Chapter 2

Tittle : Black Spot

Author : Eclipse Chu

Pair : Hunhan

Genre : Romance & Drama

Rate : M

Length: Chaptered

Disclaimer : All cast are belong to themselves, parents, and god.

But this story is mine!

Warning : Yaoi! Boy x Boy, GS for some cast, Typo(s), Cerita pasaran, DLDR.

Summary : Luhan yang menolak untuk di jodohkan oleh

Orangtuanya, menerima usulan kedua sahabatnya

Mengunjungi suatu tempat dan akhirnya

Menemukan sesuatu yang

Tak terduga.

.

.

.

.

.

A/N: Sebagai permintaan maaf karena tertidur sangat lama, ff ini langsung di update dua chapter sekaligus dan di saran kan untuk membaca chapter sebelum nya. Juga sebagai tanda kalau Yue bakalan aktif kembali di ffn dan akan melanjut kan kembali ff yang terbengkalai selama ini.

.

.

.

.

Sehun menyeringai, namja cantik yang sedari tadi menjadi incaran nya sudah memberi dia ijin untuk melakukan hal yang 'iya-'iya.

"As your wish baby" ujar Sehun sambil menjilat dan mengulum telinga luhan.

Ugghh sial, entah kenapa mendengar suara serak dan berat itu membuat Luhan semakin horny.

Tangan Sehun yang semula dan masih memegang junior milik Luhan mulai bergerak, memberi urutan pelan yang sukses membuat si empu menggelinjang geli dan nikmat.

"Eunghh…" Luhan meleguh nikmat, tangan tersebut bekerja dengan amat sangat baik walau pelan dan menyiksa.

'Bahkan suara nya begitu merdu' batin Sehun tanpa sadar.

Semakin lama Sehun semakin mempercepat gerakan tangan nya memanjakan junior Luhan, Sehun ingin segera pindah tempat dan melakukan one night stand dengan namja cantik ini.

Kalian tahu bukan jika sekarang Sehun merasa sesak di bagian selangkangan nya? Ahh ini semua karena suara namja cantik yang melakukan onani dengan membayangkan diri nya.

Padahal tadi dia ke toilet ini karena toilet khusus pegawai sedang rusak dan kalian tahu apa yang dia temukan?

Seekor rusa cantik yang berhasil mencuri perhatiannya sejak awal.

Mungkin ini adalah hari keberuntungan Sehun karena menemukan si cantik yang dia belum ketahui nama nya dan juga mempunyai ketertarikan khusus seperti dia.

Apa Sehun baru saja mengatakan dia mempunyai ketertarikan khusus dengan Luhan?

Jawaban nya adalah ya.

Apa Sehun baru saja mengatakan jika ini hari keberuntungan nya?

Maka jawaban nya tentu saja tidak!

Tunggu kenapa jawaban nya tidak? Bukan kah harus nya ya? Itu karena

Drrt

Drrt

Ponsel Luhan bergetar di dalam saku otomatis membuat si empu membuka mata yang semula terpejam nikmat karena service tangan dari Sehun.

Getaran ponsel itu juga menghancurkan semua khayalan Sehun.

Ponsel terkutuk! Padahal Sehun baru saja membayangkan bagaimana diri nya berada di atas si namja cantik, mengukung nya dengan kedua tangan.

Dalam keadaan naked tentu saja, saling berbagi ciuman panas, membuat si mungil yang cantik ini mendesah erotis karena lubang nya di hajar habis-habisan oleh Sehun.

Dan tentu saja meneriakan nama Sehun pasca klimaks nya entah yang keberapa.

Kalian tentu tahu jika Sehun tidak akan puas dengan satu ronde saja.

Tapi sayang nya semua angan Sehun terpaksa berhenti ketika Luhan sudah mengambil ponselnya dan mengangkat nya apalagi Luhan juga melihat 'Evil Mom calling'

Luhan segera berdiri tegak karena sebelumnya dia menyandar di tubuh Sehun yang memeluk nya dari belakang.

Karena gerakan itu juga junior nya yang berada di tangan Sehun terlepas, membuat pemuda tinggi dengan kulit putih pucat itu kesal.

Siapa yang menelpon sehingga mengganggu 'kegiatan' mereka.

Luhan berdehem sebentar setelah mengabaikan kan gerutuan tidak jelas dari Sehun, entah kenapa mengetahui umma nya yang menelpon semua gairah Luhan lenyap tak bersisa.

"Yeoboseo" dari sini Luhan bisa mendengar umma nya menggerutu tidak jelas.

"Yak! Rusa nakal! Kenapa kau belum pulang hah?!" terpaksa Luhan menjauhkan ponsel nya dari telinga begitu mendengar lengkingan menyakitkan yang mungkin bisa merusak gendang telinga nya.

Bahkan Sehun saja bisa mendengar dengan jelas teriakan tersebut, yah walau dia tidak mengerti kenapa ada rusa yang dibawa dalam percakapan Luhan.

"Aku sedang ada urusan di luar" jawab Luhan santai setelah mendekatkan kembali ponsel nya.

"Urusan apa? Jangan bilang kalau kau pergi ke club malam lagi Luhan" oke kali ini Heechul bisa berkata dengan nada tenang.

"Yang jelas bukan urusan mu dan hei memang apa masalah nya jika aku pergi ke club malam hah?" Luhan mendengus kesal entah kenapa umma nya yang evil itu selalu saja ikut campur.

"Pulang sekarang juga ini sudah larut malam" setelah itu Luhan bisa mendengar suara pria yang sudah pasti ayah nya sedang berbicara sesuatu. "Kau harus berkemas sekarang juga Luhan, karena besok pagi-pagi sekali kau dan ayah mu akan berangkat ke China" sambung Heechul.

"Heem baiklah aku pulang sekarang" ujar Luhan santai sebelum otak cerdas nya memproses sesuatu tentang CHINA?!

"MWO?! CHINA?! WHAT THE HE-" Luhan terpaksa membekap mulutnya sendiri dengan menggunakan tangan.

Hei walaupun dia kesal dengan umma nya bukan berarti Luhan suka mengumpati nya.

Heechul mendengus kesal dari sana, telinga masih cukup baik untuk mendengar bahwa Luhan hampir saja mengeluarkan umpatan nya.

"Sudahlah, lebih baik pulang sekarang dan berkemas! Untuk keterangan lebih lanjut tanya saja pada appa mu bye!" Heechul mematikan sambungan telepon nya setelah sedikit berlebay ria.

Luhan menatap tidak percaya ponsel di tangan nya, ughh sial seingat nya dia tidak ada janji apapun pergi ke China bersama appa nya.

"Hei, ada masalah?" Luhan menoleh kebelakang dan bisa melihat dengan jelas wajah bingung Sehun.

Ya ampun seperti nya Luhan lupa jika Sehun masih ada disini sedari tadi.

Dengan cepat Luhan membalikkan badan nya kearah Sehun hingga mereka saling berhadapan.

Setelah sebelum nya memasukan junior lemas nya ke celana dan sedikit merapikan penampilannya.

Luhan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Umm yeah aku harus pulang sekarang" kenapa Luhan jadi kaku begini.

Kemana pergi nya Luhan si namja arogan dan dingin?

Jelas terlihat jika Sehun kecewa mendengar ucapan Luhan tapi dia tentu saja tidak bisa memaksa namja cantik dengan mata seindah rusa ini kan untuk tinggal.

Well sebenarnya Sehun bisa saja memaksa tapi melihat Luhan yang sepertinya punya urusan penting membuat Sehun tidak tega.

"Baiklah kurasa….juga begitu…emm nama mu?" astaga kenapa Sehun jadi salah tingkah seperti ini hanya untuk bertanya nama Luhan.

Seperti disadarkan Luhan langsung mengambil kartu nama nya dan menyerahkan kepada Sehun.

Sehun menatap kartu nama tersebut dan tebakan nya tidak meleset jika namja cantik ini punya jabatan tinggi di perusahaan.

Lagipula badan Luhan juga masih di balut baju kantoran.

"Luhan! Kau dimana?!" oke suara itu berasal dari luar bilik toilet yang hampir saja menjadi tempat Sehun dan Luhan bercinta.

Dan Luhan sangat hapal jika itu suara teman seperjuangan nya dalam hal bermesum ria alias Kim Kai.

Yah Kai terpaksa mencari Luhan begitu mendapat pesan dari ibu nya Luhan jika dia harus menyeret Luhan pulang sekarang juga.

Dan dengan sangat terpaksa Kai mengangkat bokong seksi nya beranjak ke toilet mencari keberadaan Luhan.

Jangan lupakan juga jika Kai harus meninggalkan bartender manis yang digoda nya sedari tadi.

"Kurasa aku harus keluar sekarang" ujar Luhan memecah keheningan.

Sehun mengangguk dengan terpaksa dan memberi jalan agar Luhan segera keluar.

Luhan bisa melihat jika Kai langsung menghela napas lega begitu melihat dirinya keluar dari salah satu bilik toilet.

"Kau tahu jika umma mu baru saja menyuruh ku mengantar mu pulang" Kai mendekati Luhan yang sedang berkaca di depan westafel.

"Hm" Luhan masih merapikan penampilannya sebentar sebelum melihat pantulan Sehun di kaca westafel yang besar.

Seperti tidak saling mengenal baik Sehun maupun Luhan menatap acuh satu sama lain.

Sehun mencuci tangan nya di westafel sebelah Luhan, mata nya sesekali melirik Luhan yang merapikan rambut nya.

Kai menatap heran Sehun dan seperti nya namja berkulit tan itu tidak sadar jika Sehun keluar dari bilik yang sama dengan Luhan.

Sekarang Kai baru ingat jika namja berwajah stoic dan bekulit putih itu adalah salah satu penari yang tadi mereka tonton.

"Ayo pulang" Kai tersentak kaget mendengar Luhan kemudian mengejar namja rusa yang sudah keluar dengan cepat dari toilet.

Mata tajam itu mengamati pantulan dirinya di kaca, telihat tampan dan tentu saja memikat.

Kemudian sebaris nama yang sangat diingat nya 'Luhan' kembali datang dan membuat sebuah smirk mengerikan namun tampan mampir di bibir tipis nya.

"Akhirnya aku menemukan mu Luhan"

.

.

.

.

~ Black Spot ~

.

.

.

.

"Mmhhh….ahhhh" leguhan nikmat itu keluar di sela-sela pagutan panas nya.

Saliva mengalir dengan indah di dagu si mungil yang masih terus membelit lidah namja tinggi yang sedang memangku nya.

Namja tinggi melepas pagutan nya setelah merasa namja mungil itu kehabisan napas, kemudian lidah basah nya mulai bekerja di leher putih si mungil.

Membuat si mungil yang masih terengah mendongakkan kepala nya memberi akses lebih.

Namja tinggi tersebut menjilat, gigit kecil, dan menghisap kuat hingga membuat tanda merah keunguan yang begitu kontras di leher si namja mungil.

"Unghh channhh" desah si mungil sambil meremas rambut si namja yang baru di panggilnya Chan.

Namja tinggi itu masih meneruskan pekerjaan nya membuat kissmark sebanyak mungkin di leher si mungil sampai-

"Baek kita harus pulang sekarang" suara tegas Luhan terdengar dan di susul oleh Kai yang berjalan di belakang nya.

Baekhyun si namja mungil membuka mata nya dan menatap Luhan yang menatap nya datar dan Kai yang memberikan tatapan menggodanya.

"Haruskah kita pulang sekarang?" dengus Baekhyun kesal.

Melihat tatapan Luhan dan aura tidak enak yang menguar membuat namja penggila eyeliner itu mendesah kecewa.

Padahal baru saja dia dan Chanyeol bermesraan.

Chanyeol? Itu adalah nama asli dari dancer berinisial PCY atau Park Chanyeol.

Sedangkan Chanyeol hanya menatap bergantian antara Baekhyun dan Luhan dengan bingung.

Kai? Dia sedang ke kasir untuk membayar minuman mereka.

Baekhyun segera turun dari pangkuan Chanyeol yang masih duduk di kursi dekat bartender incaran Kai yang tersenyum maklum.

"Baiklah kita pulang sekarang" Kai muncul setelah sempat menghilang. Dengan cepat Luhan meninggalkan club tersebut di iringi Baekhyun yang setelah sebelum nya berkata maaf tanpa suara kearah Chanyeol.

Yang di balas senyum simpul dari namja kelebihan kalsium tersebut.

Sementara Kai menyusul setelah memberikan kartu nama nya kepada bartender manis dan memberikan ciuman jauh nya yang berhasil membuat si bartender tersipu malu.

"Berikan aku minum hyung" suara agak serak itu berhasil mengembalikan kesadaran Chanyeol dan bartender manis yang di panggil hyung tadi.

"Dari mana saja?" Tanya si bartender setelah memberikan segelas minuman beralkohol sedang kepada Sehun.

Yah dia yang meminta minuman barusan.

"Toilet" Sehun meneguk minuman nya hingga habis.

"Aku tidak ingat jika dari sini ke toilet memerlukan waktu yang lama" sindir Chanyeol sambil melirik Sehun.

"Menemukan sesuatu yang menarik Sehun?" Tanya Chanyeol lagi karena Sehun masih diam dan kembali minum.

"Tentu saja" nada Sehun terdengar ceria membuat kedua temannya jadi penasaran.

"Apa yang kau temukan?" Tanya si bartender.

"Aku menemukan seekor rusa di toilet tadi Kyungsoo hyung"

Bartender yang di panggil Kyungsoo membulatkan mata nya yang memang sudah bulat, bagaimana mungkin ada seekor rusa di toilet.

"Panggil security agar mengeluarkan rusa tersebut" sahut Kyungsoo serius hingga membuat Chanyeol dan Sehun terbahak keras.

Hei, apa ada yang lucu dengan ucapannya.

Beberapa tamu yang kebetulan duduk dekat mereka hanya bisa merengut tidak suka karena tawa mereka.

Chanyeol berdehem pelan setelah berhasil menguasai dirinya, astaga teman mereka yang satu ini memang sangat polos.

"Maksud nya Sehun bukanlah rusa yang sebenarnya Kyungsoo" jelas Chanyeol membuat bartender itu mengangguk mengerti.

"Jadi bagaimana cerita nya kalian bisa bertemu?" Sehun tersenyum tipis mengingat pertemuan mereka tadi kemudian menatap Chanyeol dan Kyungsoo.

Namja itu menenggak kembali minumannya dan berdiri.

"Besok saja cerita nya aku mau pulang dan memberi laporan pada bos"

Sehun mengeluarkan kartu kredit nya dan memberikan pada Chanyeol "Besok kembalikan" kemudian namja itu keluar club sambil menyandang ransel hitam nya.

Kyungsoo menggelengkan kepala nya melihat para tamu yang kebanyakan berstatus uke menatap Sehun dengan lapar.

Well bagaimana tidak lapar jika mata mu di sajikan namja tinggi, berkulit putih dan tampan memakai kaos tipis yang mencetak samar bentuk tubuhnya.

Jangan lupakan juga wajah stoic dan mata tajam itu.

"Kenapa kau tidak ikut pulang?" Tanya Kyungsoo melirik Chanyeol yang menyesap kembali minuman nya setelah sempat terabaikan tadi.

Chanyeol meletakkan gelasnya dan menghela napas panjang sebelum menatap Kyungsoo dengan serius. "Aku tidak mungkin meninggalkan mu begitu saja kyung"

Kyungsoo berdecak sebal sambil mengelap gelas.

"Kupikir aku sudah cukup umur untuk pulang tanpa pengasuh bayi" ucap Kyungsoo sarkastik.

Namja tinggi itu tersenyum sebentar sebelum mengedarkan seluruh pandangan nya ke club yang tak pernah sepi.

Tubuh yang bergerak mengikuti irama, asap rokok, bau minuman, seks di mana saja dan tatapan nakal serta lapar yang tertuju padanya.

"Tentu saja aku harus disini untuk menjagamu" Chanyeol kembali menatap Kyungsoo yang juga menatap nya.

"Karena aku harus menjaga tunangan ku yang cantik ini"

.

.

.

.

.

.

.

.

.

Luhan baru saja turun dari mobil sport nya, melangkahkan kaki nya kearah pintu yang langsung di buka oleh maid yang ada sambil membungkuk kan badannya.

Kaki itu terus melangkah hingga sampai di ruang tengah tempat di mana kedua orang tuanya sedang menonton.

Tapi bukannya berhenti Luhan terus saja melangkah hingga dia hampir menaiki tangga menuju kamar nya sebelum suara ibu nya terdengar.

"Ku pikir malam ini kau akan pulang dalam keadaan mabuk dan sempoyongan"

Luhan berhenti melangkah dan membalikkan badannya, dia bisa melihat wajah jengah Heechul dan Hangeng yang baru mematikan televisi.

"Dan kupikir itu juga sudah menjadi suatu hal yang biasa di rumah ini" sahut Luhan mendekat dan duduk di sofa yang bersebrangan dengan kedua orang tuanya.

Heechul berdecih kesal karena jawaban putera nya.

"Mau sampai kapan kau mabuk-mabukan ha? Tidak bosan apa? Atau itu cara mu untuk melupakan dia?" Luhan memutar bola matanya malas sangat tahu jika ibu nya selalu mengatakan hal yang sama.

"Kenapa kita berangkat ke China appa?" dari pada memperpanjang omongan tidak penting lebih baik jika Luhan bertanya alasan keberangkatan nya ke China.

Ayah nya tersenyum simpul sangat tahu jika Luhan berusaha mengalihkan pembicaraan yang hampir mengenai topik sensitive.

"Kita akan menemui klien penting disana" jawab ayah nya santai.

Luhan menyandarkan tubuh nya di sofa, terlalu banyak pertanyaan di kepala nya sekarang ini. Seperti kenapa dia tidak tahu tentang keberangkatan mendadak mereka?

Dan juga tadi sebelum memejamkan mata nya Luhan juga melihat ibu nya menyeringai.

Tunggu! Menyeringai?

Sial!

Dengan cepat luhan mendudukan dirinya sambil menatap tajam ibu nya yang masih menyeringai.

"Entah kenapa aku merasa kalian menyembunyikan sesuatu" Hangeng tertawa pelan, ternyata insting anak nya cukup tajam dan cepat menganalisa situasi.

Mungkin itu juga sebabnya hingga menjadikan Luhan seorang pengusaha muda yang sangat sukses.

Insting yang tajam dan ketepatan dalam menganalisa situasi di sekeliling nya.

Heechul dengan manja bersandar di dada bidang Hangeng, mengabaikan tatapan malas Luhan melihat kemesraan mereka berdua.

"Kau akan menemui calon suami mu disana Luhan" See? Tenyata kecurigaan nya benar bahwa ada yang tidak beres.

Luhan mengacak rambut nya frustasi dan kembali menghempaskan tubuh nya di sofa kemudia kaki nya menendang-nendang udara seperti anak kecil. "Arrggghhh Damn!"

Kemudian dia berguling-guling layak nya anak kecil di sofa yang untung saja berukuran lebih besar dari tubuh nya. Jangan lupakan dia masih saja mengumpat tidak jelas.

Baik Hangeng maupun Heechul hanya bisa tertawa melihat tingkah aneh Luhan.

Ayolah kenapa dirinya bisa bertingkah seperti anak kecil yang tidak dibelikan boneka hello kitty kesukaan nya? Padahal Luhan selalu mengatakan dengan lantang jika dirinya adalah seorang pria MANLY.

Pria MANLY yang memiliki koleksi boneka Hello Kitty.

Untuk kalimat terakhir itu adalah sebuah rahasia yang hanya keluarga nya saja yang mengetahui, ahh jangan lupakan juga dua sahabat nya.

"Appa~" oke Luhan benci sekali melakukan ini tapi jika ini bisa menyelamatkan nya dia harus mau untuk-

"Kau merengek? Cih seperti yeoja saja!" sindir Heechul pedas.

-merengek kepada appa nya.

Wajah Luhan kembali datar, padahal sebelumnya dia mengeluarkan puppy eyes yang dipelajari nya dari Baekhyun. Mata berkaca-kaca, mulut mencebik ke bawah dan wajah mengenaskan untuk mendukung aksi merengek nya yang malah di hancurkan ibu nya.

Hangeng beranjak dari sofa menuju ke kamar nya, dirinya sangat tahu jika sebentar lagi akan terjadi perang mulut tanpa akhir antara istri nya yang cantik namun evil dengan anak nya yang cantik namun selalu mengatakan diri nya manly.

"Aku ini MANLY umma!" teriak Luhan tidak terima.

Sementara Heechul hanya berdecih meremehkan, "Bagaimana mungkin dirimu manly sementara di kamar kau memiliki koleksi boneka hello kitty yang sangat banyak"

"Memang apa salahnya mengoleksi boneka itu?" Luhan memberikan deathglare terbaik nya.

"Hanya yeoja yang melakukan itu Luhan" hahaha kena kau Luhan batin Heechul tersenyum puas, apalagi reaksi Luhan hanya diam.

Well yang di katakan ibu nya benar tapi memang salah jika mengkoleksi hello kitty ayolah siapa juga yang tidak suka dengan kucing imut itu.

Luhan baru saja hendak membalas ucapan ibunya sampai Heechul kembali memotong ucapan nya dan membuat Luhan bungkam tanpa perlawanan.

"Kau juga mengkoleksi bokser berwarna pink dan bahkan ada juga yang bergambar hello kitty, jadi masih ingin bersikeras jika dirimu manly huh?"

Yeoja cantik yang menjadi ibu Luhan tertawa puas melihat wajah putera nya berlipat kesal dan bibir yang pout dengan imut.

Haah, andai saja dia ingat bagaimana cara mencetak anak seperti Luhan mungkin dia mau saja hamil lagi jika dia tidak lupa usia nya yang tidaklah muda dan kontrak kerja untuk film barunya.

Yah ibu Luhan ini berkerja sebagai seorang aktris, dan namanya cukup di perhitungkan di Korea karena acting nya yang memukau.

Luhan menghembuskan napas nya dengan kasar kemudian berdiri dan menatap ibu nya kesal.

"Baiklah aku akan menemui dia di China" menyerah Luhan beranjak ke kamar meninggalkan Heechul yang bersorak gembira.

Baru setengah jalan Luhan mendengar ibu nya berseru senang, "Semua perlengkapan untuk perjalanan ke China sudah umma kemas Lu! Oh ya ingat sayang nama orang yang akan kau temui adalah Cho Kyuhyun!"

Luhan pikir ibu nya sudah selesai namun kalimat terakhir ibu nya benar-benar mengesalkan hingga dia mengehentakkan kaki nya di lantai dengan keras.

"Dia sangat tampan jangan sampai air liur mu menetes Lulu dan dia sudah membeli boneka Hello Kitty untuk menambah koleksi mu sayang~"

Dan Luhan ingin sekali menyumpal mulut ibu nya menggunakan bokser Patrick milik Kai.

.

.

.

.

Luhan mengeliat pelan saat cahaya matahari mulai mengusik tidur nya, matanya mengerjap imut beberapa kali dan dia mengacak pelan rambut nya dengan malas.

Mata rusa nya melirik sebentar kearah jam di atas nakas samping tempat tidurnya, tenyata masih pagi batin nya sambil bangkit dan berjalan ke kamar mandi.

Selesai melepas semua pakaian nya Luhan segera menenggelamkan tubuh nya didalam bath up dan menyandarkan tubuh lelah nya sambil memejamkan mata.

Bagaimana tidak lelah jika sehabis perang mulut dalam artian beradu argument dengan ibu nya, tak lama kemudian dia harus berangkat dengan appa nya ke China.

Sesampainya disana hari sudah siang dan mereka langsung menuju hotel yang sebelumnya sudah di boking oleh orang kepercayaan appa nya.

Dan dalam acara makan siang itu Luhan bertemu dengan klien penting appa nya yang ternyata seorang pria berkewarganegaraan Korea bernama Jung Yunho.

Dia disana di temani oleh istri nya yang cantik bersama Jung Jaejoong yang memiliki senyum manis yang sangat berbanding jauh dengan umma nya.

Bukan nya bermaksud kurang ajar atau apa tapi Luhan memang jujur saat mengatakan jika mereka berdua yeoja yang sama cantik nya namun memiliki sifat yang jauh berbeda.

Jaejoong dengan sifat tenang dan keibuan sementara Heechul ummanya dengan sifat evil dan cerewet yang selalu berhasil mengganggu luhan.

Awalnya acara makan itu hanya diisi dengan obrolan ringan tentang kehidupan kedua keluarga dan juga nostalgia.

Luhan juga baru tahu jika klien appa nya itu adalah sahabat semasa SHS dan juga mereka ada di China hanya karena ada urusan dengan kantor cabang mereka.

Jung Yunho dan Jung Jaejoong itu aslinya tinggal di Korea.

Setidaknya makan siang mereka tidak terlalu membosan kan karena sesekali Luhan akan ikut andil dalam pembicaraan mereka sampai namja itu datang.

"Maaf aku terlambat" sesosok namja tinggi, tampan, kulit putih bergabung di meja mereka dengan setelan kantor nya yang rapi.

Semua yang ada disana tersenyum ramah dan Yunho menyuruh namja itu untuk duduk di sebelah Luhan yang memang kosong.

Luhan terus memperhatikan namja itu.

Sampai namja itu mengalihkan pandangannya ke Luhan yang terlihat sedang memperhatikan dia. "Apa kau Luhan?" Tanya namja itu tersenyum ramah.

Luhan hanya menganggukkan kepala nya.

Di kepala Luhan sekarang dia sedang menerka-nerka siapa pria yang duduk di sebelah nya ini.

"Nama ku Cho Kyuhyun" namja itu mengulurkan tangan nya kearah Luhan.

Tentu saja Luhan balas menjabat nya "Kau sudah tahu nama ku" ujar Luhan santai tanpa memperdulikan tatapan tajam ayahnya.

Sepertinya sifat arogan Luhan tetap terbawa walau pun mereka berada di negara lain, untung saja Kyuhyun tidak terlalu mempermasalahkan sikap Luhan yang seenak nya.

Dalam hati, Luhan menilai Pria yang di bilang ibunya akan menjadi suami nya kelak.

Pertama, pria ini sudah nampak berumur tapi walaupun begitu tetap terlihat tampan.

Kedua, dia memiliki bentuk fisik yang sempurna. Tinggi, putih, mata tajam, rahang tegas, suara nya yang enak di dengar dan jangan lupa kaya.

Ketiga, kenapa dengan semua yang dia miliki namun dia belum menikah? Sifat nya juga ramah dinilai dari cara dia cepat mengakrabkan diri dengan ayah nya dan juga yang lain.

Lalu kenapa? Apa yang kurang?

Luhan sangat amat yakin jika banyak yeoja maupun namja di luar sana yang bersedia menjadi istri nya.

Kenapa dia memilih untuk dijodohkan?

Apa dia seorang workaholic seperti Luhan? Tapi jika itu alasan pasti masih banyak yang mau dengan nya.

"Bagaimana dengan anak mu Kyuhyun?" Tanya Hangeng setelah meneguk air putih.

Kyuhyun tersenyum, "Kabar nya baik walaupun sedikit nakal sekarang"

"Haha nama nya juga anak-anak" balas Hangeng sambil melirik Luhan.

BRUSHH!

"Uhuk uhuk" Luhan tersedak minuman nya mendengar obrolan mereka tentang anak, anak siapa? Kyuhyun punya anak? Dia seorang duda?

"Gwenchana?" Tanya Kyuhyun khawatir sambil menepuk pelan punggung Luhan.

Luhan berdehem beberapa kali, "Ne gwenchana" dan memberikan senyum tipisnya.

Semua menghela napas lega mendengar jawaban Luhan.

Sial! jika Kyuhyun memang seorang duda jika kelak mereka menikah itu artinya dia akan menjadi ibu tiri? Ralat appa tiri?

Astaga! Demi seluruh koleksi eyeliner mahal milik Baekhyun, tidak pernah terlintas di kepala Luhan jika dia akan menikah dengan seorang duda.

Mungkin inilah alasan kenapa dia mau mengikuti perjodohan dengan Luhan.

Tapi kemana istri nya?

Meninggal? Bisa saja kan.

Berpisah? Apa alasan nya?

Atau….. ahhh sial jangan memikirkan hal yang aneh-aneh Luhan.

Ini tidak bisa di biarkan begitu saja! Demi boneka Hello Kitty yang cantik dan imut di depan mata nya Luhan tidak akan-

Mata rusa nya mengerjap bingung melihat boneka berukuran sedang itu ada di atas meja tepat di depannya.

"Untuk mu Luhan, aku membeli nya tadi sebelum kemari" jelas Kyuhyun.

Melihat tingkah Luhan yang kebingungan dengan sangat imut, membuat Kyuhyun mengacak rambut Luhan gemas dan tertawa bersama yang lain.

"Astaga kau sangat manis Luhan" gemas nya membuat namja itu mencubit pipi Luhan.

"Appo~" rengek Luhan karena rambut nya yang sedikit berantakan dan juga pipinya yang di cubit Kyuhyun.

"Hahaha hari ini sangat menyenangkan karena ada anak mu Hangeng" ujar Yunho melirik Luhan yang memeluk boneka Hello Kitty itu sambil tersenyum sumringah.

"Benar, Luhan sangat lucu dan menggemaskan" tambah Jaejoong membuat Luhan tersipu malu.

Entah kenapa kalau Jaejoong yang memuji nya bisa membuat Luhan tersipu.

"Dan aku sangat beruntung karena mendapatkan nya" timpal Kyuhyun tersenyum bahagia. Di genggam nya tanan kanan Luhan sambil menatap serius mata rusa Luhan.

"Aku beruntung mendapatkan namja seperti mu dan kuharap kita bisa terus bersama" ucapan Kyuhyun sukses membuat Luhan merona apalagi namja tampan itu juga mengecup punggung tangan Luhan dengan lembut dan hormat.

Sepertinya usia dan status tidak menjadi masalah untuk Luhan.

.

.

.

.

.

.

.

.

TBC

Anyyeong semua nya masih ada yang ingat dengan ff absurd bin abal-abal ini? Maaf atas keterlambatan update yang luar biasa lama ini. Karena ada berbagai alasan seperti pertama flashdisk tercinta yang rusak nggak bisa di buka sama sekali padahal si lepi udah sama adik yang tinggal jauh dari sini huhuhuhu. Jd harus ngetik ulang setiap cerita dari awal lagi.

Kedua, karena rutinitas yang full tersebut diriku capek hingga ke tulang dan susah dapat inspirasi untuk nulis atau pas dapat inspirasi tapi enggak ada waktu buat ngetik ide yang berseliweran di otak.

Ketiga, untuk Lilly mian kalau eonni udah ngecewain. Eonni udh berhenti main RP tapi eonni susah untuk berhenti nulis ff walau kemampuan nulis masih payah dan berantakan. Mungkin kata 'maaf' nggak cukup dan membosankan untuk Lilly, tapi hanya kata itu yang bisa eonni sampaikan sama Lilly.

Oh iya Yue udah ganti penname nya jadi Eclipse Chu, alasannya karena ingin ganti suasana baru/? Dan Yue berharap agar readers sekalian bisa mengerti dengan keteralambatan update ff ini.

.

.

.

.

Mind to RnR again?

~ Eclaipse Chu (eks Yue m00nlight) ~