Title : Together We Can
Author : Park Min Chan
Cast : Lee DongHae ( Super Junior )
Super Junior Members
Park Hyemi ( Other Cast )
Kim Jiyoon ( OC )
Kim Yongjoon ( OC )
Genre : Romance ( Maybe )
Disclaimer : All them belong to themselves and GOD. I own only the plot.
Summary : "Cerewet sekali. Cepat makan saja" / "Aniya. Aku senang dan bisa memastikan kau benar-benar kuliah!" / "Andwae! Kau tidak pernah pakai susu jika membuatkan untukku. Hyemi memberikan susu putih kedalamnya, maka rasanya enak sekali." .
Chapter 3
Donghae's POV
Matanya tampak lelah sekali tapi tidak mau pergi ke kamar dan tetap ingin di ruang tengah untuk menunggu eomma datang. Keras kepala sekali. Tapi entah mengapa aku senang sekali berdua dirumah dengannya. Aku mulai penasaran dengan yeoja ini.
Hyemi tertidur duluan dengan posisi duduk. Aku memandang wajahnya sebentar dan tersenyum, bahkan sedang tidur saja ia terlihat cantik. dan aku membenarkan posisinya dengan meletakkan kepala Hyemi di bahu ku dan aku pun tertidur di kursi bersamanya.
"Donghae-ah… Hyemi-ah… Kalian manis sekali ya"
"Ya! Mengapa aku bisa tertidur di bahumu?!"
"Kepalamu terjatuh terus jadi kuletakkan saja di bahuku."
"Ah kalian memang serasi."
"MWO?!"
Jawab kami kompak. Wajahnya merah dan gugup, wajahku juga pasti merah. Mengapa eomma harus datang saat posisi ku dengannya seperti itu?!
"Aku tidur di kamar dulu. Besok pagi aku harus ke dorm"
"Jangan malu-malu seperti itu Donghae-ah."
"Eomma!"
05.00 KST
Pagi ini aku menyiapkan bubur untuk sarapan. Ahjumma dan Donghae belum ada yang bangun jadi aku bisa mempersiapkan lebih baik tanpa harus buru-buru. Entah mengapa saat mengingat kejadian malam itu aku jadi tersenyum sendiri. Bagaimana bisa kepalaku jadi ada di bahunya?
"Memasak apa?"
"K-kau. Masak bubur"
"Oh ne"
Selalu saja mengejutkanku jika sedang memasak. Sepertinya ia ke kamar mandi dan aku baru ingat ia harus berangkat pagi ke dormnya.
"Mau berangkat?"
"Ne. wae?"
"Sarapan lah dulu. Aku masak bubur"
Dia mendekati area dapur dan melihat tiap mangkok yang sudah kuberi bubur dengan porsi yang sama, dengan ayam yang sudah ku potong kecil, sayuran, dan kacang.
"Aku tidak mau kacang"
"Mmm. Baiklah."
"Aku mau ayam nya lagi. Itu sedikit sekali"
"Cerewet sekali. Cepat makan saja"
"Terima kasih Hyemi-ah"
Ia mengambil mangkoknya dan duduk manis di meja makan, berdoa lalu menyantap bubur buatanku.
"Apa terlalu asin?"
"Aniya. Pas rasanya. Aku suka."
"Baguslah"
"Mmm. Hyemi-ah?"
"Wae?"
"Maaf untuk yang kemarin malam"
Aku diam. Tanganku dingin dan lidahku kelut mengingat kejadian malam itu.
"Aku tidak menyentuh yang macam-macam. Kepalamu miring dan pasti jika kau bangun akan sakit, maka aku letakkan saja di bahuku."
"Ne ne. sudah makan saja"
Aku pergi untuk mengalihkannya.
09.00 KST
"Jadi kemarin kau memasak untuk member Super Junior dan ikut makan dengan mereka?"
"Ne. Ada juga diantara mereka yang menyebalkan Jiyoon-ah"
"Aigo! Beruntungnya dirimu! Apakah Siwon-ssi tampan? Beritahu aku"
"Aku tidak tahu dia yang mana. Aku hanya tahu Heechul yang sombong, leader itu, Hyukjae teman dekat Donghae, dan Ryeowook yang biasa memasak untuk member"
"Heechul-ssi sombong? Bagaimana bisa?"
"Aku tidak tahu bagaimana ia bisa tahu bahwa eomma ku sudah meninggal. Ia mengomentariku. Dan gaya bicaranya yang sombong itu aku tidak suka."
"Mmm. Memang dia itu salah satu member yang paling frontal. Dia tidak suka memendam dan langsung mengatakan apa yang ada dipikirannya."
"Itu namanya ia tidak menghargai orang lain dan memperhatikan perasaan orang lain"
"Sudahlah. Tapi aku benar-benar ingin sepertimu"
"Ya, Hyemi-ah. Apa kau kuliah hari ini?"
Yongjoon mengejutkanku dan mengacak rambutku lembut seperti yang biasa ia lakukan. Dan aku senang jika ia memperlakukanku seperti ini, ia benar-benar bisa membuatku nyaman jika berada disampingnya. Walaupun ia dua tahun lebih tua diatasku, ia tidak pernah mau kupanggil oppa. Entah mengapa.
"Ne Jongyoon-ah. Wae?"
"Kuantar ne?"
"Ah, tidak usah. Kau pasti lelah mengantarku"
"Aniya. Aku senang dan bisa memastikan kau benar-benar kuliah!"
Ia menjitak kepalaku pelan.
"Ya! Sakit! Lagipula aku ini tidak pernah bolos ya! Enak saja"
15.30 KST
At Bread Love
Hari ini aku lelah sekali. Bekerja dari pagi, kuliah sampai sore dan kembali bekerja ditoko. Dua karyawan lainnya sedang sakit jadi harus aku yang menggantikan jadwal shiftnya. Yongjoon dan Jiyoon sudah pulang sejak siang tadi. Aku jaga hanya berdua dengan karyawan yang hanya berdiri di depan meja kasir. Benar-benar membosankan.
"Kau masih disini?"
Namja itu mengejutkanku. Tapi bibirku tersimpul dan melemparkan senyum padanya. Aku tidak akan kesepian malam ini.
"Ya! Kau datang untuk menemaniku kan? Aku senang sekali"
Aku menghampiri nya dan menarik lengannya agar masuk.
"Aku baru diberitahu Jiyoon bahwa kau jaga malam. Jadi aku kesini lagi"
"Kau mengkhawatirkanku? Ah, aku tersanjung"
"Kau manja sekali malam ini Hyemi-ah"
"Ya! Aku ini kesepian jadi tentu saja senang saat kau datang Yongjoon-ah!"
20.30 KST
"Malam sekali pulangnya Hyemi-ah.."
"Ne ahjumma. Aku jaga malam menggantikan temanku yang lain tadi. Ahjumma sudah makan malam? Mau kumasakkan apa?"
"Aniya aniya. Ahjumma sudah makan malam, tenang saja. Apa kau sudah makan malam juga?"
"Aku belum makan. Aku mengantuk sekali"
"Makanlah dulu Hyemi-ah, nanti kau sakit"
"Aku tidak lapar ahjumma. Besok pagi aku akan sarapan."
"Jangan sampai sakit ne?"
"Ne, ahjumma tenang saja. Aku permisi ke kamar sekarang ahjumma"
22.30 KST
"Apa kau bilang? Ini sudah jam berapa Donghae-ah?!"
"Jebal hyung. Aku ada perlu."
"Ada perlu atau ingin makan masakan Hyemi-noona?"
Kyuhyun menggodaku tapi pandangannya tidak lepas dari psp kesayangannya itu.
"Apa benar kau mau menemui Hyemi-ssi?"
"A-ah. Aniya."
"Besok kita ada pemotretan jam delapan pagi Donghae-ah"
"Jebal hyung. Aku akan datang kesini jam tujuh. Jika tidak, hyung boleh bertindak apa saja padaku"
"Ne! Baiklah!"
Aku memaksa Leeteuk hyung agar aku boleh pulang kerumah malam ini. aku juga tidak tahu mengapa aku ingin sekali pulang malam ini. Aku rindu suasana rumah dan. Yeoja itu. Yeoja cuek yang pintar masak itu.
04.30 KST
"Rajin sekali sudah memasak pagi-pagi seperti ini."
Suara itu mengejutkanku. Namja itu sedang ada dirumah. Kapan ia sampai dirumah.
"Ya! Mengejutkan saja."
"Ah, mianhae. Kau masak apa?"
"Bubur untuk sarapan. Kau pulang kapan?"
"Tadi malam. Eomma juga tidak tahu jika aku pulang."
"Mengapa kau pulang?"
Dia diam. Mukanya memerah. Ia kenapa? Aneh.
"T-tidak apa-apa. Memangnya aku tidak boleh pulang kerumahku?"
"Aniya. Bukan begitu."
"Aku mau membantu mu memasak! Jam setengah enam aku harus kembali ke dorm"
"Mwo?"
Donghae sarapan terlebih dahulu karena ia harus kembali ke dorm karena sudah berjanji pada leader. Ia memakan bubur nya dengan lahap, dan mengacungkan kedua jempolnya saat kutanya bagaimana rasanya. Padahal itu bubur buatannya sendiri. Ia repot, tidak mau ini, tidak mau itu dalam buburnya. Jadi kubiarkan ia membuat sendiri.
"Ah, kalian sudah bangun.."
"Ne, eomma!"
"Ya?! Kau mengapa disini Donghae-ah?"
"Maksud eomma apa? Ini kan rumahku juga"
"Ah, maksud eomma kapan kau pulang kerumah? Jam berapa?"
"Jam sebelas malam"
"Mengapa kau pulang?"
Lagi-lagi diam karena pertanyaan itu. Aneh sekali.
"Sebentar lagi aku harus kembali ke dorm eomma. Aku ingin menyelesaikan sarapanku"
At Bread Love
"Jadi ia membantu mu memasak pagi ini?"
"Ne. aku juga tidak tahu mengapa. Saat kutanya mengapa ia pulang malam itu juga tidak dijawabnya."
"Mmm.. Bagaimana jika dia menyukaimu Hyemi-ah?"
"Mwo? Mana mungkin!"
Aku tertawa mendengar apa yang dikatakan Jiyoon dan ia dengan cepat menjitak kepalaku.
"Ya! Appo!"
Aku membalas jitakanku. Tapi Jiyoon menahan tanganku dan mengalihkan pandanganku ke pintu masuk. Untuk apa dia ada disini?
"Ya! Ya! Mereka! Pukul aku Hyemi-ah!"
Kupukul saja pipinya. Dan ia malah menjitak kepalaku lagi. Aku yang bodoh atau bagaimana.
"Appo!"
"Kau yang memintanya!"
"Biarkan aku yang mencatat pesanan mereka!"
"Pergilah"
Jiyoon heboh sekali. Tapi aku masih tidak habis pikir dengan Donghae. Untuk apa dia kesini. Hyukjae dan Ryewook juga ikut.
"Antarkan pesanan mereka. Donghae mau kau yang mengantarnya. Dia tampak sedang mencari-carimu."
"Ya! Jiyoon-ssi! Jangan genit. Kerjakan pekerjaanmu."
"Ya! Kau cerewet sekali!"
Aku membawa pesanan Donghae dan temannya itu. Hyukjae itu tergila-gila dengan jus strawberry sepertinya.
"Ini pesanan nya."
"Ne, terima kasih."
Ryeowook tetap ramah seperti biasanya. Aku berdiri sebentar, menundukkan tubuhku sebentar, dan kembali ke belakang.
"Jamkkanmanyo."
"Wae?"
"Aniya. Kau tampak lucu memakai seragam tokomu itu"
"Kukira kau mau mengatakan apa. Terima kasih. Silahkan menikmati."
Aku kembali ke belakang, Jiyoon langsung heboh bertanya-tanya dan itu benar-benar membuatku pusing. Yongjoon tetap berdiri di meja kasirnya dengan wajah yang tidak pernah kulihat sebelumnya. Aku tidak tahu ia mengapa. Saat Donghae dan temannya itu ingin pulang, harus aku yang menerima uang mereka. Mereka tidak mau membayar langsung pada Yongjoon. Aku juga tidak tahu mengapa.
"Sepertinya kau menjadi pelayan favorit."
"Ya! Enak saja pelayan! Memangnya aku ini apa"
"Aniya. Bukan begitu Hyemi-ah. Mereka lebih suka jika kau yang melayani."
"Biasa saja Yongjoon-ah."
11.00 KST
"Siang ini kau masak apa?"
"Ya! Aku sedang kuliah. Nanti saja hubungiku lagi."
"Shireo. Kau masak apa Hyemi-ah?"
Suaranya manja sekali. Dia aneh.
"Siang ini aku tidak pulang kerumah, ahjumma sudah tahu. Jadi aku masak nanti malam. Wae?"
"Aku mau masakanmu. Aku rindu masakanmu."
"Ne ne, nanti akan kumasakkan untukmu. Sudah dulu ya. Aku masih ada jadwal"
Donghae POV
"Hyung! Aku mau steak. Bisakah kau ajak noona itu kesini lagi?"
Kyuhyun berbicara padaku tapi tidak memandangku.
"Aku mau jus strawberry buatannya Donghae-ah"
Pasanganku pun, Hyukjae, ingin Hyemi membuatkan jus strawberry untuknya lagi.
"Aku bisa membuatkanmu hyung!"
Ryeowook protes karena ia bisa membuatnya juga.
"Andwae! Kau tidak pernah pakai susu jika membuatkan untukku. Hyemi memberikan susu putih kedalamnya, maka rasanya enak sekali."
"Donghae-ah"
Heechul hyung memanggilku tapi tetap memandang koran yang ada di hadapannya. Semua mata langsung menatap Heechul hyung tanpa terkecuali.
"Ne hyung? Wae?"
"Apa Hyemi itu tidak menyukaiku?"
"Ah, aniya hyung. Ia memang seperti itu. Ia tidak pernah mengatakan bahwa ia tidak menyukaimu. Tenang saja"
"Sampaikan maafku padanya atas kata-kataku waktu itu."
Heechul hyung mengatakan tanpa menatap mataku dan langsung masuk kedalam kamarnya.
"Ia memang menyeramkan."
"Aku setuju padamu Kyuhyun-ah"
Hyukjae mengangguk-anggukan kepalanya.
"Tidak ada yang tahu apa yang ada dipikirannya. Hanya Tuhan saja"
Leeteuk hyung menimpali lagi.
"Dia itu baik. Hanya menunjukkan dengan cara yang berbeda."
Aku tersenyum melihat kedewasaan hyungku itu.
15.30
Hyemi POV
Kau mau masak apa Park Hyemi. Cepat berpikir. Aku bingung sekali. Makan malam apa yang enak ya. Ah! Ikan saus tiram saja! Ya! Park Hyemi pintar!
Aku sengaja membeli ikan nya banyak. Untuk makan malam dirumah. Untuk Donghae. Ia mengirim pesan padaku apa aku bisa memasak di dorm nya lagi atau tidak. Aku tidak menjawabnya.
Drrrrrrt. Drrrrrt.
Ponselku bergetar lagi. Kupikir Donghae jadi sengaja tidak kuangkat. Dan ternyata appa ku!
"Yeoboseyo appa! Ah, bogosippo!"
"Annyeong anakku. Apa kabarmu?"
"Aku baik appa. Aku sedang memasak. Appa bagaimana? Baik kan? Aku rindu sekali"
"Ne aku baik Hyemi-ah. Kau masak apa? Appa rindu masakanmu."
"Datanglah kerumah ahjumma. Aku akan memasak untuk appa!"
"Ne, minggu depan appa pulang ke korea. Kau mau oleh-oleh apa Hyemi-ah?"
"Di amerika apa yang bagus appa? Aku mau baju dan tas saja!"
"Baik anakku. Baiklah, appa ingin istirahat dulu. Besok appa hubungi lagi."
"Ne appa. Tidurlah yang cukup. Saranghae appa!"
"Nado saranghae anakku."
Masakanku sudah siap. Dan sekarang pukul enam, aku masih sempat mengantarkan ini ke dorm Super Junior dan kembali bekerja. Aku sudah membawa untuk Jiyoon dan Yongjoon juga. Aku memang banyak membeli ikannya, empat untuk ke dorm Super Junior, tiga untuk dirumah, dan tiga untuk ke tempat kerjaku.
Super Junior's Dorm
Aku memencet bel dan menunggu seseorang untuk membukakan pintu. Dan saat kulihat siapa yang membuka pintu. Mood ku langsung berubah. Heechul-ssi yang membuka pintunya. Tapi anehnya, ia tersenyum padaku. Ketampanannya terlihat sekarang, aku membalas senyumannya dan sedikit menundukkan badanku.
"Aku ingin mengantarkan ini"
"Ya! Masuklah dulu. Kau ini seperi apa saja"
Tanganku ditariknya masuk kedalam dan suasana didalam benar-benar ingin membuatku tertawa. Bagaimana tidak? Mereka semua sangat tidak beraturan. Donghae memakai earphone nya sambil tiduran di sofa, karena ia memejamkan matanya ia tidak tahu bahwa aku datang, namja yang paling muda dan suka menganggu yang Donghae ceritakan itu sedang tiduran di sofa lainnya sambil memainkan psp dengan kakinya yang berlagak seperti bos. Hyukjae sedang memainkan laptop nya dengan asik. Sungmin duduk dengan Ryeowook dilantai sambil membaca majalah. Yang lainnya tidak tahu dimana.
"Ya! Hyemi-ssi!"
Leader menyebutkan namaku dengan antusias dan itu membuat semua pandangan tertuju padaku. Wajah mereka benar-benar lucu saat terkejut.
"Ya! Hyemi-noona!"
Magnae itu tersenyum menyambutku datang. Ryeowook langsung bangkit dan tampak senang sekali.
"K-kau datang?"
Donghae bertanya sambil mengucek matanya yang lesu itu. Ia tampak manis sekali. Lagi-lagi, jantungku berdebar cepat sekali.
"Ne. Aku hanya memasak ikan saus tiram malam ini. Semoga kalian suka."
Donghae POV
Aku tidak tahu kapan ia datang tapi yang jelas aku senang ia datang kesini. Pesan dan teleponku tidak ada yang dibalasnya. Aku khawatir ia malas berbicara denganku. Ia membawa ikan saus tiram untuk makan malam ini. Aku kurang suka saus tiram, tapi aku suka ikan.
"Aku mau! Aku mau mencobanya"
Magnae itu langsung loncat dan mengambil apa yang berada ditangan Hyemi. Dia itu tukang makan juga seperti Hyukjae.
"Ya Donghae-hyung! Ia memasakmu. Hahaha kasian sekali."
Dasar magnae menyebalkan. Hanya karena aku sering dipanggil ikan ia jadi mengejekku sekarang.
"Mwo? Memasak Donghae-ssi? Maksudmu?"
"Begini Hyemi-ssi. Kami punya panggilan sayang untuk Donghae yaitu fishy atau ikan. Karena ia suka memanyunkan bibirnya seperti ikan."
Leeteuk hyung menjelaskannya dengan rinci. Hyemi mengangguk dan tersenyum kearahku. Senyumannya manis sekali. Dan sekarang jantungku berdebar hebat, tidak seperti biasanya.
Kami semua sudah di meja makan sekarang menyantap apa yang dibawa Hyemi malam ini.
"Ini enak Hyemi-ssi."
Heechul hyung mengeluarkan suaranya. Semua langsung memandang Hyemi dan Hyemi membalas dengan lembut.
"Ah terima kasih oppa"
"Kau hebat sekali. Ini memang sangat enak."
Leeteuk hyung memujinya lagi.
"Hyemi-ssi apa kau tidak membuatkanku jus strawberry lagi?"
"Ah aku lupa. Mianhae oppa. Besok akan kubuatkan."
Mataku masih mencuri pandangan untuk menatapnya. Ia tidak ikut makan, ia duduk di dekat dapur agar cepat mengambil yang dibutuhkan. Sebenarnya aku masih bingung mengapa ia memanggil member lain dengan panggilan oppa sedangkan ke aku tidak.
"Aku mau belajar masak padamu Hyemi-ah"
Ryeowook meminta agar Hyemi mau mengajarkannya memasak.
"Baiklah. Tapi malam ini tidak bisa"
"Wae?"
"Aku harus ke tempat kerja."
-TBC-
