Cuplikan Chap Kemarin

.

.

Kyuhyun POV

.

Aku terpaksa turun dengan terburu-buru. Saat aku sudah berada di tempat parkir apartemen ini. Aku merogoh kantong celanaku dan sial! Kunci mobilku tertinggal. Dengan terpaksanya aku kembali lagi ke atas untuk mengembil kunci mobil ku.

.

Aku masuk ke apartemenku tanpa memberi salam terlebih dahulu. Aku masuk untuk mengambil kunci yang berada di kamar. Mataku melihat pintu kamarku yang sudah terbuka.

'Siapa yang berani masuk ke kamarku? Jangan-jangan dia lagi.' aku berkata dalam hati.

Aku mengendap-endap dan mengintip. Mataku terbelalak saat aku melihat...

"YAH APA YANG KAU LAKUKAN, EOH?" tanyaku kesal, keluar dari tepat persembunyianku.

"Aku hanya..."

.

.

My Hero

.

Rated : T

.

Pair : Kyumin

.

Genre : Romance & Humor #gagal.

.

Warn : Yaoi, typo bertebaran dimana-mana, tidak sesuai dengan EYD, tanda baca yang kadang tidak sesuai, Membosankan, dll.

.

Disclaimer : Mereka milik diri mereka sendiri dan tuhan tapi FF ini milik saya. Dan ff ini hanya imajinasi saya saja.

DILARANG COPAS!

DON'T LIKE DON'T READ!

JANGAN MEMAKSAKAN DIRI ANDA UNTUK MEMBACA APABILA ANDA TIDAK SUKA! KARENA SAYA TIDAK AKAN MENANGGUNG APABILA ANDA MARAH-MARAH.

.

.

.

Chap 3

.

Normal POV

.

.

.

"Aku hanya apa, eoh?" tanya Kyuhyun dengan nada yang meninggi.

"A-aku.. ha-hanya..." Sungmin berkata dengan terbata-bata.

"Cepat jawab!" Kyuhyun mulai murka.

Sungmin hanya bisa diam membatu dengan dua benda yang ada di ke dua tangan, kanan kirinya. Kyuhyun mendekati Sungmin yang masih diam membatu dengan wajah yang pucat pasi.

"Hanya apa?" tanya Kyuhyun setelah dia sudah berada di hadapan Sungmin.

"Han.." ucapan Sungmin terputus saat ponsel Kyuhyun berdering.

Dddrrrttt...dddrrrttt...

"Aish, siapa yang menelepon di saat seperti ini?" Kyuhyun mengomel sambil merogoh kantong celananya.

"Yeo..."

"Hey, kau dimana? Apa kau lupa kalau sekarang ada kulaih di jam pertama?" suara di sebarang yang sangat keras membuat Kyuhyun harus menjauhkan ponselnya dari telinganya.

Kyuhyun mendekatkan lagi ponselnya ke telinganya dan balas membentak. "Yah, bisakah hyung tidak berteriak-teriak!"

Di hadapan Kyuhyun, Sungmin. Dia hanya bisa diam sambil melihat Kyuhyun yang sepertinya sedang perang mulut.

"Cepat ke kampus! Kau ingin aku dihukum, eoh?" tanya orang di seberang cukup keras hingga membuat Sungmin yang berada di depan Kyuhyun samar-samar mendengar apa isi pembicaraan itu.

"Lho, apa hubungannya hyung dihukum dengan aku datang ke kampus?" tanya Kyuhyun dengan kening berkerut, bingung.

"Kau lupa kalau sekarang ada tugas?" tanya orang di seberang dengan nada yang sedikit merendah.

"Iya, aku tau kalau sekarang ada tugas yang harus dikumpulkan. Terus, apa sangakut pautnya denganku?" tanya Kyuhyun dengan suara yang ikut merendah juga.

"Ada beberapa yang belum aku kerjakan. Jadi, aku menyuruhmu untuk datang ke kampus sekarang agar aku bisa mempelajarinya." Jelas orang yang berada di seberang.

"Mempelajarinya? Ga salah dengar nih? Bilang ada 'aku bisa nyontek'." Kyuhyun mengoreksi ucapan sang penelepon.

"Yah, sama sajalah." Balas orang itu malas.

Sungmin yang berada di hadapan Kyuhyun hanya bisa diam bergeming karena memang dia tidak tau apa yang dibicarakan Kyuhyun dan pihak si penelepon.

Kyuhyun menghembuskan nafas pasrah, "Baiklah aku ke sana sekarang." Jawab Kyuhyun.

Kyuhyun memutus sambungan telepon dan memasukkannya ke saku celananya.

Kyuhyun menatap Sungmin tajam. "Masalah ini belum berakhir." Ucap Kyuhyun tajam.

Ddddrrrtttt... Ddddrrrttttt...

Ponsel Kyuhyun kembali berdering. Kyuhyun pun kembali mengangkat teleponnya.

"Yeo..."

"CEPAT KE SINI!" teriak orang di seberang, sontak membuat Kyuhyun menjauhkan kembali ponselnya dari telinganya.

Kyuhyun mendekatkan lagi ponselnya ke telinganya, "YAH, KENAPA HARUS BERTERIAK-TERIAK, EOH? NE, AKU AKAN KE SANA!" Kyuhyun membalas ucapan itu dengan berteriak juga.

Tanpa basa-basi Kyuhyun langsung memutuskan sambungan telepon itu. Kembali, Kyuhyun memasukkan ponselnya ke saku celananya.

Kyuhyun kembali menatap Sungmin tajam. "Masalah ini belum berakhir." Ucap Kyuhyun lalu melenggang pergi.

"Padahal hanya begini saja marah." Sungmin bergumam.

.

.

Setelah Kyuhyun berangkat kuliah Sungmin mengerjakan apa yang menjadi tugasnya, membersihkan apartemen ini.

Sungmin mulai dari membersihkan debu-debu yang berada di jendela, ventilasi dan di tempat-tempat lain yang cukup jauh dari jangkauannya membuatnya membutuhkan kamoceng untuk membersihkannya. Sesekali Sungmin harus terbersin-bersin saat debu terhirup masuk ke hidungnya.

Setelah pekerjaan semuanya selesai dan seluruh ruangan apartemen ini bersih (kecuali tempat gamenya Kyuhyun yang selalu ditutup Kyuhyun), Sungmin hanya bisa tersenyum senang dengan hasil kerjanya.

"Ternyata selama ini aku membantu di rumah ada manfaatnya juga." Ucap Sungmin.

Sungmin merasa tenggorokkannya sudah kering membuatnya harus berjalan mendekati lemari pendingin. Setelah sampai di tempat itu, Sungmin mengambil minum dan meneguknya.

Setelah tenggorokkannya sudah di rasa tidak kering lagi Sungmin kembali berucap, "Baru kali ini aku mengerjakan sesuatu dengan sungguh-sungguh dan baru kali ini pula aku mengerjakan sesuatu dengan usahaku sendiri. Padahal hanya seperti ini tapi, kenapa aku merasa sangat puas?" Sungmin bermonolong sendiri.

Sungmin melihat jam dinding berada di ruangan itu. "Masih ada waktu untuk berjalan-jalan sebentar. Siapa tau aku bisa bertemu dengannya." Ucap Sungmin.

.

Sungmin pun memutuskan untuk jalan-jalan di sekitar tempat tinggal Kyuhyun. Beruntung dia sudah mandi jadi dia tidak terlalu bau walaupun dia masih menggunakan baju yang ia punya satu-satunya itu.

.

.

.

.

Akhirnya jam kuliah Kyuhyun selesai juga. Kyuhyun membereskan semua buku dan memasukkan kembali ke dalam tas. Setelah semua beres, Kyuhyun pun membawa tasnya dan hendak keluar dari ruangan ini.

"Kau ingin kemana, Kyu?" tanya seorang namja yang ada di belakang Kyuhyun. Kyuhyun membalikkan badannya.

Namja itu yang tadi menelepon Kyuhyun untuk cepat-cepat datang ke kampus. Nama itu adalah Kim Heechul.

"Tentu saja pulang. Memang hyung pikir aku akan kemana?" tanya Kyuhyun balik.

"Aku kira kau ingin mengambil kaleng bekas lalu di jual." Ucap Heechul.

Kyuhyun sweatdrop ,"Memangnya hyung pikir aku apaan?" tanya Kyuhyun. -_-

Heechul tidak mengubris pertanyaan Kyuhyun barusan dan malah seenaknya pergi dan melewati Kyuhyun begitu saja.

Heechul menghentikkan langkahnya dan sedikit berbalik. "Oh ya Kyu, terima kasih atas contekannya. Berkat kau aku bisa mempelajarinya." Ucap Heechul lalu kembali melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.

'Mempelajarinya? Perasaan tadi Heechul hyung hanya menyalinnya saja tidak mempelajarinya terlebih dahulu dech. Bukannya setelah menyalinnya dia langsung menggumpulkannya?' Batin Kyuhyun sweatdrop.

.

.

Setelah sampai di apartemennya Kyuhyun membuka pintu apartemen itu. Tapi, pintu itu masih terkunci.

"Kok terkunci. Bukankah Sungmin ada di dalam?" tanya Kyuhyun sendiri.

Kyuhyun pun memencet beberapa dijid angka yang menjadi password apartemen ini. Apartemen itu pun terbuka dan Kyuhyun pun langsung masuk ke dalam. Sebelumnya dia sudah menutup pintu apartemennya.

"Bersih juga apatemenku." Komentar Kyuhyun pertama kali saat kakinya baru menginjak lantai apartemen ini pada hari ini.

Kyuhyun mau masuk ke kamarnya dan berniat untuk menaruh tas dan tidur-tiduran di kasur king sizenya. Baru saja dia membuka pintu niatnya itu pun urung dilakukan karena dia teringat sesuatu.

"YAH SUNGMIN! CEPAT KE SINI!" teriak Kyuhyun masih berdiri di depan pintu dengan tangan yang memegang kenop pintu kamarnya.

Sosok yang dipanggil Kyuhyun tidak kunjung datang. Sepertinya dia masih belum pulang dari acara jalan-jalannya. Kyuhyun melempar tasnya ke kasur.

"Dia dimana sih?" tanya Kyuhyun. "SUNGMIN, CEPAT KESINI!" teriaknya lagi.

Sosok itu belum juga muncul. Kembali, Kyuhyun berteriak. "SUNGMIN, CEPAT KE SINI!"

Kyuhyun sudah menyebut nama Sungmin tiga kali tapi Sungmin tidak kunjung menunjukkan batang hidungnya. Kyuhyun pun mendengus kesal.

"Dia ini tuli kali ya. Aku sudah berteriak dan menyebut namanya tiga kali tapi dia tidak kunjung datang." Ucap Kyuhyun kesal.

Bukan Sungmin yang tuli Cho Kyuhyun. Tapi, kau saja yang tidak tau kalau Sungmin tidak ada di apartemen ini. Demi tomcat sekali pun, sampai kau berteriak-teriak hingga suaramu berubah menjadi suara bebek pun, Sungmin tidak akan mendengar karena memang dia tidak ada di aparteman ini.

Kyuhyun pun memutuskan untuk mencari Sungmin di dalam apartemen ini. Mulai dari kamar mandi, dapur, bawah kolong tempat tidur, dalam lemari miliknya dan berakhir di dalam lemari pendingin tetap Sungmin tidak ketemu. Ada yang merasa kenapa Kyuhyun mencari Sungmin semakin lama semakin ke tempat yang sudah jelas Sungmin tidak ada di sana?

Kyuhyun sudah lelah mencari Sungmin. Dia pun tepar dilantai apartemennya yang dingin. Kyuhyun sedikit melirik ke jam tangan yang melingkar dipergelangan tangannya.

"Sudah jam segini tapi dia belum pulang juga. Kemana dia? Dia kan baru ke Korea kalau dia tersesat gimana coba?" Kyuhyun bertanya-tanya sendiri.

Tanpa dia sadari, dia sudah khawatir terhadap Sungmin. "Tunggu..." Kyuhyun terduduk dari posisi teparnya. "Kenapa aku jadi mengkhawatirkannya? Bukankah dia bukan siapa-siapa aku? Hah, peduli tomcat lah." Kyuhyun pun kembali tepar.

.

BRAK...

.

.

Pintu apartemen Kyuhyun terbuka dengan kerasnya. Grasak-grusuk (?) Sungmin pun datang dengan nafas yang tersenggal-senggal.

"Mi-mianhae...." ucap Sungmin dan sedikit membungkukan badannya dengan tangan yang bertumpu pada lutut. Nafasnya masih tersenggal-senggal.

Kyuhyun kembali duduk dengan tangan yang dilipat di depan dadanya. "Mianhae untuk apa?" tanya Kyuhyun.

Sungmin tidak menjawab. Dia masih sibuk mengatur nafasnya ynag tersenggal-senggal, Sungmin benar-benar kelelahan.

"Dari mana saja kau ini?" tanya Kyuhyun lagi.

Sungmin duduk di hadapan Kyuhyun dengan nafas yang mulai normal. "Tadi aku habis jalan-jalan. Eh taunya aku tersesat jadi aku harus mencari jalan. Jadi begini ceritanya..." Sungmin memulai cerita.

.

.

Flashback...

.

Sungmin sedang jalan-jalan di luar sekitar apartemen Kyuhyun. Angin sepoi-sepoi berhembus menerpa wajah mulus Sungmin. Rambutnya yang sedikit panjang itu pun terangkat seiring dengan angin yang datang. Sungmin berjalan tanpa arah. Kakinya berjalan dengan semaunya sendiri. Tanpa dia sadari, dia masuk ke gang satu masuk ke gang lain terus seperti itu. Sungmin menghentikan langkahnya saat dia sadar bahwa dia sepertinya tersesat.

"Kenapa aku di sini?" tanya Sungmin. Tangannya menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal dengan kepala yang melihat ke kanan, kiri, depan dan belakang. "Apa aku tersesat ya?" tanyanya lagi. "Tadi aku lewat mana sih kok bisa sampai sini?" tanya Sungmin ke angin yang berhembus. "Baiklah aku akan menebak jalan menggunakan perasaanku saja." Ucap Sungmin pada akhirnya.

Akhirnya Sungmin memutuskan untuk berjalan dengan perasaannya saja. Tiap kali dia bertemu dengan jalan yang bercabang, dia hanya bisa memilih dengan menebaknya secara asal dan itu berlanjut hingga sekarang. Sial bagi Sungmin karena dia tersesat di jalan yang cukup sepi. Tidak ada seorang pun yang berada di luar rumah yang ada hanya binatang peliharaan mereka.

Sungmin bukan tersesat ke tempat kumuh. Dia hanya tersesat di rumah yang biasa-biasa saja dengan jalan yang memiliki banyak cabang.

Sungmin mulai bosan karena jalan yang dipilihnya tidak ada ujungnya. Dia yang melihat kaleng kosong tergeletak di tengah jalan itu akhirnya ditendang-tendang ringan. Siapa tau bisa menghilangkan rasa bosan yang mulai menyerangnya. Yah, mungkin.

"Kenapa jalannya tidak ketemu-ketemu?" Sungmin akhirnya kesal. Dengan kesalnya dia menendang kaleng itu dengan keras membuat kaleng kosong itu masuk ke perkarangan rumah orang.

Tidak lama kemudian setelah kaleng itu masuk ke perkarangan orang, terdengar suara gonggongan anjing bisa dibilang saat Sungmin menendang kaleng itu, kaleng itu menggenai anjing sang pemilik rumah.

"Guk...Guk...Guk...!" gonggongan anjing itu.

"O..o... gawat nih." Ucap Sungmin horor.

Anjing itu melompat pagar rumahnya yang memang tidak terlalu tinggi. Dan Sungmin pun dikejar oleh anjing itu. Sungmin cepat-cepat membalikkan badannya dan mengambil langkah seribu. Dia berlari menghindari anjing itu dan asal memilih jalan mana yang harus dia lewati yang terpenting dia selamat dari anjing itu. Entah dapat keajaiban apa tapi, berkat inilah dia berhasil menemukan apartemen Kyuhyun.

.

Flashback off...

.

.

Mendengar cerita Sungmin membuat Kyuhyun tak henti-hentinya tertawa.

"Hahahaha... ke-kenapa bisa sampai seperti itu?... hahaha..." tanyanya disela tawanya yang tidak kunjung berhenti.

Kyuhyun guling-gulingan dengan tangan yang memegang perut, air matanya sedikit keluar disela tawanya. Sungmin merengut kesal.

'Dasar, aku menderita dia malah puas.' Sungmin kesal karena dia ditertawa begitu puasnya.

Kyuhyun masih saja tertawa sambil memegang perut. Dia sudah tidak guling-gulingan hanya sekarang dia duduk dengan satu tangan yang memukul-mukul lantai.

Sungmin yang yang memperhatikan Kyuhyun terus tertawa itu pun tanpa ia sadari dia ikut tersenyum.

'Walaupun dia menyebalkan tapi, entah mengapa saat melihat tawanya yang seperti ini aku menjadi menyukainya, sangat menyukainya.' Batin Sungmin. Dan dia pun ikut tersenyum saat melihat tawa Kyuhyun.

.

Setelah puas tertawa Kyuhyun pun menghentikan tawanya yang diikuti Sungmin juga berhenti tersenyum.

Kyuhyun teringat sesuatu lagi. "Oh ya, tadi sedang apa kau di kamarku dengan kedua benda yang berada ditangan kanan dan kirimu tadi, eoh?" saat berkata seperti ini wajah Kyuhyun terlihat sangat serius.

"Aku hanya..." ucap Sungmin melemah dan sedikit tertundunk.

"Hanya apa?" tanya Kyuhyun.

Sungmin masih sedikit menunduk. "Hanya mengguntingnya." Ucap Sungmin.

Kyuhyun melotot saat mendengar Sungmin berkata 'hanya menguntingnya'.

"Hanya mengguntignya, kau bilang?" Kyuhyun mengulangi perkataan Sungmin.

Sungmin mendongakkan kepalanya dan mengangguk imut. "Yap, hanya mengguntingnya." Ulang Sungmin.

Oke, dua benda yang dimaksud Kyuhyun yang tadi dipegang Sungmin ditangan kanan kirinya itu adalah gunting dan celana panjang yang sudah menjadi celana setengah panjang dan setengah pendek.

Kyuhyun berdiri dari posisi duduknya dan berjalan ke kamarnya untuk mengambil celananya yang sudah digunting. Tidak lama kemudian, Kyuhyun datang dengan membawa celana yang sudah digunting itu ditangannya.

"Kau menggunting celana ini, huh?" Kyuhyun memperlihatkan celana yang sudah tergunting itu.

Sungmin kembali mengangguk imut, "Yap, celana itu yang aku gunting." Ucap Sungmin ringan.

Kyuhyun terduduk lemas di hadapan Sungmin dengan mata yang menatap kosong.

"Tuan, gwenchanayo?" tanya Sungmin mendekat ke Kyuhyun dan sedikit menguncang-guncang bahunya.

"Kenapa kau mengguntingnya?" tanya Kyuhyun dengan pandangan yang masih lurus ke depan.

"Habisnya aku tidak punya uang untuk membeli celana. Niatnya aku ingin meminjam celanamu tapi celanamu terlalu panjang untuk aku gunakan. Jadi, aku gunting saja." Ucap Sungmin jujur.

Kyuhyun menatap Sungmin, "Kau tau celana ini sangat penting bagiku." Ucap Kyuhyun.

"Sepenting apa sih? Ini hanya celana panjang berwarna coklat dan kainnya pun biasa saja. Sama seperti celana pada umumnya." Sungmin melihat celana yang masih dipegang Kyuhyun.

"Celana ini adalah celana yang aku beli dengan uangku sendiri. Yah, walaupun modelnya sudah jadul yang pentingkan aku membelinya sendiri. Tapi, ya sudahlah untukmu saja. Lanjutkan mengguntingnya." Kyuhyun menyerahkan celana itu ke Sungmin.

Dia berjalan mendekati sofa dan duduk di sana. Dia mengeluarkan PSP yang ada di saku celananya dan mulai tenggelam dalam dunia gamenya.

"Benar ini untukku?" tanya Sungmin yang masih duduk di lantai.

"Ne, ambil saja." Ucap Kyuhyun ogah-ogahan.

"Gamsahamnida." Ucap Sungmin.

Sungmin menaruh celana itu di lantai dan mencari gunting lalu kembali ke tempat itu dengan tangan yang sudah memegang gunting. Sungmin mulai mengunting celana itu.

.

.

Cukup lama mereka saling diam dan sibuk dengan dunianya sendiri. Sungmin sibuk menggunting celana panjang yang tadinya milik Kyuhyun yang sekarang sudah menjadi miliknya dan Kyuhyun sibuk dengan PSP dan game yang ada di dalamnya.

"Hore! Selesai!" seru Sungmin girang.

Kyuhyun hanya melihat Sungmin melalui ekor matanya. Sungmin berdiri dari duduknya dan berjalan mendekati Kyuhyun dan duduk di sebelahnya.

"Tuan..tuan... liat coba. Bagus bukan?" tanya Sungmin sambil memperlihatkan celana yang sudah diguntingnya.

Hingga bisa diperkirakan celana itu kalau dipakai Sungmin hanya sebatas lutut tapi kalau dipakai Kyuhyun mungkin celana itu sudah menjadi celana mini. Tidak pantas untuk Kyuhyun.

Kyuhyun mempause permainannya dan melihat Sungmin dengan ke dua tangan yang memegang ujung-unjung celana itu.

'Cara mengguntingnya sangat rapi dan dia juga sangat pas mengatur ukuran dan panjang celana ini.' Batin Kyuhyun.

"Cara menggunting dan mengukur celana ini kau bagus juga." Komentar Kyuhyun.

"Jinjja?" tanya Sungmin tidak percaya. Kyuhyun hanya membalas dengan anggukkan.

"Ini pasti karena a.."

Dddrrrrttt...dddrrrttt...

Ponsel Kyuhyun kembali bergetar yang membuat ucapan Sungmin (yang sebenarnya akan memberi tau identitasnya) terpurus.

"Tunggu sebentar." Ucap Kyuhyun dan mengangkat terlepon itu.

"Yeoboseo," Kyuhyun memberi salam.

"..."

"Jinjja?" tanya Kyuhyun memastikan.

"..."

"Oke, besok aku akan mencoba mencarinya. Memangnya ada berapa?" tanya Kyuhyun dengan orang yang meneleponnya.

"..."

"Ada tiga? Aku harus mendapatkan semuanya. Oke, aku besok akan mencari semuanya. Gomawo atas informasinya."

"..."

Kyuhyun memutuskan sambungan teleponnya.

"Dari siapa?" tanya Sungmin.

"Dari Minho, temanku."

Sungmin hanya ngangguk-angguk saja. "Oh ya tuan, kau punya baju yang berukuran kecil?" tanya Sungmin.

"Untuk apa?" tanya Kyuhyun.

"Aku tidak punya baju lagi kecuali ini dan baju ini pun sudah kotor. Jadi aku ingin meminjam baju milikmu. Bolehkan?" tanya Sungmin penuh harapan.

Kyuhyun nampak berpikir, "Baiklah, aku akan cari dulu." Ucap Kyuhyun sambil menaruh ponsel dan PSPnya di meja dekat sofa.

Kyuhyun masuk ke kamarnya dan mengambil baju. Cukup lama Kyuhyun berada di dalam hingga akhirnya dia keluar dengan tangan yang membawa baju.

"Nih," Kyuhyun menyodorkan baju yang di bawanya.

"Untukku?" tanya Sungmin sambil menunjuk ke dirinya sendiri.

"Ne, untukmu. Baju ini sangat tidak pantas di badanku belum lagi ukurannya yang kekecilan. Jadi untukmu saja." Kyuhyun menyerahkan baju itu dan di terima oleh Sungmin.

Sungmin melihat baju yang di berikan Kyuhyun untuknya, "Kenapa berwarna pink?" tanya Sungmin.

"Hanya itu yang ada jadi terima saja." Ucap Kyuhyun. "Memang apa salahnya kalau berwarna pink?" tanya Kyuhyun balik.

"Baju yang aku gunakan sudah berwarna pink. Kalau kau memberikanku pink lagi apa tidak aneh?"

"Aneh apanya?"

"Iya, aku yang sekarang memakai baju warna pink dan kau memberikanku pink. Orang-orang pasti mengira aku tidak mengganti bajuku karena dua-dua berwarna pink." Jelas Sungmin.

"Memang di sini orang-orang memperhatikanmu? Dan memang siapa yang memperhatikamu dia sekitar apartemen ini? Setauku orang-orang di sekitar apartemen ini jarang keluar kecuali untuk bekerja atau kalau tidak kuliah." Kyuhyun bingung sendiri.

Sungmin menyimak semua pertanyaan yang tadi ditanyakan Kyuhyun. Benar. Selama Sungmin tinggal di apartemen ini dia tidak pernah bertemu dengan tetangga Kyuhyun dan sepertinya tidak ada orang yang memperhatikan Sungmin. Jadi orang-orang tidak akan tau dia mengganti bajunya atau tidak.

"Benar juga ya," Ucap Sungmin. "Terima kasih atas bajunya," Sungmin tersenyum memperlihatkan gigi kelincinya. "Aku akan mencobanya dulu."

Tanpa basa-basi Sungmin langsung membuka bajunya dan membuatnya topless. Entah mengapa pemandangan di depannya ini membuat Kyuhyun terpesona. Kyuhyun melihat tubuh Sungmin yang mulus dengan dua tonjolan yang berada di sana. Susah payah Kyuhyun menelan salivanya. Hanya melihat bagian atas Sungmin saja sudah mampu membuatnya terangsang.

'Aish, kenapa aku jadi menginginkan tubuhnya?' tanya Kyuhyun dalam hati.

Kyuhyun menggelengkan kepalanya, mengusir pikiran kotor yang mulai berkeliaran di pikirannya.

Sungmin sudah memakai baju pemberian Kyuhyun. Sungmin berdiri dan berpose dengan mengerak-gerakkan tangannya.

"Tuan, sepertinya ini sem—"

BREWEK... bajunya sobek.

"pit." Lanjut Sungmin saat tadi ucapannya terputus.

Sungmin mengangkat tangannya dan ternyata bagian sobek itu terletak dari bagian ketiak sampai bawah dan baju itu pun sudah tak layak pakai.

"Sepertinya sudah tidak layak pakai. Lebih baik aku ganti baju saja dengan bajuku yang dulu." Sungmin hendak membuka bajunya tapi dicegah oleh Kyuhyun.

"STOP!" teriak Kyuhyun.

Sungmin kembali menurunkan baju yang sobek itu. "Wae?" tanya Sungmin bingung.

"Ganti bajumu di kamar mandi jangan di sini." Titah Kyuhyun.

"Wae?" tanya Sungmin lagi dengan kata yang sama.

"Yah, pokoknya jangan disini." Ucap Kyuhyun.

"Baiklah." Sungmin pun patuh. Dia membawa bajunya dan berjalan ke kamar mandi. Baru berapa langkah Kyuhyun berkata, "Besok setelah aku pulang dari jam kuliahku, aku akan mengajakmu ke Mall untuk membeli baju dan pakaian dalam. Jadi, bersiaplah besok." Ucap Kyuhyun.

Sungmin membalikkan badannya. Dia tersenyum dan mengangguk imut setelah itu dia melanjutkan jalannya ke kamar mandi. Setelah melihat Sungmin yang sudah menghilang masuk ke kamar mandi Kyuhyun mulai bergumam.

"Aish, kenapa tiap kali berada di dekatnya aku selalu berpikir yang aneh-aneh sih? Iya, aku akui badannya itu seksi dan mulus. Bibirnya yang berbentuk 'M' itu seolah menggodaku untuk mencobanya. Belum lagi dua tonjolan kecoklat-cokelatan yang ada di dadanya itu seolah mengundangku untuk mengemutnya." Tanpa sadar Kyuhyun menjabarkan bentuk tubuh Sungmin.

"Ah, Cho Kyuhyun, kenapa kau berpikiran yang aneh-aneh sih?" Kyuhyun mengacak-acak rambutnya.

"Benar-benar berada di dekatnya membuatku hilang kendali."

.

.

TBC

.

.

Ada yang tau siapa Sungmin sebenarnya? (pasti udah pada tau). Ada yang bisa nebak apa yang bakalan Sungmin beli nanti? Atau ada yang mau ngasih masukkan Sungmin mau beli apa?

Balasan Review :

.

.

Marcia Rena : Jangan sambit saya.. ampuni saya... #lebe made on. Oh ya, panggil ku Nina aja oke... benarkah singkat..? udh 3000 word lebih lho. Ntar "dia" dateng kok saya sudah ngasih undangan ke dia biar dateng. Makasih udh review ^_^

.

kyumin forever : yap, memang penuh kejutan. Tunggu aja oke.. makasih udh review ^_^

.

Bunny Ming : orang kaya..? kasih tau ga ya... #Plak. Yah bgtlah chingu.. tunggu aja oke.. yap, Kyuhyun memang kurang evil di sini OOC bgt ya hehehe mian. Makasih udh review ^_^

.

cyn kyunnie : Eon..? umurku masih muda lho #PLAK. Tentu saja boleh saeng.. mau panggil Eonnie tentu saja boleh. Dengan senang hati ^_^. Penasaran? Bukankah FF ini gampang di tebak ya.. #sadar diri. Kaya apa enggak ya..? tunggu di aja udh review ^_^

.

aegyo lee : wah, chingu temennya upin ipin ya ngomongnya di ulang tiga kali. #PLAK justkidding. Oke..oke...oke... ^_^

.

Cho Mik : nanti ketahuan kok chingu..makasih udh review ^_^

.

Secret BlackHeart : Oke... penasaran..? sekarang udh enggak dong.. makasih udh review ^_^

.

SparKyuMin : akhirnya ada yang tobat jadi silent readers juga.. #PLAK jangan hajar saya. Iya FF itu nanti saya lanjut kalau masih pada inget... makasih udh review ^_^

.

kyurin minnie : tunggu aja nanti oke.. makasih udh review ^_^

.

JoBel13ve : maaf ga bisa.. maaf ya.. makasih udh review ^-^

.

Chairin Park Misaki : hahaha nyolong kolor hahaha chingu ada-ada gajah.. eh, maksudnya ada-ada aja. Makasih udh review ^_^

.

Jirania : boleh bertanya..? memangnya pemilihan kata yang bagus bagaimana ya..? makasih udh review ^_^

.

Evilevigne : hanya apa ya..? udh ke jawabkan di chap ini kan.. makasih udh review ^_^