Fix You

Chapter 3

Disclaimer Masashi Kishimoto©

Story by Angelzvr

Don't like don't read

Author really thank's if you leave a review after reading^^

Warning: lime/lemon, typo(s), author masih newbie, Hinata bad girls, dll.


Hinata menatap ngeri ketiga wanita yang terus saja mendekatinya itu.

"Kalau kau berbohong Hinata, rambut kebanggaanmu ini akan kupotong". Kata Shion sambil mengelus rambut indigo panjang milik Hinata dan sukses membuat sang pemilik merinding.

"Jadi, apa hubunganmu dengan Naruto-kun!". Hinata hanya menggeleng mendengar pertanyaan dari perempuan berambut pirang itu.

"Jawab aku Hinata!".

"T...Teman". Hinata bersusah payah menguk salivanya.

"Bohong!". Helaian rambut indigo berjatuhan dilantai toilet. Hinata yang melihatnya terbelalak kaget dan memegang seperempat rambutnya yang telah dipotong pendek. Mereka bertiga tertawa sekencang-kencangnya. Air mata keluar dari sudut mata Hinata.

"Hei lihat si jalang ini menagis hahaha". Kata Ino.

"Sekarang giliranku". Sakura mencoba menghentikkan tawanya.

"Apa kau menyukai Sasuke-kun?". Sakura mengambil ancang-ancang mengarahkan guntingnya ke rambut indigo gadis itu.

"T-tidak". Hinata menutup matanya.

"Kau ini memang tukang bohong ya". Helaian indigo kembali memenuhi lantai toilet itu. Setengah rambut Hinata sudah terpotong.

'Kami-sama tolong aku... Aku mohon'. Hinata kembali menutup matanya, berharap Kami-sama mendengarkan doanya.


Sudah setengah jam lebih Sasuke menunggu Hinata didepan mobilnya. Sedari tadi para siswi terus menggodanya minta diantar pulang. Sasuke hanya mendengus untuk kesekian kalinya, ia sudah berjanji untuk mengantar Hinata pulang. Akhirnya Sasuke memutuskan untuk mencari Hinata didalam sekolah. Ia memeriksa kelas Hinata, dan tidak ada orang didalam, lalu ia mencari lagi di atap, mungkin Hinata sedang merokok. Tetapi tidak ada orang! Sekolah sudah sepi, apa mungkin Hinata sudah pulang? Mana mungkin Hinata keluar dari sekolah tanpa diketahui olehnya, sedari tadi ia kan sedang menunggu didepan gerbang.

Akhirnya insting Sasuke mengatakan Hinata ada ditoilet. Sasuke melangkahkan kakinya menuju ke toilet yang ada didekat kelas Hinata. Ia memutar kenopnya dan terkunci. Terkunci? Ini aneh, bukankah setiap ruangan akan dikunci pukul 5 sore? Sedangkan sekarang baru pukul 3 sore. Lalu terdengar samar sebuah tawa anak perempuan. Hantu? Tidak mungkin ada hantu sore hari. Entah kenapa insting Sasuke mengatakan Hinata ada didalam. Sasuke mencoba mendorong pintu yang lumayan berat itu. Sasuke tidak peduli tubuhnya sakit ataupun memar yang penting ia bisa memastikan instingnya benar.

"Hei Ino apa kau tidak dengar ada yang mendorong pintu?". Ino dan Shion yang sedang tertawa pun mengehentikkannya untuk mendengar suara pintu yang seperti akan didobrak.

"Eh? Benar juga? Bagaimana ini?".

"Jangan-jangan itu guru! Coba kau periksa keluar dan buat sebuah alasan kita ada disini Ino! Dan kami akan sembunyikan si jalang ini!". Sakura dan Shion membawa Hinata kepojok ruangan agar tidak terlihat dari pintu.

"Baiklah..."

Ino membuka pintu itu dengan anak kunci yang ia simpan, dan disaat pintu terbuka. Terlihat seseorang berambut raven menabraknya.

"Ittai..!". Ino merintih kesakitan dikala seorang pria menindihnya.

"Hei cepat berdiri kau berat tahu!". Shion dan Sakura terkejut ketika melihat orang yang datang adalah Sasuke, senentara Ino belum menyadarinya. Sasuke menatap kearah helaian rambut indigo yang bertebaran dilantai dan sangat ia yakini itu milik Hinata!

"Apa yang kau lakukan dengan Hinata!". Sasuke segera berdiri dan mencengkram leher Ino.

"A..ano le..lepaskan cengkramanmu a..aku akan je...jelaskan". Susah payah Ino berbicara.

"Dan kalian, dimana Hinata?!". Kali ini Sasuke menatap tajam kedua orang yang menontoni perbuatannya.

"A...aku tidak tahu". Ujar Shion dengan wajah tidak berdosanya.

"Sudahlah kau tidak usah mencari si jalang itu Sasuke-kun~". Sakura merangkul lengan kekar milik pemuda itu.

"Lepaskan! Kau yang jalang aneh!". Sasuke menghentakkan lengannya dan segera berjalan menuju kesalah satu bilik dan benar saja seorang gadis dengan rambut indigo yang sudah terpotong pendek setengahnya sedang menangis dengan mulut yang disumpal dasi sekolahnya. Sasuke mendeketinya dan melepaskan sumpalan yang ada dimulutnya.

"Hiks...Sasuke-kun...". Sasuke mendekap tubuh gadis itu mencoba menenangkannya.

"Hn, kau berhutang budi denganku".

"Dan kalian! Akan kulaporkan ke kepala sekolah!". Ancam Sasuke sebelum keluar dari toilet itu sambil menggendong Hinata ala bridal style.


"Hiks... Terima kasih Sasuke-kun, tetapi kau tetap saja datang terlambat!". Hinata sekarang berada diatas tempat tidur milik Sasuke.

"Hn, setidaknya kau masih selamat".

"Huh tetap saja rambutku jadi aneh begini!". Akhirnya Hinata memotong setengah lagi rambutnya dan sekarang rambutnya hanya sampai kuping (bayangkan rambut Hinata yang waktu umur 13 tahun).

"Jadi, apa yang akan kau berikan padaku?".

"Memang kau inginkan apa?".

"Sesuatu yang sempat tertunda". Hinata merinding mendengar hal itu.

"Kau kan tahu aku tidak akan berbuat 'itu' sebelum menikah?".

"Hn, apa salahnya kau melanggar janjimu sendiri?".

"Entahlah, aku tidak ingin, tetapi untuk bermain foreplay aku mau".

"Foreplay kadang membosankan".

"Ayolah Sasuke-kun, coba kita berbuat sesuatu yang menyenangkan seperti minum-minum?". Sasuke berdiam diri sebentar untuk menimang-nimang permintaan Hinata.

"Baiklah".


"Hahahahaha lihat rambutmu itu Hinata-chan!". Naruto tertawa terpingkal-pingkal melihat rambut Hinata yang sangat pendek itu.

"Berisik! Seperti rambutmu tidak aneh saja!". Hinata hanya menutup kupingnya mendengar celotehan sahabatnya itu.

"Tetapi aku suka, mengingatkan dirimu yang dulu". Naruto tersenyum manis dan membuat jantung Hinata berdegup cepat.

"Huh, tidak lucu". Hinata menocoba menyembunyikan rona merahya. Lalu Sasuke datang menghampirinya.

"Untung kemarin ada Sasuke-kun". Hinata mengecup bibir Sasuke dihadapan Naruto dan sukses membuatnya cemburu.

"Hn, kau tidak apa-apa kan hime?". Sasuke memeluk pinggang Hinata.

"Tentu saja". Naruto seperti menonton adegan drama dihadapannya. Akhirnya ia meninggalkan 2 pasang manusia itu dan segera menuju ke meja sahabatnya.

"Huh Kiba, Hinata semakin dekat saja dengan si Teme". Kata Naruto yang kini sedang duduk disamping meja Kiba itu.

"Kau mungkin kurang perhatian". Kiba tetap sibuk menatap layar smartphone nya.

"Padahal aku sudah sering mengantarnya pulang, mentraktirnya dan masih banyak lagi".

"Itu tetap saja tidak cukup".

"Aku bingung harus berbuat apa lagi dengannya". Kali ini Kiba menatap intens Naruto.

"Kenapa kau tidak ikuti saranku?".

"Saran yang mana?".

"Ck! Kenapa kau tidak mendekati Shion? Bukankah ia sangat menyukaimu?".

"Lalu?".

"Kau kan bisa membuatnya sebagai pelarian, tetapi terserah kau kalau ingin serius dengannya". Naruto berpikir sejenak. Pelarian? Bukan ide buruk... Apalagi kalau Shion memang sangat menyukainya? Bukankah itu sangat mudah?

"Mungkin harus kucoba...". Kiba menepuk bahu Naruto.

"Kau harus mencoba gadis lain selain Hinata! Dan selamat mencoba~". Kiba kembali memfokuskan matanya pada kayar smartphonenya.


"Shion-chan!". Jantung Shion berdetak cepat. Ia sangat mengenali suara itu! Ya, suara yang sangat ia harapkan untuk memanggil namanya kini menjadi kenyataan!

"Ada apa Naruto-kun?". Shion menatap sapphire indah milik Naruto.

"Eh... Kau mau makan bersamaku tidak?". Naruto menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal itu.

"Benarkah? Tentu saja aku mau!". Entah mimpi apa Shion semalam, laki-laki pujannya kini ingin mengajaknya makan bersama.


"Jadi Shion-chan suka menggambar?". Shion mengangguk dan melanjutkan acara makannya.

"Bahkan aku pernah menggambar wajah Naruto-kun".

"Benarkah? Apa aku boleh melihatnya?". Ucap Naruto antusias karena jarang sekali ada orang yang mau menggambar wajahnya tanpa disuruh.

"Tentu saja! Aku memang sengaja membuatnya khusus untuk Naruto-kun!". Jauh yang dibayangkan Naruto, ternyata berhubungan dengan Shion lumayan menyenangkan juga.

"Naruto-kun? Apa aku boleh bertanya sesuatu?".

"Tentu, kau mau bertanya apa?".

"Sebenarnya hubunganmu dengan Hinata itu...apa?". Naruto menghela nafas sejenak.

"Hmm, kami dulu sahabat sedari kecil". Jawab Naruto singkat. Shion terdiam dulu sejenak, mencerna perkataan Naruto.

"Naruto-kun bolehkah nanti aku pulang diantar?". Tanya Shion dengan nada memelas. Naruto tidak merespon perkataan Shion, matanya malah terfokus pada 2 orang berbeda gender yang sedang duduk berhadapan tak jauh dari mejanya.

Tak mendapat respon, Shion mengikuti arah pandang Naruto yang tertuju pada 2 pasangan dengan warna rambut yang hampir sama itu. Tatapan benci keluar dari wajah cantiknya.

'Kenapa harus disaat-saat seperti ini si jalang harus muncul?! Dan kenapa Naruto-kun harus menatapnya seakan cemburu padahal mereka kan hanya berteman!".

"Naruto-kun? Naruto-kun tidak memperhatikanku?". Shion memasang wajah memelasnya. Hati Naruto berdegup ketika lamunannya mulai sadar. Ternyata wajah Shion memang lumayan manis jika dilihat-lihat dan kemana saja Naruto yang baru menyadarinya?

"Eh? Maaf tadi kau bilang apa?". Naruto mulai salah tingkah.

"Tidak, aku hanya meminta Naruto-kun ingin mengantarkanku pulang?". Wajah Shion tersipu ketika mata Sapphire itu memperhatikan wajahnya.

"Dengan senang hati". Naruto memberikan senyuman lebarnya.


"Sasuke-kun kau kapan-kapan mau kan ajari aku bermain bola?". Hinata menatap wajah tampan itu dari depan.

"Hn". Jawab Sasuke singkat.

"Huh aku tidak tahu arti katamu itu". Hinata menggembungkan pipinya.

"Kau tidak berniat mengadukan Shion, Sakura dan Ino?". Sasuke malah mengalihkan pembicaraan.

"Tidak, aku tahu mereka hanya iri denganku, lagipula aku sudah bosan berurusan dengan sekolah, mereka pasti menyuruhku memakai dasi dan ikat pinggang saat bertemu kepsek". Hinata kembali mengingat respon guru-guru yang menegurnya saat melihat Hinata memakai seragam tidak rapih.

"Hn, nanti malam ke bar?". Hinata tidak merespon perkataan Sasuke, kali ini ia menatap kedua orang berbeda gender yang sedang asik mengobrol. Timbul rasa cemburu dihati Hinata, rasa itu tanpa alasan, Hinata bukanlah siapa-siapa bagi Naruto.

"Dobe sepertinya sudah berhenti mengusikmu". Hinata membuyarkan lamunannya dan kembali menatap Sasuke.

"Hmm, ya tapi aku seperti merasa tidak rela jika melihatnya bersama wanita lain".

"Apakah kau juga berpikiran ia tidak rela melihatmu bersama laki-laki lain?". Kata-kata dingin Sasuke sukses membuatnya merasa bersalah.

"Kau tahu darimana ia akan berpikir seperti itu?". Kata Hinata dengan dingin.

"Apa kau tidak lihat wajahnya saat melihat kau bersamaku?".

"Mungkin dia hanya khawatir denganku". Hinata mencoba untuk bersikap angkuh dan dingin seperti Sasuke.

"Padahal tadi aku melihat si Dobe menatapmu dengan cemburu". Sasuke kembali menyeruput kopinya.

"Biar saja, dia juga tidak mungkin tertarik dengan Shion". Hinata memberikan senyuman menghinanya kepada Shion yang tepat sedang menatap tajam padanya.


"Huh Shion sekarang Naruto-kun sudah dekat denganmu, tetapi Sasuke-kun tidak pernah mau peka padaku". Sakura menatap iri sahabatnya itu.

"Hm ya sepertinya Naruto-kun sudah mulai suka denganku". Kata Shion dengan wajah sumringahnya.

"Untung Sai-kun selalu peka denganku". Ino mencoba menggoda sahabatnya itu.

"Sudahlah Sakura, masih untung si jalang tidak mengadukan kita ke kepsek".

"Hn, ya kalian semua enak sudah memiliki pasangan, tapi aku? Aku harus bagaimana...".

"Sabar, tidak semua orang menyukai wanita berjidat lebar". Ino tertawa cekikikan.

"Ya, apalagi yang berambut norak sepertimu". Shion ikut menimpali perkataan Ino. 4 siku berkedut di dahi lebar Sakura.

"Kalian ini jahat setelah kalian dapatkan yang kalian mau, kalian malah meninggalkanku". Sakura menahan tangisnya.

"Sakura-chan aku kan hanya bercanda, kenapa kau harus anggap itu serius?". Shion mencoba menghibur Sakura.

"Iya Sakura-chan, tenanglah kami akan membantumu mendekati Sasuke-kun". Ino jadi menyesal telah mengatakan hal itu pada Sakura.

"Aku juga akan membantu kalian menjauhkan Hinata dari Sasuke-kun". Tiba-tiba sebuah suara yang tidak asing ditelinga mereka datang mendekat.

"Karin-chan?". Siswi yang berbeda kelas darinya itu tiba-tiba datang menghampiri mereka bertiga.

"Hm, ya aku akan membantu kalian lebih tepatnya Sakura". Ucap perempuan cantik itu.

"Maksudmu?". Sakura heran mendengar ucapan Karin.

"Aku tahu strategi untuk memisahkan Hinata dengan Sasuke".

"Bagaimana?!". Tanya Sakura antusias.

"Akan kuberitahu, tetapi dengan satu syarat".

"Kenapa harus pakai syarat?". Sakura mencibir Karin.

"Baiklah jika kalian tidak ingin dibantu". Karin berlagak seolah ibu-ibu yang meninggalkan seorang pedagang yang tidak memberikannya diskon.

"Eittss... baiklah, apa itu syaratnya?".

"Setelah Sasuke tidak peduli lagi dengan Hinata, bantu aku mendekati Suigetsu". Kata Karin dengan wajah iblisnya.

"Kalo begitu saja aku setuju!". Kata Sakura dengan semangat, baginya mendekatkan Karin dengan Suigetsu itu urusan gampang! Yang terpenting ia bisa mendekatkan diri dengan Sasuke.

Sakura tidak tahu, bukan itu rencana Karin, sebenarnya ia hanya memperalat Sakura, dan setelah ia selesai dengan urusannya, Sakura akan segera ia buang dari hidupnya.


"Hinata aku ingin meminta maaf denganmu". Kata Sakura tiba-tiba.

"Eh?". Hinata tidak percaya dengan apa yang terjadi. Sakura Haruno yang tadinya sangat membencinya sekarang ingin meminta maaf pada Hinata, sungguh tidak bisa dipercaya!

"Ya, aku sadar dengan yang telah aku lakukan jadi aku ingin meminta maaf, sungguh! Aku sangat tulus meminta maaf padamu". Sakura memberikan tatapan yang seolah meyakinkan dengan tatapan yang sayunya.

"Aku tidak butuh maafmu". Kata Hinata dengan dingin. Rasanya Sakura ingin segera menerkam Hinata saat itu juga, tetapi ia harus tahan ini demi kelancaran misinya.

"Ayolah tolong maafkan aku, aku sangat ingin berteman denganmu". Sakura memberikkan Puppy Eyesnya dan sukses membuat Hinata ingin muntah.

"Baiklah dan jangan ganggu aku lagi!". Hinata segera pergi meninggalkan Sakura. Ia merasa pasti ada yang tidak beres sehingga sikapnya bisa berubah begitu saja.


"Hinata-chan ayo kita minum-minum". Ajak Sakura tiba-tiba.

"Sejak kapan kau suka minum-minum?!". Entah kenapa Hinata jadi sweatdrop melihat perubahan sikap Sakura.

"Sejak berteman dengan Hinata-chan~".

"Anak kecil sepertimu tidak baik minum-minum, lebih baik kau pulang, siapa tahu ibumu sedang mengkhawatirkan putri kecilnya". Kata Hinata dengan nada bicara yang menjengkelkan.

"Ayolah! Kapan kita akan bertemu? Didekat rumahku ada bar yang cukup besar!". Hinata menjadi jengkel dengan sifat keras kepala milik Sakura.

"Ck, aku sudah janjian dengan Sasuke-kun, lebih baik kau pulang sekarang sudah sore". Hinata pergi meninggalkan Sakura sendirian.

"Beginikah balasanmu pada orang yang telah berbaik hati mau berteman denganmu?! Aku tahu kau kesepian Hinata! dan izinkan kali ini aku menjadi temanmu!". Entah kesabaran Sakura telah habis menghadapi Hinata yang sekarang.

"A-aku minta maaf, aku kira kau hanya ingin mempermainkan kebaikanku". Hinata menjadi merasa bersalah setelah mendengar perkataan Sakura.

"Aku kan sudah bilang aku ini tulus berteman denganmu". Sakura tersenyum meyakinkan.

"Baiklah temui aku dibar ping pen, pukul 10 malam, aku ada disana bersama Sasuke-kun". Hinata tersenyum ceria.

"Ok! Aku tidak akan datang terlambat!". Sakura memberikan nomornya pada Hinata dan segera berpamitan pulang.

'Kau telah terkena jebakanku Hinata-chan'. Sakura tersenyum sinis setelahnya.


TBC

Eeaaa Angel balik lagi dengan update kilat:v

Angel terharu melihat respon kalian (^ω^)

Okeey saatnya buat balas review:

Jj: sebenarnya gaselalu nh, tapi terserah silahkan tekan tombol back^^

Mell Hinaga Kuran: terimakasih sudah review^^ ohiya Angel sukaloh fict yang drabbles bikinan kamu tentang kehidupan SasuHina, update kilat yah^^ *plak #MasihSempetAja

Understand: terimakasih sudah review^^ mau komen sedikit juga gapapa kok:v menurut saya Naruto yang udah jadi hokage tamvan kok:v nanti akan saya beri kepastian^^

Kizu853: baiklah tunggu endingnya sazza

DaNar'uto uzumaki: okeey thankyou reviewnya^^

Aprilia Yasir: biar surprise:v terimakasih sudah review^^

Guest: thankyou reviewnya^^ Kritik memang membuat kita lebih baik ∩_∩

Siiuchild: disini Sasuhina nya lumayan^^

Alta0sapphire: nyehehehehe:v okeey baca terus yah^^

Maaf kalo ada yang kelewatan atau gadijawab reviewnya, angel takut nanti ini fict isinya kebanyakan jawaban reviewnya lagi:v └(^o^)┘

Salam hangat,

(=^.^=)