Author : Yang udah nge-review, yang udah nge-review, yang udah nge-review. Anda bisa hidup lebih lama kembali karena enggak jadi kukirim ke neraka. Ya-Ha!! Tapi buat yang enggak nge-review. Baru aja kemaren dikirim ke neraka. Nebeng sama Sena.
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Chapter 3
Sorry, I'm must Go! Aishiteru yo Forever
--------........-------............-------------...............--------------..............------------............------------..........-----------------
Ichigo dan Rukia terpisah. Setelah mencari kemana-mana, akhirnya Ichigo menemukan Rukia. Saat mereka lagi kaget-kagetan, tiba-tiba Ichigo merasakan sesuatu dan langsung memeluk Rukia.
-Crash!!-
Darah segar berceceran kemana-mana. Ya, entah apa itu dan dari mana itu, tepat dipunggung Ichigo ada semacam Zanpakutou menancap. Seketika itu, Ichigo langsung jatuh kepelukan Rukia.
" I…Ichigo!! Ichigo!! " ucap Rukia yang panik sambil menadahi tubuh yang 2x lebih besar dari tubuhnya.
" Sial! salah sasaran! Evakua-..." ucap orang yang melukai Ichigo. Saat orang yang melukai Ichigo itu hendak kabur, tiba-tiba…
" Mau kemana kau? " ucap seorang cowok pakai kacamata yang menodongkan busurnya.
" Takkan kubiarkan kau lolos begitu saja setelah melukai Kurosaki-kun! " ancam seorang cewek yang memegangi jepitnya. (Udah tau,'kan siapa mereka?)
" Cih!! "
-----------------------------------
" Ichigo!! Ichigo, bangun! Ichigo!! " ucap Rukia yang memegangi tubuh Ichigo yang bersimbah darah setelah dia mencabut Zanpakutou tersebut.
" Uhok! uhok! "
" Ichigo! "
" Kuchiki-saan!! "
" Inoue! Ishida!! "
" Kuchiki-san, Kurosaki? "
" Entahlah! Ichigo! Bangun! Ichigo! Jawab aku!! "
" Uhok!! Ohok!! " darah keluar dari batuk Ichigo.
" Ichigo!! "
" Kurosaki-kun!! "
" Ruki…a…Uhok!! "
" Sudah, jangan bicara lagi!! " ucap Rukia sambil menggenggam erat tangan Ichigo.
" Tidak! Aku…sudah tahu…aku pasti…takkan bisa bilang ini…padamu…nanti…ohok!! " ucap Ichigo terbata-bata.
" Ichigo!! "
" Kurosaki-kun!! Souten Kisshun!! " ucap Inoue yang berusaha menolong Ichigo.
" Percuma saja…Inoue…aku…pasti akan mati…" ucap Ichigo dengan mata yang benar-benar lemas.
" Hentikan!! Jangan bicara seperti itu!! " ucap Rukia yang menahan tangis.
" Rukia…kau…kemana saja? Aku…mencarimu kemana-mana,lho…" ucap Ichigo.
" Maafkan aku, aku…aku hanya ingin menenangkan pikiranku untuk sementara…maafkan aku" ucap Rukia yang air matanya tidak dapat dibendung lagi.
" Begitu…aku…minta maaf, ya…karena…udah menyakiti perasaanmu. Aku…tahu kau pasti…benar-benar marah…padaku,'kan? " tanya Ichigo yang menahan sakit.
" Tidak…kau tidak salah apa-apa! Ini semua salahku! " ucap Rukia yang menggenggam kedua tangan Ichigo lebih erat.
" He he, jangan...begi...tu. Rukia…malam itu…aku…hanya ingin…mengatakan…sesuatu padamu…ohok!! "
" Ichigo!! Udah! Hentikan!! "
" Ini…harus kukatakan sekarang…Rukia…aku…" ucap Ichigo terbata-bata sambil menggenggam balik kedua tangan Rukia.
" Ichigo…"
" Rukia…Aku…Aku menyukaimu " ucap Ichigo.
" Eh? "
" Aku sangat menyukaimu…dan mencintaimu. Maaf kalau selama ini…aku selalu membuatmu…kesal tapi…Aku bersyukur telah mencintaimu…" ucap Ichigo.
" Ichigo…Aku…aku juga menyukaimu…perasaanku sama sepertimu…Aku sangat mencintaimu!! " ucap Rukia yang menangis.
Hujan tiba-tiba turun tanpa diduga…
" Rukia…maaf…aku…" ucap Ichigo yang tiba-tiba mencium Rukia. Rukia merasa bibir Ichigo sangatlah dingin. Sementara Ichigo merasa bibir Rukia sangatlah hangat. Ishida dan Inoue yang melihat rasanya matanya mau copot dari tempatnya.
" Ichigo…"
" Sayonara…Rukia…Aku…akan selalu mencintaimu…" ucap Ichigo. Siapa sangka bahwa itu adalah ucapan terakhir Ichigo. Cowok yang selama ini dianggapnya nyebeliiiiiiiiin banget tapi terkadang romantiiiiiiiiiiiis banget telah pergi meninggalkannya dipangkuannya. Rukia tidak percaya kalau Ichigo sudah…
" Ichigo? " = masih enggak percaya.
" Kuro-… " = juga masih enggak percaya.
" Ichigo!! Ichigo, bangun!! Ichigo!! " ucap Rukia sambil menggetarkan badan Ichigo.
……………………
" Ichigo!! Bangun!! Ichigo!! Jangan tinggalkan aku seperti ini!! Ichigo!! " ucap Rukia yang meneteskan banyak air mata.
" Kuchiki-san, hentikan!! Kurosaki sudah me-…Eh? " saat Ishida ingin menghentikan Rukia. Dia ditahan oleh Inoue.
" Inoue…san? "
" Hentikan, Ishida-kun "
" Eh? "
" Tangisan Kuchiki-san takkan bisa berhenti walau Byakuya-san datang dan menyuruhnya berhenti. Tangisannya itu…takkan bisa dihentikan." Jelas Inoue. Inoue sudah pasti tahu bagaimana perasaan Rukia. Karena Inoue pernah kehilangan orang yang disayanginya (Kakaknya), pasti dia mengerti.
-----------------------------------------------------------------------------------------------
Besoknya, hari pemakaman Ichigo. Teman-temannya baik dari dunia manusia sampai Soul Society & Hueco Mundo datang. Disana wajah mereka sudah pasti sedih. Yuzu menangis tak henti, Karin menahan air matanya, Isshin dengan wajah yang sedih meratapi makam anaknya. Inoue nangis dipelukan Tatsuki (Kenapa gak sama Ishida??). Mereka semua sangat sedih kehilangan Ichigo. Rukia, sebagai orang yang paliiiing dekat (Bukan paling, melainkan pacarnya) dengan Ichigo menaruh karangan bunga diatas batu nisan Ichigo dengan wajah yang sangat sedih. Terlihat sekali diwajahnya kalau semalaman dia menangis tanpa henti.
..............................................
Sejam kemudian, acara selesai. Semua pergi kecuali Rukia, Inoue, Ishida, Renji dan Sado.
" Rukia, ayo pergi. Kau jangan sedih terus. Ichigo pasti takkan bahagia dan tenang kalau melihat kau seperti ini terus,'kan? " tanya Renji.
……………………
" Kuchiki-san, aku tahu rasanya ditinggal oleh orang yang kita sayangi. Tapi, kita harus bisa menerimanya " ucap Inoue.
...............................
" Ruki-…"
" Aku mengerti. " ucap Rukia tiba-tiba.
" Ha? "
" Aku akan berusaha untuk tidak sedih lagi demi Ichigo." Ucap Rukia sambil berdiri dari posisi sebelumnya (Tadi, posisinya jongkok sambil memegangi batu nisan Ichigo)
" Kuchiki..san? "
" Ayo, jangan bengong disini. Kita pergi " ucap Ishida. Kemudian mereka berjalan perlahan meninggalkan makam Ichigo. Rukia jalan belakangan sambil tersenyum kecil dengan mata tertutup.
" Selamat Tinggal, Ichigo. Aku takkan melupakanmu. Kau adalah pria yang akan selalu kucintai sampai aku mati nanti. Kau akan selalu kukenangan dalam hatiku. Tunggulah aku disana. Jika aku mati dan menyusulmu, apa kau masih mengingatku? Apa kau akan melupakanku? Seiring berjalannya waktu? " tanya Rukia.
Tiba-tiba, angin berhembus kencang, pohon-pohon menggugurkan dedauan. Dan…
" Jangan khawatir, kau takkan pernah kulupakan. Aku akan tetap mengingatmu. Aku akan selalu mencintaimu. Aku akan selalu ada didekatmu. Dan aku akan terus menunggumu disini. Kau adalah wanita yang akan selalu kucintai, Rukia "
" I…Ichigo? " tanya Rukia sambil menoleh kebelakang. Yang bisa mendengar jawaban itu hanya Rukia seorang. Saat dilihat, tidak ada apa-apa & Rukia tersenyum senang.
" Arigatou, Ichigo. Sayonara " ucap Rukia sambil pergi.
End of Flashback
" Ichigo, sesuai janjiku. Aku akan selalu mencintaimu selamanya. Apakah kau terus mencintaiku sampai sekarang? " tanya Rukia sambil berjalan menuju rumahnya.
…………………
Saat ditengah jalan, dia melihat bayangan Ichigo didepannya dan tersenyum padanya lalu mengatakan ' Aku akan terus mencintaimu. Selamanya, karena hatiku ini hanya untukmu seorang, Rukia '. Rukia yang melihat tersenyum lega karena pertanyaannya telah dijawab.
" Kematian takkan memisahkan kita berdua, 'kan? Ichigo…" Ucap Rukia sambil kembali jalan
The 3nd. Owari-san
**************************************************************************************
R: Hiks, Hiks, Hiks. Menyedihkan. Kenapa sangat menyedihkan?
A: Tidak usah kau. Aku saja yang menulis bisa sedih. Hiks.
K: We ke ke ke. Kalian payah! Aku saja tidak sedih.
A: Kau,'kan Editor sialan tidak punya hati. Jadi gw gak peduli.
R: Kir-chan penipu. Tadi malam kau nangis,'kan?
K: Ka…Kau jangan ngomong begitu!! Terbuka,deh aib-ku…
