.
.
.
Ours Story Chapter 3
Disclaimer :
BLEACH © Tite Kubo
.
.
.
oooooOoooooOoooooOoooooOooooo
Setelah sebulan lamanya terendap di Seireitei, Rukia akhirnya mempunyai kesempatan untuk pergi ke Karakura. Dan ia senang sekali.
oooooOoooooOoooooOoooooOooooo
Langit di Seireitei cerah hari ini, matahari bersinar begitu menyilaukan mata. Awan-awan berarak pelan seiring angin yang berhembus sejuk.
Namun kedamaian hari ini tidak juga bisa membuat seorang shinigami yang tengah duduk melamun di beranda divisi 13 merasa nyaman. Rukia Kuchiki, nama gadis itu, terlihat begitu jenuh dan merasa bosan. Entah sudah berapa kali ia menghela nafas yang terdengar begitu berat. Tatapannya kosong, ia melamun dan lamunannya mungkin telah membawanya terlalu jauh sehingga tidak sadar bahwa seseorang berambut merah mulai mendekat menghampirinya.
"hei Rukia...kenapa kau melamun sendirian?"tanya Renji membuyarkan lamunan Rukia. Kini ia sudah duduk disamping Rukia. Yang ditanya hanya menghela nafas pelan.
"aku hanya bosan."jawab Rukia.
"oh, ayolah Rukia. Kau harus semangat, bukankah besok malam kita ada pesta di rumah Uruhara. Kita akan bersenang-senang." seru Renji.
"sepertinya aku tidak akan datang ,Renji."gumam Rukia lesu.
"hm, aku tidak yakin. Ku tebak kau pasti akan datang. Karena pesta besok adalah pesta yang seluruh Shinigami wajib menghadirinya. Kau tahu, pesta besok diadakan untuk Yamamoto Soutaichou. Yah, untuk memberikan penghargaan kepada kapten, yang telah mengabdi di Gotei 13 cukup lama. Seluruh kapten divisi termasuk kakakmu juga datang, dan aku rasa kakakmu itu tentunya akan pergi bersamamu."jelas Renji. Si Babon itu bersemangat sekali menghibur Rukia.
"benarkah?"Rukia sepertinya masih suntuk.
"tentu saja. ! kau harus datang Rukia, pesta tidak akan seru tanpa kau. Pokoknya besok aku akan melihatmu di rumah Uruhara."kata Renji yakin
"hm...aku harap begitu."
oooooOoooooOoooooOoooooOooooo
Dan ternyata Renji memang benar, pesta yang akan diadakan di rumah Uruhara itu memanglah sebuah acara yang wajib didatangi oleh seluruh Shinigami, maka Byakuya pun tidak dapat melakukan apa-apa lagi untuk mencegah adiknya ikut ke Karakura. Rukia senang sekali, karena akhirnya ia dapat pergi ke Real World.
Sebenarnya ada tujuan khusus yang Rukia ingin lakukan di Karakura.
Yah..dengar-dengar film Chappunzel dan Chappy and the Chocolate Factory baru saja premiere minggu kemarin di bioskop Karakura. Rukia sungguh ingin menonton kedua film itu apalagi katanya film hanya akan diputar dalam jangka waktu sebulan saja. ia jadi ingin cepat-cepat ke bioskop sebelum kedua film itu habis tayang. Dan akhirnya kesempatan itu datang juga, Rukia bersemangat sekali mempersiapkan baju yang spesial untuk ia pakai ke bioskop besok.
oooooOoooooOoooooOoooooOooooo
Sore Esoknya..
"Nii-sama, aku pergi duluan ya ke Karakura."pamit Rukia riang. Byakuya yang pada saat itu tengah menulis dokumen hanya mengangguk dan melirik pandang ke arah adiknya yang terlihat begitu gembira dengan mengenakan dress yang simple tapi manis plus aksesoris chappy yang tentunya tidak pernah ketinggalan. 'Hm..pasti ingin membeli boneka Chappy lagi.'pikir Byakuya dalam hati.
senkai gate terbuka, Rukia memasukinya diiringi seekor kupu-kupu neraka. Sepanjang jalan, Rukia bersenandung pelan. Sudah lama, dia tidak sesenang ini. Pintu senkai gate terbuka, Rukia keluar dari pintu itu. Saat ini ia sudah ada didepan mall karakura. Rukia yang saat ini tentu saja memakai gigai segera saja masuk ke mall dan berjalan menuju bioskop di lantai paling atas. Ia tersenyum manis sepanjang jalan, beberapa cowok yang melihatnya banyak yang terpesona.
Tidak berapa lama, Rukia pun sampai di gedung bioskop. Disana sudah banyak orang yang mengantri tiket. Antriannya sangat panjang, bahkan hingga keluar gedung. Rukia menjadi was-was, 'bagaimana jika tiketnya habis, aduh tidak bisa!aku harus menontonnya.!' Ia pun segera menyisip masuk barisan antrian. Sebenarnya Rukia tidak menyangka jika ternyata banyak orang yang menyukai Chappy seperti dirinya, ia pun senyum-senyum sendiri.
"kenapa senyum-senyum kak,?"tanya seorang anak laki-laki didepan Rukia.
"ah nggak, kakak Cuma lagi seneng nih bisa nonton Chappunzel sebentar lagi."jawab Rukia. Dahi anak kecil itu berkerut layaknya kerutan permanen di dahi Ichigo.
"lho...bukannya film itu diputar pagi ya kak..?"kata si anak membuat Rukia mulai merasa resah.
"eng..ini antrian film Chapunzel kan?"tanya Rukia yang sudah was-was. Si anak cekikikan.
"ih...kakak lucu deh..itu kan film anak sd, hanya diputar pagi sampe jam 2 siang. Ini antrian film Harry potter and the deathly hallow part 2 kak.."jelas anak laki-laki itu membuat lutut Rukia seketika lemas. Yah dipikir-pikir, mana mungkin juga antrian Chapunzel sepanjang ini.
Rukia pun merasa sedih karena dua alasan. Pertama karena dia akhirnya tahu bahwa dia sepertinya adalah satu-satunya penggemar Chappy yang bukan anak sd (hiks) tapi bertubuh seperti anak sd(ehehe).dan kedua yang paling menyakitkan bahwa dia positif tidak jadi nonton Chappy dan sepertinya tidak akan bisa nonton Chappy karena jadwal tayangnya pagi sedangkan, pagi-pagi kan Rukia harus bekerja di divisi 13. Rukia menarik nafas lemah, rasanya ia ingin menangis saat ini.
Lama Rukia di bioskop, memakan berondong jagung sambil menonton antrian yang lama sekali habisnya. Setelah itu ia pun memberikan banyak pertanyaan tentang informasi seputar film Chappy pada penjual tiket. Setelah puas memberikan puluhan pertanyaan pada si penjual tiket yang sepertinya sudah lelah dan juga muak ditanyai terus, akhirnya Rukia pun keluar dari bioskop dengan muram karena ia tahu bahwa ia benar-benar tidak punya kesempatan untuk menonton. Filmnya seminggu lagi habis, huff...tidak akan sempat.
oooooOoooooOoooooOoooooOooooo
Ketika Rukia ke rumah Uruhara, hari sudah malam. Disana tepatnya dihalaman rumah Uruhara tampaknya sudah ramai, semua Shinigami telah banyak yang datang. Rukia juga melihat Orihime, Chad, Ishida dan tentu saja err...Ichigo disana ,si Babon Renji juga terlihat sedang bersama mereka. Dilihatnya Renji yang melambaikan tangan memanggilnya, baru saja Rukia akan menghampiri ketika ia bersitatap dengan Byakuya yang terlihat sedang mengobrol dengan soutaichou. Rukia pun ingat akan perintah kakaknya
' Jauhi Ichigo!'.
"Rukia, kau kemana saja. aku mencarimu tahu. Kukira kau akan datang bersama taichou." Renji tiba-tiba saja sudah ada dihadapannya.
"eng...aku.."Rukia bingung menjelaskannya.
"oh, sudahlah..ayo kita ke sana. yang lain sudah menunggumu."Renji menggandeng tangan Rukia. Namun langkah Renji terhenti ketika si tuan Rumah, Uruhara memberikan sambutannya. Perhatian semua orang kini tertuju pada lelaki yang selalu terlihat memakai topi ini. ketika Uruhara selesai mengucapkan kata-katanya, Rukia segera saja melepaskan tangannya dari genggaman Renji.
"eng...aku..mau ke.. ke belakang dulu." katanya seraya menjauh.
"kau mau apa Rukia?"tanya Renji.
"ehm...aku haus, aku mau mengambil minum. Kau duluanlah, nanti aku menyusul." Rukia pun cepat-cepat menjauh dari Renji dan menjauh dari keramaian.
"lho...Kuchiki-san mana?"tanya Ishida ketika melihat Renji yang sendirian.
"eng, katanya dia mau ke belakang dulu. Entahlah.."jawab Renji sekenanya.
"sudah lama tidak melihat Rukia, kemarin dia tidak datang ke rumahku."keluh Orihime.
"dia hanya agak sibuk akhir-akhir ini. nanti juga dia akan kesini." seru Renji. Namun hampir sejam berlalu dan pesta semakin ramai, Rukia tidak juga menampakkan wajahnya.
"huh..rukia mana sih..kok tidak muncul-muncul." Orihime mulai bosan menjadi satu-satunya wanita di kumpulan orang-orang ini.
"hoi..babon, katamu dia datang. Kenapa dari tadi aku sama sekali tidak melihatnya."Ichigo juga terlihat bosan. Yah, memang jika tidak ada Rukia, dia tidak punya teman untuk bertengkar. Sungguh tidak menyenangkan. Ia menghela nafas perlahan.
"aku mau keluar dulu, ..mencari udara segar."pamit Ichigo, lalu ia pun berjalan ke luar rumah Uruhara. Ditaman depan rumah Uruhara, Ichigo menangkap bayangan seorang gadis yang tengah duduk memeluk lutut seraya menatap ke atas langit. Ia memicingkan matanya.
"Rukia..."desisnya pelan ketika mengetahui gadis itu tak lain adalah Rukia. Rukia merasakan reiatsu disekitarnya yang semakin mendekat, ia menoleh dan melihat Ichigo yang telah berdiri dibelakangnya.
"Rukia, kenapa kau disini? Semua orang menunggumu didalam sana.!"kata Ichigo.
"ehm...aku...aku hanya sedang ingin diluar,"jawab Rukia sedikit terbata-bata. Ichigo kini memandanginya yang terlihat gelagapan, Rukia berusaha menguasai dirinya dan sebisa mungkin menghindari tatapan Ichigo. Baru saja Ichigo hendak bertanya,
"eng, aku masuk dulu." ujar Rukia langsung meninggalkan Ichigo sendirian tanpa sedikitpun menoleh atau melihat ke arahnya. Ichigo terdiam menyadari ada sesuatu yang aneh dan tidak biasa dari sikap Rukia. Kerutan di dahinya menjadi semakin dalam. Kemudian ia pun masuk kembali ke dalam, keinginan untuk mencari udara pun terlupakan.
"Rukiaaaa..."Inoue segera saja memeluk Rukia ketika melihat Shinigami itu mendekat.
"kau dari mana saja, Rukia?"tanya Renji dengan nada cemas.
"ah, maaf..aku keasyikan di luar jadinya lupa mau menemui kalian. Maaf semuanya."ujar Rukia.
"aku sangat ingin melihatmu Rukia, kenapa kemarin kau tidak datang ke rumahku?" tanya Orihime dengan nada agak kecewa. Rukia terdiam sejenak, bagaimana menjawabnya?
"maaf sekali, hime. Aku sibuk akhir-akhir ini," jawab Rukia berbohong. Yah, karena tidak mungkin kan, jika dia mengatakan bahwa dia tidak bisa ke real world karena harus menjauhi Ichigo. Semua orang akan mengira ada apa-apa antara dirinya dan Ichigo.
"apakah saking sibuknya sehingga kau melupakan semua janji?" ujar Ichigo tiba-tiba. Ia ternyata sudah ada dibelakang Rukia. Huh, ini pasti mengenai janjinya dengan Yuzu dan Karin.
"maaf, aku benar-benar sangat sibuk," jawab Rukia tanpa berbalik dan menatap lawan bicaranya.
"eh, kuchiki-san. Apakah kau haus? Mau kuambilkan minum?atau ... sake?"tawar Ishida.
"tidak usah,dan jangan bawakan aku aku tidak akan lagi meminumnya"tolak Rukia
"hehe...minum sake rasanya sama dengan berhadapan ribuan hollow ya Kuchiki-san. Sungguh membuat kepala pusing." Rukia, Ishida dan yang lainnya mengangguk setuju kemudian tertawa bersama kecuali Ichigo tentunya. Karena dia sungguh merasa tidak nyaman dengan suasana ini, terutama terhadap Rukia. Dari semua orang, hanya dirinyalah yang dari tadi tidak ditanggapi oleh gadis itu. 'dia kenapa sih?' tanyanya dalam hati.
"hoi..midget, aku tidak melihatmu atau merasakan reiatsumu di Karakura sebulan ini." ujar Ichigo mencoba memancing perhatiannya. Rukia lagi-lagi tidak menoleh ataupun melihat ke arahnya.
"aku sibuk," itu saja jawabannya. 'tuh kan, dia benar-benar menghindariku' Ichigo sudah tidak tahan lagi.
"RUKIA KUCHIKI..!AKU MEMANGGILMU,!"panggil Ichigo keras, membuat Ishida, Chad, Orihime, dan Renji yang tengah tertawa oleh lelucon Renji seketika terdiam. Rukia juga diam namun dia masih tidak melihat ke arah Ichigo. Suasana menjadi sunyi dan agak tegang, tidak ada yang berani berbicara.
Sedetik...
dua detik...
tiga detik...
Rukia masih tidak juga menggerakkan bola matanya. Ichigo kesal, langsung saja digenggamnya jemari Rukia
"Ikut aku..!"katanya dan menarik gadis itu dengan paksa mengikutinya keluar, mereka seketika menjadi pusat perhatian setiap orang yang mereka lewati.
"Ichi..lepaskan aku..kau menyakitiku Baka..!"Rukia mendelik kesal. Yang dimarahi hanya diam saja dan terus menarik lengan Rukia lebih kuat.
Ketika mereka tiba ditaman yang tadi, baru Ichigo berhenti melangkah dan melepaskan tangan Rukia dari genggamannya.
"kenapa kau menghindariku Rukia?"tanya Ichigo langsung dan menatap lurus ke arah Rukia. Yang ditanya hanya diam seraya mengurut-urut lengannya yang terasa sakit.
"Lihat Mataku dan Jawablah !"pria berambut orange ini terlihat sudah kesal.
"aku tidak..."
"kau menghindariku, aku tahu itu. alasan kenapa kau tidak pergi piknik dengan Yuzu dan Karin agar tidak bertemu denganku bukan. Jujur saja Rukia. Katakanlah Alasanmu!" bentak Ichigo. Rukia diam, dia bingung mau jawab apa. Tiba-tiba saja kedua lengannya sudah dikunci oleh tangan Ichigo.
"Tatap Aku..!"katanya membuat Rukia mau tidak mau harus menatap mata cokelat itu. entah kenapa ketika melihat mata Violet Rukia yang Indah dari jarak dekat, darah Ichigo berdesir cepat. Ia mengatur nafasnya dan berusaha kembali menguasai dirinya yang entah mengapa merasa... gugup.
"jujurlah padaku Rukia, apakah kakakmu itu yang menyuruhmu menjauhiku?"tanya Ichigo kali ini dengan suara yang lebih pelan. Rukia yang tidak sanggup lama-lama bertatapan dengan Ichigo hanya menunduk dan mengangguk pelan.
Dahi Ichigo berkerut.
"lalu, kenapa dia menyuruhmu menjauhiku? Pasti ada alasan bukan."rukia hanya diam dan menggigit bibirnya berusaha untuk tetap tenang.
"Rukia, lihat aku.! Kenapa kakakmu itu menyuruhmu menjauhiku.? MEMANGNYA APA SALAHKU..?"bentak Ichigo dengan setengah berteriak.
Pegangan dikedua lengan Rukia semakin erat. Namun Rukia masih memilih untuk bungkam.
"MEMANGNYA AKU BERBUAT APA HAH?JAWAB RUKIA,,,,KATAKANLAH SESUATU"Bentak Ichigo lagi dengan suara yang lebih keras. Rukia tidak tahan lagi.
"SEMUANYA KARENA PERISTIWA MALAM ITU..!"jawab Rukia dengan setengah berteriak pula. Dahi Ichigo menjadi lebih berkerut.
"Malam Itu..? maksudmu malam ketika aku mabuk?memangnya apa yang terjadi?" Ichigo mengerubungi Rukia dengan pertanyaan. Mulut Rukia terbuka dan hendak mengatakan sesuatu Namun belum sempat Rukia menjawab satupun pertanyaan, ia merasakan kehadiran seseorang didekatnya.
"Lepaskan Tangannya!"seru Byakuya yang telah muncul dihadapan mereka. Ichigo memandangnya dengan benci begitupula sebaliknya. Namun Ichigo menurut karena melihat Rukia yang terlihat kesakitan.
"ayo pulang Rukia, ini sudah malam" ujar Byakuya dan mengisyaratkan Rukia untuk mengikutinya. Namun baru saja Rukia akan melangkah lagi-lagi lengannya ditahan oleh Ichigo.
"kau belum jawab pertanyaanku Rukia"katanya. Rukia terpaku ditempat. Byakuya akhirnya bertindak, ia menghampiri Rukia dan menggenggam jemarinya.
"bukankah sudah kukatakan untuk menjauhi orang ini, Rukia."katanya seraya menarik lengan Rukia. Namun, langkah Rukia sekali lagi terhenti karena Ichigo ikut menarik lengannya yang lain.
"awwhh..."Rukia merintih, kedua lengannya sakit karena ditarik kearah yang berlawanan. Melihat Rukia yang kesakitan, membuat Ichigo dan juga Byakuya melepaskan genggaman mereka.
"kau tidak apa-apa?"tanya Ichigo cemas. Rukia mengangguk pelan.
"ayo kita pulang "ujar Byakuya dingin, ia lalu membuka senkai gate dan bersama Rukia masuk kedalamnya. Sedang Ichigo hanya memandangi sosok Rukia yang kemudian hilang dari hadapannya. Ia menarik nafas perlahan. Entah kenapa ia merasa sangat kesal, kesal karena Rukia menghindarinya dan tidak sedikitpun memberikan penjelasan mengapa ia berbuat demikian, kesal dengan Byakuya yang entah kenapa selalu saja menebarkan aura permusuhan, dan kesal dengan dirinya sendiri yang tidak bisa berbuat apa-apa..
"uugghhhhh...sial...!" Ichigo mengacak-acak rambutnya
"aku tidak bisa begini terus. Aku harus mencari tahu jawabannya" ujarnya dalam hati.
TBC
OooooOoooooOoooooOoooooOooooo
Ini fic pertama saya, terima kasih sudah baca.
Saran dan Komentar ditunggu... n_n
Silahkan review...
_Lily.
