Chapter 3 sudah di update! Maaf ya update siput, karena author lagi kehabisan stok cerita

Wush… balas review dulu yah…

Guest: siip udah lanjut

Karinokazune: critanya rame ya, untung ga ke pasar. Makasih buat reviewnya

Nitsuki Matsushima29: udah lanjut, makasih udah dibilang bagus dan makasih juga untuk reviewnya..

Jamilah: udh next, maaf nunggu lama ya ^^ maasih y untuk reviewnya..

andien hanazono: gomen, gak maksud nyinggung kok, ryu memang sering mengejek karya ryu sendiri dari dulu maka kebiasaan. And thanks for review!

Akira-Bellachan: Kak Bella chan emang mempunyai segudang saran. Arigatou for review skaligus sarannya

Kamichama Karin (chu) ©Koge Donbo

WARNING!: Fantasy,OOC,Typo nyebar,GaJeAm(Ga Jelas Amat),AU (entah apa artinya?),Romance,LeDaJe(Lebih Dari Jelek), penggunaan EYD tidak sesuai pada tongosnya eeh,tempatnya dan beberapa kata yang ilang pada saat nge publish, maklumi ya kalo sangat nggak nyambung -.-" dan Pastilah masih banyak kesalahan lainnya, YAKIN pasti ada..!

Summary: Anak ini dari masa depan!/Kazusa hilang,kemanakah ia?/ Himeka bersatu, bisakah dipisahkan lagi?/ wah, dia seorang idola../ tak ada yang bisa dilakukan.., kami menyerah… / kita tak bisa merubah masa lalu, tapi kita bisa merubah masa depan..

# summary yang sangat gaje

Missing For Kazusa

(Sequel dari Hari Kesialan Kazune)

Michi POV

'Wow, aku sudah bisa berkamika!, sekarang aku akan melindungi semua!' jerit riang di pikiranku, 'Tapi apa maksud dari semua ini?' tanyaku yang membuat pikiranku pusing kembali

"A ha! Suzune" panggilku ke Suzune yang kebetulan lewat

"Apa?" tanyanya heran

"Tentang cincin ini, apakah bisa dijelaskan apa maksud adanya cincin ini?" tanyaku penuh penekanan seraya jongkok menyamakan tinggi ku dengannya dan memperlihatkan cincinku kepadanya

"Itu adalah cincin Neptunus, Dewa Lautan, gunanya untuk Evolution Of Love" jelasnya singkat, aku hanya ber "Oh" tanda mengerti seraya berdiri kembali.

Iapun pergi lagi, karena aku penasaran, aku beberapa langkah, aku mengetahui ia menuju kamar Himeka.

.

.

.

'Kreok' aku membuka pintu. Mata kita menatap Himeka yang tengah berbaring di ranjang empuk, kitapun menghampiri ranjang nan mewah tersebut.

"Suzune, kenapa Himeka terlihat berbeda dibanding sebelumnya?" tanyaku penuh keraguan

"Karena mereka sudah bergabung, jadi, dari sifat maupun penampilan mereka menjadi satu" terang Suzune.

.

Diam melongo menatap Himeka

.

Hah?! Apa ini! Kurasa ada hal buruk yang sedang terjadi, mengetahui itu aku melirik cincinku yang ternyata bersinar.

"Suzune, cincin ini bersinar, apa yang mungkin akan terjadi?!" tanyaku panik sekaligus merasa bodoh, karena, hampir semua pertanyaanku kulampiaskan ke anak berusia 5 tahun ini. (Author: uuh, Michi kepo! #tak! Dilempar jam weker yang asalnya misterius (?))#abaikan itu)

.

Michi POV the end

.

Tak lama setelah itu, Karin dan Kazune datang. Mereka memasuki kamar tiba mata Himeka mengijap ngijap setengah sadar.

Setelah matanya benar benar terbuka, ia melihat sekeliling

"Himeka-chan kau sudah sadar!" kata Karin senang seraya memeluk Himeka, kesenangan juga dirasakan oleh Kazune, Michi dan yang lainnya

"Karin-chan,Kazune-chan,Michi. Dimana Kirio-chan dan Kirika-chan?" Tanya Himeka sedikit bingung

"Huh?!" Karin bingung dengan maksud Himeka.

Kazune hanya menggelengkan kepalanya seraya menarik Karin keluar dari kamar Himeka.

.

.

.

"Karin, kau baka!, masa kau tak tau Himeka besifat demikian?!" tanya Kazune penuh penekanan

"Gak" sahut Karin singkat

'Plakk!' Kazune menepuk dahinya dan menghela nafas sementara, "Himeka menjadi seperti ini karena mereka telah bersatu yaitu Himeka Kujyou dan Himeka Karasuma menjadikan sifat, ingatan, penampilan mereka menjadi tergabung" Jelas Kazune panjang lebar

"Benarkah?" tanya Karin bertampang bingung

"Bodoh.." kata Kazune yang lantas pergi meninggalakannya

.

.

.

Kazune POV

Aku mulai bingung apa yang harus kulakukan sekarang ini, aku tak tau, bingung mebanjiri pikiranku.

Sekarang aku berada di perpustakaan peninggalan ayahku. Mencari jalan keluar dari permasalahan rumit ini.

"Entah apa yang harus dilakukan?" tanyaku pasrah

"Ada apa Kazune kun?" Tanya seseorang yang tiba tiba datang kemari, oh dia Karin

"Tidak ada apa apa, cuma membaca buku" sahutku santai, tapi aku tak hanya sekedar membaca buku

"Buku apa?" tanyanya

"Hanya sekedar buku bacaan" ucapku seraya menaruh kembali buku yang ku baca

"Oh, ngomong ngomong dimana kau menaruh cincin Athena milikku" tanyanya sembari keliling disekitar tempatnya berada

"Bukannya kau yang membawanya?" tanyaku agak bingung, karena aku tak dapat memperhatikan cincin Athena miliknya akhir akhir ini.

" Kita cari saja!" ajakku seraya keluar dari perpustakaan tua ini 'dengannya'.

.

Kazune POV the end

.

"Kau menemukannya ?" tanya Karin mengharap

"Tidak" ucap Kazune yang membuat harapan Karin memudar

"Apa yang harus kita lakukan Kazune kun?"

"Tidur aja sana, aku sudah ngantuk" jawab Kazune datar

.

.

.

Pagi pagi benar mereka sekolah, seperti biasa Karin, Kazune, Michi dan Himeka berjalan bersama menuju sebuah sekolah Seiei Sakuragoaka.

Sampai di sekolah mereka di sapa oleh Miyon dan Yuuki

"Ohayo! Minna!" Sapa Miyon

"Ohayo!" disusul Yuuki

"Himeka chan, penampilanmu berbeda!" seru Miyon

"Sekali.. Sekali.." sahut Himeka dengan tampang polosnya

.

.

.

Karin POV

Bel istirahat berbunyi, banyak orang berhamburan keluar. Tapi Himeka tak diijinkan keluar sama Kazune karena ia takut Himeka menjadi incaran Karasuma

"Aku keluar ya!" ucapku seraya melambaikan tangan ke Himeka dan Kazune

Akupun berjalan keliling sekolah dan seperti biasanya aku berhenti di sebuah tempat dekat air mancur

"Karin chan" tiba tiba ada seseorang yang memanggilku, aku memutar arah badanku

"Kirika senpai!" seruku kegirangan, sementara ia hanya tersenyum ramah melihat prilakuku

"Aku menemukan ini di dekat rumahku usai pertarungan hebat pada waktu ini, apakah kau ingin merawatnya, sepertinya mereka tak nyaman denganku" ucap Kirika seraya memprlihatkan kotak yang berisi 3 kucing mirip Shii chan, tapi dengan warna putih, jingga, dan hitam. Akupun menerima kucing kucing itu.

" Woi, Hanazono san!" panggil seseorang bisa ditebak dia itu Michi.

Kucing kucing itu kabur kabur yang jingga menuju bahu Michi, yang putih dan hitam kabur berlawanan arah.

"Hanazono san! Aku akan mengejar kucing putih!" ucap Michi dan langsung mengejar kucing putih itu, aku juga segera mengejar kucing hitam itu.

Aku lelah berlari. Tiba tiba kucing itu menuju kerumunan orang yang sepertinya para penggemar idola yang berada di depan sana.

Hal hasil aku harus berdesak desakan. Setelah cukup lama tibalah aku di kerumunan orang orang paling depan. Kucing itu naik ke bahu sang idola tersebut.

Idola yang mempunyai mata mirip kucing itu menunjukku, aku hanya memasang raut muka bingung.

"Kau!?"

.

.

TBC..

.

.

Chapter 3 udah lama update, pendek+gaje+banyak kata kata yang hilang

Huf... (pasrah)

Baca bolehlah..

Read and Reviews siiip ;-)