PREVIOUS~

.

"Yeoboseo. ayah?"

"Ayah lupa meninggalkan catatan pagi ini. Hari ini adalah hari ulang tahun Luhan. Hari ini juga peringatan hari wafat Ayahnya. Ayah dan Ibu tidak ada dirumah, jadi jaga Luhan baik-baik."

"apaa! Ayah! Yeoboseo?" teleponnya sudah di matikan.

Bagaimana bisa hari ini hari ulang tahunnya Luhan. Padahal keadaannya sedang begini, apa yang harus Sehun lakukan~

Setelah mendapat telepon dari ayahnya, Sehun segera berlari pulang ke rumah untuk mencari Luhan di sana.

"Luhan! Luhan! Luhan! Oh Luhan!" teriak Sehun yang baru sampai di depan pintu. Tempat pertama yang ada di pikiran Sehun adalah kamar mandi karena mungkin Luhan sedang menangis karena Sehun sedang marah padanya. Seperti yang kalian tau, Luhan memang cengen seperti anak perempuan. Nihil dikamar mandi, dapur dan segala jenis ruangan telah di periksa Sehun tapi Luhan benar-benar tidak ada. Tunggu! Sehun melupakan sesuatu. Bagaimana dengan kamarnya?

"bagaimana bisa, aku lupa dengan tempatku." Gumamnya hampir tak terdengar.

Dengan segera menaiki tangga kemudian masuk ke dalam kamar tapi nihil, kamar itu masih gelap, rapi, kosong dan tak berpenghuni. Sehun mendudukkan dirinya di tepi ranjang. Mengeram frustasi sambil mengusak rambutnya kasar. Tanpa sengaja Sehun melihat foto yang dibingkai rapi di atas nakas Luhan. Foto itu adalah foto Luhan bersama ayah kandungnya yang sudah meninggal*mungkin*. Tempat ini! Iitu sungai Han. Mungkin Luhan ada di sana. Batin Sehun.

Seseorang tengah duduk di tepi sungai Han. Di lihat dapi seragamnya Sehun yakin itu Luhan.

"Lu~" Luhan menoleh. "Darimana saja kau? Kenapa tidak mengabari atau menelponku?"

"darimana hyung tau aku disini?" tanya luhan balik.

Tangannya beralih ke saku celana, seperti mengambil sesuatu. "aku tau dari foto ini." Mata Luhan berkaca-kaca. Sehun membawa foto terakhir yang ia lakukan bersama ayah kandungnya sebelum meninggal. "maaf, aku baru tahu kalau hari ini ulang tahunmu. Dan ta..."

"Jangan bahas itu Hyung!" potong Luhan. Bulir- bulir air matanya tak sanggup lagi untuk tidak menetes.

"Hei, jangan menangis!" kini Sehun sedikit memajukan tubuhnya. Mmengarahkan tangannya ke wajah Luhan dan menghapus lelehan air mata adiknya itu lalu memeluknya erat dan hangat.

"Aku senang Sehun hyung tak marah padaku lagi" balas Luhan. Sehun melonggarkan pelukannya.

"Jangan lakukan itu lagi, ok? Kau membuatku mengkhawatirkanmu, ingat itu." Pinta Sehun seraya mengusak lembut rambut adikknya.

"Aku mengerti. Maafkan aku." Senyum mengembang di bibir tipis Luhan.

Sehun menatap Luhan intens, seperti tatapan ingin melakukan sesuatu. Wajahnya terus maju, maju dan maju, membuat Luhan reflek menutup matanya. Ia mengira Sehun akan menciumnya. Karena jujur, Luhan telah jatuh cinta pada kakaknya sendiri. Setelah mmelihat Luhan memejamkan mata, Sehun malah tersenyum mengejek.

"Baik, itu cukup! Orang- orang mulai berpikir kita pasangan gay. Ayo kita pulang." Ucapnya seraya melingkarkan tangannya sampai pundak Luhan..

Kini mereka berjalan beriringan untuk menuju kediaman orang tuanya. Sesekali Luhan melayangkan pengalamannya saat masih kecil. "kau pernah tinggal di sekitar sini? Kapan?" balasnya sembari mengeluarkan tawa mengejeknya.

"Kenapa Hyung tertawa? Aku benar- benar pernah tinggal di sekitar sini. Tapi itu dulu, saat aku masih kecil. Sekarang aku tidak bisa banyak mengingatnya."

"Jika kau sudah lelah tidurlah dulu, aku ingin mengecat ini dulu." Katanya sambil mengemasi mainannya dan mengambil salah satu mainan favoritnya yaitu sebuah miniatur ultraman kemudian membawanya ke balkon.

"Tsh, kenapa hyung suka sekali melakukan itu?" desis Luhan.

"Entahlah, aku juga tak tahu. Tiba- tiba saja aku ingin melakukannya dan berakhir jadi hobi~"

"Baiklah, aku akan menunggu hingga kau selesai mengecatnya." Kini Luhan beranjak dari ranjang dan bersila di sebelah Sehun. "Aku akan melihat perubahan pada benda ini." Tambahnya.

"Kau mau memperhatikan mainan ini atau memperhatikan aku?" canda Sehun dan langsung membuat Luhan merona. "lihat! Pipimu merah sekarang." Dan sontak membuat Luhan merah merona.

"A.. apa maksudmu Oh Sehun! Dasar maniak!" Luhan pun meninggalkan Sehun dengan telapak tangannya yang masih menempel di pipinya dan membaringkan tubuhnya di ranjang.

"Baiklah. Aku sudah selesai dan aku akan menemanimu." Sehun pun beranjak dan menaruh mainannya di lemari kaca kemudian merebahkan diri di ranjang.

Saat ini sudah tengah malam, namun Sehun masih terjaga sama sekali tidak merasa mengantuk. Sehun memandangi wajah Luhan yang sudah lebih dulu terlelap dan tanpa sengaja Sehun mengangkat tangannya untuk membelai pipi Luhan. 'Bagaimana bisa ada namja secantik dirimu? Kau sudah membuatku melakukan kesalahan'

.

.

.

.

Dyachan02 Present first story

ONCE UPON A LOVE

Cast : Oh Sehun & Xi Luhan

Rate : M

Genre : Family, Romance, Hurt/Comfort

Warning!

Yaoi, Typos bertebaran, absurd story

Don't Like? Don't Read!

HUNHAN AREA

*SUMARRY*

Luhan datang ke dalam kehidupan seorang Oh Sehun sebagai adik tiri. Sehun tak dapat menerimanya. Namun ada hari ketika ia mulai mencintainya dan akhirnya mereka bersama dengan ending yang tak sempurna . Terinspirasi dari sebuah film yang luar biasa.. [Angst/Incest/Yaoi/DLDR!/FOR HHI BIG EVENT II]

.

.

.

.

Because life only to find love,

.

.

.

ONCE UPON A LOVE

Cast : Oh Sehun & Xi Luhan

Slight chanbaek & kaisoo

Rate : M

Genre : Family, Romance, Hurt/Comfort

Warning!

Yaoi, Typos bertebaran

Don't Like? Don't Read!

HUNHAN AREA

.

.

.

.

.

Hari ini hari minggu. Sehun dan Luhan memutuskan untuk berjalan- jalan ke Lotte World. Mereka bangun tidur bersama, mencuci muka dan menggosok gigi bersama tapi tidak untuk mandi. Luhan tak akan mau mandi bersama seorang maniak sepperti Sehun.

"lihat, kau bahkan tidak bisa menyikat gigi dengan benar."

"apalagi Lu? Kita hanya menggosok gigi, bagaimana bisa aku melakukan kesalahan dengan gosok gigi?" kesal Sehun karena Luhan selalu berkata salah dengan apapun yang Sehun lakukan.

"Hyung! Aku tau kau bodoh tapi aku tidak menyangka kau sebodoh ini." Luhan menghela nafas kemudian berkumur dengan segelas air di tangannya.

"Ya! Ya! Ya! Kau berkata apa barusan? Katakan sekali lagi?"

"tidak ada." Ucap Luhan lalu membuka pintu kamar mandi.

"Ya! Oh Luhan! Jika kau berani mengatakannya lagi, aku akan mengintipmu mandi sekarang!" teriak Sehun sedikit mengerjai adiknya.

"Ya! Berani mengintipku. Kau akan menyesal maniak." Balas Luhan dengan sedikit membuka pintu.

~.~

"Hyung bagaimana bisa kau tidak mandi?" ucap Luhan yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melilitnya hingga dada, membuat paha dan bahunya terekspos nyata.

"wow Lu, tubuhmu putih sekali? Dan baru kali ini aku melihat namja memakai handuk sampai dada." Bukannya menjawab pertanyaan Luhan, Sehun malah menjawabnya dengan pertanyaan.

"dasar maniak! Enyah kau dari sini! Aku mau menganti baju. Cepat!"

"tsh! Sebelum kau mengusirku, aku akan pergi lebih dulu. Oh Luhan- ssi" desis Sehun lalu meninggalkan Luhan yang tak bergeming sedang memilah pakaian mana yang akan di kenakannya.

"ada apa dengan bajumu?" tanya Sehun yang melihat Luhan menuuruni tangga dengan busana yang sedikit aneh. "Kenapa motifnya bunga- bunga?" tambah Sehun. Luhan tampak tak bergeming. Ia tetap melanjutkan perjalanan kakinya menuruni tangga dengan elok bak seorang model.

"entahlah, aku juga tidak tahu. Tiba- tiba saja aku ingin memakainya." Jawabnya seraya mengidikkan bahu.

Ya Tuhan! Jawaban macam apa itu? 'tiba- tiba ingin memakainya.' Demi jidat Chanyeol yang bersinar! Itu jawaban paling aneh yang pernah Sehun dengar. Ia bahkan berpikir mungkin hanya Luhan yang bisa mengatakan kata- kata sukar, aneh dan tak dapat di mengerti.

"Aneh!" desis Sehun yang mungkin tak dapat di dengar Luhan. Tapi itu mungkin, nyatanya Luhan dapat mendengarnya. "Hyung, kau mengataiku?" tanya Luhan yang baru saja mendengar suara ejekan. "tidak. Aku tidak mengatakan apa- apa!" elaknya dengan tersenyum mengejek. "kajja! Berangkat lebih pagi. Itu menyenagkan!*wink*" tambahnya dengan manatap wajah Luhan lalu mengedipkan matanya nakal.

Luhan hanya bisa tersenyum. Hatinya berdebar kala melihat tingkah Sehun yang makin menguasai hhatinya. Kini wajah Luhan benar- benar merona di buatnya, perasaan apa ini? Luhan pun belum menyadarinya~

"Lu, ayo kita naik yang itu dulu."

"tidak hhyung, jika kita ke Lotte World. Kita harus naik wahana itu untuk yang pertama."

"baiklah, aku akan menurutimu"

Mereka menghabiskan banyak waktu di Lotte World hari ini. Walaupun Sehun selalu melakukan kesalahan (menuurut Luhan) tapi Sehun tetap menuruti apa yang di inginkan Luhan. Mereka bahkan melupakan makan siang karena terlalu bersemangat untuk menikmati hari minggu ini. Sekarang Luhan ttak segan lagi menggandeng tangan Sehun dan Sehun pun membalas tautan tangan mereka. Mereka bahkan meluangkan waktu untuk pergi ke gereja. Sekedar beribadah dan memanjatkan do'a serta mengucapkan rasa syukur yang sudah mereka dapatkan.

Luhan terlihat sangat serius menjalani ibadahnya, dengan mata yang terpejam dan tangan di dadanya menambah kesan cantik dan tampan di waktu yang bersamaan. Sedangkan Sehun, ia malah sibuk memandangi Luhan yang tengah serius memanjatkan do'a dengan senyuman bahagia.

Aku mulai mencintainya.

** ONCE UPON A LOVE **

"Sekolah kita akan mengadakan festival bulan depan. Masing- masing kelas mendapat bagian untuk bersaing dengan kelas lain. Dan saya kemari untuk persiapan kita." Terang Guru Yang yang baru memasuki kelas. "saya yakin ini akan indah, luar biasa dan paling unik!" tambah Guru Yang yang terlihat melebih- lebihkan.

"acara jenis apa saem?" tanya kyungsoo dari bangku paling belakang.

"Dance!"

"Huuu...!" semua murid di kelas meneriaki Guru Yang, bagaimanna bisa Dance di katakan paling unik? Yang benar saja?! Debus baru lebih unik, iyakan reader? *enggak!*abaikan!

"saem!, bagaimana itu bisa dibilang paling unik? Kami sudah muak dengan itu!" Baekhyun pun tak mau kalah meneriaki Guru Yang. "Eeeeyy.. tunggu! Saya akan membuat ini versi laki- laki dengan laki- laki yang melakukan tarian. Ini akan unik."

"laki- laki dengan laki- laki?"

"Benar sekali, tuan Byun!"

Dengan mata yang memandang seluruh siswa di kelas 2-2 ini, matanya tertuju pada penampakan sosok cantik dan tampan. Akhirnya Guru Yang memutuskan "Luhan! Dia tampak cantik, dia bisa memimpin." Luhan yang merasa namanya di sebutkan langsung memelototkan matanya sedangkan Sehun malah menertawakannya saat Guru Yang mengatakan kalu Luhan cantik.. "haah? Aku saem? Aku tidak tau cara melakukannya saem." Ucap Luhan masih dengan raut terkejutnya. "Tidak usah khawatir, bajingan di sebelahmu itu yang akan menari bersamamu." Kata Guru Yang dengan setengah memelengosi Sehun.

Sehun memang bajingan tapi di balik ke-bajingannya itu dia sangat pandaai menari. Selain Sehun, Kai juga pandai menari. Tapi tidak untuk Chanyeol-_- walaupun Chanyeol tidak pandai menari tapi ia pintar memainkan beberapa alat musik seperti gitar, piano, drum, bass dan lain sebagainya~

Luhan tersenyum kaku. Bagaimana ia melakukannya nanti, apalagi dengan hyungnya sendiri. Pasti wajahnya akan merah dan pipinya merona sempurna. Ah~ tidak boleh terjadi! Luhan harus bisa melakukannya! Fighting!. Sehun tersenyum penuh arti sambil memandangi Luhan.

Di Pinggiran Sungai Han yang sunyi~

"Sehun Hyung, apa menurutmu aku seperti perempuan?" tanya Luhan Polos. Sehun hanya tertawa menaggapi pertanyaan aneh yang terlontar dari Luhan.

"Kenapa tertawa Hyung?" tanya Luhan Lagi. Sembari menikmati snack yang dibawanya.

"kenapa bertanya seperti itu?" balas Sehun santai.

"pagi ini, Guru Yang bilang ingin aku memimpin dance denganmu, apalagi itu trouble maker. Bukankah itu seperti perempuan? Aku bukan wanita. Jadi kenapa Guru Yang ingin aku melakukannya?" jelas Luhan panjang lebar.

"Mungkin Guru Yang berpikir, kau bisa melakukannya lebih baik daripada seorang perempuan." Perkataan Sehun membuat hati Luhan luluh. Membuat Luhan menatapnya dalam. Dan berakhir dengan senyuman yang mengembang di bibirnya.

~.~

Sepulang sekelah hari ini Baekhyun dan Chanyeol mengajak Kai, Kyungsoo, Sehun dan Luhan untuk berjalan- jalan ke pusat perbelanjaan yang baru di buka.

"jika kalian ingin berjalan- jalan, lakukanlah. Aku dan Baekhyun akan menunggu di cafe ini." Perintah Chanyeol pada teman- temannya. Chanyeol menggandeng tangan Baekhyun untuk memilih tempat yang pas untuk mereka ber-enam nanti.

"kurasa disini bisa." Ucap Baekhyun tersenyum menampilkan eyesmilenya.

Chanyeol dengan Baekhyun, Kai dengan Kyungsoo, Sehun dengan Luhan. Sungguh pemandangaan yang menenangkan hati. Luhan mengajak Sehun untuk melihat- lihat toko aksesoris. Kini mata Luhan tertuju pada sepasang cincin yang di pajang rapi di etalase toko tersebut.

"bisakah aku melihat cincin ini?" tanya Luhan kalem.

"sepasang cincin ini adalah barang penjualan terbaik kami. Dan ini stok terakhir yang kami punya." Balas pemilik toko.

"Berapa harganya?" tanya Luhan summringah karena terlalu menyukai sepasang cincin itu.

"20.400 won."

Luhan kemudian mengecek jumlah uang yang ada di dalam dompetnya. Namu sayang sekali ia tidak memiliki uang yang cukup di dompetnya.

"Sehun hyung! Bisakah aku pinjam 5000 won?" tanya Luhan saraya menoleh ke arah Sehun.

"aku tidak punya." Jawab Sehun dengan wajah datar setengan dingin.

Dasar albino pelit. Pekik Luhan dalam hati.

"kalau begitu tunggu aku disini, aku akan mengambil uang sebentar."

"tidak perlu. Kurasa Chanyeol dan Baekhyun sudah menunggu kita. Aku akan menunggumu di tempat yang tadi."

"baiklah, aku pergi dulu."

Luhan pun berlari menuju ATM terdekat. Setelah mendapat uang yang ia butuhkan, Luhan kembali ke toko tersebut, namu betapa terkejutnya Luhan. Cincin yang akan di belinya dan hanya ada satu di toko tersebut sudah tidak ada di tempatnya.

"Permisi, kemana cincin yang aku lihat tadi?" tanya Luhan pada pemilik toko/

"ah, seseorang telah membelinya lebih dulu darimu. Maaf!"

"Cepat sekali"

.

Di sepanjang perjalanan pulang Luhan terus bergumam kesal karena cincin yang cantik tadi melayang. Bagaimana bisa hilang secepat itu? Ya Tuhan! Itu memmang kejadian teraneh menurut Luhan. Bahkan, Luhan sangat sangat sangat tidak berselera makan bersama teman- temannya tadi. Ia hanya melamun memandangi makanannya diengah- tengan lelucon Chanyeol yang selalu membuat semua orang tertawa. Sampai kamar pun Luhan tetap menunduk lesu.

"sudahlah, lupakan. Itu hanya sebuah cincin. Tidak membaperkannya."kata Sehun sambil menaik turunkan kuas yang di pegangnya ke kulit mainannya.

"tidak bisa hyung. Cincin itu sangat cantik dan aku ingin memberikannya pada seseorang yang spesial"

"sangat- sangat cantik" tambah Luhan dengan mengerucutkan bibirnya lucu seperti bebek. Sehun menghentikan tangannya yang sedari tadi mengecat mainanya. Rahangnya menegang mendengar kalimat yang baru saja ia dengar dari Luhan.

"Seseorag yang spesial?" Sehun menjeda ucapannya. "apa kau berkencan dengan seseorang sekarang? Siapa?" ucap Sehun dengan tawa mengejek.

"akan kuberi tahu jika saatnya tiba." Balas Luhan lalu mengalihkan pandangannya ke buku pelajarannya lagi.

.

'akan kuberi tahu jika sudah saatnya.' Kata- kata Luhan tadi terus terngiang di kepala Sehun. Entah mengapa Sehun terus memikirkan orang spesial yang di maksud Luhan. Kira- kira siapa orang itu. Apa mungkin itu seorang perempuan? Atau mungkin seorang laki- laki? Sepertinya Luhan terlalu cantik untuk kencan dengan seorang perempuan? Tapi laki- laki? Entahlah, Sehun tak bisa memikirkannya dengan jernih. Pikirannya terus melantur.

Betapa beruntung orang yang sedang berkencan denganmu. Lu, apa kau tak pernah menyadari bahwa aku menyukaimu? Aku mencintaimu bukan hanya sekedar hubungan saudara. Aku tulus padamu. Tapi sepertinya kau tak pernah menengokku. Sehun.

** ONCE UPON A LOVE **

Pagi ini suasana masih sepi. Luhan sengaja berangkat lebih pagi untuk menikmati segarnya udara pagi di atap sekolah. Luhan bahkan meninggalkan Sehun yang mungkin masih bergumul dengan selimut.

"Aaahh~ segarnya.."

Setelah menikmati waktu bersantai untuk menghirup uudara segar di atap. Luhan merasakan sesuatu bergetar di kantongnya. Aa.. ponselnya.

"Yeoboseo. Hyung"

Kenapa kau meninggalkanku tadi pagi? Harusnya kau meninggalkan memo. Apa kau tidak tau betapa Aku mengkhawatirkanmu. Aku bahkan mengira kau di culik. Aku hampir mati mencarimu diseluruh rumah. Cepat datang ke kelas! Aku menunggumu.

"baik."

Pip~ telepon dimatikan.

Rentetan pertanyaan dan kata- kata Sehun tadi sedikit membuat Luhan sedikit binggung. Mengapa hyungnya jadi over protective saat ini? Entahlah Luhan tidak tahu juga. Tapi yang terpenting Luhan menyukainya.

Dengan cepat Luhan menuruni tangga untuk menuju kelasnya.

"Oppa!"

Merasa di panggil, Luhan pun langsung menoleh. Hyunji? Lagi?

"ini untukmu oppa."

Seperti hari- hari sebelumnya, sebuket bunga mawar yang tampak segar itu pun berpindah tangan dari hyunji menuju Luhan. Tangannya yang mungil dan lentik itu nampak pas sekali menggenggam buket mawar.

"kumohon padamu, beritahu aku siapa yang memintamu membawakan bunga untukku akhir- akhir ini?"

"maaf, aku tidak bisa memberitahu oppa. Itu rahasia." Balas Hyunji lalu berlari meninggalkan Luhan yang masih kebinggungan.

Luhan terpaku menatap bunga yang diberikan hyunji tadi, kemudian melangkahkan kakinya menuju ruang kelas. Bunga itu memang wangi dan indah namun Luhan tak habis pikir. Siapa orang yang selalu memperhatikannya selama ini. Mungkinkah Luhan mengenalnya? Jawabannya mungkin tidak. Karena Luhan hanya memiliki beberapa teman.

Luhan menyeret kakinya lemas menuju kelasnya. Ia takut kalau Sehun tiba- tiba memarahinya nanti. Tapi kelihatannya Sehun sedang bahagia. Luhan menempatkan dirinya untuk duduk di kursinya tepatnya di sebelah Sehun.

Mata Kyungsoo dan Baekhyun bertatapan. Seperti biasanya, jika Luhan mendapat sesuatu yang terlihat menarik mereka tak segan- segan untuk merebutnya. Dan akhirnya tetap Baekhyun yang mendapatkannya. Kyungsoo mendesah pelan karena ia selalu kalah cepat dengan Baekhyun.

Sehun menatap bunga yang di bawa Luhan dingin kemudian melenggang pergi dari ruang kelas. Luhan yang melihatnya lantas berpikir untuk mengejar Sehun namun Kyungsoo mencegahnya. Luhan pun menengok ke arah Kyungsoo dengan tatapan bertanya mengapa Kyungsoo mengejarnya.

"Luluu! Bisakah aku meminta bantuanmu untuk melakukan sesuatu?" tanya Kyungsoo basa basi. "melakukan apa?" balas Luhan santai.

Kyungsoo melepaskan tangannya dari tangan Luhan, lalu mengambil sesuatu dari dalam kolong mejanya.

Kado?

Untuk apa Kyungsoo memberinya kado? Padahal jelas- jelas Luhan tidak sedang berulang tahun hari ini. Ataukah Kyungsoo sedang demam? Entahlah~

** ONCE UPON A LOVE **

"Kurasa chordnya terlalu aneh?" ucap namja tinggi setengah bule yang sedang menatap sebuah buku.

"apanya yang salah?" tanya namja yang lainnya.

"ini tidak benar! Ubah kuncinya." Jawab namja setengah bule itu lagi.

"jadi seperti apa?"

"coba F. Tambahkan B disini." Katanya sambil mencorat coret buku yyang ada di tangannya.

"jika kita tambah disini, maka tidak akan sesuai dengan liriknya." Bantah namja bernama Suho yang berperan sebagai drummer.

.

Luhan dan Kyungsoo sudah sampai di depan pintu basecamp Bad boys, dengan malu- malu Luhan membawa kado berukuran sedang itu menghadap Kris dan Kyungsoo yang senatiasa menyembunyikan irinya di belakang Luhan. Wajahnya memerah seperti udang rebus. Dia lucu sekali. Kris tepatnya vokalis dari grupband Bad Boys. Diam- diam Kyungsoo menaruh hati pada Kris sejak pertama kali ia bertemu dengan Kris. Begitu katanya. Tadi. Luhan bahkan sempat terkena toyoran dari Kyungsoo karena mengira kado itu untuknya.

"Lulu.. cepat berikan. Kita ada kerja kelompok setelah ini." Desak Kyungsoo yang sudah tidak sabar menunggu reaksi dari Kris.

"Kris Sunbaenim"

Merasa dirinya di panggil. Yang bernama Kris pun menoleh ke arah orang yang memanggilnya.

"ah, Luhan!" jawabnya dengan melebarkan senyum yang menawan.

"aku punya hadiah untuk sunbae"

"Terima kasih banyak Luhan."

Hadiah itu sudah berpindah tangan. Melihat senyuman Kris yang terlihat bahagia membuat pipi Kyungsoo semakin memerah. Dia bahagia. Sebelum Luhan..

"itu bukan dariku. Itu dari Kyungsoo. Dia adalah temanku." Luhan tersenyum kaku dan sedikit melirik Kyungsoo di belakangnya.

Kris menatap Kyungsoo tajam. Namun Kyungsoo membalasnya dengan senyuman termanis yang bisa ia buat.

"Selamat ulang tahun Kris Sunbaenim." Ucap Kyungsoo malu.

Kris menatap Kyungsoo jijik. Tampak menyedihkan. "itu bukan darimu? Aku tidak bisa menerimanya." Ucap Kris dengan mengembalikan kado yang sudah diterimanya tadi.

Raut wajah Kyungsoo berubah drastis.

"sudah ada seseorang yang kusukai." Tambahnya menatap Luhan intens.

"sudah ada yang disukai oleh Kris sunbaenim." Ulang Luhan menghadap pada Kyungsoo. Entahlah padahal Kyungsoo sudah jelas- jelas dapat mendengar semua yang Kris katakan. Jadi, untuk apa Luhan mengulanginya?. Kyungsoo membalasnya dengan tatapan memelas

"Benar, dan orang itu berdiri disini. Ia sedang membawa kotak."

Hati Kyungsoo hancur berkeping- keping menatap Luhan. Jadi, yang selama ini disukai Kris adalah Luhan. Sedangkan Luhan menunduk menatap kotak hadiah itu.

Aku? Kris sunbae menyukaiku?

TBC

KRIS SUKA LUHAN? APAAHHHHH?

BIG THANKS

[saranedest] [wulanyk] [Arifahohse] [Seravin509] [HUNHAN Armycouple] [Cindynovieta94] [Rina271] [LuHunHan] [andrikeyla] [KkamBaekFan] [akaindhe] [gaemgyu07] [kidsrhan] [nebluela] and all silent readers

Terimakasih kalian yang sudah meluangkan waktu untuk review-fav-follow ff ini:)

Regards

Dyachan02 - 160429