Musim berlalu dengan cepat.
Setelah menghadapi ujian akhir kini Chanyeol dan Baekhyun sudah terbebas dari soal-soal rumit yang tertulis rapi dalam kertas yang hadir selama minggu-minggu kemarin. Hasil dari ujian akhir mereka tidak buruk, malah sangat bagus untuk Chanyeol karena berhasil mendapat peringkat pertama dalam sekolahnya dan Baekhyun yang harus rela untuk berada di peringkat dua puluh. Setidaknya bukan peringkat paling bawah kan ?
Sekarang mereka tinggal menikmati liburan panjang yang mereka dapat untuk menikmati hasil dari kerja keras mereka.
"KAK CHAN!" teriak Baekhyun saat melihat Chanyeol didepan gerbang sekolahnya.
Baekhyun segera berlari ke arah Chanyeol meninggalkan Luhan yang mendengus kesal serta Sehun yang hanya bermuka datar mendengar suara cempreng milik Baekhyun.
Chanyeol menyambut Baekhyun dengan senyum lebarnya.
"Hei Baekhyun. Gimana kabar sayangnya kakak hari ini ?" Chanyeol menarik kedua pipi Baekhyun gemas kemudian tertawa saat melihat muka lucu Baekhyun.
Baekhyun melepaskan tangan Chanyeol dari pipinya kemudian memeluk Chanyeol.
"Aku rindu kakak. Lagian kenapa baru muncul sih ? emang sibuk banget ya kak sampe lupa sama aku ?"
Chanyeol tertawa mendengar Baekhyun berkata seperti itu.
Memang selama masa ujian akhir Chanyeol tidak mengunjungi Baekhyun. Tentu saja tujuannya agar mereka fokus dengan ujian akhirnya. Dan bukankah cara itu sedikit berhasil untuk Baekhyun ?
"Enggak kok. Sengaja aja. Nanti kalo kakak ketemu kamu bukanya kita belajar malah main terus. Jadi nggak fokus sama ujiannya dong".
Baekhyun cemberut. Perkataan Chanyeol memang benar tapi bukankah mereka masih bisa bertemu sebentar saja ? bukan malah seperti ini yang tidak ada kabar sama sekali. Setiap hari ia ini ingin mengetahui keadaan Chanyeol. Apakah ia makan dengan teratur ? apakah ia tidur dengan cukup ? dan.. apakah dia merindukan Baekhyun ? dia selalu bertanya setiap malamnya.
"Iya. Tapi aku kan tetep pengen liat kak Chan tiap hari"
"Yaudah. Mulai besok kamu liburan sama kakak aja ya ? aku udah ijin mama kamu kok"
"Beneran ? mama bolehin ?"
"Iya Baek. Makannya sekarang kita pulang terus kamu siap-siap, oke ? biar-"
"Jangan lupa kalo kamu hari ini udah janji sama aku mau main ke timezone Baek" Luhan yang ternyata menyimak percakapan antara pasangan kekasih itu sontak menyela ucapan Chanyeol.
Chanyeol melihat kearah Baekhyun yang hanya menampilkan gigi putih nya.
"Hehehe... Lain kali ya luhan, oke ?"
Luhan memutar mata jengah sambil melipat tangannya.
"Ayo. Sama aku aja."
Tiba-tiba Sehun mengambil tangan kanan Luhan dan menariknya menuju halte bus.
Luhan hanya menunduk menyembunyikan wajah meronanya.
Pasangan yang saling suka tapi lebih mementingkan ego masing-masing.
"Ya udah ayo kak jalan"
Langsung saja Chanyeol menaiki motornya kemudian memberikan helm kepada Baekhyun.
Baekhyun menerima uluran helm dari Chanyeol dan segera naik ke motornya.
"Udah siap ?" Tanya Chanyeol.
"Let's go~!" Baekhyun memeluk pinggang Chanyeol dan mengenggam kain seragam Chanyeol erat.
Motor mereka pun melaju menjauhi halaman sekolah.
.
.
.
"Wah, aku nggak tau kalo apartemennya kakak seluas ini."
Baekhyun meletakan koper berisi pakaiannya dan merebahkan diri di sofa milik Chanyeol.
Tadi setelah berkemas secara cepat dan mendengarkan nasihat-nasihat mama Byun mereka langsung menuju apartemen milik Chanyeol.
"Kak Yoora yang pilihin tempatnya. Katanya biar nyaman ditinggalin"
Chanyeol mendekat ke arah Baekhyun dan berjongkok didepan kaki Baekhyun untuk melepas sepatu si kecil kemudian menggantinya dengan sandal rumahan yang sebenarnya tersedia di depan pintu masuk.
Baekhyun yang merasa kakinya disentuh mendongak untuk melihat Chanyeol.
"Aku nggak boleh tinggal sama kakak terus ya ?"
Baekhyun menggerak-gerakkan kaki setelah Chanyeol selesai dengan pekerjaannya.
Chanyeol mendudukan diri di sebelah Baekhyun dan ikut merebahkan dirinya ke sofa.
"Kalo kamu udah 17 tahun, aku bakal ijin sama mama papa kamu." Kata Chanyeol dengan menoleh ke arah Baekhyun yang berada di sebelah kirinya.
"Serius ? kenapa nggak sekarang aja Kak" Baekhyun balas menatap Chanyeol.
"Nggak bisa." Tangan Chanyeol bergerak untuk merapikan poni Baekhyun yang hampir menutupi matanya.
"Kita tunggu kamu 17 tahun dulu Baek"
Baekhyun mendengus.
"Ya udah tapi janji nggak bo'ong bo'ong lagi"
"I promise Babe"
Chanyeol kemudian berdiri dan menghadap ke arah Baekhyun.
"Kamu mandi dulu. Kamar mandinya ada di kamar kakak. Kamu masuk aja sana"
"ish! aku males mandi kak~" rengek Baekhyun.
"Mandi Baek. Kakak masakin kamu sesuatu dulu. Handuknya ada di laci lemari paling bawah."
"IYA AKU MANDI SEKARANG!"
Baekhyun menghentakkan kakinya ke lantai dengan keras kemudian pergi ke arah kamar. Sedang Chanyeol hanya menggelengkan kepala melihat tingkah ajaib Baekhyun.
Chanyeol mulai berpikir akan memasak apa dan mulai mengambil bahan-bahan dari dalam kulkasnya.
"Aku rasa nasi goreng aja udah cukup. Maap ya Baek aku lagi males masak yang rumit-rumit."
.
Setelah berkutat dengan kompor selama setengah jam, ia pun selesai dengan hidangannya.
Chanyeol membawa hasil masakannya ke atas meja makan. Dan menuju kekamar untuk memanggil Baekhyun karna dia rasa Baekhyun mandi terlalu lama.
Sementara di dalam kamar Chanyeol, Baekhyun yang baru keluar dari kamar mandi bingung. Ia baru ingat jika kopernya masih di ruang tamu.
"Pake punya kak Chan aja deh"
Ia pun memilih untuk memakai baju Chanyeol dari pada mengambil kopernya.
Setelah membuka lemari pakaian Chanyeol ia melongo. Ia lupa jika Chanyeol adalah giant. Ia mengambil kemeja larik biru-putih milik Chanyeol dan menempelkannya pada tubuhnya yang kecil sambil berkaca.
"Pake atasannya aja udah tenggelem aku."
Baekhyun memakai kemeja itu dan memutuskan tidak menggunakan bawahan. Ia juga memakai celana dalam Chanyeol ngomong-ngomong.
Setelahnya Ia melangkah ke arah pintu sambil menarik-narik kemejanya agar lebih turun sedikit.
Baru ia memutar kenopnya dan hendak membuka pintu sebelum tiba-tiba pintu kamar terbuka lebar membuat ia tersungkur dengan bokong yang menyentuh lantai terlebih dahulu.
"Ya! Kak Chanyeol!" Teriak Baekhyun sambil mengusap bokongnya yang sakit.
Chanyeol terkejut dengan kejadian barusan. Ia masih terdiam di depan pintu dengan mata yang melebar melihat Baekhyun yang terduduk dilantai dengan hanya mengenakan kemejanya yang sedikit tersikap ke atas.
"Astaga Baekhyun. Kau pikir baju apa yang kau kenakan hm ?"
Chanyeol melangkah pelan kearah Baekhyun dengan tatapan yang tajam.
"Koper aku kan masih di ruang tamu. Tadi lupa dibawa masuk kamar." Baekhyun menjawab masih dengan meringis sesekali.
"Tapi celana kakak juga banyak kalau kamu liat."
"Iya tapi gede semua. Kak Chanyeol kan baju raksasa yang di pake."
Chanyeol membantu Baekhyun berdiri dengan menarik tangan Baekhyun kemudian memegang pinggangnya.
Baekhyun yang masih merasakan sakit meletakan tangannya pada lengan Chanyeol untuk bertumpu karena tubuhnya masih belum bisa seimbang.
"Kamu nggak mikirin kakak ya ? Kakak masih masa pubertas kamu tau."
Chanyeol merendahkan tubuhnya untuk membenarkan kemeja Baekhyun yang melorot mempelihatkan bahu mulusnya.
Aroma Baekhyun menguar sangat banyak menyebabkan Ia mabuk dan tanpa sadar mendekatkan kepalanya ke arah leher Baekhyun kemudian mengendusnya perlahan
"k-kak Chan"
Baekhyun meleleh saat merasakan bibir Chanyeol mulai menciumi lehernya dengan lembut dan menghembuskan nafas disana.
Chanyeol semakin gila dengan Baekhyun yang tidak mencegahnya. Malah ia merasa bahwa tangan Baekhyun sudah merambat dan berakhir memegang sejumput rambutnya.
Chanyeol menjauhkan wajahnya untuk melihat wajah Baekhyun.
Baekhyun membuka matanya yang tanpa sadar ia tutup tadi.
Tatapan Baekhyun langsung tertuju pada bibir tebal milik Chanyeol.
Ia melihat ke arah Chanyeol yang hanya menatap wajahnya dengan memuja.
Masa bodo dengan wajah bodoh Chanyeol, Baekhyun menarik wajah Chanyeol dan menjinjitkan kakinya agar Ia bisa meraih bibir Chanyeol.
Baekhyun menekan bibir Chanyeol kemudian ia membuka mulutnya dan melumat bibir bawah Chanyeol.
Chanyeol yang sempat terkejut dengan tindakan Baekhyun segera sadar saat merasa lumatan kecil pada bibir nya.
Tahu Baekhyun merasa lelah karena berjinjit, ia kemudian memegang pinggang Baekhyun dan mengangkat tubuhnya.
Baekhyun memekik dalam ciuman mereka yang kemudian terlepas dan melingkarkan kedua kakinya ke pinggang Chanyeol dan meletakan tangannya di bahu Chanyeol. Karena nya, Ia sekarang menjadi lebih tinggi dari Chanyeol.
"Belajar dari mana kamu Baek ?"
Chanyeol mengusakkan hidungnya ke pipi Baekhyun.
"Kak Chan"
Cicit Baekhyun dengan muka yang sudah semerah tomat.
Chanyeol yang gemas kemudian mencium kedua belah bibir Baekhyun dengan lumatan-lumatan yang dibalas juga oleh Baekhyun.
Chanyeol melangkahkan kakinya menuju kearah ranjang dan merebahkan Baekhyun masih dengan bibir yang saling bertaut.
Mereka masih asik dengan dunianya yang bahkan tidak sadar saat pintu kamar yang tadi terbuka sekarang menjadi tertutup dengan seseorang dibelakang pintu yang hanya menggelengkan kepala.
"Hormon remaja yang berada dipuncaknya emang nggak bisa ditahan dasar tuan mesum"
Park Yoora, kakak perempuan Chanyeol yang datang berkunjung ke apartemen adiknya.
Ia tidak tau jika Baekhyun ada disini sekarang. Seluruh keluarga Chanyeol sudah tahu perihal Baekhyun yang ternyata mate Chanyeol dan mereka pikir itu bagus. Selain karena kedua pihak keluarga sudah saling mengenal, Baekhyun juga sangat manis dan cocok dengan Chanyeol.
Yoora memang mengetahui password apartemen adiknya ini. Ya, karena ia juga yang memaksa Chanyeol dengan alasan ia ingin sesekali mengecek kebersihan apartemen nya. Padahal jika dipikir ia tahu jika adiknya itu tipikal orang yang tidak suka melihat tempat tinggalnya berantakan. Hanya untuk alasan pribadinya saja. Toh adiknya juga menyerah akhirnya.
Yoora meninggalkan kamar adiknya dan memilih untuk mendekat ke meja makan. ia tadi sempat melihat makanan yang sepertinya belom sempat sepasang kekasih itu makan.
"Bukannya makan dulu malah adu bibir. Dikira nggak butuh tenaga apa buat kayak gituan"
Ia duduk dan memakan satu piring nasi goreng yang dia tau adalah masakan Chanyeol.
Jujur saja, masakan Chanyeol lebih enak dari pada masakannya. Mungkin bakat dari mommy mereka menurun kepada Chanyeol dan bukan dirinya.
Suap demi suap Yoora makan tanpa memperdulikan amukan sang adik nantinya. Suruh siapa mereka malah berbuat mesum dulu, pikir Yoora.
Lima belas menit berlalu dan Yoora benar-benar menghabiskan nasi goreng itu tanpa tersisa satu butir nasi pun di piring.
"Mereka lama banget seriusan."
Ia yang sudah jengah dengan acara mari-kita-tunggu-sampai-mereka-puas akhirnya bergegas menuju kamar dan membuka pintu kamar dengan pelan. Ia masih ingin melihat adegan romantis secara live ngomong-ngomong.
Sementara disana, Chanyeol masih betah dengan bibir Baekhyun dan juga lidah yang saling bertautan.
Baekhyun merintih pelan merasa bibirnya sudah membengkak.
Chanyeol beralir ke leher putih Baekhyun dan menjilatinya pelan. Sesekali ia juga menghisap leher Baekhyun dalam-dalam seperti seorang vampire yang kehausan.
Yoora yang merasa udara semakin panas sudah tidak sabar lagi menunggu.
"YA! Sampai kapan aku dianggep patung sama kalian!"
Teriak Yoora membuat dua sejola itu sontak menoleh ke arah pintu dan melihat Yoora disana dengan tatapan tajamnya.
Mereka terdiam beberapa saat.
Baekhyun yang sadar akan posisi mereka langsung menyembunyikan muka nya didada Chanyeol karena merasa malu. Dan Chanyeol yang hanya tersenyum lebar ke arah kakaknya tanpa merasa bersalah sedikit pun.
.
.
.
TBC
Hai-hai ketemu lagi dengan cerita yang aneh bin ajaib ini . wkwkwk.
Emang ini gw buat untuk menyalurkan pikiran-pikiran dari fanart-fanart atau momen chanbaek yang bikin gw greget banget sama mereka. hehehe.
Dan.. makasih ya buat yang udah review, follow, sama favorit. Thank you banget sayang kuh.
Terakhir, jangan lupa belai kotak review ote-ote ?
