Baru update lagi hehe ^^; Sibuk nich mau uts (?) Yaudah atuh langsung baca aja yaaa~

-Can I-

Cast : Do Kyungsoo

Oh Sehun

Kim Jongin

Other cast

Rate: T to M

Genre : Romance, School, Drama, Switch gender

Selamat membaca!

.

.

.

"Unnie, si Oh-bodoh-Sehun itu sepertinya menyukaimu, ya?" Tanya Kai tanpa mengalihkan pandangan dari PR nya.

"Hum? Entah."

"Tapi seandainya benar, apa unnie mau menerimanya?"

Kyungsoo menatap Kai datar, sejurus kemudian ujung bibirnya terangkat naik.

"Oh, nak. Kau pikir mendapatkan seorang Do Kyungsoo akan semudah kau mencari kutu? Tentu saja tidak! NYAHAHAHAHAHAHAH-"

"Tapi unnie, mencari kutu itu susah kalau kau mau tahu." Potong Kai, membuat Kyungsoo terpaksa menghentikan tawanya dan mendelik. Ia mendengus,

"Yasudah. Kau pikir mendapatkan seorang Do Kyungsoo akan semudah kau memandikan kucing? Tentu saja tidak! NYAHAHAHAHAHAHAH-"

"Tapi unnie, memandikan kucing juga tidak mudah! Kau bisa saja dicakar atau bahkan digigit?"

Kyungsoo terlihat berpikir.

"Yak! Kau pikir mendapatkan seorang Do Kyungsoo-"

"Sudahlah unnie, aku bosan."

Dengan cepat tangan dan kaki Kyungsoo sudah berada di leher dan pinggang Kai. Bersiap untuk membunuhnya- nyahahahaha(?)

...

Di sisi lain, Sehun sedang duduk menopang dagunya sambil melamun.

Oh Sehun melamun?

Halo?

Oh Sehun?

"Ah!" Kenapa kau tersenyum dan bertepuk tangan?

"Sepertinya aku tahu seseorang yang cocok untuk dimintai bantuan."

Oh-

Benarkah?

"Hum. Aku yakin dia pasti bisa membantuku menaklukan Kyungsoo hohoho." Ujarnya sambil menyambar jaket dan berlari ke bawah.

Setelah menggumamkan 'aku pergi dulu', Sehun melesat ke beberapa blok dari rumahnya.

"SENPAI!"

"SENPAIIIII!"

"SEEENNPAIIIIIII WOOOIIII!"

Kalau orang-orang di sekitar sini tidak mengenal Sehun, mungkin sudah sedari teriakan pertama dirinya diusir. Pasalnya orang yang dipanggil 'senpai' ini belum juga keluar dari rumahnya.

Sehun baru mengambil nafas untuk kemudian berteriak lagi, namun suara 'cklek' dari pintu di depannya membuatnya tidak jadi berteriak.

"Ada apa, bodoh? Kau berisik sekali."

Bukannya marah, Sehun malah melesat masuk ke dalam rumah orang yang mengatainya tadi. Tanpa malu-malu duduk di sofa ruang tamu dan menyelonjorkan kakinya.

"Hyung, aku mau minta bantuan, hehe."

Eh? Siapa tadi?

"Hyung, jangan seperti orang bodoh di depan pintu. Cepat masuk dan bantu aku!" Teriaknya.

"Anak bodoh. Siapa yang menyuruhmu masuk, heh?!"

Sehun terkekeh. Entah kenapa lelaki di depannya selalu memanggilnya bodoh. Padahal sudah jelas dia itu jenius, kan? Ckck. Sehun menepuk space di samping tempat duduknya, menyuruh orang yang tadi dipanggilnya hyung untuk duduk.

"Tumben kau ke sini. Mau memerasku lagi? Aku tidak punya uang!" Ujarnya setelah duduk di sebelah Sehun. Sehun balas menatapnya datar. Tapi kemudian ia berdehem,

"Ehem. Bukan begitu Luhan hyung ku yang manis, aku cuma mau minta beberapa saran darimu. Hehe."

Luhan mendelik, menatap adik satu-satunya itu dengan tatapan paling aneh sepanjang masa (?)

"Saran? Tumben sekali. Soal apa?"

"Hm.. Soal wanita."

Luhan melekungkan bagian bawah matanya, pipinya menggembung- bersiap untuk tertawa.

"YAK JANGAN TERTAWA!"

Tawa Luhan terlanjur meledak. Ia tak habis pikir adiknya ini bisa-bisanya meminta saran soal wanita ke Luhan. Padahal ia tahu kalau adiknya yang biasanya 'dikejar', bukan 'mengejar'.

"Jadi, ceritakan." Lanjut Luhan setelah tawanya mereda. Sehun terlihat gugup saat pertama kali menceritakan soal Kyungsoo ke Luhan. Ia sangat semangat bercerita, kadang terdengar suara kekehan dari mulutnya dan sejurus kemudian suara ketawa sombong khas miliknya. Luhan memperhatikannya jadi tersenyum sendiri, ia menebak-nebak bagaimana wanita ini bisa begitu menmpengaruhi karakter asli Sehun.

Setelah mendengar semua cerita Sehun, ia berpikir sejenak cara apa yang kira-kira bagus agar Kyungsoo bisa bertekuk lutut kepada Sehun yang- err sama sekali bukan bad boy(?)

"YAH!"

Sehun yang sedang meminum bubbleteanya langsung tersedak saat hyungnya berteriak.

"Yak! Jangan mengagetkan! Ada apa?"

Luhan tersenyum kalem, lalu mengambil kertas dan pulpen di nakas samping televisinya. Menuliskan begitu banyak poin, membuat Sehun yang melihatnya- tersenyum senang.

.

.

.

Kyungsoo sedang menikmati quality time nya di atap sekolah, saat Oh Sehun tiba-tiba membuka pintu yang ada di samping Kyungsoo. Membuat Kyungsoo terpaksa membuka matanya.

"Oi." Panggil Kyungsoo.

Sehun terlihat terkejut saat melihat Kyungsoo. Ia tiba-tiba merasa gugup.

"O-oh, maaf kalau aku mengganggu tidurmu. Aku akan pergi, kau bisa-"
"Kemarilah."

"Huh?"

"Ppalli! Jangan buat aku mengatakannya lagi-"

Sehun mengangguk patuh dan berdiri di depan Kyungsoo.

"Duduk, bodoh!"

Sehun mengangguk lagi dan duduk rapih di depan Kyungsoo.

"Di sebelahku, bodoh!"

Sehun mengangguk lagi dan duduk rapih di samping tanpa mengatai Sehun bodoh lagi, ia langsung mendorong Sehun agar duduk normal dan tidur di pahanya.
Sehun?
Tentu saja dia panik. Tapi dia tidk akan menunjukkan kegugupannya di depan Kyungsoo. Apa kata Kyungsoo nanti! Yah, bisa dibilang Sehun itu tipe tsundere yang menggemaskan- tidak ada yang tau itu kecuali kakaknya.

"Sehun-ah." Panggil Kyungsoo dengan mata tertutup.

"Hm?"

Kyungsoo diam sebentar, lalu mengambil tangan Sehun dan meletakkannya di kepalanya. Tanpa disuruh, Sehun langsung menggerakkan tangannya- mengusap kepala Kyungsoo lembut. Namun di saat Kyungsoo sudah hampir tertidur lagi,

"Kyungsoo,"

"Hm?"

"Aku mau ke toilet." Kyungsoo mendengus dan bangun dari pangkuan Sehun, membuat Sehun langsung berlari ke toilet.

Heh memangnya Sehun beneran ke toilet?

Tentu saja tidak~

Dia cuma terlalu malu kkk.

Sehun berlari ke dalam kelasnya. Ia terus menahan kegugupannya saat bersama Kyungsoo tadi. Pikirannya kemana-mana. Setelah menghela nafas, ia berusaha mencerna apa maksud Kyungsoo memperlakukannya seperti tadi.

"Sehun?"

Ia mengacak rambutnya, menutup mukanya, dan menghela nafas.

Oh, sebegitu sukanya kah kau pada Kyungsoo, Sehun?

"Ya, Sehun."

Sehun terlihat mengirim sms pada seseorang, dan tak lama ponselnya berbunyi. Dengan wajah sumringah ia berlari keluar kelas sambil membawa ponselnya.

Kai menatapnya aneh. Ada apa si bodoh Oh Sehun itu sampai melamun dan tak mendengar panggilannya? Dan lagi, wajahnya terlihat berantakan. Tak lama Kai berpikir, Kyungsoo masuk sambil menguap pelan, dan duduk di bangku Kai.

"Kai, kau lihat dimana Sehun?"

"Hah? Ada apa kau mencarinya?"

"Tau atau tidak?"

"Tadi ada sih, masuk ke kelas. Keadaanya kacau. Oh, mukanya juga merah. Apa dia sakit ya? Dia juga tidak mendengar panggilanku,"

Kyungsoo tertegun, dan tersenyum geli. Jangan-jangan Sehun malu karena kejadian di atap tadi.

"-tapi dia mengirim pesan. Trus langsung ditelpon. Mukanya sumringah sekali. Pacarnya kali?"

Kyungsoo terdiam. Pacar Sehun?

Kyungsoo berjalan keluar kelas meninggalkan Kai tanpa berkata apa-apa. Ia berjalan pelan di lorong lantai 3. Melamun.

'Sehun malu karna aku tidur di pangkuannya? Tapi apa maksud Kai dengan pacar Sehun? Bukannya Sehun menyukaiku? Tapi kenapa dia-'

Kyungsoo mendatarkan mukanya.

'Apa-apaan kau, Kyungsoo. Dia kan tidak pernah bilang dia menyukaimu. Jangan bilang kau berharap pada Oh Sehun. HAHAHAHAHA tentu saja tidak.'

Kyungsoo menggigit bibir bawahnya, hati dan otaknya terasa tidak sinkron.

Padahal jelas-jelas ia tertarik pada Sehun sejak pertama kali melihatnya di supermarket waktu itu. Tapi memang dasarnya Kyungsoo harga dirinya tinggi. Dia bahkan berlagak tidak kenal saat bertemu Sehun di sekolah.

-Flashback-

"Kring."

Bunyi lonceng di depan supermarket terdengar begitu keras dalam suasana sesepi ini. Ini masih jam 8.30 tapi entah kenapa desa ini sudah sepi. Kyungsoo mengambil keranjang belanjanya dan berjalan menyusuri lorong supermarket. Malam ini adalah malam pertamanya pindah ke desa ini. Desa tempat tinggal Kai. Jadi dia harus membeli banyak barang, terutama peralatan mandi dan cemilan.

'Sepertinya aku harus membeli banyak persediaan coklat. Disini kan hawanya dingin terus.' Gumam Kyungsoo sambil terus berjalan mencari rak berisi coklat.

'Sialan. Kenapa coklat harus ditaruh di paling atas rak sih!' Ia berjinjit berusaha mengambil coklat kesukaannya. Dirinya terlalu malu kalau sampai meminta tolong pada petugas supermarket hanya untuk mengambil coklat. Memangnya dia sependek itu!

Kau memang sependek itu sih, Kyungsoo.

Sebuah tangan besar terulur dari belakangnya dan dengan mudah mengambil coklat yang Kyungsoo inginkan. Kyungsoo menoleh saat dilihatnya ada seorang yang- tunggu. Dia orang? Tidak mungkin, ini pasti malaikat yang dikirim Tuhan untuk menolongnya mengambil coklat. Lihatlah, dia bahkan terlalu tampan untuk menjadi orang.

"Ng, kau mau ambil ini?" Tanyanya langsung.

Kyungsoo tersentak dan merutuki dirinya yang terlihat bodoh karena tertangkap sedang memperhatikan orang- ralat, malaikat di depannya ini.

"Terima kasih, pak malaikat."

Hah? Kyungsoo, apa yang kau katakan?

Pemuda itu tertawa.

Kyungsoo mati.

Mati.

o-

"Aku bukan malaikat,hahaha. "

Pemuda itu masih tertawa geli. Tanpa pikir panjang Kyungsoo langsung melarikan diri ke kasir dan menyelamatkan harga dirinya.

-Flashback end-

Sebenarnya Kyungsoo malu-malu-senang sih, saat menyadari kalau Sehun ternyata sesekolah dengannya. Apalagi saat kemarin Kai menanyakan soal perasaan Sehun terhadap dirinya. Tapi, hidup di kota tidak mengajarkan agar perempuan mengumbar perasaannya.

"Iya! Nanti pulang sekolah aku ke tempatmu lagi. Hahaha. Aku tidak peduli. Kau bubbletea rasa anggur kan? Hahaha. Iya. Baiklah, terima kasih sayangku. I love you. Hahahahahahaha."

Kyungsoo mendengar perkataan Sehun barusan lalu tersenyum canggung.

Kyungsoo berlari ke taman sekolah. Dan berbaring di atas bangku taman.

Kyungsoo kenapa? Menangis?

Jangan harap. Kemungkinan Kyungsoo menangis kan cuma 0,1%.

"Ah! Suho-ya! Kesiniiiii!" Suho, teman sekelas Kyungsoo yang kebetulan sedang lewat taman langsung berbelok dan menghampiri Kyungsoo.

"Ada apa?"

"Sini, sini." Kyungsoo menepuk bangku taman dan menyuruh Suho duduk. Suho duduk dan Kyungsoo langsung tidur di pangkuannya.

"Yak! Apa yang kau lakukan bodoh?!"

"Sstt. Suho, kau tidak punya pacar kan? Tolong bantu aku sebentar. Aku mau tidur. Oh iya, tolong usap kepalaku."

Suho mendengus. Tapi kemudian ia mengelus kepala Kyungsoo dan membiarkannya tidur. Oh, Suho kan memang angel. Kyungsoo tersenyum dan terlihat nyaman tidur di pangkuan Suho.

Tapi

Tidak

Dengan

Sehun.

Sehun menatap pemandangan di depannya tidak percaya. Jadi, Kyungsoo bukannya menspesialkan dirinya? Jadi Kyungsoo memang melakukan itu pada semua namja?

Oh, Sehun, kau terlalu berharap.

-tbc-

He~ Halo :3 Padahal udh kepikiran buat ngelanjutin ini dr jaman jebot. Tapi baru jadi sekarang. Sorry ya para fans? *ditimpuk

Ohiya, makasih buat yang udah mau nungguin ff ini, chapter yang ini panjang kan/?

Masih ditunggu jugaa kritik sama sarannya~ Aku masih belajar kak '3')/

Buat YolYol17, hnana, zee22, youser, elferani, 9493, Flory Khonifa Farez makasih saran dan reviewnya 3