Invisible Twin
Chap.1: Fix Problem, Get One Problem
Vocaloid™©Yamaha & Crypton. Kalau bakAuthor ini yang punya, Vocaloid pasti jadi CEMPRENG XD
Rated: T
Summary: Rin & Len harus menyelamatkan Miku, dan mendapatkan informasi dari Miku, sebelum Black Rose mendapatkannya! Belum lagi ada masalah baru!
.
.
.
.
.
.
Normal POV
"Rupanya ada yang ingin menjadi pahlawan ya? Haha.. Langkahi dulu mayat kami." kata wanita berambut panjang itu. Tunggu. Itu kan...
'Rin, kau lihat wanita itu?..' kata Len dengan sok tahu menggunakan sandi pramuka yang sebenarnya sama sekali tidak ia kuasai.
"Astaga Len! Kau MAHO?" teriak Rin yang sangat memekakan telinga. Dia ketawa. Ngakak.
Rin jago dalam pramuka soalnya dia gak pernah kabur seperti Len waktu di SMP. Jadi sandi yang dia terima seperti ini
.
.
.
Gak nyesel kan?
.
.
.
.
.
.
.
.
Aku dan reader suka mahoan sama Kaito
Yang ngeliat mereka cuman sweatdrop sambil masang muka kayak gini (A3A)7
BAKAUTHORRR! LOE MAU BIKIN CERITA ACTION ATAU KOMEDI KAYAK 'SK**SA YANG GARING, HEUH?! Umpat Len dalam hati.
"Dasar bodoh! Kau pikir anak ingusan seperti kalian cukup tangguh untuk melawan kami?!" ancam lelaki satunya. Karena efek samping dari obat berwarna merah itu membuat Len dan Rin tidak bisa melihat warna ketika pemakaian. Jadi warna yang terlihat hanya hitam putih. Obatnya oplosan sih#eh
"Udah? Cukup ngomongnya?" Rin ambil bicara. Yandere apa Tsundere sih, Rin itu?
"Sebaiknya kalian pergi atau nyawa gadis ini melayang dalam.. 5 menit." kata wanita yang berambut pigtails itu. Sebenarnya di sini ada berapa orang sih?! Ada 3, dua perempuan, satu laki-laki.
"Bunuh saja." acuh Rin.
Len cengo. Rin kok bisa sejahat ini sih? Pihak musuh pun sama, mereka bengong dan membentuk muka seperti ini OwO#lplak maksud saya ø.ø
Sementara itu, Rin mengambil kesempatan ini dengan melakukan salto, yang mengenai tangan si perempuan yang memegang pistol. Tapi, Rin ceroboh tidak memperhitungkan keadaan, dan malah mencelakakan dirinya. Bahu kirinya terkena sabetan pisau lipat. Untung tidak begitu besar, hanya 3 cm. #baka! sakit tauk!
"Kau tidak apa? Kau ceroboh Rin. Sisanya biar aku yang tangani." kata Len, tanpa persetujuan Rin.
Len mengambil ancang-ancang, sementara Rin sadar dia masih memiliki gas tidur, ya kan? Tunggu, tunggu! Ia... LUPA BAWA MASKER! Baka! Hng? Ia melirik jam tangannya,rasanya ia dapat melakukan sesuatu dengan tersebut... jam 23.50, waktunya sinderbolong pulang!#dihajar ramai-ramai.
Ia tak boleh membuang- buang waktu! Len mengambil pistol Silencernya, dan menarik pelatuknya,
DORR!
Silencer adalah pistol yang tidak terlalu bising, jika ya, mungkin polisi pun datang. Merepotkan, jika harus melibatkan mereka. Selain itu, ada juga oknum polisi yang bekerja sama dengan Black Rose..
Tembakan itu nyaris meleset. Tapi cukup untuk memotong segenggam rambut wanita itu.
"Sialan! Rambutku hampir saja rontok! Kau harus membayarnya!" katanya marah, dan menembakkan pistol ke arah Len. Len menghindar dengan gerakan yang sangat tidak keren. Yaitu jatuh terjerembab ke lantai =_="
Merasa tembakan itu tidak kena, rupanya si perempuan itu tidak puas. Ia hendak melakukan hal yang sama—tapi...
Jlebs.
Sebuah jarum terlontar dari silinder kecil yang ada didalam jam tersebut. Rupanya ketika Len sibuk dengan wanita itu, Rin pun sibuk dengan mengakurasikan jarum dengan targetnya. Dan, tepat setelah jarum itu terlontar, wanita itu jatuh terkapar.
"Wah, rupanya dia memang tidak berguna, sia-sia saja kita menjadikannya boneka!" kata wanita asing satunya.
"Dadah, anak-anak manis, sampai bertemu lagi..."
Len dan Rin baru menyadari maksud dari perkataan mereka ketika sebuah helikopter mendekati rumah Miku dan menurunkan tangganya.
Len ingin mencegahnya, namun si pria asing itu menembakan peluru—yang hampir mengenai Len.
"Sial!" umpat Len sambil menonjok tembok.
"Sudahlah.. Yang penting Miku selamat. Dan, mari kita lihat, siapa dibalik topeng ini.." kata Rin sambil membuka topeng wanita yang pingsan dengan cepat (Kalau pelan, ntar scenenya lebay!)
"Astaga.. Dia.." Len mau menyebutkan siapa orang itu, namun Rin menyumpal mulut Len dengan topeng karet wanita itu.
Len ingin protes, namu Rin memberikan deatglare pada Len. Len pun bungkam, sambil memuntahkan topeng itu.
'kalau kau tahu siapa dia, Miku pasti curiga!'
"Megurine-sensei! Ba... bagaimana bisa!" kata Miku tidak percaya bahwa itu adalah senseinya yang baru saja ia kenal hari ini.
"Tenanglah," kata Len, "Hng.. Siapa namamu?" kata Len. Ia bukannya tidak kenal, ia hanya 'berakting' sebagaimana ia melakukannya di layar kaca.
"Aku.. Hatsune Miku. Dan kalian..?"
"Panggil saja kami ini," Rin menyerahkan sebuah kartu. Ada simbol 'II' pada kartu tersebut.
"II? Lalu Megurine-sensei?" Miku mengernyitkan dahi.
"Dia hanya diperalat. Lihat apa yang aku temukan," kata Rin sambil menunjukkan sebuah alat aneh. Sebuah sticker—bukan, sebuah benda yang berbentuk chip, dan memiliki komponen rumit. "Benda ini adalah benda yang ditanamkan beserta obat pengubah bunyi, sehingga korban hanya dapat mendengar bunyi infrasonik, sehingga dapat dikendalikan dengan mudah. Seperti halnya peluit anjing." jelas Rin. Kemudian menyimpan chip itu pada kantung plastik kedap udara.
"Maaf, kami harus pergi. Semoga hari Anda menyenangkan, nona Hatsune." Len mencium tangan Miku. Hal ini sempat membuat Rin menjadi ilfeel. Ingin sekali ia meremukkan tulang Len, namun ia mengurungkan niatnya demi menjaga image. Mereka pun pergi dengan menggunakan jendela. Mereka tiba dan pergi begitu saja seperti hantu.. Tanpa mereka sadari.. chip itu berisikan alat pelacak..
Rin POV
"OHAYOUU MINNAAAAA~~" teriak Miku dengan penuh semangat.
"Ohayou, Miku. Tidak perlu berteriak sekeras itu kan?" gerutuku. Aku masih kesal atas perlakuan Len terhadap Miku kemarin. Cemburu? Eneq.
"Kau sudah baca koran hari ini?! Aku jadi topik utamanya lho~~" kata Miku bangga. Tentang apa? Bahwa kamu ini Yuri?
"Ya, ya, ya, apa?" kataku dingin. Aku lalu merebut gulungan koran yang dibawa Miku, lalu aku melihat di halaman depan.
What The..?
Dia ini IDIOT, GILA, ATAU AUTIS sih?!
'Hatsune Miku, aktris yang terkenal akan sinema "Negi Love"nya, dikejutkan oleh sekumpulan jahat yang menyekapnya di kediamannya di kompleks. blablabla"
Skip saja. Tidak penting. Paling bikin reader muntah.
"Hatsune berterima kasih kepada siapa pun mereka yang berinisial 'II' dan mari kita nantikan apakah mereka yang disebut sebagai 'II' untuk muncul di hadapan publik"
Jadi dia sengaja membeberkan hal ini ke semua publik, dan pihak koran menantang aku dan Len untuk beraksi lagi, begitu?! #Rin,kayaknyakamusalahpahamdeh
Aku berusaha tenang. Ya! Takkan ada yang mengetahui identitas kami, berkat obat itu. Obat buatan baKaito. Sebenarnya, itu hanyalah obat yang berfungsi meningkatkan 50x (buset banyak bener) hormon testoteron yang membuat suarra berat, dan zat—entah apa yang membuat warna kutikula rambut berubah. Eng... soal mata, aku berbohong. Kami hanya memakai softlens biasa kok •_•v
Sekaii i.. sebelum lagu itu berlanjut, aku mengangkat telepon. Aku sedang ilfeel dengan Miku. (Miku memaksaku agar memasang ringtone WIMnya diam, tanda persahabatan katanya)
"Moshi-moshi. Oh.. Ah, manager, ada apa?"
"Jangan tanya ada apa! Kemana saja kau 3 hari terakhir ini?! Rin, dan Len juga!" amukknya.
"Bukankah jadwal sedang kosong?" kataku datar.
"Aku tidak mau tahu! Besok, kalian berdua harus ikut pemotretan di sebuah pemandian air panas! Tidak ada penolakkan. Oh ya, beri tahu nona Miku untuk bersiap-siap besok karena kita akan bekerja sama dengannya! Atau.. Aku akan mencabut dan memberhentikan para bodyduard!" ancamnya.
"What the.." tuut... tuut.. diputus. "FU*K!"
Bodyguard? Tidak. Aku hanya meminta mereka untuk menjaga sampai kami berada di perbatasan gerbang, dan saat kami di panggung. Selebihnya, aku tidak akan mengizinkan mereka. Aku hanya tidak ingin para fans 'menyerang'ku. Jika itu terjadi... mungkin mereka bisa saja mati ditanganku sendiri.
"Ada apa Rinny~" Len memanggilku dengan sebutan itu lagi. Sebal.
"Awas kau sho—" oh jangan bilang!
"Sho apa..?" kini Len menatapku tajam.
"Sho.. SHONEN MAGZ BULAN INI UDAH TERBIT! KAU HARUS MEMBELIKANKU, LEN!" kataku spontan.
"Ugh.. Bagaimana dengan chip itu?" tanya Len dengan sedikit memelankan suaranya.
"Ah.. Ehm, aku sedang menelitinya. Dugaanku memang benar tentang chip itu. Tapi—"
"Tapi apa?"
"kita harus mendapatkan dokumen dari nona Negi itu... karena itu satu-satunya petunjuk selain chip itu." kataku.
"Tunggu apalagi? Tanya saja padanya!" jawab Len enteng.
"Memang semudah itu? Baka! Aku punya rencana.." kataku dan membisikkan sesuatu padanya. Pupil azurenya membesar.
"Ya. Aku mengerti. Di pemandian itu kan? Ya.. ya.. ya. Wine? Atau Sake?" kata Len patuh. God Dog!#plakk
"Terserah—" kataku mengakhiri pembicaraan, karena Bu Mikami, guru sejarah Jepang datang.
Chapter 2: Hot!
Yang namanya pemandian air panas, pasti panas..
"Ini pemandian terbuka lho.."
"Rin! Ja.. jangan dimin—"
"Ya, kita pasti akan menemukan siapa pembunuh ibu kita,"
Yee.. Chapter 1 update! garing gila kan!
Bingung ama chapternya? Anggap aja chapter yang paling awal itu PROLOG!
Taulah.. Author bikinnya begadang ampe jam 3 pagi! XD
Kalo Reviewnya 15 Author mau update yg "Second Life (Reincarnation) ya XD
Mind to Review?
Guest? Noprob...
v
v
v
v
v
v
1 review its sooo grateful (?)
