Tittle : Untittle III
Author : Ardiana Cassiopeia II
Cast : Kim Jaejoong
Jung Yunho
Go Ahra
Park Kyurei
Other Cast : Park Yoochun
Kim Junsu
Shim Changmin
Shim Chaekyoung
Song Soo Byung
Genre : Romance, Hurt, and Sad
Warning : Cerita ini murni keluar dari kepalaku. Ini FF pertamaku,,jika ada yang tidak suka diperbolehkan untuk m eninggalkan FF ini, Masih banyak typo yang bertebaran kayak nyamuk.
NB : No Bash tapi kritik dan saran diterima. Jika ingin meneruskan baca warning dulu dan mantapkan hati, Ukey...? :p
.
.
Yunho segera mendatangi Ahra dan membantu yeoja itu. Setelah masalah terselesaikan, Ahra memaksa Yunho mampir ke apartemennya. Sebagai ucapan terima kasih, Ahra memasakkan beberapa makanan. Yunho memakannya tanpa ada rasa curiga. Namun entah kenapa, pandangan Yunho mulai memburam dan tertidur. Ahra yang melihat hal itu, menyeringa senang bak iblis yang terkutuk. Ahra mulai membopong Yunho masuk ke salah satu kamar. Ahra membaringkan Yunho di ranjang, dan melepas satu per satu kain yang melekat ditubuh Yunho hingga naked tanpa sehelai benang pun. Ahra pun melepaskan semua pakaiannya. Ahra juga telah menyiapkan kamera SLR untuk memotret dirinya dengan Yunho dalam berbagai posisi.
"Baby... Kau akan mempunyai appa sekarang. Dan eomma akan menyingkirkan namja sialan Kim Jaejoong dari sisi Yunho." Ahra memasukkan semua foto dari kameranya ke handphone lain yang telah ia siapkan. Semua foto itu dikirim ke satu nomor yang telah tersave di handphone tersebut. Ahra pun segera membaringkan tubuhnya disamping Yunho dan memeluk erat namja tampan itu.
.
Drrrrt Drrrrrt Drrrrrt
"Hoamm... Aish...! Siapa yang yang tengah malam mengirimiku pesan...? Namja cantik itu terbangun dari tidur lelapnya. Jemari lentiknya meraba-raba meja nakas di samping tempat tidurnya guna mengambil handphonenya. Saat dibuka ternyata bukan sebuah pesan masuk melainkan beberapa foto antara namjachingunya dengan seorang yeoja yang dulu mengaku pernah tertabrak mobil namjachingunya.
Dunia yang telah gelap semakin gelap. Seolah-olah meruntuhkan dunia namja cantik itu yang tak lain adalah Kim Jaejoong, namjachingu seorang Jung Yunho dalam sekejap mata. Bulir-bulir bening semakin lama kian mendesak keluar dari dua bola mata kelam itu. Isakan kecil lolos tanpa terbendung. Seakan hati terkoyak saat meliat foto namjachingunya berpelukan dengan seorang yeoja di atas ranjang dengan keadaan naked satu sama lain.
"Yun... Waeyo...? Kenapa kau lakukan ini padaku...?" Menangis dan menangis yang Jaejoong bisa lakukan saat ini.
.
.
Keesokan harinya di apartemen Go Ahra sang yeoja licik, Yunho terbangun dari tidurnya. Betapa syoknya Yunho saat melihat dirinya dalam keadaan naked dan melihat yeoja yang tak lain Ahra dalam keadaan yang sama. Ahra yang merasa terusik akibat gerakan Yunho akhirnya terbangun juga.
"Oppa kau sudah bangun?" tanya Ahra sembari mengucek matanya.
"Apa yang kau lakukan padaku Ahra?!" desis Yunho.
"Hanya tidur bersama. Waeyo..?" jawab Ahra dengan entengnya.
Yunho langsung memakai semua pakaian dan segera keluar dari tempat terkutuk itu. Namun belum sempat ia memutar knop pintu kamar itu, suara ahra menginsterupsi pergerakannya.
"Jaejoong... Kim Jaejoong, namjachingumu sudah tahu semuanya." Seringai Ahra.
"Apa maksudmu?" desis Yunho berbahaya.
"Kemarin malam aku mengiriminya foto kita berdua saat tidur bersama."
"Dasar jalang! Apa yang kau lakukan pada Boojaeku, hah?!"
"Wae...?" Ahra melangkahkan kakinya mendekati Yunho tanpa berusaha menutupi tubuhnya dengan sehelai kain pun. Dengan cepat ia meraih tengkuk Yunho dan menciumnya kasar.
"Mmmpckk... Mmphhht..."
"Mmpnt... App... Apa yang kau jalang?!" Yunho berusaha melepaskan tautan bibirnya dengan Ahra.
PLAAK
Dengan kerasnya Yunho menampar Ahra yang membuat tubuh yeoja itu limbung dan terjatuh di atas dinginnya lantai marmer itu.
"Akkh..." ringis Ahra kesakitan.
"Jika kau membuat Boojaeku marah dan menangis..." Yunho menggantung kalimatnya dan berjalan mendekati Ahra.
"Akkh... Appo..." Yunho dengan sadisnya menjambak Ahra.
"Kau akan mati ditanganku." desis Yunho.
"Ap... Apa... yan... g akan kau laku... kan Yun...? Akhh..." Ahra semakin merasa kesakitan akibat cengkeraman Yunho di helaian rambutnya.
"Kau mau tahu, yeoja jalang...?" Yunho menarik Ahra agar yeoja itu berdiri dan mendorongnya ke tembok lalu menamparnya dengan keras dan menjatuhkannya ke lantai.
"Akkhh... Yunn..." jerit Ahra.
"Dasar yeoja jalang!" Yunho meninggalkan Ahra yang tergolek lemah di lantai. Tubuh yeoja itu penuh luka dan lebam. Tak ayal darah pun keluar dari mulutnya. Yeoja itu benar-benar mengenaskan.
"Aku... a.. .kan... tetap... mem... mbuatmu... be... rada... disisi... ku... Yun..." lirih Ahra sebelum kedua matanya tertutup.
.
.
Yunho menyetir mobilnya dengan kecepatan tinggi tanpa menghiraukan keadaan jalan. Yunho ingin secepatnya menemui Jaejoong dan menjelaskan semuanya. Yunho melajukan mobilnya ke arah apartemen Jaejoong. Setelah tepat berada dikawasan apartemen Jaejoong, Yunho turun dari mobil mewahnya dan berlari kedalam gedung apartemen itu.
Dok Dok Ok
"Jae kau ada di dalam?"teriak Yunho sambil menggedor-gedor pintu apartemen Jaejoong.
"Sial... Pasti dia sekarang berada di Rumah Sakit." umpat Yunho dan ia pun memutuskan pergi ke Rumah Sakit tempat Jaejoong bekerja.
.
.
Disisi lain, Jaejoong berkumpul dengan sahabat-sahabatnya. Jaejoong mulai menceritakan masalahnya. Yoochun, Junsu, dan Changmin mendengarkan cerita Jaejoong dengan seksama dan mereka sangat murka mendengar kelakuan Yunho pada hyung cantiknya ini. Jaejoong juga menunjukkan berbagai foto pengkhianata Yunho yang dikirim seseorang padanya tengah malam kemarin.
"Hyung... Apa kau yakin?" tanya Yoochun memastikan keputusan Jaejoong.
"Ne Chun. Kurasa ini lebih baik." Lirih Jaejoong.
"Kau akan kemana Hyung...?" timpal Junsu.
"Suatu tempat yang akan membuat hidupku sedikit tenang Su-ie." jawab Jaejoong pelan seakan memikirkan tempat apa yang akan mampu membuat ia melupakan kenyataan pahit yang telah terjadi.
"Aku akan mendukung semua keputusanmu, Hyung." kata Changmin.
"Dua jam lagi pesawatku take off. Tolong kalian rahasiakan kepergianku darinya jika nanti dia menanyakan tentang diriku." kata Jaejoong serius.
"Ne arasseo Hyung. Kami berjanji tidak akan memberitahunya sama sekali." kata Yoochun.
"Aku percaya pada kalian." kata Jaejoong.
"Berapa lama kau akan di sana?"
"Antara 6 bulan atau 1 tahun. Aku harus berangkat sekarang. Annyeong higaseyo." Jaejoong keluar dari kafe seraya melambaikan tangan guna perpisahan dengan sahabat-sahabat terkasihnya. Jaejoong segera menaikki taksi yang telah menunggu dirinya lumayan lama. Jaejoong tidak ingin diantar oleh sahabat-sabatnya karena hal itu akan membuat ia tidak bisa pergi karena terlalu menyayangi mereka.
.
.
Di bandara, Jaejoong segera memasuki pintu gate yang membawanya ke dalam pesawat penerbangan menuju Tokyo, Jepang.
.
.
Yunho yang terus menerus mencari Jaejoong tetap tidak menemukannya. Akhirnya Yunho memutuskan menghubungi Yoochun dan Yunho disuruh segera menemuinya di kafe tempat perkumpulan Jaejoong tadi. Yunho pun melesatkan mobilnya dengan kecepatan penuh menuju kafe yang dikatakan Yoochun. Yunho yang sampai segera memasuki kafe itu dan di sana ternyata sudah ada Yoochun, Junsu, dan Changmin. Yunho menghampiri mereka dan duduk dimana tempat duduk itu diisi oleh Jaejoong sebelum kedatangannya. Suasana sangat hening bahkan menuju ketegangan.
"Apa yang kau inginkan Hyung?" tanya Yoochun to the point dengan suara yang dingin.
"Aku mencari Jaejoong. Aku ingin menjelaskan sesuatu padanya." Jawab Yunho.
"Kenapa kau mencarinya? Bukannya kau sudah menyakitinya terlalu dalam?" Changmin menatap tajam Yunho seolah ingin membunuh Yunho sekarang juga.
"Itu hanya salah paham."
"Benarkah?" desis Junsu.
"Kau tidak akan pernah menemukan Jae hyung lagi, Hyung!" timpal Yoochun.
"Apa maksudmu, Chun?" desis Yunho.
" Aku tidak bisa membantumu, Hyung." timpal Changmin.
"Jae hyung telah pergi." Lirih Junsu
Kata-kata yang dilontarkan Junsu membuat dunia Yunho seolah runtuh dan hancur seketika. Seolah-olah tidak ada cahaya di kehidupannya. Hanya ada kegelapan yang menyelubunginya. Karna sang malaikat cantiknya telah menghilang dari hidupnya tanpa ada keinginan untuk kembali kesisinya. Yunho pun meminta pada Yoochun, Junsu, dan Changmin untuk mencari tahu tentang Go Ahra yang telah menjebaknya. Yunho telah menceritakan semuanya pada mereka. Yoochun menarik sebuah kesimpulan bahwa yang telah terjadi antara kedua hyung-nya hanyalah sebuah kesalahpahaman. Mereka pun setuju untuk mencari tahu tentang Go Ahra.
.
.
Enam bulan telah berlalu. Kehidupan Yunho tetap hampa karena tidak ada Jaejoong disinya. Go Ahra yang telah terobsesi oleh Yunho tetap bersikukuh untuk mendapatkan Yunho seutuhnya, Dan disinilah ia, di sebuah apartemen yang ditempati oleh Yunho. Sebelum itu, Yoochun telah menyunsun sebuah rencana agar Ahra datang ke tempat Yunho. Yoochun juga akan membawa seorang namja yang ada kaitannya dengan Ahra. Ahra yang datang dengan perut yang membuncit, menekan bel apartemen Yunho.
TING TONG TING TONG
Yunho yang tahu bahwa tamunya adalah Ahra segera membuka pintu.
"Oppa bogoshippo." Ahra memeluk Yunho dengan erat. Namun Yunho melepasnya dengan kasar tanpa mengatakan apapun, Yunho masuk ke dalam dan Ahra mengekorinya dari dalam.
"Apa yang kau inginkan Ahra-ssi?" ucap Yunho dingin setelah ia duduk di sebuah sofa berwarna merah maroon yang diikuti oleh Ahra.
"Aku ingin mengatakan bahwa aku hamil anakmu Oppa." jawab Ahra.
"Hahah... Apa kau membuat sebeuah lelucon Ahra-ssi?" tanya Yunho denagn nada yang mengeek.
"Apa kau lupa Oppa? Kita pernah melakukanya 6 b ulan yang lalu." Kata Ahra tak terima.
"Seingatku aku tidak melakukan apapun padamu. Aku hanya makan di apartemenmu dan entah karena apa kepalaku pusing dan aku tertidur. Apa kau mau menjebakku Ahra-ssi?! desis Yunho dan menatap Ahra sengit.
"Aku tidak menjebakmu, Oppa." Kesal Ahra yang tidak bisa meyakinkan Yunho.
"Apa aku bodoh Ahra-ssi? Jika ku perkirakan, usia kandunganmu sekarang telah mencapai 8 bulan atau lebih. Apa aku salah Ahra-ssi?" tantang Yunho.
"Ten... Tentu kau salah Oppa. Usia kandunganku sekarang 24 minggu." Jawab Ahra gugup.
"Benarkah? Aku tidak percaya padamu." Jawab Yunho sarkartis.
"Benar. Ini adalah anakmu, Oppa. Aku tidak bohong." Jawab Ahra yang menghampiri Yunho dan langsung mencim Yunho dengan kasar.
Mmmppht MMMpckk
"Ap... pammmhhh... yang... kaupph lapmm... kukan... Ahrappmmmmhh... ssi...?" tanya Yunho disela ciumannya.
Ahra tidak menjawab. Ahra semakin agresif mencium Yunho. Tak peduli bahwa kenyataannya sekarang dirinya tengah hamil. Yunho masih memiliki hati nurani untuk tidak menyakiti Ahra yang sekarang telah mengandung, Yunho terus memberontak tapi Ahra menciumnya semakin kasar dan mengigit bibir bawah Yunho seakan ingin membuat bibir Yunho terbuka. Yunho yang merasakan perih tak sengaja membuka bibirnya, hal itu membuat Ahra melesakkan lidahnya di dalam mulut Yunho. Yunho tidak membalas ciuman Ahra dan tetap memberontak. Mereka yang telah kehabisan oksigen akhirnya tautan ciuman mereka terlepas. Ahra langsungt membuka semua bajunya dan semua kain yang menutupi tubuhnya hingga ia naked sempurna.
"Apa yang kau lakukan, bitch?" maki Yunho.
Ahra tak peduli. Ia menyerang Yunho dengan ciumannya dan memagut bibir Yunho secara bergantian dari atas dan bawah dengan kasar. Ahra juga menarik jari Yunho dan memasukkannya sendiri kedalam lubangnya.
"Akkkkhhhhhh..." teriak Ahra tapi ia tetap melanjutkan aksinya. Yunho hanya menatap horor Ahra yang sekarang melepaskan ciumannya dan memasukkan 2 jari Yunho ke dalamn lubangnya dan menggerakkannya sesuai irama.
"Kau benar-benar jalang Go Ahra." Yunho mencoba menarik jarinya tapi Ahra menghisap leher Yunho dan membuat kissmark di sana.
"Kau tahu, Oppa? Aku yang jalang ini akan mampu membuatmu bertekuk lutut."
" YOU'RE REALLY CRAZY BITCH." Bentak Yunho.
Ahra tetap menggerakkan jari Yunho dalam lubangnya hingga ia mendapatkan klimaks pertamanya yang membuat ia lelah. Hal itu, membuat Yunho menarik jarinya dan segera berdiri dari sofa lalu memanggil Yoochun, Junsu, dan Changmin yang telah bersembunyi dan memantau Yunho dari dalam lewat cctv yang mereka pasang di ruang tamu.
PLOKK PLOKK PLOKK
"Kau benar-benar yeoja tidak tahu diri Nona Go." Kata Yoochun seraya tepuk tangan.
"Siapa kau?" tanya Ahra yang syok karena di apartemen Yunho ada orang lain. Ahra langsung mengambil bajunya untuk menutupi tubuhnya.
"Kau benar-benar tak tahu malu." sengit Changmin dan melemparkan sebuah selimut ke wajah Ahra.
Ahra langsung mengambil selimut itu untuk menutupi semua tubuhnya.
"Aku Yoochun. Kami sahabat Yunho."
"Kau tahu? Kami sudah memasang cctv di setiap sudut ruang tamu ini. Kami melihat semua perbuatanmu." kata Junsu mengejek.
"Ahh... Tunggu sebentar... Aku akan memanggil seseorang." kata Changmin yang langsung memasuki sebuah kamar tempat persembunyian mereka dan keluar diikuti seorang namja yang membuat bulu kuduk Ahra bergidik.
"Kau..." kata Ahra terputus oleh ucapan namja yang berada disisi Changmin.
"Ya aku. Choi Seunghyun. Ayah dari anak yang kau kandung Ahra-ssi. Apa kau lupa?" tanya namja itu.
"Kau gila. Ini anak Yunho Oppa." Ahra berkata histeris.
"Benarkah itu anakku? Apa kau punya bukti?" tanya Yunho.
"Itu..." Ahra bingung menjelaskannya.
" Aku akan menceritakan yang sebenarnya pada kalian." Kata Seunghyun mantap.
.
.
Flashback
"Apa yang kau lakukan bastard?" teriak Ahra histeris yang tahu bahwa dirinya sekarang telah dalam keadaan naked dan merasakan nyeri dibawah tubuhnya.
"Apa kau lupa apa yang telah kau lakukan sendiri...?" tanya Seunghyun.
"Apa maksudmu...?"
"Kau yang mabuk tiba-tiba menyerangku. Apa kau lupa?" kata Seunghyun yang keluar dari apartemen Ahra.
"ANDWEEEEEEEEEEEEEEEEEEEE!" teriak Ahra histeris.
Seminggu setelah kejadian itu Ahra hamil dan dikucilkan oleh tetangga dan temannyanya. Saat itulah Ahra bertemu dengan Yunho.
Yunho bergegas menuju mobilnya, setelah melihat Jaejoong masuk ke rumah. Mobil pun melaju dengan kecepatan sedang. Namun ditengah perjalanan Yunho tidak sengaja menabrak seseorang yang berlari di depan mobilnya. Yunho turun dari mobilnya dan menghampiri seseorang yang ditabraknya.
"Gwaenchanayo...?" tanya Yunho karna khawatir. Dia tidak tahu kenapa orang itu tiba-tiba menerobos lampu merah khusus penyebrangan pelajan kaki.
"Ne... Naneun gwaenchana..." Jawab orang itu yang tak lain seorang yeoja berambut panjang sedikit ikal, dan tubuh yang tidak terlalu tinggi.
"Mianhae agasshi... Aku tidak sengaja menabrakmu." Sesal Yunho.
"Seharusnya aku yang minta maaf..." jawab yeoja itu sedikit menggantung.
"Yunho... Jung Yunho... Itu namaku." Yunho yang tahu jika yeoja di depannya ini bingung harus memanggil dirinya dengan sebutan apa. Akhirnya Yunho memperkenalkan namanya.
"Ahh... Ne Yunho-ssi... Jeongmal mianhae. Aku Ahra... Go Ahra.."
"Ayo kuantar kau ke Rumah sakit." ajak Yunho.
"Tidak perlu. Kau tidak perlu repot-repot. Aku baik-baik saja Yunho-ssi."
"Baiklah. Ayo berdirilah..." Yunho membantu Ahra berdiri karena sedari tadi yeoja itu terduduk di aspal jalanan yang keras.
"Akh... Appoyo..." ringis Ahra kesakitan.
"Sudah ku bilang bukan, sebaiknya kita ke Rumah Sakit. Agar luka-lukamu ini tidak terinfeksi." Omel Yunho.
"Ahh ne, arrasseo... Gomawo Yunho-ssi." Jawab Ahra disertai senyuman khasnya.
.
.
Mereka melesat menuju ke salah satu Rumah Sakit di Seoul yang tak lain Rumah Sakit tempat Jaejoong bekerja sebagai Dokter spesialis saraf. Di dalam mobil, Ahra tak henti-hentinya menatap wajah Yunho, seolah terhipnotis akan ketampanan namja disampingnya yan terlihat fokus menyetir.
"Tampan... Wajahnya pun tegas... Apa dia sudah memiliki yeojachingu? Pasti yang menjadi yeojachingunya sangat beruntung." pikir Ahra.
"Ahra-ssi... Apa ada yang aneh dengan wajahku?" tanya Yunho pada Ahra. Yunho seolah risih karna yeoja disampingnya tidak berhenti menatapnya dari tadi.
"Mi... Mian... Mianhae Yunho-ssi... Jeongmal mianhae. Aku tidak bermaksud..." gagap Ahra. Yeoja itu tersentak dari lamunannya karna mendengar Yunho yang tiba-tiba menegurnya. Ahra menundukkan kepalanya, dia benar-benar malu karena tertangkap basah sedang memperhatikan namja di sampingnya yang entah sejak kapan telah memikat hatinya.
"Gwaenchanayo." jawab Yunho dengan sedikit senyuman. Dia tidak ingin dipandang sebagai orang yang kaku dan dingin oleh semua orang. Mau tak mau dia mencoba bersikap baik pada yeoja disampingnya.
"Senyumannya benar-benar telah menghipnotisku. Aku benar-benar ingin memilikinya." batin Ahra.
.
.
Setelah mengantar Ahra ke Rumah Sakit Yunho langsung mengantar Ahra ke rumahnya agar dia bisa pulang kerumah untuk beristirahat. Tubuhnya benar-benar sangat lelah. Bila tidak ada peristiwa tabrakan itu tidak terjadi, mungkin dia sudah tertidur di ranjang king sizenya yang sangat empuk.
"Gomawo Yunho-ssi... Kau sudah mengantarku ke Rumah Sakit dan mengantarku pulang. Maaf telah merepotkanmu." Kata Ahra sambil tersenyunm manis.
"Ne... Aku harus pulang sekarang." Kata Yunho.
"Ahh... Arasseo." Ahra keluar dari mobil Yunho. " Sekali lagi, gomawo Yunho-ssi."
"Cheonmaneyo." Yunho melajukan mobilnya meninggalkan rumah yeoja yang ditabraknya tadi.
"Jung Yunho kau benar-benar membuatku gila. Aku akan mendapatkanmu dan membuatmu berada disisiku. Tidak peduli bagaimana caranya aku akan mendapatkanmu. Agar orang-orang tidak akan mencacimakiku lagi atas dosa yang telah aku perbuat." tekad Ahra kian bulat untuk mendapatkan seorang Jung Yunho sepenuhnya. Dia tidak tahu kenapa sejak dia bertemu Yunho tadi, dia sudah merasakan jatuh cinta pada pandangan pertama pada namja tampan bermata musang itu. Dan dia akan menggunakan berbagai macam cara untuk mendapatkan Yunho. Walaupun dengan cara licik nan laknat sekalipun, seperti seorang iblis yang siap mencengkeram mangsanya tanpa cacat sedikit pun.
Disisi lain, ada seseorang yang melihat Ara dari kejauhan.
"Apa yang akan kau lakukan Ahra? Aku tidak akan mengijinkan orang lain menjadi ayah dari anak yang kau kandung. Anak yang tak lain adalah darah dagingku." kata seunghyun penuh amarah.
Flashback end
.
.
"Aku selalu mengawasimu Ahra. Dan aku bertemu dengan Yoochun tanpa sengaja dan ternyata kami dalam misi yang sama. Aku menceritakan semuanya pada Yoochun dan mencari bukti tentang kelakuanmu. Sekarang kau mau apa eoh?" kata Seunghyun.
"Tidak mungkin... Tidak mungkin... Anak yang aku kandung adalah anak Yunho Oppa. Hanya Yunho Oppa yang akan menjadi ayah dari anakku." frustasi Ahra.
"You're really crazy Go Ahra." Kata Yunho dan meninggalkan apartemen itu beserta Yoochun, Junsu, Changmin bahkan Seunghyun. Apartemen yang disewa yunho untuk menjebak Ahra. Mereka pergi meningglakan Ahra menangis sendirian.
.
.
Yunho memutuskan pergi ke Mirotic Bar bersam Yoochun, Junsu, Changmin, dan Seunghyun untuk menenangkan pikirannya yang kalut karena merindukan seseorang.
.
.
Di tempat lain yang dikenal dengan sebutan bandara terlihat 2 sosok yang tidak saling mengenal. Seorang namja yang kembali ke Seoul karna hatinya yang telah tertata dan seorang yeoja yang datang ke Seoul untuk menemui keluarganya. Mereka pergi ke arah yang berlawanan dan memasuki taksi yang berbeda untuk menuju tempat yang mereka datangi masing-masing.
.
.
Di apartemen sewaan, Ahra memakai bajunya kembali dengan sedikit tertatih dan meninggalkan apartemen itu. Ahra memasuki mobilnya dan menyetirnya dengan kecepatan yang tidak teratur.
.
.
Drrrttt Drrrrttt Drrrrtt
"Yeoboseyo...?"
"Yeobeoseyo... Oppa aku pulang."
"Kyurei? Kau di Seoul?"
"Ne Yoochun Oppa." jawab yeoja itu yang dikenal dengan Park Kyurei.
"Kau dimana sekarang?" tanya Yoochun yang tak lain kakak laki-laki Kyurei.
"Aku sudah berada di rumah, Oppa. Kau dimana Oppa?" tanya Kyurei.
"Aku di Mirotic Bar. Apa kau mau kesini?"
"Oke! Aku akan kesana." kata Kyurei dan memutuskan panggilan telpon.
.
.
Kyurei yang telah lama meninggalkan Seoul, sangat senang melangkahkan kakinya disetiap jalanan Seoul. Namun saat dia hendak menyebrangi jalan, ada sebuah mobil yang menerobos lampu merah dengan kecepatan tinggi melaju kearah Kyurei.
TINNN TINNN TINNN
BRAKKKKKKKKK
Tubuh Kyurei terpelanting jauh dan kepalanya membentur jalanan aspal hingga darah mengucur dari kepalanya. Semua menjadi gelap dan banyak teriakan yang mengkhawatirkan. Semua menjadi hampa.
.
.
.
TBC
