"Eunghh.. Sempit sekali " Johnny mengerang

"Ya makanya kau ngapain tiduran disini juga !" Jaehyun yang tiduran disebelahnya menendang kaki sepupunya itu.

Ya jangan berpikiran macam-macam, dua lelaki bertinggi berlebihan ini sedang tiduran di tempat tidur yang kecil dan bahkan kaki mereka melebihi panjang tempat tidur itu. Mereka sekarang sedang berada di apartemen Taeyong. Mengapa itu sampai terjadi ?

FLASHBACK

"Jaehyun, Hyung mu ini sudah siap." Johnny tersenyum masuk ke mobil Jaehyun dengan pakaian kesukaannya. Jaket jeans tommy-hilfiger, kaos abu-abu dan celana jeans robek-robek.

"Okay , mobil sudah panas, sekarang lebih baik kita berangkat. pouch ku sudah dibawa, koper kita sudah di bagasi." Jaehyun memeriksa semua bawaan.

"Laptop ku dan laptop mu sudah dibawa ?" Johnny bertanya lagi.

"Buat apa bawa-bawa laptop Hyung ? kita kan hanya mau menjemput Taeyong Hyung." Jaehyun sudah pusing.

"Bawa saja pokoknya siapa tau perlu." Johnny keluar dan buru-buru masuk ke rumah mengambil laptop beserta charger miliknya dan Jaehyun.

"Ya Tuhan pakai bawa charger segala ?" Jaehyun berang melihat kelakuan sepupunya.

"Iya. Hey laptop mu ada bokepnya tidak ? nanti kalau dilihat Taeyong bagaimana ?" Johnny asal bicara sambil meletakkannya di kursi belakang.

"Tentu saja di folder terkunci! Maksudku tidak ada. Ayo berangkat." Jaehyun keceplosan.

Jaehyun pun menginjak gas dan mereka bergerak keluar dari komplek perumahan dan menuju airport. Mereka tidak saling berbicara, Johnny sibuk dengan handphone nya dan Jaehyun memilih fokus ke jalan. Tetapi di tengah perjalanan Jaehyun akhirnya memutuskan untuk memulai pembicaraan. Dia dari kemarin ingin menanyakan hal ini.

"Hyung , kenapa kita membawa semua ini? Seperti mau liburan saja? Jangan aneh-aneh ya bulan ini kan aku UAS di kampus." Jaehyun paham benar, Johnny ini kadang suka aneh-aneh. Tiba-tiba menyeretnya liburan ke Maldive dulu pernah.

"Kita akan siap-siap untuk evakuasi dadakan paling tidak tiga hari ini Jay. Karena Donghyuk bisa saja Heat sewaktu-waktu." Johnny mengalihkan perhatian dari handphone nya.

"Hah? Apa hubungannya Heat Donghyuk dengan kita harus evakuasi? Kalau dia Heat kan bisa di apartemen nya sendiri, kenapa di rumah mu? memang dia gila?" Muka Jaehyun memerah membayangkan Donghyuk heat di rumah yang dihuni 3 Alpha.

"Ya , dia tinggal sendiri dan di apartemen campuran. Kau tidak ingat Kun bilang Heat dia itu 10x Heat pertama Omega biasa? Kamu pernah tidak cium bau Heat Omega?" Johnny menatap Jaehyun.

Jaehyun diam saja. Dia ingat waktu SMA dulu, anak sekelasnya Dokyum pernah lupa membawa supressor dan dia Heat. Sampai pusing menciumnya. Mana dia baru saja jadi Alpha. Si Dokyum itu sampai menempel ke dia. Untung saja ada temannya Soonyoung.

"Mark pasti berpikir tempat paling aman ya rumahku. Karena perumahan berjarak cukup jauh antara satu dengan yang lain dan juga cukup sepi. Kau bawa kan kunci apartemenmu?" Johnny menatap ke luar.

Jaehyun terdiam. Dia lupa memeriksa. Tapi biasanya kunci itu ada di dalam pouch nya yang selalu diletakkan di mobil kalau jalan-jalan. "Aaada, tentu" Jaehyun menjawab terbata.

"Wah , lebammu sudah hilang total ya ?" Johnny mendekatkan mukannya ke pipi Jaehyun.

"Belum semua, sudah lumayan karena kemaren aku pakai lagi salep Di Dat Jow itu sebelum tidur. Kemudian aku pakai make up tadi itu juga untuk menutupi lebamnya." Jaehyun sudah biasa dengan sepupunya yang tidak tau private space.

Kemudian perjalanan berlanjut dalam diam. Mereka akhirnya sampai di kawasan airport untuk kedatangan luar negeri. Mereka pun keluar dari mobil.

"Hyung, aku bagaimana rapi kan ?" Jaehyun merapikan baju dan rambutnya jadi gugup sendiri sudah lama tidak bertemu tambatan hati.

"Sudah, tampan sekali seperti pangeran. Kalau bukan sepupuku sudah aku gandeng. Ayo nanti kita terlambat." Johnny mengangguk-ngangguk

"Hiyy, ayo." Jaehyun bergidik lalu mereka berdua berjalan menuju pintu kedatangan.

Jaehyun menunggu dengan gugup. Dia terlihat sedang berlatih mengucapkan selamat datang, halo , hai , dengan berbagai ekspresi. Johnny hanya tertawa kecil disebelahnya. Lelaki ini sudah 19 tahun tapi seperti anak SMP kelas tujuh yang mau bertemu kakak kelas yang disukai saja. Saat melihat seseorang yang berambut silver yang mengenakan kaos metallica dan jeans hitam, Jaehyun melambaikan tangannya. Tapi dia tiba-tiba berhenti seperti melihat sesuatu. Johnny yang heran menatap ke arah yang sama.

"Ehmm, makasih ya mau membantu, tadi hampir saja tas besar orang di depan kita membentur kepalaku saat mengambil barang di kabin." Taeyong tersenyum dan mengangguk sopan pada laki-laki tampan berambut coklat gelap di sebelahnya.

"Tidak masalah, hey apa kau pergi sendiri dari bandara atau .. Oops sepertinya sudah dijemput." Lelaki itu tiba-tiba merasa merinding dan melihat ke arah Jaehyun. Jaehyun yang sedang menatapnya tajam, tatapannya langsung menusuk pada jantungnya.

"Oh ya , kau benar sampai nanti ya !" Taeyong tiba-tiba panik dan berlari menyeret kopernya dan keluar pergi ke arah Jaehyun.

"Siapa..."

Belum selesai Jaehyun berkata-kata, Taeyong sudah memeluknya. Orang yang dipeluk langsung diam karena kaget dan malu.

"Jaeee, aku kangen sekali, sudah lama menunggu ?" Taeyong memegang tangan kiri Jaehyun, matanya yang seperti batu obsidian itu memancarkan kebahagiaan.

"Belum kok, baru saja datang. Sini aku bawakan kopernya." Jaehyun seakan lupa mau marah tadi dan dia sudah kembali pada mode gentleman-jung nya. Taeyong mengangguk dan mulai melendot ke lengan Jaehyun.

"Uhuk." Johnny terkena penyakit flu burung. Oh tidak kok, dia hanya pura-pura batuk.

"Eh ada Johnny ? " Taeyong membelalakan matanya seakan terkejut.

"Ya , memang aku sebesar ini kau tak liat? Kau kenal Yuta ?" Johnny menatap orang yang berbicara dengan Taeyong tadi, dia juga sepertinya sedang berbicara dengan perempuan yang menjemputnya.

"Ehh tidak, tadi dia hanya membantu saja. Jae, aku lapar ingin chocolate cake ." Taeyong manyun manja.

"Baiklah, apapun Hyung, ayok !" Jaehyun tersenyum sampai lesung pipitnya terlihat jelas, dia mengajak Taeyong dan Johnny ke tempat parkir.

/-\

\-/

\-/

Mereka sekarang sudah berada di sebuah restoran pastry yang cukup mewah. Johnny hanya geleng-geleng kepala melihat Taeyong yang berusaha menyuapi Jaehyun coklat cake nya meski yg disuapi menolak terus sambil tertawa. Jung Jaehyun tidak memakan banyak gula untuk menjaga tubuh. Dia juga tidak suka menghamburkan uang meski dari keluarga kaya. Tapi untuk Lee Taeyong semua pengecualian, bisa dilihat dari banyaknya kue yang di meja ini seakan dessert untuk the last supper (okay Johnny mungkin berlebihan tapi demi Tuhan si Lee Taeyong kurus ini, pada jam 9.30 pagi makan kue seperti makanan penutup pada jamuan natal).

"Hyung sudah aku kenyang." Jaehyun menutup mulutnya sambil menolak garpu yg ada kuenya yang diberikan oleh Taeyong.

"Tapi sedikit sekali Jae? Johnny kau mau ?" Taeyong bertanya pada Johnny yang dari tadi diabaikan.

"Aaaa" Johnny membuka mulutnya dan Taeyong menyuapinya.

Jaehyun menyipitkan matanya dan menatap Johnny. "Hey kenapa ? ini choco banana kesukaanku." Johnny yang selesai mengunyah membela diri.

Taeyong hanya tertawa. Kemudian bertanya pada Jaehyun,"Jae , habis ini kita mau kemana ? Aku bosan langsung pulang ke apartemen." Taeyong mengelus telapak tangan Jaehyun.

"Hyung mau kemana? Kemana saja aku antar." Jaehyun, kalau Taeyong minta ke bulan saja akan dia antar.

"Ke mall saja, sebentar lagi buka kan, aku mau beli CD." Taeyong mengelap mulutnya dengan serbet.

"Roger." Jaehyun kemudian menatap Johnny dengan tatapan aneh. Johnny mengerti maksudnya adalah 'Bisakah tinggalkan kami berdua Hyung ?'

"Okay , okay , mana kunci apartemen mu Jay ? Aku mau mengerjakan tugas kuliahku di apartemen mu." Johnny paham. Dia mengulurkan tangannya seperti meminta sesuatu.

"Eh di mobil Hyung." Jaehyun panik

Mereka yang sudah selesai kembali ke mobil

/-\

\-/

\-/

-Didalam mobil-

Jaehyun mengaduk-ngaduk isi Pouch nya. Sialnya kartu kunci nya tidak ada. Sialan dengan apartemennya yang harus pake kartu segala.

"Hyung, kau ikut saja ya bagaimana ? lebih ramai lebih asyik!" Jaehyun takut mau bilang dia lupa membawanya. Johnny paling kesal jika apa yang dikatakannya tidak dituruti, apalagi sudah berkali-kali diingatkan. Menyuruhnya pulang sendiri pun tidak aman dia habis bertengkar dengan Mark.

"Hah? Yasudah aku ikut. Malas juga sih sebenarnya sendiri." Johnny menggedikan bahu lebarnya.

"Youngho, sampai sekarang kau masih 'tidak pacaran'?" Tiba-tiba Taeyong bertanya dengan muka serius, perhatian , atau apa Jaehyun tidak mengerti arti dari tatapan Taeyong ke Johnny lewat kaca spion.

"Tidak." Johnny hanya menjawab pendek dan memainkan tisu yang ada di kursi belakang.

/-\

\-/

\-/

Ternyata bertiga cukup menyenangkan, setelah membeli CD lagu yang memekakkan kuping kata Johnny, tapi awesome kata Taeyong , lalu mereka bermain di game center dan keliatan betapa payahnya Taeyong di games yang dia bilang sendiri "games untuk anak-anak". Johnny tidak segan untuk mengalahkannya di games racing car initial D , lalu Johnny harus mengambil alih pistol saat Taeyong malah ketakutan saat bermain tembak-tembakan yang lawannya semacam Zombie Resident Evil bersama Jaehyun. Lalu bagaimana dengan curang Jaehyun dan Taeyong mereka bekerja sama menghabisi Johnny di game table hockey. Tetapi Taeyong sebenarnya bukan seorang total loser dalam hal permainan, karena dia berhasil mengundang perhatian dan tepuk tangan seisi game center saat bermain Pump it Up semacam game berbasis dance. Jaehyun hidungnya mengembang bangga dan Johnny hanya tertawa saja melihatnya.

"Hah.. hah.. tadi hanya selisih dua poin saja ! Aku bisa kok mengalahkan score Johnny tadi!" Jaehyun yang keringatan dengan napas yang seperti kelelahan masih saja mengomel cuma gara-gara kalah permainan yang tinju-tinju sampai skor tertinggi.

"Huh..Jae , tidak liat itu sudah hampir rusak saat ditinju Johnny tadi! Kalau kau tinju lagi hancur sudah. Makanya kita lari hahahhaha" Taeyong geli mereka ini dua sepupu tapi kenapa seperti anak kecil tidak mau kalah. Mereka sudah keluar tempat game center tadi sambil berlari.

"Hah..WOHOOO tetap aku menang , aku paling kuat!" Johnny yang juga keringatan mengangkat tanganya dan menggoyangkan tangan dan pantatnya mengejek Jaehyun.

"Sialaan curang !" Jaehyun tidak terima.

"Sudahlah , kalian ini Alpha memang sangat kompetitif ya. Aku pertama kali liat sampai game nya yang nyaris hancur ya ampun." Taeyong melap peluh di kening dengan tangannya.

Jaehyun yang melihatnya langsung mengeluarkan sapu tangan dari kantong celana dan melap keringat Taeyong. Mungkin sederhana tapi cukup membuat Taeyong terkejut membeku.

"Hyung kan paling benci kotor. Jangan pakai tangan." Jaehyun sebenarnya mukanya sudah merah tapi dia mendapat gelar Gentleman Jung bukan tanpa alasan.

Dua sudut bibir Johnny naik membentuk senyuman. Tapi tak bohong dalam hati dia iri. "Hey aku lapar, kita makan yuk. Aku ingin pizza, kau suka kan Tae? Jay kau bisa pesan salad disana." Johnny memecah dua sejoli yang seperti dalam dunia sendiri.

"Ohh.. Iya, ayo!" Taeyong yang kaget lalu mengangguk dan mereka semua berjalan menuju tempat Pizza.

/-\

\-/

\-/

"Wah rame juga ya !" Jaehyun mencari kursi kosong di Pizza cafe yg ada di Mall itu.

"Namanya juga hari Sabtu. Itu ada tempat kosong!" Taeyong menunjuk tempat yang ada di tengah tengah dari tempat makan itu.

Setelah memilih menu dan memesan pada pelayan. Sembari menunggu mereka mengobrol.

"JAE, mukamu kenapa ?" Taeyong yang memperhatikan muka Jaehyun kaget melihat tiba-tiba ada seperti biru merah tua sedikit di pipinya. Make up nya luntur tadi saat di lap menggunakan sapu tangan.

Johnny dan Jaehyun membatu. Mampus ketahuan.

"Kemarin sparring Hyung." Jaehyun berbohong.

"Jaehyun, Hyung tau kamu berhenti ikut kungfu untuk sementara gara-gara nilai semester ini anjlok. Ayo ngaku kenapa, kenapa ?" Taeyong sudah dalam mode panik. Lagipula siapa berani meninju Jung Jaehyun.

"Dia ditinju Mark." Johnny angkat bicara.

"Bertengkar tepatnya, bukan ditinju ya." Jaehyun merasa dia kecil kalau dibilang 'ditinju'.

"Kenapa kalian bertengkar?" Taeyong jadi kesal. Kenapa Mark meninju sepupunya sendiri. Orang kesayangan dia pula.

"Karena Donghyuk." Jaehyun bingung menjelaskannya panjang lebar .

"Mana Mark! telepon dia sekarang! Aku marahi dia, ayo sekarang telepon!" Taeyong meminta HP Jaehyun.

Jaehyun tidak mau, apa-apaan memang dia anak kecil, sampai Taeyong seperti ibu-ibu yang mau menelpon anak yg berantem.

"Heh heh sudah , ini aku telepon saja ," Johnny mengeluarkan handphone nya.

"Loudspeaker" Taeyong menyuruh Johnny meletakkan handphone nya di tengah-tengah mereka.

Nada sambung tapi tidak diangkat berkali-kali. Jujur yang punya handphone langsung merasa sedih. Johnny khawatir Mark masih marah soal yg kemarin. Tapi memang Mark pantas untuk marah. Itu salahnya , dia memang bodoh lepas kendali. Johnny merasa dia memang pantas dibenci karena dia cuma bisa menyakiti orang terdekatnya.

Jaehyun yang melihat air muka Johnny yang sudah sangat muram dan sedih itu langsung mengambil handphone nya sendiri.

"Hyung,, mungkin dia masih tidur, atau bermain PS4, haha, coba pakai handphone ku ya !" Jaehyun berdoa dia juga tidak diangkat. Kalau telepon Johnny tidak diangkat sedangkan dia diangkat malah akan membuat Johnny semakin kepikiran.

TUUT TUUT, mencoba berkali-kali , tapi tiba-tiba telepon diangkat

"Mark !" Taeyong sudah siap untuk menyemburkan pertanyaan tapi seperti cuma ada suara grasa grusu.

"Coba keraskan suaranya." Taeyong meminta pada Jaehyun.

"SHIT!"

Mereka kaget hal pertama yang didengar suara umpatan yang cukup keras.

"Mark, kau.." Jaehyun sudah emosi apa-apaan kelakuan Mark ini.

"Mpph..mppph.." Suara seperti orang yang ditutup mulutnya terdengar.

"Mark ?" Johnny khawatir apa ada pencuri di rumah.

"ANGHHH , THERE lebih cepat Mark FASTER... hngghh ohhh" teriakan Donghyuk sangat jelas.

"OHH I got it baby I got it enggh.." suara Mark dan kecipak aneh.

"ARGHHHH" entah siapa yang berteriak. Tapi setelah itu ada suara crott aneh yang jelas bukan botol saus atau mayonaise.

"Hng..hah.. jangan... jangan kesini... sampai aku telpon ohh.." Mark kehabisan napas.

TUUT TUUUT. Suara sambungan telepon yang sudah putus. Tiga lelaki yang berada di dekat handphone itu terdiam seperti patung. Taeyong cukup menyesal meminta volume suara dibesarkan pakai loudpeaker pula. Karena hampir seluruh pizza cafe itu melihat ke arah mereka. Muka Taeyong dan Jaehyun sudah seperti udang rebus. Jaehyun menutup mulut dengan tangannya. Taeyong memegang keningnya. Taeyong yang memang Omega sepertinya hampir dapat menerka apa yang terjadi.

"Perkiraanku meleset." Johnny memecahkan keheningan. Ia mengira heat nya saat tepat ulang tahun Donghyuk.

"Jangan bilang kau lupa kartu kunci apartemen mu ya." Johnny berbicara pada Jaehyun tapi seperti memandang udara kosong didepannya.

"A..aku yang bayar hotelnya Hyung." Jaehyun mengambil handphone nya kembali.

END FLASHBACK

/-\

\-/

\-/

BACK TO PRESENT TIME

"Kau kenapa sih malah menginap disini!"

Jaehyun bingung , hotel yang mereka tempati tempat tidurnya lebih besar dan kamarnya lebih luas dari kamar Taeyong ini. Memang Taeyong menawarkan mereka untuk menginap saja di apartemennya. Karena ada kamar untuk Jaejoong juga jadi mereka bisa tidur di kamar Taeyong saja. Tapi Jaehyun menolak tidak enak. Lagipula ini salahnya lupa bawa kartu/kunci apartemennya. Tapi Johnny yang sudah 6 hari tidak keluar malam (ajaibnya Jaehyun kaget) tiba-tiba bilang ingin menginap di rumah Taeyong. Jaehyun yang rasa jantungnya nyaris keluar dari mulut,langsung bilang dia juga ikut menginap di rumah Taeyong. Ya bagaimana tidak, memang sih Johnny bilang dia bosan karena Jaehyun malah belajar di laptop nya terus jadi butuh teman. Ya cara melepas bosan bersama teman ala Johnny Lee itu seperti apa Jaehyun takut membayangkannya, jadi dia memutuskan mereka berdua menginap.

"Ya , aku tau kau pasti akan ikut. Hotel itu sumpek aku tidak suka. Aku ingin rame-rame saja menginap kan seru." Johnny merentangkan tangannya.

"Tangan mu Hyung ya ampun. Kenapa sih tempat tidur Taeyong hyung kecil begini." Jaehyun mengeluh karena merasa sempit sekali.

"Aku kangen Mark.. Eh kau tau tidak, malam-malam saat mencari angin segar aku tidak sengaja mendengar petugas room service di hotel membicarakan kita!" Kata Johnny sok misterius.

"Apa kata mereka ?" Jaehyun males meladeni kakak sepupunya ini.

"Katanya sayang, kita ganteng-ganteng pasangan gay." Johnny menekan kata gay.

"EUWWH aku 'bi' tapi najis saja dibilang pasanganmu" Jaehyun membuat muka jijik.

"Lalu ada lagi yang lebih hebat." Johnny berbicara pelan.

"Apa?" Jaehyun jadi ikutan penasaran.

"Katanya pantatku seksi, tapi mereka bertaruh yang Bottom adalah yang berkulit putih pucat. Ahnng...John, Jae mau keluar.." Johnny berbisik dan mengerang di telinga Jaehyun.

"SIALLLL." Jaehyun malu dia langsung menerjang Johnny.

Mereka bergulat, berguling, memiting kepala, Johnny tertawa besar sekali.

"Kalian mau sarapan pancake atau bacon..? Oh." Taeyong yang menggunakan apron tiba-tiba mengintip ke kamarnya. Dia kaget melihat Johnny dan Jaehyun yang tidak di tempat tidur tapi sudah jatuh dibawah dengan posisi Jaehyun di atas Johnny.

"HYUNG. Kami tidak.. jangan salah sangka Hyung." Jaehyun bingung menjelaskannya.

"Jaehyun memaksaku, padahal aku bilang jangan disini." Johnny memasang muka dramatis.

Taeyong langsung pergi saja berbalik.

"Hyungg!" Jaehyun langsung bangkit dan mengejar Taeyong. Tidak lupa memberikan jari tengah pada Johnny.

Johnny hanya menggelengkan kepalanya.

/-\

\-/

\-/

"Hyung, jangan salah sangka.." Jaehyun menarik ujung apron Taeyong yang sudah berdiri di dapur.

"Iya Jae, siapa yang salah sangka. Memang kau pikir aku cemburu?" Taeyong hanya berkata dingin.

"Hehe.. iya juga sih." Taeyong tau dia menyakiti Jaehyun, terdengar dari nada bicara yang sedih.

"Emm kita buat pancake saja ya, Hyung kan suka yang manis-manis." Jaehyun pun mengambil bahan untuk pancake dan mengaduk adonan.

Taeyong hanya menatap Jaehyun yang serius membuat sarapan mereka. Ya tentu saja dia cemburu apa Jaehyun tidak mengerti. Dari semua sikapnya ke Jaehyun apa dia tidak bisa melihat? Apalagi si Johnny Lee itu berbahaya. Taeyong mengenal dia pertama kali adalah saat SMA. Dulu saat dia masih begajulan, semaunya, pergaulan yang sangat bebas. Dia omega dengan heat buddy yang berganti-ganti. Tentu yang terpilih, dari perempuan, laki-laki pokoknya yang Alpha dan berkelas, tidak sembarang orang. Kalau dibilang prestasi tertingginya ya si Johnny itu. Dia menang bertaruh banyak dengan temannya karena bisa dapat 1 Heat penuh dengan Alpha Prodigy pindahan dari Kanada. Tapi dia masih ingat bagaimana Johnny meninggalkannya saat mereka masih ditengah-tengah seks karena "My baby cousin call me." Lee Taeyong yang didambakan satu sekolah ditinggalkan begitu saja karena 'telepon adik sepupu'. Fuck waktu itu Taeyong mengutuk si sepupu itu siapa dia, bedebah kecil pasti dia jelek dan tidak ada apa-apanya.

Nyatanya salah. Sepupunya lelaki baik-baik, tinggi , tampan , perhatian , kuat , bisa memasak dan selalu mengutamakan Taeyong, namanya Jung Jaehyun. Taeyong tau Johnny itu tak lebih dari brother complex dengan Jaehyun. Tapi tetap saja dia takut dengan track record Johnny. Bagaimana kalau mereka tadi memang ada sesuatu. Okay memang Taeyong sudah berpikir macam-macam karena dia terlalu sayang dengan Jaehyun. Satu-satunya yang memperlakukannya dengan sangat terhormat dan gentle. Tidak langsung get under his pants. Memang Taeyong sudah berubah, sejak tiga tahun lalu dia menghentikan kehidupan kelamnya itu. Lalu Jaehyun datang padanya setahun lalu. Meski dia menjadi bahan omongan orang , Jaehyun tidak peduli dan terus mendekatinya. Diberikan perhatian dan perlakuan yang tidak pernah dia dapatkan.

Jaehyun belum tau kalau Taeyong dan Johnny pernah menjadi fuck/heat buddy meski sebentar. Dia takut Jaehyun akan menjauhinya. Sebenarnya itu yang membuatnya takut untuk menyatakan perasaanya duluan karena dia harus jujur dulu. Kalau Jaehyun sudah mulai mengungkit atau memberi kode tentang perasaanya, dia akan mengalihkannya. Tetapi Taeyong selalu bermanja dan menikmati setiap sikap baik Jaehyun padanya. He is the lowest of the low.

Pada awalnya Johnny tidak menyetujui kedekatan Taeyong dan Jaehyun. Dia bahkan mengancam Taeyong akan menghabisinya kalau sampai dia menyakiti adik sepupu , salah satu orang yang dia sayangi di dunia ini. Masih ingat Taeyong bagaimana sekitar 11 bulan lalu saat mau makan siang bersama , tiba-tiba Jaehyun datang membawa Johnny dan memperkenalkan dia sebagai Hyung yang selalu diceritakan. Bayangkan betapa kagetnya Taeyong dan Johnny bertemu lagi dengan cara seperti itu. Johnny yang tidak bisa berbohong pada adik sepupunya hanya bilang dulu pernah kenal dan suka dengan Taeyong. Makan siang pertama mereka bertiga waktu itu sangat canggung.

"You dirty bitch I don't care if you hurt me but if you hurt Jaehyun I will hunt you down I will fuckin kill you."

Itu yang dikatakan Johnny ketika malam hari dia secara mendadak datang ke apartemen Taeyong. Dia mengatakan dengan suara Alpha nya yang sangat mengerikan. Ketakutan Taeyong membuat dia ingin menangis meminta maaf di kaki Johnny. Tapi bagaimana, dia waktu itu sudah satu bulan kenal dengan Jaehyun dan jatuh hati dengan perilaku, ya, tidak sekedar rupanya saja.

Tapi itu semua dulu, sudah lalu. Sekarang Johnny seperti lebih soft padanya seperti sudah memberi lampu hijau untuk kedekatannya dengan Jaehyun. Taeyong membuktikan dirinya sudah berubah bukan dirinya yang dulu. Dia hanya fokus pada Jaehyun.

Taeyong memeluk Jaehyun dan menyenderkan keningnya di punggung lelaki yang lebih tinggi darinya itu.

"Hyung, kau malah melamun , lihat sudah hampir jadi. Sirup nya ada?" Jaehyun merapikan pancake yg sudah jadi di atas piring.

"Ada. Aku ambil dulu. Kau tolong panggil si fatass itu saja." Taeyong berjalan menuju lemari di ujung dapur.

"Yess Sir !" Jaehyun hormat dan kembali berjalan ke kamar Taeyong.

/-\

\-/

\-/

Johnny yang baru saja ditinggal adik sepupunya tadi mengambil handphone nya memeriksa pesan singkatnya.

Hari ke 7

Hari ini keliatan Donghyuk gege melakukan olahraga ringan di depan rumah tapi Mark ge keluar dan menariknya masuk. Selanjutnya akan dilaporkan.

Johnny hanya tertawa saja membaca laporan kekanak-kananan yang dia dapatkan itu. Dengan bahasa Inggris yang bagus. Dia lalu menscroll ke bawah melihat laporan lain.

Hari ke 6

Pagi ini hanya ada pengantar Pizza. Mark gege mengambilnya . Tidak ada tanda kehidupan. Oke hanya Mark gege memanaskan mobilmu dan mobil dia. Mereka tidak pernah pergi dari rumah OMG. Emm aku juga ingin pizza delivery , tapi kata Mama itu makanan sampah. Makan buatan chef rumah saja, huh tidak seru.

Hari ke 5

Pagi-pagi ada tukang antar ayam sekarang. Ya ampun ayam bumbu korea sepertinya enak. Donghyuk ge sudah berpakaian rapi dan mencoba membawa lari mobil Mark. Memang dia bisa menyetir ? Lucu sekali dia diseret Mark ge masuk lagi ke dalam. Digendong pula. Mereka sekarang kenapa gendong-gendongan bridal style begitu ? Baterai camera ku mesti berganti-ganti untuk merekam seharian. Untuk aku punya banyak memory card. Oh ya aku sekolah cuma sebentar jadi bisa mengawasi.

Hari ke 4

Pagi hari ada tukang antar masakan restoran China. Wah aku jadi lapar , chef ku sukanya masak masakan barat , aku kangen rumah nenek. Tidak ada yg terjadi sih hanya biasa Mark ge memanaskan mobil. Hari ini bosan tidak seperti kemarin.

Hari ke 3

Pagi hari ada pengantar kue tart yg sangat besar OMG. Balon ,bunga, delivery dari restaurant. Kemudian ada yg mengantar benda kecil aku tidak tau apa terlalu jauh okay. Kotak begitu. Hari ini ada apa di rumah mu itu? Ada pesta ? Aku ingin ikut , tapi seperti katamu aku tidak kesana ge. Kata pelayanku juga jangan main kesana. Katanya ada monster. Monster apa , adanya Mark ge dan Donghyuk ge yang tidak pernah keluar rumah

Hari ke 2

HARI INI CUKUP SERU PAGI INI BANYAK ORANG YG DATANG ANEH AKU TIDAK TAU KENAPA. Kau menyimpan harta karun ? Yang jelas Mark ge keluar dan membawa samurai sangat besar , Ya Tuhan itu asli kah ? Dia berteriak-teriak dan semua orang bubar. Tidak ada lagi yang berani datang. Malam lampu luar rumahmu tidak menyala. Kenapa?

Hari ke 1

Aku tidak tau kenapa kau menyuruhku mengawasi rumahmu, kenapa tidak pulang ke rumahmu sendiri? Hari ini sangat sepi tidak ada yg keluar. Beberapa orang dirumahku memakai masker di rumah. Kenapa ya ? Katanya bau. Tidak ada yg bau kok. Chenle mandi harum . Oh iya ada yang datang ke rumahmu tapi Mark ge keluar dan mereka berlari semua ya ampun kenapa sih. Ge janji ya belikan Chenle game nya melakukan semua ini.

Johnny sangat khawatir pada Mark dan Donghyuk apalagi setelah rumor tentang "Alpha mengamuk di sekolah dan Omega heat buat orang jadi menggila" ada di group chat alumni nya. Sungguh gila sampai tersebar ke angkatan nya. Untung disensor namanya. Johnny sudah tau itu Mark. Pada hari Senin Johnny ke sekolah Mark sebentar mengurus izin Mark dan Donghyuk. Sekolah tidak mempermasalahkan kasus hari Sabtu, bahkan tidak mengungkit soal pistol replika itu. Karena apa yang terjadi ke Donghyuk jika tidak ada Mark waktu itu justru akan mencoreng nama sekolah. Mereka hanya akan diberi banyak PR dan tugas tambahan.

Kemudian untuk mengawasi keadaan di rumah Johnny meminta bantuan Zhong Chenle anak kecil yg rumahnya paling dekat dengan rumah Johnny. Di suruh memata-matai setelah kasus menelpon Mark seminggu lalu. Dia mau melakukannya karena dijanjikan dibelikan game PS4 baru yang kebetulan game kekerasan jadi Chenle tidak bisa meminta pada orang tuanya. Chenle juga bilang karena ada kakak sepupunya yang kebetulan Markhyuck shipper disekolah jadi dia juga memberi update pada kakak sepupunya. Johnny hanya tertawa-tawa melihat kepolosan Chenle dan laporan-laporan nya.

"Hyung, kenapa kau tertawa sendiri begitu mengerikan." Jaehyun yang tiba-tiba datang ke kamar Taeyong.

"Tidak, tidak apa, aku sedang chat dengan anak tetangga kita yang lucu itu, polos sekali dia." Johnny mengusap air mata tertawanya.

"Targetmu anak dibawah umur sekarang? Tak kusangka." Jaehyun menggelengkan kepalanya tak percaya.

"HEYY , tidak , ini hanya bisnis , bisnis saja." Johnny menatap Jaehyun horor.

"Yasudah, pancake nya sudah jadi, ayo sarapan." Jaehyun menyuruh Johnny bangkit.

"Gendongg" Johnny 184cm bertingkah seperti bocah.

"Najis." Jaehyun hanya berbalik pergi

/-\

\-/

\-/

Mereka bertiga makan pancake sambil berbicara heboh. Sampai suara handphone Johnny berdering dan semua terdiam karena melihat nama "Uri Baby Mark Lee" terpampang.

"Hello Mark? , Oh iya, iya. Tidak apa sayang hanya kaget saja minggu kemaren aku mengerti kok. Iya..iya. Kau yakin besok? Iya aku tidak marah , tidak hey sudah. Jaehyun ada kok, tidak dia juga tidak marah." Johnny berbicara di telepon.

"WOY KALIAN TIDAK MENYENTUH KAMARKU KAN ?" Jaehyun berteriak ke arah handphone.

"Ya ampun Jae kupingku. Okay. Oh baiklah silahkan lanjutkan tugasmu Mark. Kau memang keluarga Lee pasti kuat. HAHAHAH okay byee." Johnny menutup teleponnnya dengan Mark.

"Kenapa bocah itu ?" Jaehyun bertanya sambil melahap suapan pancake dari Taeyong.

"Dia bilang besok pagi kita bisa pulang. Dia akan menceritakan semuanya." Johnny menambah sirup ke pancakenya.

"Oh ya, soal kamarmu , Mark tidak bilang apa-apa." Johnny menyeringai

"HAHAHAHHAHA" Taeyong tertawa melihat muka kaget Jaehyun yang seperti disambar petir.

/-\

\-/

\-/

Di minggu pagi , mobil Jaehyun sudah terparkir rapi di depan rumah Johnny. Pemilik mobil bersama Johnny sedang mengeluarkan koper kecil yang berisi baju. Taeyong juga ikut dan membantu membawa laptop mereka. Dipencetnya intercom terus menerus belum ada tanda yang menjawab.

"Jae, mereka sudah bangun belum ?" Taeyong bingung sambil terus memencet.

"Bangun ataupun belum mereka sekarang harus buka pintu ini. Aku sudah kangen rumah." Jaehyun sudah menyeret koper nya dan ikut memencet dengan brutal.

"Should we just call our home Hyung, " Jaehyun sudah mengambil handphonenya dan berbicara pada Johnny di sampingnya.

"Just wait.." Belum selesai Johnny berbicara sudah ada yang membuka pintu.

Jaehyun yang mau mengomel pada Mark terhenti. Semua terdiam melihat orang yang membuka pintu. Tidak disangka yang membuka pintu ada Donghyuk.

"Tuan-tuan maaf menunggu lama, silahkan masuk." Donghyuk dengan gaya sok baik menyuruh mereka masuk. Johnny dan Jaehyun mundur selangkah bersamaan. Mereka terlihat tegang dan mengalihkan tatapan dari Donghyuk.

"Donghyuk, sebaiknya kau mandi. Barangnya hanya sedikit biar kami urus." Taeyong hanya tersenyum meringis dan menyuruh Donghyuk yang memang sedang mengalungkan handuk untuk masuk.

'Shock' mungkin itu yang di otak Johnny dan Jaehyun tadi. Donghyuk smell like sex. Demi Tuhan Johnny tidak pernah melihat Donghyuk dalam pandangan seperti itu. Mereka hanya menganggap Donghyuk itu bocah kecil yang sangat nakal dan menyebalkan. Tapi salahkan Donghyuk yang belum mandi dan seenaknya membuka pintu. Masih ada aroma heat dia kemarin. Jaehyun tidak membayangkan ini sudah lewat masanya , bagaimana hebat Heat hari pertamanya. Pantas saja Mark mengusir mereka. Tadi Donghyuk terlihat berbeda dia terlihat lebih dewasa dan menggoda. Dia bersumpah tidak bermaksud melihat pahanya seperti ada merah-merah yang nampak jelas karena hanya memakai boxer pendek. Kemudian perutnya yang seperti ada bekas garukan, dan kenapa pinggul Donghyuk dia sebelumnya tidak pernah memperhatikan itu. Jaehyun bersumpah akan mengutuk yg namanya croptop kenapa Donghyuk tidur pakai croptop? Terlihat dari lengannya Donghyuk lebih kurus dari biasanya. Kemudian lehernya dan dada bagian atas meski ada bagian yang tertutup handuk bisa terlihat bekas gigitan. Bibirnya seperti ada bekas luka, dan cara berjalannya yang tertatih juga tidak membantu kewarasan dua Alpha ini.

"Hey kalian dua Alpha jangan memikirkan hal mesum, ayo masuk!" Taeyong memecah lamunan sambil memegang bahu Johnny dan Jaehyun. Mereka semua masuk dan meletakkan barang di ruang tengah.

Johnny memperhatikan rumah mereka sangat bersih. Terlalu bersih malah. Perasaannya tidak enak , jika terlalu bersih maka sebelumnya kotor dan harus dibersihkan. Jadi kesimpulannya apa mereka mengotori seluruh rumah ini dia mau berteriak rasanya. Tiba-tiba ada suara orang berlari tergopoh-gopoh dari atas.

"Mana Donghyuk !" Itu yang dikatakan Mark pertama pada tiga orang Hyungnya ini.

"Dia sedang mandi." Taeyong menjawab Mark dengan santai.

"We need to talk" Johnny berkata serius dan membawa mereka semua untuk duduk di meja makan besar yang di atasnya kosong itu. Saatnya untuk bagian yang paling penting tapi akan sangat akan awkward yaitu pembicaraan The Birds and the Bees.(maksudnya bayangkan figur orangtua yang harus berbicara tentang seks pada anaknya yg masih kecil)

"Ceritakan semua. Secara lengkap dari awal Mark." Johnny langsung menuntut pada adiknya.

"Ka..kami. Okay dari awal sekali. Minggu lalu saat aku bangun tidur kalian semua sudah pergi. Lalu aku mandi dan menonton televisi. Kemudian ada yg menelpon rumah kita. Aku pikir kalian ketinggalan sesuatu. Tetapi aku tidak tau entah siapa di telepon itu dia mengatakan, 'Donghyuk dalam bahaya, dia Heat Omega di sekolah.' , Aku panik setengah mati dan langsung melesat menggunakan mobilku tanpa membawa apapun atau mengganti baju. Kalau keadaan normal mungkin aku akan berpikir itu semacam lelucon bodoh, apa-apaan Donghyuk menjadi Omega dan dia Heat. Tapi instingku waktu itu menyuruhku untuk secepatnya, ke sekolah. Hari itu hari sabtu jadi tidak ada guru hanya anak eskul. Tetapi keadaan sekolah aneh, semua berbisik dan berdesas desus mengenai bagaimana banyak murid Alpha dan beberapa Beta yang tiba-tiba meninggalkan kegiatan dan pergi menuju ruang musik. Aku berlari dengan seluruh hidupku kesana. Tau itu Donghyuk. Lalu.."

"Disana kau mengamuk ?" Johnny mengkonfirmasi langsung pada Mark mengenai apa yang dia dengar.

"Aku bisa dengan jelas melihat dari mata mereka semua, tujuan mereka semua datang kesana untuk menjamah tubuh Donghyuk kau pikir aku akan diam? Aku mendadak sinting dan sungguh dalam hidupku belum pernah merasa ingin membunuh begitu banyak orang sekaligus!" Mark berkata dengan nada tinggi tapi hati-hati pada Johnny.

"Jujur disitu aku tidak bisa mengontrol hormon Alphaku dan kalau sampai tidak ada teman Donghyuk yang mencegat mereka dan mereka menyentuh Donghyuk dengan ujung jari mereka saja akan aku bu.. pukul mereka semua."

Taeyong merinding mendengar kata-kata dari Mark tadi. Sungguh pengalaman Heat pertama yang sangat berbahaya.

"Saat sampai disana kondisi Donghyuk benar-benar menyedihkan aku benar-benar merasa bersalah. Tapi sangat berterimakasih padamu John, kalau aku sampai tidak ada disitu dan sedang perjalanan ke Kanada, aku tidak bisa membayangkan apa yang akan terjadi. Jujur saja aku kalut, tapi Donghyuk menyebut namaku terus, aku merasa tenang. Lalu aku bawa dia kesini. Kami lalu.." Mark belum selesai

"Bagian itu, tidak usah." Tiba-tiba Jaehyun berbicara sambil melambaikan tangannya.

"Kau baca pesan singkatku Mark ?' Johnny lagi-lagi berkata serius.

"Aku baca di hari ketiga. Pada hari pertama bahkan makan pun kami tidak. Hari kedua meski susah Donghyuk mau dipaksa minum susu protein Jaehyun. Dia tidak berhenti meminta melakukan itu dan akupun seperti diluar kendali." Sebenarnya bukan itu jawaban yang diinginkan Johnny.

"Mark." Johnny berkata tegas

"Okay , dua hari kami tidak pakai kondom. Kemudian setelahnya sesuai pesanmu aku mengambil kondom di kotak hitam di kamarmu dan selalu membawanya di kantong celana." Mark mengeluarkan beberapa bungkusan dari kantong celana tidurnya. Jelas bukan bungkusan permen karet.

"Maaf Mark tapi boleh aku tau..." Johnny malu untuk menanyakan hal privacy tapi dia butuh tau demi kemaslahatan keluarganya.

"Aku selalu 'keluar' di dalam. Selalu selama dua hari tanpa kondom itu." Mark berkata dengan sangat cepat

Jaehyun menarik napas dengan horor. Taeyong mendekap mulut dengan tangannya.

"Oh God." Johnny bergumam.

Tiba-tiba Donghyuk datang terlihat dia sudah keramas dan mengalungkan handuk

"Kalian sedang membicarakan apa ? Seks hebat kami selama tujuh hari ini ?" Donghyuk berbicara seenaknya disaat semua sedang serius.

"Donghyuk !" Mark agak meninggikan nada suaranya.

Leaki yang telah mandi itu pun ikut duduk dan melepaskan handuk di lehernya. Johnny yang tadinya mau memarahi seketika kaget melihat leher Donghyuk. Johnny berdiri dengan sangat cepat dan melesat ke arah Donghyuk.

"HYUNG, Apa yang mau kau lakukan ?" Mark berdiri di depan Donghyuk menghalanginya. Mark dapat merasakan Johnny sedang marah.

'Minggir Mark' Johnny menggunakan Alpha Command .

'Kau kemari' Johnny menyuruh Donghyuk mendekatinya. Dia melihat ke lehernya ada bekas gigitan yang jelas.

"YOU KNOTTED HIM ?" Johnny berbicara dengan nada yang keras. Dia tidak percaya Mark adiknya yang bahkan belum lulus SMA mengknot anak 16 tahun. Donghyuk yang berada di depannya hanya menunduk gemetaran dia berjalan mundur karena takut.

"YES WE BONDED." Mark berteriak tidak kalah keras dan merangkul Donghyuk yang sudah ketakutan.

"Mark, aku tidak peduli kau pacaran dengan siapapun atau melakukan seks dengan siapapun. Tapi kau tau yang kau lakukan ini akan mengikat sekali seumur hidup this is not how you handle Omega in heat Mark !" Johnny tau Kun bilang mereka bisa saja soulmate tapi melihat langsung seperti ini apa yang dilakukan adiknya kepalanya nyaris pecah. Secepat ini di umur mereka yang masih belia melakukan suatu ikatan hubungan jangka panjang.

"Donghyuk is not just OMEGA IN HEAT. Dia Lee Donghyuk yg aku cintai sejak sepuluh tahun lalu dan baru aku sadari sekarang. Aku tau ini keputusan besar seumur hidup, sampai aku mati aku akan selalu melindunginya, membantunya, menjadi pendampingnya. Aku tau ini keputusan egois tapi kami benar-benar saling mencintai. Aku akan bicara langsung pada Mama,Papa dan bahkan pada Kakek ! Aku berharap kalian mengerti. Aku menginginkannya untuk selamanya , bukan hanya sebatas fuck buddies hanya karena kami bertemu lebih cepat bukan berarti perasaan belum cukup untuk bersama." Mark mengeluarkan semuanya.

Donghyuk tiba-tiba berlutut seperti memohon. "Maaf hyung, ini salahku, harusnya aku menolaknya, tapi aku benar-benar senang saat Mark bilang dia akan melakukannya. Sungguh aku tidak pernah berpikir jauh aku akan bisa menjadi mate untuk Mark, jangan salahkan dia." Air mata mengalir di pipinya. Dia tidak ingin memecah keluarga ini.

Jaehyun berdiri dari tempat duduknya dan berjalan ke arah Mark. Taeyong sudah takut apa yang akan dia lakukan tapi dia merasa dia juga terlalu takut menghentikannya. Nyatanya yang dilakukan Jaehyun, "Selamat Mark, kau sudah bonded." Dia memeluk dan mengelus kepala sepupunya itu. Mark seperti membeku demi Tuhan dia tidak mengira.

"Terima kasih Jay" suara Mark bergetar dan dia membenamkan kepalanya di pundak Jaehyun. Bagaimanapun yang dia lakukan sangat berharga, orang yang pertama kali mendukung hubungannya. Setelah itu Jaehyun memeluk Donghyuk juga, "Donghyuk kau selalu diterima di keluarga ini , sebagai sahabat Mark, atau sebagai Omega untuk Mark itu tidak akan mengubah rasa sayangku pada kalian." Donghyuk semakin sesenggukan karena sungguh dia emosional, takut bagaimana kalau tidak ada yang membela mereka.

"Aku tau apa yang kau lakukan ini bukan karena hanya gelap mata atau nafsu sesaat. Melihat kebersamaan kalian tentu aku tau ada perasaan diantara kalian berdua. Lagipula menjadi heat buddy tanpa perasaan itu menjijikkan." Jaehyun mengelus kepala Mark dan Donghyuk. Tidak tau ada dua orang yang rasanya seperti terhujam pisau dengan kata-katanya itu.

Jaehyun berdiri diantara mereka dan Johnny. "Hyung aku tau hal ini akan berdampak pada keluargamu dan terutama kau. Tapi aku akan mendukung mereka dan aku harap kau dapat mendukung adikmu untuk bahagia." Dia bukan Alpha Full Breed, Prodigy atau semacamnya , tapi dia akan protective pada apa yg dianggapnya berharga.

"Hentikan." Semua seperti menahan napas mengantisipasi kata-kata Johnny.

"Hentikan kalian memperlakukan seakan aku orang jahat nya disini. Aku tidak ingin menghalangi hubungan kalian. Aku hanya khawatir."

Johnny berjalan ke arah Donghyuk dan Jaehyun dan Mark menghalangi

"Hyung.."

"Tenang tidak apa aku hanya ingin bicara padanya."

"Donghyuk coba tatap mataku." Johnny merundukan badannya mensejajarkan wajahnya dengan Donghyuk. Mata anak itu memancarkan ketakutan dan masih ada bulir air mata di pipinya.

"Kau benar-benar mencintai adikku tulus ? Mark yang buat telur orak arik saja tidak becus. Adik ku yang tidak pandai melucu ini ? Bukan karena dia ini Alpha Full Breed piala bergilir yang bisa kau banggakan pada orang?" Johnny mencari sesuatu dalam tatapan Donghyuk.

"Aku dari dulu mencintainya Hyung. Kau tau sendiri dari dulu aku tidak pernah menyerah. Aku ingin bersama hanya ingin bersama Mark selamanya." Donghyuk bersungguh-sungguh.

"Ya, kau memang pantang menyerah. Mark kau pantas mendapatkannya. Aku harap kalian selalu bersama. Aku mendukung kalian oke." Johnny mengambil tangan Donghyuk dan Mark kemudian menautkan tangan mereka berdua.

Mark merasa sangat bahagia. Dia memeluk Hyungnya dan Donghyuk juga ikut. Jaehyun ikut memeluk mereka bertiga. Taeyong tersenyum lega dan bahagia melihat moment tersebut.

"Hyung, sini." Tiba-tiba Donghyuk mengajak Taeyong untuk ikut.

"Ah aku tidak usah." Taeyong merasa dia tidak berhak.

Tetapi melihat Jaehyun membuka tangannya dan Johnny menganggukan kepalanya, dia tidak berpikir dua kali dan langsung ikut berpelukan.

*yay telettubies*

/-\

\-/

\-/

REAL EPILOGUE

"Kau tidak mual-mual kan ?" Mark menutup pintu mobil, mengunci dan berjalan mengikuti Donghyuk yang sudah berjalan cepat meninggalkan mobilnya.

"Tidak Mark demi Tuhan ini yang ke 47 kalinya kau bertanya begitu. Aku tidak apa." Donghyuk rasanya mau menjambak rambut Mark , kenapa dia sekarang jadi yang annoying paranoid begini.

"Tapi semalam." Mark berusaha memegang tangan Donghyuk

"Hanya main-main , just a prank oh My God mana selera humormu ?" Donghyuk menyesal bercanda seperti itu. Bayangkan mereka yang hanya video call saja tiba-tiba Mark datang jam 12 malam ke apartemennya dan memaksanya ke gynecologist. Dia bersumpah akan membuang semua persediaan pisang Johnny karena dialah yang menakut-nakuti Mark dan membuatnya jadi seperti ini.

Ya mereka mulai berdebat dan tidak memperdulikan semua pandangan murid-murid yang tertuju pada mereka berdua. Ada yang kaget ketika menguping pembicaraan mereka. Ada yang menatap pada kelingking kanan Mark dan kiri Donghyuk yang ada pita oranye norak. Ya, jadinya yang menyatakan perasaan dan memberikan cincin di ulang tahun Donghyuk itu bukan Jeno, tapi Mark sendiri. Tapi sialnya cincinnya kekecilan. Sialnya lagi mereka tidak boleh memakai perhiasan ke NCT High dan tidak mungkin Donghyuk membuka jas kuningnya untuk menunjukan bekas knot nya. Jadi pita itu saja tanda mereka sudah bonded kata Mark. Donghyuk tidak habis pikir sejak kapan Mark jadi begini ? Dulu dia membeli sepatu yang sama saja tidak mau. Sudah jelas menurut kelas gender A.B.O yang Donghyuk dapat A itu bahwa kalau mereka sudah Bonded..

"Wah kalian memiliki aroma tubuh yang sama." Tiba-tiba seorang anak berkacamata yang membawa buku mencegat Donghyuk dan Mark yang sedang berjalan di lorong.

"Oh, kami.." Donghyuk kaget saja ditembak seperti itu.

"Hanya main-main, aku belum bisa kok mengenalinya. Emm ngomong-ngomong boleh aku minta foto kalian berdua ?" Anak itu tiba-tiba mengeluarkan kamera DSLR nya . Ya kamera yang besar itu.

"Tunggu.. ini untuk ?" Donghyuk bingung jangan bilang anak ini dari majalah sekolah atau lebih buruk yang memegang website sekolah.

"Boleh ya , Mark sunbae. Boleh kan Mark sunbae ?" Anak itu sampai dua kali meminta pada Mark. Sedangkan Mark yang tadinya mau menolak seperti mengingat suara anak itu. Suara merdu sangat khas. Suara yang sangat berjasa padanya.

"Emm baiklah." Mark mengangguk.

"Hey, apa-apaan kau Mark ? Tidak, tidak mau." Donghyuk meronta, apa-apaan Mark sudah gila.

Anak berkacamata mundur sedikit dan mengambil beberapa gambar. Tidak romantis hasilnya Mark tersenyum aneh memeluk Donghyuk dari belakang sambil menahan tangan Donghyuk untuk tetap di pinggangnya sendiri. dan Donghyuk yang melihat ke arah Mark seperti mau marah.

"Okay terima kasih. zǎo shēng guì zǐ ." Kemudian anak itu mengangguk sedikit dan pergi begitu saja.

Blush. Muka Donghyuk langsung memerah mendengarnya.

"Hoy apa yang dikatakan dia tadi?Hey kau kenal dia? Aku harus mengucapkan terimakasih." Mark bingung melihat reaksi Donghyuk.

"Terimakasih maksudmu? Katanya kau BODOH. Sudah aku mau jalan sendiri." Donghyuk melepas Mark dan berjalan cepat-cepat sambil menghentakkan kakinya.

"Donghyuk tunggu..!" Mark yang terdiam bingung langsung menyusulnya.

/-\

\-/

\-/

Anak berkacamata tadi sedang duduk di cafeteria yang masih sepi kemudian memotret hasil foto DSLR di layar dengan handphonenya . Dia kemudian membuka WeChat

"Lele , liat gege dapat foto mereka."

"Wah selamat yang Renjun ge,menambah foto koleksi yg aku berikan juga ya"

"Berkat bantuanku menelpon Mark sunbaenim waktu itu, mereka akhirnya bisa sampai begini."

"Kalau Chenle ga kasih nomor rumah keluarga Lee juga gege mana bisa menghubunginya "

"Ya , ya , terimakasih sepupukuyang paling kiyeowo"

"Hehehe, sama-sama gege cantik."

"Hey, kau !" Tiba tiba ada seorang perempuan tinggi menjulang yang menepuk bahu Renjun sambil berdiri di sampingnya.

"Eh iya , Joy sunbaenim , kenapa ya?" Renjun kaget senior dan teman-teman perempuan nya ini cukup terkenal juga di NCT High , apa mereka mau membully dirinya?

"Itu foto Mark dan Donghyuk ya ?" Perempuan itu melihat ke layar di DSLR dengan muka menyelidik.

"Iya sunbaenim." Ya ampun , hartanya , apa disuruh di hapus atau mau diapakan ini, batin Renjun

"Aku minta nanti ya. Pokoknya yang HD". Joy menunjuk foto itu.

Renjun matanya terbuka lebar dan kemudian tersenyum memperlihatkan gigi gingsulnya yang sangat imut. "Okay !" katanya bersemangat.

/-\

\-/

\-/

END

KKEUT

ABIS UDAHAN BUNGKUS

BIARIN JELEK JUGA YG PENTING USAHA