Title : The Shadow of an Admirer

Cast : Baekhyun, Chanyeol

Pair : Baekyeol/Chanbaek

Genre : Yaoi

Rated : M

Tubuh Baekhyun terasa melemas seketika. Kata-kata yang setiap saat Chanyeol ucapkan padanya semakin hari terasa semakin menyeramkan. Chanyeol bahkan tidak pernah memberi tahu Baekhyun mengapa dirinya begitu mencintai Baekhyun. Ah tidak. Bukan mencintai, tapi terobsesi. Senyum menyeramkan Chanyeol masih mengembang menghiasi wajah tampannya yang sekarang terlihat menyedihkan. Kantung mata nya membesar dan menghitam.

"Malaikatku, kenapa kau diam saja memperhatikanku? Apakah kau tidak ingin membalas perasaan ku ini?" Chanyeol menarik kembali tangan besar nya yang menutupi mulut Baekhyun. Baekhyun segera menghembuskan nafas berat nya yang sedari tadi ia tahan dalam dekapan tangan Chanyeol.

Baekhyun mencoba memberanikan dirinya dengan melihat tajam ke arah Chanyeol. Tetapi tatapan Chanyeol jauh lebih menyeramkan dari yang ia kira. Baekhyun menggigil, tidak biasanya ia berdiam di tempat sedingin ini dalam waktu yang lama.

Chanyeol memperhatikan gerak-gerik Baekhyun dengan teliti kemudian tertawa "Kau kedinginan, malaikatku?" Baekhyun mengangguk kecil karena kenyataannya dia memang kedinginan. Dan Baekhyun berharap Chanyeol akan mengasihani nya dan membiarkan Baekhyun kembali kerumah.

Tidak. Baekhyun salah. Chanyeol sama sekali tidak punya rasa kasihan. Bagaimana ia bisa berpikir jika Chanyeol akan melepaskannya semudah itu. Anggukan kecil nya tadi sama saja seperti melempar nya masuk ke dalam kandang singa yang lapar. Baekhyun dapat melihat seringai jahat itu muncul kembali.

Tanpa aba-aba Chanyeol mengangkat tubuh Baekhyun yang kecil dengan mudahnya. Membopong Baekhyun yang semakin takut menjauhi tempat itu. Baekhyun ingin berteriak kencang. Tetapi rasa takut yang dirasakan Baekhyun lebih banyak jumlah nya dibanding rasa ingin bebas nya Baekhyun.

"Tenang saja malaikatku, kau tidak akan kedinginan lagi setelah ini." Baekhyun ingin sekali menjatuhkan dirinya dari Chanyeol dan membiarkan tubuhnya terhempas hingga ia dapat mengakhiri nyawanya sekarang juga. Tetapi ia masih mempunyai segudang impian yang hendak ia capai. Kalau saja Baekhyun tidak bertemu orang aneh bernama Chanyeol ini, mungkin ia sudah menjadi murid terbaik di sekolah barunya.

Tanpa sepengetahuan Baekhyun yang sedang sibuk berimajinasi dalam otaknya, Chanyeol membawa Baekhyun menelusuri jalan setapak kecil dan gelap. Dimana hanya terlihat semak-semak dan pohon-pohon rindang. Baekhyun yang baru menyadari kegelapan yang menyelimuti dirinya berteriak kecil membuat Chanyeol melihat ke arah Baekhyun.

"Kau tau kan malaikatku, aku tidak mungkin membuat mu takut. Jadi jangan takut." Sela Chanyeol sebelum Baekhyun sempat mengeluarkan suara nya lagi untuk protes. Baekhyun melihat sekelilingnya. Gelap. Bahkan ia tidak dapat melihat ada satu pun orang yang hidup.

"Di-dimana kita?" Tanya Baekhyun. Chanyeol terkekeh pelan menyunggingkan senyum bangga yang terlihat lebih seram dan seringai menyeramkannya "Rumah kita berdua, malaikatku". Baekhyun membulatkan matanya saat mendapati sebuah rumah kecil berwarna putih yang nampak kusam dan sudah berlumut di salah satu sisinya.

Baekhyun menggeleng cepat "Ba-bawa aku pulang. Orang tua ku bisa khawatir karena aku belum pulang". Chanyeol mendengus pelan "Apakah orang tua mu bahkan peduli pada mu?" Baekhyun terdiam. Apa yang dikatakan Chanyeol memang benar. Kedua orang tuanya mungkin tidak mencarinya karena terlalu sibuk bertengkar. Tapi bagaimana Chanyeol bisa mengetahui semua itu. Chanyeol benar-benar sangat menakutkan.

Chanyeol membuka pintu rumah itu dengan salah satu tangannya. Mendorong pintu yang sudah terlihat rapuh itu agar terbuka sebelum akhirnya masuk dan menutupnya kembali. Baekhyun mencoba mengamati keadaan sekitar, tapi percuma keadaan di dalam sangat gelap. Baekhyun hanya dapat melihat warna hitam sebelum akhirnya terdengar sebuah saklar lampu yang dinyalakan.

Baekhyun mengerjap kan matanya, mengatur agar dapat menangkap keadaan sekitar. Baekhyun dapat melihat cahanya redup yang terpancar dari sebuah lampu bohlam putih yang terlihat hampir tertutup oleh sarang laba-laba. Baekhyun mengitarkan pandangannya kembali kesegala penjuru ruangan. Dinding-dinding ruangan tampak kusam dan tidak terawat.

"Terpesona dengan rumah kita malaikatku?" Tanya Chanyeol terkekeh. Baekhyun bangun dari lamunannya, ia menyadari bahwa dirinya masih dalam gendongan Chanyeol.
"Tu-turunkan aku. Aku ingin pulang" Pinta Baekhyun dengan suara memohon. Chanyeol mengangguk sebelum akhirnya menurunkan Baekhyun "Pulang? Ini rumah mu, malaikatku. Kemana kau akan pulang? Kau ingin meninggalkan ku sendirian?" Tangan Chanyeol mendekap erat tubuh Baekhyun membuat Baekhyun memberontak.

"Kau tunggulah disini, aku akan menyembuhkan luka gores di dagu mu" Baekhyun kini melihat Chanyeol berjalan hingga akhirnya mengilang masuk ke dalam sebuah ruangan yang gelap. Ini kesempatan untu kabur. Pikir Baekhyun. Dengan segala tenaga yang tersisa, Baekhyun berlari menuju ke pintu. Baekhyun mencoba membuka pintu itu. Tapi hasilnya nihil. Pintu itu terkunci. Bagaimana Chanyeol bisa bergerak secepat itu?

"Kau mencari ini, malaikatku?" Ejek Chanyeol yang sedang mengangkat sebuah kunci di tangan kirinya. Seringai menyeramkan itu muncul kembali seiring mendekatnya Chanyeol ke Baekhyun. Baekhyun mundur hingga bagian belakang tubuhnya menabrak pintu. Ia tak punya jalan keluar lagi. Baekhyun dapat melihat sebuah botol kecil bertuliskan alcohol digenggam oleh tangan kanan Chanyeol.

Tanpa aba-aba Chanyeol menarik pergelangan tangan Baekhyun sebelum akhirnya mendudukkan Baekhyun disebuah kursi kayu yang sudah terlihat rapuh. "Kemarilah, aku ingin mengobati luka malaikat ku" Chanyeol membuka tutup dari botol kecil itu dan mengarahkannya ke arah dagu Baekhyun. Baekhyun menutup matanya sambil meringis kesakitan. Chanyeol bukan menitikkan cairan itu, melainkan menyiramkannya ke dagu Baekhyun.

"Apa kau sudah baikan, malaikatku?" Chanyeol tersenyum bangga melihat hasil karya nya. Baekhyun masih meringis menahan rasa sakitnya yang bertambah. Bagaimana orang ini bisa menanyakan hal seperti itu. Sudah jelas lukanya akan semakin terasa perih saat terkena, bahkan tersiram alkohol. Park Chanyeol memang sudah benar-benar gila.

Chanyeol memperhatikan Baekhyun yang sedang menahan rasa sakit sambil tertawa kecil. "Malaikatku, luka goresan di dagu mu itu tidak sebanding dengan luka yang kumiliki" Setelah kalimat Chanyeol selesai ia membuka kancing seragamnya perlahan dari yang teratas hingga semua nya terlepas.

Baekhyun terbelak kaget. Ia dapat melihat banyak luka sayatan memenuhi dada bidang Chanyeol. Banyak dari luka goresan itu yang sudah mengering dan tersamarkan. Tidak banyak juga luka goresan yang masih memerah membelah kulit putih milik Chanyeol.

"Goresan ini kubuat setiap kali kau tidak membalas semua pernyataan cinta yang kuberikan padamu, malaikatku. Agar kau dapat melihat sudah berapa kali kau melukai perasaan ku" Chanyeol menatap sedih Baekhyun sebelum akhirnya mengancing seragamnya kembali. Baekhyun bergidik ngeri. Manusia seperti apa yang rela menyayat tubuhnya sendiri kecuali sudah tidak waras.

"Aku hampir lupa. Apa kau sudah makan malam, malaikatku?" Tanya Chanyeol sambil menarik bangku agar dapat duduk di depan Baekhyun. Baekhyun menggeleng "Aku tidak lapar. Bawa aku pulang" Chanyeol tertawa keras kemudian mengacak rambut Baekhyun. "Bukankah aku sudah bilang kalau ini adalah rumahmu?"

"Aku akan menunjukkan kamar kita" Jelas Chanyeol lagi sambil menggenggam tangan Baekhyun dan membawa nya ke ruangan lain yang gelap. Tangan Chanyeol meraih saklar lampu ruangan tersebut kemudian menyalakannya.

Baekhyun menyapu pandangannya ke sekeliling ruangan. Ia dapat melihat sebuah tempat tidur yang cukup besar dengan seprai putih yang tak kalah kusam seperti dinding kamar itu. Seprai itu sudah terkoyak di segala sisinya. Terlihat juga sebuah selimut yang tergeletak di lantai yang kotor dan penuh debu. Baekhyun tidak berani dan tidak ingin menapakan kakinya lebih jauh lagi ke dalam ruangan itu. Tetapi Chanyeol tetap menariknya masuk.

"Sudah larut malam, bukankah sebaiknya kita tidur malaikatku" Chanyeol menuntun tubuh baekhyun untuk duduk di tempat tidur. Baekhyun tebatuk saat debu yang terbentuk dari tempat tidur berterbangan. Chanyeol mendorong tubuh Baekhyun untuk tidur di atas tempat tidur itu sebelum akhirnya tidur tepat di sebelah Baekhyun.

Baekhyun ingin menangis. Dia tidak bisa melakukan apa-apa sekarang. Semua yang dilakukannya akan berakhir sia-sia. Baekhyun dapat merasakan tangan besar Chanyeol kini memeluk tubuh Baekhyun erat. Baekhyun juga dapat mendengar suara dengkuran Chanyeol. Makhluk menyeramkan itu sudah tidur. Pikir Baekhyun. Baekhyun menatap kearah langit-langit ruangan. Ia tidak dapat membayangkan apa yang akan terjadi padanya keesokan hari. Ia hanya berharap sesuatu yang buruk tidak akan menimpanya.

Dingin nya malam merasuki seluruh tubuh Baekhyun. Bahkan ruangan ini lebih dingin dibandingkan jalan pulang ke rumahnya. Baekhyun mengalihkan pandangan ke seluruh penjuru ruangan berharap menemukan sesuatu yang dapat menyelimuti tubuhnya yang sekarang menggigil kedinginan, sebelum akhirnya teringat selimut yang tadi tergeletak di lantai dekat tempat tidur.

Tangan Baekhyun berusaha meraih selimut di bawah tanpa membuat Chanyeol terbangun. Dengan susah payah akhirnya Baekhyun dapat meraih selimut itu. Perlahan ia mengangkat selimut itu ke atas. Baekhyun kembali terbatuk karena selimut itu tidak kalah berdebu dibandingkan tempat tidur. Tetapi tidak ada pilihan lain selain memakai selimut itu atau mati kedinginan. Dengan perlahan ia menyelimuti tubuhnya sambil menutup hidung menahan debu agar tidak terhirup oleh pernafasaannya.

Dengan perlahan Baekhyun menutup matanya dan berusaha untuk tidur.

.

.

.

.

~TBC~

Huaaah setelah memutar otak cari ide, akhirnya selesai. Sempet seneng Chanyeol punya twitter ParkCY9211 karena di follow Eunhyuk asli. Ternyata twitter nya eunhyuk yang kena hack. Ngomong2 follow aku di dinadinongg ya hoho promosi sedikit :-3

ByunnieFan

kurang panjang ya? Hehe dicoba putar otak lagi biar bisa bikin lebih panjang. Anw gomawo review nya^^

Iynacronics

Iya nih, aku juga yang buat takut /loh hehehe. Tenang aja Baekhyun kan kuat /? Gomawo review nya^^

Sholania dinara

Waaah endingnya belum bisa dikasih tau happy/bad ending. Tapi gak akan ngecewain kok^^ tentu! Nanti pasti diceritaiin di part selanjutnya. Gomawo review nya^^

Paprikapumpkin

Iya kok, tenang aja^^ Chanyeol emg agak2 gimana gitu ya /? Thanks review nya^^

SHY Fukuru

Gomawo ya.. Semoga chapter-chapter selanjutnya tidak mengecewakan^^

Shervias137

Ne! Gomawo review nya^^

Lian Park

Waaah gomawo review nya^^ semoga chapter ini dan selanjutnya gak mengecewakan~

Aiiu d'freaky

Hehe sempet bingung juga mau kasih FF ini rated apa yasudah karena mungkin mature /? Kasih rated M aja. Gomawo y review nya^^

Jung Jisun

Ayo tebak ceritanya bagaimanaaa~ Gomawo review nya^^

AnjarW

Gomawo review nya^^