Back from the beginning
~Naruto bukan milik saya~
Chapter 3
Sore hari di suatu jalan di desa konoha, terlihat Jiraiya tengah berjlan jalan, wajahnya terlihat kesal lantaran dari tadi dia merasa diikuti seseorang lebih tepatnya seorang anak kecil yang tengah mengikutinya dengan sembunyi-sembunyi. "keluarlah bocah!" panggil Jiraiya
Dari balik tembok keluarlah anak berambut kuning aka Naruto dari tempat persembunyianya.
"apa mau mu dari tadi mengikutiku terus.." tanya Jiraiya
"aku dengar besok kau pergi keluar desa untuk mengembara." Ucap Naruto
"lalu." Tanya Jiraiya lagi
"bisakah kau membawaku ikut bersamamu" ucap Naruto
"tidak bisa, aku tidak mau." Tolak Jiraiya
"ku mohon, aku ingin pergi bersamamu dan berlatih bersamamu. Tolong jadikan aku muridmu." Ucap naruto lalu membungkukan badanya.
Jiraiya yang melihat itu pun meghela nafas, sepertinya dia luluh pada anak ini anak yang benar benar keras kepala seperti ibunya. " hah kau ini keras kepala sekali, dengar ya, bukanya aku tidak mau melakukanya tapi apa yang akan ibumu lakukan padaku, aku masih bisa mengatasinya jika itu Minato tapi kushina dia pasti akan langsung membunuhku." Ucap Jiraiya panjang lebar.
Naruto yang mendengar ada peluang pun langsung tersenyum senang lalu berkata. "jika masalahnya hanya Kaa-san maka aku yang akan mengatasinya."
"hah, baiklah ayo kita bicarakan pada mereka sepertinya minato juga sudah pulang." Ucap Jiraiya. Setelah itu mereka pun berjalan menuju mansion Namikaze.
.
.
.
.
.
.
.
Di dalam mansion Namikaze ada empat orang, tiga orang dewasa dan satu anak kecil, mereka terlihat tengah membicarakan sesuatu
"APA, aku tidak mau, aku tidak akan mengijinkanya" ucap Kushina
"kumohon Kaa-san biarkan aku pergi bersama ero-sennin" mohon Naruto pada ibunya
"iya Kushina biarkan dia ikut denganku Kushina, aku berjanji akan melindunginya dan melatihnya menjadi shinobi yang kuat. "ucap Jiraiya ikut membantu Naruto.
"tidak boleh ya tidak boleh." Kukuh Kushina pada pendirianya
"sudahlah Kushina biarkan Naruto ikut bersama Jiraiya sensei." Kali ini Minato ikut membantu untuk membujuk Kushina.
"tapi minato."
"biarkanlah dia pergi, aku yakin Jiraiya sensei akan menjaganya jadi kau tidak perlu khawatir." Ucap minato lagi
"iya Kaa-san benar apa kata Tou-san, jadi ijinkan aku pergi ya." Ucap Naruto dengan raut wajah yang memelas. Kushina yang tidak tahan pun akhirnya menganggukan kepalanya.
"hah, baiklah." Pasrah Kushina
"Yeeee!" teriak naruto senang karena telah mendapatkan ijin ibunya.
"baiklah, sebaiknya kau bersiap siap Naruto karena besok pagi kita akan berangkan." Ucap Jiraiya pada Naruto. Naruto pun langsung pergi kekamarnya untuk berkemas untuk keberngkatanya besok.
.
.
.
.
.
Pagi hari di depan gerbang desa konoha, terlihat keluarga Namikaze sedang mengantarkan keberangkatan Naruto bersama Jiraiya. Disana terlihat Kushina tengah memberikan beberapa wejangan kepada naruto.
"Naru dengar baik baik ya jangan sampai kau terlambat makan dan mandi setiap hari ya, dan satu lagi jangan sampai kau tertular sifat Jiraiya sensei mengerti." Nasihat Kushina pada naruto.
"baik kaa-san. Kaa-san juga tolong jaga kurama untuku ya." Jawab naruto dan meminta ibunya untuk merawat rubah kesayangannya.
"tentu saja." Jawab Kushina
"kalau sudah selesai ayo berangkat." Ucap Jiraiya yang dari tadi menunggu
"baiklah Tou-san Kaa-san aku berangkat." Pamit naruto pada kedua orang tuanya.
"ya, hati hati dijalan." Jawab Minato dan Kushina.
Setelah itu Jiraiya dan Naruto pun berangkat pergi dari konoha untuk satu tahun kedepan.
.
.
.
.
.
Di sebuah hutan di tepi danau disana terlihat Jiraiya dan Naruto yang akan memulai latihanya
"Ero sennin kita akan latihan apa" tanya Naruto pada Jiraiya
"baiklah, pertama aku akan melatihmu control chakra karena akan percuma jika memiliki chakra besar tapi tidak bisa mengontrolnya. Lihat baik baik ya." Setelah mengatakan itu Jiraiya berjalan ke danau dan hebatnya dia tidak terjebur ke danau itu melainkan melah berdiri di atas air. Naruto yang melihat Jiraiya bisa berdiri diatas air pun terkagum-kagum dan meminta Jiraiya untuk mengajarinya
"ajari aku cara melakukanya Ero sennin"
"baiklah, caranya yaitu alirkan chakra pada telapak kakimu jangan terlalu besar dan jangan terlalu kecil usahakan seimbang, kau paham." Jelas Jiraiya
"baiklah akan aku coba."setelah itu Naruto mengalirkan chakra pada kakinya dan mulai berjalan kesungai.
BYUUUUR
"Kau mengalirkan chakramu terlalu besar, jika terlalu besar maka kau tidak akan bisa melakukanya. Coba lagi" ucap Jiraiya
BYUUR
"sekarang terlalu kecil, ayo coba lagi"
Lima menit kemudian
Terlihat naruto sudah berhasil berdiri di atas air walaupu masih sebatas mata kaki
"bagaimana Ero sennin." Tanya Naruto pada Jiraiya
"sudah lebih baik dari yang tadi, baiklah istirahat dulu kita lanjutkan besok." Ucap Jiraiya
"baiklah"
Mereka pun berjalan pelang menuju penginapan mereka karena hari menunjukan sudah sore.
Skip time
Keesokan harinya di tempat yang sama, di sana Naruto bersiap melanjutkan latihanya dengan Jiraiya.
"Ero sennin sekarang kita akan latihan apa." Tanya naruto pada Jiraiya dengan antusias.
"hhmm, latihan apa ya mengingat kau dengan cepat memahami apa yang aku ajarkan." Ucap Jiraiya dengan pose berpikir. "bagaimana dengan ini." Ucap Jiraiya sambil mengangkat tangannya kedepan perut dan tak lama kemudian munculah bola chakra berwarna biru. "bagaimana, ini adalah jurus yang di ciptakan oleh ayahmu, namanya adalah rasengan"
"wah itu keren sekali, ajari aku melakukanya Ero sennin"ucap Naruto dengan antusias
"baiklah, ambil ini." Ucap Jiraiya sambil mengambil dua buah balon berisi air dari sakunya dan memberikan salah satunya pada Naruto.
"ini untuk apa." Tanya naruto
"perhatikan baik baik, ini adalah tahap pertama menguasai rasengen." Setelah mengatakan itu Jiraiya pun mengalirkan chakranya pada balon air itu dan memecahkanya. "kau mengerti" tanya nya pada Naruto dan hanya di jawab angukan kepala oleh Naruto. "jika kau sudah bisa memecahkanya aku ada dipohon itu, aku mau melanjutkan tidurku." Ucap Jiraiya sambil menunjuk salah satu pohon yang ada di sana dan berjalan kearahnya.
"baiklah ayo mulai, semangat!" setelah melakukan itu Naruto pun memulai latihannya.
"nnin"
"sennin"
"Ero sennin"
Perlahan Jiraiya membuka matanya karena merasa ada orang yang memanggilnya. Setelah ia membuka matanya dia mendapati Naruto berdiri di depanya. "sudah siang ya. apa kau sudah bisa melakukanya Naruto." Tanya Jiraiya pada Naruto.
"tentu saja bisa." Jawab Naruto.
"tunjukan"
"lihat ya," ucap Naruto lalu mengambil balon airnya dan mengalirkan chakra secara acak pada balon air itu dan tidak lama kemudian balon air itu pun pecah. "bagaimana aku bisakan."
"sepertinya memang begitu, tapi kau jangan senang dulu masih ada tahap berikutnya." Ucap Jiraiya.
"apa tahab berikutnya.." tanya Naruto
Jiraiya pun memberikan sebuah karet pada Naruto dan satu lagi dia pegang, "ini adalah tahap kedua dalam menguasai rasengan, kau harus bisa memecahkan bola karet ini." Setelah itu Jiraiya pun memecahkan bola karet yang ada di tangannya.
"bagaimana cara melakukannya." Tanya Naruto.
"kau harus menemukan caranya sendiri. Jika kau sudah bisa kembalilah ke penginapan, aku pulang dulu ya, dah." Setelah mengucapkan itu Jiraiya pun pergi dari tempat itu.
"dasar Ero sennin dia bahkan tidak memberitahuku cara melakukanya dan main pergi saja. Baiklah akan ku cari tahu sendiri caranya." Setelah itu Naruto pun mulai mencoba untuk memecahkan bola karet itu...
Di dalam sebuah penginapan disana terlihat Jiraiya yang hanya menggunakan handuk menunjukan ia baru selesai mandi. Ia pun segera mengenakan pakaianya. "hari sudah menunjkan mau malam, apakah dia sudah berhasil." Ucapnya pada diri sendiri
CKLEK
Tak lama kemudia suara pintu terbuka, Jiraiya pun mengalihkan perhatianya ke pintu dan ia mendapati Naruto berjalan kearahnya dengan ekspresi ceria.
"di lihat dari raut wajahmu sepertinya kau telah berhasil melakukanya" terka Jiraiya
"tentu saja, aku kan jenius." Jawab Naruto dengan semangat
"baiklah, sekarang mandilah, aku akan mencarikan makan malam untuk kita." Setelah itu Jiraiya pun pergi untuk memesan makan malam meninggalka Naruto . Setelah itu Naruto pun segera menuju kamar mandi untuk memulai ritual mandinya.
Keesokan harinya terlihat Naruto dan Jiraiya di tempat latihan yang sama.
"baiklah sekararang coba kau keluarkan rasengan." Kata Jiraiya
"baiklah." Ucap Naruto lalu mengulurkan tangannya kedepan dan perlahan tapi pasti munculah rasengan pada telapak tangannya walau ukurangya masih tidak terlalu besar. "bagaimana, aku bisa kan."
"kau memang sudah bisa tapi masih perlu pengendalian lagi, sepertinya kau harus melatihnya terus agar sempurna. " Kata Jiraiya
"baiklah ayo mulai!" teriak naruto lalu menghantamkan rasenganya ke pohon.
BOOM
SKIP TIME
SATU MINGGU KEMUDIAN
Di sebuah hutan terlihat Naruto dan Jiraiya tengan membicarakan sesuatu.
"Naruto kali ini kau akan membawamu kesuatu tempat yang sangat jauh, apa kau bersedia." Tanya Jiraiya pada Naruto
"kesuatu tempat yang jauh, kemana.." tanya Naruto dengan polosnya
"aku akan membawamu ketempat bernama myobokuzan, kau akan mendapatkan pelatihan yang baik disana." Jawab Jiraiya
"tentu saja aku mau." Jawab Naruto antusias
"baiklah kalau begitu pegang tubuhku," ucap jiraiya. Naruto pun segera menuruti perintah Jiraiya. Setelah itu Jiraiya pun membuat hend seal dan berkata "gyaku kuchiyose." Dan setelah itu menculah asap menutupi tubuh mereka dan setelah asap itu menghilang mereka sudah tidak ada lagi di tempat itu.
Sementara itu di myobokuzan
POOF
Munculah kepulan asap dan mengeluarkan Jiraiya dan Naruto.
"ikut aku." Kata Jiraiya pada Naruto. Naruto pun hanya mengangguk. Mereka pun berjalan menuju suatu rumah yang ada disitu. Setelah sampai, Jiraiya pun mengetuk pintu rumah tersebut dan tak berapa lama pintu pun terbuka dan memperlihatkan seekor katak betina berwarna ungu.
"oh Jiraiya-chan ada keperluan apa kau kemari, dan siapa anak bersamamu itu." Sapa dan tanya katak itu
"Shima-sama, apa fukasaku-sama ada." Tanya Jiraiya balik
"dia ada di dalam, masuklah." Ucap katak bernama Shima itu mempersilakan masuk.
Mereka pun memasuki rumah itu dan mendapati seekor katak berwarna hijau yang sedang duduk di atas kursi.
"oh Jiraiya-chan kau kemari." Sapa katak itu. "dan siapa yang kau bawa, sepertinya aku sedikit familiar dengan wajahnya." Lanjutnya
"fukasaku-sama perkenalkan dia adalah anaknya minato namanya naruto."
"namaku adalah Namikaze Naruto, salam kenal." Ucap Naruto memperkenalkan dirinya sambil membungkukan badanya
"dia anak yang sopan. Baiklah nak, namaku adalah Fukasaku, aku adalah pertapa digunung ini sekaligus guru dari Jiraiya-chan." Ucap Fukasaku juga memperkenalkan diri
"Fukasaku-sama aku membawa Naruto kemari agar anda dapat melatihnya." Kata Jiraiya pada Fukasaku
"apa kau yakin Jiraiya-chan, dilihat dari manapun dia hanyalah seorang anak berusia empat tahun." Ucap Fukasaku
"aku sangat yakin pada anak ini Fukasaku-sama." Jawab Jiraiya mantab
"baiklah jika begitu. Naruto-chan dengarkan baik baik, mulai saat ini akulah yang akan melatihmu, jadi persiapkan dirimu." Ucap Fukasaku kepada Naruto
Dan di mulailah pelatihan Naruto digunung myobokuzan dengan di bimbing langsung oleh Fukasaku sang katak pertapa dari myobokuzan.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
TBC
Akhirnya bisa update juga. Maaf ya jika sedikit terlambat, soalnya akhir-akhir ini temen temenku main terus kerumah jadi gak bisa konsen buat fic, kan gak enak kalo ngusir. Semoga kalian suka sama fic ini walaupu jelek.
Udah segitu dulu ya, sampai ketemu di cheapter berikutnya.
