LESSON XXX [2] - EXPLORING

"Hyaaaaa bochan ja-jangan!" Gil meronta-ronta.

"Ayolah Gil singkirkan kaki mu!"

"A-aku malu kalau ini harus di lepaas! hyaaa jangan!"

Sayang tenaga Oz lebih kuat darinya. Berapa kali pun ia mencoba bertahan, tangan-tangan Oz yang lincah dan cepat mampu menarik celana dalam putih itu keluar dari tempatnya.

"Kyaaaa!" begitu tahu pertahananya telah di jebol, Gil segera merapatkan kedua kakinya untuk menyembunyikan benda miliknya di bawah.

"Geez, kau ini keras kepala sekali!" Oz dengan kesalnya memegang kedua dengkul Gil dan membuka kedua kakinya yang rapat itu.

Akhirnya Gil menyerah dan hanya terbaring pasrah dengan kaki yang terbuka lebar, menampakkan miliknya yang--

"wah wah punya mu sudah membesar seperti ini."

"EEH?" Gil mencoba untuk bangun dari posisi tidurnya. Ingin memastikan apakah kata-kata majikannya itu benar.

...

dan ternyata 100 persen benar!

Apa yang terjadi dengan tubuhnya?? kenapa *beeep* nya bisa membesar seperti itu dan mengeluarkan cairan dari ujungnya. awawaaawa aa-apakah dirinya sakit?

"Bo- ah maksud saya Oz..." Gil memandang mata hijau itu dengan kebingungan. Apa yang telah dilakukan oleh majikannya sampai dia menjadi seperti ini?

"Tenang saja Gil. Tidak ada yang aneh dengan tubuhmu. Ini hal yang wajar jika kau merasa enak."

Oz Vessalius memang berwawasan sangat luas...

Dia tahu tentang apa saja sampai ke urusan *beeep* sekalipun. Bochan tercinta Gil memang sangat hebat!

Kita intip pikiran Oz saat ini...

'Huwaaa! baru kali ini aku melihat *piiiip* orang lain secara langsung. Ternyata benar bentuknya bisa membesar seperti yang tadi ku lihat di gambar itu. Hebaaatnyaaa...'

Mata hijaunya terus memandangi penis Gil yang sudah tegak. Pemuda yang terus dipandangi merasa sangat malu dan menutup wajah memerah nya dengan telapak tangannya. Tidak ingin Oz melihat ekspresi 'aneh' nya saat itu.

'Jika aku sentuh itu, bagaimana reaksi Gil ya??' Jari telunjuknya mentowel-towel ujung penis Gil yang kemerahan.

"Oz Bochan... Jangan lakukan itu...aah..."

Cairan bening yang keluar dari ujungnya makin bertambah banyak dan membasahi seluruh permukaan kulitnya.

Oz menjulurkan lidahnya, ingin mencoba merasakan bagaimana rasanya lelehan bening yang keluar dari tubuh Gil. Ujung lidahnya menjilat-jilat kepala penis kemerahan itu.

"kuh...ahhn...ah.."

'hmmh...rasanya tidak buruk juga dan reaksi Gil juga sangat bagus, hehe'

"hyaaan...ngh...aah..."

Huwaaaa! mulut basah tuan muda Oz menyelimuti seluruh permukaan penis miliknya.

"Oz…hentika--aah."

Rongga basah itu mulai memainkan alat vital milik Gil. Mengumum, menjilat permukaannya dan sesekali menghisapnya.

Jari tangannya mengepal seprai yang ia raih dengan kuat. Tubuhnya tidak bisa berhenti bergetar, begitu pula dengan mulutnya yang terus mengeluarkan desahan indah bagi majikannya.

"Nggh~ Oz...sepertinya aah, aada sesuatu yang ingin keluaar, haah...aah!"

Kepala pirang itu terlihat memaju-mundurkan kepalanya dan makin terus mempercepat gerakan maju mundurnya itu.

"ah...ah...AAH!"

Cairan hangat menyembur keluar dari kepunyaan nya, membuat Oz sedikit tersedak dengan cairan yang tiba-tiba masuk ke dalam mulutnya itu. Tanpa ragu ia segera menelan seluruh cairan yang di tumpahkan oleh Gil dan menjilat bersih sisa-sisa yang cairan yang menempel.

Gil mencoba mengatur nafasnya dan mengembalikan kesadarannya.

"Rasa Gil manis..." Oz menjilat permukaan bibirnya.

Sang pemilik mata emas segera bangkit dari posisi tidurnya dengan bertumpu pada kedua lengannya kemudian duduk bersimpuh di hadapan Oz.

Dia tidak percaya majikannya meminum cairan putih yang keluar dari tubuhnya. Mungkin saja cairan yang di keluarkannya itu sangat kotor dan menjijikan.

"Kenapa anda menelannya?!"

"Aku hanya ingin mencoba rasanya 'cairan' yang keluar dari tubuhmu, Gil. Lagipula rasanya tidak buruk kok." Oz mengeluarkan senyum trademarknya

Rasa manis yang barusan Oz katakan itu hanya perumpamaan saja. Rasa sesungguhnya tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata. Um, mungkin rasanya sedikit asin? (haha~ pengarang juga belum pernah nyoba rasanya cum itu kaya apa XD *digampar*)

"Nah, sekarang balikan badanmu." Oz menarik salah satu tangan Gil dan membantu pemuda berambut hitam itu membalikan badannya.

"//////"

Posisinya sekarang ungg… agak susah menjelaskannya =="

Seperti ini posisinya 'OTL'

Mata hijau itu menatap lubang kemerahan yang terletak di tengah-tengah pantat Gil yang seksi (menurutnya).

Lidah merahnya mulai menjulur keluar dari mulutnya untuk menjilat permukaan lubang itu.

"Aaaaah~" kepala Gil tertunduk kebawah saat lidah majikannya mulai bermain di lubang kenikmatan miliknya.

Menjilat-jilat dan melumuri permukaannya dengan saliva yang dihasilkan oleh mulut tipis nan tajam bila mengeluarkan kata-kata

"ngggg~~"

Oz memasukan jari telunjuknya ke dalam lubang itu. Meneruskan tugas sang lidah untuk mempersiapkan Gil.

Jari telunjuk itu terasa dingin di dalam tubuhnya yang panas. Terasa aneh dan tidak nyaman saat jemari itu makin masuk ke dalam dan bergerak maju mundur.

"Gil..." Oz mengeluarkan jari telunjuknya.

Gil menoleh ke arah pemuda yang memanggilnya. Dilihatnya mata Oz dalam dalam.

...

Mata hijau yang selalu tampak cemerlang itu entah kenapa terasa diselimuti oleh sesuatu yang memberi kesan berbeda pada diri Oz.

Ya... mata itu telah diselimuti oleh suatu kabut, yaitu nafsu.

"Aku juga ingin kau menyentuhku..."

Oz menarik lengan kanan Gil dan menarik tubuh pemuda itu ke dalam pelukannya.

Untuk beberapa saat kedua bocah itu terhanyut dalam hangatnya pelukan yang mereka bagi. Oz meraih tangan Gil dan membawa tangan itu untuk menyentuh sesuatu yang 'agak' menonjol di tengah-tengah celana hitamnya.

Pemuda berambut noir itu menjauhkan dirinya dari pelukan hangat nan nyaman yang diberikan oleh Oz. Mata emasnya tertuju pada tangan kanan nya yang sedang menyentuh selangkangan kaki tuan muda tersayang.

Kulit pipi pucat itu kembali memerah. Tangan bebasnya yang lain mulai bergerak menuju ke tempat tangan kanan nya berada. Rasa takut, cemas, canggung bercampur menjadi satu di dalam pikiran pemuda itu. Dengan tangan yang gemetar ia mulai membuka pengait celana hitam yang dikenakan Oz, kemudian menurunkan restletingnya. Setelah itu ia menurunkan celana hitam itu dari pinggang Oz. Agar benda yang ia cari tidak terhalang oleh apapun.

Saat tangan kecil ingin meraih miliknya yang sudah berdiri tegak itu, perlahan Oz mendorong tubuh Gil dengan satu tangan untuk kembali berbaring di tengah-tengah kasur miliknya. Bayangan tubuhnya yang tampak lebih besar dari tubuh Gil menutupi seluruh permukaan pelayan nya itu.

Nafas Gil tertahan dengan sesuatu benda yang di hadapkan ke wajahnya.

"hmm, lakukan seperti yang kulakukan kepadamu tadi" perintah Oz sambil mengarahkan kepalanya di atas 'pee pee' milik Gil. Menghembuskan nafas panas di permukaannya yang membuat tubuh Gil sedikit bergetar.

Satu tegukan besar dilakukan sebelum ia mengeluarkan lidahnya untuk mencicipi rasa 'pee pee' Oz. Lagi-Lagi nafasnya tertahan saat Oz kembali melakukan aktivitas di region bawah tubuhnya. Kembali melahap 'pee pee' tegak itu dan memasukan dua jemari ke dalam lubang ketat miliknya.

Gil mencoba memusatkan pikirannya pada tugas selanjutnya: Membuat Oz merasa 'senang'

Mulutnya terbuka lebar dan memasukan benda di hadapan wajahnya ke dalam mulutnya. Gil mencoba mempraktekan hal yang sama seperti yang di lakukan Oz.

"Giiilll~" Oz sedikit mengeluarkan suara rengekan saat Gil mulai menjilat-jilat dan menghisap 'pee pee' miliknya.

Tidak mau kalah dengan sang majikan Oz makin mempercepat gerakan maju-mundur jari-jarinya di dalam Gil sambil terus melakukan oral XXX di bagian vital pelayan berambut hitam itu. Ujung jari telunjuknya tidak sengaja menyentuh sesuatu yang—

"hmm..aaah~ O-Oz..." Gil menghentikan kegiatan 'hisap menghisap' dan mengeluarkan 'pee pee' Oz dari dalam mulutnya.

"uung~ hen-hentikaaan~"

Oz bisa merasakan pemuda di bawahnya akan segera mengeluarkan cairannya lagi. Dengan segera ia mencabut kedua jarinya dan meninggalkan pee pee Gil yang berkilauan akibat saliva yang melumuri seluruh permukaannya.

Tanpa berkomentar apa-apa Oz bangkit dari posisinya dan berlutut dihadapan Gil yang sedang berbaring pasrah. Tangan 'suci' itu kembali menarik pergelangan tangan Gil.

Pemuda bermata emas alias Gilbert hanya bisa pasrah saat Oz menuntunya untuk berposisi seperti di awal 'pelajaran', menungging di hadapan majikanya.

Gil menoleh kebelakang untuk bertemu pandang dengan mata hijau kepunyaan Oz. Dengan nafas yang tidak teratur Gil mencoba untuk mengatakan sesuatu kepada tuan mudanya.

"Oz bocchan... a...aku ingin--" Gil tidak bisa meneruskan kata-kata yang ingin ia keluarkan dari mulutnya. Pipinya langsung berwarna merah padam dan sudut matanya mulai mengeluarkan butiran air mata.

Oz mencodongkan tubuhnya untuk mencium permukaan kulit punggung Gil yang pucat dan halus itu, kemudian berbisik di telinga kanan nya.

"Aku akan membuatmu merasakan surga dunia, Gilbert." Oz berkata sambil tersenyum licik.

TBC(?)

A/N: Maaf... sepertinya saya lagi kena virus 'males' buat nulis fict *sigh*. Mungkin update'an chapter selanjutnya bakalan lama (atau mungkin cepet). itu tergantung mood saya *dilempar bata*

Thanks for reading nee! X3