Disclaimer : SUPER JUNIOR adalah milik orang tua dan agencynya
Cast : Lee DonghaeXKim KibumXChoi Siwon and other
Genre : Romance Action
Rating : T (bisa berubah sewaktu-waktu)
A/N : apa kabar? Masih adakah yang menunggu kelanjutan fic ini? jika ada, author minta maaf karena telah membuat kalian menunggu hampir dua tahun, waktu yang tidak sebentar ya? Mungkin banyak yang berfikir kalau tidak akan ada harapan bagi fic ini, sejujurnya…iya! tapi kupikir membiarkannya berhenti ditengah jalan adalah hal yang tabu bagi seorang author, karenanya mohon dukungannya jika masih ada readers yang ingin cerita ini berlanjut. Sekali lagi bububu minta maaf ^_^
Summary : Lee Donghae, seorang agen intelijen rahasia tanpa catatan prestasi harus terpaksa menyamar sebagai anak SMU demi melindungi putra presiden yang tengah diincar oleh pembunuh bayaran. Tugas rahasia membuatnya harus kembali bersekolah di sekolah khusus putra SM High School dan tinggal di asrama namun, apa jadinya jika si target menolak keberadaannya? Mampukah ia melakukan misi dengan putra Presiden sebagai taruhannya?
MY LOVELY AGENT
Bububu
Chapter 3
Typos, ooc, oom, dll
.
.
.
.
.
Preview
Choi Siwon berkunjung ke asrama SM High School untuk melihat keadaan Donghae, pada saat itu ia mencium Donghae dihadapan Kibum yang memperhatikan mereka berdua dari kejauhan. Pada saat itu Kibum tak mampu lagi menyembunyikan perasaannya dan tanpa sadar mengatakan sesuatu yang aneh.
" saranghae " bisik Kibum
Tik…tik…tik…
Detik jam di kamar yang begitu tenang itu bagaikan musik orchestra yang mendominasi gedung pertunjukan, Kibum masih tak mengangkat wajahnya dari pundak lee donghae yang kini mulai merasa pegal.
" pabo " gumam Kibum kesal, mengangkat wajahnya dan berjalan menuju tempat tidurnya yang diikuti oleh Donghae dibelakangnya
" aku sungguh tak mendengarnya, tiba-tiba saja telingaku berdenging, kurasa ada yang sedang membicarakanku " ditarik-tariknya bahu Kibum, mencoba memberikan alasan mengapa ia tidak mendengar apa yang dikatakan Kibum waktu itu "kumohon ulangi sekali lagi "
" lupakan saja " jawab Kibum, menutupi tubuhnya dengan selimut
Dengan perasaan bersalah ia tinggalkan teman sekamarnya itu dan naik keatas tempat tidurnya sendiri, sembari merebahkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamar asrama yang sebenarnya cukup gelap, Donghae menyentuh bibirnya sendiri, ditempat Siwon mendaratkan ciumannya. Memikirkannya saja membuat jantung Donghae berdegup kencang, tanpa sadar tawa terkembang di wajahnya, menimbulkan suara cekikikan . sementara teman sekamarnya merasa semakin kesal dengan suara cekikikan yang dikeluarkan Donghae, sekalipun ia berpura-pura tidak tahu.
Markas pusat BI
" sepertinya kita harus memberikan peringatan keras pada mereka " ucap seorang pria yang mengenakan jas abu-abu, yang sedang duduk sembari menatap sinar rembulan dibalik jendela ruang kerjanya, membelakangi kamera CCTV yang tengah merekam semua gerak-geriknya " mereka benar-benar meremehkan kita dengan mengirimkan seorang agen amatiran " pria itu mendengus geram
" apa kau ingin kami bergerak sekarang? " balas sebuah suara dibalik handsfree yang dikenakan pria itu
" kau tunggu aba-aba dariku "
" siapa agen yang mereka kirimkan? "
" seseorang dari Bidang Kontra Intelijen bernama Lee Donghae "
" ahhhhh….bocah manis itu " ucap suara itu penuh kepuasan
" berhati-hatilah, CL " pria berjas itu menarik handsfree ditelinga kirinya
Kantin Asrama Barat (Handsome Dorm)
" pagi Donghae-ya " Sungmin dengan senyum cemerlangnya seperti biasa berteriak dan melambaikan tangan kearah Donghae yang tengah sarapan seorang diri, seperti biasapun seseorang yang oleh Donghae disebut sebagai anak setan itu mengikuti dibelakang Sungmin. Keduanya menghampiri Donghae yang sedang menikmati sepotong roti dan segelas susu.
" kenapa kau sendirian? Dimana Bummie? " tanya Sungmin penasaran
" sepertinya dia marah padaku dan tak membangunkanku sehingga aku kesiangan "
" sudah kuduga kau pembuat onarnya " sela Kyuhyun
" mungkin kau benar " respon Donghae dengan suara yang lemah
" apa-apaan, membosankan sekali " gerutu Kyuhyun karena Donghae tidak merespon sesuai harapannya
" memangnya apa yang terjadi, hingga Bummie yang dingin seperti itu marah padamu? "
Donghae menarik tangan Sungmin agar duduk disebelahnya, dengan wajah yang sedih ia ceritakan alasan mengapa Kibum marah padanya.
" kurasa kau memang harus minta maaf padanya dan memintanya mengulangi apa yang dia katakan " saran Sungmin
" kau yakin dia mau memaafkanku? "
" dia bukan tipe pemarah seperti yang kau pikirkan "
" memang hanya orang sepertimu yang patut dimarahi " lagi-lagi Kyuhyun menyela percakapan itu
" tapi aku tidak sudi dimarahi anak setan sepertimu " moodnya yang sedikit membaik membuat Donghae merasa harus membalas ejekan dari Cho Kyuhyun, sedangkan Sungmin hanya tertawa melihat keduanya bertengkar
" baiklah, aku harus masuk kelas " pamit Sungmin, yang langsung diikuti oleh Kyuhyun
" gomawo hyung, sepertinya aku akan membolos " ucap Donghae
Setelah menyelesaikan makannya Donghae meninggalkan kantin, menuju taman untuk menghirup udara segar. Donghae merasa tidak ingin masuk kelas sebelum Kibum memaafkannya, lagipula dia adalah seorang agen intelijen yah…sekalipun ia tak memiliki prestasi sama sekali―tak perlu seserius itu mengikuti pelajaran. Ia rebahkan tubuhnya di bangku dan memejamkan mata. Tiba-tiba ia dengar suara seseorang berteriak memanggil-manggil namanya. Donghae bangun dan mendapati Heechul yang tengah berlari menghampirinya.
" Hyungie, ada apa? "
" Donghae-ya, cepat ikut aku " dengan nafas yang terengah-engah Heechul meminta Donghae untuk mengikutinya
" memangnya ada apa? "
" Bu…Bummie…Kibummie, dia pingsan "
Seketika Donghae melesat menuju asrama, diikuti Heechul dibelakangnya. Donghae lengah, ia ditugaskan kemari untuk menjaga Kibum tapi ia justru menghabiskan waktu dengan bersantai-santai, sehingga komplotan itu mulai bebas bergerak. Bayangan wajah pak Park yang bermata merah dan berteriak-teriak kearahnya membuat Donghae sedikit bergidik.
" Bummie…kau tidak apa-apa? " Donghae menghampiri Kibum yang tengah terbaring di UKS, dikelilingi teman-teman sekelasnya. Meskipun sudah sadar, sepertinya Kibum masih marah padanya dan enggan menjawab pertanyaannya itu
" payah, kemana saja kau " Kyuhyun memukul kepala Donghae ringan
" dia dipukul seseorang saat ke kamar mandi " ucap Heechul yang tadi belum sempat menjelaskan duduk perkaranya
" gawat " gumam Donghae
Basement BI
Trrrrr…..trrrr…..
Sejak tadi ponsel pak Park terus bergetar, tapi karena ia sedang menyetir menuju markas maka ia tak dapat mengangkat telepon itu. Usianya yang sudah tidak muda membuatnya harus berhati-hati dengan lalu lintas jalan raya. Begitu sampai di parkiran ia mencoba menghubungi kembali orang yang menelponnya.
" yeoboseo, Donghae-ya " sapanya, begitu seseorang diseberang sana mengangkat panggilan itu
" mereka mulai bergerak, aku harus bagaimana, Bummie dipukul seseorang di kamar mandi " Donghae bercerita dengan nada yang terdengar bingung dan ingin menangis
" MWOOOO? " suaranya menggema ditempat parkir itu
" apa kau sudah menghubungi yang lain selain aku? apa markas pusat sudah mengetahui ini? " pak Parkpun ikut kebingungan, takut kalau anak buahnya itu, yang sebenarnya sangat ia sayangi akan dipecat
" aku tidak tahu, tapi aku hanya menghubungimu "
" baguslah, jangan sampai ada yang mengetahui ini " ucapnya sedikit lega " sekarang dengarkan aku baik-baik―"
" selidiki TKP, cari apapun yang bisa membimbing kita untuk menemukan si pelaku, kemudian aku akan menemui secretariat utama dan meminta bantuannya, kau mengerti? " perintah pak Park
" a…arasseo " jawab Donghae sedikit ragu dan diputuskannya sambungan telepon itu
Pak Park bergegas menaiki lift, untung saja mereka masih belum serius dalam hal ini, bisa saja putra presiden itu langsung ditembak mati, itu yang terpikirkan oleh pak Park. Dalam perjalanannya menuju kantor secretariat utama ia justru berpapasan dengan Choi Siwon.
" bisakah kita bicara sebentar? " bisik pak Park, Siwon memberikan tanda pada ajudannya untuk meninggalkannya dan kedua orang itupun berbicara empat mata
" mereka sudah mulai bergerak "
" cepat juga ternyata " komentar Siwon sambil menyilangkan kedua tangannya
" tolong lakukan sesuatu, bocah itu pasti sedang kebingungan sekarang, ini misi pertamanya dan merupakan misi level S " pinta pak Park
" tapi dia juga tidak akan senang kalau aku tiba-tiba menariknya dari misi ini, lagipula aku… " Siwon ingat telah mempertaruhkan jabatannya pada misi ini, ia tidak ingin wakil kepala Song itu merasa puas dengan cemoohannya terhadap Donghae " arasseo, mungkin ini sedikit beresiko tapi kurasa bisa " tambah Siwon
SM High School
Atas perintah dari tuan Park, Donghae mulai bergerak menuju toilet sekolah untuk mencari bukti yang mungkin tertinggal disana. Untuk sekarang Kibum mungkin akan aman, karena tidak ada penjahat bodoh yang akan beraksi dua kali dalam sehari. Ia terus memeriksa bahkan di sudut terkecil dari toilet itu tapi ia tak menemukan apapun, tak ada jejak yang tertinggal disana. Memang benar, penjahat yang mereka hadapi kali ini juga pasti adalah seorang professional jadi mereka tidak akan ceroboh dengan meninggalkan bukti di TKP.
Tapi ketika ia berfikir untuk menyerah, sesuatu yang bersinar tertangkap sudut matanya, dibawah wastafel ia melihat sesuatu yang berkilau. Donghae mengeluarkan sarung tangan dari celananya, mengenakannya dan mencoba meraih benda itu yang ternyata adalah sebuah kancing baju. Dimasukkannya kancing baju itu kedalam plastic.
" penemuan yang hebat " gumamnya bangga akan diri sendiri
Ia bangkit dan hendak memasukkan plastic berisi kancing pelaku itu kedalam sakunya tapi tiba-tiba seseorang memukul tengkuknya dari belakang. Saat ia kan terjatuh, orang itu memeluk tubuh Donghae. Dalam keadaan yang setengah sadar ia dengar orang itu berbisik padanya.
" neomu kyopta… " meraih plastic yang ada dalam genggaman tangan kiri Donghae, pada saat itu juga Donghae sepenuhnya pingsan
Donghae membuka matanya perlahan, kabur, tapi ia masih bisa merasakan rasa sakit ditengkuknya, bekas pukulan orang tadi.
" kau sudah sadar? " ucap seseorang disebelahnya, nada suaranya begitu dingin tapi Donghae hafal betul kalau itu adalah suara teman sekamarnya
" Ki…Kibum " Donghae berusaha bangun sambil memegangi kepalanya yang masih terasa pusing
" dimana aku? " tanya Donghae bingung
" apa pingsan dikamar mandi membuatmu kehilangan ingatan akan kamarmu sendiri " ucap Kibum sarkastik
" ba…bagaimana bisa aku… "
" Heechul-hyung yang menemukanmu " potong Kibum " dia melihatmu sudah terkapar di kamar mandi, apa yang terjadi? "
" sepertinya aku…anemia " jawab Donghae menyembunyikan kenyataan bahwa ada seseorang yang memukulnya
" ah syukurlah, kukira ada orang yang memukulmu juga " Kibum terdengar sungguh-sungguh dengan ucapannya itu
" bukannya kau sedang marah padaku? " tanya Donghae
" sebelumnya, tapi kali ini aku memaafkanmu " Donghae melompat kedalam pelukan Kibum menyambut pernyataan Kibum itu dan hampir saja membuat Kibum terjatuh dari tempat duduknya
Maaf dari Kibum sepertinya telah membuat Donghae melupakan tentang kancing itu dan tugas yang diberikan oleh pak Park, juga tentang pelaku yang memukul Kibum yang ia yakin orang yang sama yang telah memukulnya.
Pagi yang cerah, Donghae dan Kibum berangkat bersama-sama menuju sekolah. Donghae terlihat sepenuhnya telah melupakan kejadian kemarin. Tapi, ia berfikir menjaga hubungan yang baik dengan Kibum juga merupakan salah satu cara untuk mensukseskan misi ini. sebelum kesekolah, mereka menyempatkan sarapan terlebih dulu dan tak disangka-sangka pagi itu semua siswa asrama Barat berkumpul.
" ada apa ini? tidak biasanya? " tanya Donghae bingung, kemudian mengambil tempat duduk disebelah Shindong, siswa yang memiliki badan yang sangat besar, satu angkatan tapi berbeda kelas dengannya
" ada pengumuman dari kepala sekolah kemarin, kau pingsan kan wajar kalau tidak tahu " jawab Shindong sambil memasukkan roti kedalam mulutnya. Kibum yang duduk disebelah kiri Donghae dengan tenang meneguk susunya.
Heechul muncul dari koridor dengan berlari, dia kelihatan sangat antusias
" ada pengawas baru " teriaknya yang disambut oleh sorakan semua anggota asrama barat
" pria? Wanita? Wanita? "
" ahh kuharap seorang wanita " semua saling berkomentar, tapi tak berapa lama kemudian kepala sekolah muncul bersama seorang laki-laki yang sangat gagah dan atletis, mengenakan setelan jas berwarna abu-abu. Donghae dan Kibum masih sibuk dengan sarapannya, tak peduli dengan euphoria disekitar mereka.
" pengawas baru kalian " ucap kepala sekolah, Lee Soo Man, memperkenalkan orang itu
" Choi Siwon ibnida, salam kenal " laki-laki itu memperkenalkan dirinya dan membungkuk dihadapan semuanya, seketika itu juga Donghae berhenti menyuapkan roti kedalam mulutnya. Melihat ekspresi aneh Donghae yang ada disebelahnya Kibum mengangkat wajahnya dan bertanya pada Donghae.
" waeyo? " tapi ia tak mendapatkan jawaban, kemudian secara tak sengaja matanya menangkap sosok yang dibawa oleh kepala sekolah. Postur tubuh itu, wajah itu, bibir itu, Kibum mengingat betul siap orang yang sedang berdiri disebelah kepala sekolah―orang yang pada malam itu telah membuat dadanya kebas, orang yang telah mencium Donghae
Donghae memutar kepalanya untuk memastikan bahwa itu memang adalah sosok yang dikenalnya selama ini, dan tidak salah lagi―ia merasa senang melihat Siwon, tapi ia juga merasa khawatir, apa ia telah dinyatakan gagal dalam misi ini?
" mohon bantuannya " imbuh Siwon, meski ucapannya ditujukan untuk semua orang yang ada di sana tapi matanya masih terpaku menatap Donghae yang memasang wajah bodoh dan sedikit bingung, yang bagi Siwon terlihat lucu
" aku selesai " Kibum bangkit dari bangkunya dan berjalan meninggalkan ruangan, Donghae yang tersadar dari bengongnyapun berlari mengejar Kibum. Saat ini ia tak boleh lengah sedikitpun dalam menjaga Kibum.
" yah, jinjja, Kim Kibum, tunggu aku " teriak Donghae yang merasa kesal karena ditinggalkan Kibum, tapi Kibum terus berjalan cepat
Donghae berlari-lari kecil untuk mengejarnya sambil menutup resleting tasnya, sebelum sempat ia mengangkat wajahnya kepalanya menabrak punggung Kibum yang berhenti mendadak.
" apa yang kau lakukan " teriak Donghae " appo " gumamnya sembari menggosok-gosok jidatnya
Kibum memutar balik badannya, menarik tangan kanan Donghae yang tengah menggosok jidatnya, dan mengangkat dagu Donghae dengan tangan kanannya. Kemudian ia daratkan satu ciuman di bibir Donghae. Donghae terkejut dengan apa yang dilakukan Kibum tapi ia tak dapat melakukan apa-apa karena tangan kanannya telah dikunci oleh Kibum, sementara tangan kirinya hanya bisa mencengkeram bahu Kibum.
TBC
Uwaaaaaa…..gimana? gimana? Karanganku setelah sekian lama? *3*
Dari hari ini, aku akan update secara teratur jadi…jika masih ada reader yang ingin kisah ini berlanjut mohon dukungannya dengan mereviewnya ya *jebal*
Tapi kalau memang telah bosan menunggu dan tidak merasa tertarik untuk mencari tahu kelanjutannya, boleh berhenti sampai disini tapi kuucapkan terima kasih pada yang sudah mereview di chapter The Meeting, kamsahabnida
Untuk yang menunggu-nunggu adegan action, tenang saja…di chapter berikutnya akan ada adegan action, kita kan tidak boleh buru-buru dalam menulis, supaya plotnya lebih teratur, kalau buru-buru nanti ceritanya malah jadi aneh kaaaaaaaannnn? *angguk-angguk*
Salam
bububu
