Part 3

Di kantin Sakura dan Hinata sedang membicarakan acara pentas seni di sekolah, yang akan di laksanakan hari minggu. Tiba-tiba Ino mengagetkan mereka dari belakang.

" Dorrr...!" Ino mengagetkan.

" Haduh, Ino! Jantung gue mau copot." Jawab Sakura melebihkan.

" Alah, lo ini XL banget." Ejek Ino.

" Apaan XL?" tanya Sakura penasaran.

" Xtra Lebayyyyyy." Ledek Ino dengan suara yang keras. Sehingga semua mata siswa yang ada di kantin tertuju padanya. Ino menyadarinya, dengan cepat Ino menarik tangan Sakura dan Hinata menuju perpustakaan.

"Tumben, lo ngajak kita ke perpustakaan." Tanya Hinata penuh dengan keheranan.

"Tapi ada untungnya juga, gue mau minjem novel terbaru." Tambah Hinata sambil memilih milih novel yang mau di pinjam.

" Sebenarnya gue ngajak kalian kesini, pertama karena gue malu dengan kejadian di kantin. Dan yang kedua gue pengen kasih tau kalo ada murid baru yang sekolah di sini." Jelas Ino panjang lebar.

Dan mereka menjawab, " TERUS MASALAH GUEEEE?" menjawab bersamaan.

" Ya bukan sih, gue cuma ngasih tau aja. Tapi kalo ngga mau juga ngga apa-apa." Bela Ino.

" Oke, gue pengen tau." Rengek Sakura.

" Ya udah gue mulai cerita nih, dengerin!" pinta Ino.

Dengan seksama mereka mendengarkan penjelasan dari Ino.

" Jadi anak baru itu pindahan dari SMA 3 BANDUNG. Ciri-cirinya tinggi, putih, cakep dan pokoknya lebih cakep dari Sasuke anak XI IPA 1. Dan kabarnya lagi, dia sekelas sama lo sakura!" tunjuk Ino kepada Sakura.

" Emang kenapa? Salah?" bela Sakura, karena merasa di pojokan.

" Yaiyalah. Lo beruntung bisa sekelas sama cowo baru itu." Timpal Hinata yang dari tadi memilah-milah novel, sembari mendengarkan penjelasan Ino.

" Yaelah, kaya gitu aja diributkan." Sakura meremehkan. " Kalo kalian suka sama cowo itu, deketin aja terus! Sekalian aja di makan." Tambah Sakura.

Bel berdering tanda waktu istirahat selesai. Mereka bertiga berpisah. Sakura dikelas X-3, Ino dikelas X-9 dan Hinata dikelas X-1. Jadi ketika berkumpul di sekolah, waktu yag di gunakan pada jam istirahat. Tapi Sakura tidak langsung ke kelas, melainkan ke toilet. Karena dari tadi menahan pipis. Dengan langkah cepat, Sakura menuju toilet.

Tapi sial menimpanya, ketika dia melewati lapangan basket, Sakura terkena bola basket dan..

DUKKKKKK!

Benturan yang diperoleh Sakura sangat keras dan membuat Sakura kesakitan.

" Aduhhh sakit banget!" Sakura memegang kepalanya yang sakit. Seorang cowo mengambil bola di dekat Sakura.

" Sorry." Sambil meninggalkan Sakura yang kesakitan. Dengan begitu, niat untuk ke toiletpun diurungkan. Langkah kaki Sakura gontai, memutar balik menuju kelas. Di dapatinya kelas kosong. Ternyata semua temannya menuju ke GOR dekat sekolah, karena ada tes lari. Tapi Sakura memutuskan untuk berdiam diri di kelas.

" Huh, kurang ajar banget sih tuh anak! gue kena bola malah di telantarin. Bukannya malah di tolongin. Dasar tidak berperikemanusiaan." Gerutu Sakura sambil menggedo-gedor meja tempat duduknya.

" Apa yang lo bilang? Gue tidak berperikemanusiaan?" gertak seseorang dari luar kelas. Sakura terkejut melihatnya, yang dilihatnya lebih dari monster atau hantu. Tapi yang dilihat adalah Sasuke. Kemudian Sasuke mendekati Sakura. Mendekatkan wajahnya ke wajah Sakura yang begitu mulus, putih, bersih, dan hendak menciumnya. Tapi dengan sigap Sakura manampar pipi Sasuke sehingga terlihat merah. Sasuke hanya menampakan muka sinis.

" Gue cuma mau bilang sorry soal yang tadi. Gue Sasuke kelas XI IPA 1." Kata Sasuke dengan berlalu meninggalkan Sakura yang masih terkejut atas perlakuan Sasuke kepadanya.

Kelas XI IPA1 terlihat rame, tetapi seorang diantaranya hanya menghabiskan waktu dengan melamun.

" Hey bro! Lo inget ngga sama cewe yang terkena bola tadi siang?" tanya Gara kepada Sasuke.

" Ya gue tau, namanya Sakura." Jawab Sasuke malas.

" Cewe itu cantik banget ya?" tanya Gara lagi.

" Terserah lo aja deh!" jawab Sasuke datar.

" Kenapa ngga lo cobain aja dia?" usul Gara. " Gimana kalo kita taruhan aja, kalo lo dapetin tuh cewe, lo bakalan gue traktir. Tapi kalo ngga lo yang traktir gue, gmn?"

Sasuke berfikir sejenak. " Ok, gue setuju." Jawab Sasuke optimis.

Teman-teman Sakura sudah kembali ke kelas dan siap untuk belajar FISIKA bersama Kakashi sensei yang lemot. Tapi Kakashi sensei berbeda sekarang, dia ditemani seorang cowo. Sakura tidak tahu tentang cowo yang menemani Kakashi sensei. Dipikirnya adalah sekertaris baru Kakashi sensei.

" Selamat siang." Sapa Kakashi sensei.

" Siang sensei!" jawab semua siswa serempak.

" Ok, sekarang kita kedatangan siswa baru pindahan dari SMA 3 BANDUNG. Dan yang berada disebelah sensei ini adalah siswa baru di SMA 16 JAKARTA." Jelas Kakashi sensei panjang lebar. Tanpa disuruhpun cowo itu langsung memperkenalkan diri.

"Perkenalkan nama gue Naruto. Gue pindahan dari SMA 3 BANDUNG. Terima kasih." Setelah melihat wajahnya, Sakura terkejut. Karena yang dilihatnya adalah Naruto temen waktu di Bandung. Naruto juga menyadari bahwa dia sekelas dengan Sakura. Kebahagiaanpun terpancar dari wajah Naruto.

" Ok Naruto kamu bisa duduk disebelah Sakura." Perintah Kakashi sensei. Naruto menuruti perintah Kakashi sensei. Dan pelajaran FISIKA pun dilanjutkan, tapi tidak ada satupun materi yang masuk ke otak Sakura.

" Coba Sakura, tolong kerjakan soal nomor 3." Perintah Kakashi sensei dengan tegas. Dan hanya dalam waktu 10 menit. Tidak lebih dari itu." Tegas Kakashi sensei lagi.

Dengan sekuat tenaga Sakura mengerjakan soal tersebut di buku latihan. Tapi usaha Sakura sia-sia karena jawabannya selalu salah. Naruto menyadari hal itu, " Ada yang bisa gue bantu Sakura?" tanya Naruto.

" Gue ngga bisa." Jawab Sakura malu.

" Ya sudah sini biar gue ajarin." Naruto memberikan bantuan. Dalam waktu yang kurang dari 10 menit Naruto dapat membantu Sakura mengerjakan soal tersebut. Hal itu membuat beban Sakura hilang.

" Sekarang nomor 3." Ingat Kakashi sensei. Sakura maju ke depan untuk mengerjakan soal nomor 3. Tak hayal jawaban Sakura benar. Di barengi bel pulang. Soal pun terjawab.

Dalam hati Sakura menggerutu kecut." Kenapa sih, tiap kali pelajaran Kakashi sensei pasti gue yang selalu di tunjuk buat ngerjain soal yang ngga jelas datangnya dari mana."

" Sakura mau bareng ngga?" tanya Naruto.

" Heemmm, boleh." Jawab Sakura girang.

Dari kejauhan , tampak dua orang memanggil.

" SAKURAAAAAA!"

Dengan tengokan yang cepat Sakura membalas. Dua orang tersebut berlari menuju Sakura.

" Sakura ke mall yuk?" pinta Ino. Maklum saja di antara mereka yang paling mengerti tentang fashion, kecantikan, cowo, pokoknya yang berhubungan dengan cewe dia paling jago. Secepat kilat Naruto menjawab. " Sorry, Sakura udah punya janji sama gue." Sakura keheranan, karena sebelumnya dia ngga pernah janji mau jalan sama Naruto. Sakura ingin berkata, tapi satu dekapan tangan di mulutnya membuat Sakura sulit untuk berkata.

" Gue tinggal dulu ya?" pamit Naruto kepada Ino dan Hinata yang terkejut dengan tetap mendekap mulut Sakura.

" Sumpah cakep banget cowo tadi." Ino berkomentar dengan tetap melihat lurus ke depan. Tetapi komentar tersebut tak dapat reaksi dari Hinata. Karena Hinata sudah terhipnotis dengan novel yang di bacanya. Tak heran kacamata yang dipakai Hinata setebal lup. Walaupun begitu dia adalah siswa teladan di SMA 16 JAKARTA.

" Woy, dari tadi gue ngomong lo ngga dengerin gue ya?" sewot Ino kepada Hinata. Tapi tak ada sahutan dari Hinata. Dengan sedikit melirik ke arah Hinata, dia hanya bisa tertawa kecil. Karena di dapatinya Hinata terkantuk kantuk. Ino hanya bisa mengelus dada melihat keanehan sahabatnya.