A/N: Minna..

Akhirnya aq update gy..

Thx bwt review dr tmn2..

Disclamer: Death Note punya Tsugumi Ohba n Takeshi Obata

Title: Teacher?

Genre: Humor, Romance (sudah ada penambahan genre..^^)

Rated: K+

Warning: Masih seperti chap-chap sebelumnya


Teacher?


Dan dengan sangat terpaksapun anak-anak mengikuti pelajaran. Kali ini terkesan "normal" daripada yang tadi. Tidak ada soal yang ngures otak, tidak ada acara tatapan maut dan sebagainya. Hingga bel pulang sekolahpun berbunyi.

"Yey!" ujar semua murid senang

"Baiklah. Sampai jumpa besok anak-anak." ujar L

"Iya." dan semua muridpun meninggalkan kelas dan tinggallah Light dan L di dalam kelas

"Hah.." ujar Light seraya menghembuskan nafas terakhirnya itu eh nafasnya

"Kenapa Light-kun?" tanya L innocent

"Anak-anak mengerikan." ujar Light sambil duduk di pojok kelas dengan aura-aura mistis(?) di sekelilingnya

"Menurutku mereka semua manis kok." ujar L senang


Author: Iyalah L. Kan lo belum disiksa mental kayak Light tadi. Tapi gak apa-apa Light gitu.*ditampar Light*

Light: Lo dukung gue gak sie, Author?

Author: Dukung? Emangnya ada pemilu?

*Light sweatdrop*

Back to story


"Bagaimana hari pertama kalian?" tanya Misa yang tiba-tiba berada di dalam kelas

"Amane-san?" ujar L yang berusaha mengingat nama Misa. "Lumayan."

"Buruk." keluh Light yang masih berada di pojokan. "Gue gak mau punya anak kalau mengerikannya kayak cewek tadi."

"Dia cowok Light-kun." bela L

Light hanya membuang muka dari L karena malu atas ucapannya yang salah dan menurutnya benar itu yang nyatanya salah.(muter-muter kalimatnya)

"Ano.. Kalian berdua ikut aku ke gerbang ya? Kita tunggu anak-anak yang belum dijemput." ujar Misa berusaha mencairkan suasana dengan es yang dia bawa(?)

"Boleh juga." ujar L yang makan lolipop untuk kesekian kalinya dengan wajah pandanya*dihajar L*. "Ayo Light-kun."

Light mau tidak mau mengikuti L dan Misa. Secara yayangnya, ralat, pacarnya, ralat, orang yang dia suka itu ikut ke depan gerbang. (bener juga kata-katanya. haha..*plak*)

Semua anak sudah dijemput, kecuali trio gila itu*dihajar duo M n Near* eh maksudnya trio pinter itu. Mereka hanya duduk-duduk saja menanti datangnya malaikat maut(?) eh orangtua yang menjemput mereka. L, Light dan Misa sudah berada di dekat trio itu. Tampak mereka bertiga sibuk dengan kegiatan masing-masing.

Mello yang asyik makan coklat(gila dari chap 1-3 coklatnya gak abis-abis), Matt yang sibuk maen PSPnya sambil sesekali berteriak kayak cewek(?) dan Near yang main rubik sambil sesekali ngelempar rubiknya(?)

"Wah, wah kalian semua sibuk sendiri." ujar L yang menghampiri mereka bertiga

"Hmm." ujar mereka bertiga bersamaan

"Kok orangtua kalian belum datang?"

"Hmm.."

"Biasa datang jam berapa?"

"Hmm.."

L sweatdrop aja, daritadi nanya cuma dijawab satu kata doang "hmm" itu. Misa dan Light yang liat itu hanya cengo aja, khusus buat Misa dia emang tahu trio itu sikapnya seperti itu.

"Near.." ujar seseorang yang datang menghampiri mereka. Orang itu adalah pria yang cukup tampan dengan rambut hitamnya, dia terlihat memakai baju kantoran.

"Anda siapa?" tanya L pada orang itu

"Saya Raye, ayahnya Near." ujar Raye

"WHAT!" Light dan L teriak dengan sangat kompak, layaknya paduan suara(?). Coba perhatikan seksama, Raye yang rambutnya warna hitam dengan kulit yang putih itu adalah ayah dari Near yang rambutnya putih dan berkulit putih pucat(?). Mau dilihat dari atas bawah, atas bawah, atas bawah, atas*plak* mereka JAUH BERBEDA.

"Kayaknya gue mau kena serangan jantung nih?" ujar Light yang mulai megang dada kirinya, ya maklumlah Light itu penyakitan*dijitak Light*

"Mello.." kali terdengar suara yang lebih halus, tampaknya seorang wanita. Dan benar datanglah seorang wanita berambut hitam panjang yang menghampiri Mello.

"Oka-san." ujar Mello yang habis menggigit coklat batangnya

'Oka-san?' batin Light dan L. Mereka memperhatikan wanita itu dengan baik. Perhatikan dengan seksama. Wanita itu berambut hitam panjang, bagaimana bisa anaknya berambut blonde gitu?

"Anda siapa?" kali ini Light yang bertanya

"Saya, Naomi Misora. Ibunya Mello." jawab Naomi

"WHATT?" dan untuk kedua kalinya Light dan L sukses membuat orang-orang yang ngedenger teriakan mereka bakal masuk rumah sakit bagian penyakit dalam(?)

"Kenapa kalian?" tanya Matt yang sedari tadi diam ngeliat Light dan L layaknya orang gila(?) mengetahui kenyataan pahit ini(?)

"Kok kamu biasa aja?" tanya Light pada Matt

"Aku kan dah sering ketemu ama calon mertuaku eh orangtua Mello dan Near." jawab Matt sambil memasukkan PSPnya dalam tas ranselnya

"ORANGTUA?" Ok.. Sudah tiga kali mereka teriak, gratis piring buat duo L.*dihajar readers*

"Iya." ujar Raye dan Naomi berbarengan

L cengo aja dengernya nyampe lolipop yang dia makan tadi keluar dari mulutnya(?) dan Light yang sudah jatuh di lantai dengan tangan yang memegang dada kirinya. Tampaknya penyakit jantungnya Light kumat lagi*digampar bolak-balik ama Light*

'Bisa begitu. Orangtuanya rambutnya hitam, warna rambut anaknya pelangi(?)' batin Light dan L tidak masuk akal. 'Ada aja keluarga full colour gitu.'

"Matt, mana orangtuamu?" tanya L yang sudah berhasil bangkit dari kecengoannya itu dan memandang Light yang masih megap-megap. 'Bertahanlah menerima kenyataan ini, Light-kun(?)'

Matt menatap L tajam, kemudian wajahnya langsung berubah melas. "Aku gak punya orangtua." ujarnya sambil menutup wajahnya dengan kedua tangannya. (ingat aja iklan salah satu mie instan yang nadanya kayak gitu..)

L yang mendengarnya turut prihatin dan menitikkan air mata, Matt sesekali mengintip wajah L. "Sayang banget." ujar L

"Kamu kan punya orangtua!" sayup-sayup terdengar suara seseorang yang sedang berlari menuju arah Matt dan semua orang menoleh ke arah orang itu. Lalu muncullah orang itu, seorang kakek-kakek dengan wajah yang siap untuk dikubur*plak*

"Kamu bukan orangtuaku, tapi kakekku." ujar Matt pada orang itu, Roger.

"Haha.. Kan aku sudah tua, Matt." ujar Roger pelan dengan tangan dan kaki yang bergetar seiring ucapannya itu. Mau disko kali ya?

Light dan L hanya makin sweatdrop memasuki season 5(kapan season1-4nya?). L yang udah mulutnya ternganga dari tadi nyampe mobil bisa masuk ke mulut L(?). Light malah makin megap-megap di lantai dan menggeliat kayak kucing garong(?)

"Kami permisi pulang ya?" ujar Raye, Naomi dan Roger dan diikuti Near, Mello dan Matt lalu mereka berjalan pulang.

Setelah orang-orang yang aneh(?) itu pulang Light dan L kembali normal lagi. Mobil yang sempet masuk ke mulut L sudah keluar lagi(?)

"Ki.. kita pulang, L." ujar Light yang sebenarnya masih sedikit megap-megap, mungkin karena efek kucing garong(?)

"I.. iya." ujar L dan mereka berdua pulang


Keesokannya Light dan L kembali mengajar di sekolah gila itu. Pagi hari ini Misa dan Mikami dulu yang mengajar kemudian dilanjutkan dengan Light dan L setelah jam istirahat selesai. Waktu memang cepat dan tibalah jam duo L itu mengajar.

"Pagi anak-anak." ujar Light dan L bersamaan

"Pagi sensei." ujar anak-anak, kecuali trio itu.

"Nah hari ini saya akan mengajarkan kalian tentang ilmu pengetahuan alam." ujar L santai

"Emangnya anak TK udah diajarin gitu?" tanya Light cengo

"Terserah saya, Light-kun." ujar L keras kepala

'Kalau bukan cewek kesayangan(?) gue dah gue bejek-bejek tuh si L.' batin Light

"Baiklah anak-anak kita ke taamn." ujar L semangat dan diikuti anak-anak yang lain

.

.

.

.

Mereka semua menuju taman belakang sekolah yang penuh bunga. Semua anak-anak berbaris dengan rapi di hadapan Light dan L.

"Baiklah. Ini tugas kelompok." ujar L "Kalian harus mencari tumbuhan yang ada sini dan berilah tanggapan kalian."

"Baik." ujar anak-anak. Dan tanpa basa-basi lagi nanti mubasir(?) Mello tentu sekelompok dengan Matt dan Near. Mereka bertiga melihat-lihat bunga yang ada di taman itu.

"Bagaimana kalau bunga mawar ini?" tanya Matt pada kedua rekan sekelompoknya

"Kita memberi tanggapan tentang mawar?" tanya Mello yang kembali makan coklat. "Jangan ah, kita cari yang unik."

"Boleh juga idemu, Mello." ujar Near yang kembali maen rubiknya. "Kamu mau memberi tanggapan tumbuhan apa?"

"Apa ya?" gumam Mello sambil berpikir. Saat sedang berpikir tiba-tiba Matt sudah berada di samping Mello dan memakaikan bunga mawar di sela telinga Mello.

"Cocok kan Mels?" tanya Matt sambil tersenyum

"Kamu! Aku kan bukan cewek." ujar Mello malu-malu

Jadi saat ini mereka berdua sama-sama blushing gitu deh. Mello tidak berani menatap wajah Matt begitu juga sebaliknya. Untung Near sibuk maen rubik jadi gak liat mereka berdua. Dan mereka berdua saling bertatapan secara bersamaan. Tiba-tiba Mello jatuh.

"Aduh.." keluh Mello

"Kamu gak apa-apa, Mels?" tanya Matt yang langsung mendekati Mello

"Gak apa-apa."

"Oh maaf. Tadi saya menabrakmu ya?" ujar L yang berada tidak jauh dari Mello. "Mari." L langsung memberikan uluran tangannya pada Mello, dan Mellopun menerima uluran tangan L sambil malu-malu.

"Terima kasih." ujar Mello sambil malu-malu

"Sama-sama."

Matt melihat raut wajah Mello yang berubah kalau dekat dengan L. Matt hanya memandang tajam L. Wajahnya bagaikan harimau yang ingin makan semut(?)

"Apa kamu sudah menentukan mau menanggapi tumbuhan apa?" tanya L

"Belum." jawab Mello

"Cepat ya? Nanti tugasmu dan teman kelompokmu dikumpulkan."

"Iya."

L berlalu dari hadapan Mello dan Matt. Mello hanya menatap punggung L sambil berlinangan air mata(?). Matt yang ngeliat hal itu langsung nyeret Mello dan Near menuju taman yang berisi bunga anggrek.

"Kita tanggapi bunga ini. Titik!" ujar Matt setengah berteriak

"Kamu kenapa tiba-tiba marah gitu?" tanya Mello

"Bukan urusanmu. Aku ingin tugas ini cepat selesai."

Mello diam saja dan mulai mengerjakan tugasnya begitu juga Near dan disusul oleh Matt. Mereka mengerjakan hal itu dalam waktu 15 menit dan selesailah tugas mereka.

"Aku kumpulkan pada sensei." ujar Matt yang mengambil kertas Mello dan Near dan langsung berlari dari mereka

'Kenapa sih, Matt?' batin Mello

.

.

.

.

Light yang sedang mengumpulkan tugas anak-anak melihat kedatangan Matt dari jauh. Akhirnya Matt sampai di hadapan Light.

"Ini tugas kelompok kami, sensei." ujar Matt sambil menyerahkan tugasnya

"Bagus." ujar Light sambil tersenyum err menyeringai deh. "Matt kan namamu?"

"Iya. Ada apa?" tanya Matt

"Ryuuzaki sering dekat-dekat dengan temanmu yang blonde itu kan?" tanya Light

"Iya!"

"Oh gitu."

Light hanya diam dan menyusun kertas-kertas yang berisi tugas anak-anak. Matt masih saja disana memperhatikan Light.

"Sensei." panggil Matt

"Apa?" tanya Light

"Aku gak suka Ryuuzaki-sensei dekat-dekat ama Mello. Aku ingin kamu menghalangi mereka."

Light hanya menyeringai pada Matt. Dan muncullah wajah setan dari Yagami Light*ditampar Light*. Matt sedikit merasa takut tapi dia tetap bertahan untuk tujuannya(?)

"Aku mohon sensei." ujar Matt memelas

"Tenang saja, Matt." ujar Light yang memegang bahu kecil Matt. "Aku akan membantumu. Aku juga tidak suka Ryuuzaki dekat-dekat dengan temanmu itu."

"Ok." ujar Matt

Dan mereka berdua yang hanya tertinggal di taman itu sambil menyeringai satu sama lain. Sedangkan teman-teman yang lain sudah masuk ke kelas bersama L.

TBC

A/N: Akhirny ideku muncul stlh bbrp hari buntu.

Haha..XD

Gmn mnrt minna-san?

Aq buat chap ini agak panjang, cz tanggung kalau gak..XD

Please review..^^