Do You Love Me?
Main chara: ShikaTema
Chapter 3: What the feel is?
-
-
-
Disclaimer: Sampai kapanpun Naruto takkan pernah jadi milikku, tapi punya Masashi Kishimoto-sen T.T. Nah, kalau yang ini baru punyaku. Sedangkan lagu-lagu yang ada di sini juga bukan punyaku. Aku cuma meminjam semuanya. Kalau mau ngasih applouse, ke penciptanya masing-masing aja yach!!! ^.^.^.^.......................
Summary: Temari mulai menunjukkan keahliannya!!! *semangat '45* What about Shikamaru's dkk opinions? *sok bahasa Inggris* Dan lagu seperti apa yang akan Temari dkk bawakan? Semua akan dibahas secepat LARI SENA!!! (?) *author diterjang Sena*
'Aku harus cari tahu!' inner Temari.
"Woy! Melamunin apaan nih?" tanya Tenten tiba-tiba hingga membuat Temari terkaget-kaget hingga mengeluarkan mantra serapahnya. (?)
"Eh, buju busyet! Hampir jantungan nih, Ten!" teriak Temari dengan nada marah.
"Yah, wari ga... Makanya jangan melamun dong. Memangnya lagi melamun apaan sih?" tanya Tenten penasaran.
"Ah. Nggak ada apa-apa kok. Hehe..." jawab Temari sambil cengengesan.
"Hum... Jadi kalian pernah pacaran ya?" tanya Sasuke dan Gaara bersamaan.
"Bener banget!!!" yang menjawab malah Naruto dan Ino yang bersamaan juga menjawabnya.
"Koq bisa sih, Sakura en NANAS BANGSAT INI pacaran?" tanya Temari yang masih tidak percaya. Sama sekali tidak percaya, bahkan tak pernah terbesit di benak Temari tentang ini.
"Siapa yang lo maksud nanas bangsat ini hah!?" tanya Shikamaru marah sambil menunjuk dirinya sendiri.
"Siapa lagi kalau bukan lo?" jawab sekaligus berbalik tanya Temari.
"He~eh... Loooo!!!" teriak Shikamaru marah hingga hampir memukul muka Temari dengan tinjuannya.
"Jangan sekali-kali nyentuh muka kakak gue!" ancam Gaara yang lagi bad mood (tapi stay cool) sambil menghentikan gerakan tangan Shikamaru yang tinggal berjarak seinchi untuk menyentuh wajah mulus Temari. Sedangkan Temari sudah memejamkan matanya karena takut.
"Sorry. Gua kelepasan." Sesal Shikamaru.
"Udah tenanglah, Temari-nee." Gaara menenangkan sang kakak yang masih agak takut. Tak pernah menyangka ia, jika seorang Nara Shikamaru yang bahkan sangat malas untuk berurusan dengan wanita terlebih FG gilanya itu HAMPIR, saya katakan sekali lagi (?) HAMPIR mau melebami (?) wajah cantiknya dengan sebuah pukulan keras. Untung saja Gaara menyelamatkanku, batin Temari dalam hati.
"Udah lah. Jangan diambil hati. Biarin aja lagi." Ucap Sasuke seraya memukul pundak Shikamaru pelan untuk menenangkannya.
"Yaa... Tapi kalau sekali lagi lo ngejek gue, gue bakalan benar-benar ninju lo!!!" ancam Shikamaru yang masih sebal.
"Weeeeekkkkk!!!" ejek Temari –yang masih dibalik punggung Gaara— sambil menjulurkan lidahnya keluar.
"Grrrr.... Geez, troublesome!" geram Shikamaru sambil memandang Temari tajam.
"I~ih. Tuh kan Gaara! Dia masih marah!" rengek Temari ke Gaara layaknya anak kecil yang minta dibelikan permen ke ibunya.
"Shika! Cepetan minta maaf!" perintah Gaara.
"Hai... Sumimasen..." maaf Shikamaru disertai dengan uluran tangan ke Temari sambil membuang mukanya ke arah lain. Sebenarnya dia tak ingin memandang wajah Temari karena malu.
"Nani? Aku gak dengar apa yang kamu bilang." Rayu Temari dengan muka jahilnya.
"Aku bilang Sumimasen!" jawab Shikamaru setengah berteriak.
"Ha? Coba bilang lagi! Aku masih nggak dengar tuh?" rayu Temari lagi sambil menunjuk-nunjuk telinga kanannya.
"He~eh..." Shikamaru mengeluarkan nafas panjang. "Kubilang AKU MINTA MAAF!!! DASAR BUDEGGGG!!!!" teriak Shikamaru penuh penghayatan... Eh, maksudnya penuh kemarahan... Hehehe...
"Bilang dong! Jadi nggak perlu diulang-ulang lagi kan?" jawab Temari sambil membalas uluran tangan Shikamaru yang berarti dia sudah memaafkan Shikamaru.
"Udah dari tadi kali neng." Shikamaru melepaskan tangannya dari genggaman tangan Temari.
"Udah bertengkarnya! Sekarang bolehkah kami berlatih sebentar di sana, Nara-san?" tanya Temari dengan sesopan-sopannya (?) seraya menunjuk panggung.
"Allright... But just for a moment!" jawab Shikamaru dengan logat bahasa Ingris yang baik dan benar. (Bahhh!!!)
"Oce deh!" jawab Temari en frendz sambil mengedipkan sebelah matanya.
"Woy! Kalian semua kelilipan yah?" tanya Sai lemot.
"Baka! Itu namanya tampang sok cute, Sai!" jawab Naruto berlagak seperti seorang guru kepada Sai.
"Ooh..." kini Sai sedang berOH-OH ria dengan kelemotannya.
"Yuk frendz!" ajak Temari sembari mengulurkan tangannya.
"Yuk ya... yuk...!!!" teriak Super Girlz kompak sambil mengangkat tangan mereka.
Setelah Super Girlz naik ke atas panggung, musik mulai mengalun. Dimulai dengan bunyi indah yang mengalun indah dari keyboard yang dimainkan Hinata, lalu drum dari Tenten membuka lagu tersebut.
"Takanaru kodou fureau ima erande... susume toki no hate he..." Temari mulai menyanyikan awal lagu itu.
Temari memainkan bassnya. Sakura mengiringinya dengan gesekan lembut biola. Musik tersebut terdengar cukup enak di telinga Shikamaru dkk. Belum apa-apa Naruto sudah bergoyang-goyang (?). Kelihatan idiotnya... (=.=")
Temari mulai bernyanyi dengan merdu lagi. "potsuri kokuu no yoru ni tsubuyaita... "mata, ashita ne" tte kotoba... moe meguri terasu taiyou no you na tsuyosa to eien ni kogareta..."
"tatta hitotsu nokoseru nara sonzai wo idaita kono shunkan no egao tada hitotsu mamoru beki wa kimi no mirai..." suara beberapa instrumen musik dimainkan Hinata melalui keyboardnya.
Saatnya bagian reff dinyanyikan. Temari sangat suka bagian ini. Karena saking dihayatinya, dia sampai-sampai menutup mata. "setsuna yurete kishimu kono yo wo erande zutto unmei no chi wo kakeru... mebae hajimeta honoo mune ni hime
ima wo... asu wo... kimi he..."
Suara bass Temari terdengar lagi. Yak, bagian musik intro lagu tersebut mengalun indah.
Vokal Temari sudah sangat terlatih sejak kecil. Suaranya yang bisa menyesuaikan dengan jenis lagu membuatnya terlihat sangat terampil membawakan lagu tersebut. Kini suara khas imutnya terdengar lagi.
"hosometa me no saki ni ukan da hate shinaku hirogaru sora... tsubasa mitsuketa kimi no senaka ga tooza katteku maboroshi wo mita..." secara tiba-tiba, Temari memandang mata tajam Shikamaru. Mukanya seketika memerah. Shikamaru sendiri tidak sadar bahwa dirinya diperhatikan. Nampaknya Shikamaru sedang serius menilai penampilan Super Girlz.
"sokkenaku yosoou tabi nibui oto de tsubusareteku nani ka sorezore ni tomo shita iro kousasasete..." suara Temari terdengar lagi. Namun suaranya tak sekonsen (?) sebelumnya
'Sepertinya Temari memikirkan sesuatu? Dia tampak tak konsen sekarang' batin Ino.
Kini Temari sudah kembali dari alam pikirannya. Karena menyukai bagian reff, jadi dia dengan penghayatan penuh menyanyikannya.
"kakegae no nai kimi to ima erande zutto yoru ni niji wo kakeru... tashikame atta tsuyosa toki ni kae sora wo... umi wo... koeru..." suara Temari terdengar merdu dengan sedikit dengungan.
Musik keyboard, bercampur dengan gesekan lembut biola ditambah tabuhan keras drum, membuat lagu semakin mencapai klimaksnya. Tapi entah kenapa Temari kembali memandang Shikamaru dan seketika itu juga wajahnya memerah.
"takanaru kodou fureau ima erande... kitto unmei no ri ni ikiru... itsuka kie iku honoo negai ni kae yume wo... asu wo... kimi he... sora wo... umi wo... koete... (3)" nyanyian penutup dinyanyikan dengan merdu diiringi dengan gesekan biola dan tabuahan drum serta petikan bass Temari.
"Tepuk tangan untuk SUPER GIRLZ!!!" teriak Tenten sambil menirukan gaya Tobi di anime kesukaannya. Tobi yang sedang meneriakkan BANZAI!!! sambil mengangkat kedua belah tangannya setinggi mungkin. Tapi kali ini Tenten hanya bertepuk tangan.
"Bagaimana lagunya? Keren kan?" tanya Ino dari atas panggung ke Shikamaru dkk.
"Lumayan lah." Balas Sasuke dingin.
"Siapa dong yang nyipta? Matsuri gitu loch!" ucap Matsuri kePD-an.
"Kamu dari mana sih? Kok tadi nggak ada?" tanya Tenten sebal.
"Toilet!" jawab Matsuri narsis. (?)
"Ih, kan yang nyiptain lagu ini aku ama Tenten! Jangan narsis deh, jelangkung!" ledek Temari.
"Haa... ha haha... ha...!!! Jelangkung? Matsuri jelangkung!!!" teriak Naruto meledak-ledak
"Temari! Apaan sih? Kok aku dibilang jelangkung?" tanya Matsuri penuh dengan kemarahan.
"Habis... kamu suka datang tak dijemput, pulang tak diantar sih." Jawab Temari sambil meringis.
"Iya nih." Timpal Sakura.
"Udah ah!" bentak Matsuri kesal. Lalu memandang Gaara yang menahan tawa tapi tetap berpembawaan tenang. Istilah kerennya calm down.
"Gimana? Bagus kan band kami?" tanya Temari ke Shikamaru.
"Bagusan band gue dong!" jawab Shikamaru dengan gaya bak seorang artis.
"Whatever you say!" ucap Temari tak acuh.
"Hehehe..." cengir Shikamaru layaknya seekor kuda. (?) (Maaf Shika FC... *sujud-sujud* Tapi sebenarnya aku sendiri juga tak terima dengan apa yang kutulis kok!)
Temari pun memandang Shikamaru dengan tatapan killer-face. Temari merasa tak terima dengan apa yang diucap Shikamaru.
"Nanas brengesan (?)!" gerutu Temari kesal.
"Apaan tuh brengesan?" tanya Sai dengan polosnya. Tak lupa Gaara (?) juga ikut bertanya dengan muka cool bercampur innocent.
"Nggak tahu juga tuh! Dapat dari Matsuri!" aku Temari sambil menunjuk Matsuri.
"Lha? Kok aku?" tanya Matsuri bingung seraya menunjuk dirinya dengan tampang lugu.
Temari yang tak punya alasan pasti itu pun hanya bisa memandang balik Matsuri dengan death-glarenya.
"Hiii... Temari nyeremin..." ucap Matsuri setengah takut setengah mengejek.
"Aduh! Kebelet nih! Aku ke toilet dulu yah?" izin Temari yang sudah tidak tahan lagi.
"Kualat tuh namanya!" sela Matsuri.
"Nggak nyambung!" komen Naruto dan Ino bersamaan –lagi—
Temari pun beranjak ke toilet. Tapi tiba-tiba, setelah sampai di depan toilet, matanya berkunang-kunang. Dan akhirnya pingsanlah dia.
15 menit kemudian...
Ruang Band...
"Duh! Temari lama banget ke toiletnya?" keluh Tenten tak sabaran.
"Iya nih. Ngapain sih dia?" tanya Sakura yang agak kesal.
"Aku khawatir Tema-chan kenapa-napa." Ungkap Hinata khawatir.
"Gue ke toilet dulu yah bro!" Shikamaru pun permisi ke teman-temannya. Dia pun melangkah keluar dari Ruang Band. Semua memperhatikan sang nanas tersebut hingga tak nampak lagi.
Shikamaru yang berjalan melewati toilet wanita tiba-tiba terperanjat melihat seorang yang dikenalnya, yang ditunggu-tunggu teman-temannya. Sedang terbaring tak sadarkan diri di lantai tepat di depan salah satu pintu masuk ke toilet wanita. "TEMARI!!!???" kejutnya. (?)
Temari terbaring dengan posisi yang benar-benar 'WUAH!' (Saat ini author pikirannya sedang melayang jauh entah kemana...˅.˅) Shikamaru pun menepuk-nepuk pipi gadis itu (Sadis!) dengan beberapa tamparan lembut. Tiba-tiba saja mata sang wanita berambut pirang tersebut perlahan terbuka.
"Shi... Shikamaru..." ucap Temari pelan, ketika melihat Shikamaru.
"Akh. Akhirnya kau sadar juga! Kenapa kau bisa tertidur disini?" tanya Shikamaru seheran yang dia bisa. (?)
"Kepalaku pusing. Dan aku tiba-tiba saja pingsan." Terang Temari sambil berdiri dengan perlahan-lahan.
"Ukh. Kakiku sakit!" rintih Temari kesakitan.
"Mungkin lukamu yang tadi masih belum sembuh benar. Jadi kamu masih agak sakit kan?" tanya Shikamaru. (Cieee.... Pakai aku-kamu??? Kayak orang pacaran aja??? So sweet... X˃)
"Iya! Gara-gara kamu!" tuduh Temari yang masih kesal saat kejadian istirahat tadi.
"Maaf deh. Maaf ya? Maaf ya?" tanya Shikamaru se-cute mungkin.
Lagi-lagi muka Temari hanya memerah. Namun tiba-tiba Shikamaru membungkukkan badannya.
"Hem? Doshite?" tanya Temari heran.
"Biar kugendong kau sampai ke ruang band. Kau takkan mampu berjalan sampai ke sana. Ayo cepat!" perintah Shikamaru.
"Haa??? Apaan sih? Nggak mau!" tegas Temari yang mukanya sangat-sangat memerah. Sampai bisa mengalahkan muka super merahnya Hinata ketika dijahilin Naruto.
"Ayolah..." pinta Shikamaru dengan tampang khawatir.
"Heh, baiklah!" jawab Temari agak malu bercampur dengan suatu perasaan yang Temari sendiri pun tak tahu. Yaitu perasaan senang.
Akhirnya Shikamaru pun menggendong Temari dengan gaya bagaikan seorang ayah yang menggendong anaknya. Meskipun agak malu tapi dia tetap melakukannya.
Selama di perjalanan, mereka berdua hanya berdiam diri saja. Tak ada topik yang bisa mereka bicarakan. Mereka sendiri sibuk dengan dunianya masing-masing.
'Apa ini? Kenapa dia tiba-tiba berbaik hati mau menggendongku begini? Pasti ada maunya?' pikir Temari bingung. Mukanya seketika memerah ketika dirinya berbatin (?) dan berucap 'menggendongku'.
Sedangkan sang pangeran (?) hanya diam saja. Dia tak ingin begitu banyak berbicara dan memikirkan hal-hal aneh yang sedang ada dalam pikiran sang putri (?) sekarang.
Romeo-Julliete (?) itu pun sampai di tempat yang mereka tuju. Tak ayal seisi ruangan tersebut terkaget-kaget begitu melihat keajaiban dunia ke-8 (?) tersebut muncul dari balik pintu.
"Haaaa???? Shikamaru??? Temari???" tanya Sakura dan Ino bersamaan. Seketika itu juga ruang band bergetar seperti gempa di tanah Minang. Ya enggak lah, yah paling cuma berskala 0,1 SR doang. (Author ditimpuk pembaca dan SakuIno)
"Chieeeeeeeee!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!" teriak Naruto, Tenten tak lupa Matsuri lebay pol-polan.
"Ehem... ehem... Uhuk... uhuk..." batuk Neji yang sepertinya dibuat-buat.
"Apa yang terjadi dengan kalian berdua?" tanya Sasuke yang tak memperhatikan reaksi teman-temannya yang pada... sakit jiwa... [-.-"]
"Nggak ada apa-apa kok. Cepet turun! Berat tau!" perintah Shikamaru ke Temari.
"Iya... Siapa pula yang mau digendong kamu lama-lama?" tanya Temari rada kesal.
Gaara yang memandang mereka hanya berpikiran 'Apa yang terjadi dengan Temari-nee? Kenapa bisa digendong Shikamaru begitu?'. Sedangkan Sai hanya senyum-senyum sangat tak jelas.
Temari pun turun dari punggung Shikamaru. Kejadian tersebut membuat Temari malu sendiri. Para wanita teman-temannya pun dengan segera menghinggapi (?) Temari.
"Temari kamu nggak apa-apa? Kamu kenapa sih kok lama banget ke toiletnya?" tanya Ino bertubi-tubi.
"Tadi kepalaku pusing mendadak. Lalu aku pingsan deh. Pas aku bangun, Shikamaru udah di sampingku. Lalu dia nawarin diri untuk menggendongku sampai sini deh!" jelas Temari berpanjang lebar. Saat Temari mengucapkan kalimat yang terakhir, mukanya jadi merah lagi. Sedang teman-temannya... hanya berbisik-bisik.
"Ada apa nih? Bisik-bisik gitu?" tanya Temari agak malu.
"Akhirnya... Sang kucing dan anjing bisa akur juga!!!" teriak SakuInoHinaTenMatsu bersamaan bak paduan suara.
Seketika muka Temari merah padam karena perasaannya yang marah bercampur dengan malu itu dipadukan jadi satu (?). Sedangkan sang pemuda yang dimaksud telinganya bergerak-gerak (?) (Kayak Inuyasha, yang telinganya suka gerak-gerak ketika mendengar hal mencurigakan...) ketika mendengar kata-kata tersebut meluncur jelas dari mulut lima sejoli itu.
"Siapa yang dimaksud dengan kucing dan anjing hah?" tanya Shikamaru dengan wajah seseram hantu dan pastinya bisa membuat seisi ruangan itu ketakutan.
"Ya... Temari sama kamu lach!!!" teriak lima sejoli itu ditambah dengan lima sejagung (?) Sasuke dan teman-temannya.
"He~eh... Mendokusei ga..." gerutu Shikamaru.
"Eh, udah sore nih. Pulang yuk!" ajak Neji ketika melihat jam dinding yang sudah menunjukkan pukul 5 sore.
"Udah! Kalo gitu kita pulang!" ajak Matsuri.
Masing-masing dari mereka mulai mengemasi barang-barangnya dan beranjak pulang. Seperti biasa, Neji dan Hinata yang tinggal serumah karena sepupuan pulang paling dulu.
"Kami pulang dulu yah! Bai!" pamit Neji.
"Matta ashita minna!" pamit Hinata sambil melambaikan tangannya ke arah teman-temannya. "Akh, chotto matte Neji-nii!" ucap Hinata yang sudah ditinggal beberapa langkah dari Neji.
"Kami pulang dulu! Dah!!!" teriak Naruto yang disambut lambaian tangan Gaara.
"Lho, Gaara! Kamu mau kemana?" tanya Temari heran.
"Mau ngambil pesanan di rumah Naruto dulu. Kemarin aku ada mesan ramen ama dia. Jadi aku harus ke rumahnya dulu. Bilang aja ama papa aku pulangnya agak telat. Dah!" terang Gaara.
"Temari yuk pulang!!!" ajak SakuInoTenMatsu.
"Kalian pulang aja dulu. Aku mau beres-beres dulu." Ucap Temari yang masih sibuk dalam pekerjaannya.
"Ya udah. Pulang dulu ya! Sampai besok!!!" teriak 4 sekawan itu.
"Ehem... Gue duluan ya, Shik!" pamit Sasuke.
"Iya... Pergi lo sana!" usir Shikamaru.
"Ngusir nih? Udah gue pulang!" Sasuke jadi kesal.
"Eh, Sasuke! Kita pulang bareng yuk!" ajak Sai sambil mengikuti Sasuke.
"Hn."
"Kuanggap itu sebagai jawaban 'ya'!" gumam Sai dan berlalu meninggalkan ShikaTema berduaan.
Temari yang masih merasa malu itu bertatapan mata dengan Shikamaru yang juga agak malu. Tiba-tiba saja tanpa sepemikiran Temari sendiri, ia berkata, "Arigatou..."
"Hn..." gumam Shikamaru tanda tak mengerti.
"Ya... Terima kasih karena udah nolong aku tadi. Tapi..." tiba-tiba muka Temari yang semula lembut berubah menjadi menyeramkan.
"Tapi... Apa?" tanya Shikamaru bingung.
"Kau harus membayar apa yang telah kau perbuat istirahat tadi dengan..."
"Dengan... Apa?"
"Kau harus..."
"Harus apa? Aduh mbak... Kelamaan ngomongnya nih!" keluh Shikamaru tak sabar.
"Ngantarin aku pulang... Ups..." Temari yang tak sadar dengan ucapannya itu tiba-tiba menutup mulutnya.
"Baiklah. Nggak masalah." Jawab Shikamaru enteng.
"Eh, aku salah ngomong! A... aku..." Temari berkata terbata-bata, langsung saja Shikamaru menarik tangannya.
"Aku kenapa? Udahlah, yuk cepet!" ajak Shikamaru sambil memegang tangan Temari dan menyeretnya dengan halus (?) keluar.
"Ah. Kenapa jadi begini?" gumam Temari.
"Apanya yang jadi begini?" tanya Shikamaru heran. Temari jadi kaget sendiri karena dia tak sadar bahwa Shikamaru mendengarnya.
"Enggak kok." Jawab Temari sambil tersenyum. Senyum yang belum pernah dilihat Shikamaru sebelumnya, senyum tulus dari seorang Sabaku Temari.
Mereka berdua melangkah menuju parkiran sekolah mereka. Tiba-tiba saja hujan turun dengan cukup deras. Temari yang tidak memakai jaket apalagi membawa payung pun basah kuyup dan mengigil kedinginan.
"Grrrr... Dingin..." ucap Temari polos.
Shikamaru yang melihat Temari seperti itu, dengan segera melepas jaket yang dipakainya dan dipakainya untuk melindungi mereka berdua. Seketika itu juga muka Temari merona merah.
"Ayo cepat! Hujannya makin deras!" perintah Shikamaru. Mereka berdua pun mulai berlari pelan dengan Shikamaru yang memayungi Temari dengan jaketnya.
"I... iya..." jawab Temari yang masih mengigil.
Mereka berdua sampai di parkir sekolahnya. Dengan sigap Shikamaru membuka pintu mobilnya dan menyuruh Temari masuk layaknya seorang pangeran yang mempersilakan putrinya masuk.
"Ayo masuk! Anggap saja mobil sendiri!" kata Shikamaru cool.
"I... iya... Hehe..." jawab Temari yang agak ragu.
Shikamaru yang sudah masuk ke dalam mobilnya itu mulai menghidupkan starter mobilnya dan menjalankan mobilnya tersebut. Temari yang masih menggigil itu hanya tercengang melihat keahlian Shikamaru dalam mengemudikan mobil tidak seperti anak SMU biasanya.
"Kamu... Pinter naik mobil ya?" tanya Temari memecahkan keheningan diantara mereka dan disambut tawa Shikamaru yang sudah sangat parah (?).
"Ha? Hahahahahahhh........!!!!" tawa Shikamaru saat mendengar hal itu membuat Temari jadi agak kesal.
"Ih, kamu! Ditanyain malah ketawa! Cepat jawab!!!" perintah Temari sebal sambil memukul pundak Shikamaru pelan.
"Jadi kamu baru bisa naik mobil ya?" tanya Shikamaru yang menahan tawanya.
"Ih! Udah dari dulu kali?" kata Temari sambil memukul pundak Shikamaru lagi.
"Aku juga udah dari dulu kali. Tapi yang bener itu pandai mengendarai mobil mbak." Jelas Shikamaru.
"Hah. Iya deh! Itu!" sambung Temari sambil mengangkat telunjuknya.
"Emang kenapa?" tanya Shikamaru.
"Nanya aja! Kamu cepet banget ngendarainnya?" tanya Temari.
"Ya... biar cepat sampai lah! Rumah kamu dimana?" tanya Shikamaru mengalihkan pembicaraan tak jelas tadi.
"2 komplek dari sini. Nomor rumahku 18!" jawab Temari seadanya.
"Oh! Bentar lagi dong?" tanya Shikamaru bego'.
"Iya!" jawab Temari bosan.
Mereka pun berdiam diri lagi. Temari sudah sangat bosan dengan keadaan ini. Tapi sekarang dipikirannya sedang terbesit sesuatu, hubungan Sakura dan Shikamaru.
"Ehm... Eh nanas!" panggil Temari.
"Jangan panggil gue nanas!" jawab Shikamaru tanpa mengalihkan pandangannya ke arah jalan.
"Kau benar-benar pernah pacaran ama Saku ya?" tanya Temari tanpa memperhatikan Shikamaru.
Tiba-tiba saja, bagaikan tersambar petir (?) Shikamaru menjadi sangat kaget dengan pertanyaan Temari. Dia hanya bisa bergumam "Mungkin ya".
Sesaat Temari merasa sangat sedih. Entah kenapa, dia tak ingin mendengar pemaparan selanjutnya dari Shikamaru.
Mereka hanya menghabiskan waktu dengan berdiam saja. Temari yang lagi-lagi merasa bosan mulai mengalihkan pandangan keluar jendela. Dilihatnya hujan sudah mereda, pelangi yang muncul di langit sangatlah indah. Dan tentu saja matahari yang terbenam di ufuk barat, menandakan bahwa sekarang sudah hampir malam.
"Sudah sampai nih! Disini kan rumahmu?" tanya Shikamaru menyadarkan Temari dari lamunannya.
"Akh. Iya!" jawab Temari bersemangat. "Ya sudah! Aku pulang dulu! Terima kasih tumpangannya! N-A-N-A-S-B-R-E-N-G-E-S-A-N!!!" ucap Temari seraya membuka pintu dan keluar dari mobil tersebut.
"Sial lo! Dasar bule!" balas Shikamaru dengan toa-nya.
"Biarin! Daripada NANAS!!!" pekik Temari sambil berkata, "Nanas nanas!!!" berulang kali.
"Diem lu! Bagus-bagus udah dianterin ampe rumah, masih ngejek! Dasar cewek ngerepotin!" cerca Shikamaru bad mood.
"Biarin! Daripada nanas brengesan!" maki Temari lebih ancur (?) lagi.
"Heeh! Gue pulang!" ucap Shikamaru seraya mengemudikan mobilnya kencang.
"Hah... Shika... Makasih... Makasih udah baik banget hari ini..." ucap Temari sambil tersenyum.
Temari pun membuka pagar rumahnya dan masuk ke dalam rumahnya. Dipikirannya saat ini adalah ingin makan dan mandi air hangat. Dia pasti sangat kelelahan hari ini.
'Semoga hari ini bisa terulang kembali.' Batin Temari.
Haah... Akhirnya selesai juga chap 3. Rasanya capek banget. Tapi don't worry. Chap 4 bakalan updet lagi. Untuk lagu kali ini, mempunyai judul Being dan penyanyinya adalah Kotoko. Merupakan soundtracknya Shakugan no Shana Op2. Jadi kalau mau memberikan pujian ke Kotoko-san aja yach! *sok akrab* Kira" apa lagi lagu chap berikutnya ya? Tunggu aja deh!!! Dah!!! Ganbatte yo!!!
