Disclaimer: I don't own digimon
Chapter 3
Ice cream dan Janjimu
Di perjalanan pulang, Daisuke sampai duluan di apartement-nya. Sedangkan Hikari,Miyako, dan Takeru tinggal di Apartemen yang berbeda dari Daisuke. Sepanjang mereka ber tiga diperjalanan pulang, Takeru terus menghibur keduanya.
"… dan sampai saat itu. Kita masih mencari siapa yang mau duduk dengan Daisuke ahahahahah"
Takeru berbagi cerita sekaligus menertawakan kejadian hari ini. Miyako dan Hikari terhibur dengan cerita yang Takeru sampaikan. Namun, Takeru teringat satu hal. Bahkan ia belum menanyakannya sejak tadi mereka disekolah.
"Hikari-chan?"
"Ya Takeru-kun?"
"Kenapa kau ingin satu meja dengan ku sampai tahun ajaran berakhir?" Takeru menanyakan hal tersebut tanpa ada curiga. Miyako dengan tenang mendengarkan mereka.
"Itu… karena…" Hikari tertahan untuk menjawab, mencoba mencari alasan paling tepat
"Karena?"
"Karena aku merasa aman jika didekat mu!" Hikari menghembuskan nafas lega.
"Aman? Hahaha Hikari-chan, memangnya siapa yang mau mengganggumu?" Takeru seakan tidak mengerti maksudnya.
"Kau lupa Takeru-kun? Laut Kegelapan itu, aku takut jika mereka memanggilku lagi." Suara Hikari mulai terdengar cemas.
"Ah, Hikari-chan. Tenang, kau masih memiliki Taichi-san, aku dan teman-teman yang lain.." Takeru berusaha menangkan Hikari.
"Ya, kau benar.. Terima kasih, Takeru-kun" jawab Hikari.
Tidak terasa, Hikari sudah sampai didepan apartement nya. Sambil melambaikan tangan, Hikari masuk ke pintu apartement. Selanjutnya, Takeru hanya pulang berdua dengan Miyako. Mereka tinggal di apartement yang sama. Hanya beberapa blok dari situ.
"Hei Takeru-kun, apa kau yakin tentang alasan Hikari tadi?" Tanya Miyako.
Takeru terlihat lebih diam sejak ia melewati apartement Yagami. Entah ada sesuatu yang menyelimutinya.
"Hei Takeru!" Teriak Miyako
"Hah? Hah? Ada apa Miyako-san?" Takeru kembali sadar dan terkejut.
"Jawab pertanyaanku!" Miyako mengguncang-guncang Takeru.
"Ah, iya. Aku tidak terlalu yakin itu alasannya. Namun aku sudah berjanji dari sejak kami 8 tahun, aku akan melindungi Hikari" Takeru menjelaskan peristiwa saat ia dan Hikari mencoba lolos dari Piedmon, raja kegelapan saat petualangan pertama mereka di Dunia Digital.
Mendengar itu, Miyako tertegun. Takeru dan Hikari ternyata memiliki persahabatan yang tidak pernah terpikirkan olehnya. Ia melepas Takeru dan meminta maaf.
"Tidak apa Miyako-san" jawab Takeru dengan nada datar.
"Namun, apa kau menyukai Hikari?" Tanya Miyako tiba-tiba
"Sebenarnya, aku menyukainya. Namun, aku pikir itu hanya akan merusak persahabatan kami"
"Oh begitu."
Mereka akhirnya sampai di Apartement, Miyako tinggal di lantai yang berbeda dengan Takeru. Mereka berdua sempat bertemu Iori sebelum mereka naik keatas, ia pulang dari latihan kendo bersama Upamon.
"Hei Iori! Bagaimana hari-mu?"
"Lumayan Miyako-san, hari ini aku pulang latihan lebih cepat dari biasa" Iori memulai pembicaraan singkat.
"Takeruuu, aku lapar" gumam Patamon yang dari tadi diam saja diatas kepala Takeru.
"Ah baiklah, sampai besok Miyako-san, Iori-kun!" Takeru langsung menuju pintu apartementnya.
"Aku pulang…!"
Sore itu, di kediaman Yagami.
Hikari merasa bosan sore itu, tidak ada yang ia kerjakan. Taichi sedang tidur, dan ia sangat bosan dikamarnya. Ia mencoba menghubungi teman-temannya. Pertama Miyako..
Hai Miyako-san, ada kegiatan sore ini?
-Hikari
10 menit kemudian, D-Terminal nya berbunyi
Hai Hikari-chan, maaf.. Aku sedang ada di tempat Iori, komputernya tidak mau menyala, aku sedang memperbaiki-nya. Dan selesai malam ini.
-Miyako
Melihat ini, ia tambah bosan.
"Iori dan Miyako sedang sibuk. Ah Daisuke! Harusnya dia bersemangat" gumam Hikari.
Daisuke-kun, ada kegiatan kah sore ini?
-Hikari
10 menit, 15 menit, 25 menit sudah berlalu.. Tidak ada balasan, lalu ia mencoba menelepon ke kediaman Motomiya
"Selamat sore dengan kediaman Motomiya, ada yang bisa saya bantu?" jawab suara di sebrang sana.
"Selamat Sore, Hikari Yagami berbicara. Apa Daisuke ada dirumah?" Hikari menanyakan pada orang itu.
"Ah, dia ada. Namun dia sedang tidur. Apa mau dibangunkan?"
"Ti.. Tidak, tidak usah. Terimakasih"
Hikari menaruh gagang telepon, dan menghembuskan nafas panjang. "sama saja seperti Onii-chan, kerjaan-nya tidur terus." Lalu ia kembali ke D-Terminalnya, "Ken? Ah malas juga mengganggu dia" Ia terus mengotak-atik D-Terminalnya, dan ia menemukan nama Takeru.
"Sepertinya, ia bebas sore ini"
Takeru-kun, jalan-jalan yuk! Aku bosan, yang lainnya sibuk.
-Hikari
Tidak sampai 5 menit, D-Terminal itu sudah berbunyi.
Dengan penuh harapan, Hikari membuka D-Terminalnya.. dan menemukan.
"Hai Hikari-chan, maaf…."
Tanpa melanjutkan isinya, ia langsung membenamkan muka dan melempar D-Terminal itu. Mendengar suara dari kamar Hikari, Tailmon langsung masuk.
"Ada apa Hikari?" Tailmon mencoba bertanya.
"Semua teman-teman sibuk!"
Tailmon yang kebingungan atas jawaban Hikari, langsung mengambil D-Terminal yang jatuh tidak jauh dari tempat ia berdiri.
"Hikari.. sepertinya, ada satu orang yang tidak sibuk." Tailmon membaca apa yang ada di D-Terminal itu sambil tersenyum.
"Huh?" Hikari melihat pada Tailmon dengan muka heran.
"Baca ini." Tailmon menyerahkan D-Terminal itu pada Hikari.
Hai Hikari-chan, maaf aku tak dapat menolaknya. Kita bertemu di taman jam 4 ya!
Oh ya, aku membawa Patamon juga.
-Takeru
Melihat itu, Hikari langsung mencari jam terdekat, dan waktu tersisa 10 menit lagi. Ia langsung melompat senang, dan bergegas siap untuk pergi ke Taman
"Ayo Tailmon!" Hikari berseru.
Sementara, di kediaman Motomiya.
Daisuke yang sedang tertidur lelap, bermimpi tentang Yuki. Anak baru yang duduk satu meja dengannya. Bagaimanapun, ia merasakan sesuatu yang aneh sejak Yuki didekatnya. Itu seperti penghilang semangat, namun ia tidak mempercayai hal itu. Ia terus beranggapan ia sedang sakit. Tapi, ia tidak merasakan pusing ataupun hal yang serupa setelah ia berbaring dikamarnya.
Di dalam mimpinya, ia sedang berada ditengah-tengah pelajaran. Dan Yuki, seperti biasa ada disebelahnya, namun, ada yang berbeda dari keadaan saat itu. Karena Daisuke terbiasa melihat Menara Kegelapan di Dunia Digital, maka ia tidak terlalu sadar bahwa ia melihatnya di Dunia Nyata saat itu. Masih di dalam mimpinya, Yuki akhirnya memulai pembicaraan dengan Daisuke, namun ia terlihat aneh.. Pakaian yang ia kenakan berubah menjadi jubah hitam.. dan Yuki tiba tiba mencoba melekatkan gelang hitam yang dipakai Ken untuk mengontrol Digimon saat ia menjadi Digimon Kaiser. Di dalam mimpi ia berteriak sekencang-kencangnya, dan ia melihat veemon masuk ke ruang kelas, mendorongnya jatuh supaya terselamatkan dari Gelang hitam itu. Sesaat ia merasa melayang, namun ia tiba-tiba terbangun dengan benturan lantai. Veemon yang berada di tempat tidur, hanya bisa berkata. "Maaf Daisuke".
"Vee, Veemon?" Daisuke menanyakan hal dengan nada yang tidak wajar.
"Daisuke, kau berteriak seperti orang ketakutan tadi, aku pikir kau sudah gila. Makanya aku coba bangunkan, mungkin dengan menjatuhkanmu.. Kau bisa bangun" Veemon menjelaskan
"Ti.. Tidak apa apa, terimakasih Veemon. Tadi itu mimpi buruk. Tak usah dipikirkan."
"Daisuke.." Veemon bergumam
"Ya?"
"Aku lapar.."
"Baiklah, sebentar.. aku ingin menge…" Daisuke membuka D-Terminalnya, dan disitu terdapat pesan dari Hikari yang belum ia baca. Ia tertegun.
"Hi.. Hikari.." Ia tidak tau harus senang atau menyesal.
Hikari-chan maaf baru dibalas, aku tidak ada kegiatan.
-Daisuke
Takeru sudah sampai di Taman bersama Patamon, Ia menunggu Hikari, yang pastinya akan datang bersama Tailmon. Sebelum mereka datang, Takeru ingin membuat rencana sederhana untuk sore mereka.
"Patamon, bagaimana kalau kita ajak Hikari untuk makan ice cream?"
"Ide bagus! Pastikan mereka punya choco-chips. Tailmon suka Ice cream vanilla dengan taburan choco chips" Patamon berseru.
"Kau tau banyak tentang dia. Entah kenapa mereka memiliki selera yang sama. Ice cream Vanilla" Takeru tidak mau kalah.
Tidak lama setelah pembicaraan terakhir mereka, Suara Hikari terdengar dari belakang tempat Takeru dan Patamon duduk.
"Tailmon, mari kita nikmati Ice cream Vanilla kita, Takaishi akan membayarnya. Iya kan Takeru-kun?"
"Hi.. Hikari-chan!, kapan kau datang?"
"Sejak kau membicarakan ice cream itu, ayo! Aku sudah tidak sabar" Hikari menarik tangan Takeru menuju stand Ice cream didekat situ.
Takeru mengeluarkan sisa uangnya dan memesan Ice cream dengan rasa dan topping yang tidak mungkin salah. Takeru mengetahui banyak hal tentang Hikari. Paling tidak, diantara teman-temannya.
"Untuk Hikari-chan dan Tailmon" Takeru menyerahkan 2 ice cream kepada mereka.
"dan Patamon, kau tau apa yang akan kita pesan." Takeru menoleh pada digimon-nya.
"Yeah!" mereka mengangguk.
"Big Size Mint-Chocolate!" mereka berdua berteriak bersamaan. Hikari dan Tailmon tidak bisa menahan tawa.
Setelah Takeru membayar, mereka mencari tempat yang enak untuk bersantai dan menikmati ice cream itu. Mereka setuju untuk duduk dibawah pohon yang rindang, angin segar sore itu menambah kenikmatan santai mereka. Selagi menikmati ice cream, Takeru memulai pembicaraan.
"Hikari-chan?"
"Ya, Takeru-kun?"
"Aku masih tidak mengerti, kenapa kau merasa aman didekatku?" Takeru bertanya seakan-akan ia diberikan tanggung jawab secara tiba-tiba.
Hikari hanya terdiam, karena ia belum bisa mendapatkan alasan lain. Ia terus berpikir akan alasan yang masuk akal. Tanpa sadar, ia mengatakan.
"Aku hanya tidak mau merusak persahabatan kita"
"Huh? Hikari-chan?"
"Hah? Apa?"
"Kau tadi bilang… apa?" Takeru yang mendengar kalimat tadi, langsung menerka maksud Hikari.
"Ah tidak! Aku cuma.. aku, iya.. Onii-chan sudah tidak bisa menjaga ku lebih sering." Hikari seperti kehabisan kata kata.
"Oh begitu. Tapi aku sendiri kan sudah berjanji padamu dan Taichi-san. Masih ingatkah?"
"Iya, aku tau. Kau sudah menjaga ku layaknya Onii-chan."
"Terimakasih, Takeru-kun. Itulah mengapa Onii-chan percaya padamu."
"Apapun, Hikari-chan"
Selagi mereka menghabiskan ice cream, D-Terminal Hikari berbunyi.
"Siapa ini?" Ia membuka D-Terminal-nya.
