Masih teringat jelas diotak Euigeon tentang kata-kata tadi pagi, kata-kata yang dilontarkan Kenta.

Rasanya seperti sesuatu yang aneh, tapi Euigeon tidak tahu-menahu tentang artinya,ia mengambil ponsel yang tertanam disaku kiri denimnya.

Memencet beberapa nomor dan menelpon seseorang.

"Hyunbin? Dimana kau? Aku ingin bertemu"

Beda pula urusannya dengan pasangan yang satu ini, Seongwoo dan Daniel berjalan dikoridor fakultas Seongwoo.

"Sudahlah Daniel, cukup sampai sini saja kau mengantarku" ucap Seongwoo dengan wajah memelas

"Tidak tidak! Aku harus memastikan kalau kau masuk kekelasmu dulu Hyung"

"Apa wajahku terlihat seperti aku akan bolos?"

"Wajahmu bisa memainkan berbagai karakter, aku sudah melihat milyaran bentuk wajahmu dari yang tampan sampai yang aib hyung, sudahlah ayo aku antar"

"Tapi-tapi-tapi-"

"Sudah ayo" tangan Seongwoo ditarik oleh sisurai merah jambu dan mereka jalan berdampingan, jangan lupakan tangan Daniel yang masih menggenggam hangat tangan Seongwoo.

"Daniel.. lepaskan tanganku.. lihatlah banyak yang melihat"

Seongwoo melihat banyak orang yang menyaksikan adegan pegangan tangan ini, tapi mereka semua menyaksikannya dengan tersenyum tanpa rasa jijik atau curiga.

Sedangkan Seongwoo berjalan sambil senyum terpaksa dan membungkuk pada setiap orang yang tersenyum.

Daniel? Jangan ditanya.

Dia orang yang paling percaya diri kalau masalah seperti ini, dengan PD nya dia jalan dan menebar senyum mempesonanya.

"Daniel, sudahlah lepaskan tanganku"

"Kenapa Hyung?"

"Kau tidak lihat banyak sekali yang melihat kita?"

"Biarkan! Biarkan saja mereka melihat betapa tampannya pacarku, dan betapa mempesonanya orang yang menggenggam tangan pacarnya"

"Hhfff, masa bodo"

[12.10 Kantin]

"Hyunbin-aaahh, kau marah padaku? Kenapa ditelpon jawabanmu singkat sekali?"

"Tidak, aku hanya sedang tidak enak badan"

"Kau sakit?"

"Tidak"

"Lalu? Ah iya.. aku mau tanya beberapa hal padamu"

"Apa?"

"Apa kau tau tentang hentai?"

"Ya!! Siapa yang tidak tahu tentang itu? Bahkan kurasa nenekku tahu"

"Lalu kalau yaoi?"

Hyunbin berpaling menatap kearah Euigeon.

"Kau.. tahu darimana itu?"

"Temanku, tadi pagi saat aku berangkat aku pergi kekampus bersamanya, lalu saat kami mengobrol dia mengucapkan sebuah kata yang aneh padaku, yaoi. Dan aku tidak tahu apa artinya, apa kau tahu? Jujur saja aku penasaran apa artinya"

"Aku tidak bisa menjelaskannya, kau tanya saja pada google, dia bisa menjelaskannya padamu dengan detail Hyung, sudah ya aku mau kekelas dulu"

"Apa yang mau kau lakukan dikelas?"

Hyunbin mengangkat kedua bahunya "mungkin tidur" ujarnya dari kejauhan dan berlalu pergi meninggalkan sisurai coklat.

"Hyunbin-ahh" panggil Euigeon, Hyunbin pun berbalik, walaupun jaraknya sudah agak jauh tapi Hyunbin masih mendengar jelas suara berat Euigeon.

"Aku minta maaf soal tadi pagi! jangan marah ya! Kita kan teman hehe" ujar Euigeon sambil tersenyum dan menunjukkan lambang peace pada kedua jarinya.

Hyunbin hanya tersenyum dan berbalik jalan kearah kelasnya.

"Nah sekarang kita cari, apa.. itu.. ya.. o.. i.."

Euigeon membuka laptopnya dan mulai mejelajahi dunia webnya, dia mengetik kata kunci YAOI.

"Hahhh!!!! Kenapa wifi disini selalu jelek? Lihatlah sekarang internetnya berhenti berjalan, ah aku haus"

Euigeon pergi menuju mesin minuman dan memilih sekaleng soda untuk menghilangkan rasa hausnya, lalu ia minum soda itu tepat didepan mesin minuman itu.

"Hey! Lihatlah ada yang buka yaoi!!" Ujar seseorang kepada temannya

Euigeon yang mendengarnya langsung menyemburkan soda yang sedang ia minum.

Ia berlari menuju laptopnya yang masih ada diatas meja kantin.

"Ah?? Euigeon? Ini punyamu"

Euigeon segera menutup laptopnya "I-iya, ah aku pergi dulu" dan dia segera pergi dari situ, tapi Euigeon meninggalkan kaleng sodanya dimeja.

"Huh? Dia kenapa? Eh ini minumnya keting...galan, dasar Euigeon ceroboh"

Pria itu mengambil kaleng soda milik Euigeon dan mengejar Euigeon.

Siapakah pria tersebut? Sebut saja dia Eunki. Hong Eunki, Euigeon bilang wajah Eunki mirip member Seventeen, Hong Jisoo a.k.a Joshua.

Pesona marga Hong memang bukan main, selain pesonanya, Eunki juga dikenal sebagai anak dance cover, dan terkadang grupnya sering menggelar sebuah pementasan kecil dipinggir jalan.

[Perpustakaan]

"Euigeon!!"

"Ya! Kenapa kau mengejarku?"

"Ini, kaleng sodamu tertinggal"

"Haha aku lupa, tadi aku terburu-buru, aku kaget saat kau mengatakan hal itu tadi"

"Apa? Yaoi? Jadi kau????"

"Apa!!?? Sini kaleng sodaku!"

Euigeon keluar dari perpustakaan dan menenggak semua isi dari kaleng soda dan masuk lagi kedalam.

"Eunki?? Kenapa kau masih disini?" Tanya Euigeon kaget

"Tak apa, hari ini sudah tidak ada dosen, tadinya aku mau pulang tapi aku malas sepertinya aku akan disini"

"Hmm terserah kau saja, hey password wifi perpustakaan apa?"

"Bukubukuku"

"Ternyata mudah, aku tidak pernah kesini jadi aku tidak tahu passwordnya"

"Lalu kenapa kau kesini?"

"Aku ingin mengungkap sebuah rahasia"

"Apa?" Tanya Eunki yang mendekatkan dirinya ke Euigeon

"Ya!! Jaga jarakmu, aku takut nanti kau tiba-tiba menciumku!!"

"Ssshhh, berisik" sungging Eunki yang menaruh jari telunjuknya dimulut Euigeon.

".. jadi kau mau memberitahukan rahasia itu padaku?"

Daniel mengangguk dan membuka laptopnya "ini rahasianya"

Eunki mengedipkan matanya beberapa kali mencoba menela'ah apa yang Euigeon maksud.

"Ini? Yaoi? Maksudnya?"

"Aku ingin tahu apa itu yaoi" ujar Euigeon datar

"Hahaha jadi hanya itu? Kalau itu sih aku tahu"

"Serius? Lalu yaoi itu apa?"

Eunki membuka ponselnya dan menunjukkan sebuah video, tampilannya seperti anime biasa, tapi Euigeon melihat 2 orang pria sedang berciuman

"Aigoo, mereka! Mereka! Ciuman?"

Eunki mengangguk dan menaruh ponselnya lagi.

"Sekarang kau mengerti?" Tanya Eunki

Euigeon menatap takut kearah Eunki, yang ditatap hanya bingung karena sekarang Eunki merasa dirinya seakan-akan adalah seorang tersangka dari sebuah kejahatan.

"Apa yang kau lihat?"

"K-kau? Homo?"

"Ssttt jangan berisik"

"Jadi benar?"

Eunki mengangguk.

Rasanya kepala Euigeon mau pecah karena mengetahui temannya sudah berada dijalan yang belok.

Eunki mengeluarkan lagi ponselnya, dia membuka galeri dan menggeser-geser ratusan foto disana. Dan dia menunjukkan foto seorang pria.

(fotonya yang jadi header chapter ini)

"Ini pacarku"

"Hah? Dua-duanya? Ehh Tunggu!! Ini!! Ini KENTA?"

"Kau mengenalnya? lihatlah taringnya bukankah menggemaskan?"

"Eyyy dia teman kecilku, jadi selama ini.. Kenta? Hhffttt"

Euigeon menatap pria yang ada disebelah kiri, pria berbaju hitam.

"Yang baju hitam siapa?"

"Ah dia temanku, Ong Seongwoo, tampan bukan? Tapi kudengar dia sudah punya pacar, adik kelas dan satu kampus juga dengannya, tapi entahlah aku tidak tahu seperti apa rupa pacarnya"

Euigeon hanya mengangguk dan mulai mengingat nama pria berbaju hitam itu.

Ong? Apa itu? Nama marga? Nama yang aneh untuk seukuran nama marga. Bong? Hong? Ong? Apa aku salah dengar? Tapi.. Ong? Seongwoo?

Dia menarik.

-euigeon

TBC

Mungkin kalian masih bingung ada apa dengan Euigeon dan Daniel?

Akanku ungkap selengkapnya dichapter selanjutnya. x