Mempersembahkan Chapter 3 of
Nae Gaseume Saneun Saram © Yusha'chan Higurashi
Naruto © Masashi Kishimoto
Rated : T
Pairing : Sasuke .U / Sakura .H
Warning : Au and OOC
_Nae Gaseume Saneun Saram_
"Kau yakin tak apa?" tanya pemuda berambut merah. Jadenya menyiratkan rasa khawatir pada sosok Haruno di sampingnya.
Gadis itu mengangguk, "Ya, aku tak apa Gaara. Kau tak perlu khawatir." balas Sakura, sedikit menyunggingkan senyum.
Gaara hanya diam, sepertinya pemuda ini bingung ingin mengatakan apa.
"Eng sudah sampai." Sakura menyentakkan lamunan Gaara, berhenti dan menatap Gaara. "Terimakasih telah mengantarku," tuturnya.
Tersenyum Gaara berkata, "Ya sama-sama."
"Ya sudah, aku masuk ya?"
Gaara mengangguk.
Sakura pun melangkah masuk menuju perkarangan rumahnya namun terhenti ketika lengan Gaara menarik tangannya, membuat langkah gadis itu terhenti.
"Beristirahatlah."
Sakura tersenyum sekilas mengangguk, kemudian melangkah masuk. Dan Gaara masih mengamati sampai sosok itu benar-benar hilang. Dengan senyuman tipis terpampang diwajahnya.
_Nae Gaseume Saneun Saram_
Di lain tempat, pemuda berambut onyx tengah menyibukan diri dengan ponsel dark blue miliknya. Dengan lincah jari-jarinya menekan deretan keypad pada permukaan ponselnya itu tak terelakkan, serait senyum terpampang diwajah tampannya.
"Kau akan menjadi milikku lagi, Uchiha Sakura."
_Nae Gaseume Saneun Saram_
Sakura menghenyakkan dirinya di sofa. Kali ini keadaan rumah tampak sepi, apa Konohamaru belum datang? Kemana dia? Pikir Sakura. Tak biasanya adiknya itu lambat. Dan itu membuat Sakura khawatir.
Tiba-tiba handphone disaku jaket Sakura bergetar, dengan cepat gadis itu merogoh sakunya. Dan well ada pesan rupanya.
From : Sasuke
Sakura, temui aku di taman kota. Jam 3 sore. Aku menunggumu.
Mau apalagi?
Itulah yang terbesit dibenak Sakura kala mendapat pesan singkat dari Sasuke. Sebenarnya ia sudah teramat malas dengan ini semua, tapi kau taulah, Sakura bukan tipe orang yang ya . . . Gampang menolak.
"Aku pulang . . ! "
Sakura hampir jantungan mendengar teriakan Konohamaru yang sangat dadakan. Gadis itu memutar bola matanya, bibirnya mengerucut sebal. "Hei, tak usah teriak. Kau membuat Kakak kaget saja." omelnya, memasukan handphone nya kembali pada saku jaket coklat cream nya. Mengamati Konohamaru yang tampak kucel. "Darimana? Kok kucel?"
"Biasa anak cowok," ucap Konohamaru dengan wajah sok tua. Anak itu menghenyakan diri disebelah Sakura.
Sakura terkikik, "Gaya mu," ejeknya mengusap kepala adik kecilnya itu.
"Sudah makan?"
Menggeleng, "Belum." jawabnya.
"Ya sudah, kakak ganti baju dulu. Kau juga. Lalu kita makan, oke?" tawar Sakura. Meraih tasnya.
Konohamaru mengacungkan jempolnya, "Oke."
Sakura akan beranjak namun tiba-tiba.
CUP!
Satu ciuman mendarat mulus dipipi ranum gadis itu. Konohamaru baru saja menciumnya.
"Gyaa . . "teriak Sakura, sedangkan sang adik sudah main kabur. "Awas kau ya." ancamnya. "Dasar anak itu." gumam Sakura, setengah tertawa.
_Nae Gaseume Saneun Saram_
Tepat pukul 3 sore, Sasuke sudah duduk manis dibangku taman. Tangannya menimang-nimang sebuah kotak kecil berbentuk hati berwarna merah dengan bulu-bulu halus sebagai motif dasarnya.
"Lihat! Pemuda itu tampan sekali." bisik para gadis sembari tertawa centil menunjuk ke arah Sasuke.
Sasuke? Oh . . .
Jangan harap ia akan menoleh dan tersenyum dengan sedikit anggukan kepala seperti para pemuda sopan pada umumnya. Dia tidak. Kenapa? Ya kau taulah, ia sangat malas meladeni fans fanatiknya. Onyx nya malah asik menatap sesuatu di tangannya itu.
"Lama sekali," gumamnya. Atau pantas dibilang sebuah bisikan.
Sasuke mengedarkan sepasang onyx nya pada seluruh penjuru taman. Sepi. Hanya beberapa orang yang berlalulalang pada area pinggiran taman. Yea sekedar jalan sore mungkin.
"Ada apa?" suara familiar itu menggema ditelinga Uchiha bungsu ini. Dengan cepat ia berdiri, dan tak lupa menyimpan 'benda spesial' itu kebalik jaket abu-abu miliknya.
"Ada apa, kau menyuruhku kemari?" tanya suara itu lagi.
Sasuke tersenyum, mengelus puncak kepala Sakura namun dengan cepat ditepis gadis beriris emerald itu. "Tak perlu basa basi," kecamnya.
Senyum Sasuke memudar.
"Bisakah kita duduk dulu?" tanya pemuda itu.
"Tak ada waktu untuk mengobrol denganmu, jadi langsung saja." Sakura melipat kedua tangannya, memasang wajah yang bukan seperti Sakura yang biasanya.
Sasuke diam, onyx nya mengamati wajah Sakura.
"Apa?"
"Kau cantik," puji pemuda itu. Perlahan menarik Sakura untuk duduk dibangku taman.
Mau tak mau Sakura menurut, karena err Sasuke mencengkram tangannya. Erat. Sangat erat.
"Lepaskan aku," berkali gadis itu menghentakan tangannya. Berharap cengkraman Sasuke itu dapat terlepas, karena kini pergelangan tangannya tampak merah, bisa dibayangkan betapa kuatnya cengkraman itu. "Apa maumu? Lepaskan aku."
"Diam! Dan dengarkan aku," bentak Sasuke. Spontan Sakura berhenti melakukan perlawanan. Sasuke menarik nafas. Melonggarkan cengkramannya, beralih menggenggam tangan mungil itu dengan tangannya. Kepalanya pun perlahan maju dan bertengger pada bahu Sakura dengan posisi berhadapan. "Biarkan begini dulu," bisiknya. Nafasnya hangat menyapu leher jenjang Sakura.
Sakura bingung ingin melakukan apa.
"Aku ingin begini. Dekat. Selalu dekat denganmu," Sakura hanya diam. "Kau tau Sakura." Sasuke mengangkat kedua tangan mereka yang bersatu lalu mengecupnya. "Aku sangat mencintaimu. Teramat sangat."
"Bisakah kau ubah posisi kita ini?" tanya Sakura. Tampaknya ia tak nyaman dengan tatapan para pejalan kaki yang lewat. Sasuke menarik badannya, menatap dalam kedua emerald didepannya. "Apa kau masih mencintaiku?"
Kenapa Sasuke terkesan mempermainkan dirinya. Apa maunya sebenarnya.
"Apa kau masih mau mengulang semuanya bersamaku?"
Hening. Dan akhirnya Sakura menggeleng. "Entahlah," jawabnya. Gadis itu menundukan kepalanya.
Sasuke hanya diam mendengar jawaban Sakura. "Aku sudah tau semuanya. Dari awal, hingga akhir." gadis itu menghela nafas. "Kau pikir aku tak tau, kau menjadikan aku bahan taruhan kan?" tanyanya tajam. Kali ini menatap langsung kearah Sasuke.
"Taruhan?" Sasuke mengangkat bahunya, "Taruhan apa maksud . . "
"Taruhan bodohmu bersama Aka Suna." Sela Sakura. "Kau memilihku karena kau saingan dengan dia kan? Kau takut jika kau kalah, dan nama Uchihamu itu akan tercoreng. Sebagai seorang pemuda yang tak bisa meluluhkan hati seorang gadis biasa seperti ku ini, iyakan?" tanya Sakura panjang lebar.
Mengambil jeda, Sakura mati-matian menahan gelimang airmatanya. "Setelah kau dapatkan. Kau menyiakan ku, bahkan kau menuduhku sebagai wanita penggoda. Sekarang mau apalagi kau?"
Sasuke menarik Sakura kepelukannya. Merapatkan dirinya dengan gadis itu. "Ku mohon, maafkan aku Sakura." lirihnya. Tangannya mendekap erat gadis itu.
"Aku tau taruhan bodoh itu, semua prasangka ku padamu, dan sikap dingin ku padamu, Itu salah." akunya. "Tapi yang aku tau aku menyukaimu dan aku selalu merasa cemburu padamu, kau . . Aku mencintamu, aku memerlukanmu. Sakura." Sakura merasakan wajahnya memanas. Namun cepat-cepat ditampiknya perasaan itu, perasaan yang dulu sempat ia rasakan pada Sasuke.
Dari kejauhan seorang gadis datang dan membelalakan mata ruby nya kala melihat sepasang sejoli yang berpelukan didepannya. Dengan tangan mengepal gadis itu menghampiri keduanya.
"Sasuke," panggil gadis itu.
Sasuke masih tak melepaskan pelukannya pada Sakura, onyx nya tertutup menikmati pelukan itu. Namun Sakura sadar kehadiran gadis asing itu diantara mereka. Gadis berambut soft pink itupun menggeliat minta dilepaskan, dan berhasil pelukan mereka terlepas.
Gadis asing itu menyipitkan matanya, menatap tajam kehadiran Sakura kemudian beralih menatap Sasuke. "Kenapa kau disini, Sasuke? Dengan gadis ini lagi." tunjuknya.
Sasuke menatapnya dingin. "Bukan urusanmu!" jawabnya.
Sakura memasang raut bingung.
"Oh rupanya gadis berambut aneh ini kebingungan ya?" gadis itu tertawa mengejek. Kemudian tanganya terulur mengajak Sakura bersalaman. "Perkenalkan, aku pacar RES-MI sasuke! Dan ku harap kau tak mengganggu hubungan kami!"
Emerald Sakura membelalak kaget. Sasuke ingin berbicara namun gadis asing itu menyela. "Jadi, bisakah kau pergi dari sini Senior!"
"Dengan senang hati," jawab Sakura, tajam. Gadis itupun melangkah cepat. Pergi meninggalkan Sasuke yang sontak berdiri meneriakan namanya dengan sempurna.
TBC
_Nae Gaseume Saneun Saram_
Bagaimana? Puaskah dengan chapter ini? Puas aja ya *maksa* ada konflik lagi tuh kayaknya *lirik-lirik yang diatas*
Mungkin chap depan yang terakhir. Dan jangan kecewa kalau sad ending ya *menyeringai-dirajam-*
Ya sudah, saatnya balas Review gak login :
Smile
Smile-san, salam kenal ^^
Sasuke kan emang serem dari sananya lagi *di injek Sasu*
Mind to review again? *kitty eyes*
Icha yukina clyne
Icha-chan, entahlah kenapa ceritanya bisa begitu *ngejedotin pala ke gentong Gaara* ngebuat mata Icha-chan panas ya? Ini *nyodorin balok es* tempel aja pake ini, pasti nanti panas dimatanya nggak turun*loh?*
Soal SasuSaku jadian lagi? Err liat nanti ya *smirk* dan tenang saja, ceritanya pendek kok, kayak umur Kakuzu *diloakin*
Jadi, mind to review again? *kitty eyes*
VamPs 9irL
VamPs-san, salam kenal ^^
Sasu gila, Sasu gila *ngelemparin Sasuke pake barang material-digampar Sasuke FG-*
Hayeh? VamPs-san mau ya pake marga Uchiha?
Boleh kok, ambil ditoko*?*terdekat ya! *kaga nyambung* ah ya sudahlah
Mind to review again? *kitty eyes*
4ntk4-ch4n
Huah arigato atas RnR chap kemarin *hug* Sesuai pairingnya pasti SasuSaku dong, jadi tak perlu diragukan he he he *disambit konde* SasuSaku kan the best!
4ntk4-ch4n, mind to review again? *kitty eyes*
Aurellia Uchiha
Aurel-chan,*panggilan sesuai pesanan* kau memang pengertian *hug* HIDUP OOC! *dideath glare* eng, kan nggak rame kalau tak OOC hue he he *smirk*
Dan soal ide menistakan Sasuke *menyeringai* tenang saja diriku akan menistakannya senista mungkin hua ha ha glekk, uhuk *ketelen sendal hasil lemparan Sasu FG* ya sudah
Mind to review again? *kitty eyes*
Me
Me-san, salam kenal ^^
Chap 3 udah updet kan, jadi
Mind to review again? *kitty eyes*
Sakura Haruno 1995
Sakura-san, salam kenal ^^
he he arigato buat pujianya ^/^ *blushing* Gaara nggak jahat kok, cuma pengen ngebantu doang dianya, dan soal taruhan di bahas di chap ini, jadi
Mind to review again? *kitty eyes*
Megumi Kisai
Megumi-san, salam kenal ^^
Waduh waduh segitu bencinya sama Gaara ^^
Tapi diriku tetap cinta kok padamu Gaara'kun *berlari slowmotion ke arah Gaara-keserimpet-nyungsep-*
He he, ini buat nyemangatin Sasu *nyodorin pom-pom* dan,
Mind to review again? Tentunya buat Sasu *kitty eyes*
Yo yo bales review udah, eng mumpung bulan puasa, Yusha minta maaf lahir batin ya pada semua warga FFN *nyalamin satu-satu* semoga pada lancar aja dah puasanya, ^^
Dan akhir kata, sampai jumpa dichap depan!
Mind to RnR MINASAN?
Jaa . . .
