Title : An Emotional Melody

Cast : Kai, Kyungsoo, Kris, Sehujn, Luhan, Suho, Baekhyun

Pairing : KaiSoo

Genre : Yaoi

.

.

"Jongin, bangunlah kumohon" Sebuah suara yang familiar memohon. Mata Jongin mengerjap pelan mencoba menyesuaikan matanya dengan terang lampu ruangan tempatnya berbaring sekarang. Lenguhan pelan keluar dari mulut Jongin.

"Jongin, apa kau sudah bangun?" Suara familiar yang lain menyeruak. Jongin kembali melenguh saat ia mencoba membuka matanya lebih lebar lagi.

"Dia sudah bangun! Kris, panggilkan dokter atau suster!" Suara familiar yang pertama berteriak. Jongin mengerutkan keningnya saat matanya benar-benar sudah terbuka. Ia mengerjapkan matanya beberapa kali untuk membersihkan pengelihatannya yang berkunang-kunang. Jongin menggerakan kepalanya ke samping dan tersenyum kecil saat ia melihat Sehun sedang menatapnya penuh ke khawatiran.

"Hey" Jongin tertawa kecil. "Jongin-ah! Jangan lakukan itu lagi! Kau menakuti kami, kami hampir mati ketakutan!" Sehun menatap Jongin marah. "Maaf" Jawab Jongin sambil mencoba untuk bangun dan duduk. "Maaf tidak menyelesaikan semuanya" Kris yang muncul dari balik Sehun mendorong Jongin untuk kembali berbaring.

"Maaf, tetapi alangkah baiknya jika pasien tidak diperlakukan terlalu kasar" Sebuah suara muncul dari balik pintu ruangan tersebut. Seorang dokter berjalan masuk mendekati ranjang tempat Jongin terbaring lemah. "Ah maaf" Ucap kris sambil melangkah mundur dari ranjang Jongin seraya menarik Sehun untuk ikut dengannya.

"Bagaimana keadaanmu?" Tanya dokter. "Aku baik-baik saja" Jawab Jongin sambil mencoba untuk duduk agar dia terlihat baik-baik saja.

"Hmm..baik. Saat kau di bawa kesini, tubuhmu gemetaran karena mengalami kelelahan dan dehidrasi yang amat parah. Kau tak sadarkan diri selama tiga hari. Aku akan pergi ke lab dan melakukan beberapa tes untuk melihat apa kau sudah bisa pulang atau tidak" Ucap dokter saraya menaikan kacamatanya. Jongin mengangguk perlahan tanpa protes.

"Bagaimana keadaan mu, Jongin?" Tanya Kris ketika dokter sudah meninggalkan ruangan Jongin. Kris mendekati Jongin dan mencubit pipnya sambil tertawa. "Aku baik-baik saja" Jawab Jongin, tanganya memukul tangan Kris supaya menjauh dari pipinya.

"Kau tidak terlihat baik, Jongin-ah" Ucap Sehun sambil menarik bangku untuk duduk di sebelah Jongin. "Katakan. Apa yang terjadi saat itu?" Tanya Kris. "Ya, kau benar-benar membuat kami khawatir" Sehun menambahkan.

"Aku bertemu seseorang di hutan" Ucap Jongin. Kris dan Sehun menunggu Jongin melanjutkan ceritanya, tetapi tidak ada kata-kata lagi yang keluar dari mulut Jongin. Kris menggoyangkan bahu Jongin dan menatap nya. "Kim Jongin, beritahu apa yang terjadi!" Teriak Sehun dengan nada yang tinggi. Jongin menutup telinganya dengan kedua tangan dan mendengus.

"Aku mendengar suara seseorang melantunkan sebuah lagu. Jadi aku mengikutinya ke dalam hutan. Begitulah cara aku bertemu dengan Do Kyungsoo. Kita berdua menikmati waktu bersama. Hanya itu saja" Jelas Jongin.

"Ada sesuatu lain yang terjadi. Katakan Kim Jongin!" Kris mengerang sebelum kemudian mencubit lengan Jongin. "Aku menari, dia menyanyikan lagu untukku, dan.. kami berciuman" Jongin mengatakannya dalam satu tarikan nafas. Kris menatap Jongin dengan tatapan kosong. Sehun mendengus seraya menjalarkan jari jemarinya di antara helaian rambut sebelum akhirnya menjambaknya pelan.

"Jongin, kau tidak mungkin bertemu dengan Do Kyungsoo!" Ucap Sehun. Kris mengerutkan dahi nya tetapi mengangguk menyetujui perkataan Sehun. "Hah? Apa? Kenapa" Tanya Jongin menatap kedua sahabatnya bingung.

"Do Kyungsoo sudah meninggal"

.

.

~TBC~

.

.

(Enggak ding boong) *dipukulin* oke lanjut

.

.

"Tidak, kau pasti berbohong! Dia tidak mungkin sudah meninggal! Aku dapat menyentuhnya!" Jongin meninggikan suaranya. Matanya membulat karena terkejut. "Dia sudah meninggal, Jongin!" Jawab Sehun sambil menggigit bibir bawahnya.

"Tidak! Dia belum meninggal!" Ucap Jongin sambil menggelengkan kepalanya. "Baiklah, kita tidak mengetahui dengan siapa kau sewaktu itu, tetapi itu sangat tidak mungkin kalau kau bersama Do Kyungsoo!" Kali ini Kris yang protes.

"Tetapi ia berkata bahwa namanya Do Kyungsoo!" Jongin protes, matanya menatam tajam ke arah Sehun, menunggu jawaban keluar dari bibirnya. "Luhan hyung memberitahu kami bahwa Do Kyungsoo sudah meninggal" Sehun balik menatap Jongin..

"Guru mandarin kita? Apa yang ia katakan? Bagaimana dia bisa mengetahui nya? Kau berbohong?" Jongin terus menanyai kedua sahabatnya. Ia memutar kedua bola matanya tidak senang. Bagaimana bisa kedua sahabatnya membuat lelucon bahwa Kyungsoo sudah meninggal. Jongin tidak terima lelaki yang disukai nya menjadi bahan tertawaan kedua sahabatnya.

"Luhan hyung adalah salah satu dari teman sekelasnya Joonmyun hyung, kakak mu. Luhan hyung mengenal Do Kyungsoo. Dia berkata bahwa Do Kyungsoo meninggal di masa senior sekolah mereka" Jelas Jongin. "Luhan hyun berkata Do Kyungsoo bunuh diri" Lanjut Sehun.

Jongin mendelik kesal, sahabatnya berhenti bercerita. Jongin ingin mengetahui semuanya tentang Do Kyungsoo. Sebelum Sehun dapat berkata kembali, pintu ruangan tersebut terbuka. Seorang lelaki yang berkeringat terengah-engah memegang dahan pintu.

"Hyung!" Teriak Jongin saat melihat hyung nya, Kim Joonmyun masuk. "Kau ini merepotkan saja! Aku sangat mengkhawatirkan mu sehingga aku membatalkan tugas luar kota ku" Ujar Joonmyun sambil berjalan mendekati ranjang Jongin.

"Maafkan aku hyung" Jawab Jongin sambil menundukkan kepalanya. "Ngomong-ngomong bagaimana kau bisa sampai dirawat dirumah sakit?" Tanya Joonmyun seraya mengacak rambut Jongin. Melihat Jongin yang hanya diam saja dan tidak menjawab, Joonmyun menatap Kris dan Sehun bergantian meminta jawaban.

"Dia terpisah dari dari ku di jalan" Jawab Sehun sebelum akhirnya menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Menyesali apa yang telah ia katakan. "Apa lagi?" Tanya Joonmyun kembali. Tangannya melipat di depan dadanya, sedang kakinya mengetuk-ngetuk lantai tidak sabar. Kris mendengus, Sehun sudah terlanjur mengatakan yang sebenarnya. Kris dapat mendengar Jongin memohon dengan perlahan agar Kris tidak bercerita.

"Jongin berkata bahwa ia mendengar sebuah suara dari dalam hutan, lalu ia mengikuti suara itu hingga masuk ke dalam hutan. Aku tidak tau apa lagi yang terjadi selanjutnya karena Jongin tidak mau memberitahu aku dan Sehun. Dia berkata bahwa ia bertemu dengan Do Kyungsoo" Ujar Kris. Semua nya dapat melihat bagaimana wajah Joonmyun berubah menjadi pucat saat Kris menyebutkan nama 'Do Kyungsoo'

"Hyung, apa kau mengenalnya?" Jongin bertanya sambil memegangi ujung dari lengan baju Joonmyun. "Tidak!" Joonmyun menjawab dengan mantap tanpa berpikir lagi. "Atau, apakah kau mengenal Byun Baekhyun?" Tanya Jongin kembali sambil mengangkat alis matanya. "Ti-tidak"

Joonmyun terlihat gemetar dan menggelengkan kepalanya cepat. "Oh ya, hasil lab kesehatanmu. Aku akan menemui dokter untuk memeriksanya dan memastikan kau sudah boleh pulang" Joonmyun berkata gugup sebelum akhirnya meninggalkan ruangan Jongin.

"Jongin, siapa Byun Baekhyun?" Tanya Kris sebelum Sehun dapat menanyakannya. "Kyungsoo berkata bahwa sahabat nya bernama Byun Baekhyun" Jawab Jongin. "Baiklah, aku akan mencoba mencari tentang Byun Baekhyun nanti" Ujar Kris yang disambut oleh anggukkan Sehun. "Aku benar-benar ingin tahu tentang masalah ini" Jongin mendengus. Ketiganya diam dan saling menatap mencari bahan obrolan.

"Hey, dokter berkata kau bisa pulang sekarang" Ujar Joonmyun saat melangkahkan kakinya memasuki ruangan Jongin kembali. "Benarkah? Ah baiklah" Jongin mengangguk senang. "Kris, Sehun kalian berdua bantu Jongin" Perintah Joonmyun sambil melangkahkan kaki keluar ruangan "Ku tunggu kalian di mobil"

.

.

Perjalanan menuju kembali ke rumah sangatlah hening. Tidak ada yang mencoba untuk membuka pembicaraan. Jongin sibuk memikirkan siapa sebenernya Do Kyungsoo. Begitupula Kris dan Taemin, mereka tidak sabar untuk segera mencari petunjuk tentang Do Kyungsoo. Sedangkan Joonmyun. Ia masih terlihat pucat.

Sesampainya mereka dirumah Jongin, Kris dan Sehun membantu Jongin untuk masuk dan menaikki tangga sebelum akhirnya menyalakan komputer Jongin dengan tidak sabar. "Bagaimana jika kita mengambil buku tahunan milik Joonmyung hyung?" Usul Sehun dengan suara yang pelan agar Joonmyun tidak mendengar rencananya.

"Ide yang bagus. Tapi aku tak mungkin mengambilnya jika Joonmyun hyung masih disini" Jongin mendengus, memutar otak nya untuk mencari ide.

"Aku akan pergi ke supermarket untuk membeli beberapa bahan untuk memasak. Jangan coba-coba membuat rumah ini menjadi berantakan" Teriak Joonmyun sebelum akhirnya terdengar pintu rumah sudah ditutup.

Mereka bertiga saling beradu pandang sebelum akhirnya tertawa senang. "Ini kesempatan kita!" Sehun berteriak sebelum kemudian berlari keluar dari kamar Jongin dan memasuki kamar Joonmyun. "Aku bertaruh Sehun mempunyai energi yang terlalu berlebihan" Ujar Kris sambil tertawa "Jadi apa yang kau temukan, Jongin? Dari tadi kau diam saja di depan komputer?"

"Aku menemukan artikel mengenai Kyungsoo. Artikel ini berkata bahwa Do Kyungsoo meninggal tetapi tubuhnya menghilang dan kasus ini sekarang sudah ditutup." Jawab Jongin sambil menunjuk layar komputer nya.

"Tetapi, bukankah Luhan hyung berkata bahwa dia bunuh diri dan sudah diadakan upaca pemakaman dengan tubuhnya yang dikubur?" Kris berkata seraya menaikan salah satu alisnya bingung.

.

.

.

~T.B.C~

Terimakasih buat yang setia menunggu FF ini. Makasih buat yang udah baca, terutama yang follo, fav, dan nge review! Jangan bosan-bosan menunggu ne? Kekekeke^^