"Sakura..."
"Ya Sasuke-kun?"
"Kalau udah besar nanti..."
"Mm?"
"...nikahnya sama aku aja ya?"
.
.
.
Disclaimer: Masashi Kishimoto
Summary: "Sakura..."/"Ya Sasuke-kun?"/"Kalau udah besar nanti..."/"Mm?"/"...nikahnya sama aku aja ya?"
.
.
.
Copy-cat
Uchiha Sasuke membuka loker sepatunya dan hampir bergidik ketika ia melihat tumpukan surat cinta yang kini bersemayam entah berapa lama sejak ia meninggalkan loker itu terkunci. Ia menghela nafas memandangi tumpukan surat diatas sepatunya, dan sejenak ia berdiam diri.
Kalau ia membuangnya, itu akan setali tiga uang. Karena semakin ia membuang surat cinta itu, semakin banyak ruang di lokernya untuk gadis-gadis yang belum mengiriminya surat. "Wah, suratnya semakin banyak ya Sasuke-kun?" tanya Sakura takjub, entah sejak kapan gadis itu berdiri di sampingnya.
"Hn, sebentar mau ku buang." Kata Sasuke mengambil sepatunya paksa dan membiarkan beberapa surat tercecer di lantai.
Sakura memungutnya, "nggak mau dibaca dulu Sasuke-kun?" tanya Sakura ragu-ragu, "kasihan kan belum sempat dibaca?"
Sasuke berdecak kesal, "isinya semua sama saja," gerutunya, "aku mencintaimu, kau itu tampan, kau itu pintar, Sasuke-kun mau jadi pacarku? Sasuke-kun ini, Sasuke-kun itu." gerutunya panjang lebar membuat gadis di hadapannya kini tertawa kecil
Sasuke menatap Sakura kesal, "maaf, tapi kau ini lucu sekali." Kata Sakura, ia menatap surat-surat beraroma harum tersebut, "kenapa nggak coba baca? Siapa tahu Sasuke-kun bisa dapat pacar," kata Sakura santai, sebenarnya ia tidak serius sih dengan kata-katanya.
"Mereka nggak kenal aku, mereka hanya melihatku dari luar. Kalau mereka tahu aku yang di dalam, bisa-bisa mereka menderita sepertimu." Canda Sasuke.
Sakura mengembungkan pipinya, "aku nggak menderita kok." Sakura membuang muka, "aku malah senang bisa tahu Sasuke-kun luar-dalam. Walaupun akhirnya dibilang suka ngurus-ngurus," katanya.
Sasuke tersenyum tipis, "makanya," Sasuke melirik Sakura, "aku nggak mau ada yang jadi copy-catmu." Sasuke mengganti sepatunya, "Haruno Sakura cuma ada satu, dan itu nggak boleh buat siapa-siapa lagi selain aku."
Sakura merasakan pipinya merona ketika Sasuke mengatakan kata-kata itu, dan ia tersenyum. Melirik ke luar jendela. Hujan deras di luar sana, "Uchiha Sasuke juga cuma ada satu, dia pasti sekarang nggak bawa payung." Sakura menatap Sasuke yang kini sudah mengambil surat cinta bertumpukan dan lokernya pun kosong.
"Hn." Sasuke mengambil alih surat cinta dari tangan Sakura dan membuangnya di dekat pintu keluar. Keduanya pun berjalan bersama. Menerobos hujan dengan satu payung merah jambu, beriringan.
OWARI
.
.
.
(A/N)
Oke, saya akui ini pendek banget. Dan kayaknya biasa aja deh. ==" Maaf ya kalau banyak yang agak kecewa. Kebetulan saya sedang libur karena kakak kelas Ujian Nasional, jadi saya usahakan buat update tiap hari. XD
Entahlah, saya mungkin stuck di beberapa bagian, karena stress. -?- Tapi terimakasih banyak bagi para readers yang sudah meriview! :)
Thanks to: taintedIris, Baby Kim, Novi Shawol'Elf, allihyun, AkasunaAnggi, Rinsakurauchi, Tsurugi De Lelouch, poetry-fuwa, Natsuyakiko32, sapaajabolehdah, mako-chan, Iralarasati, Maya Kimnana, Afisa UchirunoSS, chii no pinkycherry.
Review Please :)
