"Ehm, aku ingin bertemu dengan namja yang bernama Zhang Yixing," ucap laki-laki berambut hitam dan berparas tampan.
"Sudah buat janji?" jawab si resepsionis.
"Belum," jawab laki-laki itu. "Tapi aku sudah bilang secara pribadi ke Yixing."
"Nama?" kata si repsesionis.
"Eh?" laki-laki itu tidak mendengar ucapan resepsionis barusan, karena nada yang dipakai respsionis itu terlalu cepat.
"Nama," ulang resepsionis itu.
"Nan Kim─" ucapan laki-laki itu terpotong.
"Joonmyun!" pekik seorang namja yang bernama Yixing itu. "Oh astaga, kau Joomyun? Kau sudah banyak berubah!"
"Yixing? Wow, kau juga," jawab Joonmyun. "Sekarang namamu... terkenal. Itu saja."
Yixing nyengir. "Sini, kutunjukkan kau ruang kerjaku."
"Tapi, Tuan..." kata si resepsionis tadi.
Yixing menatapnya tajam. "Rapat? Oh aku tidak peduli. Dan tidak ada yang boleh menggangguku saat aku sedang bersama temanku. Kau dengar itu, Amber?"
Resepsionis yang bernama Amber itu mengangguk lalu menunduk.
Joonmyun mengikuti langkah kaki Yixing sampai masuk ke dalam sebuah ruangan yang besar. "Wow," ucap Joonmyun takjub, "ruangan kerjamu bagus juga."
"Yep," Yixing sependapat. "Tapi jika kau berada disini setiap hari kau juga akan bosan nantinya."
Joonmyun bersandar di meja kerja Yixing dan Yixing duduk di sebuah sofa yang berada di ruang kerjanya. Yixing berdeham.
"Jadi, eumm, Joonmyun, eh, Suho, apa tujuanmu ke sini?" tanya Yixing.
Joonmyun terbahak. "Aku kesini hanya untuk melihat keadaanmu, Lay."
Yixing juga tertawa. "Kau masih mengingatnya! Baekhyun yang dipangil Sogogi, Chanyeol yang dipanggil Dobi, Kyungsoo yang dipanggil D.O, Jongin yang dipanggil Kai, Sehun yang dipanggil Odult."
"Minseok yang dipanggil Xiumin. Luhan yang dipanggil Xiao Lu. Yifan yang dipanggil Kris. Jongdae yang dipanggil Chen. Zitao yang dipanggil Tao," Joonmyun menyelesaikan kalimat Yixing.
"Ya," kata Yixing. "Julukan yang diberikan anak-anak alumni SMA WOLF 88 angkatan 12. Oh astaga aku rindu zaman indah dulu."
"Kau yang dipanggil Lay," ucap Joonmyun. "Dan aku... Suho."
Yixing tersenyum. "Tepat."
"Kau tahu, aku ingin mengatakan suatu hal."
Yixing mengangguk pelan. Tidak mungkin Joonmyun si ketua kelas datang tanpa sebab.
"Well, hal yang ingin kukatakan adalah tentangmu," kata Joonmyun tenang. "Dan ini rahasiaku sejak kita masih SMA."
Yixing diam saja. Dia berpikir, jangan-jangan Joonmyun tahu bahwa ia sudah mencintainya sejak ia masih bersama orang lain?
Joonmyun mendekati Yixing dan membelai pipinya. Yixing tersentak namun tidak bergerak atau pun menatap Joonmyun.
Yixing hanya menunduk. Joonmyun tersenyum miris dan menunduk, mendekati telinga namja manis berambut coklat tua tersebut. "Aku... mencintaimu."
Mata Yixing melebar. "Apa?"
Joonmyun memgecup puncak kepala Yixing. "Aku mencintaimu, Zhang. Dan akan selalu mencintaimu."
Yixing menitikkan airmatanya. Tapi, ini airmata bahagia. Akhirnya mimpi yang sudah sejak lama ia impikan bisa terwujud.
"Eh? Kau masih mencintai orang lain ya?" tanya Joonmyun saat melihat Yixing menangis.
Yixing menggeleng pelan dan menarik kerah kemeja Joonmyun mendekat. Lalu menciumnya dengan lembut. Menyalurkan perasaannya selama ini yang selalu ia pendam di hatinya yang terdalam.
Joonmyun tersenyum kecil dan mulai membalas kecupan-kecupan ringan Yixing di bibirnya.
"Aku juga mencintaimu, Kim Joonmyun. Aku ingin bersamamu selama hidupku."
