Tittle : Zero.

Rate : T+.

Genre : Romance, Family, Drama.

Pair : DaeLo (Dan masih banyak lagi)

Cast : B.A.P's Member, N / Cha Hakyeon (Vixx's Member), Park Jimin (BTS's Member).

Author : Skinner Park.

Disclaimer : TS, BigHit, JellyFish Entertainment.

Warning : BL, OOC, Miss Typo(s), DLDR, RnR, No Flamers, Lumayan Drama, AU, Insyaallah ada Crack Pair, ada OC.

Chapter 3 : Part Of Me.

Ditengah-tengah kencan tiba-tiba aku mendapat pesan dari Daehyun hyung yang mengatakan bahwa Daejun tiba-tiba menghilang!

Bagaimana ini? Apa yang harus kulakukan? Apa aku harus meninggalkan Jongup hyung? Tapi tidak mungkin, Jongup hyung sangat menantikan kencan ini… Tapi bagaimana dengan Daejun? Kenapa Daejun bisa hilang?!

" Jongup hyung…"

" Nde chagiya?."

Bagaimana aku mengatakannya? Apa aku harus beralasan? Tapi aku tidak ingin membatalkan kencan ini. Tap aku juga sangat khawatir dengan Daejun, jika sesuatu terjadi pada Daejun, akan membuat Daehyun semakin buruk.

" Ada apa chagy? Kau terlihat sedikit pucat, kau sakit?."

" Ti.. tidak hyung…" jawabku.

" Kau yakin?."

" Nde."

" Kalau begitu kita lanjutkan jalannya, sebentar lagi kita sampai." Sahut Jongup hyung.

Bagaimana ini? Bagaimana ini? Aku takut sekali! Daehyun hyung terus menelfonku. Tapi aku tidak berani untuk mengangkatnya, aku ingin menangis!. Daejun! Kau pergi kemana? Jangan buat papa-mu khawatir.

" Sebenarnya aku ingin mengajakmu ke pantai akhir bulan ini." Kata Jongup hyung sambil memandang ke pemanangan sunset. Aku sangat suka dengan sunset, tapi kali ini sunset tidak bisa menarik perhatianku sedikitpun, aku sangat khawatir pada Daejun.

" Bagaimana menurutmu?." Tanya Jongup hyung.

" I..itu akan sangat menyenangkan hyung." Kataku.

Jongup hyung perlahan mendekatkan dirinya denganku. Dan saat kami hendak berciuman aku merasakan ponselku bergetar lagi. Daehyun hyung!

Aku menunduk saat Jongup hyung hampir menciumku. " Maaf hyung. Kurasa aku harus pulang, kepalaku sakit sekali." Kataku sambil melangkah pergi.

" Junhongie! Akan kuantar pulang." Kata Jongup hyung.

" Ani, aku masih bisa pulang sendiri, maaf merusak kencan kita hari ini, aku janji akan pergi bersamamu lagi hyung." Kataku lalu mempercepat jalanku.

Maafkan aku Jongup hyung! Maafkan aku!.

Jalan cepatku makin lama makin cepat dan berubah menjadi lari, mataku memanas. Bagaimana jika Daejun hilang? Aku bahkan tidak bisa merasakan lelah berlari seperti orang gila. Ponselku kembali bergetar.

" Yuhbasaeyo?."

[[ Kau ada dimana?.]] Tanya Daehyun hyung yang juga terdengar panik.

" Aku sedang berlari menuju rumah, aku akan mencari Daejun di sekitar blok perumahan." Kataku.

[[ Aku sudah mencari kesemua tempat tapi aku tidak menemukannya. Aku takut jika terjadi sesuatu pada Daejun.]] kata Daehyun hyung kacau.

" Kita pasti akan menemukannya hyung! Diamana terakhir hyung bersama Daejun?." Tanyaku.

[[ Kami berhenti di taman kota karena dia meminta bermain, tapi aku tidak menemukannya setelah itu. Aku sudah mencarinya kemana-mana.]] jawab Daehyun hyung.

Tunggu! Taman kota? Aku baru saja meninggalkan Jongup hyung didekat sana! Sial! Aku harus kembali!.

Aku segera balik arah dan mempercepat lariku. Aku harus mencari Daejun sampai ketemu. Akan sangat percuma jika aku mengganti posisi Zero sedangkan Daejun juga hilang. Jika sesuatu terjadi pada Daejun, Daehyun hyung tidak akan memaafkan dirinya.

Aku berlari tanpa bisa merasakan lelah. Saat aku sampai di daerah taman, aku segera mencari Daejun. Urat kekhawatiranku sudah mulai menegang, Daejunnie, kau dimana?

" Permisi, apa anda melihat anak laki-laki setinggi ini sekitar umur 6 tahun sendirian?." Tanyaku pada salah satu orang disana.

" Maaf, aku tidak melihatnya."

Aku kembali mencari dan menanyai beberapa orang disana, tapi aku tetap tidak menemukan Daejun begitu juga dengan Daehyun hyung.

" Apa anda melihat anak laki-laki kecil setinggi ini, umurnya sekitar 6 tahun, apakah anda melihatnya berjalan sendirian disekitar sini?." Tanyaku lagi.

" Anak kecil? Kurasa tadi aku melihat ada anak kecil yang menangis di dekat jembatan tak jauh dari sini."

" Baiklah, terimakasih banyak." Kataku sambil membungkuk sejenak lalu segera pergi menuju jembatan yang tak jauh dari sini. Hari mulai gelap, aku semakin khawatir pada Daejun.

Saat sampai disana aku tidak menjumpai siapapun, bahkan jalan mulai sepi karena banyak orang yang sudah pulang. Aku mencari di sekitar sana. Lalu aku menemukan jam tangan milik Daejun terjatuh di pinggir jembatan.

" Daejun kau dimana? Hiks hiks…" ujarku putus asa.

Bagaimana kalau dia terjatuh ke sungai dengan aliran air sederas itu? Bagaimana jika ada orang yang berbuat jahat padanya, bagaimana jika Daejun terluka? Apa yang harus kulakukan? Harusnya aku bisa menjaganya dengan baik, harusnya aku tidak pergi bersama Jongup hyung tadi…

" Zelo! Apa kau menemukan Daejun?." Seru Daehyun hyung sambil berlari menghampiriku, dia terlihat terengah, mungkin karena terus mencari Daejun.

" Aku menemukan jam tangannya hyung.. hiks hiks.. tapi aku tidak menemukan Daejun… bagaimana ini? Hiks hiks… Aku khawatir sekali hyung…" kataku.

Daehyun hyung memelukku, kurasa tubuhku sangat gemetar dan takut. " Kita akan mencarinya, kita pasti akan menemukan Daejun." Kata Daehyun hyung.

Harusnya aku yang mengatakan itu pada Daehyun hyung, kenapa dia yang menenangkanku. " Tapi hyung… bagaimana jika sesuatu terjadi pada Daejun? Hiks hiks…"

" Daejun anak yang pintar, dia pasti akan baik-baik saja. Kau tenanglah, ayo kita cari Daejun bersama." Kata Daehyun hyung.

Setelah mencari hingga malam, akhirnya kami memutuskan untuk pulang dulu. Walaupun aku terus menolak, tapi Daehyun hyung memaksa untuk tetap pulang karena khawatir padaku.

" Daehyunie! Zelo!." Seru Hakyeon hyung saat kami datang.

" Hyung, Daejunie—"

" Dia sudah dirumah, aku mencoba menelfon kalian berdua, tapi ponsel kalian sudah tidak aktif sejak Daehyun menelfon terakhir kali." Potong Hakyeon hyung.

Aku dan Daehyun hyung makin terkejut. " Dimana? Dimana Daejunnie? Siapa yang membawanya pulang?." Tanyaku.

Lalu Daejun datang dan berlari memelukku, aku memeluk Daejun begitu erat, rasanya lega sekali tidak terjadi apapun padanya.

" Daejunnie? Kau kemana saja? Kau tau kau membuat kami sangat khawatir, untung tidak terjadi apa-apa tadi." Kataku.

" Maaf mama, tadi Daejunnie melihat orang yang mirip mama, jadi Daejunnie mengejarnya, tapi Daejunnie malah tersesat. Tapi ada hyung yang baik padaku tadi." Kata Daejun.

" Siapa yang mengantarmu pulang?." Tanya Daehyun hyung.

" Daejunnie lupa namanya papa…" jawab Daejun.

" Tadi dia datang dengan seorang namja, kalau tidak salah namanya Jongup-ssi… Untunglah ada dia, aku sangat berterimakasih padanya." Kata Hakyeon hyung.

Jongup hyung? Bagaimana mana bisa dia mengantar Daejun pulang? Bagaimana jika dia tau aku berada disini untuk menjadi mama Daejun? Bagaimana jika Daejun tadi bercerita tentangku? Sekarang aku takut sekali jika bnertemu dengan Jongup hyung lagi.

" Lain kali Daejunnie jangan seperti itu nee? Mama sangat mengkhawatirkan Daejunnie tadi." Kata Daehyun hyung sambil mengusap pipi Daejun lembut.

" Maafkan Daejunnie mama, papa, Junnie tidak akan ulangi lagi…" kata Daejun.

.

.

.

.

2 hari kemudian Jongup hyung mengajakku kencan sebelum kuliah, karena kemarin aku membatalkan kencan, jadi hari ini aku harus pergi, karena aku tidak ingin Jongup hyung marah padaku.

" Hyung." Panggilku saat kami sedang berjalan sambil bergandeng tangan.

" Wae?."

" Hyung pernah punya cinta pertama?." Tanyaku.

" Tentu saja, memangnya kenapa?."

" Orang bilang, seseorang tidak akan pernah lupa dengan cinta pertama mereka." Kataku.

" Aku memang tidak pernah lupa, tapi aku tidak mungkin bersamanya lagi kan?." Kata Jongup hyung.

Aku terdiam sejenak. " Hyung benar. Cinta pertama itu adalah masa lalu…" kataku pelan.

" Wae? Apa kau teringat pada Daehyun?." Tanya Jongup hyung. Aku sedikit terkejut, ternyata Jongup hyung masih ingat.

" Ti.. tidak aku tidak teringat padanya hyung." Jawabku cepat.

" Gwaenchana meskipun kau mengingatnya. Aku mengerti, asalkan kau terus bersamaku aku akan baik-baik saja." Kata Jongup hyung sambil. Tersenyum kecil.

Kenapa aku jadi merasa sangat bersalah pada Jongup hyung? Apa karena aku mulai merasakan perasaan sukaku lagi pada Daehyun hyung? Jika itu terjadi, kurasa selama ini aku hanya berpacaran dengan Jongup hyung sebagai pelarian atau pelampiasanku. Dan saat aku bertemu dengan Daehyun hyung lagi aku sudah tidak bisa setia pada Jongup hyung. Kenapa aku seperti orang jahat saja? Sudahlah Choi Junhong, masamu telah habis untuk mencintai Daehyun hyung seperti dulu, kau sudah bersama Jongup hyung, dan hidupmu bahkan sudah lebih baik dengannya sekarang!.

Aku hanya sebuah pengganti untuk keluarga Daehyun hyung, setelah aku tidak dibutuhkan, aku harus pergi dan tidak boleh berharap lebih banyak lagi pada Daehyun hyung. Aku hanya mempunyai paras yang sama denagn Zero, bukan memiliki seluruh hati dan cinta Daehyun hyung. Aku harus belajar dari masa lalu.

Flashback saat-saat aku masih mengenal Daehyun hyung dulu mulai bermunculan lagi, membuatku sedikit merasa kesal dan sedih yang sama saat dia pergi bersama orang lain.

# Flashback.

Saat itu umurku baru menginjak 11 tahun dan aku masih duduk di kelas 1 SMP, aku belum pernah merasakan apa itu jatuh cinta.

Sama seperti Jimin hyung, Daehyun hyung memiliki umur yang sama dengannya, malam itu aku pergi melihat turnamen dance yang biasanya diselenggarakan di jalan saat malam hari. Dan saat itulah aku bertemu dengan cinta pertamaku. Jung Daehyun.

Jimin hyung memang tidak mengenalnya, karena Daehyun hyung hanya beberapa kali datang untuk menonton pertunjukkan. Tapi setiap Himchan hyung datang biasanya Daehyun hyung juga ikut.

Suatu hari aku datang sendiri ke acara dance di jalan karena Jimin hyung sedang sakit dirumah. Saat itu aku masih belum berani ikut bertanding. Dan tiba-tiba beberapa anak yang tidak suka padaku mem-bully-ku.

" Ya!kalian berhenti mengejeknya!."

Aku begitu terkejut saat Daehyun hyung menolongku waktu itu.

" Kau siapanya? Jangan ikut campur urusan orang."

" Kalian membully-nya karena kalian berfikir kemampuannya dibawah kalian kan? Kenapa tidak kalian buktikan?." Kata Daehyun hyung.

" Ya! kemampuan kami memang diatas anak kecil ini!."

" Kalau begitu tidak akan susah kan jika mengalahkannya?." Tantang Daehyun hyung.

" Baiklah kalau begitu baiklah, setelah ini kita bertanding." Kata mereka lalu beranjak pergi.

" Apa kau baik-baik saja?." Tanya Daehyun hyung sambil menghampiriku.

" Hyung! Apa yang kau katakan? Aku pasti kalah hyung, biar saja mereka mem-bullyku, aku tidak mau bertanding dengan mereka." Kataku khawatir.

" Well,aku memang tidak bisa menari dengan baik, tapi aku memperhatikanmu jika aku datang kesini, namamu Junhong 'kan? Aku tau kau bisa menari dengan baik dan mengalahkan mereka." Kata Daehyun hyung,, aku sedikit terkejut dan senang ternyata dia juga memperhatikanku selama ini.

" Tapi hyung—"

" Kalau kau ingin menjadi dancer yang disegani kau harus bisa membuat dirimu diakui, jadi lakukan yang terbaik untuk pertandingan nanti, aku yakin kau akan menang." Kata Daehyun hyung.

Aku merasa speechless saat Daehyun hyung bicara seperti itu, tapi dia memang benar, aku selalu melihat para dancer yang hebat-hebat dengan pandangan kagum, dan dia menyadarinya. Dan saat itu aku merasa aku memang bisa memenangkan tantangan itu, aku seperti mempunyai kekuatan dan tidak merasa takut dan minder seperti biasanya.

Aku saat itu datang bersama Jongup hyung, dia tau aku menyukai Daehyun hyung, dan sebelum pertandingan aku segera menemui Jongup hyung dan menceritakan apa yang baru saja terjadi. Aku sangat senang sekali saat itu.

Dan saat pertandingan, aku sangat yakin dengan diriku sendiri, dan aku berharap Daehyun hyung melihatku diantara banyak penonton yang datang malam itu. Aku tidak ingin mengecewakannya.

Dan untuk pertamakalinya dalam hidupku, aku memenangkan pertandingan itu, dan banyak sekali dancer senior yang menyukai tarianku, dan saat itu aku tidak melihat Daehyun hyung dimanapun, kurasa dia sudah pulang lebih awal, ada sedikit rasa kecewa memang. Tapi berkat dia aku mendapat stage name-ku, Zelo.

3 hari kemudian aku baru bertemu dengannya lagi, dia terlihat sedikit terburu-buru, aku segera menghampirinya.

" Daehyun hyung!." Panggilku.

" Oh, ada apa Junhongie? Aku sedang terburu-buru, aku harus segera pulang." Katanya.

Aku ingin mengatakan aku suka padanya saat itu juga.

" Hyung, berkat hyung aku memenangkan pertandingan itu, dan… aku mendapatkan stage name juga." Kataku sedikit malu.

" Jinjja? Selamat ya, aku ikut senang untukmu." Katanya.

" Emm.. hyung.. aku su—"

" Ah! Maaf Junhongie, aku sudah ditelfon, mungkin besok kita lanjutkan lagi nee?." Kata Daehyun hyung lalu berlalu, wlaupun sedikit kecewa, tapi aku senang.

" Aku suka padamu…" kataku pelan sambil melihatnya pergi.

Selama 2 minggu setelah malam itu aku tidak pernah melihat Daehyun hyung lagi. Aku sedikit khawatir aku tidak akan bertemu dengannya lagi, aku bahkan belum sempat mengatakan suka padanya.

Malam itu aku dan Jongup hyung pergi untuk melihat pertandingan dance lagi,d an saat itu ada Himchan dan Yongguk hyung, akupun memutuskan untuk bertanya pada mereka tentang Daehyun hyung.

" Hime hyung mana temanmu yang biasanya bersamamu itu?." Tanyaku.

" Siapa? Daehyun? Dia sudah pergi ke Busan 2 minggu lalu." Jawab Himchan hyung.

" Ke Busan? Memangnya ada apa?." Tanyaku.

" Dia akan menikah dengan tunangannya disana, mungkin dia akan kembali ke Mokpo setelah melahirkan putra. Pernikahannya akan dilaksanakan besok pagi, jadi setelah ini aku dan Yongguk akan ke Busan untuk datang ke pernikahannya." Kata Himchan hyung.

.:: To Be Continued ::.

A/N : Maaf banget saya apdetnya lama banget, saya lagi sibuk galau dan kasmaran hohohohohhoho xD *killed

Well, aku bohong kok, walaupun emang lg galau tapi aku tetep lanjutin ff, cuman lagi sibuk latihan aja dan repot cari kostum *jadi curhat

Oke ini udah aku certain gimandos Zelo bisa ketemu Daehyun dan kenapa Dehyun lupa ama Zelo masih ntar aja aku certain lagi hohohohoho…

Buat ff Zero ini aku bikin nggak sebanyak Warrior nantinya, jadi paling Cuma beberapa chapter lagi end. Saya sudah kehabisan ideeeeeeee xO

Tapi kalau misal readers ngeyel, mungkin bisa aku pertimbangin lagi kyahahaha

Oh ya readers ada yang anak Surabaya nggak? Kalo ada coba dong sms aku (08976447225) aku tanggal 15 september ke Surabaya ikutan lomba dance cover *nggak nanya* kali aja bisa ketemu gituuu, aku pingin ketemu reader-deul soalnyaaaaa xD

Oh ya! satu lagi, mumpung masih inget nih aku… Buat yang nunggu project ff DaeLo *emang ada yang nunggu?* yang ber-genre Action Romance yang bakal aku release 3 hari setelah update-an FF Zero dan Warrior ini. Well Zelo-nya mungkin rada sesuatu gitu di ff itu x3 kyahahaha

Yang penasaran monggo sms juga boleh ^^

Ntar aku kasih sedikit spoiler *emang ada yang mau?*

Dan makasih buat yg udah bela-belain nge-add aku dif b, udah aku confirm, mian rada lama -_-

Buat anak gueh tercintaaahhh Daeke Mato

Makasih udah mau dengerin curhatan emak-mu yg lagi kasmaran ini xD *kisseu

Aku sebenernya rada gimandooos gitu kalo nulis Zelo manggil Daehyun dengan panggilan Yeobo… Gueh teringet couple gueeeehhhh xD *kasmaran lagi*

Buat Jongup sih emang kasihan sih, tapi tabah aje yah ngup, gueh lebih restu Zelo ama Daehyun doooong xD *tampared*

Next buat Angeeeellllllll

Angeeeellllllllll *ngerengek* aku itu sebenernya sungkan ama kamu…

Kadang aku telat bales sms-mu pas latihan, dan aku tiba-tiba curhat ke kamuuuuuuu

Soalnya pas itu aku nggak tau mau curhat ke siapa, jadi yah aku pencet namamu di kontakku

Tapi makasiiiiih banget mau balesin curcolkuuuuu, ya owwoooooh saya lega sekali lhooo

Aku selama kasmaran nggak pernah secetar dan segila ini xD

Anywaaaay… pasti masih kepo kenapa Daehyun masih lupa ama Zelo iya kan? Iya kan? Iya kan? *plakplak*. Dan iyah bener banget Zelo ama Daehyun bakal CLBK –Cinta Lama Belum Kelar- dan nama Daejun itu emang aku ambil dari Daehyun dan Junhong, walopun aslinya Daehyun dan Junyong kalo dicerita. Aku seneng kok Angel udah panggil aku dengan Skinn hohohohoho xD *poke*

Terus buat Nurfadilah

Nah! Aku juja bingjun sebenennya mau bayangin wajah Daejun itu kyak siapa, jadi aku bayangin wajahnya Henry suju M *nggak nyambung broooh* Nurfadilah suka anak kecil yah? Lucunyaaaa xD tapi kok aku enggak yah *termutilasi* habisnya saya trauma pas hari raya keponakan pada kerumah dan ngancurin rumah dan kucing gueh dibantiiinggg xO

Anywaaayyy tahnks buat riviewnya neee xD

Well buat riviewers yang lain makasih banyaaaaaakkk udah mau baca dan sempetin review, mian g bisa bales atu-atu, karena udah banyak curcol jadi sungkan /.\

Well, see you next chapter xD

Mind To Riview?

.:: Daevil Skinny Jeollijeolli ::.

NB : sebenernya aku selalu bertanya-tanya, apakah semua yg baca FF-ku bakal baca A/N-ku…

Ato langsung di skip ke kolom review… *kicked* hohohohohoho