Holaaaaaaaa~~ (brisik!)
Y-yah, Miza memang bilang kalo Miza bakalan hiatus dulu, dan malah up fic, maafkan lah Miza ini :"D
Jadi, Miza gak bakalan basa-basi, silahkan kalian langsung baca ceritanya di bawah ini~ btw, gomen kalo alurnya berantakan, dan penulisan Miza yang acak-acakan :"D
Disclaimer : Vocaloid dan Utauloid milik Crypton Future Media sama Yamaha Corp, dll (?).
Don't Like Don't Read~!
RnR minna~! #plak.
Always With You
.
Mikuo x Kaiko : Taman
.
.
Kaiko Shion adalah seorang gadis berwajah manis dengan iris mata Ocean Blue dan rambut sependek tengkuk yang seiras seperti matanya. Memiliki sifat yang dingin bagaikan es, tapi terkadang bisa menjadi pribadi yang hangat –meski hanya kepada orang yang dia kenal. Mempunyai Kakak Kembar yang berwajah sama persis sepertinya, tetapi Kakaknya adalah laki-laki, dengan sifat yang sama pula seperti Kaiko. Mereka berdua terkenal di sekolah mereka karena marga yang menempel di depan nama keduanya tersebut.
Cuma hanya ada satu hal yang dapat dibedakan dari Kaito dan Kaiko, yaitu sifat Kaito lebih dingin daripada Kaiko. Meski begitu, Kaito dan Kaiko tetap akrab satu sama lain.
Sebenarnya, Kaiko memiliki seorang kekasih yang bernama Kikaito. Dan tidak sedikit juga yang meminta Kaiko untuk mengakhiri hubungannya dengan Kikaito, termasuk Kaito dan Miku –sahabat yang sudah dia anggap seperti keluarga. Alasannya sangatlah simpel. Kikaito adalah seorang playboy terkenal di sekolah mereka.
Pertamanya Kaiko tidak percaya hal itu, sampai akhirnya dia melihat dengan mata kepalanya sendiri ketika tak sengaja menemukan Kikaito sedang merangkul seorang gadis berambut Blonde panjang dengan diikat ponytail miring. Tapi, Kaiko tidak mau memutuskannya, dia berharap bahwa Kikaito dapat merubah sikapnya, namun usahanya sia-sia.
Dirinya sekarang tengah berjalan di sebuah taman kecil tapi indah dengan kepala yang tertunduk. Sampai dia tiba-tiba menabrak seseorang hingga terjatuh, tapi orang tersebut mau membantunya untuk berdiri.
"Maaf."
Hanya sepatah kata itu saja yang dapat Kaiko dengar, wajah orang yang tadi menabraknya tidak terlihat karena ditutupi oleh hoodie berwarna hitam dengan pinggiran berwarna cyan. Orang yang Kaiko perkirakan sebagai laki-laki itu mulai berjalan menjauh dari Kaiko.
"Hey, tunggu!" Tetapi Kaiko berusaha untuk menahan pemuda itu untuk berterima kasih terlebih dahulu.
Pemuda tersebut menoleh ke arah Kaiko dengan cepat. "Ada apa?"
"Terima kasih untuk yang tadi, kalau kau ingin, aku mau berbicara sebentar denganmu."
"Tentu."
Kaiko dengan pemuda itu duduk di sebuah kursi taman yang terletak tak jauh dari mereka. Kini Kaiko tahu bagaimana rupa wajahnya. Rambutnya berwarna Tosca seperti milik Miku, iris matanya pun juga sewarna dengan rambutnya, tatapan matanya juga datar dan tegas seperti Kaito, pemuda tersebut juga memiliki wajah yang rupawan. Cukup membuat Kaiko sedikit terpesona.
"Ah, namamu siapa? Namaku adalah Kaiko Shion," ujar Kaiko memulai pembicaraan terlebih dahulu.
"Shion? Kau memiliki hubungan dengan Kaito kah?" tanya pemuda tersebut dibalas kernyitan heran di dahi Kaiko, darimana dia tahu Kakak Kembarnya?
"Iya," jawab Kaiko sembari menganggukkan kepalanya.
"Salam kenal, namaku Mikuo Hatsune."
Hatsune? Bukankah itu marga Miku? Sebenarnya apa yang sedang terjadi sekarang!
"Ngomong-ngomong, apa hubunganmu dengan Kaito? Teman, sepupu, atau?" Mikuo mulai bertanya, pemuda itu menatap wajah Kaiko.
"Kaito adalah Kakak Kembarku," jawab Kaiko, kini entah kenapa wajah Mikuo berubah menjadi ekspresi kaget. "Hubunganmu dengan Miku sendiri?"
"Sama sepertimu, dia meski cerewet adalah Kakak Kembarku."
"Hee, aku baru tahu itu! Kenapa dia tidak bilang padaku sejak dulu? Tapi, aku tidak pernah melihatmu di sekolah, apa kau berbeda sekolah dengan kami?"
Mikuo mengangguk sebagai jawaban. "Uhm-hm, aku berbeda sekolah, sekarang yang utama dulu, kenapa ketika aku ikut Miku menuju Mansion Shion, aku tidak pernah melihatmu di sana?"
"Benarkah? Biasanya aku berada di kebun belakang bila senggang. Aku juga tidak pernah melihatmu di Mansion Hatsune," ujar Kaiko dibalas helaan napas dari Mikuo.
Keduanya pun terdiam, tidak ada yang berbicara sama sekali. Suasana menjadi sepi dan sunyi, mereka kehabisan topik untuk mengobrol. Tiba-tiba Mikuo beranjak berdiri –membuat gadis itu kaget dengan sikap Mikuo tadi, raut wajah Mikuo terlihat kesal. "Seharusnya aku tahu itu! Sialan mereka berdua!"
"A-ada apa?" tanya Kaiko tidak ditanggap Mikuo, dia hanya menatap netra Teal dengan penasaran, mendadak sebuah pernyataan terlintas di pikirannya setelah netra tersebut menatapnya balik.
"Kau memikirkan apa yang kupikirkan sekarang?"
"Jangan bilang kalau.."
"Mereka sengaja tidak mempertemukan kita!" Mikuo menggembungkan salah satu pipinya, cemberut. Kaiko hanya tertawa kecil melihatnya, dirinya mencubit salah satu pipi Mikuo dengan sangat gemas. "I-i-ittai yo!" Protes Mikuo membuat Kaiko tertawa lepas, perlahan wajah rupawan Mikuo memerah melihat paras manis Kaiko saat tergelak itu.
Kaiko mengecek jam tangannya sebentar, lalu beralih lagi ke Mikuo. "Ano, aku harus pulang sekarang, nanti Kaito malah ngamuk karena aku pulang terlambat tanpa ijinnya," pamit Kaiko mulai berdiri.
"Heh, Kaito sekarang jadi overprotektif."
Kaiko terkekeh kecil, dia melambai pada Mikuo dan berjalan menjauh. Meninggalkan Mikuo yang sekarang tersenyum tipis.
Beberapa hari setelah pertemuan mereka di Taman, keduanya menjadi sering bertemu. Terlalu sering malah. Cukup membuat Kaito dan Miku keheranan kenapa para Adik mereka selalu pergi keluar, bila ditanya selalu dengan alasan ingin bertemu seseorang. Kaiko juga tidak mengindahkan Kikaito yang terus-terusan bertanya kemana dirinya pergi.
Hingga suatu hari, Kaiko memilih bercerita pada Mikuo pasal masalahnya dengan Kikaito.
"Dia benar-benar seperti itu?"
"Iya, aku sudah sering melihatnya berduaan dengan gadis-gadis lain."
Mikuo tidak tahu, saat dia mendengar cerita Kaiko, dia merasa marah. Mikuo tidak tahu kenapa dia harus marah, semenjak Kaiko berteman dengannya, dia merasa setiap harinya menjadi lebih cerah lagi. "Kau tahu, Kaiko?"
"Nani?"
"Kau harus segera memutuskannya.."
"Kaito, Miku, dan yang lain juga mengatakan hal itu padaku, sepertinya aku akan memutuskannya dekat-dekat ini."
"Nah, begitu!" Mikuo tertawa lepas saat Kaiko menatanya sebal setelah dia mengacak-acak rambut rapi Kaiko.
Kaiko menghela napas, semua lelaki sama saja, sama-sama membuat perempuan kesal! "Setelah aku putus, penggantinya siapa ya?"
"Kau mau siapa? Memangnya tidak orang lain yang kau taksir?" Mikuo sudah dag-dig-dug daritadi, dia ingin mendengar orang yang akan Kaiko inginkan sebagai pengganti Kikaito.
"Hmm, siapa ya? Mungkin Mikuo saja!"
BLUSH!
Wajah Mikuo sontak memerah, Kaiko tertawa melihatnya. Tapi, perkataannya memang benar kok! Sesuai fakta! Bahwa dia sekarang telah menyukai Mikuo.
"K-Kaiko, jangan bercanda!"
"Hm? Aku tidak bercanda kok, aku benar-benar ingin menjadikan Mikuo kekasihku. Itu pun kalo Miku mau sih."
"Tapi kau tidak akan meninggalkanku, bukan?"
Kaiko sontak menoleh ke arah Mikuo dan menemukan wajah pemuda di sampingnya sudah seperti tomat. "Tentu tidak, kenapa?"
"A-Ah, tidak apa sih, cuma tanya saja."
"Jangan-jangan Mikuo sudah berpengalaman ditinggalkan gadis ya?"
"E-EH? T-TIDAK!"
"Ahaha! Ngaku saja! Aku pandai menjaga rahasia, kok!"
Mikuo mencubit kedua pipi Kaiko karena kesal dan malu secara bersamaan, tanpa menghiraukan rintihan sakit dari Kaiko yang malah menurutnya lucu. Akhirnya Mikuo melepas cubitannya setelah tangannya mau digigit Kaiko –begitu juga dia masih sayang pada tangannya itu.
"Dengar Kaiko."
"Ya?"
"Aishiteru dayo."
Kini giliran Kaiko yang memerah, Mikuo juga terlihat salah tingkah. Mikuo menatap sana-sini untuk mengalihkan perhatiannya dari Kaiko.
"Ne, Mikuo-kun, aishiteru mo!" Balas Kaiko tersenyum lebar.
Mikuo ikut tersenyum, kemudian dia mengaitkan jari kelingkingnya dengan jari kelingking Kaiko.
"Mikuo?"
"I'm always be with you." Kaiko mematri sebuah senyuman manis di wajahnya, dia mencium kening Mikuo sebentar.
"Yeah, i know it."
Keduanya pun saling melempar tawa kebahagiaan di Taman tempat pertama mereka jumpa.
.
.
END
Miza bakalan balas review disini aja~
Balasan review :
Clarabell Auzaka : Len dan Rin gitu loh xD mereka imut kalau lagi tengkaran #nak. Sankyuu semangatnya QwQ
Rainessia Nightfallen : whoa, arigatou sama pelajaran dan ucapan selamatnya senpai :" seperti biasa senpai mau mengetik panjang-panjang cuma demi pengetikan Miza yang acakadul (?) ini QwQ #sujudsukur *nak udah nak*
Akhir kata dari Miza sebelum benar-benar hiatus, RnR Minna~
.
Omake~
.
.
Bagaimana dengan nasib Kikaito yang malang? Sehari setelah Mikuo dan Kaiko resmi menjadi kekasih, gadis dengan netra Ocean Blue itu langsung memutuskan Kikaito di tengah-tengah keramaian siswa-siswi.
"T-tidak Kaiko! Kenapa kau ingin putus dariku?" seru Kikaito menahan Kaiko agar tidak pergi.
Kaiko menyingkirkan tangan Kikaito dari bahunya. "Aku muak melihatmu, itu saja alasanku~!" Balas Kaiko tersenyum 'manis', dia ingin cepat pergi menuju Kakaknya dan Miku yang sudah menunggu sambil menyeringai kejam.
"Tapi Kaiko, kita ini masih saling mencintai, bukan? Bahkan kau masih memakai kalung pemberianku!" Kaiko memegang kalung berbandul huruf 'KS' tersebut.
"Oh, kalung ini? Kalungnya berbeda dengan kalung pemberianmu, nih ku kembalikan." Kaiko melempar kalung lain dari sakunya, dan benda itu tepat jatuh di depan wajah Kikaito. "Ayo Kai, Miku-chan, kita pergi."
"Dengan senang hati," ujar Kaito dengan seringai lebarnya, Adiknya yang satu itu sukses mempermalukan Kikaito di depan umum!
Miku tersenyum kecil, dia menggandeng lengan Kaito. "Memangnya kalung tersebut dari siapa?"
"Mikuo."
"M-Mikuo?! Itu maksudnya kau.."
Dan Kaiko hanya asyik melenggang pergi dari Kaito dan Miku yang terpaku di tempat melihatnya bersenandung riang.
