Title : Sweet Sugar Honey!

Cast : Do Kyungsoo (25 tahun)

Kim Jongin [Kai] (24 tahun)

Do Chanyeol (28 tahun)

Byun Baekhyun (28 tahun)

Kim Junmyeon [Suho] (27 tahun)

Etc.

Genre : Drama & Humor

Rating : T

Summary : Kyungsoo tidak mau menikah namun orangtuanya memaksa. Bahkan orangtuanya sudah menyiapkan seorang asisten untuk mempersiapkannya sebagai seorang istri yang baik. Apakah Kyungsoo akan luluh dan menuruti keinginan orangtuanya? KAISOO FIC! YAOI! MPREG! BL! OOC, ABAL! FF GAGAL.

Disclaimer : KAI & D.O BELONG TO GOD, SMENT, THEIR FAMILY AND EACH OTHER. :)

WARNING! TYPOS BERTEBARAN, PLOT PASARAN, YAOI! BOY X BOY! BL! MPREG! JUDUL NGGAK NYAMBUNG SAMA CERITA… FF INI CUMA HIBURAN SEMATA! OOC PARAH!

GET AWAY IF U DON'T LIKE IT! YOU'VE BEEN WARNED!

ALL POV IS AUTHOR POV!

.

.

.

.

.

HERE WE GO!

[CHAPTER 3]

.

.

.

.

.

.

.

"Hhh.. Lelah sekali, Kai… Kau juga lelah ya?" tanya Kyungsoo yang kini sedang duduk berselonjor di lantai yang kini sudah bersih setelah disapu dan dipel.

"Ne hyung.. Ah iya… Sebelum aku lupa.." Kai mengatur napasnya, lalu mengeluarkan smartphonenya dan mencatat sesuatu di dalamnya

"Lupa apa?" Kyungsoo memiringkan kepalanya menatap Kai—membuatnya terlihat sangat imut

"Nilai hyung untuk bersih-bersih juga A+…" Kai tersenyum pada Kyungsoo

"Uwah… Gomawo, Kai.. Hari ini aku senang sekali… Lain kali kita main lagi ya Kai… Aku mau mandi dulu.."

Kyungsoo beringsut dan meninggalkan Kai yang hanya diam menatap Kyungsoo dari kejauhan. Tiba-tiba Kyungsoo menoleh lagi pada Kai yang sedang memandangnya dari belakang.

"Besok aku akan mengenalkanmu pada anakku… Annyeong.." ujar Kyungsoo ditambah senyum manisnya

Kai masih terdiam, belum terkoneksi.

.

.

.

.

.

.

.

"MWO?! ANAK?" seru Kai tak percaya

Ia segera membuka seluruh data Kyungsoo di dalam smartphonenya, namun nihil. Sampai beberapa menit kemudian, Kai masih memikirkan hal ini dan merenung bingung.

.

.

.

.

.

.

DINNER

Seluruh anggota keluarga Do plus Kai minus Kyungsoo dan Baby Chanhyun sedang menikmati makan malam. Kai sedikit bingung karena Kyungsoo tidak ikut makan bersama mereka semua.

"Kyungsoo hyung eodiseoyo?" tanya Kai sambil mengedarkan pandangannya ke segala arah—untuk mencari Kyungsoo

"Haha.. Sudahlah, Kai… Tidak usah mencarinya. Saat kelelahan dia akan tidur dari sore sampai pagi hingga melewatkan makan malam. Makan saja makananmu, Kai." Ujar Chanyeol santai sambil terus memakan makanannya

"Ne, Kyungsoo memang selalu begitu. Tak usah dipikirkan." Tao menambahkan

"Ne, algeseumnida…" Kai mengangguk pelan dan mulai mengunyah makanannya

.

.

.

.

.

.

.

#NEXT DAY

"Annyeonghaseyo!" seru Kyungsoo dengan ceria

Kyungsoo ikut duduk bersama dengan keluarga besarnya dan juga Kai.

"Eh, ada Kai juga?" Kyungsoo sedikit heran

"Ne hyung… Hehe.." Kai salting

"Kai, hari ini kau bisa ikut ke kantor bersama Kyungsoo." celetuk Kris sambil menyesap kopi buatan sang istri tercinta

"Ne.." jawab Kai sigap

"Mwo? Kai ikut dengan kita, appa? Apa nanti tidak aneh?" tanya Chanyeol menaikkan satu alisnya

"Aneh apanya, Yeol? Itu malah bagus, sehingga Kai bisa menilai pekerjaan Kyungsoo, apa Kyungsoo bekerja dengan baik atau tidak. Anggap saja, saat ini Kai adalah pengawas Kyungsoo." Jawab Kris ringan

"Arasseo, appa.."

Chanyeol mengangguk sambil menghabiskan roti selai stroberi buatan istrinya, lalu mengambil Chanhyun dari pangkuan Baekhyun dan menciumi punggung bayi mungilnya itu sampai Chanhyun tertawa keras, mengundang tawa seluruh orang dewasa di sana. Chanhyun memang sangat suka tertawa. Sepertinya happy virus ChanBaek menurun pada Chanhyun yang mungil, tapi gembil dan montok.

"Baekkie chagi, jangan lupa untuk mengimunisasi Chanhyun, ne? Kurasa ini sudah tanggalnya.." kata Chanyeol sambil menatap sang istri yang masih mengunyah roti selai stroberi miliknya

"Ne, yeobo…" jawab Baekhyun yang dihadiahi usapan lembut dikepalanya oleh sang suami

"Kyungie, kau harus seperti Baekhyun, ne? Baekhyun adalah istri yang sangat hebat.. Ia sangat perhatian padaku dan pada Chanhyun. Jangan manja dan menyusahkan suamimu kelak, arasseo?" kini Chanyeol menatap Kyungsoo dengan tatapan mengejek yang selalu ia layangkan pada Kyungsoo apabila ia sedang ingin mengganggu adik mungilnya itu

"Ne, oppa. Jangan berisik! Aku sedang makan." Kyungsoo risih, ia tahu Chanyeol sedang mengganggunya

"Baiklah anak-anak, sepertinya kita harus segera berangkat." Kris menginterupsi obrolan hangat anak-anaknya

"Biar saya yang membawa mobilnya, tuan." tawar Kai

"Kamsahamnida, Kai.."

Kris melewati Kai dengan senyum penuh karisma, diikuti Chanyeol dengan senyum 'teeth rich'nya, lalu Kyungsoo yang menatap Kai dengan tatapan berbinar.

"Kai, kau benar-benar akan menemaniku ke kantor? Aku senang sekali! Aku punya asisten baru… Yeiy!" Kyungsoo melompat-lompat seperti kelinci

Tiba-tiba, CUP! Kyungsoo mengecup pipi Kai sekilas, lalu berjalan cepat meninggalkan Kai. Kai masih membeku di tempat sampai beberapa detik. Setelah itu, senyum merekah terbentuk di bibirnya. Kai mengelus pipinya sambil tersenyum idiot. Suara Kyungsoo yang memanggilnya membuat Kai tersentak. Ia cepat-cepat merogoh sakunya, mengeluarkan smartphonenya, lalu bergumam

"Nilai untuk ciuman = A+…" Kai tersenyum sinting, lalu segera menyusul Kris dan Kyungsoo, sedangkan Chanyeol sudah berangkat sejak tadi karena Chanyeol menggunakan mobilnya sendiri

.

.

.

.

.

.

Seperti biasa, setiap pagi Kyungsoo akan ikut dengan Kris ke perusahaan. Selama ini Kyungsoo adalah sekretaris Kris. Namun kali ini agak aneh, karena sekarang Kyungsoo punya asisten baru, yaitu Kai. Kyungsoo yang notabene seorang sekretaris, kini mempunyai asisten. Bukankah itu keren? Kyungsoo sangat bangga karena ada Kai di sisinya.

Kini Kris, Kyungsoo dan Kai sudah sampai di kantor, tepatnya di depan ruangan presdir milik Kris. Kris masuk ke dalam ruangannya dan meninggalkan KaiSoo di depan ruangannya. Meja Kyungsoo berada di sana. Setiap tamu yang akan bertemu Kris harus menemui Kyungsoo untuk konfirmasi. Tao sangatlah senang dengan pekerjaan Kyungsoo karena anak bungsunya itu dapat menjadi mata-mata apakah Kris selingkuh atau tidak. Namun Kris memang kelewat cinta pada Tao, sehingga ia tak pernah macam-macam di luar—menurut penglihatan Kyungsoo.

Kai duduk di sebelah Kyungsoo yang saat ini sedang sibuk membaca dokumen-dokumen yang ada di depannya. Kai terus memandangi wajah Kyungsoo yang kini sangat serius. Kai terkekeh kecil melihat ekspresi Kyungsoo yang menurutnya imut itu.

"Waeyo, Kai? Apa ada yang lucu? Kenapa tertawa?" tanya Kyungsoo dengan tatapan polosnya

"Anio hyung. Eobneunde." Kai menahan tawanya lewat senyuman

"Ok.." Kyungsoo meneruskan pekerjaannya

.

.

.

.

.

.

.

.

"Kai…" Kyungsoo mengguncang-guncang lembut pundak Kai yang sedang terlelap di mejanya

"…Mmh.." Kai menggeliat pelan, lalu membuka matanya

"Kai… Ireona…" Kyungsoo masih membangunkan Kai dengan lembut

"Ne, hyung!" Kai langsung duduk dan menghapus jejak-jejak cairan di pipinya #iyuh

"Kkajja! Ayo pulang.. Appa menunggu kita di basement.." ujar Kyungsoo

Kai segera berdiri, merapikan bajunya dan melangkah bersama Kyungsoo.

.

.

.

.

.

DO FAMILY'S HOUSE

Kai terlihat sangat serius mengerjakan sesuatu di smartphonenya—yang jelas bukan bermain game—sembari menunggu Kyungsoo mengganti bajunya. Tak lama Kyungsoo datang menghampiri Kai.

"Kai… Kau sibuk?" tanya Kyungsoo

"Aniya hyung.. Wae geurae?" Kai langsung memasukkan smartphonenya ke dalam saku celananya

"Tunggulah disini sebentar… Aku akan menjemput Hyo dan membawanya kesini. Aku akan mengenalkannya padamu.." Kyungsoo tersenyum
"Hyo?" Kai mengernyitkan dahinya

"Ne… Hyo, anakku… Tunggu yaa.." Kyungsoo berjalan riang meninggalkan Kai yang sweatdrop

Kai menunggu dengan gelisah. Tak lama, Kyungsoo datang dengan bahagia.

"Hyo, eomma akan mengenalkanmu pada seorang ahjussi tampan… Kai, ini dia Hyo…"

"Eh?"

Kai hampir saja pingsan saat melihat 'sesuatu' dalam gendongan Kyungsoo. Hyo yang ia kira benar-benar anak dari Kyungsoo ternyata adalah seekor anjing cihuahua betina berbulu keemasan. Kyungsoo menciumi Hyo dengan sayang. Kai bernapas lega. Senyuman lebar terpampang di wajahnya.

"Annyeong, Hyo?" Kai mencoba mendekati Hyo, lalu mengelus kepala Hyo lembut

Namun malang, GRAUK! Hyo malah menggigit tangan Kai. Kyungsoo panik dan Kai hanya mengaduh kesakitan.

"AW!" teriak Kai sambil mengelus tangannya yang tergigit Hyo

"Omo, Kai! Hyo, kenapa menggigit? Tidak biasanya kamu begini…" Kyungsoo menurunkan Hyo ke lantai dan langsung menghampiri Kai yang masih mesakitan

Kyungsoo menarik tangan Kai yang tergigit oleh Hyo.

"Kai, tanganmu berdarah! Ayo ikut aku…"

Kyungsoo menarik Kai ke kamarnya dan mengambil kotak P3K miliknya. Ia mempersiapkan alkohol beserta kapas. Dengan telaten dan penuh ketelitian, Kyungsoo mengobati tangan Kai. Ia mengusapkan kapas yang sudah ia berikan alkohol dengan sangat hati-hati. Kai sebenarnya tak merasa sakit, tapi dia pura-pura kesakitan agar Kyungsoo semakin memperhatikannya #kaimodus.

Setelah dirasa luka Kai higienis, Kyungsoo pun menutupnya dengan kain kasa yang sudah diberi antiseptik. Kyungsoo meniup-niup luka Kai itu dengan sabar

"Sudah selesai…" Kyungsoo tersenyum pada Kai

"Gomawo hyung…"

"Ne.. Mian kalau Hyo membuatmu seperti ini, sepertinya dia tidak menyukaimu.. Biasanya Hyo adalah anjing yang manis dan jinak." Kyungsoo mempoutkan bibirnya.

"Gwaenchana hyung."

Mereka terdiam sejenak—sampai Kai mengingat sesuatu dan berseru tiba-tiba.

"Ah! Hampir lupa.." Kai segera mengeluarkan smartphonenya dan mencatat sesuatu disana

"Lupa apa, Kai?" tanya Kyungsoo polos

"Aku harus memasukkan nilaimu lagi hyung. Nilai untuk mengobati luka = A+." ujar Kai sambil terus menatap layar smartphonenya

"Gomawo… Oiya, Kai… Memangnya nilaiku selalu bagus ya? Kenapa nilainya selalu A+?" Kyungsoo menatap Kai dengan mata bulatnya—yang lagi-lagi membuat Kai gemas

"Sebenarnya tidak hyung… Nilaimu untuk merawat anjing—lebih tepatnya melatih anjing = D.." Kai menyengir

"Mwo? Kenapa jelek sekali? Ini kali pertama Hyo begitu, Kai! Hyo tidak pernah seperti ini sebelumnya. Mungkin ia sangat tidak suka denganmu sampai-sampai ia menggigit tanganmu." Ketus Kyungsoo

"Tapi dia menggigitku sampai berdarah, hyung. Kalau cuma menggigit saja tidak masalah.. Semoga aku tidak rabies." Kai tersenyum evil

"Kai, Hyo tidak rabies. Dia anak anjing yang manis." Kyungsoo memutar matanya kesal

"Ne hyung, terserah padamu saja. Kalau hyung memang merawat dan melatihnya dengan benar, pasti Hyo tidak akan menggigitku seperti tadi." Kai terkekeh pelan melihat reaksi Kyungsoo

"Kau menyebalkan, Kai. Keluar dari kamarku!" Kyungsoo mendorong Kai keluar dari kamarnya

"Hyung, aku tidak bermaksud membuatmu kesal! Sungguh!"

Kai mencoba menahan tubuhnya, namun ternyata kekuatan Kyungsoo bisa dibilang cukup besar, sehingga Kai tetap terdorong keluar dari kamar Kyungsoo. BRAK! Kyungsoo membanting pintunya. Kai mengetuk-ngetuk pintu kamar Kyungsoo, namun diacuhkan oleh Kyungsoo. Sedangkan di dalam Kyungsoo menangis. Ia sangat sedih karena dianggap tidak mampu merawat dan melatih Hyo dengan baik.

"Hiks-hiks… Padahal aku sudah merawat Hyo dengan penuh kasih sayang… Kai jahat sekali, kenapa dia tidak melihat usahaku untuk merawat Hyo sejak Hyo bayi? Hyo… Kai ahjussi jahat pda eomma.. Huwee…" Kyungsoo memeluk boneka teddy super besar—yang juga diberi nama Hyo, di bednya sambil menangis

"Hyung… Mianhae hyung.. Tolong buka pintunya…" Kai masih setia mengetuk pintu kamar Kyungsoo.

.

.

.

.

.

.

.

.

Kyungsoo lelah menangis. Ia memutuskan untuk keluar kamar dan pergi ke balkon untuk melihat bintang. Ia terbiasa untuk melihat bintang ketika ia sedang galau seperti ini. Kyungsoo memang sangatlah labil dan cengeng, sehingga wajar kalau dia bertingkah berlebihan ketika ia merasa sedih.

Saat ini, jam sudah menunjukkan pukul 20.00 KST. Kyungsoo mengeratkan jaketnya. Sesekali ia menggosok-gosokan tangannya agar merasa lebih hangat. Tiba-tiba sebuah selimut tersampir indah di punggungnya. Kyungsoo menoleh dan melihat Kai di sampingnya

"Kai…?"

"Kyungsoo hyung, mianhae. Aku tidak bermaksud membuat hyung sedih. Jeongmal mianhae, hyung." Kai menatap Kyungsoo dalam

"Tapi berjanjilah tidak akan seperti itu lagi, Kai. Aku sudah merawat Hyo sebaik yang kubisa. Tapi ternyata dia bersikap kurang baik padamu. Mungkin memang salahku karena kurang memperhatikannya." Kini Kyungsoo mencoba untuk bijaksana dengan menyadari kesalahannya

"Baiklah, anggap saja ini kesalahan kita berdua. Aku tidak bisa menjaga ucapanku sehingga membuatmu kesal, hyung. Mianhae.." kata Kai

"Ne. Ah, gomawo Kai." Kyungsoo mengeratkan selimut yang tadi di berikan Kai

"Cheonmaneyo.." jawab Kai

Hening menyelimuti mereka berdua. Kyungsoo terbawa ke dalam lamunan tentang calon suaminya. Lagi-lagi ada setitik perasaan ragu dalam hatinya untuk menerima perjodohan ini. Kyungsoo sesungguhnya sangat ingin jatuh cinta dengan seseorang dan menikah dengan orang itu. Tapi takdir berkata lain.

"Kai…"

"Ne, hyung..?" tanya Kai

"Aku takut."

"Takut? Takut akan apa?" Kai semakin bingung

"Aku takut kalau ternyata calon suamiku itu tidak sesuai dengan harapanku—maksudku—aku takut kalau aku tidak bisa menerimanya apa adanya. Jangan-jangan dia jelek, hitam—sepertimu, atau mungkin gemuk, suka menyiksa, atau apapun yang tidak kusuka. Aku takut Kai… Ceritakan padaku tentang 'dia', Kai. Ciri-ciri fisiknya atau apapun tentang dia. Kau mengenalnya, kan?"

"Hyung… Calon suamimu tidak seburuk yang kau bayangkan. Dia tidak jelek, apalagi gemuk. Dia tampan, hyung. Aku jamin. Aku akan bilang padanya tentang apa yang hyung rasakan."

"Ne… Aku percaya padamu, Kai. Kuharap aku tidak kecewa."

"Ayo masuk hyung, udara semakin dingin.." Kai segera menarik tangan Kyungsoo dan mengajaknya masuk ke dalam

Mereka berjalan beriringan. Tanpa mereka sadari, tangan mereka masih terkait satu sama lain. Saat mereka melewati kamar Chanbaek, terdengarlah suara tak layak dengar (?) dari dalam sana.

"Yeolliehhh…. AH! Teruss.."

"Kau memang selalu sempiitt… Ahhh…"

"AKH! Ahh…"

"Baekkie!"

"Yeolliee!"

Kai dan Kyungsoo mengernyitkan dahi mereka lalu menajamkan pendengaran mereka masing-masing.

"Kai… Mereka sedang apa?" Kyungsoo bertanya dengan ekspresi aneh—agak jijik karena desahan ChanBaek. Kai langsung menutup kedua telinga Kyungsoo dengan dua tangannya

"Lupakan hyung. Mungkin mereka sedang dalam proyek.." jawab Kai asal

Kai membawa Kyungsoo menjauh dari ChanBaek's room. Setelah dirasa aman, barulah Kai melepaskan tangannya dari telinga Kyungsoo.

"Kenapa menutup telingaku Kai?"

"Eobtneunde hyung." Jawab Kai dengan wajah datar

"Memang proyek yang kau maksud itu apa?" tanya Kyungsoo

"Proyek membuat anak—mungkin hyung…" lagi-lagi Kai menjawab asal

"Membuat anak lagi? Aigoo.. Jadi mereka akan membuatkan Chanhyun adik? Omona… Aku senang sekali… Sebentar lagi keponakanku bertambah." Kyungsoo tertawa senang

Kai hanya bisa geleng-geleng kepala melihat kepolosan Kyungsoo. Dan saat ini Kyungsoo tidak berhenti mengoceh tentang masa depannya dan apa yang akan ia lakukan bersama dengan keponakannya, yaitu Chanhyun, atau mungkin adiknya kelak.

.

.

.

.

.

Sudah satu minggu ini Kai menjadi asisten pribadi Kyungsoo. Sudah banyak sekali penilaian yang dilakukan oleh Kai. Hari ini, seperti biasa, Kai menemani Kyungsoo ke kantor.

Kyungsoo meninggalkan Kai sebentar karena dia ingin ke toilet. Saat Kai sedang asyik bermain smartphonenya, datanglah seorang namja berpakaian setelan jas yang rapi. Namja itu berjalan mendekati meja Kyungsoo, lalu memanggil Kyungsoo. Namja itu tidak tahu kalau yang ada di balik meja tinggi—seperti milik resepsionis—bukanlah Kyungsoo, melainkan Kai yang sedang asyik dengan smartphonenya

"Kyungie…. Eh? Nugunde?" namja itu terkejut karena tak menemukan orang yang ia cari—Kyungsoo.

"Kai-imnida. Saya asisten Kyungsoo hyung. Saat ini Kyungsoo hyung sedang ke toilet sebentar. Ada yang bisa saya bantu?" Kai terlonjak kaget. Ia segera menaruh smartphonenya dan bertanya dengan sopan pada namja itu

"Eh..? Kyungsoo punya asisten? Kenapa dia tidak cerita padaku?" namja itu menatap Kai dengan tatapan aneh

"Ne… Hmm, nuguseyo?" tanya Kai masih dengan nada sopan

"Aku adalah namjachingu Kyungsoo." Namja itu tersenyum angkuh

Kai terpaku, mencoba mencerna kata-kata namja di hadapannya ini. Tiba-tiba Kai menjerit

"MWO? NAMJACHINGU?"

.

.

.

.

.

.

.

To Be Continue!

Kira-kira siapa yaa, namjachingunya Dio?

Tunggu di next chap yaa… XP

Udah panjang belum? Udah banyak Kaisoo momentnya belum?

Udah maksimal lho! Semoga pada puas yaa… :)

BIG THANKS TO : Park Ri Rin, cheinnfairy, byunpopof, IkaIkaHun11, lulu, sehunsky, dididin, ArraHyeri, jameela, ajib4ff, Kim Hyunshi, BluePink EXO-XOXO-COUPLE, Kaisoo1214, exindira, Insooie baby, kaisooism, opikyung0113.

Jangan lupa review lagi ya, chingudeul…

Aku makin semangat waktu ngeliat review kalian..

Gomawo :D