C―Capture
.
Desahan panjang dari pria berambut merah muda ini begitu menyedihkan. Entah kenapa nasib sial terus menggandrungi dirinya hari ini.
"Sial! Sial! Sial!" terus menerus umpatan tersebut dilontarkannya. Natsu setengah melempar tas punggungnya ke bangku taman. Api semu di mata hitam kelamnya menjilat-jilat penuh kekesalan.
Tangan kekarnya membuka pengait kaleng dengan ganas. Beberapa teguk dan habislah kopi tersebut dilahap olehnya. Natsu melemparkan kaleng kopi ke tempat sampah di seberangnya.
Ayolah... Tak adakah hasil jepretan yang bisa memuaskannya? Ayolah, munculah objek yang bisa membuatnya bersemangat!
"Bedebah!" desis Natsu sambil meraih kamera yang dikalungi di lehernya. Dirinya berdiri di atas bangku dan mengangkat tinggi-tinggi kameranya dan dengan asal memencet tombol shutter.
Tahu hasil karyanya akan sia-sia, Natsu kembali duduk. Dengan ogah-ogahan, diperiksanya hasil gambar tadi.
Natsu terkesiap. Dia tak pernah menyangka, dibalik semak-semak di seberang bangkunya, ada seorang objek yang begitu menarik. Langsung saja pria muda ini menyambar tasnya dan berlari ke seberang.
Apa kalian sudah diberitahu? Bahwa objeknya adalah seorang wanita berambut blonde yang―kebetulan yang hebat―tengah tersenyum ke kamera.
Memerhatikan ponsel selama beberapa detik pun bisa mendatangkan ide...
