Bitch Boy
By Fan_dio
Cast : Do Kyungsoo, Kim Jongin, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Exo Member, BTS Member, Infinite Member, SNSD Member, Jo Insung, etc
Pairing Main Cast : KaiSoo and ChanBaek
Genre : Romance and Friendship
Warning : This is BL (Boys Love), Adult (No Children), 18+
Rated : M+
= Happy Reading =
Kyungsoo dengan perlahan mencoba menormalkan dirinya, dia mengusap keringat yang tiba-tiba muncul didahinya, dia mencoba melawan rasa lumpuhnya, Insung sudah menyebutkan satu nama, dan itu namanya, hanya tinggal waktu saja yang akan menjelaskan semuanya
Kyungsoo membalikkan badannya dengan cepat, niatnya untuk ke meja makan mendadak hilang, rasa laparnya sudah ditelan oleh rasa khawatir dan takut. Entah apa yang akan terjadi dengannya kemudian
Kyungsoo berpapasan dengan salah satu pelayan dirumah besar itu, sepertinya pelayan itu tahu jika Kyungsoo habis 'menguping' pembicaraan diruang kerja tuan rumah
"maaf, ajuhma.. aku ingin menanyakan sesuatu.. apa ajuhma tahu mengenai.."
"maaf tuan, jika tuan lapar, segera saja ke meja makan, menu siang ini terhidang disana, permisi tuan.." potong pelayan wanita itu, pelayan berbeda yang pernah Kyungsoo tanyai, pelayan itu membungkuk singkat dan lekas berlalu
Kyungsoo mendesah, bahkan pelayanpun tidak mau memberikan keterangan, apa mereka sudah dipaksa untuk tutup mulut,
Kyungsoo mendadak pusing, dia kembali melanjutkan langkahnya, menuju kamarnya dilantai 2
Kyungsoo menutup pintu kamarnya, dan menghamburkan dirinya dikasur. Dia mencoba mensugestikan dirinya bahwa dia mungkin salah dengar, atau sedang berhalusinasi, atau pendengarannya sedang bermasalah
"argghh.." teriak Kyungsoo tertahan,
Kyungsoo beranjak dari kasurnya, dia berjalan mondar mandir dengan gelisah,
"ya tuhan, apa yang harus aku lakukan?" gumam Kyungsoo pelan
Kyungsoo mencoba berpikir, namja itu menimbang-nimbang berbagai pilihan, apakah dia harus kabur dari rumah itu? Atau tetap bertahan dan mencoba memperjelas semuanya?
Kyungsoo menghela nafas dan mengambil keputusan,
Namja bertubuh mungil itu bergegas mengemasi barang-barangnya yang memang hanya sedikit, dia bekerja cepat dan berburu dengan waktu. Jantungnya berdegup dengan kencang, dia mengambil keputusan untuk kabur dan meninggalkan rumah tersebut
Kyungsoo menyimpan pakaiannya dengan menggunakan tas sekolah, dia tidak ingin menggunakan koper karena terlalu kentara, tas itu diletakkan dipunggunya
Kyungsoo lalu bergegas menuju jendela, siapa tahu saja disana dia bisa melompat, namun sepertinya itu mustahil, dia masih ingin hidup
Dan jalan satu-satunya adalah melalui pintu kamarnya, turun melalui tangga, ruang keluarga, ruang tamu dan halaman, yah.. rute yang harus dilaluinya. Namja itu perlahan membuka pintu kamarnya, untuk keluar, namun…
"kamu mau kemana Kyungsoo?"
Jder..
Insung tepat berdiri didepan pintunya, wajahnya terlihat sangat serius
Kyungsoo mematung, dia terlambat, lagi-lagi dia lemas mendadak
"simpan tasmu Kyungsoo, tas dan seluruh isinya itu masih ingin disini, dirumah ini" lanjut Insung, tuan rumah itu menghalangi langkah Kyungsoo
"aku.. aku.." Kyungsoo tergagap, dia menunduk
"sepertinya kamu sudah mengetahuinya, aku tidak akan menyembunyikannya lagi darimu" tukas Insung pelan, masih serius
Kyungsoo tidak berkomentar, dia hanya memasang wajah yang mengatakan 'maksud ajuhsi?'
"aku akan menjelaskan dibawah, diruang kerjaku. Walau aku rasa ini masih terlalu dini, tapi karena keadaannya sudah darurat, jadi terpaksa aku akan mengatakannya lebih awal" kata Insung, kalimatnya terdengar sangat ambigu bagi Kyungsoo
"aku menunggumu dibawah Kyungsoo, dan aku yakin kamu adalah pemuda berani dan tidak lari dari kenyataan" tutup Insung, dia berbalik, untuk turun kebawah, meninggalkan Kyungsoo yang mematung dan lemas
Dan memang sepertinya Kyungsoo harus menghadapi semuanya,
.
.
.
.
.
Kyungsoo duduk dalam diam didalam ruangan kerja Insung. Dia hanya mengarahkan pandangannya pada dekorasi ruangan pilihan Insung itu, tanpa berkomentar. Si tuan rumah belum juga memulai percakapan, dia hanya sibuk membuka lembaran-lembaran kertas secara acak
Tidak lama kemudian, pintu terbuka pelan dan muncul dua namja yang masuk secara beriringan, namja itu adalah Baekhyun dan Sehun
"kalian duduk.." kata Insung, dia menghentikan kegiatannya sementara
Baekhyun dan Sehun perlahan duduk, mereka bertiga duduk terpisah, karena ada banyak pilihan kursi yang bisa dijadikan teman disana
"baiklah, hal yang akan aku bicarakan ini mungkin saja akan terdengar membosankan bagi kalian berdua.." kata Insung, memulai ucapan sepatah kata ala anggota DPR, kalimatnya ditujukan untuk Baekhyun dan Sehun
"tapi tidak untuk Kyungsoo, anggota baru dikeluarga kecil kita" lanjut Insung, dia tersenyum,
Kyungsoo masih diam, dia tidak berkomentar, tapi yang pasti degup jantungnya dan deru nafasnya tidak normal, reaksi fisiknya merasakan akan terjadi sesuatu
Kyungsoo menatap sekilas kearah Baekhyun, namja itu tersenyum pada Kyungsoo, senyum ramah dan sepertinya sangat tulus. Kyungsoo bergantian menatap Sehun, namja itu sepertinya tidak fokus, wajahnya sangat lelah dan mengantuk
"aku mengucapkan selamat bergabung di JAV company, kamu adalah anggota baru kami Kyungsoo.." kata Insung tanpa basa-basi, dia membalikkan layar laptopnya dan memperlihatkan sebuah logo kepada Kyungsoo
Kyungsoo mengernyitkan dahinya, degup jantungnya semakin tidak karuan. Matanya kabur dan berkunang-kunang,
"kamu tidak akan menyesal bergabung dibisnis ini, dengan ikut bergabung, kamu bisa membelikan baju dan makanan untuk teman pantimu.." lanjut Insung, dia mengangguk-angguk pelan
"kamu bisa mendapatkan…" kalimat Insung terhenti,
"tunggu.. tunggu ajuhsi, aku tidak mengerti, bergabung apa? aku tidak merasa pernah mengatakan ingin bergabung pada suatu perusahaan ajuhsi.." potong Kyungsoo cepat, dia mendapatkan suaranya dan memberanikan dirinya memotong kalimat Insung
Insung tersenyum, dia tidak mempermasalahkan Kyungsoo yang memotong kalimatnya
"baiklah, aku akan menjelaskannya…" Insung menarik nafasnya dan menghembuskannya pelan
"kamu telah dipilih oleh pemilik JAV company, sebut saja Mr.X, dia sekarang berkedudukan di Jepang. Dia menginginkanmu menjadi anggota baru dan wajah baru produk JAV" lanjut Insung, dia mencoba menikmati raut wajah Kyungsoo yang berubah
Kyungsoo kembali berpikir keras,
"jika aku bergabung, apa pekerjaanku? Apa tugasku?" Kyungsoo ingin memperjelas semuanya, dia masih ingat dengan kata-kata 'bisnis lendir' sewaktu dia menguping percakapan Insung diruangan ini
Insung tertawa pelan, sedangkan Baekhyun dan Sehun tidak ada yang bersuara
"kamu sungguh tidak sabar, baiklah aku akan melanjutkan penjelasanku Kyungsoo…"
"…"
"kamu akan dijadikan wajah dan produk baru dalam bisnis 'seks' Kyungsoo… seks dengan banyak tema, mulai dari tema anak sekolah, dewasa, solo, thresome, gangbang, yaoi, biseksual dan sebagainya. Tergantung permintaan pasar. Saat ini pasar utama adalah di Jepang dan Thailand. Kedua Negara itu sangat suka dengan produk-produk Korea. Dan kita sebagai orang Korea seharusnya berbangga, etnis kita ada diurutan pertama dimana Pria dan Wanitanya sangat diidolakan. Mereka menganggap orang-orang Korea itu sangat tampan dan cantik" jelas Insung panjang lebar, dia melupakan mimik wajah Kyungsoo yang berubah drastis
Kyungsoo mengepalkan tangannya,
"bisnis seks?" Kyungsoo nyaris berteriak, sudah sejak tadi dia ingin berteriak seperti itu,
"ya, bisnis seks, bisnis lendir atau apalah namanya" jelas Insung lagi, dia tertawa pelan
"ajuhsi tidak bisa seenaknya, aku tidak tahu apa-apa, ajuhsi memilih orang yang salah.." teriak Kyungsoo lagi, dada namja itu naik turun dengan cepat,
Insung tertawa pelan lagi,
"bukan aku yang memilihmu, tapi pemilik JAV sendiri, aku sudah menjelaskannya diawal. Dan aku rasa dia tidak salah pilih"
"kenapa harus aku? Kenapa? Masih banyak namja lain diluar sana? Kenapa aku?" Kyungsoo berseru, dia frustrasi, namja itu mengusap wajahnya kasar, siapa sebenarnya Mr. X itu? Apa dia mengenalnya?
"aku tidak bisa memberikan jawaban atas pertanyaanmu, aku hanya menjalankan tugas Kyungsoo" terang Insung, nada bicaranya mendadak berubah
Baekhyun dan Sehun masih tidak berkomentar, Sehun malah sepertinya tertidur, namja cadel itu tidak terganggu dengan teriakan Kyungsoo tadi
Bibir Kyungsoo bergetar hebat, namja itu ingin sekali memberontak
"aku harap kamu mau bekerjasama dan tidak mempersulit keadaan Kyungsoo.." kalimat Insung berlanjut, dia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan mondar mandir
Kyungsoo masih mengepalkan tangannya,
"aku tidak mau.. aku tidak mau masuk dalam bisnis ini.."
"kamu harus mau Kyungsoo, harus mau, pilihanmu hanya itu"
"kenapa ajuhsi begitu yakin?"
"karena aku mempunyai pegangan yang akan membuatmu tunduk Kyungsoo"
"apa itu?" Kyungsoo bertanya, walau dalam hatinya dia sudah bisa menebak
Insung lalu mengeluarkan secarik kertas dari meja kerjanya, dia menaruhnya dimeja depan Kyungsoo
"dikertas itu tertulis beberapa poin mengenai hak asuhmu yang jatuh ditanganku, dan poin tambahan yang kamu bisa baca sendiri, dikertas itu juga terdapat tandatangan nyonya Hye, sebagai bukti bahwa dia 'setuju' semua poin-poin dikertas tersebut" jelas Insung pelan
Kyungsoo dengan cepat membaca kertas tersebut, dia merosot, ada banyak poin yang merugikannya
"nyonya Hye jelas tidak membaca kertas itu Kyungsoo, dia begitu mempercayaiku, tidak sia-sia usahaku selama 3 bulan ini untuk membangun kepercayaan darinya"
Kyungsoo ingin mengoyak kertas itu, namun Kertas itu langsung ditarik oleh Insung
"maaf Kyungsoo, aku belum menggandakan surat pernyataan ini" ujar Insung cepat, dia lalu memasukkan kembali kertas berharga itu ke laci kerjanya, dia mendesah pelan
"kamu tidak ada pilihan Kyungso, jika kamu menolak, sesuatu pasti terjadi pada panti asuhan tempatmu itu, terutama kepada anak-anak yang masih kecil disana, apa kamu tega?" Insung mengintimidasi, rencananya sejauh ini berjalan mulus
Kyungsoo mendadak berdiri, dia dengan sigap melayangkan tinjunya ke wajah Insung, dan…
'bug..'
Bogem Kyungsoo tepat sasaran, tinjunya tepat mengenai rahang kiri Insung, tuan besar itu kaget dan memegang rahangnya, bunyi gemeretuk pelan terdengar
"rasakan itu, ajuhsi sangat biadab. aku salah sangka dengan ajuhsi, aku mengira ajuhsi adalah orang yang baik, orang yang akan mengangkatku sebagai anaknya, tapi ternyata, ajuhsi tidak lebih dari binatang berwujud manusia" hina Kyungsoo, kesabarannya hilang, dia gelap mata
Insung tidak membalas pukulan Kyungsoo, dia malah tersenyum sambil menahan sakit rahangnya
"terserah, aku memaklumi kemarahanmu, tapi itu tidak bisa mengubah apa yang akan terjadi Kyungsoo, kamu sudah dipilih dan masuk dalam keluarga ini. hanya 'kematian' yang akan melepaskanmu, kamu ingat itu"
Kata-kata Insung itu begitu sangat menyakitkan Kyungsoo, namja itu terduduk lagi
"Baekhyun dan Sehun yang akan menuntunmu Kyungsoo, mereka berdua adalah pemain lama dan masih jadi aset berharga di bisnis ini .." ujar Insung, dia mendekati secara bergantian antara Baekhyun dan Sehun, dia sejenak melupakan Kyungsoo
"aku ingatkan kepada kalian berdua, kalian harus mematuhi kontrak yang telah dibuat.." Insung mengarah pada Baekhyun,
"dan jangan sekali-sekali kalian berhubungan 'seks' dengan orang luar, hingga sampai memfoto atau merekam, terlebih lagi jika foto dan video kalian tersebar, itu akan membuat ke'original'an JAV menjadi jatuh. Kalian jangan mencari uang tambahan dengan menjajakan diri kalian diluar sana, karena aku rasa honor dari JAV sudah lebih dari cukup" ungkap Insung, kali ini kepada Sehun, namja itu sudah sadar, dan mengusap-usap matanya pelan
Baekhyun mendelik pelan kearah Sehun, dia mendadak gugup, karena dikantong celananya kini ada uang pemberian atau tepatnya 'pembayaran' dari Taeyeon, atas jasanya yang sudah memuaskan nafsu yeoja itu
"jika kalian kedapatan, kalian berdua tentu tahu apa sanksinya, paham" tutup Insung, dia kembali menuju mejanya dan duduk
Baekhyun dan Sehun mengangguk pelan secara bersamaan,
Sedangkan Kyungsoo tidak tahu harus berkata apa, dipikirannya saat ini adalah bagaimana nasib panti asuhan tempat tinggalnya dulu, tangannya masih terkepal geram
Untuk sementara dia harus mengikuti 'permainan' sang tuan rumah, hingga dia menemukan cara untuk melumpuhkan si tuan rumah itu
.
.
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Baekhyun berjalan lesu masuk kekelasnya, dari kemarin dia sangat lelah dan tidak bersemangat. Namja itu mendudukkan dirinya dikursi dan merebahkan kepalanya di meja, lalu memejamkan matanya
"hey… ako bosan melihatmu hampir tiap hari seperti ini" ujar teman Baekhyun, namja yang bernama Jin, dia duduk disamping Baekhyun
"biasakanlah" gumam Baekhyun, dia belum membuka matanya
"aku penasaran, kamu ini sebenarnya tiap hari kerja apa? kamu kerja sambil sekolah begitu?" Tanya Jin, dia memasang tampang ingin tahu
Baekhyun menghela nafasnya,
"aku tidak kerja apa-apa, aku ini anak sekolah Jin" jelas Baekhyun pelan
"tapi kenapa hampir tiap hari kamu terlihat kecapaian, sampai-sampai tugas sekolah dari para guru jarang kamu kerjakan, dan ujung-ujungnya kamu akan menyalin tugasku disekolah" Jin menambah argumentasinya
Baekhyun menegakkan kepalanya, dia mengerjap-ngerjap dan merapikan eyelinernya tanpa menggunakan kaca
"tidak, aku hanya tidak mempunyai kesempatan saja dirumah, aku memang pemalas" elak Baekhyun, dia tidak mungkin menceritakan yang sebenarnya, walau dengan sahabat terdekatnya sekalipun
"oh, bagaimana jika selepas sekolah nanti aku berkunjung kerumahmu.." pinta Jin penuh harap
Baekhyun memasang tampang terkejut,
"tidak, jangan… rumahku tidak bagus" kata Baekhyun, dia mendadak melek total
"aku hanya ingin berkunjung saja, kamu aneh" balas Jin, dia mengernyitkan dahinya
"kapan-kapan saja ya"
"baiklah"
Jin tidak melanjutkan topik mengenai temannya yang sering lelah, tidak mengerjakan tugas atau dimana rumahnya itu
"eh, senior yang kemarin itu mencarimu.."
"senior yang mana?"
"yang matanya sipit"
"disini banyak senior matanya sipit"
"yang pendek"
"Taeyeon noona?"
"ya, dia… dia mencarimu, mungkin dia ada perlu"
Baekhyun menarik nafasnya pelan, lagi-lagi yeoja itu mencarinya, dia tidak akan melayani nafsu yeoja itu lagi, sejak adegan seks mereka dipergoki oleh namja yang bernama Chanyeol, dia berjanji kepada dirinya tidak akan melakukannya lagi pada yeoja yang sudah tidak perawan itu
.
.
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o
Disebuah kamar hotel bintang lima, dua orang namja tampan sedang bergelut mesra diatas ranjang king size milik hotel,
"buka celanamu" ujar namja yang pertama, suaranya cadel
"sabar, tidak disuruhpun aku akan membukanya" balas namja yang lain,
Namja yang kedua itu melayangkan ciuman di puting namja yang pertama, namja yang pertama itu melenguh dan menggelinjang erotis
"dadamu bagus juga"
Namja yang kedua itu lalu mengarahkan ciumannya ke bibir namja yang pertama, mereka berdua saling menempelkan bibir dan saling menyerang, saling berlomba untuk mengisap dan menukar saliva
3 menit saling berciuman, kedua namja yang telah dikuasai nafsu itu melepaskan ciumannya,
"bibirmu enak Oh Sehun.." kata namja yang kedua, dia tersenyum puas, dia suka dengan bibir tipis namja yang ternyata adalah Sehun itu
"kamu akan selalu menikmatinya, Myungsoo" balas Sehun,
Namja yang bernama lengkap Kim Myungsoo itu cemberut,
"aku lebih tua darimu Sehun, panggil aku hyung" protes Myungsoo,
Sehun menghela nafasnya,
"baiklah, hyung" kata Sehun malas
Myungsoo kembali menyerang dada dan berlanjut keleher Sehun, dia begitu menikmati dan menjamah setiap inci tubuh Sehun
"buka celana hyung.." ulang Sehun lagi, dia sudah tidak sabar
"aku kira penismu sakit, kamu mengatakannya kemarin.." tukas Myungsoo, dia menghentikan sejenak aktifitas menjilatnya, dia mendongak
"kemarin kata-kataku itu untuk yeoja binal yang bernama Kwon Boa, yeoja itu sudah tua dan hanya mau membayar dengan harga yang tidak sepadan, jelas saja aku tidak mau" tukas Sehun, secara tidak langsung dia memperjelas bahwa dia adalah namja yang pemilih
"jadi aku harus membayarmu berapa?" goda Myungsoo
Sehun tersenyum cool dan evil,
"hyung hanya perlu membayarku dengan memuaskan penisku, itu sudah cukup"
Myungsoo tersenyum, walau dia yang paling tua, namun dia tidak keberatan jika Sehun yang memasukinya, ada sensasi tersendiri saat dirinya dimasuki oleh penis namja
Myungsoo menghentikan aksi menjilat dan menyedotnya, dia lalu berdiri dan membuka celananya, dan langsung mempelorotkan celana dalam putihnya
"wow, sudah berapa yeoja yang menikmati penis hyung?" Tanya Sehun takjub, ukuran penis Myungsoo tidak bisa diremehkan
"entahlah, tapi aku lebih suka melakukannya dengan namja" jawab Myungsoo, dia kembali duduk dan kali ini dia yang berinisiatif membuka zipper milik Sehun
Sehun tersenyum dan membiarkan Myungsoo membuka resleting celananya
"aku suka sensasi saat dimasuki dengan namja yang masih memakai celana" ujar Myungsoo, birahinya sudah diubun-ubun
Myungsoo mengeluarkan penis Sehun yang sudah tegak dan siap tempur, mengocoknya pelan dan mencoba menikmati denyutannya
"aku sudah tidak sabar, mudah-mudahan saja, penismu ini tidak merobek bokongku" kata Myungsoo kotor, dia meruntuhkan image coolnya selama ini dengan berkata-kata jorok seperti tadi
Sehun mengecup bibir Myungsoo singkat dan setelah itu dia membaringkan Myungsoo dengan posisi bokong diatas
Sehun sudah memasang kuda-kuda, dia sudah siap untuk menghujam Myungsoo dan memberikannya rasa sakit sekaligus nikmat
"masukkan cepat" ucap Myungsoo tidak sabar, dia mengocok pelan penisnya, dia takut akan mengeluarkan spermanya jika dia mengocok dengan tempo cepat
Tanpa buang waktu lagi, Sehun mengarahkan penisnya yang telah dipasang kondom itu, dan..
Blass… penis besar itu amblas dan terdorong, terisap oleh bokong Myungsoo
Sehun bermain dengan pelan, 5 menit awal ritme sodokannya masih slow dan lembut, dia paham jika sangat berbeda menyodok vagina dan bokong, terutama bagi yang disodok itu,
Myungsoo merintih menahan sakit, dia menyumpalkan selimut putih dimulutnya,
"ahh..ehh…ah….uh…ishh.." rintih Myungsoo, dia mulai keenakan sekarang
"bitch… fuck you… ah.." umpat Sehun, kata-kata kasar dan jorok menjadi kebiasaan namja cadel itu saat bercinta,
"ah… ehh… oh… masukkan terus…" Myungsoo melepaskan kain yang menyumpal mulutnya, dia meracau hebat
Sehun merespon kalimat Myungsoo, namja itu semakin mempercepat sodokan dan hujamannya, bunyi 'plak..plak' sangat terasa
Ritme dan tempo sodokan Sehun semakin menjadi, dia sudah berpengalaman, jadi bukan hal yang sulit untuk dia melakukannya
20 menit aksi mereka, belum juga terlihat tanda-tanda akan berhenti, keringat membanjiri kedua namja itu, terutama Sehun yang sebagai Top, dan harus bergerak terus
Myungsoo merubah posisinya, dia telentang, dan mengocok penisnya lagi, dengan tetap membuka lebar pahanya
Sehun agak sedikit kesulitan, dia masih memakai celana, dan hanya penisnya saja yang mengacung keluar lewat zippernya
Blass… penis Sehun amblas lagi, menghujam prostat Myungsoo,
"ah…ah….uh… percepat…please… good job.."
"ah….ah…. fucking bitch….ah…"
Hingga akhirnya, Sehun tidak bisa menahan lagi dorongan larvanya yang ingin keluar, dia mempercepat genjotannya, cepat dan semakin cekat… 'plak….plak…plak…'
Dan…
"argh…aahhhhh…"
Sehun menghentikan genjotannya, dia dengan cepat membuka sarung kondomnya itu dan mengarahkan penisnya ke dada Myungsoo, Sehun mengocok cepat dan .. croot…crot…crot… tembakan sperma namja berkulit putih itu memenuhi dada dan sebagian pipi dan rambut Myungsoo
"spermamu masih banyak saja.." puji Myungsoo, dia mengelap keringatnya dan meratakan sperma Sehun di dadanya
"ah…ah.." Sehun terengah-engah, dia puas
Sehun tidak ingin hanya dia saja yang keluar, dengan sisa tenaganya, dia kembali mencium Myungsoo, tercium bau spermanya sendiri, tapi namja itu tidak peduli, dia lalu mengarahkan tangannya ke penis Myungsoo yang berukuran lumayan itu, Sehun mengocoknya pelan dan lama-lama semakin cepat
Myungsoo menggelinjang, dia tidak bisa meracau dengan jelas, karena bibirnya disumpal oleh Bibir tipis Sehun, dengan penis yang sementara di kocok cepat
"ehhm….ehm…" Sehun dan Myungsoo masih berciuman hebat,
Dan kemudian…
Crot..crot…crot… sperma milik Myungsoo menghambur keluar, cairan yang bisa menghasilkan anak itu tertumpa sia-sia, di batang penis Myungsoo, sebagian tumpah dipunggung tangan Sehun, diperut Myungsoo, dan sebagian lagi di sprei putih hotel
"ah….ahh…"
Sehun melepaskan ciumannya, dia menatap hasil kerjanya dipenis Myungsoo
"protein banyak terbuang hyung" kata Sehun, sambil tertawa pelan
"ya, tidak masalah… itu alami" balas Myungsoo, wajahnya sangat puas sekali, dia lalu memeluk Sehun
"terima kasih untuk hari ini" gumam Myungsoo,
Sehun tersenyum dan membalas pelukan Myungsoo, sebagai namja yang termuda, dia sangat beruntung berperan sebagai seme bagi Myungsoo, Sehun memang selama ini selalu diposisi itu
"hyung, tidak lupakan akan terus bersamaku dan menjadi bagian dari 'pekerjaanku'…" Sehun bertanya penuh harap,
"aku akan memikirkannya, aku akan memberikan jawaban secepatnya, aku janji" tukas Myungsoo, dia tersenyum, dia melepas pelukannya
"ah, 1 jam dari sekarang aku ada janji hyung… kita sepertinya harus check out dari hotel ini" kata Sehun, dia lalu beranjak dan mengambil tissu
Myungsoo mendesah kecewa,
"kamu harus memuaskan namja dan yeoja lagi?"
"iya hyung, aku terpaksa… asal hyung tahu saja, honorku selama ini belum dibayarkan oleh ajuhsi angkatku, aku tidak tahu alasannya apa, selama ini aku hanya diberikan sedikit uang saja, padahal aku sudah bergelut dibisnis itu selama hampir setahun. Walau aku makan dan tinggal secara gratis dan tidak tahu-menahu mengenai biaya pendidikanku, tapi aku merasa itu masih kurang, dan aku harus mencari sendiri tambahan lain" jelas Sehun panjang lebar, dia mendesah
"bagaimana jika kamu ketahuan Sehun ah?"
"entahlah, jangan sampai ketahuan.. aku melakukannya sembunyi-sembunyi" ungkap Sehun, dia jujur
Myungsoo mengangguk pelan
"apa kamu tidak pernah menyesal telah melakukan semua ini?" Myungsoo bertanya dengan nada serius
"buat apa menyesal, sudah terlanjur dan kepalang basah, aku sudah terjun dikubangan lumpur dan sulit untuk naik kembali" jawab Sehun, dia menerawang
Itulah dinamika hidup, yang harus dijalani,
.
.
.
.
.
.
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Kyungsoo berjalan pelan dikoridor sekolahnya, sebenarnya hari ini dia tidak ingin masuk sekolah dan berencana untuk kabur saja, tapi pesan singkat dari Insung menghentikan semua rencananya itu
'jangan sekali-sekali memikirkan untuk meninggalkan rumah Kyungsoo, aku tidak main-main dengan ancamanku, nasib panti asuhan dan seluruh isinya ada ditanganmu. Maaf, Aku hanya menjalankan tugasku Kyungsoo'
Kyungsoo membaca lagi pesan dari Insung itu, dia menghelas nafasnya pelan
Kyungsoo mengarahkan dirinya ke kelas Baekhyun, tapi nihil, namja bereyeliner itu sama sekali tidak tampak, dia kemudian berjalan ke kantin dan menemukan Baekhyun sedang membeli es Krim rasa coklat disana,
Kyungsoo ingin menghampiri Baekhyun, namun dering telefon menghentikan langkahnya, ponsel milik Baekhyun berdering, melantunkan hits 'winter tale'
"halo ajuhsi.." Baekhyun mengangkat telefonnya cepat, dia melangkah agak menjauh dan menuju tempat sepi, Kyungsoo mengekor dibelakang dengan posisi masih tersembunyi
"aku minta kamu mengawasi Kyungsoo, jangan biarkan dia bertingkah sembarangan" kata Insung, diseberang telefon
"iya ajuhsi"
"sepulang sekolah, aku ingin kalian semua berkumpul dirumah, pemilik JAV ingin kalian membuat video bertemakan 'anak sekolah', dengan sedikit unsur kekerasan, genre itu sangat dicari di Jepang sana, terutama jika pemerannya adalah anak sekolah di Korea" jelas Insung, menginformasikan
Baekhyun menelan ludahnya kasar,
"anak sekolah? Jadi kami harus mencari sendiri, tidak disediakan lagi, begitu?" Baekhyun mencoba memperjelas, nada suaranya diperkecil
"ya, kalian tidak akan disediakan namja dan yeoja yang ingin dibayar lepas, tapi kali ini kalian harus mencari sendiri namja-namja itu, harus anak sekolah yang memakai seragam sekolah. Kalian harus mengarahkannya ke tempat yang sudah ditentukan, dan disana kalian akan menjamahnya dengan kamera yang sudah siap aksi… aku rasa kamu paham" jelas Insung panjang lebar, dia sebenarnya ingin menjelaskan dengan tatap muka, tapi tidak ada salahnya menjelaskan lewat telefon, agar Baekhyun bisa mempersiapkan semuanya
"baiklah, aku mengerti ajuhsi"
"bagus, rekaman video kalian akan dikirim ke Jepang, pihak JAV disana akan memproduksinya menjadi DVD original dan sebagian lagi dijual Online, dan didistribusikan di Jepang dan Thailand, dan kemungkinan kedepannya akan dipasarkan juga di Hongkong dan Indonesia
"maaf ajuhsi, video itu tidak akan diedarkan di Korea kan?" Tanya Baekhyun, pertanyaan yang sering kali dia tanyakan
Insung tertawa pelan, masih lewat telefon
"tentu saja tidak, JAV menghargai privasi kalian, video aksi kalian hanya bisa dinikmati dinegara luar, ada sedikit blur untuk video di Jepang, pemerintah disana melarang video seperti itu tanpa sensor, harus ada sedikit sensor" jelas Insung lagi
"aku mengeti ajuhsi"
"baiklah kalau begitu, kamu harus pulang bersama Kyungsoo, pemuda itu akan melihat tutorial bagaimana cara kerja bisnis ini nanti, jaga dirimu" tutup Insung,
Baekhyun menghela nafasnya kasar, dia menaruh ponselnya disakunya lagi
Tiba-tiba seorang namja melintas dan berhenti didepan Baekhyun, namja itu bukan Kyungsoo
"apa yang kamu lakukan disini eyeliner? Kamu sedang menunggu yeoja yang akan membayarmu lagi? Hah.." seru namja itu, suaranya lumayan keras
"kecilkan suaramu Chanyeol shi… " bentak Baekhyun, dia memandang berkeliling, dan dia melihat Kyungsoo tidak jauh darinya, namja kecil itu bersembunyi dibalik pohon rindang dekat perpustakaan
Kyungsoo yang sadar terlihat oleh Baekhyun, dengan cepat berbalik dan berlalu, dia tidak jadi menghampiri namja yang tingginya hampir sama dengan dirinya tersebut, Kyungsoo menghilang dibalik tembok kantin
"kenapa? Kamu takut?" timpal Chanyeol, dia merogoh ponselnya dan menggoyang-gotangkan smartphone itu tepat didepan wajah Baekhyun,
"foto cabulmu bersama senior Tae masih bersamaku" jelas Chanyeol mengintimidasi
"apa maumu?" Baekhyun mendadak naik darah
"sebagai tahap awal aku ingin kamu memotong rumput dibelakang rumahku, dengan menggunakan tangan, tanpa alat apapun" terang Chanyeol, dia ingin mengerjai namja yang pernah 'menembak'nya itu
Baekhyun mengepalkan tangannya
"suruh saja tukang kebunmu Chanyeol shi.. kenapa harus aku"
"kamu adalah tukang kebunku sekarang, mungkin lebih rendah dari tukang kebun, kamu itu tukang cabul" Chanyeol tertawa cetar membahana,
Baekhyun mencoba menormalkan dirinya, dia tidak ingin gelap mata dan membuat keributan disekolah
"jangan menatapku seperti itu, nanti eyelinermu luntur" ejek Chanyeol, dia kembali tertawa,
Chanyeol melemparkan bongkahan kertas yang terkoyak kearah Baekhyun, Baekhyun menghindar dan membiarkan remasan kertas itu ditanah
"baca itu, dan aku tunggu pukul lima sore" tutup Chanyeol, dia lekas berlalu, sambil tertawa penuh kemenangan.
Baekhyun dengan enggan memungut remasan kertas yang dilemparkan namja tinggi tadi, dia membuka dan membacanya. Ternyata disitu tertulis alamat rumah Chanyeol. Baekhyun meremas dan mengoyak kertas itu dan melemparkannya ke tong sampah
"sial.." umpat Baekhyun tertahan
Namja itu sedikit melupakan es krimnya yang mulai meleleh, dia lalu menjilat lelehan es krim itu, dan mendadak dia tersenyum
'penismu akan seperti es krim ini, Chanyeol shi..' batin Baekhyun, namja itu kembali melanjutkan acara jilat menjilat es krim
.
.
.
.
.
Kyungsoo melangkah cepat, namja itu mendadak ingin segera pulang, bukan pulang kerumah mewah Insung, namun kembali ke panti asuhan sederhana yang sudah dia anggap sebagai rumahnya
Langkah cepat Kyungsoo dihentikan oleh seorang namja, namja itu tiba-tiba muncul dan melompat didepan Kyungsoo,
"halo Kyungsoo ya.." sapa namja itu ramah
"Jongin ah" kaget Kyungsoo, ternyata yang mengangetkannya adalah namja berkulit seksi, Jongin
"kamu mau kemana?" Tanya Jongin cepat
"aku ingin pulang" jawab Kyungsoo pelan
Jongin lalu melihat jam tangannya,
"ini belum waktunya pulang Kyungsoo ya" kata Jongin heran,
Kyungsoo mendesah pelan
"maafkan aku, tapi aku ingin sendiri Jongin ah" balas Kyungsoo, dia menunduk
"kenapa? Apa kamu marah karena kemarin aku mengajakmu keluar sekolah alias membolos? Maafkan aku kalau begitu.." Jongin mendadak merasa bersalah
"bu..bukan.. bukan karena itu, tapi.."
"tapi Karena apa, kamu tiba-tiba dingin padaku Kyungsoo" lanjut Jongin,
Kyungsoo mendesah singkat, kemudian berujar lagi,
"baiklah, kamu ingin aku menemanimu apa?" Kyungsoo tersenyum
Jongin balik tersenyum, hatinya sangat senang karena Kyungsoo tidak marah padanya
"aku ingin mengajakmu nonton ke bioskop Kyungsoo ya" ucap Jongin, dia menarik tangan Kyungsoo dan duduk dibangku semen didekat pintu gerbang sekolah
Kyungsoo menurut saja, dia duduk dengan manis, berdua dengan Jongin
"sekarang?" Kyungsoo membulatkan matanya
"bukan sekarang, mungkin besok… aku sudah menabung beberapa hari ini, dan aku rasa tabunganku sudah cukup untuk membeli 2 tiket nonton" sahut Jongin senang, dia bukanlah namja orang kaya, ayahnya masih di penjara, dan ibunya menjadi tulang punggung keluarga hingga sekarang
"kamu ingin menonton film apa?" Tanya Kyungsoo, dia sedikit melupakan masalahnya sendiri
"Doraemon : Stand by Me, 3D version" jawab Jongin cepat
Kyungsoo perlahan tersenyum, mendekati tertawa, dia tidak menyangka seorang Kim Jongin yang terlihat cool dan seksi itu ternyata suka dengan film kartun
"baiklah, tapi aku tidak janji Jongin ah" kata Kyungsoo, dia memang tidak bisa menjanjikan apa-apa, dia tidak tahu bagaimana kelanjutan nasibnya nanti
"ok" Jongin tersenyum senang, dan tanpa sadar dia memeluk Kyungsoo, memeluknya dengan sangat erat, Kyungsoo gelagapan seketika, dia melirik kesana kemari, siapa tahu saja ada siswa yang melintas, atau guru, atau satpam garang
Jongin melepaskan pelukan singkatnya, masih memasang senyum bahagianya
Kyungsoo balas tersenyum, entah mengapa degup jantungnya berlarian, hal kedua yang dia rasakan saat bertemu dan bercanda dengan Jongin, namja yang perhatian padanya
Lalu tiba-tiba mata bulat Kyungsoo menangkap sosok namja diluar gerbang, siluet namja itu terlihat oleh Kyungsoo, dia sepertinya kenal dengan sosok tersebut, tingginya, bajunya
"maaf Jongin ah, aku pergi dulu, sampai jumpa lagi.." kata Kyungsoo, dia memegang tangan Jongin singkat, dan lekas beranjak,
Jongin jelas kecewa, dia masih ingin bercakap dan bercanda dengan Kyungsoo, dia melambaikan tangannya singkat, namun lambaiannya itu tidak diperhatikan oleh Kyungsoo
Kyungsoo berjalan cepat, melewati pintu gerbang yang tidak dijaga, entah satpam sekolah sedang tidur atau apa. Kyungsoo membelok dan mendapati namja yang dikenalnya itu
Mata Kyungsoo lagi-lagi membulat
"Jungkook shi…"
"hyung…"
Rupanya namja yang dilihat Kyungsoo tadi itu adalah Jungkook, namja muda dan imut, salah satu anak yang tinggal dipanti asuhan dan sudah dianggap adik oleh Kyungsoo
"kenapa kamu kemari?" Tanya Kyungsoo, dia sedikit khawatir
"aku merindukan hyung" jawab Jungkook, pipinya memerah seketika
Kyungsoo tersenyum mendengar jawaban polos Jungkook, dia mengelap keringat didahi namja itu dengan tangannya
"kamu naik apa kemari?"
"aku jalan kaki hyung" jelas Jungkook, pantas saja namja itu sedikit 'ngos-ngosan' dan berusaha menetralkan nafasnya
"ya tuhan, sejauh ini… apa nyonya Hye tahu kamu pergi kesini?" Kyungsoo semakin khawatir,
"tidak, aku tidak memberitahukan siapa-siapa, hyung" jelas Jungkook lagi
Kyungsoo merogoh sakunya dan mengambil semua uang yang ada disana, dia hanya menyisakan sedikit untuk ongkos pulang saja
"ambil ini, dan lekas pulang. Nyonya Hye pasti khawatir Jungkook shi" kata Kyungsoo sambil menyerahkan uangnya kepada Jungkook, uang itu adalah uang pemberian dari Insung, sebagai uang jajannya, Kyungsoo tidak peduli dari mana asal uang itu, dia hanya menerima saja
"ini terlalu banyak hyung" mata Jungkook membulat, baru kali ini dia diberikan uang yang menurutnya sangat banyak
"ambil saja, dan lekas pulang"
"tapi hyung, aku belum ingin pulang… aku masih rindu dengan hyung"
Jungkook menampilkan pandangan yang menggemaskan dan mirip aegyo natural, dia tidak ingin pulang secepat ini
Kyungsoo mendesah pelan, dia tidak ingin Jungkook mendapat masalah dengan muncul didepan sekolahnya, dia lalu menarik tangan Jungkook dan membawanya disamping tembok sekolah, disamping tembok itu lumayan sepi
"tolonglah, kamu pulang… pakai uang ini untuk ongkos bis dan sisanya terserah kamu ingin belanja apa" paksa Kyungsoo halus, dia memegang bahu Jungkook
Jungkook menggeleng imut,
"aku belum ingin pulang, aku masih merindukan hyung.." Jungkook masih tetap dengan pendiriannya dan masih ingin bersama hyungnya itu
Kyungsoo berpikir keras, mencari cara agar Jungkook mau pulang segera. Dia mendekatkan wajahnya ke wajah Jungkook, menatap mata namja imut itu dan kemudian…
'chup'
Sebuah ciuman kecil, yang lebih mirip kecupan dilayangkan Kyungsoo ke bibir Jungkook, dia mengulangi ciuman mereka, namun kali ini lebih singkat, sangat singkat malah
"kamu sudah tidak rindu lagi kan?" Kyungsoo tersenyum,
Wajah Jungkook merona hebat, dia tersenyum dan mengangguk pelan, dia malu
"nah, sekarang kamu pulang, aku akan mengunjungimu besok-besok" jelas Kyungsoo
"baiklah hyung, tapi hyung harus menepati janji" tukas Jungkook, namja itu riang kembali, ciuman singkat Kyungsoo mengobati rasa rindunya
Kyungsoo menampilkan huruf V dengan jarinya dan tersenyum lips love
Tanpa sepengetahuan Kyungsoo dan Jungkook, ada seorang namja yang sedari tadi memperhatikan moment Kyungsoo-Jungkook itu, namja tersebut memukul tembok didepannya pelan, hatinya mendadak sakit dan pilu
Namja itu adalah Jongin
'ah, apa kalian saling mencintai….ash… tidak' batinnya
.
.
.
.
.
.
.
TBC
o…o…o…o…o…o…o…o…o…o
Chapter 3 up, masih dengan jadwal publish yang sama (selang sehari), karena banyak pembaca yang meminta untuk lanjut cepat, maka dari itu aku berterima kasih kepada pembaca yang mau memberikan Reviewnya, setelah membaca tiap chapter
Cast di FF ini masih akan bertambah, dan aku mohon maaf jika banyak pembaca yang tidak suka dengan NC Baekyeon dichapter 2 kemarin, moment mereka hanya selingan saja dan bukan sebagai pairing, maaf. Untuk kedepannya tidak akan ditemukan lagi NC mereka, Cuma dichapter 2 saja. Sehun disini nggak sama Luhan, dia tampil beda sebagai namja penjelajah.. penjelajah cinta, dengan siapa saja...he..he..he.. Aku mohon maaf juga jika moment cast utamanya belum begitu banyak, karena ini baru chapter 3 dan sekarang saja jumlah karakter dichap ini hampir 5000 karakter. Dichap depan moment cast utama diusahakan ditambah (dan NC juga tidak akan ketinggalan tiap Chapter, cast yang NC bisa random juga), jadi ikuti terus saja ya….
Sekali lagi terima kasih untuk pembaca yang menghargai sulitnya membuat FF ini dan update kilat, dengan memberikan Reviewnya. Jejak dan Review pembaca semua adalah semangat serta dorongan yang berharga bagi kelangsungan sebuah FF
Review chapter 3 ini lagi ya…. Yang favorite dan follow FF ini, sepatah katanya ditunggu ya… he…he…he… salam winter tale…
Thanks to Review :
doctorbaek, Metacho137, .5011, kaihunhan, lailatul maghfiroh 16, beng beng max, 1004baekie, dekaeskajei, maple fujoshi2309, dims, t.a, MIKORIN, Kainaru Aikorin, zhea. Zhiioott, Desta Soo, Devrina, yunjae q, BlackXX, Jung Eunhee, raul. seungsoo12, Kaisooya, Baekhyunniewife, BabyBuby, oasana, SognatoreL, ShinJiWoo920202, cahayaanjanie, KaisooLovers, mrblackJ, t.a, asdfghjkkristao, 13613, Dokimkyungsoojongin, gin, dan all
By : Fan_dio
