MIMPI!
Author: Rhind Newbie
Disclaimer: Naruto Massashi kishimoto dan Highschool DxD Ichiei Ishibumi
Rating: G
Genre: Frienship, Humor, Au
Char:
WARNING! AUTHOR NEWBIE, BANYAK TYPO DLL, DAN. MAAF KALAU WORDNYA PENDEK
CHAPTER 3
Pagi hari yang indah diakhir pekan orang-orang berlalu lalang melakukan aktivasnya masing, terlihat dua orang yang tubuhnya dipenuhi keringat tengah duduk disebuah taman sambil meminum air untuk menghilangkan haus setelah berolahraga
"Hmm.. Naruto, dua minggu lagi sekolah akan mengadakan ulang tahun yang ke 35, kira-kira kelas kita akan menampilkan apa?, mengingat kata sona-kaicho setiap kelas masing-masing harus menampilkan sebuah pertunjukkan",tanya issei memulai obrolan
"Itu sih terserah rias-san selaku ketua kelas kita",jawab seadanya naruto
Issei yang mendengar jawaban tak memuaskan dari naruto hanya mendesah
"Lalu apa yang akan kau lakukan setelah ini?",tanya issei lagi
"Hmm... Mungkin memposting sesuatu diblog, mengingat dua bulan kedepan aku tidak akan bekerja diichiraku karena kedainya ditutup sementara oleh teuchi-jisan karena menjenguk sanak saudaranya dikyoto",jawab naruto
"Lalu kau!",tanya balik naruto
"Hm, mungkin membeli dvd baru hehe..",jawab issei sambil tersenyum (mesum)
Giliran naruto yang mendesah mendengar jawaban issei, lalu obrolan mereka dilanjutkan sambil membahas hal-hal yg 'unik' dan juga saling bertukar nomor hp mengingat akan lebih mudah berhubungan setelah memiliki kontak masing-masing
"Pagi akira-san dan juga hyoudou-san",sapa dua orang gadis kearah mereka berdua sehingga issei dan naruto langsung mengalihkan pandangan kearah sumber suara, nah ucup dicinta ulam pun tiba orang yang diomong tadi langsung datang
"Ah..pagi juga gremory-san , himejima-san",balas naruto, sedangkan issei? Ia sudah hampir mati kegugupan ketika melihat dua Onee-sama kuoh gakuen berada dihadapannya
"N-naruto, A-aku pulang dulu ya ada P-panggilan dari tousanku, jaa~ naruto",ucap issei tergagap sambil meninggalkan naruto tanpa mendengar jawaban naruto, rias dan akeno hanya menatap bingung kearah issei yang sudah menjauh, oh ya rias adalah seorang gadis cantik (mirip dianime) dari keluarga gremory pemilik sekolah kuoh, keluarganya sangat kaya orang tuanya adalah seorang pengusaha,
Sedangkan akeno tidak kalah cantiknya dengan rias (akeno mirip dianime) ayahnya wakil kepala sekolah kouh sekaligus pengusaha, sedangkan ibunya adalah seorang desainer.
"Apa kami boleh duduk akira-san?",ucap rias
"Oh silahkan saja gremory-san, dan satu lagi panggil saja aku naruto, aku tidak suka formalitas",jawab naruto,
Lalu rias dan akeno duduk disamping naruto, rias disamping kiri dan akeno disamping kanan, sebetulnya naruto agak risih dengan kelakuan rias dan akeno yg duduknya berdekatan dengannya bahkan siku mereka hampir bersentuhan, apalagi ugh.. Baju olahraga yang mereka kenakan sedikit tembus pandang karena keringat, naruto langsung mengalihkan perhatiannya ia tak mau dicap cowo mesum mirip sahabatnya itu
"Kalau begitu panggil saja aku rias"
"Panggil juga aku dengan namaku naruto, akeno, jangan margaku", ucap rias lalu ditimpal akeno
"Haha.. Baiklah rias, akeno",ucap naruto sambil tertawa
"Jadi, ada keperluan apa denganku?",lanjut naruto
"Ara~Tidak ada apa-apa naruto-kun, cuma mau mengakrabkan diri saja, bukankah dikelas kita tidak pernah bicara",jelas akeno sambil tersenyum
"Um benar naruto",timpal rias
"Um rias kalau boleh bertanya, apa yang kelas kita tampilkan dalam acara ulang tahun sekolah kita",tanya naruto sambil mencairkan suasana yang masih canggung
"Ah, itulah yang belum kupikirkan naruto, besok masing-masing ketua kelas akan dipanggil oleh sona, dia akan menanyakan apa yang akan ditampilkan setiap kelas, huhh... Padahal kan acaranya masih lama",jawab rias sambil menghembuskan nafas
"Um, boleh aku kasih saran?",tanya naruto
"Um tentu saja naruto",ucap rias sambil mengganguk
"Bagaimana kalau kita menggelar pertunjukkan musik?",ucap naruto
"Seperti mengeluarkan grup band?",tanya rias, naruto hanya mengganguk
"Lalu siapa yang akan tampil?",tanya akeno
"Hmm...jika kalian setuju, aku yang akan tampil sebagai vokalis dan gitaris, nanti aku ajak issei sebagai drummer, meskipun aku tidak pernah melihatnya bermain namun aku percaya kepadanya",ucap naruto
"Dan aku akan menanyakan kepada sai murid baru yang beberapa hari lalu masuk, apa ia memiliki kemampuan bermain alat musik, firasatku ia bisa memainkan salah satu alat musik mengingat ditokyo setiap sekolah diwajibkan mengikuti club, dan salah satunya club musik",lanjut naruto sambil menjelaskan
"Saran bagus, boleh minta nomor hp mu?, akan lebih mudah membahas kesiapan pertunjukkannya nanti",ucap rias lalu mengeluarkan hpnya
"Oh tentu",balas naruto lalu mereka berdua bertukar nomor masing-masing
"Oh ya, aku pulang dulu ya sudah hampir jam 09 pagi, kebetulan aku belum mandi haha..",ucap naruto tersenyum sambil menggaruk tengkuknya lalu tertawa, terlihat rias dan akeno merona melihat senyum naruto
"Jaa~",ucap naruto sambil melangkah pergi keapartemennya
"Dia hangat dan baik",ucap rias sambil merona
"Dan juga tampan..fufufu..",timpal akeno yang juga merona dan tertawa ane h
"Sebaiknya kita juga pulang akeno.",ajak rias, akeno hanya mengganguk dan mereka berdua mulai melangkahkan kaki meningglkan taman itu.
Disisi lain
Disebuah rumah mewah bernuansa ala inggris terdapat dua sosok dewasa sedang berbincang
"Jadi kushina maaf karena telah menuduhmu yang tidak-tidak",ucap minato menyesal
"Begitu juga aku",balas kushina
"Telah menuduhmu selingkuh",lanjut kushina
"Apa kau tidak bekerja",tanya kushina
"Ah untuk beberapa waktu mendatang aku tidak akan bekerja, tugas ku digantikak oleh tousama",jawab minato
"Kalau kau?",tanya balik minato
"Aku sudah memutuskan konrak dengan label ku, sekarang aku bukanlah penyanyi lagi",ucap kushina, minato yang mendengar itu cukup terkejut pasalnya ia tau dari dulu cita-cita kushina adalah menjadi seorang penyanyi
"Tujuanku sekarang adalah mencari naruto",lanjut kushina pelan dengan wajah menyendu yang masih dapat didengar minato
Greep!
Minato langsung memeluk kushina lalu berkata
"Tenanglah, cepat atau lambat naruto pasti akan kita temukan, aku sudah meminta bantuan polisi tentang masalah ini" ,ujar minato yang didalam dekapannya ada kushina
"Hiks..hisk..arigatou anata",ucap kushina sambil menangis
"Inilah tugas sebagai orang tua tsuma.",balas minato
Disisi naruto
"Moshi moshi",ucap naruto ditelpon
"Ya naruto-san, ada apa?",jawab sambil bertanya kesang penelpon a.k.a naruto
"Oh sai, apa kau bisa bermain sejenis alat musik?",tanya naruto to the point
"Um, aku bisa memainkan bass sedikit-sedikit",balas sai
"Lalu memangnya ada apa naruto-san?",lanjut sai bertanya
"Apa kau ada dirumah? Jika ada aku akan menjelaskannya disana sambil sekalian membawa issei",jawab naruto
"Ok aku tunggu dirumah.",jawab sai
Tut..tut..tut..
Bunyi panggilan yang telah dimatikan.
Skip time
Sekarang naruto dan issei telah sampai dirumah sai, terlihat sai sedang membawakan minuman untuk sahabatnya itu, dibelakang mereka bertiga ada danzo yang sedang melukis berhubung kakek sai ini adalah seorang seniman jadi hampir setiap kegiatannya adalah menggambar.
"Nah silahkan dinikmati naruto-san, issei-san",ucap sai tersenyum
"Ah terima kasih sai",ucap naruto
"Jadi hal apa yang ingin kau bicarakan naruto-san?",tanya sai setelah menghidangkan ocha dingin
"Benar, hal apa yang mau kau bicarakan naruto?, jika tidak penting aku akan pulang sekarang, kaset yang aku beli tadi pagi belum habis kutonton",issei berujar dengan sebal, terlihat setetes keringat mengalir dari pelipis naruto
"Ok, kalian tau kan kalau sekolah kita akan mengadakan ulang tahun dua minggu lagi",ucap naruto yang diberi anggukan oleh dua sahabatnya itu
"Nah setiap kelas juga disuruh menampilkan sebuah pertunjukkan bukan?",lanjut naruto dan diberi anggukan lagi oleh keduanya
"Rencananya aku ingin kelas kita menampilkan pertunjukan musik, apa kalian setuju?",ucap naruto sambil bertanya
"Aku sih setuju-setuju aja asal ketua kelas setuju",ucap issei dan diberi anggukan oleh sai
"Nah soal itu aku sudah membicarakannya dengan rias, dan ia juga setuju",ujar naruto
"Aku juga telah memiliki kontaknya",lanjut naruto menyeringai kearah issei sambil menunjukkan sebuah nomor di hpnya
"K-kau, kapan kau meminta nomor nya",issei bertanya histeris
"Oh tadi pagi, satu lagi rias yang meminta nomor ku",jawab naruto
"SIALAN KAU NARUTO! KENAPA KAU TIDAK MEMBERI TAHUKU?",ucapa issei berteriak, naruto dan sai menutup telinganya
"Kalau ingin ribut jangan disini issei-kun",ucap kakek sai yang berada dibelakang mereka
"Hehe G-gomen",ucap issei
"Salah kau sendiri tiba-tiba meninggalkan ku ditaman tadi pagi",ucap naruto
"Hehe..",issei hanya nyengir
"Jadi siapa yang akan tampil mewakili kelas kita?",tanya sai melanjutkan topik itu
"Nah untuk itulah aku disini",ucap naruto sambil menepuk tangannya
"Aku sebagai gitaris dan vokalis, lalu issei sebagai drummer, kau sai sebagai bassis",ungkap naruto
"Bagaimana apa kalian setuju?",tanya naruto
"Uuwwoo! Aku setuju sekali naruto! Sudah lama aku ingin memiliki sebuah band",ucap issei kegirangan
"Walau kemampuan ku bermain bass masih kurang, tapi aku siap dalam pertunjukkan ini",ucap sai
"Lalu kita akan latihan dimana?",lanjut sai
Untuk sejenak naruto terdiam, ia belum berpikir dimana mereka akan mengadakan latihan. Sampai tiba-tiba sebuah suara mengintrupsi mereka
"Kalian bertiga ikut aku",ucap danzo lalu beranjak pergi diikuti ketiga pemuda itu
"Memangnya kita mau kemana jiisan?",tanya sai
"Ikuti saja aku", ucap danzo
Mereka mengikuti danzo kehalaman belakan rumah danzo, danzo berhenti disebuah papan lalu mengangkatnya, terlihatlah ada semacam ruangan bawah tanah disana
"Aku tidak pernah tau ada ruangan seperti ini",ucap sai
Kondisi didalamnya gelap lalu
Clikk!
Danzo menghidupkan lampu didalam ruangan tersebut
"Woooww!",ucap mereka bertiga terperangah , meskipun ruangan tersebut agak berdebu dan kotor, namun apa yang ada didalamnya yang membuat mereka terperangah
"Alat-alat musik dan perlengkapan band",ungkap naruto, yah benar! Didalamnya terdapat alat musik seperti gitar, bass, drum, tamborin, piano dan lain-lain
"Jiisan semua ini punya jiisan?",tanya sai
"Umm ya, ini milik band jiisan dulu",ucap danzo sambil mengingat bandnya dulu
"Wow jiisan anda dulu memiliki sebuah band?",tanya naruto
"Ya.. Tapi dulu",ucap danzo pelan
"Oh ya kalian bersihkan semua yang ada didalam ruangan ini, itung-itung bisa kalian gunakan untuk berlatih",ucap danzo
"Ah arigatou jiisan",ucap mereka bertiga, danzo mengganguk dan keluar dari ruangan tersebut untuk melanjutkan gambarnya tadi
"Yyoosshh! Saatnya bersih-bersih!",ucap issei semangat, naruto yang melihat semangat issei hanya geleng-geleng sedangkan sai hanya tersenyum.
Ya dan bersih-bersih pun dimulai
Ditempat lain
Seorang pemuda berambut pirang memakai blazer kouh dengan wajah tampan tengah memainkan sebuah piano disebuah ruangan yang dipenuhi berbagai macam alat musik, jari jemarinya dengan lincah memencet tut piano sambil membawakan sebuah instrumen musik yang author pun tidak ketahui,
Dengan pencetan tut terakhir ia menyudahi aksi bermain pianonya
Prok! Prok! Prok!
Suara tepukan tangan mengintrupsinya hingga mengalihkan perhatian pemuda tersebut
"Seperti biasa permainan mu sangat bagus kiba",ucap seorang gadis berambut panjang memakai kacamata (fisik kiba mirip dianime)
"Haha arigatou atas pujiannya fuku-kaicho",balas seorang pemuda bernama kiba kepada wanita tersebut
"Panggil saja aku tsubaki kiba, lagian tugas osis sudah selesai",jawab siswi bernama tsubaki (mirip dianime)
"Ok tsubaki-san, lalu ada urusan apa kemari?",tanya kiba
"Aku ditugaskan kaicho untuk menutup semua ruangan kelas maupun club",jawab tsubaki
"Kau terlihat giat sekali berlatih",ujar tsubaki
"Tentu saja ini supaya penampilan kelas kita bagus nanti saat ulang tahun sekolah",ungkap kiba
"Kau memang bisa diharapkan kiba",ucap tsubaki
"Apa kau masih ingin berlatih? Jika tidak aku akan menutup pintunya",ucap tsubaki sambil bertanya
"Aku sekarang mau pulang, jika mau ditutup silahkan",ucap kiba
"Aku pulang dulu ya tsubaki-san",pamit kiba melangkah pergi
"Ya.",jawab tsubaki , kini hanya tsubaki disana ia lalu berjalan pergi sambil menutup pintu club tersebut.
Ditempat naruto dkk
Kini terlihat tiga pemuda tengah terduduk dengan keringat membanjiri mereka
"Hosh...hosh.. Selesai juga pekerjaan ini",ucap issei dengan nafas memburu dan keringat membanjiri tubuhnya
"Huh.. Kau ini issei tadi paling semangat sekarang paling loyo",balas naruto yang juga bermandikan keringat meskipun tidak terengah engah seperti issei
"Lalu kapan kita mulai berlatih naruto-san?",tanya sai sambil menggelap keringatnya
"Berhubung kita masih capek setelah membersihkan ini lebih baik besok saja sepulang sekolah",balas naruto
"Oh ya sai kami pulang dulu ya",ucap naruto sambil bangkit dari duduknya dan melangkah pergi
"Ah aku juga pamit sai",pamit issei sambil mengejar naruto
"Ya",balas sai
Apartemen naruto
Kini naruto sudah berganti pakaian dengan baju berlengan panjang berwarna hitam, dan juga jeans pensilnya yang senada dengan bajunya,
"Huft.. Apa yang akan aku lakukan setelah ini?",tanya naruto kepada dirinya sambil melirik jam ditangan kirinya yang menunjukkan waktu 17:00 sore
"Hah.. Lebik baik aku bersih-bersih sekarang",ucap naruto
Akhirnya kegiatan membersihkan apartemennya selesai setelah hampir satu jam ia bersih-bersih apartemen nya
"Hah.. Hidup mandiri itu merepotkan",ucapnya karena dulu ibunya lah yang selalu membersihkan kamar bahkan rumah, ia segera menggelengkan kepalanya mengusir memori itu dari kepalanya
Tok! Tok! Tok!
Terdengar suara ketokan dari luar, dengan cepat naruto langsung membuka pintu apartemennya
"Rias?",ucap naruto dengan sedikit terkejut pasalnya tidak ada yang tau tempat apartemennya bahkan sai dan issei
"Huhh.. Naruto-kun, apa kau melupakanku?",tanya akeno yang muncul dari belakang rias sambil berkata dengan ekspresi sedih
"Ah kau juga akeno",ucap naruto setelah menyadari keberadaan akeno
"Silahkan masuk",ucap naruto mempersilahkan kedua tamuanya duduk
"Duduklah",ucap naruto lagi mempersilahkan rias dan akeno duduk disofa empuk yang ditengahnya ada meja persegi empat
"Mau minum?",tanya naruto
"Ah tidak usah naruto",jawab rias
"Jadi ada keperluan apa kalian kesini", tanya naruto to the point
"Ara~ mau mengajak mu makan malam naruto-kun, sambil mengenalkan kouh kepadamu",jawab akeno
"Apa kau mau ikut?",sambung rias, tidak ada salahnya pikir naruto, ia pun belum satu bulan dikouh jadi belum sepenuhnya tau seluk beluk kota kuoh
"Boleh",ucap naruto
"Oh ya satu lagi kenapa kau tau tempat apartemenku?",tanya naruto penasaran
"Oh itu, kakakku adalah kepala sekolah kuoh, jadi gampang buat ku mencari identitas seorang murid",jawab rias, pantas saja pikir naruto
"Ngomong-gmomong apartemenmu bersih naruto",ujar rias sambil melihat apartemen naruto
"Haha aku baru membereskannya tadi",ucap naruto sambil tertawa
"Ara~kalau boleh bertanya dimana orang tuamu naruto",tanya akeno, naruto yang ditanyai seperti itu langsung terdiam lalu menghela nafas
"Orang tuaku.. Mereka sudah bercerai jadi aku memutuskan tinggal sendirian",ucap naruto sambil menggalihkan pandangan kesamping, akeno yang menyadari kesalahanya langsung meminta maaf
"G-gomen naruto-kun",ucap akeno menyesal
"Tidak apa-apa",balas naruto, untuk sesaat mereka terdiam sampai rias menggalihkan pembicaraan
"Jadi bagaimana kalau kita langsung jalan-jalan",kata rias
"Um",akeno hanya mengangguk
"Oke kalian duluan saja keluar aku akan mengunci pintu",ucap naruto yang diberi anggukan oleh kedua perempuan tersebut.
Sekarang naruto telah keluar dengan menggunakan baju kaos putih lengan panjang dan celana jeans pensil hitam seperti tadi ditambah sekarang ia menggunakan sepatu kets putih dan ada kalung berbentuk kristal dilehernya
"Rias kau bawa mobil?",tanya naruto kepada rias yang berada disamping mobil berwarna hitam yang dijawab angguak oleh rias
"Ayo masuk",ucap rias , naruto duduk dibelakang sedangkan akeno disamping rias yang sedang mengemudi
"Ayo kita jelajahi kota kuoh!",ucap rias semangat
Nah sekarang dimulailah acara mengenalkan kuoh ke naruto.
Setelah beberapa jam mengenalkan kuoh kenaruto meskipun tidak semuanya, mereka sekarang berada dicafe sambil memesan hidangan yang telah dipesan, mereka duduk dibangku yang telah disiapkan dengan rias disamping kanan dan akeno disamoing dikiri, ditengahnya terlihat hidangan tadi sudah habis disantap mereka dan sudah dibersih maid cafe tersebut.
"Ah arigatou rias, akeno telah mengenalkan kuoh kepadaku sekaligus dengan makannya",ucap naruto
"Ah tidak apa-apa",jawab rias
"Oh ya mengenai penampilan kelas kita, aku sudah memiliki anggota untuk pertunjukkan musik nanti",kata naruto
"Baguslah kalau begitu jadi aku tidak perlu repot-repot mengurus masalah ini",ucap rias
"Lalu apa anggotanya seperti yang kau sebut pagi tadi?",tanya akeno
"Ya, dan kami sudah memiliki tempat berlatih.",jawab naruto
Lalu obrolan mereka berlanjut dengan membahas hal-hal kecil untuk mengakrabkan diri.
Sekarang naruto telah berbaring dikamarnya, ternyata mengobrol dengan akeno dan rias tadi sampai laruto malam, oleh karena itu ia minta diantar pulang karena beralasan besok sekolah
"Tujuan... Apa tujuanku?",tanya naruto kepada dirinya
"Mimpi..apa mimpiku?",ucapnya lagi sambil melihat bintang-bintang dari jandela kamarnya, sepintas ingatannya masa lalu terlintas
'Kaasan, kalau naruto sudah besar nanti narut bakalan buat band biat terkenal seperti kaasan' ucap naruto berumur 5 tahun
'Haha.. Tentu saja naru, nanti kaasan akan membantumu betulkan anata', jawab kushina tersenyum sambil berkata kepada minato
'Tentu saja tsuma, nah naru, ayah juga kan membantumu',jawab minato tersenyim sambil mengacak-acak rambut naruto, naruto yang diperlakukan seperti itu cuma nyengir
'Liat saja aku akan menjadi penyanyi terkenal!',serunya keras
"Aku tau apa mimpiku sekarang",ucap naruto
"Aku akan menjadi vokalis terkenal, dan membentuk band bersama issei dan sai",ucap naruto penuh keyakinan sambil mengenggam erat tangannya
'Aku akan menggapai cita-cita ku sendiri tousan,kaasan.. Tanpa bantuan kalian', ucap naruto dalam hati
Lalu sedikit demi sedikit ia mulai terlelap menutup matanya menyelami dunka mimpi.
Bersambung
Yoo! Terima kasih reader-san yang telah memberi reviews sehingga aku semakin semangat menulis fic pertamaku,
Oh ya dan gomen buat chap2 kemaren, tulisannya bold semua antara disengaja dan tidak disengaja, tidak disengaja karena baru menyadari bahwa tulisanya bold semua setelah habis menulis chap2nya dan disengaja karena setelah tau teksnya bold semua malah tidak diperbaiki, saya mohom maaf sebesar-besarnya,
Oh ya juga maaf, aku mengakui kemampuan ku dalam mendeskripsi dan mevisualisasikan sesuatua itu benar-benar buruk hehe... Tapi meskipun begitu aku akan terus meningkatkan kemampuan menulis difanfic.
Reader yang baik selalu meninggalkan jejak berupa saran dalam bentuk reviews.
Yang reviews aku balas dari pm.
'Seorang Yang Sangat Pintar Akan Menjadi Sangat Bodoh Jika Menuruti Nafsunya'
Newbie log out.
