Chapter 3 : Way

...

"Jika ada hal yang tak bisa ditinggalkan seperti perpisahan atau mimpi yang tak terlupakan, bawa saja mereka denganmu" ~Way, Super Junior

...

Previous:

Kyuhyun memeluk sungmin, "jantungku masih berdebar untukmu. Aku masih mencintaimu. Kau dengar itu?"

Sungmin mengangguk antusias. Dia tak punya kata-kata lagi untuk kyuhyun. Dia tak bisa berkata-kata lagi

"aku selalu mencintaimu. Semua waktu yang telah berlalu. Waktu dimana cinta kita berada."

...

"Hyung, apa menurutmu sepuluh tahun lagi kita masih bisa seperti ini?" Kyuhyun mengendurkan pelukannya dan mencoba melirik pada Sungmin yang masih setia dengan mata terpenjamnya. Padahal matahari sudah hampir di atas mereka saat ini.

"seperti ini?" bukannya menjawab, sungmin malah kembali bertanya pada kyuhyun

"hmm, seperti ini. aku mencintaimu, kau mencintaiku. Dan kita masih berpelukan." Senyum mengembang begitu saja di wajahnya saat mengucapkan kalimat yang terakhir.

Sungmin tersenyum dengan manisnya, membayangkan bagaimana rupa mereka berdua setelah sepuluh tahun dan masih berpelukan. "kau akan menjadi ahjussi dan aku adalah pria muda yang tampan."

Kyuhyun mendadak melepaskan pelukannya, dan menatap sungmin yang sekarang sudah membuka mata, dia ingin sekali menyangkal kalimat hyungnya ini. tapi kemudian dia hanya menghela napas, seperti baru tersadar akan sesuatu, mencoba membelai wajah sungmin yang tanpa cela itu, 'benar-benar pahatan Tuhan yang sempurna' batinnya kagum. "kau benar. Sepuluh tahun lagi aku pasti akan tetap mengagumi keindahanmu, mengagumi karya Tuhan yang begitu menawan ini, mengagumi dan mencintaimu." Diakhiri dengan kecupan manis di pipi bulat Sungmin, kyuhyun merasakan sengatan itu lagi.

Sungmin merasa dunianya berputar, saat kyuhyun kemudian mendaratkan bibirnya turun dan menyatu dengan bibir sungmin. Tak ada lagi yang ia pikirkan sekarang. Tak ada lagi yang ia khawatirkan sekarang. Sungmin hanya tahu satu hal, kyuhyun menciumnya sekarang. Sungmin hanya peduli satu hal sekarang, kyuhyun mencintainya. Ia merasa bahagia, Tuhan sangat baik hati memberikan kebahagiaan ini padanya, sebelum... kebahagiaan itu direnggut dari mereka.

"dan sayangnya, aku juga mencintaimu Kyu. Sangat mencintaimu." Keduanya tersenyum saling menatap, setelah ciuman manis itu terlepas. Keduanya, bahagia. Tak peduli takdir apa yang menanti mereka di depan.

...

"apa kau bilang tadi?" Yesung masih berusaha mencerna kalimat Ryewook barusan, merasa pendengarannya mungkin salah tadi

"kau tak salah dengar hyung, Sungmin hyung bilang akan menginap beberapa hari dirumahnya."

Yesung mengerutkan keningnya, merasa ada yang aneh. Semalam kyuhyun mengiriminya pesan singkat, mengatakan dia bersama Sungmin beberapa hari ke depan. 'apa Sungmin tak ingin siapapun tahu?'

"memang kenapa hyung?"

Yesung baru saja akan menjawab ketika dari arah pintu muncul Leeteuk dan kangin.

"hai, aku lapar. Jadi lengsung ke dapur ya" tanpa menunggu jawaban dari yesung dan ryewook, kangin langsung meluncur ke dapur

"kau akan makan juga,hyung?" kali ini ryewook bertanya pada leeteuk

"tidak, aku hanya ingin berkumpul disini. Oh ya, apa kalian setuju jika kita latihan koreografi lagi besok?"

"huh? Bukankah lusa?" Itu suara Donghae yang sepertinya baru bangun tidur. Mereka pulang hampir tengah malam kemarin, setelah menyelesaikan konsep tarian untuk SS6 yang akan segera digelar. Jadi wajar saja Donghae bangun sangat terlambat pagi ini, bahkan hyukjae masih bergelung di selimutnya.

"hmm bukannya lusa? Aku masih ingin beristirahat?" Yesung sangat setuju dengan pertanyaan donghae

"ya aku hanya berpikir untuk memberi waktu tambahan bagi kita menghapal gerakan, mungkin bisa memperbaiki beberapa yang belum sinkron. Tapi jika kalian tidak setuju, tidak apa. Aku akan mengatakannya pada manager."

"bagaimana jika ganti dengan berkumpul bersama? Sudah lama kita tidak menghabiskan waktu bersama di dorm, bukan?" Ryewook berseru dengan riang, merasa idenya ini sangat hebat

"nah, aku setuju! Kita bisa memasak bersama atau bermain permainan atau apa saja, asalkan bersama"

"bermain? Kau pikir kami anak Taman kanak-kanak sepertimu?" Kangin yang baru muncul dari dapur tiba-tiba menyahut usul donghae yang menurutnya terlalu kekanakan

"siapa yang kau maksud dengan anak taman kanak-kanak, hyung?"

Semua tertawa mendengar candaan donghae dan kangin. Ah, sungguh kebersamaan yang membahagiakan, dan tak terlupakan.

...
"Kenapa kau makan banyak sekali, hyung? Aku pikir kau masih dalam dietmu itu."

Sungmin meneguk minumannya sebelum bermaksud menjawab pertanyaan Kyuhyun. "hmm aku masih diet, tapi bolos beberapa hari tidak apa kan?" kemudian tertawa sendiri

Melihat tawa renyah itu Kyuhyun hanya bisa tersenyum, sesekali menyeka mulut hyungnya yang kotor karena makanan. Dia merasa seperti melihat anak kecil yang sedang makan dalam masa pertumbuhan. Hyungnya, ini benar-benar tidak sadar umur.

"setelah ini kita kemana?"

"kau maunya kemana?"

"ck, jawab dulu pertanyaanku baru bertanya lagi Cho Kyuhyun!"

"hahahah arra, bagaimana jika kita menyewa villa di sekitar sini? Aku rasa bermain air pantai siang bolong begini bukan ide yang bagus."

Sungmin mengangguk-angguk menyetujui pendapat kyuhyun "kau benar, siang hari orang lebih mudah mengenali kita. Jadi sekarang kita beristirahat saja."

...

Mungkin villa itu lebih tepat disebut pondok. Karena didalamnya hanya ada satu kamar dan bukan terbuat dari tembok melainkan dari bambu-bambu yang kemudian diukir menjadi indah. Lebih mirip seperti rumah pohon jika ini ada di atas pohon. Tapi villa ini berdiri di atas tanah dengan dikelilingi lampion-lampion kecil, yang Sungmin yakin sekali akan indah jika menyala di malam hari.

Meskipun terlihat sederhana dari luar, ternyata di dalamnya sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas modern. Pendingin dan penghangat ruangan yang bisa diatur sesuai keinginan hati, lemari es yang berisi makanan kecil, dan sebuah televisi. Belum lagi desain kamarnya yang seperti memang dikhususkan untuk para pasangan bulan madu.

Sungmin terkikik geli memikirkan ia sedang berbulan madu dengan Kyuhyun. "kau suka?" Kyuhyun akhirnya bertanya, penasaran karena sejak tadi sungmin sama sekali tak bersuara.

"hmm aku suka sekali. Rasanya seperti dirumah."

"benarkah? Karena suasana villanya atau karena ada aku?"

Bukannya menjawab, sungmin malah tersenyum, untuk kemudian melangkah menddekati kyuhyun dan berbisik mesra "rahasia"

Kyuhyun hanya tertawa melihat sungmin yang kemudian berlari masuk kamar mandi 'dia menggodaku tapi dia malu sendiri. Sangat Lee Sungmin sekali.'

Selama menunggu sungmin mandi, Kyuhyun memutuskan untuk merebahkan dirinya di tempat tidur. Dia datang kesini tanpa persiapan apapun dan tidak terencana tentu saja, sehingga tak ada satupun pakaian yang dia bawa. Mungkin dia bisa meminjam pakaian sungmin nanti.

Sungmin menyelesaikan mandinya sekitar 30 menit dan dilihatnya kyuhyun sudah tertidur. Sebenarnya tak tega untuk membangunkannya, tapi kyuhyun belum mandi jadi tentu saja harus dibangunkan.

"kyu.. irreona. Kyu..."

Kyuhyun tampak menggeliat sedikit kemudian mengedip-ngedipkan matanya, "hmm kau sudah selesai, hyung?" suaranya terdengar serak

"hmm, kau mandilah dulu. Eh tunggu. Kau tak membawa baju kan?"

"iya, aku pinjam bajumu saja."

"ya! Kenapa tak mengatakannya sejak tadi. Kita bisa berbelanja keperluanmu dulu."

"memang tak boleh pinjam padamu?"

Sungmin terlihat kesal, kenapa kyuhyun bodoh sekali "kau akan meminjam baju dalamku juga?"

Kyuhyun mengedip-ngedipkan matanya lagi dan baru menyadari maksud ucapan sungmin yang tadi. Dia malah tertawa kemudian berkata dengan bisikan menggoda "apa aku memerlukan itu saat kita sedang berbulan madu istriku?"

Wajah sungmin sudah merah padam mendengar pertanyaan sarat akan godaan dari kyuhyun. Dengan kesal yang berlipat lagi dia berkata "kau pikir aku perempuan?! Cepat mandi sana, aku akan membeli keperluanmu di toko pakaian."

Sebelum sungmin benar-benar keluar, Kyuhyun berteriak dari kamar mandi "waw yeobo, kau tahu ukuranku?!"

Tenpa berniat menjawab sungmin segera keluar dari villa dan berlari kecil menuju mobilnya "ck apa dia sudah gila? Ada apa dengannya? Dan, kenapa jantungku berdetak lebih cepat begini?"

...

Kyuhyun dan Sungmin baru saja menyelesaikan makan malam mereka yang terlambat, setelah seharian ini tidur siang dan bangun sudah hampir pukul 7 malam. Wajar saja mengingat jadwal mereka yang cukup padat beberapa hari yang lalu, mereka butuh istirahat.

Dan sekarang, kyuhyun masih dengan senyumnya yang manis menggandeng tangan sungmin dan berjalan pelan menyusuri pantai. Sesekali ombak menghalau langkah mereka, dan sungmin berjingkrak-jingkrak kesenangan. Tak ada pemandangan lebih membahagiakan dari melihat senyuman sungmin yang lepas, itu menurut kyuhyun.

Akhirnya sungmin mengajak, lebih tepatnya menarik kyuhyun untuk duduk di sebuah perahu nelayan yang sepertinya sudah tak terpakai lagi. Buktinya perahu itu hanya teronggok saja di tepi pantai, begitulah pikir sungmin.

Lama mereka terdiam, tak satu pun dari kyuhyun atau sungmin yang sepertinya berniat memecah keheningan ini. mereka menikmati saat-saat sunyi ini. terkadang kesunyian memang lebih bisa menenangkan dibandingkan nasehat sekalipun.

"lautannya tidak terlihat ya?"

Kyuhyun melihat wajah sungmin meredup. Dia tahu, mereka akan selalu sampai di pembicaraan ini. dia tahu. "hmm tak terlihat, tapi kita masih bisa mendengarnya kan?"

Sungmin menipiskan jaraknya dengan kyuhyun kemudian memeluk lengan pria itu dan menyandarkan kepalanya di bahu kyuhyun. 'hangat' menurutnya, kyuhyun selalu hangat.

"aku kan mengenang ini kyu." Sungmin mendongakan kepalanya dan menyentuh wajah kyuhyun dengan lembut "aku akan mengingat dengan baik bagaimana kau hanya tersenyum untukku. Pelukanmu dan ombak yang tak terlihat itu. Aku akan selalu mengingatnya."

Kyuhyun tersenyum dan mencium bibir hangat sungmin "kau tak akan merasakan ini untuk yang terakhir kali, aku janji."

"aku.. sudah memiliki jalanku sendiri, kyu."

"aku tahu, dan begitu pun aku. Aku memilih untuk membiarkanmu berjalan sendiri, dan membiarkan diriku untuk berjalan di jalanku sendiri."

Sungmin sudah tak kuasa lagi menahan getaran suaranya "meskipun tak terlihat, cinta kita tetap dapat terasa. Seperti ombak di malam hari."

"hmm, aku akan membawa cinta kita menyusuri jalan yang kupilih, meskipun sendirian. Aku yakin bisa, dan memang harus bisa. " Kyuhyun ingin mengubah posisi duduknya untuk berhadapan dengan sungmin, tapi sebelum itu,

"biarkan seperti ini, kyu. Biarkan seperti ini."

Kemudian suara ombaklah yang terdengar darisana. Dari tempat dua manusia yang saling mencintai.

...

"kita adalah dua manusia yang berada di jalan yang berbeda. Tapi, bukankah tiap jalan juga memiliki persimpangan? Aku akan menemuimu di persimpangan itu, hyung. Aku berjanji. Tunggulah."

...

TBC

...

Kangen banget sama sungmin, kyuhyun kangen juga gak ya? :')

Peachpetals, PumpkinEvil137, fani, emergencyKyu, abilhikmah, orange girls makasiiih banyak reviewnya. Semoga suka chapter yang ini yaa please enjoy

Keep calm and loe KYUMIN