hanna
dul
set
"aku tidak akan melakukannya peri! Aku tidak ingin bagaimana repotnya aku jika aku ikut audisi itu. aku pasti akan sangat gugup saat audisi dan kau tahu aku pasti akan kentut jika aku gugup" Siwon tampak bicara sendiri dimata teman sekolahnya padahal tentu saja Siwon sedang bicara pada kedua perinya
"kau benar kau tidak boleh mengikuti audisi itu! akan semakin bahaya buatmu jika ada orang yang memperhatikan kebiasaan burukmu dan membandingkanmu dengan dirimu yang dulu" peri Donghae membuka mulutnya
Aku mendengar berita audisi itu benar – benar heboh menjadi pembahasan para siswa karena menurut mereka model top dan cantik Jaejoong akan menjadi salah satu jurinya.
Aku ingin sekali bisa terlibat dalam audisi itu hanya demi melihat Jaejoong noona. Menurut jadwal audisi model itu akan dilaskanakan di aula sekolah kami yang luas 3 hari kedepan
.
.
.
Hari audisi pun tiba. Banyak Siswa dan siswi yang tertarik mengikuti audisi pemilihan model itu. termasuk Jung Yunho yang sangat percaya diri dia akan lulus melewati audisi itu.
Tempat audisi itu akan diselenggarakan di lapangan basket yang sudah diset sedemikian rupa menjadi tempat audisi yang menegangkan.
Mobil yang membawa rombongan juri masuk kepelataran parkir disambut teriakan para fans Jaejoong yang sudah menunggunya sejak pagi tadi
Jaejoong Jaejoong Jaejoong
Para fans teriak histeris menyambut kedatangan Jaeejoong. Aku yang berdiri lumayan jauh dari mobil yang membawa Jaejong tentu saja tidak akan bisa menikmati moment Jaejoong keluar dari mobilnya lalu berjalan menuju tempat audisi.
Sepertinya Jaejoong sudah keluar dari mobilnya karena aku melihat kerumunan siswa dan siswi itu bergerak menuju lapangan basket.
"Siwon-ah! Kajja kita masuk kelas" ajak Wookie padahal sekolah membebaskan semua kelas dari kegiatan belajar
"kajja!" sambutku mengikuti langkah Wookie
Saat melangkah menuju kelas, kami melewati kelas Yunho yang sepi karena semua siswa siswinya dikelas itu sedang berada disekitar lapangan basket tempat dimana audisi berlangsung.
"jadi seperti ini ternyata kelakuanmu Jung Yunho?" aku dengar suara Chullie dari kelas itu
"kau pikir seharusnya sepasang kekasih itu berpacaran seperti apa? Sudahlah jangan manja kau adalah yeoja dewasa berhentilah bersikap seperti anak tk! Kita sudah terlanjur melakukannya dan aku tidak bisa memutar waktu" suara Yunho yang aku dengar kali ini
"kau memang bajingan tengik!" bentak Chullie
Brakk
Suara pintu kelas Yunho dibanting seseroang yang adalah Heechul. Aku menoreh kearah Heechul yang sedang melangkah cepat meninggalkan kelas Yunho dengan air mata menetes dipipinya.
Heechul melewatiku begitu saja tanpa menghiraukan aku apalagi sekedar menyapaku. Aku ingin sekali menyapanya dan bertanya apa yang sudah membuatnya menangis. Api aku tidak bisa melakukannya karena Heechul sudah berjalan semakin jauh dari pandanganku.
Aku masuk kedalam kelas dimana Wookie sudah duduk manis dikursinya sedang asyik memainkan ponsel pintarnya.
Aku merasakan Handsome suitku mulai menyusut dan menggelitikku tandanya aku harus memberi makan kedua periku. Aku keluarkan cucu cair dalam kotak dari tas sekolahku. Dan menenteng tempat minum Batman-ku.
"kau mau kemana lagi Siwon-ah?" tanya Wookie saat melihat aku berjalan keluar
"aku harus ketoilet!" jawabku
.
.
Aku sudah berada didepan pintu masuk toilet dimana dua orang namja berperawakan besar berdiri disana seperti sedang menjaga toilet. Aku teruskan langkahku masuk kedalam toilet namun penjaga itu menghalauku
"mau apa?" tanya satu pengawal padaku
"apa aku harus bilang apa yang akan aku lakukan didalam toilet?" protesku
"tunggulah sebentar karena nona Jaejong sedang berada didalam" pengawal yang satu berkata
"aku tidak tertarik untuk mengintip aktifitas yang dia lalukan didalam toilet jadi kau tidak perlu mengkhawatirkan aku!" aku sedikit emosi karena handsome suitku semakin mencekikku
"biarkan dia masuk!" perintah seorang penjaga lainnya
Aku berhasil masuk dan segera berlari menuju toilet khusus namja untuk memberi kedua periku makan. Aku segera keluar dari toilet itu setelah selesai melakukan kewajibanku.
"apa ada seseorang diluar sana?" aku dengar suara seorang yeoja bertanya
"hanya ada aku nona! Salah satu siswa disekolah ini!" jawabku
"kau sendirian?" tanya yeoja itu lagi
"nee!" jawabku
"bisa aku pinjam bajumu?" tanya yeoja itu membuatku heran
"waeyeo?" tanyaku
"pinjami aku bajumu atau jaketmu" katanya lagi
"miane nona! Aku hanya memakai seragam sekolahku! Sebenarnya apa yang terjadi?" tanyaku penasaran
Cleeek
Pintu toilet yeoja terbuka lalu keluar seorang yeoja yang sangat jelek dan berbadan besar seperti aku dulu, berusaha menutupi begian intim tubuhnya memakai pakaian ketat sementara tangan yang satunya memegang sesuatu berbahan kulit juga berwarna kulit mirip handsome suitky tanpa sehelai benangpun menempel dibadannya
"apa yang terjadi nona?" tanyaku
"pinjami aku pakaianmu aku mohon!" yeoja itu memelas
"anda siapa? Kenapa anda bisa berada didalam toilet ini dan tidak berpakaian sama sekali
"aku bukan siapa – siapa! Aku hanya yeoja yang tersesat" jawabnya masih berusaha menutupi tubuhnya
Seingatku selain aku, hanya ada Jaejoong yang ada didalam toilet ini. Tapi siapa yeoja jelek ini? Dimana Jaejoong. Ataukan dia adalah Jaejoong?
Aku rebut paksa benda yang yeoja itu pakai sebagai penutup bagian intimnya secara refleks tanpa mengkhiraukan larangannya. Aku periksa dengan seksama bahan kulit yang sangat mirip dengan handsome suitku.
Benda itu benar – benar mirip dan tidak ada sedikitpun perbedaan dengan handsome suit milikku.
"apakah kau adalah rupa asli yang dimilki Jaejoong noona?" tanyaku spontan
"mwo? Apa maksudmu?" tanya yeoja itu panik dan wajahnya memucat
"aku tahu apa benda ini! Karena aku juga memilikinya dan kini sedang memakainya" jawabku apa adanya
"jinja? Kau?" yeoja itu menatapku heran
"nee! Aku tidaklah tampan seperti yang sekarang kau lihat! Aku sama denganmu jelak besar dan sangat menyedihkan. Apa yang sudah terjadi dengan milikmu?" tanyaku menyerahkan kembali benda berbahan kulit itu
"seseorang menumpahkan kopi panas dan merusak beauty suit-ku! Aku pikir dengan membasahinya dengan air dingin akan membuatnya lebih baik tapi aku malah semakin merusaknya dan beginilah aku sekarang" yeoja itu menangis
Aku yang pernah merasa bagaimana rasanya ada diposisinya menjadi tersentuh dan ingin sekali menolongnya. Aku putuskan untuk memohon pada kedua periku untuk menolongnya
"kenapa kau meminta kami untuk menolong yeoja itu?" tanya peri Donghae
"karena aku tahu bagaimana rasanya berada diposisinya sekarang ini! Aku mohon tolonglah dia!" jawabku
"kami bisa saja menolongnya! Tapi tentu saja kau harus membayarnya dengan mengorbankan umur handsomemu apa kau rela?" tanya peri eunhyuk
Aku kembali melihat yeoja yang tampak menyedihkan itu dan aku seperti sedang bercermin saat aku masih menjadi Ma Siwon dulu
"berapa banyak kalian akan memotong umur handsome suitku?" tanyaku
"setahun! Karena beauty suit miliknya sudah benar – benar rusak parah" jawab peri Donghae
"aku rela kembali menjadi jelek seperti dulu dan mengorbankan waktu setahunku dalam fisik yang tampan demi dia! Aku ingin sekali memberikan dia masa indah saat menjadi cantik" jawabku antusias
"waeyeo? Kenapa kau rela mengorbankan masa indahmu hanya menolong yeoja macam aku?" tanya yeoja itu
"karena kita sama! Kita adalah orang yang Tuhan ciptakan tidak dalam bentuk fisik yang indah. Jadi kita harus membuat hati kita indah dengan tingkah laku kita. aku yakin menolong sesama adalah salah satu bentuk memperindah hati kita" jawabku diplomatis
Lalu kedua periku menyulap beauty suit milik yeoja itu kembali sempurna dan tidak ada kerusakan disana. Yeoja itu kembali masuk kedalam toilet untuk memakai kembali beuty suitnya.
Tadddaaaa
Yeoja itu keluar memakai kembali pakaian ketat yang menonjolkan lekukan tubuhnya yang begitu ramping dengan kecantikan sempurna yang dimiliki Jaejoong top model yang selama ini aku idolakan.
"gumawao! Aku tidak akan pernah melupakan jasamu!" ujar Jaejoong membungkukkan badannya padaku
"nee cheonma" jawabku senang karena yeoja menyedihkan tadi sudah kembali menikmati keindahan fisiknya yang sempurna
"siapa namamu?" tanya Jaejoong
"Choi Siwon" jawabku lantang
"apa kau tertarik untuk menjadi model? Aku bisa membantumu!" Jaejoong menawarkan jasanya
"tidak! Dunia model bukanlah dunia ku. Aku hanya akan mempermalukan diriku sendiri karena kebiasaan burukku! Kau tidak perlu merasa berhutang apapun padaku! Aku tulus menolongmu" tolakku
"gumawao Siwon-ssi! Kau memang namja yang sangat baik! Aku harap suatu saat nanti aku bisa melihat wujud aslimu dan ingin sekali berteman denganmu" Jaejoong tiba – tiba memelukku
Clekk
Pintu toliet dibuka seseorang sehingga adegan dimana Jaejoong sedang memelukku dapat disaksikannya. Dan seseorang itu adalah pengawal Jaejoong yang merasa khawatir Jaejoong terlalu lama didalam toilet itu.
Karena pintu itu dibuka terlalu lebar sehingga adegan pelukan itu tidak hanya disaksikan pengawal Jaejoong melainkan beberapa siswa dan siswi yang ingin mencegat Jaejoong.
Jaejoong tampak agak panik karena kejadian itu menimbulkan keributan dan kegaduhan. Bahkan mengundang pewarta yang memang banyak yang datang untuk meliput acara audisi itu disekolah kami
Jaejoong keluar dikawal ketat para pengawalnya. Para pewarta terus memburunya dan memberikan dia pertanyaan. Dan sebagian pewarta menyerangku dengan rentetan pertanyaan seputar hubunganku dengan Jaejoong
"apa hubungan yang terjalin antara Jaejoong-ssi dengan anda?" tanya pewarta
"maaf aku tidak bisa menjawabnya! Silahkan kalian tanyakan saja pertanyaan itu pada Jaejoong-ssi!" jawabku terus menghindar kejaran pewarta.
.
.
Jaejoong akhirnya bersedia memberikan statment atas pertanyaan yang diajukan wartawan sebelum acara penjurian dimulai.
Jaejoong berkata begitu lantang dan lancar pada semua yang ada disana tidak hanya untuk wartawan. Dia bilang kalau aku adalah dewa baginya, seseorang yang sangat istimewa dalam hidupnya dan kekasih dimasa lalunya dan berharap akan menjadi kekasih dimasa depannya.
Pernyataan itu tentu saja menimbulkan pertanyaan lain. Salah satu wartawan bertanya kenapa kami tidak kembali saja berpacaran seperti dulu. Jaejoong ternyata sudah menyiapkan jawabannya sendiri. Dia bilang kalau aku sudah mencintai yeoja lainnya disekolah ini dan aku tidak mungkin bisa kembali menjadi kekasihnya.
Aku heran kenapa Jaejoong bisa memberikan jawaban seperti itu tanpa konfirmasi dariku atau menanyakan pendapatku. Tapi aku hanya bisa diam dan pasrah menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.
.
.
"aku tidak menyangka ternyata kau pernah menjadi kekasih model cantik itu" Chullie mengomentari
"dia adalah yeoja yang baik! Kini Dia hanya seseorang dimasa laluku" jawabku mengikuti kebohongan yang Jaejoong ciptakan
"seleramu pastilah sangat tinggi Siwon-ssi! Aku jadi penasaran siapa yeoja beruntung yang sedang kau sukai itu" Chullie memandangku manja
'kaulah yeoja itu Kim Heechul! Hanya demi mendapatkan hatimu aku rela seperti ini'
.
.
Audisi berjalan dengan lancar dan berhasil menyaring 4 orang terbaik 2 namja dan 2 yeoja. yunho menjadi salah satu diantaranya. Tahap seleksi berikutnya akan dilaksanakan di tempat lain menggabungkan beberapa orang terbaik dari sekolah lain.
Yunho kalah ditahap seleksi akhir karena dia ternyata tidak pandai menjawab pertanyaan khas yang biasa juri tanyakan pada ajang pemilihan model seperti miss Universe atau Mr international.
~~~~~~~0000~~~~~~~
Aku sudah sampai digedung sekolah. Aku lihat suasana begitu ramai dan gaduh, ada apa gerangan disana? Lalu seorang memberitahuku
"yaa Choi Siwon! Yunho ingin bertanding basket denganmu! Lihatlah tulisan di banner itu dia menantangmu untuk bermain basket 3 on 3 melawan ganknya".
Oink
aku tersedak
"kenapa dia menantangku bermain basket? Apa ada yang salah?" tanyaku bingung
"kau tidak usah bingung Siwon-ssi, berita tentang kau yang pernah memacari model cantik sekelas Jaejoong telah membuat Yunho meradang, dia tidak bisa menerima kekalahannya di ajang pemilihan model tempo hari, lalu menantangmu untuk bermain basket" tiba – tiba Wookie mengagetkanku
"dia memang orang yang aneh" aku lanjutkan langkahku menuju kelas tanpa menghiraukan tantangan Yunho
"yaa orang aneh! Aku tunggu jam 9 dilapang basket jangan lupa bentuk team yang bisa membantumu memenangkan pertandingan karena jika kamu bisa mengalahkanku Chullie akan menjadi milikmu" apa yang dikatakan Yunho membuatku menghentikan langkahku.
Aku balikan badanku menengok kearah dimana Yunho berada
"bukankan Chullie adalah kekasihmu? Lalu kenapa kau memperlakukannya seperti piala yang bisa kamu over seenaknya?" aku tatap Yunho penuh kesal
"sepuluh Chullie bisa dengan mudah aku dapatkan ambilah aku sudah bosan dengannya itupun jika kau menang" Yunho membuatku ingin menonjoknya
"maka bersiaplah karena aku pasti akan mengalahkanmu" tantangku kesal dan melanjutkan langkahku menuju kelas.
Aku lihat Chullie duduk dibangkunya dengan wajah yang murung. Aku lanjutkan langkahku menuju bangkuku. Saat Chulli sudah didekatku aku bertanya padanya
"Chullie-ssi apa kau sudah mendengar berita yang sedang ramai" aku simpan tasku diatas meja
"iya aku juga sudah tahu kalau aku menjadi taruhannya" jawab Chullie memelas
"apa yang harus aku lakukan?" tanyaku berdiri disampingnya
"menangkan taruhan itu dan miliki aku" Chullie berdiri berbisik mesra ditelingaku
"jinja? Apakah itu yang benar – benar kau inginkan?" tanyaku meyakinkan Chullie
"iya aku ingin bersamamu Siwon-ssi" jawab Chullie tersenyum
"aku tidak memiliki apapun seperti Yunho, apa kau tidak akan menyesal?" aku ingin memastikan
"kau memiliki hati yang baik Siwon-ssi itu yang aku butuhkan" jawab Chullie tersenyum menyemangatiku
"jika memang itu yang kau inginkan maka aku akan berusaha memenangkan pertandingan itu" aku balas senyum manis Chullie dengan senyumku.
"lakukan yang terbaik dan berilah si angkuh itu pelajaran Siwon-ssi! Kami akan membantumu" peri Donghae menyemangatiku
"tapi aku harus mencari kemana teamku?" aku masih bingung dengan partnerku
"kami akan menjadi teammu tapi tentu saja ada syaratnya" peri Eunhyuk memberiku syarat
"apa itu" tanyaku penasaran
"kau harus menyanyi Tiga Beruang tepat dihadapan Chullie maka lihat apa yang akan terjadi" ujar Peri Donghae.
Aku sungguh bingung dengan syarat yang diajukan peri Donghae tapi aku memang benar – benar membutuhkan mereka menjadi teamku.
"Chullie-ssi ada hal yang ingin aku tunjukan padamu sebelum kau benar – benar memutuskan untuk bersamaku" tiba – tiba aku berkata pada Chullie
"apa itu?" Tanya Chullie penasaran.
Tanpa buang waktu aku segera menyanyi Tiga Beruang sambil menari dihadapannya membuat Chullie tertawa terpingkal – pingkal
"kau sungguh lucu Siwon-ssi" Chullie malah memelukku membuatku kaget lalu
"oink" cegukan babiku kembali keluar membuat tawa Chullie semakin kencang.
"Siwon-ssi ada yang mencarimu!" teriak teman sekelasku
"nuguya?" tanyaku bingung
"masuklah!" teman sekelasku mempersilahkan orang yang mencariku masuk.
Ternyata mereka adalah dua peri penolongku. Mereka menyamar menjadi pemain basket yang gagah dan tampan lengkap dengan pakaian juga sepatu basketnya
"hal chingu! Kami sudah datang" sapa peri Donghae melambaikan tangan
"siapa mereka?" Tanya Chuliie penasaran
"sahabatku" jawabku semangat
"ayo kita bantai pasukan angkuh itu" peri eunyhuk menantang.
Kami sudah ada dilapang basket, dimana hampir semua siswa menjadi penontonya. Mr. Hankyung menjadi wasitnya. Team Yunho terdiri dari , Changmin dan Junsu sementara Yoochun tidak ikut serta.
Mr. Hankyung meniup peluit tanda pertandingan dimulai. Aku sudah memengang kendali bola basket dikuasai teamku. Aku bermain penuh semangat karena aku benar – benar ingin membuat Chullie bahagia.
Ditambah permainan kedua periku tidak mengecewakanku mereka bermain sangat bagus dan mahir persis seperti atlet basket sesungguhnya. Aku Donghae Eunyhuk meninggalkan team Yunho.
Kamipun memenangkan pertandingan itu. Chullie langsung berlari kelapangan lalu memelukku dan mencium pipiku
"chukkae Siwon-ssi kamu memenangkan pertandingan sekaligus memenangkan hatiku" Chullie memberiku selamat
"gumawao" jawabku gugup dan sudah pasti jika aku gugup maka aku akan kentut
Duarrr
Suara kentutku terdengar menggelegar membuat anggota team Yunho, Mr. Hankyung juga Chullie pingsan seketika dan semua penonton bubar dalam keadaan serba panik
"kamu benar – benar menyedihkan Siwon-ssi" peri Eunhyuk menggelengkan kepalanya.
Aku gendong Chullie menuju ruang kesehatan untuk membuatnya kembali sadar. Kedua periku sudah kembali masuk kedalam botol Batman karena terlalu bahaya buat mereka berlama – lama berada diluar.
Chullie masih belum sadar saat handsome suitku memberiku peringatan saatnya memberi makan kedua periku. Aku buka tasku untuk mengambil susu cair lalu aku bergegas kepojok ruangan untuk menyanyikan lagu Tiga Beruang sambil menari memasukan susu cair kedalam botol Batman.
"Siwon-ssi! Apakah kamu memang sangat menyukai lagu itu?" tiba – tiba Chullie terjaga dan mengagetkanku membuatku malu karena pasti saat itu aku tampak sangat konyol
"Chullie-ssi kamu sudah sadar" aku hampiri Chullie melupakan rasa Maluku
"apa yang terjadi padaku?" Tanya Chullie bingung
"tadi kamu pingsan" jawabku
"aku pingsan? waeyeo?" Tanya Chullie kembali
"jawab jujur Siwon-ssi! kamu bisa memanfaatkan kesempatan ini untuk menguji kadar cintanya padamu. Jika dia masih mau menerima semua kekuranganmu itu tandanya dia cinta sejatimu" saran peri Donghae
"kamu pingsan setelah mencium gas yang aku keluarkan Chullie-ssi. Miane aku begitu memiliki banyak kekurangan. aku punya kebiasaan buruk yang pasti terdengar sangatlah aneh. Aku akan kentut saat aku gugup dan aroma dari kentutku itu sungguhlah busuk hingga membuat orang yang ada didekatku akan pingsan" wajah Siwon memerah
"sekali lagi ingin memastikan apakah kau masih mau jalan dengan namja aneh seperti aku?" aku pasrah dengan jawaban Chullie
"kau jujur sekali Siwon-ssi! Tidak ada yang sempurna didunia itu, kau begitu polos, jujur dan baik hati walau kadang kau terlihat sangat aneh dimataku. Entah kenapa kau kadang mengingatkan aku akan sosok teman lamaku Ma Siwon sayang aku tidak sempat lama mengenal dia karena dia telah mengundurkan diri. Aku akan tetap memilih untuk jalan denganmu karena bersamamu aku merasa nyaman dan tenang" jawaban Chullie membuatku bahagia
"chukkae Siwon-ssi kau telah menemukan cinta sejatimu" peri Eunyhuk menyelamatiku.
"gumawao! Aku tidak menyangka yeoja cantik dan sempurna seperti kau mau jalan dengan namja aneh seperti aku" aku tatap Chullie dengan penuh cinta.
Tiba – tiba Chullie mengecup bibirku lalu pipinya memerah membuatku kaget lalu oink!
Chullie tertawa terbahak – bahak mendengar cegukan babiku.
Tbc
gumawao masih setia baca ff aneh ini :p
miane updatenya lama
gumawao juga udh review n bilang ff vai keren *peluk
mdh"an chapter 3 ini bisa nambah kalian ketawa lagi
gmn udh dpt blm pesen moral yang vai simpan di ff ini?
ttep setia baca yah!
jangan lupa review juga
saranghaeeee
