Title : Do XX To Me
Author : Kyuminjoong
Genre : Romance
Main Cast : Cho Kyuhyun, Choi Siwon, Shim Changmin
Other Cast : Find out in the story :)
Warning : GS
Disclaimer : I don't own the idea of the story. All belong to Ema Tooyama.
.
Note : {...} adalah apa yang akan Kyuhyun tulis dalam novelnya.
.
Chapter 3 : Cinta Sejati, Kencan, & Kelemahan!
.
AUTHOR'S POV
"Kau punya mata yang indah." Siwon tersentak ketika menyadari apa yang baru saja dia katakan. Mendadak pipinya memanas dan dia tahu rona merah akan segera muncul disana. Dengan cepat Siwon meletakan kacamata itu di tangan Kyuhyun lalu pergi meninggalkan tempat itu sebelum Kyuhyun melihat wajahnya yang merona.
Kyuhyun kembali memakai kacamatanya, menatap punggung Siwon yang semakin menjauh.
"Apa barusan dia memujiku?" gumam Kyuhyun. Tanpa sadar seulas senyum tipis muncul di wajahnya.
[]
Kyuhyun berjalan dengan tenang menuju kelasnya, para murid wanita juga tak ada yang berani mengusiknya lagi begitu tahu apa yang terjadi pada Jihyun dan teman-temannya. Tiba-tiba saja telinganya mendengar obrolan para murid yeoja yang sibuk mengomentari novel buatannya.
"Hya, apa kau sudah membaca novel Lupin?"
"Saat Andrew memeluknya hatiku ikut berdebar-debar!"
"Tapi mereka berdua kan musuh, apa yang akan terjadi selanjutnya ya?"
'Hmm, mereka memang menyukai cerita cinta.' Kyuhyun tersenyum diam-diam mendengar komentar-komentar manis tentang novel buatannya.
"Tapi..."
Kyuhyun menghentikan langkahnya sejenak, kata 'tapi' membuatnya sedikit gugup. Kyuhyun diam dan menanti apa yang akan dikatakan oleh murid tadi.
"Aku masih belum merasa mereka saling mencintai."
DOENG
Seketika itu juga Kyuhyun membeku di tempatnya dengan mulut sedikit menganga. Setelah semua yang dia tulis, itu semua belum bisa disebut cinta?
"Situasi cintanya memang keren, tapi apa akan begini terus?"
Sepertinya hal bernama cinta itu memang terlalu rumit untuk dipelajari.
Kyuhyun tersenyum kecut. 'Bagiku yang tidak mengerti apa itu cinta, sepertinya memang mustahil untuk menulis tentang cinta sesungguhnya,'
"Kyunie, kau kemana saja? Kenapa lama sekali?" suara Changmin yang melengking menyadarkan Kyuhyun dari lamunannya. Changmin sedikit berlari dengan kaki panjangnya menghampiri Kyuhyun.
"Eh? Kau kenapa?" tanya Changmin ketika melihat wajah Kyuhyun yang sedikit murung.
Kyuhyun tersenyum kecil. "Aku baik-baik saja."
Tapi Changmin sudah mengenal Kyuhyun cukup lama untuk tahu dia sedang berbohong.
"Kyunie, kau tidak perlu memaksakan diri untuk menulis novel cinta."
"Eh?"
Kyuhyun menatap wajah Changmin dengan bingung, namja itu hanya menatap Kyuhyun dengan sedih. "Kau jadi aneh sejak menulis novel cinta. Tanpa cinta pun orang-orang masih menyukai novelmu, kan?"
"Iya juga, sih," Kyuhyun bergumam pelan.
'Aku tidak bisa menulis tentang cinta yang sesungguhnya. Ku rasa permainan ini...harus ku akhiri,' batin Kyuhyun.
Kali ini suara bel yang berdering menarik Kyuhyun dari lamunannya. "Sudah masuk. Sampai jumpa nanti, Changmin-ah!" Kyuhyun melempar senyumnya pada Changmin sebelum kembali berjalan menuju kelasnya.
Tepat saat Kyuhyun menginjakan kakinya di dalam kelasnya, orang pertama yang dilihatnya adalah Siwon. Seketika perasaan sedih menyusup ke dalam hatinya.
'Tapi kalau begitu...aku tidak bisa bicara lagi dengan Siwon.'
Kyuhyun kembali berjalan, menuju bangkunya di pojok kelas. Dari bangkunya, diam-diam Kyuhyun kembali memperhatikan sosok Choi Siwon. Satu per satu ingatan tentang semua yang terjadi antara mereka kembali berputar di otak Kyuhyun.
"Aigo! Kenapa tanganmu begitu dingin?"
"Aku tidak tahu apa yang kau inginkan, tapi apa artinya melakukan ini semua kalau kita saling membenci? Kau membenciku kan?"
"Apa? Kau bilang hanya cium kan?"
Kyuhyun mengangkat tangannya, meletakannya di atas dadanya yang terasa aneh. 'Hatiku jadi kacau... Kenapa bisa begini?'
[]
"Aigo, sudah sore begini?" Siwon menggerutu pelan ketika melihat keluar jendela, langit di luar mulai nampak jingga. Dia baru saja menyelesaikan rapat bersama beberapa orang anggota OSIS lainnya. Dan sejujurnya, dia tidak menyukainya. Dia tidak suka harus pulang sore hanya untuk membicarakan hal-hal yang sebenarnya tidak memberi keuntungan padanya.
"Eoh?" Siwon terdiam, dilihatnya Kyuhyun sedang berdiri sendirian di dekat loker sekolah.
"Sedang apa kau disini? Apa kau masih ingin melanjutkan permainan bodohmu itu?" ujar Siwon sambil berjalan menghampiri Kyuhyun. Kyuhyun yang merasa diajak bicara—karena tidak ada orang lain lagi disana—pun menoleh. Lagipula dia memang menunggu Siwon.
"Ne..." Kyuhyun mengangguk pelan, lalu menatap langsung ke mata Siwon yang kini berdiri di hadapannya.
"Karena aku ingin tahu...perasaan yang tidak ku ketahui ini."
Siwon terdiam. Sungguh, gadis di depannya benar-benar ahli membungkam mulutnya dengan berbagai ucapan dan ekspresinya yang 'menakjubkan'. Seperti saat ini, saat Kyuhyun menatapnya dengan pandangan mata yang lurus dan begitu berani, wajahnya yang polos dan ucapannya yang tidak menyiratkan keraguan sedikit pun.
"Misi keempat, ajari aku apa itu cinta yang sesungguhnya!"
DEG
Lagi-lagi Kyuhyun sukses membuat Siwon membelalakan matanya. 'Aish. Bocah ini...'
"Aku tidak mau mengajarimu apa itu cinta yang sesungguhnya! Kau harus serius jatuh cinta pada seseorang untuk mengetahui hal itu!" ujar Siwon.
"Kalau begitu..." Kyuhyun menotong ucapannya sendiri. Mata bulatnya yang bersembunyi di balik kacamata menatap Siwon intens.
"Apa boleh aku serius jatuh cinta padamu?"
Kali ini mata Siwon semakin melebar sampai seolah bisa melompat keluar kapan saja. "M-mwo?! K-Kenapa harus aku?"
"Aku akan berusaha untuk mengerti apa itu cinta. Karena itu..."
Kyuhyun mendekatkan tubuhnya pada Siwon hingga kini wajah mereka benar-benar dekat.
"Misi nomor lima, jadilah kekasihku!"
Ya, untuk kesekian kalinya Kyuhyun membuat Siwon hampir terkena serangan jantung. "MWO?! Jangan bercanda! Aku tidak mau!" Siwon tentu saja menolak dengan tegas.
Kyuhyun memasukan tangannya ke dalam tasnya dan mengeluarkan sesuatu. Kopian dari seluruh isi buku catatan Siwon. "Jangan lupa, aku punya buku catatanmu."
Siwon kalah telak. Sekali lagi Kyuhyun berhasil membuatnya kehabisan kata-kata. Kyuhyun tersenyum.
"Diam berarti setuju. Pertama-tama, pulanglah bersamaku besok. Mohon bantuanmu, Siwon-ssi." Dan dia pun pergi meninggalkan Siwon yang mengerang kesal sambil mengacak rambutnya.
[]
"Hari ini kau terlihat senang, Kyunie," ujar Changmin sambil menatap Kyuhyun yang tak henti-hentinya tersenyum sejak keluar dari rumahnya.
"Ya, begitulah," jawab Kyuhyun singkat.
"Siwon Oppa!" Kyuhyun menoleh cepat begitu mendengar nama Siwon disebutkan. Dilihatnya namja itu sedang berusaha menanggapi ocehan para gadis centil yang selalu berusaha mendekatinya.
Siwon memperlambat langkahnya saat dia berpapasan dengan Kyuhyun. Ditatapnya gadis yang baginya begitu menyebalkan itu dengan tatapan membunuh meski masih ditutupi dengan senyum malaikat—palsu—nya.
"Siwon-ssi, tolong ingat sepulang sekolah," ujar Kyuhyun dengan senyum yang lebih mirip seringaian itu.
"Aku mengerti, Kyuhyun-ssi." Siwon membalas dengan tetap memasang senyum dan wajah ramahnya. Siwon kembali melangkahkan kakinya, tidak menghiraukan para yeoja—juga Changmin—yang kini menatap bingung pada dirinya dan Kyuhyun.
[]
Biasanya, begitu bel pulang berbunyi semua murid akan segera berhamburan keluar kelas dan meninggalakan halaman sekolah secepat kilat, tapi tidak hari ini. Karena hari ini ada pemandangan langka yang membuat langkah mereka terhenti di tengah halaman sekolah.
Yang menjadi objek pengamatan mereka adalah seorang namja dan yeoja yang berjalan melintasi halaman sekolah dengan tangan yang saling mengait. Yang luar biasa bukan apa yang mereka lakukan, tapi siapa yang melakukannya.
"K-Kenapa Siwon Oppa bisa pulang bersama dengan anak itu?"
"Dan lagi, kenapa mereka pegangan tangan?"
"Apa mungkin mereka... Ani! Tidak mungkin mereka pacaran, kan?!"
Ya, kau benar. Dua orang yang menjadi pusat perhatian itu adalah Choi Siwon dan Cho Kyuhyun. Sang idola yang disukai banyak orang dan si gadis aneh yang ditakuti dan dijauhi.
"Hya, Choi Siwon, kemari sebentar," ujar Kyuhyun pada Siwon, memberi isyarat agar namja itu mendekatkan wajahnya padanya.
Ckrek
Siwon mengerjapkan matanya beberapa kali, Kyuhyun baru saja mengambil fotonya tanpa izin. "Karena kau terlambat, jadi ku ambil foto ini sebagai hukuman," ujar Kyuhyun dengan seringainya.
Semua orang semakin dibuat kaget dengan adegan tadi. "Apa yang sebenarnya terjadi?!"
Tanpa menghiraukan pandangan bingung penuh kecurigaan yang dilemparkan padanya, Kyuhyun mulai menjabarkan rencana 'kencan'nya pada Siwon.
"Setelah ini aku ingin kau memanggil namaku, kencan denganku, lalu saat kita beristirahat di bawah pohon yang rindang, aku mau kau menciumku."
"Ish. Itu sangat norak! Apa kau baru saja membaca novel roman picisan? Atau mungkin melihat drama murahan?"
"Aku hanya membaca beberapa novel handphone tentang kekasih, kok," jawab Kyuhyun polos.
"Jangan baca novel itu lagi! Sekarang kita mau kemana?"
"Taman Namsan! Menurut novel yang ku baca, taman adalah tempat yang banyak dipilih untuk berkencan."
Siwon memutar bola matanya. "Terserah."
[]
"Hya, apa ini kencan yang kau maksud?" Siwon menatap Kyuhyun jengah. Yang diperhatikan tidak peduli dan tetap fokus pada kegiatannya—mengamati para pasangan yang sedang berkencan di taman. Biar ku pertegas, mengamati pasangan yang sedang berkencan, mengamati. Kau tahu bagaimana seorang Kyuhyun mengamati sesuatu, kan?
"Ck. Hentikan! Ikut aku!" Siwon yang sudah tidak tahan dengan kelakukan Kyuhyun akhirnya menarik paksa tangan gadis itu dan membawanya pergi dari sana.
Kyuhyun menghempaskan tangannya hingga genggaman tangan Siwon terlepas. "Aish. Kau ini kenapa sih? Kau menganggu pengamatanku!"
"Dari tadi kau hanya sibuk memperhatikan orang yang sedang pacaran. Apa kau bahkan tidak menyadari kalau mereka terganggu?!"
Kyuhyun memalingkan wajahnya kesal, bibirnya terus bergerak menggumamkan sesuatu yang Siwon yakin adalah kata-kata kutukan yang ditujukan padanya. Siwon menghela napasnya.
"Ikut aku, biar aku tunjukan seperti apa kencan yang benar!"
Siwon kembali menarik tangan Kyuhyun, tapi kali ini tidak sekuat tadi. Kyuhyun hanya diam dan membiarkan Siwon membawanya entah kemana. Mereka terus berjalan dalam diam hingga tiba-tiba suara petir terdengar dari kejauhan.
Hanya suara yang samar, tapi sudah membuat Kyuhyun terlonjak dan refleks memeluk tangan Siwon.
"Mwoya? Kau ini sedang apa sih?" Siwon protes saat Kyuhyun memeluk tangannya dan menempelinya. Kyuhyun pun melepas pelukannya di tangan Siwon.
Siwon mendongakan kepalanya menatap langit yang sudah di hiasi awan hitam. "Sepertinya hujan akan turun. Kita pulang saja. Lihat kan, bahkan langit saja tidak merestui kita untuk berkencan!"
Tapi tiba-tiba petir kembali terdengar dan kali ini lebih keras. Kyuhyun secara reflek kembali memeluk tangan Siwon erat, bahkan matanya juga terpejam begitu erat. Siwon menatap Kyuhyun dengan bingung. Lalu tiba-tiba saja hal ini terlintas di otaknya.
"Kau...takut petir?" tanya Siwon, sedikit ragu dengan ucapannya sendiri. Kyuhyun kembali melepas pelukannya, mencoba terlihat tenang dan menggeleng pelan.
"A-ani! Aku tidak...aku sama sekali tidak takut dengan—"
CTARRR
"KYAAAAA!"
Satu petir lagi terdengar dan kali ini suaranya cukup nyaring untuk membuat Kyuhyun memeluk punggung Siwon. "Ck. Sudah jelas kau takut petir, masih mau mengelak juga?" cibir Siwon. Kyuhyun tidak menjawab, dibalik punggung Siwon dia bahkan hampir menangis ketakutan.
Siwon lagi-lagi menghela napasnya. "Aish. Merepotkan saja. Kajja, kita pulang sekarang sebelum hujan turun."
Siwon kembali menarik tangan Kyuhyun yang kini terasa sedikit bergetar, menggenggamnya erat seolah berniat menenangkan yeoja itu.
'Ternyata dia punya kelemahan juga.'
[]
"Tunggu disini, aku akan membeli tiket untuk kita," ujar Siwon lalu meninggalkan Kyuhyun sendiran di tengah kerumunan orang di stasiun kereta. Kyuhyun berdiri sendiri, meremas kedua tangannya, takut karena sesekali suara petir masih terdengar dari luar.
"Hya, dia kan si gadis salju. Sedang apa dia disini?" Seorang gadis yang sepertinya juga murid dari sekolah Kyuhyun mengarahkan jarinya pada Kyuhyun. Beberapa orang yeoja yang ada disampingnya melihat ke arah yang ditunjuknya dan menemukan Kyuhyun berdiri sendirian dengan kepala tertunduk.
"Hya, apa kau merasakannya? Dia terlihat aneh."
"Eum. Dia tidak semenyeramkan biasanya. Ani. Dia bahkan tidak tampak menyeramkan sama sekali."
"Ne. Dia malah terlihat seperti anak kucing yang ketakutan."
Yeoja-yeoja itu saling memandang satu per satu, kemudian kembali menatap Kyuhyun dengan seringai menyeramkan. Tanpa harus menunggu aba-aba, yeoja-yeoja itu berjalan bersamaan menghampiri Kyuhyun.
"Hya! Gadis aneh! Bisa kau jelaskan kenapa kau bisa pulang bersama Siwon Oppa?"
Kyuhyun tidak menjawab, dia bahkan tidak mengangkat wajahnya yang tertunduk.
"Lihat, dia tidak membalas kita," bisik seorang yeoja dengan wajah gembira.
"Dengar ya, gadis aneh sepertimu tidak pantas dekat-dekat dengan Siwon Oppa!"
"Itu benar! Jangan mendekati Siwon Oppa lagi! Kau mengerti?!"
"Kau punya mulut atau tidak?! Kenapa tidak menjawab huh?!" Salah satu yeoja itu mendorong tubuh Kyuhyun hingga ia hampir terjatuh. Untunglah seseorang datang dan menangkap tubuhnya yang terhuyung sebelum jatuh mencium lantai.
"Apa yang kalian lakukan? Menyerang seseorang yang lebih lemah dari kalian itu benar-benar bukan perbuatan terpuji." Seorang namja yang tiba-tiba muncul dan menyelamatkan Kyuhyun kini berteriak pada yeoja-yeoja itu.
"S-Siapa kau? Tidak usah ikut campur!" balas salah seorang yeoja.
Namja itu memastikan Kyuhyun sudah berdiri dengan benar, kemudian tanpa disangka dia membungkukan badannya lalu tersenyum manis. "Perkenalkan, namaku Lee Donghae, umurku 17 tahun, siswa tingkat dua di Hanyang High School. Yah, sebenarnya sebentar lagi aku akan pindah sih."
Senyumnya yang manis dan wajahnya yang terlihat sangat polos membuat gerombolan yeoja itu tersipu, meskipun mereka masih berusaha terlihat tidak terpengaruh oleh pesonanya.
[]
Siwon berjalan santai sambil memainkan dua lembar tiket kereta di tangannya.
"Sebenarnya untuk apa aku mengurusi gadis itu? Aku bisa saja meninggalkannya disini dan pulang sendiri," ujar Siwon pada dirinya sendiri.
Sesaat wajahnya terlihat masam, kemudian berubah cerah saat mengingat insiden petir dan Kyuhyun memeluknya tadi.
"Sekarang aku tahu kelemahannya, aku harus memanfaatkan ini supaya dia berhenti mengangguku. Tapi bagaimana caranya ya?" Siwon tersenyum licik lalu mulai membayangkan kemungkinan yang bisa dia lakukan setelah mengetahui kelemahan Kyuhyun.
Siwon menghentikan khayalannya saat melihat kerumunan kecil di tempat dia meninggalkan Kyuhyun.
"Perkenalkan, namaku Lee Donghae, umurku 17 tahun, siswa tingkat dua di Hanyang High School. Yah, sebenarnya sebentar lagi aku akan pindah sih."
"Aku tidak menanyakan namamu bodoh!"
Suara bentakan seorang yeoja membuat Siwon mempercepat langkahnya.
"Ada apa ini?" Siwon menatap satu per satu wajah orang yang berkumpul disana. Dan dia tahu bahwa semua yeoja disana adalah teman sekolahnya. Yeoja-yeoja itu terlihat panik saat tiba-tiba Siwon muncul, tentu saja mereka tidak ingin Siwon memergoki mereka bersikap buruk.
"S-Siwon Oppa? A-Aniya. Tidak ada apa-apa. K-Kami permisi dulu." Lalu dalam hitungan detik semua yeoja itu sudah berlari pergi entah kemana.
"Hei, nona cantik, kau tidak apa-apa?"
Siwon mengernyitkan dahinya saat mendengar kalimat tadi. Dilihatnya seorang namja sedang menatap Kyuhyun khawatir. Siwon menatap namja itu tajam.
'Apa dia bilang? Nona cantik?'
Siwon untuk kesekian kalinya kembali menarik tangan Kyuhyun. "Ayo pulang!"
Kyuhyun menolehkan kepalanya ke belakang, menatap namja yang telah menolongnya. Namja itu tersenyum dengan polosnya seraya melambaikan tangan pada Kyuhyun. "Annyeong!"
TBC
Sebenernya di komik Kyuhyun bukannya takut sama petir, tapi takut kacamatanya dilepas. Aku emang niat ganti tu phobia, tapi bingung juga mau dibikin takut apa. Akhirnya jadilah aku bikin si Kyuhyun takut petir. Ada sebutannya loh, astraphobia.
Eh, itu si Donghae tiba-tiba nongol XD. Lagi-lagi, ini penyimpangan (?) dari komik, karna karakter Donghae sama sekali ga ada di komik. Untuk ke depannya si Donghae nongol lagi apa engga, dan apa dia bakal ikut jadi main cast ato engga, saya juga ga tau #plak maksudnya masih saya pikir-pikir.
Tadinya hampir ga jadi publish hari ini karna pulsa modem udah keburu abis. Karena udah terlanjur janji ama seseorang buat publish hari ini, yaudin, aku bela-belain beli pulsa XD
Katakan sesuatu di kotak review yaa~ ;)
