" 3 Serangkai Menggapai Cinta"
Disclaimer : Masashi Kishimoto
Rate : T
Warning : Cerita Gagal, OOC, Authornya masih Newbie, Abal, GaJe, DLDR.
Pair :
Gaara, Ino, Sasuke
Sai, Sakura
Naruto, Hinata
Sum:
Ini kisah tentang 3 orang sahabat, yaitu Ino, Sakura, dan Hinata dengan kisah cinta mereka yang beragam. Yamanaka Ino, sahabat dari Sabaku no Gaara yang telah lama menjalin hubungan persahabatan dari kecil. Dari persahabatan itulah rasa cinta muncul dalam hati Gaara. Akan tetapi Gaara tahu Ino mencintai lelaki lain, yaitu Uchiha Sasuke. Akankah Ino kembali kepada Gaara? Ataukah Ino justru tetap bertahan dan memperjuangkan rasa cintanya kepada Sasuke?
.
.
Chapter 3
.
.
Cuplikan chapter sebelumnya…
" Apa kau mencintainya?" Tanya Itachi.
" Apa maksudmu? " Sasuke mulai tak mengerti.
" Gadis itu " jeda Itachi. " Apa dia akan menggantikannya di hatimu?" sambungnya.
" Entahlah, perasaan ini, lebih kuat dari sebelumnya " Kata Sasuke. Itachi melirik sang adik dari ekor matanya. ' Semoga gadis itu dapat menggantikannya di hatimu,Sasuke.. semoga saja' batin sang kakak.
Chapter 3
" Aku berangkat dulu, Kaa-san! Tousan!" teriak Ino sambil menaiki motor milik Deidara.
" Aku juga, un" kata Deidara.
" Hati-hati, Dei. Jangan ngebut-ngebut, jaga Imouto-mu! " kata Tsunade yang berdiri di depan pintu rumah.
Mereka berangkat pagi-pagi sekali karena hari ini Ino dapat giliran mengerjakan piket kelas. Mau tak mau Deidara harus ikut masuk pagi juga demi mengantar sang adik. Ia tidak tega membiarkan adiknya menunggu Gaara untuk berangkat sekolah. Ia tahu bahwa Gaara tidak akan mengantarkan adiknya ke sekolah mengingat kini sudah pukul setengah tujuh pagi dan Ino harus datang ke sekolah sebelum pukul tujuh karena ia harus piket selama 30 menit.
SKIP TIME
Mereka kini telah sampai di sekolah mereka. Ino pun kini turun dari motor Deidara.
" Dei-nii, aku duluan ya!" kata Ino yang berada di samping Deidara, sang kakak.
" Iya. Hati-hati, un!" kata Deidara sambil menepuk puncak kepala Ino.
Ino meninggalkan Deidara yang masih memakirkan motor Ninja-nya di halaman sekolah. (Wuih keren naek Ninja emang boleh?) # mulut author minta dijahit nih! * panggil Kakuzu.
Di kelas, Ino belum bertemu dengan sahabat merahnya,Gaara. Padahal ia dan Gaara ada tugas piket pagi ini. Dan karena Gaara juga ia harus berangkat dengan sang kakak. Bukannya tidak mau, hanya saja Ino merasa merepoti kakaknya yang datang ke sekolah lebih awal.
Ino pun memutuskan untuk melaksanakan piket tanpa ada Gaara. Ia menyapu kelas itu sendirian. Suasana kelas kini masih sepi karena kebanyakan murid disini datangnya agak mendekati waktu bel sekolah berbunyi. Ia melaksanakan dengan beberapa teman sekelasnya. Saat masih asik menyapu kelas, tiba-tiba seseorang memasuki kelas dengan santainya.
Brakk!
Mendengar suara benda terbanting itu, Ino pun menoleh ke belakang. Ia melihat Sasuke yang memasuki kelas pagi itu. Ia sangat gugup ketika melihat Sasuke. Saking gugupnya, wajahnya pun merona. Ia bingung hendak menyapa Sasuke atau tidak. Akhirnya, ia pun memutuskan untuk menyapanya.
" Ohayou, Sasuke-san!" sapa Ino sambil tersenyum kearah sang Uchiha. Tetapi Uchiha itu hanya duduk santai dan menanggapi sapaan itu sekenanya.
" Hn,"
Tak lama kemudian seorang murid keren berambut merah memasuki kelas tersebut. Ia berdiri di depan pintu sambil menatap Sasuke dengan tatapan membunuh andalannya.
" Ohayou, Ino" Sapa Gaara datar.
" Ohayou Gaara-kun!" sahut Ino dengan senyuman.
" Mari ku bantu" kata Gaara sambil mengambil sapu di belakang kelas.
" Tentu saja, kau kan hari ini ada piket dan kenapa kau terlambat datang?" Tanya Ino.
" Gomen, semalam Insomnia-ku kambuh" jawabnya.
" Hahh.. sudahlah.."
Mereka mengerjakan piket dengan cepat. Tak lama kemudian beberapa murid pun memasuki kelas ini. Kemudian Neji, si ketua kelas menghampiri Sasuke yang duduk santai sambil mendengarkan musik lewat headphone miliknya.
Neji pun berdeham. " Ehem," Sasuke pun melepaskan headphone-nya dan menggantungkannya di leher kemudian ia menatap Neji yang sepertinya ingin menyampaikan sesuatu padanya.
" Uchiha-san, kami selaku perangkat kelas telah sepakat bahwa hari ini kau di jadwalkan pada hari ini ̶ " Neji menjeda kalimatnya sebentar.
" Jadi, bisakah kau melaksanakan piket mulai minggu depan?" sambungnya.
" Hn, ada lagi?" Tanya Sasuke.
" Tidak, itu saja" jawab Neji.
" Hn,"
Neji pun meninggalkan Sasuke yang sepertinya sudah mengerti tentang apa yang ia bicarakan. Kemudian Neji duduk di bangkunya dengan santai.
Seorang lelaki berambut pirang jabrik itu menghampiri seorang gadis berambut indigo yang sedang mengobrol dengan Sakura.
" Hai Hinata!" sapa Naruto, lelaki berambut pirang tersebut sambil memamerkan deretan giginya.
" Na-naruto-kun? Ada a-apa?" kata Hinata.
" Gini, aku mau pinjem buku catatanmu yang tadi nggak? Aku belum mencatatnya tadi." Kata Naruto.
" Bo-boleh! Ini" kata Hinata sambil menyerahkan buku tersebut.
" Lhoh! Kau kan bisa meminjam buku Sai, Naruto! " kata Sakura yang melihat Hinata memberikan Naruto bukunya.
" Iya. Tapi catatan Sai gak seberapa lengkap." Jelas Naruto. Kemudian Sai pun menghampiri Naruto sambil tersenyum.
" Hai Sakura, Hinata! Ada apa nih?" Tanya Sai. Sedangkan Sakura yang baru saja disapa oleh Sai pun merona.
" Nggak. gini loh Sai, Tadi Naruto kemari dan meminjam buku Hinata. Katanya sih, catatan di bukumu itu tidak lengkap. Maka dari itu Naruto meminjam buku kepada Hinata!" jelas Sakura.
" Oh begitu."
" Iya Sai"
" Baiklah kalau begitu." Kata Sai sambil berjalan menjauh.
" Eh Sai! Tunggu!" teriak Naruto yang tidak terima di tinggal Sai. (Ya elah lebay amat lu Nar! Bangku deket gitu aja gak pengen di tinggal Sai!) # di rasengan.
" Terima kasih Hinata-chan! " sambungnya. Sedangkan Hinata kini hanya menunduk dan merona.
Beberapa guru telah keluar masuk kelas tersebut setelah memberikan materi pelajaran hari ini. Kini seorang guru dengan tampang ularnya kini memasuki kelas tersebut.
" Selamat pagi semuanya ! kumpulkan PR yang kemarin saya berikan!" perintah Orochimaru, guru bertampang ular tersebut.
Ino pun mengobrak-abrik tasnya guna mencari buku PR tersebut. Cukup lama ia mencari dan mengobrak-abrik tasnya, namun buku itu tidak ia temukan. Ia semakin gugup.
" Eh, kayaknya kelupaan deh! Aduh gimana dong!" ucapnya dengan (masih) mengobrak-abrik tasnya. Ia terkejut ketika ada buku PR yang kini telah berada di atas bangkunya.
" Lhoh, Ini kan.." matanya masih belum percaya ketika ia melihat sebuah buku bersampul coklat berada di atas mejanya. Ia menolehkan kepalanya kearah dimana buku itu di berikan seseorang kepadanya.* bingung jelasinnya! # plakk
" Cepat salin PR-mu, Ino" kata seseorang yang memberikan buku itu.
" T-tapi.."
" Sabaku-san! Kenapa anda berdiri disana?! Mana PR-mu?" bentak Orochimaru-sensei.
Gaara membalikan badan dan menghadap Orochimaru. " Saya lupa membawanya, Sensei" kata Gaara yang tentunya membuat Ino tercengang.
" Kheh, sok pahlawan, eh?" sindir Sasuke. Gaara melirik Sasuke yang baru saja mengejeknya.
" Kalau begitu kau bisa keluar dari kelas saya" kata Orochimaru. Gaara menuruti perkataan Orochimaru sensei dan keluar dari kelas tersebut.
" Gaara…" lirih Ino. Sasuke pun melirik Ino dengan tatapan tak suka.
" Ada yang tidak mengerjakan PR lagi?" Tanya Orochimaru.
" Tidak Sensei" jawab murid-murid serempak.
Di luar kelas, Gaara tampak sibuk memainkan Smartphone miliknya. Tak ada raut wajah bersalah di mukanya. Ia justru merasa senang dapat membantu sahabat yang juga gadis yang ia sukai. Walaupun ia akan menghadapi masalah yang cukup besar nantinya, ia nampak tak peduli dengan itu semua.
SKIP TIME
" Baiklah anak-anak kita akhiri pelajaran hari ini, sampai jumpa" kata Orochimaru.
Beberapa murid sedang mengenasi buku-buku yang berserakan di meja. Setelah Ino mengemasi buku-bukunya, ia keluar dari bangkunya dan hendak merapikan buku milik Gaara yang ada di atas mejanya. ( kan Gaaranya masih di luar.)
" Permisi, Sasuke-san" kata Ino sopan.
" Mau kemana kau?" kata Sasuke dengan dinginnya. Ino merasa senang karena ia ditanyai Sasuke. Walau begitu ia juga merasa tidak enak dengan pertanyaan itu karena Sasuke kini menatapnya dengan tajam seolah membolongi matanya.
" A-aku mau ke bangkunya Gaara, me-merapikan bukunya" kata Ino.
" Kembali ke tempatmu!" kata Sasuke.
" Ta-tapi.."
" Ku bilang kembali ke tempatmu, Ino! " kata Sasuke setengah membentak. Ino pun menuruti perintah itu. Ia kembali duduk di bangkunya dengan wajah tertunduk. Gaara yang baru saja memasuki kelas itu pun mengetahuinya. Ia jengkel dengan sikap Sasuke yang membentak-bentak Ino.
Gaara menghampiri Sasuke dan mencengkram kerah bajunya. " Apa maksudmu membentaknya, hah!" katanya sambil mencengkram kerah baju Sasuke.
" Kheh! Sok pahlawan,eh!" ejek Sasuke dengan menyeringai dan menatap mata Gaara.
Seolah merasa di tantang, Gaara pun makin jengkel. " Kauu!" Takut keadaan semakin panas, Ino pun menengahi mereka.
" Sudahlah kalian! " teriak Ino yang baru saja berdiri dari bangkunya.
" Sasuke-san kau itu anak baru disini, jadi jangan bebuat ulah!" kata Ino.
" Gaara-kun, ayo kita pulang! " kata Ino.
" Permisi"
Sasuke pun berdiri dan bergeser dari bangkunya. Ino pun melewati Sasuke yang masih menatap mata Gaara. Ino menggandeng tangan Gaara menuju bangkunya dan merapikan bukunya. Kemudian mereka berdua keluar dari kelas di susul Sasuke di belakang mereka.
Ino pun menegur Gaara saat berjalan melewati lorong sekolah " Gaara, sebaiknya kau jangan mudah emosi seperti tadi! Kau itu harus jaga emosimu! Aku heran dulu kamu gak kayak gini, kamu berubah semenjak kita duduk di kelas 7. Kamu punya family, mulai emosional, dan suka berantem, mau kamu apa sih Gaara? Cerocos Ino.
" Aku cuma mau harga diriku gak di remehin. Dan aku gak mau dia merintah kamu." Kata Gaara. Ino pun hanya menghela nafasnya berat.
" Kau pulang denganku atau dengan kakakmu,Ino?" Tanya Gaara.
" Aku pulang dengan kakakku saja, kasihan dia pasti sudah menungguku" kata Ino.
" Baiklah kalau begitu…"
Ino pun melambaikan tangannya kearah Dei-nii yang kini sedang duduk di motornya dengan Sasori, teman dekatnya yang duduk di motornya. Ia menghampiri sang kakak yang masih asik mengobrol.
" Aku duluan ya, Sas! " kata Deidara sambil membetulkan posisi duduknya dan menghidupkan mesin motornya. Ino pun duduk di motor itu dengan posisi menyamping.
" Ya, Hati-hati.." kata Sasori.
" Duluan Senpai.." kata Ino sambil menampilkan senyum manisnya. Sasori pun merona tanpa sadar ketika melihat senyuman itu.
" Suka pada kouhai, eh?" sindir Gaara yang tiba-tiba berada di belakangnya.
" Ng-nggak kok. Aku tahu kalau kamu suka sama Ino, tapi cemburunya kira-kira juga dong! " tepis Sasori.
" Terserah"
" Aku gak mungkin suka sama anak yang juga di sukai sepupuku " jelas Sasori.
" Hn,"
Gaara menghidupkan 'Ninja'nya dan mengajak Sasori pulang.
" Ayo pulang"
Kedua sepupu berambut yang sama itu pun mengendarai motor masing-masing dan pulang meninggalkan sekolah tersebut.
Sementara itu Ino dan Deidara..
" Ino, kita ke rumah teman sekelas Dei-nii dulu ya?" ajak Dei-nii sambil mengendarai motornya.
" Kenapa nggak nanti aja? Tanya Ino.
" Gak bisa, teman itu sibuk banget, jadi ya.."
" Terserah deh.." Ino pun pasrah.
Mereka kini sampai di depan pintu gerbang di kawasan perumahan elite dengan lambang kipas tradisional Jepang berwarna merah.
' Tunggu.. ini kan, mirip dengan lambang tasnya Sasuke, jangan bilang kalau di sini….' Inner Ino.
" Selamat siang, mau cari siapa dek?" Tanya salah satu petugas keamanan.
" Cari Itachi, pak." Kata Deidara.
" Tunggu sebentar.." petugas itu masuk ke dalam sebuah ruangan di samping pintu gerbang sambil menelpon seseorang.
Tak lama kemudian petugas itu menghampiri Deidara dan juga Ino. " Apa nama adek ini, Yamanaka Deidara? " Tanyanya.
" Iya."
" Baiklah, Itachi-sama' menunggu anda"
Deidara dan Ino pun meninggalkan petugas tersebut dan menuju rumah temannya, Itachi. Ia (Deidara) membunyikan klakson kemudian turun dari motor.
" Dei-nii, kita ini ke rumah siapa?" Tanya Ino.
" Kita ke rumah teman sekelasku. Namanya Uchiha Itachi."
" Tunggu, U-uchiha?"
" Iya, kenapa?"
Muka Ino merona. Ia berharap kini sedang di rumah Sasuke. Tak lama kemudian seorang lelaki berambut hitam dikuncir rendah membuka pintu.
" Oi Dei! " sapa orang itu.
" Oi Itachi!" kata Deidara.
Itachi melihat seorang gadis berambut pirang pucat di belakang Deidara. 'Apa gadis ini yang di ceritakan Sasuke padaku? Dia hampir mirip sekali dengannya' batin Itachi. Penasaran, itachi pun bertanya pada Deidara. " Dei, itu siapa?" Tanya Itachi.
" Ini imouto ku. Namanya Ino."
" Ino, ini Itachi"
Ino menjabat tangan Itachi. Mereka memperkenalkan diri sambil tersenyum. Lebih tepatnya Ino yang tersenyum sedangkan Itachi hanya bersikap biasa.
" Ayo Dei, masuk" tawar Itachi. Mereka beriga memasuki rumah yang mewah itu.
Prok Prok….
Itachi menepuk tangannya guna memanggil para maid. Kemudian datanglah seorang maid.
" Ada apa Itachi-sama?" Tanya maid itu.
" Buatkan kami bertiga minum" perintah Itachi.
" Baik" kata maid tersebut sambil membungkukkan badan.
Itachi dan Deidara pun berbincang-bincang sebentar sambil mengerjakan tugas mereka. Ino pun memainkan Smartphone-nya guna menghilangkan bosan.
Tin..Tinn..
Suara deru motor terdengar. Suara itu berasal dari luar sepertinya ada yang datang.
" Sepertinya adikku sudah datang" kata Itachi.
" Oh adikmu yang baru pindah itu ya?" Tanya Deidara.
" Hn,"
" Bukannya dia seumuran Ino?" Tanya Deidara.
" Lho, bukannya sekelas juga ya sama adikmu?" Tanya Itachi balik. Mereka menatap Ino dengan wajah bertanya-tanya.
" Adik Itachi-san siapa? Aku tidak tahu soal itu.." kata Ino.
" Oh, mungkin kau belum tahu ya.. nanti kalau dia sudah masuk, pasti juga akan tahu" kata Itachi santai.
Kemudian seorang lelaki yang baru saja jadi bahan perbincangan pun memasuki rumah itu.
" Tadaima.."
" Ini dia orangnya!"
" Hahh!"
.
.
.
TBC
Huwaaahhh…
Dia-nya masih belum muncul juga !
Buntu banget nih soalnya.
Reviewers bantu aku!
Btw, Family disini artinya geng/ perkumpulan. Jadi jangan salah paham ya, readers!
.
.
TERIMA KASIH BUAT KALIAN YANG NYEMPATIN WAKTU KALIAN BUAT REVIEW..
. ARIGATOU GOZAIMASU !
