DISCLAIMER : I do not own anything about Naruto.

but,I do own some sasuke's pin,picture,action figure hehehe*norak*

gomen minna san ga secepat kemaren uploadnya.

abis capek banget jalan kaki di j-fest kemaren. ada yang kesana ga?

yang di blok-m hehhehe.

oke thanks buat yang udah review. saranya akan berusaha saya jalankan.

happy reading :)


Sasuke's POV

Aku mendengar derap langkah kecilnya mengikutiku. Aku mendengar hembusan napasnya yang berat. Aku menahan diriku untuk tidak berbalik kebelakang. Kupercepat langkahku. Setiap kali aku mempercepat langkahku,derap kecil kakinya berlari mengiringiku.

BRUK!

Aku membalikkan badanku dan melihatnya jatuh.

"Ceroboh." Helaku.

Aku menghampiri gadis dihadapanku dan mengulurkan tangan. Dia menengadahkan wajah kecilnya dan menatapku ragu.

"M-maaf sasuke-kun." Ucapnya malu.

Lelah menunggunya aku menarik tanganya dan membantunya berdiri.

"Kau tak apa?" tanyaku.

"H-hai. Arigatou sasuke-kun." Ucapnya berterimakasih lalu membungkuk dalam.

Aku melihat semburat merah di pipinya.

Deg..

Rona di pipinya mengingatkanku akan kehangatan. Sesuatu yang sudah lama sudah kulupakan.

Senyum di wajahnya yang tulus. Senyum itu berbeda. Seakan-akan aku ini orang yang berbeda bukan seorang Uchiha. Seakan aku ini orang biasa.

Deg ..

"Sasuke kun?"tanyanya lembut.

Aku cepat berbalik dan berjalan menjauh. Derap langkah kakinya terus berjalan mengikutiku.

"T-tunggu sasuke-kun." Panggilnya.

Aku berhenti . "Apalagi?" tanyaku.

"A-ano a-aku tidak tau jalan ke sekolah,bisakah kita berangkat bersama." Tanyanya malu.

"Terserah." Jawabku dan terus berjalan tetapi,kali ini lebih lambat agar dia bisa mengikutiku.

"Arigatou Sasuke-kun."

Ia berjalan disampingku dengan senyum lembut menguak di wajah kecilnya. Menyadari aku menatapnya ia tersipu dan menunduk malu dan bertanya "A-apakah ada sesuatu di wajahku?"

Aku menolak menjawab dan mengalihkan pandangan.

Secara sadar aku merasakan sesuatu di diriku. Aura hangat yang mengaliri tubuhku. Membuatku ingin tersenyum. Sesuatu itu membuat jantungku berpacu lebih cepat. Sesuatu yang berasal dari gadis di sampingku.

Sesuatu yang kukenal dan pernah kurasakan. Dan aku tidak suka ini.

Aku memasuki gerbang Konoha Gakuen .

Aku mendengar gadis di sampingku terkesiap bahagia. Aku melangkahkan kakiku cepat berusaha mengubur kenangan masa kecilku di tempat ini. Kematian tragis ayah dan ibuku dan kisah seseorang yang pernah menjadi cinta pertama ku. Aku menyeringai meremehkan.

Aku berpikir kenapa aku setuju untuk mengasingkan diri kesini. Ke tempat yang justru menjadi awal luka di kehidupanku. Aku menghela napas .

"Sasuke-kun!"

Aku berpaling ke arah suara. Seorang berambut merah muda berlari mendatangiku. Senyum membelah wajahnya.

"Ya tuhan apa benar ini kau?Sasuke-kun mengapa kau pergi?"tangisnya lalu memelukku erat.

Aku mengerutkan dahiku.

"Siapa kau?lepaskan"tanyaku menarik tanganku dari pelukanya.

Wajahnya menunjukan kekagetan yang sempurna .

"A-aku sakura?kau tidak ingat?kita dan Naruto adalah teman sejak kecil. Sebelum kejadian itu,kau tidak ingat?"tanyanya menghapus air mata yang mengalir dari matanya.

Sakura? Aku berusaha mengingatnya.

Oh!aku ingat. Fan girls.

"Hm." Ucapku. "Tidak apa,Sasuke-kun." Jawabnya. Ia terus tersenyum memandangiku. Bagus sekali tuhan. Aku hanya ingin kedamaian dan apa yang kau berikan kepadaku.

"Teme!" teriak seseorang dari balik gedung.

Rambut pirang itu. Cengiran bodoh itu. Hah!aku ingat dia … dia naruto bodoh. Pencuri ciuman pertama-ku.

Woaa..

Sial!sial! kehidupan damai ku yang malang. Apakah kau begitu membenciku tuhan?

"Apa kabar sasuke,teme!" jawabnya sambil tersenyum lebar. Aku mendengar gadis berambut indigo di belakangku terkesiap.

"Naruto-kun." Ucapnya pelan lalu menutup mulut kecilnya terkejut.

Aku membalikan tubuhku menatapnya. Sakura juga menatap gadis itu penasaran dan dengan tetap bergelayut mesra di tanganku. Menyebalkan.

"Naruto-kun?" Tanya Hinata. Matanya membulat terkejut.

Tampang bodoh naruto terkejut. " Kau mengenalku?" tanyanya.

Hinata mengangguk cepat. "Kau tidak ingat?aku Hinata. Hinata hyuuga."

Aku menatap mereka. Aneh.

Bagaimana mungkin Hinata bisa mengenal mereka.

Ada apa ini?

"H-hinata yang itu?yang manis dan pemalu?"ucap Naruto. Hinata tersipu malu dan mengangguk.

"Woaa.. Hinata kau kembali." ucapnya dan memeluk Hinata erat. Wajah Hinata merah padam dibawah pelukan Naruto.

Dasar idiot! Gelegak tidak nyaman menghampiriku.

Aku menghepaskan tangan Sakura yang menempel dan menarik Naruto dari Hinata.

Wajah kecil hinata menunjukan kekecewaan. "apa apaaan dia?"batin sasuke.

"Hinata menyukai Naruto idiot itu?" batin sasuke kesal.

"Lepaskan dobe. Kau membuatnya tidak bisa bernapas." Ucapku dingin.

Naruto melepaskan pelukanya dan tersenyum lebar.

"Ya ampun Hinata kau berubah. Rambutmu,wajahmu,manisnya."cengirnya.

Ucapanya membuat wajah Hinata terus memerah.

"Oh- kau Hinata?yaampun bagaimana aku bisa tidak menyadarinya. Kau berubah banyak Hinata. Iya kan Sasuke?" Tanya Sakura.

Apa yang mereka bicarakan.

"Kenapa gugup,teme?kau tidak ingat kau kan dulu suka mengintip Hinata." Ucap naruto meledekku.

"Apa yang kau bicarakan?" tanyaku gusar.

"Kau tidak ingat kita sering bersama ke taman keluarga Hyuuga. Hyuuga yang selalu kau intip yah yang ini. Yang kau bahkan tidak berani bicara padanya. Hyuuga yang kau tidak berani bertanya namanya." Jelas Naruto dengan cengiran idiotnya.

Apa?Hinata? Hyuuga yang itu.

Aku mengingat gambaran gadis yang ku kenal itu.

pipi merah merona. rambut indigo yang jatuh di tengkuk lehernya dan senyuman itu ..

senyuman damai yang sama.

Itu alasanya. Aku merasa sangat mengenalnya.

Sial!sial!bagaimana ini Hyuuga yang ini adalah cinta pertamaku?

Aku mendengar gadis di sampingku terkesiap kaget.

Entah apa yang ada dalam pikirannya sekarang.

Kriiiiiiiiiiiiing ...

Bel berdering nyaring membangunkanku dari pikiranku sendiri.


Naruto dan Sakura sudah masuk ke kelas mereka. Aku dan Hinata harus mengambil jadwal kelas dan nomor loker.

Apa yang harus kukatakan padanya?bagaimana aku bisa memulai pembicaraan?

Dasar Naruto idiot kenapa dia harus berbicara sejelas itu dasar bodoh.


Hinata's POV

s-sasuke kun pernah m-menyukaiku?aku benar-benar tidak percaya. Ini pasti bohong.

Tapi ,Naruto-kun tidak pernah berbohong. A-aku bingung apa yang harus kukatakan.

Aku menutup pintu rapat dan berjalan menuju kelas pertama-ku. Sasuke sudah berjalan menuju kelasnya kearah yang berbeda.

"Fokus Hinata fokus." Ucapku pada diriku sendiri.

"Woaaaa…. Bagaimana ini kenapa aku jadi berdebar debar."batinku.

Aku menatap pintu kelas bahasa Inggris dan memutar kenop.


Normal POV

Sasuke melangkahkan kakinya menuju kantin bersama Naruto dan Sakura. Dia mendengus kesal karena Sakura terus menempel dan Naruto tak berhenti bicara. Sementara,Naruto berbicara panjang lebar tentang ramen,Sasuke sibuk memikirkan orang lain.

Raut berpikir keras tergambar diwajah sempurnanya. Sakura yang sedari tadi menatapnya tak lepas bertanya " Ada apa Sasuke-kun?".

Sasuke mengacuhkanya dan terus berjalan.

Naruto membuka pintu kantin dan melihat sekumpulan orang. Sasuke melihat gadis itu duduk kebingungan dihujani ribuan pertanyaan. Wajah kecilnya menatap bingung,tanganya terlipat dipangkuanya.

"Hinata!" panggil naruto.

Mendengar suara Naruto hinata langsung berdiri dan tersenyum hangat.

"Hei apa-apaan itu."pikir sasuke kesal menatap hinata yang tersenyum pada Naruto. Hinata segara membungkuk dan memohon maaf pada mereka dan beranjak kearah Naruto.

Ia menatap Naruto lama dan tersenyum. Ia tidak menyadari ada Sasuke dibelakanng Naruto sedang kesal.

"K-kau s-sudah makan Naruto-kun?"Tanya Hinata lembut.

Naruto hanya tersenyum dan menggeleng. "Sasuke teme dan Sakura-chan juga belum. Kau mau bergabung?" Tanya Naruto.

"Sasuke-kun?"Tanya Hinata memiringkan kepalanya dan menatap ke balik Naruto dan menemukan pemuda raven dan Sakura disampingnya. Pemuda raven itu menatapnya kesal dan cepat berbalik.

"Apa ia marah padaku?"pikir Hinata cemas.

"Kenapa ia menatapku seperti itu?"pikir Sasuke.

"Oke Sasuke hentikan pikiran bodoh tentang gadis itu. Dia cinta pertamamu lalu kenapa?kau tidak lihat dia jelas-jelas menyukai Naruto,hanya gadis bodoh yang menyukai Naruto."pikir Sasuke.

"Harusnya kau merasa beruntung dia tidak menjadi salah satu fans girl."batin Sasuke.

Mereka bersama-sama duduk di kursi ujung kantin.

"Woaa.. pie ini enak sekali." Gumam Naruto lahap memakan makanan bekal Hinata.

"A-ano kalau mau a-aku biss membuatkanya lagi untuk mu Naruto kun." Tawar Hinata.

Naruto menganguk cepat. Hinata tersenyum menatapnya .

"Aku coba satu ya,Hinata?" Tanya Sakura. Hinata mengangguk senang.

Namun,Sasuke menepis tangan Sakura dari makanan. "Itu tidak enak,jangan dimakan."ucapnya dingin.

Hinata menatap Sasuke terkejut. Ia menunduk sedih dan mengenggam tanganya erat.

"M-maaf."ucapnya pelan. "Kau ini kenapa,teme!ini enak!" bela Naruto.

"dasar bodoh." balas sasuke dingin.

Namun Hinata sudah tidak dapat menahan air mata di pelupuk matanya. Bulir air mata mata menetes dari ujung matanya. Ia menghapusnya dengan tangan kecil milikiknya.

Melihat ini Sasuke merasa bodoh sekali. Entah apa yang merasukinya. Ia tidak bermaksud.

Namun bukan kata maaf yang keluar dari mulutnya.

"Bisakah kau tidak menangis. Itu sangat menggangu kau tau."ucapnya dingin dan pergi.

Hinata mendongak menatapnya. Mata mereka bertemu sesaat sebelum Sasuke mendecih kesal.

"Kenapa Sasuke berkata seperti itu?kenapa ia membenciku."batin Hinata.

Hinata menyentuh dadanya perlahan merasakan perih mengalir disana. Hinata selalu merasakan perih. Ia terbiasa untuk disingkirkan,dilupakan. Ia terbiasa untuk menerimanya,menjalaninya. Tapi,ini berbeda ada sesuatu yang tidak ia kenal. Rasa sakit yang belum pernah dia rasakan.

Dia menepuk dadanya perlahan . dia menatap Sakura dan Naruto yang pergi mengejar Sasuke. Hatinya sakit ia terus menepuk. Berusaha menghilangkan rasa sakitnya.

" Sakit .. sakit.." isaknya.


Sasuke meninju pelan dinding di hadapanya. Ia tidak tau apa yang merasukinya. Ia benci melihat senyum itu. Ia benci melihat rona itu. Ia benci melihatnya menangis.

"Sial!aku ini kenapa!dia hanya gadis lemah yang bodoh."batinya.

Ia meninju dinding sekali lagi. Menimbulkan retakan dan bercak darah disana.

"Memang kenapa kalau aku pernah menyukainya?itu hanya cinta monyet bodoh!memang kenapa kalau dia menyukai Naruto."batinya.

Ia meninju dinding keras retakan lebar menyebar di dinding. Darah menetes dari tangan Sasuke.

Pintu mendobrak terbuka.

"Sasuke-kun!"teriak Sakura. Ia berlari menghampiri Sasuke. Ia terkesiap menatap luka Sasuke.

"Kau berdarah." Ucapnya. Sakura cepat menggengam tangan sasuke dan memeluk Sasuke erat.

"Aku tidak tau apa yang terjadi denganmu,tetapi jangan lukai dirimu."ucapnya.

Sasuke hanya terdiam . rasa marah yang berkecamuk di dadanya belum reda. Dan ia benar-benar sedang ingin mengalihkan perhatianya dari Hinata. Jadi,dia hanya diam saat sakura memeluknya.

Naruto yang masuk ke ruangan terdiam melihat pemandangan di depanya.

Naruto membisu. Ia tau Sakura menyukai Sasuke sejak dulu,ia tau harusnya ia bahagia. Tapi,entah mengapa ia tidak bisa.

Ia hanya berharap Sakura bahagia dan ia akan melepaskanya. Naruto tersenyum miris dan melangkah mundur keluar dari ruangan itu.

Ia berjalan menghampiri Hinata.


CONTINUE

gimana?gimana?

I knew it sucks

I try normal POV. but,it doesnt work on me

gomenasai minna san

review please

I beg you

makasi banget yang udah review terharu hiks hiks*

jangan marah ya kalau ada merasa ada naruto bashing.

itu ga bashing ko kan itu sasuke's pov jadi ya gitu heheheh

mohon maaaf minna san

fell free to review

thanks to kimidora hana,n,parasite,chikuma new for reading last chap

kembali lagi ya

I'll try my best*bow*