minna-san... gomen... g bisa update cepet... lagi banyak tugas sekolah... TT^TT
BTW, buat mako-chan, velisia, mako-chan, Runa-tan, azalya dragneel, Hanara Kashijiku, Novi Eucliffe, Yolbert, Nnatsuki thanks buat semua supportnya ya! XD
riri g bs bales beberapa review kalian karena ada yg g punya akun... gomen...
finally, this is it! chapter 3 the girl next to me ala riri :3
CHAPTER 3 - 1st wish
Natsu mengerutkan keningnya. PR matematika yang diberikan oleh gildart-sensei minggu lalu hanya bisa dikerjakan setengahnya saja. Dia menghela nafas dalam dan berdiri dari kursi belajarnya. Duduk di pinggiran bednya. Di posisinya sekarang dia bisa melihat kamar lucy. dia tersenyum saat mendapati sosok lucy sedang sibuk menulis sesuatu. Lucy melihat kearahnya dan memutar kelopak matanya. Dia meraih posel yang ada disampingnya. Natsu mengerutkan keningnya.
Ping. Natsu melihat ponselnya sendiri dan melihat nama siap yang tertera dilayar ponselnya, dia tersenyum. Dan membuka pesan yang diterimanya.
Lucy
0xx xxx xxx
oi, natsu. Kau belum tidur?
Natsu
0xx xxx xxx
Belum. Aku lebih memilih melihat tetanggaku favoritku dari pada tidur. Dia cantik.
Lucy membacanya dan pipinya memerah. Dia melihat ke arah natsu dan natsu melambai ke arahnya. Lucy memutar kelopak matanya dan mulai menulis lagi.
Lucy
0xx xxx xxx
Oh-ho, sekarang kau terdengar seperti loki. Tidurlah, jiwamu mulai kacau.
Natsu
0xx xxx xxx
Haha. Itu g mungkin.
Tidurlah, kalau kau tidur, aku juga akan tidur.
Lucy
0xx xxx xxx
G perlu mengingatkanku, lagi pula aku akan tidur setelah aku selesai.
Natsu
0xx xxx xxx
Kalau begitu, aku akan menemanimu smpai kau , jangan lupa. Aku punya 5 permintaan yang harus kau penuhi.
Lucy
0xx xxx xxx
Apa permintaanmu? *Jangan minta yang aneh-aneh.
Natsu
0xx xxx xxx
Akan kuberitahu besok...
Lucy
0xx xxx xxx
Oh, aku mulai khawatir
Natsu tertawa. Ternyata Lucy telah meremehkanya.
Natsu
0xx xxx xxx
Jgn khawatir. Selamanya aku g berniat menyakitimu
Lucy membaca pesan dari natsu dan tersenyum tulus. Dia tahu itu. Dia berdiri dari meja belajarnya dan melangkahkan kakinya ke king sized bednya dan berbaring menatap ponselnya lalu menulis sesuatu.
Lucy
0xx xxx xxx
Aku tahu. Ayo tidur, aku g mau dengar dengkuranmu di kelas besok pagi.
Seperti biasa, keesokan harinya lucy bangun pagi-pagi dan mempersiapkan dirinya. Saat dia sudah siap dia melirik kekamar natsu. Natsu g pernah menutup gordennya sekalipun jadi dia bisa tahu apa saja yg dilakukan cowok itu. Lucy melihat kesekeliling kamar natsu, tapi tidak mendapati tanda-tanda natsu sekelipun.
"mana mungkin dia sudah bangun?" lucy tertawa. tiba-tiba lucy merasa ada yang memeluknya dari belakang.
"kau mencariku?" tanpa menolehpun dia sudah tau siapa pelakunya.
"sudah berapa lama kau disini? Sudah kubilang kan... kamu g boleh masuk lewat balkon tanpa seizinku..." lucy mengkuliahinya.
"tapi lucy... aku g lewat balkon, aku lewat pintu depan. Ayo kita turun, tante layla sudah menyiapkan sarapan untuk kita berdua... aku lapar..."
Karena kali ini natsu g melanggar peraturan bertetangga mereka jadi lucy g punya kesempatan buat memerahinya. Lucy hanya menghela nafas dan tersenyum.
"aku juga lapar... masakan mama pasti enak " merekapun turun ke lantai dan menuju ruang makan mereka
"ah, aku juga suka masakanmu. Lain kali kau yang memasak"
"apa itu permintaanmu?" lucy berharap itu iya. Karena ini mudah.
"bukan, lagipula suatu hari nanti kau akan melakukanya dengan suka rela"
Lucy berniat untuk mengatakan sesuatu tapi layla-san menyelanya. Dia tahu kalau dibiarkan mereka berdua akan berakhir bertengkar seperti biasanya.
"kalian sudah siap? Ayo makan..."
Lucy melirik ke arah natsu dan menghela nafas. Dia akan membiarkannya kali ini.
"pagi, papa..." lucy berjalan ke arah papanya dan memeluknya.
"pagi lucy... natsu, ayo ikut sarapan... aku akan mengantarkan kalian setelah ini"
Lucy menghela nafas, hari ini benar-benar bencana buatnya. Natsu mengikutinya kemanapun. Saat loki tahu natsu selalu mengikutinya, dia juga mengikutinya dan mengatakan lucy tidak adil kalau tidak membiarkan loki mengikutinya juga. Akhirnya dia membiarkan loki. Tapi natsu mulai bertengkar dengan loki. Dia berhasil menghentikan mereka. saat lucy pulang dan berencana ke toko buku bersama levy dua orang itu tetap menemaninya, levy yang tentu saja ditemani gajeel hanya bisa tertawa. g blama kemudian, akhirnya gajeel, natsu dan loki mulai bertengkar dan saat itulah entah dari mana trimensnya blue pegasus mulai menggoda lucy dan levy. Akhirnya mereka berenampun bertengkar. Loki terlempar dan hampir mengenai lucy, saat gray yang tidak tahu datangnya dari mana berhasil menarik lucy dari tempatnya berdiri sehingga loki tidak menimpanya. Dan seperti biasa, juvia yang kali ini ternyata sedang diantar pulang oleh gray, kembali menganggap lucy love rival. Lucy langsung meminta maaf pada juvia, untungnya juvia memaafkannya. Tapi saat itu gray ternyata sudah terseret kedalam kerumunan pertengkaran natsu dan lainnya. Erza datang dan menghabisi mereka semua. Akhirnya sekarang dia harus membantu natsu pulang ke rumahnya. Dia mengkuliahi natsu sepanjang perjalanan pulang tentang pentingnya menahan emosi. Saat sampai di rumah natsu, ternyata g ada seorangpun yanga ada dirumah. Jadi apa boleh buat, lucy secara suka rela mengobati luka natsu.
Natsu duduk di ruang tamu. Dia meraih remote TV dan mulai mencari acara yang disukainya. Lucy duduk mengompres luka memar natsu dengan hati-hati. Natsu hanya tersenyum. Dia mengingat kata gray tadi waktu dia menunggu lucy di perpustakaan.
"sepertinya, lucy sudah tahu" gray berbiara setengah berbisik
"tentang apa?" natsu mengangkat alisnya. Menatap gray dengan raut kebingungan
"perasaanmu, bodoh"
"darimana kau tahu?" tanya natsu g percaya.
"liat saja tingkah lakunya... kau g merasa dia sedikit menjauhimu?"
Natsu hanya diam seperti memikirkan sesuatu.
"aku sedikit berpikir seperti itu... apa itu tandanya dia g menyukaiku?" raut mukanya terlihat serius.
"kau g akan tahu kalau kau g mengatakannya bodoh, katakan saja padanya kau menyukainya. Kalaupun dia g suka. Aku akan bantu kau membuat dia sedikit demi sedikit menyukaimu" gray tersenyum. Walaupun dia terlihat sangat benci dengan natsu, tapi sebenarnya dia sangat menghargai natsu. Bagimanapun Natsu adalah sahabatnya sejak kecil.
Natsu terdiam dan tersenyum.
"aku bisa mencobanya. Thanks bro.."
"lucy..."
"hmm..?"
"kmu tahu kan? Kalau aku menyukaimu?" lucy berhenti mearawat luka natsu dan menatapnya bingung. Lalu mengehala nafas dan mengangguk.
"ya" jawabnya pelan. Natsu tersenyum. Gray benar.
"sejak kapan?"
"sejak beberapa bulan lalu"
"itu sebabnya kau sering menyingkirkanku?" lucy mengangguk pelan.
"kenapa?"
"aku... aku g tau kalau nanti kau tiba-tiba mengatakannya... aku g tau harus jawab apa... aku g ingin ini merusak persahabatan kita, Natsu"
Natsu tersenyum dan mengacak-acak rambutnya. Lucy melihatnya penuh tanda tanya.
"bodoh, apa kau pikir aku akan memaksamu?"
"mungkin?" lucy tersenyum. Dia berpikir betapa bodohnya dia sampai g menyadari ini.
"aku g akan memaksamu, sebaliknya aku akan menunggumu." natsu tersenyum, lalu melanjutkan kata-katanya lagi "kali ini aku g akan memberikanmu pada siapapun... aku g akan membiarkan yang seperti dulu terulang lagi"
Lucy mengerti apa maksud natsu. Dia mengangguk.
"tapi terus terang, aku g tahu bisa melupakan dia atau g, natsu"
"kau g perlu berusaha sekeras itu untuk melupakannya. Cukup ikuti permainanku. aku yang akan berusaha sangat keras, agar kau hanya bisa memikirkan aku nantinya" natsu terdiam. Dia sendiri tidak yakin bisa atau tidak melakukan itu.
Tiba-tiba lucy tertawa dan memukul dahi natsu.
"aku g tahu kau bisa seserius ini. apa kau natsu?" lucy masih tertawa. natsu juga tertawa, benar-benar tidak percaya kalu itu dirinya. Lalu dia mengangguk.
"aku sendiri g tau, tapi kalau menyangkut dirimu... kurasa aku benar-benar serius..."natsu menjawabnya dengan santai. lucy terdiam
"apa kau benar-benar natsu dragneel? Apa kau bukan dari dunia lain? kau natsuku bukan?" kali ini dia benar-benar tidak percaya kalau ini natsu. Senyum natsu melebarmendengar apa yang dikatakan natsu tadi
"ya... aku natsumu... aku seluruhnya punyamu"
"THAT'S IT!" tiba-tiba lucy menjerit "KAU BUKAN NATSU! KATAKAN ! KAU LOKI KAN?! KAU MENGERJAIKU KAN?!"
"jeez lucy, tentu saja aku natsu"
"BUKTIKAN?!"
Natsu mendekatkan wajahnya ke lucy "apa aku harus mengulangi cerita-cerita menarikmu yang sampai saat ini hanya seorang tetangga favoritmu yang tahu"
Lucy bergidik dan Pipinya memerah. Natsu tertawa senang, dia tahu kalau saat ini lucy sudah mempercayainya. Sekali lagi dia mengacak-ngakcak rambut lucy membuat lucy mencubit lengannya, natsu meringis kesakitan. Lucy melepaskan cengkeramannya dan tersenyum. natsu bersandar ke sofanya dan tersenyum juga.
"permintaan pertamaku... " dia tiba-tiba berkata. Lucy menahan nafas. This is it!
"selama sebulan, diluar rumah kita... kau tidak boleh berjarak lebih dari 5 meter denganku..."
Lucy terlihat kaget. Dia menarik nafas panjang dan menghembuskannya, tiba- tiba dia bersandar kedada natsu dan melihat ke arah tv yang sedang memutar salah satu anime favoritenya. Muka natsu memerah melihat lucy yang sedang menggunakan dadanya sebagai sandaran. Dia yakin lucy bisa mendengar detak jantungnya yang berdetak semakin keras dan cepat. Lucy tertawa.
"itu sulit..." kata lucy. "tapi apa boleh buat. Jadi mulai sekarang aku akan mulai mencoba membunuhmu saja. Kurasa aku sudah mulai melakukannya sekarang... ne, natsu... apa kau mau mati karena serangan jantung?" lucy menggoda natsu. Mata natsu terbelalak. Tapi tiba-tiba pipinya memerah. Dan tanpa disadarinya hidungnya sudah mimisan. Lucy melompat dari posisinya saat melihat reaksi natsu.
"APA YANG KAU PIKIRKAN BODOH?!"
to be cont...
