkarkan tangannya di perut dan pinggangnya.
Dilihatnya sebuah tangan dengan jemari mungil yang ia yakini sebagai tangan Yesung di perutnya. Dengan ragu ia menoleh ke kanan dan mendapati Yesung terlelap di sebelahnya. Dada Yesung yang cukup terbuka dan hanya ditutupi oleh selimut putih membuat wajah Ryeowook memerah. Ia kembali menatap tubuhnya sendiri yang hanya mengenakan kemeja putih lengan panjang yang kebesaran.
"KYAAAAAAAAAAAAAAAAAAAA!"
.
.
.
.
.
TBC
.
.
.
.
.
Ripiu, pliss? Biar saia apdet kilat lagi, hehe~
Chappie depan NC lho, tapi ga HOT TT^TT
Secara saia anak polos gitu XXD
Yesung's Concubine
Jenny Kkim
