Title : Ah-Choo!

Main Cast :

- Kim Mingyu

- Jeon Wonwoo

- Kwon Soonyoung

- Lee Jihoon

- Others

Summary : Wonwoo yang selalu bersin bila bertemu atau berpapasan dengan lelaki tiang itu. Ada apa dengannya? Apa dia alergi pada lelaki tiang itu?

Chapter 3

.

.

"Ya! Jeon Wonwoo!" Mendengar panggilan seseorang, Wonwoo berbalik

"Soonyoung?"

"Hai." sapa Soonyoung seraya menghampiri Wonwoo

"Kau berjalan santai sekali. Ayo cepat, bagaimana jika Shin seonsaeng lebih dulu sampai di kelas daripada kita?" tanya Wonwoo

"Tenang saja, tidak akan kok." jawab Soonyoung

"Apa maksudmu dengan tidak akan? Ayo cepat." ajak Wonwoo seraya menarik jas Soonyoung

"Shin seonsaeng tidak akan masuk ke kelas, Jeon." ujar Soonyoung

"Maksudmu?" tanya Wonwoo

"Ya, Shin seonsaeng tidak akan masuk kelas, dia sedang sakit." jawab Soonyoung santai

"Benarkah? Kau tahu darimana?" tanya Wonwoo memastikan

"Tentu saja dari Jihoon~ EH!" Soonyoung keceplosan seraya menutup mulutnya dengan tangan

"Oh dari Jihoon~. Eh? Tunggu sebentar, dari Jihoon? Bagai- Ya! Soonyoung jangan kabur kau!" seru Wonwoo seraya mengejar Soonyoung yang berlari mendahuluinya

Wonwoo mengejar Soonyoung yang berlari dengan kencang menuju atap sekolah. Wonwoo penasaran, bagaimana bisa Soonyoung tahu bahwa Shin seonsaeng tidak akan masuk kelas dari Jihoon. Sedangkan dalam kenyataannya jika mereka berbicara pasti akan berakhir dengan bertengkar. Ia yakin pasti ada sesuatu diantara mereka berdua. Namun, Soonyoung berlari dengan cepat dan Wonwoo tidak sanggup untuk mengejar Soonyoung. Ia memilih untuk berbalik menuju kelas dan bertanya langsung pada Jihoon.

.

.

"Ya! Kau dimana Soonyoung-ah? Kau masuk sekolah tidak?" tanya Jihoon lewat panggilan telepon diponselnya

"Aku di atap Jihoonie, Wonwoo tadi mengejarku." jawab Soonyoung di line seberang

"Bagaimana bisa kau dikejar olehnya huh?" tanya Jihoon

"Tadi aku tidak sengaja, saat ia bertanya dari mana aku tahu Shin seonsaeng tidak akan masuk kelas aku menjawab bahwa aku tahu darimu. Aku tidak sengaja, sungguh~." jawab Soonyoung

"Aish, kau ini ceroboh sekali." omel Jihoon

"Mianhae." cicit Soonyoung pelan

"Ah sudahlah, lain kali jangan sampai kau ceroboh lagi. Dan kau harus bisa mencari jawaban yang tepat atas pertanyaan Wonwoo itu, agar dia tidak curiga." ujar Jihoon

"Aye~ Aye~ Captain." ucap Soonyoung semangat

"Kau ini ada-ada saja memanggilku kapten segala." ujar Jihoon seraya terkekeh

"Hehe~. Eum.. Jihoonie?" panggil Soonyoung

"Ya?" tanya Jihoon

"Aku merindukanmu." ujar Soonyoung tulus

"Ish, kau ini." Jihoon bersemu

"Kau tidak merindukanku eoh? Jahat sekali." ujar Soonyoung sedih

"Aku juga merindukanmu Soonyoungie~." ujar Jihoon dengan kedua pipinya yang merona hebat

"Aigoo~ Manis sekali." puji Soonyoung gemas

"Soonyoung hentikan aku malu." ujar Jihoon

"Ekhem!"

Deheman itu membuat acara lovey dovey lewat sambungan telepon itu terhenti.

"A..ah~ Wonwoo-ya, Annyeong hehe~" sapa Jihoon kikuk seraya memasukkan ponselnya ke dalam saku celana

"Jadi apa yang akan kau jelaskan padaku Jihoon-ah?" tanya Wonwoo menginterogasi

"Ma.. maksudmu?" tanya Jihoon gugup

"Tentang 'Aku juga merindukanmu Soonyoungie~' dan 'Soonyoung hentikan aku malu~' jadi apa?" tanya Wonwoo seraya memperagakan nada Jihoon saat mengucapkannya tadi

"A..ah i..ituu eung~" jawab Jihoon tergugup

"Itu apa huh?" tanya Wonwoo

"A..aku..-"

"Aku dan Jihoon berpacaran, Jeon." potong Soonyoung yang tiba-tiba datang

"Apa?!" seru Wonwoo terkejut

"Soonyoung!" seru Jihoon

"Benarkah kalian berpacaran?" tanya Wonwoo meyakinkan

"Tentu saja." jawab Soonyoung seraya melirik Jihoon yang sedang menunduk dengan rona merah di pipinya

"Aku tidak percaya." ujar Wonwoo

"Ya! Apa aku harus mencium Jihoon di depanmu huh?" tanya Soonyoung

"Soonyoung!" seru Jihoon memperingatkan

"Ah tidak juga Soonyoung-ah, aku hanya merasa aneh." ujar Wonwoo

"Merasa aneh kenapa?" tanya Soonyoung

"Aku merasa aneh mengapa kalian bisa berpacaran. Padahal jika kalian berbicara pasti berakhir dengan bertengkar. Lalu aku mendengar bahwa kalian berpacaran, bagaimana aku tidak terkejut." jelas Wonwoo

"Hehehe~ Aku dan Jihoon hanya ingin berpacaran diam-diam." ujar Soonyoung

"Oh~ Kalian tidak menganggapku teman sehingga tidak memberitahuku begitu? Teganya kalian." ujar Wonwoo sedih

"A..ah bukan begitu Wonwoo-ya." jelas Jihoon panik

"Lalu apa?" tanya Wonwoo dengan ekspresi sedih yang dibuat-buatnya

"Aku.. aku hanya ingin memberikan kejutan." jawab Jihoon asal

"Ah jahat sekali. Kalau begitu, kalian harus mentraktirku." putus Wonwoo final

Wonwoo menarik tangan Soonyoung dan Jihoon ke kantin. Sedangkan yang ditarik hanya bisa pasrah. Sesampainya di kantin, Wonwoo memesan berbagai macam makanan. Wonwoo memang suka makan namun aneh berat badannya tidak pernah bertambah. Sedangkan Jihoon dan Soonyoung hanya memesan segelas jus.

"Kau yang harus membayar semua ini, Soonyoung-ah." putus Jihoon

"Baiklah~ Apapun untukmu Jihoonie." ujar Soonyoung yang sukses membuat Wonwoo tiba-tiba menjadi mual

"Hentikan ucapanmu Soonyoung, aku ingin mual mendengarnya." protes Wonwoo

"Bilang saja kau iri." cibir Soonyoung

"Aku? Iri? Mana mungkin." elak Wonwoo

"Ah~ Kau iri ya? Makanya cari pacar sana." ejek Soonyoung

"Aku- Hatchu!" jawaban Wonwoo terpotong oleh bersinnya sendiri

"Kau kembali bersin-bersin Wonwoo-ya." ujar Jihoon

"Ya, aku tidak Hatchu! tahu kenapa." ujar Wonwoo

"Padahal udara tidak dingin, tapi kenapa kau bersin ya?" tanya Soonyoung bingung

"Entah Hatchu! lah." jawab Wonwoo

"Annyeong Sunbae-nim~." sapa seorang laki-laki tinggi berambut hitam

"Annyeong~" jawab mereka serempak

"Eoh? Mingyu-ya? Hatchu!" ucap Wonwoo

"Wonwoo hyung? Kau masih belum sembuh hyung?" tanya Mingyu

"Eung.. Molla Hatchu!" jawab Wonwoo asal

"Eh? Kenapa tidak tahu?" tanya Mingyu bingung

"Tadi aku baik-baik saja, namun baru saja aku bersin-bersin lagi." jawab Wonwoo

"Aneh sekali, sepertinya kau bersin disaat tertentu hyung." ujar Mingyu

"Entahlah Hatchu!" ucap Wonwoo

"Eung.. Sunbae? Kenapa kau melihatku seperti itu?" tanya Mingyu pada Soonyoung

"Tidak, aku hanya merasa pernah melihatmu namu- Ah! Kau Kim Mingyu kan? Anak dari Jongin Ahjussi?" tanya Soonyoung

"Eung.. Ya benar. Tapi bagaimana sunbae bisa tahu?" tanya Mingyu bingung

"Kau ingat aku? Sepupu dari teman ayahmu Park Chanyeol." ujar Soonyoung berusaha mengingatkan

"Ah~ Soonyoung hyung?" seru Mingyu

"Hai Mingyu, sudah lama kita tidak bertemu." ujar Soonyoung

"Ya hyung sudah lama sekali." timpal Mingyu

"Tapi kenapa aku baru melihatmu sekarang? Kau tingkat dua kan?" tanya Soonyoung

"Ya aku tingkat dua hyung. Aku baru pindah satu bulan yang lalu." jawab Mingyu

"Oh pantas saja~ bagaimana kabar ayahmu?" tanya Soonyoung

Sementara Mingyu dan Soonyoung berbincang, Jihoon hanya memperhatikan Wonwoo yang terus bersin. Jihoon juga bingung, mengapa Wonwoo kembali bersin-bersin padahal tadi dia sudah tidak bersin. Ia menatap Wonwoo dan Mingyu bergantian seraya memakan makanan yang tadi dipesan Wonwoo.

"Baiklah, Soonyoung hyung, Wonwoo hyung, Jihoon hyung aku kembali ke kelas lebih dulu ya~ Paii paii." pamit Mingyu seraya meninggalkan tiga orang yang ada di meja itu

"Ne paii-paii." jawab mereka berbarengan

"Hatchu!" Wonwoo kembali bersin

Setelah Mingyu kembali ke kelas, Wonwoo juga tidak bersin-bersin ia melanjutkan makannya yang sempat tertunda.

"Ya Jihoon-ah, kenapa kau menghabiskan kentang gorengku?" protes Wonwoo

"Maaf, tadi aku keasyikan melihat Soonyoung dan Mingyu mengobrol." ujar Jihoon

"Jeon, cepat habiskan makananmu sebentar lagi istirahat." titah Soonyoung

"Memangnya kenapa jika sebentar lagi istirahat?" tanya Wonwoo

"Aku belum mengerjakan tugas fisika." jawab Soonyoung dengan cengiran khasnya

"Soonyoung-ah, padahal aku sudah mengingatkanmu tentang tugas itu." keluh Jihoon

"Mian Jihoonie~ aku kemarin keasyikan bermain games." ujar Soonyoung jujur

Jihoon tidak menjawab, sifat kekasihnya memang seperti itu untung saja kekasihnya itu pintar. Tak lama Wonwoo juga selesai dengan acara makannya. Lalu, Soonyoung membayar semuanya dan mereka kembali ke kelas.

"Jihoonie, aku pinjam tugas fisikamu ya?" tanya Soonyoung

"Ambil saja di dalam tas." jawab Jihoon

"Sudah." ucap Soonyoung

.

.

'Tok Tok Tok'

Pintu kelas mereka terbuka dari luar, lalu munculah kepala si orang tinggi.

"Annyeonghaseyo, Sunbae-nim aku membawa tugas titipan dari Kang seonsaeng-nim." ujar si orang tinggi itu

"Hatchu!" dan bersin Wonwoo kembali terdengar

"Memangnya Kang seonsaeng tidak bisa hadir Mingyu-ssi?" tanya Jun seraya menghampiri Mingyu yang ada di depan pintu

"Tidak, beliau sedang sakit." jawab Mingyu seraya menyerahkan tugas itu

"Hatchu!"

"Oh begitu, banyak sekali guru yang tidak hadir karena sakit hari ini. Baiklah terimakasih." ujar Jun

"Baiklah sunbae, kalo begitu aku pamit." pamit Mingyu

"Hatchu!"

"Ne, terimakasih sekali lagi." ujar Jun

"Annyeong sunbae-nim. Ah~ Annyeong Wonwoo hyung." pamit Mingyu seraya melambaikan tangannya ke arah Wonwoo yang sedari tadi terus bersin

"Ne, Hatchu! Annyeong." jawab Wonwoo seraya masih bersin

Mingyu pergi dari sana dan kembali ke kelasnya. Perasaannya sangat bahagia kali ini bertemu Wonwoo beberapa kali. Namun ia masih bingung mengapa Wonwoo terus menerus bersin ketika ia bertemu dengan Wonwoo.

"Wonwoo-ya?" panggil Jihoon

"Ya?" tanya Wonwoo

"Sadarkah kau, kalau kau hanya terbersin saat Kim Mingyu ada?" tanya Jihoon

"Eh?"

.

.

.

TBC

Author's note :

Hai-haii~ Saya bawa chapter tiga nih hehe semoga suka ya, yang nanya kapan Wonwoo sadar kalo dia cuma bersin kalo ada Mingyu aja udah mulai terkuak/? dari sini wkwk. Untuk yang minta dipanjangin maaf saya belum bisa memenuhi /\ semoga di chapter depan bisa lebih panjang deh. Baiklah, terimakasih untuk yang sudah review dan tap fav&follow di chapter kemarin. Saya sangat senang membaca review dari kalian, sungguh. Last, Mind to review and tap fav&follow?

Kamsahamnidaaa~~~~