"Malam itu, aku hanya ingin melihatmu bahagia." Terang hinata

Sasuke melepaskan pelukannya terkejut,

"Apa maksudmu?," Selidik sasuke, hinata menggeleng tidak mengerti

"Aku hanya merasakan apa yang gadis ini rasakan, dia ingin melihatmu selalu bahagia agar tetap bahagia walau dalam alam yang berbeda," desis hinata

"Apa yang kau katakan?," Tanya sasuke tidak mengerti

"untuk melihatmu tersenyum seperti ini, matipun aku rela,"batin hinata

Hinata menggeleng dan tersenyum hangat, sasuke menghapus air mata gadisnya itu.

"jika suatu saat aku tidak ada, kau harus tetap bahagia,"ucap hinata

Sasuke menggeleng, "sampai kapanpun di mana pun, kita selalu di takdirkan bersama,"sahut sasuke

"Sasuke ...," kata hinata melepas genggaman sasuke, sasuke mengeleng sambil meraih kembali tangan hinata.

"aku tidak bisa… ,"tolak sasuke

"Sasuke ... berjanjilah, demi aku ... demi kebahagiaanku, aku ... HINATAmu," kata hinata sambil menatap mata sasuke dalam - dalam.

Sasuke mengusap lembut kepala hinata,

"hinata, aku merindukanmu,"desis sasuke yang melihat hinata seperti dulu kembali.

Mereka pun kembali berjalan-jalan menikmati keramaian di bawah sinar rembulan.

"Terimakasih, kau telah kembali ... walau hanya sekali," batin sasuke senang

Hinata menatap sinar rembulan,

"aku takut, takut tidak akan melihatmu tersenyum lagi setelah ini. perasaan cinta ini, perasaan yang tetap ada walau gadis ini sudah mati,"batin hinata

...

waktu menunjukan Hampir tengah malam, hinata dan sasuke pun kembali.

Ketika hampir sampai di rumah, sasuke melihat mobil hitam naruto sudah bertengger di depan rumahnya.

"baka ! sedang apa dia di sini,"desis Sasuke kesal

"ada temanmu ? bagaimana ini ?,"Tanya hinata bingung

"tidak apa. Sementara kau bersembunyi di mobil, jangan keluar sampai aku datang,"pinta sasuke lembut, hinata tersenyum dan mengangguk mengerti

"Hinata ...," batin sasuke senang.

Sasuke turun dari mobilnya yang di parkir agak jauh dari mobil naruto.

"yooo… teme ?! dari mana saja kau ? aku mencarimu,"sahut naruto yang melihat kedatangan sasuke

"ada apa ?,"Tanya sasuke datar

"kau ini, tadi aku dan sakura ingin mengajakmu jalan – jalan melihat festifal. Tapi kau sulit di hubungi,"desis naruto merangkul sasuke

Naruto mengerutkan alisnya

"bau apa ini ? aura ini…,"desis naruto langsung berbalik manatap tajam mobil sasuke

Tatapan tajam naruto seakan langsung menusuk hinata,

"Apa ini ... argghh," hinata merasa kesakitan. Dia menatap naruto yang menatap tajam ke arahnya sambil merangkul sasuke.

"dia… dia,"desis hinata kesakitan, hinata pun seperti kembali ke masa lalu saat detik – detik kematiannya.

Flashback:

"naruto ? kenapa kau di sini ?,"Tanya hinata sambil tersenyum lembut

Naruto melihat hinata dari ujung kaki sampai atas, naruto melihat bekal yang di bawa hinata

"naruto, kau kenapa ? matamu kenapa seperti itu ?,"Tanya hinata cemas

"Hinata, aku Mencintaimu ," Tegas naruto

"Naruto, apa yang kau katakan?," Tanya hinata tidak mengerti

"aku sangat mencintaimu, tetapi dunia kita berbeda. Aku bukan manusia seutuhnya, karena itu kita tidak bisa bersama,"terang naruto

"jadi karena itu, naruto dulu menolakku ?,"Tanya hinata lembut,

Naruto tertegun, tidak terlihat rasa takut di mata hinata.

"terimakasih naruto sudah jujur padaku, sekarang aku tahu cintaku tidak bertepuk sebelah tangan,"lanjut hinata

"Tapi ..," kata hinata lagi sambil tersenyum tulus

"sekarang, apapun yang terjadi. Naruto tetap sahabatku… seperti apapun itu,"kata hinata

"tapi hinata, sekarang kita bisa bersama,"tolak naruto

Hinata tertegun tidak percaya,

"Sekarang aku sudah tau caranya, aku tidak perlu lagi pura - pura acuh dan menolakmu," sahut naruto berbinar

Hinata menggeleng pelan,

"maaf naruto, sekarang sasukelah yang di hatiku. Aku tidak mungkin berpaling pada laki – laki lain selain sasuke,"tolak hinata halus

"Maaf naruto," kata hinata lagi akan pergi

"Maafkan aku hinata, aku tidak sanggup kehilanganmu. Meskipun untuk sahabatku," desis naruto tiba - tiba menyerang hinata

"aku mencintaimu, aku akan menunggumu. Pergilah bersamaku, ku mohon hinata,"bisik naruto.

end flasback

"bruukkk…,"terdengar suara naruto terpental menghantam mobilnya

"Menjauh dari sasuke!," Teriak hinata, matanya memancarkan kemarahan

Sasuke terkejut melihat kecepatan hinata yang tidak terlihat mata,

"hinata apa yang kau lakuhkan ?!,"sentak sasuke

Naruto bangkit dan tersenyum sambil menghapus darah di bibirnya,

"kau ingat hinata ? bulan dan hawa malam ini seperti saat malam itu,"kata naruto hendak mendekat

"apa yang kau katakan naruto ?,"desis sasuke tidak mengerti

Hinata berdiri di depan sasuke menghalangi sasuke dari jangkauan naruto

"Jangan dekati sasuke!," Bentak hinata ingin menyerang naruto, tetapi sasuke sudah menggenggam tangan hinata yang terlihat emosi itu dengan erat,

"hinata , tenangkan dirimu… dia tidak mungkin menyakitiku,"bisik sasuke, hinata tersentak dan menatap sasuke tidak percaya. Sasuke tersenyum lembut,

"hentikan itu ,"bentak naruto

"kenapa ? kenapa sasuke ? apa kau tau aku selalu mencarimu hah ?,"pekik naruto

"Apa kau tahu? Aku rela menyakitimu, rela melihat sasuke bersedih hanya agar bisa bersamamu. Apa kau tahu itu? Apa kau tahu bagaimana rasanya menolak orang yang kau cintai dengan sepenuh hati? Bagaimana melihat orang yang kau cintai dan sahabatmu akan menikah? Apa kau tahu?, "cerca naruto

"Naruto ...?!," Hardik sasuke tidak percaya

"Maaf sasuke, aku benar - benar mencintai hinata dan tidak dapat kehilangannya," kata naruto, mata naruto berubah menjadi orens

"maafkan aku menjadikanmu seperti ini hinata, tapi aku benar –benar mencintaimu,"desis naruto

"berengseekk !,"desis sasuke hendak memukul naruto, naruto menangkisnya dengan mudah dan balik memukul sasuke hingga terpental jauh.

"Sasuke ..." Hinata panik melihat sasuke terpental.

Kepala sasuke berdarah menghantam aspal, pandangannya buram.

Hinata marah dan memukul naruto, naruto tidak menangkis serangan bertubi hinata sehingga membuatnya terpental dan babak belur.

Mobil sasuke dan naruto menjadi korban dan ikut hancur karena tenaga naruto dan hinata yang di luar nalar.

Walau penuh darah naruto tetap bangkit kembali dan tersenyum,

"Mungkin aku akan bahagia bila mati di tangan orang yang aku cintai," desis naruto

Hati hinata bergetar mendengarnya,

"Kau tahu? Aku bukan hinata lagi," kata hinata

Sasuke yang tadi lemah karena terlempar keras masih mencoba berdiri,

"sasuke… maaf,"desis naruto yang melihat sasuke berdiri dengan susah payah

Melihat sasuke dan naruto yang berlumuran darah hinata teringat kenangannya,

Flashback

"naruto… aku, aku mencintaimu,"desis hinata malu - malu

"maaf hinata, aku tidak bisa menerima perasaanmu. Kau sahabat terbaikku,"jawab naruto

hinata pun berlari pergi menahan air matanya, mencari tempat yang benar - benar sunyi untuk menangis. mengeluarkan rasa sakit atas penolakan naruto,

"menangislah, setelah itu berjanjilah tidak akan menangis lagi untuk naruto. Berpalinglah padaku,"kata sasuke datar yang entah datang dari mana

"kau tidak perlu menerima permintaanku, karena aku akan membuatmu jatuh cinta padaku,"lanjut sasuke

flasback end

Hinata menitikkan air mata, sejenak dia melihat kearah sasuke yang terluka,

"Sasuke, berjanjilah padaku ...," bisik hinata, dia menyadari posisinya saat ini. dia memang mencintai sasuke lebih dari apapun tetapi kini dirinya bukanlah hinata lagi. dia hanya tubuh tanpa jiwa, dia yang seharusnya sudah tiada. dan hinata berfikir sasuke bisa mendapatkan yang lebih darinya, kebahagiaannya bukan belenggu cinta masa lalunya yang sekarang hanya mayat hidup saja.

Hinata menatap pantulan dirinya dari serpihan kaca mobil yang berserakan,

"kita tidak mungkin bersama, dunia kita berbeda,"batin hinata

"aku mencintaimu dan selalu mencintaimu walau aku sudah tidak bernyawa lagi,"batin hinata.

Hinata memungut besi yang agak runcing sambil mendekati naruto yang berjalan lemah menuju sasuke.

"Hinata ...," desis sasuke lemah, pandangannya membaur

"Naruto ..." panggil hinata

Naruto berbalik, secepat kilat hinata memeluk naruto dan menusuk punggung naruto sampai tembus kedepan membuat jantung hinata juga tertusuk.

Pandangan sasuke semakin buram,

"hinataaa …,"rintih sasuke berusaha meraih hinata

Hinata dan naruto membatu, hinata tersenyum ke arah sasuke,

"hiduplah dengan baik, aku mencintaimu sasuke,"batin hinata

"maaf sasuke… dan, terimakasih,"kata hinata tersenyum lembut dengan sedikit meneteskan air mata

Naruto tersenyum membalas pelukan hinata sambil muntah darah, tidak menghiraukan besi yang menghujam jantungnya.

"terimakasih hinata, maafkan aku… ,"bisik naruto

Hinata dan narutopun memudar dan lama kelamaan menjadi abu,

Setengah sadar sasuke menggenggam erat tangan hinata yang menjadi abu dan pingsan.

"sasukee…. Sasukee… ,"terdengar bisikan hangat hinata

Sasuke membuka matanya perlahan, sinar matahari menyilaukan mata sasuke.

"Hinataa ...," desis sasuke sambil menghalangi sinar matahari dengan sebelah tangannya

"kau sudah bangun ? kau sudah tidak sadarkan selama 3 hari. melihat kondisimu dan mobilmu yang hancur polisi menduga kau korban tabrak lari"terang Suster

"korban tabrak lari"batin sasuke tersenyum miris

"aku mencintaimu hinata, mungkin sekarang kita tidak bersama. tapi aku mohon, tunggulah aku. aku akan datang menjemputmu, di manapun duniamu"batin sasuke menatap matahari yang bersinar terang

+++ending, maaf bila banyak kekurangan. maklum author baru dan masih perlu banyak belajar :)