.
Tittle: The Butler did it
Rate : M
Pair: KookV, Bromance NamTae
Warning :World war II era, Boys Love, BxB, the terror of typos, Bot!Tae, Tidak terlalu focus pada romance
Cerita ini tidak mengedepankan sebuah keromantisan, saya akan sangat menekankan bagaimana seorang butler yang sangat setia pada tuannya
Segeralah close jika pair tidak sesuai dengan yang diinginkan. Tinggal klik back atau tanda silang di pinggiran. So Easy,
Any Character is GOD mine and their parents of course.
Enjoy the Read!
Italic : Flashback
.
.
London, Inggris 1930
Jam antic dengan ukiran rumit yang terpajang di hall tengah kediaman kosong tersebut berdentang pelan. Dua jarum berukir pada jam tersebut menunjukkan pukul lima subuh. Sebuah tapak kaki terdengar dari arah belakang mansion besar tersebut, kaki yang dibalut sepatu pantofel hitam tersebut melangkah ke arah depan mansion. Dilihatnya halaman luas mansion masih terselubung kabut tebal dan udara dingin menggelitiki kulit leher jenjangnya yang berwarna tan. Tangannya yang terbungkus sapu tangan putih bersih tersebut meraih kotak surat berukuran sedang di dekat pagar mansion lalu membukanya dan mengambil semua surat dan paket yang ada. Bibirnya menyunggingkan senyum halus ketika melihat satu surat yang terlihat sangat mewah. Dia menyenandungkan lantunan sebuah lagu dengan pelan lalu berjalan masuk ke dalam mansion luas dan terpencil. Kaki jenjangnya menapak anak tangga kembar lalu membungkuk dalam ke arah sebuah pigura photo besar yang terletak di tengah tangga kembar. Setelah menghormati tuannya, dia kembali melangkah ke arah sebuah ruangan dan meletakkan setumpuk surat dan paket yang sedari tadi di bawanya ke atas meja coklat berukiran rumit. Bibirnya bersenandung kembali dan berjalan ke arah dapur dan menemukan siluet gadis mungil berkaca mata bundar sedang sibuk membuat kentang tumbuk.
"Oh" kaget gadis mungil berkepang dua tersebut ketika mendapati sosok tinggi tersebut di ujung pintu dapur "Selamat pagi, sir" sapanya sambil tersenyum lucu lalu kembali berkutat dengan kentang tumbuknya.
"Pagi nona kecil" sapa balik sosok tinggi tersebut sambil tersenyum hingga menampakkan dimple di kedua pipinya.
.
.
.
.
"Papa lihat, aku membuat lukisan kupu-kupu" teriak anak kecil kepada papanya dengan girang sambil menunjuk-nunjuk kanvas berukuran sedang yang tergoreskan beberapa cat minyak dan membentuk sebuah visualisasi kupu-kupu cantik berwarna biru terang dengan telunjuk mungilnya yang berlumuran cat.
Sang papa hanya terkekeh pelan lalu menghampiri anaknya yang tercoreng cat di berbagai sudut tubuhnya tersebut lalu membawa anak itu ke atas pangkuannya. "Taehyung sudah pintar melukis sekarang" puji Papanya sambil mengeluskan hidungnya ke hidung mungil Taehyung dan membuat anak itu terkekeh geli.
"Tentu" pekik Taehyung setelah menjauhkan wajahnya dari wajah sang papa "Taehyung akan menjadi pelukis terkenal seperti Papa" cengirnya dengan senyum unik berbentuk kotaknya dan dibalas dengan senyuman serupa dari sang Papa.
"Taehyung sangat lucu~" Pekik papanya sambil mengusap pipinya ke pipi gembul sang anak yang belepotan cat minyak "Papa jadi tidak tega meninggalkan Taehyung" ucapnya dan dibalas kernyitan bingung dari yang lebih kecil.
"Papa akan pergi? Bersama Daddy? Lalu bagaimana dengan Taehyung?" tanyanya tanpa berhenti dengan mata menutut jawaban dari papanya yang sekarang terkekeh pelan.
"Papa akan pergi bersama Daddy. Kami akan pergi ke tempat yang sangat jauh. Taehyung disini bersama Joonie dan yang lainnya" jelas Papanya dan membuat Taehyung kecil menyebikkan mulutnya dan memasang tampang sedih.
"Joonie~~ Papa bilang dia akan meninggalkanku sendirian bersamamu~~" rengek Taehyung ketika melihat sosok butler pribadinya datang menghampirinya setelah pertemuan rahasia dengan Daddynya.
"Taetae tidak akan sendiri. Ada Joonie dan yang lainnya disini" ucap Daddynya yang sedari tadi berdiri dibelakang butlernya "Bukankan benar kataku Namjoon?" Tanya sang Daddy pada butlernya dengan mata berkedip dan senyuman jahil terpampang di wajah tampannya.
.
Kedua mata yang sedang terpejam tersebut bersedut pelan ketika dia merasakan beberapa cahaya lembut menyapa kulit tannya dengan perlahan. Kedua mata berbulu lentik tersebut mengerjap pelan lalu mulutnya yang tipis tersebut melenguh pelan hingga kedua matanya membuka dengan sayu seolah terganggu karena tidur lelapnya diganggu.
"Selamat pagi tuan muda" ujar Namjoon kepada Taehyung yang kini kembali menggelung badannya di dalam selimut dan kembali melanjutkan tidurnya yang terganggu.
"Eenggh Joonie turunkan aku" rengek Taehyung ketika badan kurusnya sudah dibopong oleh Namjoon menuju kamar mandi. Bibirnya mengerucut lucu ketika butlernya mendudukkan dirinya di atas closet yang tertutup lalu mengikat rambutnya ke atas agar wajahnya terbebas dari poni liar tuan mudanya yang sudah memanjang.
"Aku rasa Tuan muda harus memotong rambut" ujar Namjoon sembari mengoleskan sabun pencuci muka ke wajah mulus Taehyung.
"Witak whakann-tidak akan-" gumam Taehyung lucu karena wajahnya penuh dengan sabun sekarang.
"Ponimu sudah panjang tuan muda. Anda tidak ingin datang ke jamuan keluarga Park dengan rambut liar yang mencuat kemana-mana bukan" sindir Namjoon dan hanya dibalas cebikkan lucu dari Taehyung.
"Aku akan memakai barretku" sangkal Taehyung kepada butlernya yang sibuk membuka kancing piyamanya dan hanya dibalas gumamman terserah oleh Namjoon. Taehyung tersenyum cerah ketika mendengar kalimat menyerah dari Namjoon, dia sengaja menyipratkan sedikit air yang ada di bathubnya ke wajah tampan butlernya lalu terkekeh geli ketika melihat rambut silver Namjoon basah dengan beberapa titik sabun yang menggantung di ujung rambut.
"Anda mendapat surat balasan dari Tuan Christian" ujar Namjoon yang kini sibuk menggosok seluruh badan tuan mudanya dengan sabun.
"Sungguh?" tanya Taehyung yang sedari tadi sibuk membasahi rambut Namjoon "Yeah" pekiknya girang sambil menggerakkan kakinya menendang air dalam bathup hingga setengah air di dalamnya meluap keluar.
"Nanti pukul sembilan pagi kita akan berangkat. Apa anda benar-benar yakin untuk membawa nenek sihir itu?" tanya Namjoon dengan wajah keruh, dirinya kini memikirkan nasibnya yang akan menemani tuan mudanya bersama dengan sosok nenek sihir yang dibencinya setengah hidup. Taehyung tertawa pelan ketika melihat wajah kusut Namjoon yang memang dari awal menolak kehadiran 'nenek sihir' dalam perjalanan mereka ke Sheffield kali ini.
"Tentu Joonie" kekeh Taehyung sembari mencangkup wajah keruh Namjoon dan mendekatkan hidung mancung butlernya lalu menggesek hidungnya dengan si butler yang tampak tidak keberatan sama sekali dengan perlakuan tuan mudanya. "Aku mengikutsertakan Handong juga tanpa alasan" kekeh Taehyung sembari menjauhkan wajahnya pada wajah Namjoon yang bertambah keruh ketika mendengar nama 'nenek sihir' yang dibencinya.
"Yes my Lord" ucap Namjoon sembari membungkuk rendah dengan wajah yang masih sepat hingga tawa Taehyung meledak melihat wajah butlernya.
.
"Apa yang harus aku hadiahkan untuk Christian?" tanya Taehyung yang kini ditemani Namjoon di ruang melukisnya.
"Seingatku tuan Christian tidak mengharapkan apapun kecuali kehadiran anda" jawab Namjoon yang dibalas cebikkan lucu Taehyung.
"Aku harus memberikannya sesuatu karena dia teman pertamaku sewaktu kecil. Dan juga teman seumuranku" protes Taehyung sembari berjalan mengitari ruang lukisnya dan memilah-milah apa lukisan yang tepat untuk sahabat berpipi montoknya itu.
"Bagaimana dengan lukisan buket bunga mawar kuning serta tulip biru ini tuan muda?" tanya seorang wanita anggun namun berwajah dingin sembari menunjuk satu lukisan buket mawar berwarna kuning dan dua buah tulip biru yang diikat menjadi satu dengan pita berwana merah terang berlatarkan sebuah pemandangan indah dengan alas meja coklat berukir seolah buket bunga tersebut sengaja diletakkan di atas meja "Kalau saya tidak salah ingat, kedua bunga ini sangat cocok untuk hadiah ulang tahun seorang sahabat" jelasnya sembari tersenyum anggun.
Taehyung menghampiri wanita tersebut sembari memeluknya singkat lalu tersenyum bahagia. Dia memerintahkan Namjoon yang sudah berwajah keruh ketika melihat sosok wanita yang ia benci berada di dalam ruang lukis tuan mudanya untuk membungkus lukisan tersebut dan membawanya untuk hadiah Christian.
"Terima kasih banyak Dongdong" ujar Taehyung memeluk wanita itu lagi dan dibalas pelukan hangat oleh pelayannya "Kau sangat membantu. Tidak seperti Joonie yang hanya bisa mencibirku" adunya lucu dan dibalas tatapan kemenangan oleh Handong kepada Namjoon yang kini sudah berwajah masam. Melihat itu membuat Taehyung tertawa keras hingga menyeret badannya yang masih dipelukan Handong ke arah Namjoon lalu memeluk lelaki tinggi tersebut. Taehyung tertawa ketika dua pelayannya itu mengernyitkan wajah tak suka ketika badan mereka berdempetan karena pelukan Taehyung.
"Kalian berdua harus akur ketika disana" perintah Taehyung yang dibalas cebikkan masam kedua pelayannya.
.
.
Sheffield, Inggris 1930
Kereta kuda tersebut melaju dengan kecepatan normal diantara jalanan Sheffield yang ramai oleh pedagang dan juga tentara yang berseliweran. Langit mendung kota Sheffield tidak membuat para pedagang dan buruh berhenti bekerja untuk mencari beberapa pounds demi sesuap nasi untuk mereka nantinya. Namjoon bisa melihat deretan bar tua di pinggiran Danau yang dimana beberapa tutup dan beberapa masih buka dengan banyaknya para buruh dan saudagar berjalan keluar masuk dari bangunan sempit tersebut. Terdengar teriakan para wanita dari beberapa rumah border yang mereka lewati dan juga beberapa pedagang yang sibuk bertransaksi dengan para pelanggan. Udara dingin menyeruak dari jendela kecil kereta Kuda yang mereka tumpangi, Namjoon mengeratkan mantel Taehyung yang jatuh tertidur beralaskan pundak kanan Handong yang masih sibuk menulis beberapa tulisan di buku tuanya. Kereta kuda tersebut terus melaju hingga mencapai pinggiran Sheffield yang masih ditumbuhi banyak tanaman juga pepohonan tinggi. Namjoon tidak heran ataupun kaget karena jalan menuju mansion tuannya lebih menyeramkan dibanding ini. Langit mendung mulai menghitam hingga tetesan demi tetesan air mulai tumpah membasahi tanah hingga menimbulkan aroma basah yang khas. Namjoon segera saja menutup jendela kecil yang ada di kereta tersebut, takut bila cipratan air mengenai tuan mudanya. Handong yang sedari tadi sibuk dengan bukunya kini mulai menutup jendela di sisi lain kereta dan memperbaiki posisi tidur tuan mudanya yang melorot. Dari kejauhan, Namjoon mulai melihat penampakkan sebuah mansion besar nan megah berwarna merah bata jika dia tidak salah lihat karena jendela di kereta mulai buram terkena embun hujan yang turun semakin deras.
Kereta kuda tersebut berhenti di depan pintu mansion, Namjoon lansung saja turun dari kereta kuda dan membuka pintu seberang kuda dan membantu Handong turun dari kereta lalu membantu Taehyung yang masih belum sadar sepenuhnya untuk turun dari kereta kuda sebelum memperingati untuk berhati-hati dengan lukisan yang hendak dipindahkan si kusir. Handong sudah membawa payung besar berwarna hitam untuk melindungi mereka bertiga dari rintik hujan yang semakin deras. Mereka berdua menuntun Taehyung dengan hati-hati karena tangga depan mansion licin terkena air hujan. Di tangga ketiga, bisa mereka lihat sosok Christian yang dibalut jas berwarna merah darah ditemani butlernya yang setia berdiri dibelakangnya sambil membawa payung merah untuk melindungi tubuh keduanya dari hujan. Taehyung yang sudah sadar sepenuhnya memekik girang ketika melihat sosok sahabat montoknya, Christian dan dibalas dengan pekikkan berisik dari sahabatnya itu dengan girang.
"Akhirnya kalian datang" Girang Christian sambil menggenggam erat tangan Taehyung dan menggoyangkannya heboh "Aku pikir terjadi sesuatu hingga perjalanan kalian terlambat" ujarnya dengan wajah merajuk yang lucu hingga membuat Taehyung tertawa gemas.
"Maafkan kami Tuan Christian, di tengah perjalanan kami dihadang oleh teman lama yang bernama kehidupan. Kami sedikit bertukar sapa disana, hingga lupa waktu" ujar Namjoon sembari membungkukkan badannya dalam. Taehyung dan juga Handong yang mendengar alasan norak Namjoon hanya memutar bola mata malas. Handongpun membungkuk dalam pada Christian dan hanya dibalas suara tawa dari lelaki berpipi bulat tersebut.
"Butlermu masih saja lucu seperti yang dulu. Dan oh, siapa perempuan anggun ini?" tanya Christian ketika melihat sosok wanita anggun berwajah dingin yang berdiri di sebelah Namjoon.
"Nenek sihir" gumam Namjoon yang dibalas injakkan kaki oleh Handong dan kekehan jahil Taehyung.
"Dia adalah tabib kepercayaanku. Namanya Handong" ujar Taehyung dan Handong membungkukkan kembali badannya kepada relasi tuan mudanya.
"Kenapa kau membawa seorang tabib kemari? Kau pikir aku tidak punya tabib disini?" Protes Christian dan hanya dibalas senyuman kaku oleh Handong dan juga tawa Taehyung.
"Hanya beberapa masalah tentang imunku" jawab Taehyung tanpa beban "Dan hanya DongDong yang mengetahui obat apa yang harus disediakan" lanjutnya dengan mata mengerling genit dan hanya dibalas anggukkan mengerti oleh temannya.
Christian menuntun Taehyung dan para butlernya untuk masuk ke dalam mansionnya yang sudah dipenuhi obrolan khas bangsawan-bisnis dagang dan sebagainya- yang membuat Namjoon bergidik mual. Butler tinggi tersebut bisa melihat beberapa tamu berbicara satu sama lain sambil memegang segelas wine masing-masing. Pandangannya menyeruak ke arah pemuda tinggi berambut kelam yang menatap kedatangan mereka dalam diam. Ini akan menarik, ujar Namjoon dalam hati. Akan ada drama yang sangat seru malam ini, dan Namjoon tidak akan melepaskan pengawasannya pada tuan mudanya. Butler Christian lansung saja menawarkan segelas wine pada Taehyung dan lansung ditolak oleh Namjoon dengan beralasan jika tuan mudanya tidak bisa minum wine terlalu banyak untuk saat ini karena masalah kesehatan. Taehyung lansung merengut lucu sambil merengek pada Handong agar diberi ijin minum wine meskipun hanya satu gelas. Wanita dingin tersebut lansung saja menolak dengan tegas permintaan tuan mudanya dan hanya dibalas cebikkan lucu. Christian tertawa pelan ketika melihat interaksi Taehyung dengan para pelayannya, diapun lansung dengan senang hati menawarkan kawannya yang menggemaskan tersebut segelas teh hangat dan hanya dibalas anggukkan tidak tertarik.
"Oh, si cantik Jack tidak berubah sama sekali ternyata" ujar sebuah suara yang datang dari arah tengah ruangan. Seorang pemuda tinggi berwajah anak-anak datang menghampiri Taehyung dan Christian sambil meminum winenya tenang "Halo my Lady" ujarnya sambil meraih tangan kanan Taehyung lalu mencium telapak tangan tersebut dengan pelan.
Taehyung hanya menatap datar orang yang berbuat seenaknya padanya tersebut. Dia melirik butler setianya dan hanya dibalas gedikkan bahu acuh oleh lelaki tinggi tersebut. Berdecak lucu, Taehyung lansung saja melepaskan tangannya dari genggaman lelaki menjijikkan yang mencium tangannya tadi. Untung aku memakai sarung tangan, lega Taehyung dalam hati.
"Kawanku Jack adalah lelaki Jay, jangan memanggilnya dengan panggilan tidak sopan" cebik Christian tajam pada lelaki yang bernama Jay tersebut.
Jay hanya terkekeh acuh lalu dia melihat dua sosok yang dibawa lelaki cantik pujaan hantinya. "Oh bahkan tuan puteri membawa dua pelayan untuk melayaninya. Such a princess" cibirnya dan hanya dibalas decakkan acuh Taehyung yang kini menarik lengan Christian untuk menjauh dari lelaki berwajah bayi tersebut.
"Siapa dia? Ingin kucakar sekali wajah bayinya" bisik Handong pada Namjoon yang kini menatap wanita anggun tersebut malas.
"Cakar saja dan kau akan dituntut karena melukai seorang bangsawan Baron*" balas Namjoon dengan bisikkan dan terus memaku pandangan matanya pada sosok tuan mudanya yang kini menghampiri meja yang penuh snack.
"Dia menyebalkan" bisik Handong dan dibalas angukkan oleh Namjoon.
"Namanya Jay. Dari keturunan Beauchamp de Holt, keturunan Baron pertama yang diangkat oleh King Richard II" detail Namjoon pada Handong kini melihat sosok Jay seolah hendak melubangi lelaki brengsek tersebut "Dia playboy kelas teri" lanjutnya dan dibalas decakkan lelah oleh Handong.
.
"Bagaimana pekerjaanmu sebagai seorang Earl*?" tanya Christian yang kini sudah mendudukkan badannya di sebelah Taehyung yang sudah menyesap teh buatan butler kawannya dengan nikmat.
"Seharusnya aku juga bertanya hal yang sama Earl Park" ejek Taehyung dan hanya dibalas kekehan lucu Christian.
"Halo Jack, Christian" sapa seorang pemuda berambut hitam legam yang ditata rapi itu melayangkan seyuman teduh pada kedua relasi kerjanya.
"Halo Johnny" sapa balik Taehyung yang kini menyalami tangan lebar Johnny "Kau semakin tinggi" cebik Taehyung yang menatap tinggi 'wow' relasinya dengan pandangan iri.
Johnny hanya tertawa mendengar ucapan lucu Taehyung tersebut "Dan kau juga Christian bertambah menggemaskan"
"Aku tidak menggemaskan" protes Christian dan juga Taehyung secara bersamaan hingga menimbulkan tawa dari bibir unik Johnny.
"Apakah kau sudah menemui semua tamu tuan muda Christian? Kurasa masih banyak tamu yang sedang mencarimu" cibir Johnny yang sudah meredakan tawanya. Christian menatap Johnny dengan pandangan dengki dan hanya dibalas pemuda tinggi tersebut dengan kekehan lucu.
"Ayo aku temani berkeliling. Aku juga penasaran siapa tamumu" ujar Taehyung sambil mengapit lengan Christian sambil tersenyum unik.
"Aku tuan rumah disini Jack. Dan lagipula tamu yang datang adalah anak-anak yang dulu bermain bersama kita sepuluh tahu yang lalu" protes Christian dan hanya dibalas kekehan Taehyung dan juga Johnny yang kini mulai menariknya ke tengah ruangan.
"Persiapkan dirimu Chris" saran Johnny yang dibalas Christian anggukkan gugup. Taehyung sedikit mengelus pundak sempit kawannya sembari membisikkan kata semangat dengan pelan.
Christian menatap butlernya yang kini berdiri di sebelah meja yang penuh dengan gelas wine yang masih kosong seolah mengisyaratkan akan sesuatu. Butlernya yang berambut pirang itupun mengerti dan mendentingkan satu garpu perak ke pinggir salah satu gelas wine kosong hingga suara yang ditimbulkan seluruh tamu kini hening seketika.
"Selamat malam semua" ucap Christian setelah semuanya sudah hening "Namaku adalah Christian Park, perwakilan Earl Park yang mengadakan jamuan makam malam ini. Tujuanku menyelenggarakan jamuan ini adalah untuk menjalankan amanat mendiang kedua orang tuaku akan salah satu pesan mereka sebelum tiada" Christian berhenti berbicara sesaat setelah para tamu memberi sambutan tepuk tangan dengan singkat "Dan perkenalkan, disamping kiriku kalian bisa melihat relasi terloyal keluarga kami. Major-General Duke of Priest* kebanggaan Sheffield, Johnny Seo" segera setelah perkenalan singkat tersebut, Johnny mengulas senyum teduhnya pada semua orang yang ada disana. "Dan disebelah kananku, dia adalah sahabat setiaku sejak sepuluh tahun yang lalu. Earl Jackson Jung yang kini kembali menitih karirnya di tanah London" Taehyung lansung saja tersenyum khasnya pada seluruh tamu yang kini mulai bertepuk tangan singkat "Selamat menikmati jamuan makan malam hari ini. Dan sepertinya semua tamu diharapkan menginap disini karena kondisi cuaca yang terjadi buruk. Setelah hujan reda, kalian bisa meninggalkan mansion saya dengan jaminan keselamatan. Terima kasih dan juga jika kalian membutuhkan sesuatu, maka kalian bisa minta bantuan pada para pelayanku atau pada butler pribadiku yang berambut pirang sepucat kulitnya itu." ucap Christian yang kini tersenyum lucu hingga menenggelamkan kedua matanya dan juga butler beserta seluruh pelayan yang ada disana membungkuk rendah pada semua tamu.
"Pidato yang bagus sekali Tuan muda Park" cibir seseorang lalu tertawa ketika Christian menatapnya dengan pandangan tajam yang lucu.
Dengan mendengus sebal, Christian menarik tangan Taehyung untuk mengikutinya menghampiri salah satu tamu yang ditemuinya tadi. "Jack ingat pemuda menyebalkan ini?" tanya Christian pada Taehyung yang kini menatap pemuda berambut coklat muda dihadapannya.
"Ah, kau Lu Han" ujar Taehyung dan dibalas kekehan pelan dari pemuda bermata rusa tersebut.
"Benar cantik, tidak masalah jika kita berkenalan kembali bukan?" tanyanya dengan nada menggoda dan hanya dibalas putaran mata bosan oleh Taehyung "Namaku Lu Han. Dan ini adik tiriku Guan Xiaotong" ujarnya sambil menunjuk seorang gadis manis bermata bulat yang menempel terus di lengan kirinya.
"Lama tidak bertukar sapa Lu" ujar Taehyung yang menyalami Lu Han beserta adik tirinya "Apa pekerjaanmu sekarang?"
"Dia adalah saudagar tembakau yang paling terkenal dari Beijing. Bahkan usahanya mengalahkan saudagar dari Negara kita sendiri" ucap Christian dan hanya dibalas kekehan Luhan yang kini sudah ijin pergi karena adiknya yang terus merengek ingin segelas wine.
"Adik tirinya sangat manja" komentar Taehyung yang dibalas angukkan oleh Christian.
"Lelaki tinggi yang tampak congkak berambut blonde itu bernama Harold West Jeb atau Harold West. Dia pedagang India. Umumnya dia mengimpor rempah-rempah dan teh India, selain teh dia juga impor kopi dan saat ini, dia mengelola toko barang dagangan umum yang disebut "Harold Trading" dan sebuah kedai kopi bernama "Kedai Kopi Hindustani Harold". Jika kau tertarik dengan teh India, datangi saja dia" jelas Christian yang dianggukki mengerti oleh Taehyung. Mungkin nanti Taehyung akan mendatangi lelaki tersebut bersama Namjoon untuk mendapatkan teh berkualitas baik dari India.
"Lalu lelaki tambun berambut abu itu adalah Georg von Siemens. Dia adalah seorang pengusaha Jerman dan direktur kehormatan Bamberger Bank. Dia adalah tokoh sentral dalam ekspansi dan kemajuan industri berat Jerman. Dia seorang pemabuk berat" Jelas Christian yang kini mulai meringis pada Georg yang kini hampir mabuk. Taehyung yang melihat hal itu juga meringis jijik, apalagi ketika Georg mulai menggoda adik Lu Han hingga dibalas bogeman mentah oleh pemuda bermata rusa itu karena menganggu adiknya.
"Lalu siapa mereka berdua?" Tanya Taehyung pada Christian tentang dua orang berseragam rapi yang berdiri di sebelah Namjoon.
"Mereka Double Charles" jawab Christian yang lansung ditatap kaget oleh Taehyung "Aku tahu, mereka mengawasiku atas perintah Ratu akan tugasku yang tidak berjalan mulus beberapa waktu yang lalu. Yang tinggi itu bernama Charles Genie. Sedangkan yang pendek itu Charles Drew" jelasnya pada Taehyung yang sedang terpaku pada satu orang.
"Lalu yang ada di pojok ruangan itu-"
"Dia Earl Jeon bukan?" tanya Taehyung yang memotong perkataan Christian.
"Ya, dia Earl Jeon yang baru. Namanya Justin Jeon, nama yang sangat tidak umum untuk seorang bangsawan Earl, apalagi untuk kaum Inggris" ucap Christian yang disetujui oleh Taehyung "Dia datang lima menit lebih awal sebelum kau datang. Dia datang hanya berdua dengan butler pribadinya. Aku tidak terlalu menyukainya karena dia sangat dingin, tapi aku tidak bisa mengabaikan salah satu permintaan orang tuaku" jelas Christian yang kini ditatap prihatin oleh Taehyung.
Taehyung kembali menatap sang Earl Jeon yang kini juga menatapnya dengan mata bulat sehitam arang yang dingin. Ditangannya terdapat segelas wine yang sudah berkurang setengah dan kakinya yang disilangkan angkuh dengan posisi duduk di atas salah satu sofa mewah Christian tersebut seolah menjabarkan jika auranya meneriakkan dominasi yang tidak bisa dilawan. Napas Taehyung sedikit demi sedikit memberat ketika bola mata sehitam black hole itu menatapnya dengan tatapan seolah hendak menelanjanginya. Rambut hitam si Jeon yang sudah ditatapi rapi hingga menampakkan dahinya tersebut diterbangkan oleh angin hingga beberapa helai jatuh diatas dahinya yang putih. Bibir merahnya menyungginggkan senyuman yang membuat Taehyung merinding seketika.
"Aku menemukanmu" Bibir merah tersebut berucap dengan sangat pelan dan lembut pada sosok Taehyung yang kini mulai bergetar ketakutan.
"Aku menemukanmu" bisik seseorang di telinga mungil Taehyung yang kini terdiam membatu.
"Aku menemukanmu cantik" bisik suara tersebut di tengah panasnya ruangan yang dipenuhi si jago merah. Taehyung menangis ketakutan ketika dagunya dicengkram dengan kasar lalu sebuah ciuman kasar lansung saja menghampiri mulutnya yang kini menggumam meminta pertolongan.
"Sssttt" bisik sebuah suara di telinga Taehyung "Jangan berisik atau Papa dan Daddymu terganggu akan suaramu" bisiknya kembali sambil mengelus sebuah luka bertuliskan hangul 'Jeon' di pundak Taehyung yang gemetaran takut.
Taehyung lansung saja meraba pundak kanannya dengan tangan gemetar sambil bernapas pendek-pendek. Pandangan matanya tetap terpaku pada sosok Justin Jeon yang masih memandangnya dengan pandangan posesif. Lutut Taehyung seakan berubah menjadi jeli ketika bibir merah itu menyunggingkan senyum lebar yang memperlihatkan deretan gigi bak kelinci yang putih nan rapi.
"Sleep well princess" bisik si Jeon
Dalam sekejap kesadaran Taehyung mulai memudar hingga yang diingatnya adalah Namjoon yang memanggilnya dan Handong yang menatapnya dengan khawatir sebelum semuanya menjadi gelap.
.
TBC
.
*Baron : Baron/Baroness merupakan peringakat terakhir dalam gelar kebangsawanan Inggris. Kata itu dalam Bahasa Perancis Tua berarti "orang bebas". Pada abad 13 para baron dipanggil oleh raja untuk menghadiri sidang Penasehat atau Parlemen. Baron pertama yang secara resmi diberi gelar adalah John Beauchamp de Holt. Ia menjadi Baron Kidderminster dan gelar itu diberikan oleh Raja Richard II tahun 1387.
*Earl : Earl/count atau countess menempati peringkat ketiga dalam gelar kebangsawanan. Gelar itu sudah ada sejak zaman Raja Canute (abad 10).
*Duke : Duke merupakan gelar tertinggi dari lima tingkat gelar dalam kebangsawanan Inggris. Jika seorang duke juga merupakan anggota angkatan bersenjata, pendeta atau duta besar, pangkat atau jabatan mereka mendahului gelar kebangsawanannya. Misalnya, "Major-General Duke of ..."
**Beberapa toko mungkin familiar bagi para pembaca, Seperti Johnny Seo, Luhan atau Guan Xiaotong-kekasih Luhan-, Untuk sosok Jay sendiri bisa kalian bayangkan sebagai Jaehyun NCT karena nama asingnya dia memang Jay. Untuk Duo Charles, Charles Genie bisa kalian bayangkan sebagai Kim Seokjin lalu untuk Charles Drew adalah OC yang bisa kalian bayangkan sendiri bagaimana wajahnya.
*** Ada dua character Kuroshitsuji yang saya gunakan disini, bisa kalian tebak bukan? *laugh*
**** Justin Jeon atau identitas aslinya pasti pembaca tau siapa dia. Kenapa saya menggunanakan nama Justin? tentu karena itu adalah nama bisnis seperti kasus nama Taehyung yang menjadi Jack atau Jimin yang menjadi Christian. Saya harap pembaca tidak bingung.
****** Later, deskripsi nama pemeran akan saya tulis Taehyung, Jungkook, Jimin.
******* Identitas butler Jimin dan juga Jungkook akan terungkap di chapter berikutnya.
Untuk yang ingin tahu siapa Handong, dia adalah salah satu member girlgrup Dreamcatcher. Kenapa saya menggunakan dia? Itu karena characternya yang sangat pas dengan cerita-selain itu saya juga suka Dreamcatcher itu sendiri-
Kenapa pendek dan bertele? Semua butuh proses, mate
Dan apakah saya terlalu tamak jika minta review? Mungkin iya karena cerita saya tidak menarik. Oke saya tamak padahal cerita saya masih receh *flip table*
Sebelum itu maafkan saya yang menghilang terlalu lama *bow*
Good Day
