Itachi : 26 tahun

Hinata : 23 tahun

Sasuke : 23 tahun

Sakura : 22 tahun

Obito : 26 tahun

Pair : ItaHinaSasu

Terima kasih kepada : Zuzu-chan, Asami Kaiya, Cahya Uchiha, HNisa Sahina, Kumi Kumiko, Nadeshiko Padmini, Reza Juliana322, candybar-honey, , nyonya uchiha, onyx dark blue, Fleur Choi, liyaneji, ricchan's matahari, ana, Hime235, sasuhina69.

.

.

.

.

CHAPTER 3

Suasana kamar Itachi masih sama seperti kemarin saat Hinata mengunjunginya. Ia dan keluarga besar Uchiha lainnya sudah berkumpul di Mansion Uchiha menyambut kedatangan Itachi.

Seminggu sudah berlalu sejak Itachi sadar, dan seminggu itu pula Hinata menjelma menjadi perawat dadakan karna Itachi yang menolak untuk dirawat oleh orang asing, begitu katanya. Hinata tentu saja tidak keberatan, ia sudah terbiasa merawat seseorang. Dan saat itu Hinata rasanya ingin sekali menampar dirinya karna teringat dengan Sasuke, lagi. Walaupun sifat Itachi kepadanya berubah, tidak adalagi senyuman hangat, maupun sifat yang membuat Hinata tenang saat berada di sampingnya, Itachi terkesan dingin dan tak segan-segan menyakiti Hinata jika ia melakukan kesalahan kecil. Seperti beberapa waktu lalu saat Hinata tak sengaja mendorong gelas di meja samping tempat tidur Itachi, karna Itachi yang mendadak ada di belakangnya kemudian menghimpit tubuhnya kearah meja dan menciumnya dengan kasar. Suara pecahan gelas menghentikan tindakan Itachi saat itu, kemudian Itachi memarahinya dan mendorong tubuhnya membuat Hinata terduduk di hadapan Itachi dengan tangan yang menyentuh pecahan gelas kaca. Tangannya berdarah, tapi Itachi hanya menatapnya dengan pandangan yang sulit dimengerti, kemudian meninggalkan dirinya sendirian diruangan inap itu. Rasanya saat itu Hinata ingin menangis dan memanggil Sasuke, berlindung di pelukannya yang hangat. Tapi Hinata sadar, ia memilih Itachi. Semua yang terjadi pada Itachi adalah kesalahannya dan Hinata sudah berjanji akan memberikan apapun keinginan Uchiha sulung.

Suasana Mansion Uchiha masih terlihat ramai dengan beberapa Maid yang sibuk menata ruang tamu dan beberapa ruangan lainnya, keluarga besar Uchiha akan berkumpul menyambut Itachi, termasuk Kakek Madara dan sepupu Itachi, juga beberapa keluarga yang sangat dekat keluarga Uchiha seperti keluarga Haruno dan Namikaze. Itulah mengapa Mikoto dan Ibu Hinata terlihat uring-uringan menyiapkan segala macam kebutuhan, sebenarnya Hinata ingin membantu tapi karna tangannya terluka yang bersikeras Hinata katakan karna terjatuh saat Duo nyonya itu mengintrogasinya. Jadinya Hinata hanya membersihkan kamar Itachi. Mikoto sudah memberikannya ijin, karna Itachi membenci orang asing yang masuk kekamarnya sembarangan, karna itulah Mikoto meminta Hinata untuk menata kamar Itachi, setidaknya Itachi tidak akan marah jika Hinata yang masuk kemarnya. Itachi sendiri akan datang nanti siang, ia masih harus menjalani beberapa pemeriksaan, kata Fugaku.

"Astaga, aku kira tidak ada orang disini"

Hinata yang sedang menata baju Itachi tersentak kaget mendengar suara seorang gadis, ia kemudian menoleh kearah pintu. Disana berdiri seorang gadis berambut Pingky dengan pakaian yang kasual, sesaat Hinata merasa Minder. Gadis itu sangat cantik dengan rambut panjangnya yang indah, gadis itu mengingatkan Hinata dengan bunga sakura.

"apa yang kau lakukan disini?"

Gadis itu kembali bersuara menatap Hinata dengan pandangan bingung. Suaranya bahkan sangat lembut, Hinata jadi tambah kurang percaya diri.

"a-aku, merapikan ka-kamar Itachi-san…"

Gadis itu terdiam kemudian menepuk dahinya, tertawa kecil.

"astaga, aku kira ini kamarnya Sasuke-kun ternyata kamarnya Itachi-nii…"

Hinata kembali tersentak saat nama Sasuke mengusiknya. Siapa gadis ini? Sasuke tak pernah cerita tentang gadis di hadapannya ini, Hinata juga tidak pernah mendengar tentang gadis Pingky ini dari Bibi Mikoto. Sosok ini mulai mengusik Hinata, hubungannya dengan Sasuke apa?

"tunggu, berarti kau Hinata Hyuga? Calon menantu rumah ini?"

Hinata merasakan jantungnya hampir copot, ia meremas bajunya tampa sadar, tegang. Apakah Sasuke sudah memberitahukan kepada semua orang, jujur Hinata belum siap mental, apa yang akan Itachi katakan padanya nanti?!.

"kenapa kau tegang begitu? Bukannya semua orang sudah tau?"

Pernyataan gadis ini membuat Hinata ingin pingsan, semua orang sudah tau?!

"hei, kakak ipar?"

Hinata bahkan tidak sadar saat gadis itu sudah ada di hadapannya.

"Perkenalkan namaku Sakura Haruno…"

"Hi-hi-hinata Hyu-hyuuga…"

"Hinata-nee lucu ya… pantas Itachi-nii jatuh cinta…"

Apakah ini akhirnya, eh tunggu, gadis ini tadi bilang apa?

Hinata menatap gadis yang bernama Sakura itu dengan bingung, kenapa Itachi bukan Sasuke? Bukan maksudnya sombong atau apa tapi Hinata menjalin hubungannya dengan sasuke bukan Itachi!. Katakanlah Hinata tidak tau diri, salahkan saja perasaan cemburunya saat Sakura menyebut nama Sasuke tadi, jujur Hinata tidak bisa mengontrol rasa itu. Saat Sakura mengatakan bahwa ia menantu rumah ini, Hinata tak bisa memungkiri selain rasa takut ada rasa…. bahagia yang menjalar di hatinya. Rasanya Hinata ingin mengutuk dirinya sendiri, bisa-bisanya ia merasa bahagia saat memikirkan Sasuke. Ingat Hinata saat ini kau harus fokus pada Itachi.

"Hinata-nee?"

"ah iya, Sakura-san…"

"Hinata-nee mendengar kalimatku tidak tadi? "

Kalimat yang mana? Hinata tak mendengarnya, ia sibuk dengan lamunannya tadi. Melihat Hinata yang terdiam, Sakura melanjutkan.

"Hinata-nee, aku tanya di mana kamar Sasuke-kun?"

"…Untuk apa ke kamar Sasuke-kun?"

Hinata merutuki nada suaranya yang terdengar seperti wanita cemburu, semoga saja Sakura tidak menyadarinya. Sakura tersenyum manis, membuatnya terlihat makin cantik. Hinata merasa kami-sama tidak adil, kenapa bisa ada gadis secantik itu.

"aku ingin mengecek sesuatu, apakah Sasuke-kun masih menyimpan kenangan yang aku beri?"

Kenangan apa?! Hinata rasanya ingin berteriak mengatakan itu kepada Sakura. Tapi mengingat posisi dan situasi dirinya Hinata hanya diam. Ia tak sampai segila itu, lagipula ia tak memiliki keberanian apapun. Ia merasa Sakura mengintimidasinya dari tadi. Hinata menghela nafasnya perlahan.

"….lurus saja, nanti sakura-san lihat pintu yang ada tulisan ketuk dulu, baru masuk!, hanya pintu itu yang memiliki ornament pintu di sini…"

Hinata tersenyum kecil, ia ingat ornament tulisan di pintu itu pemberian dirinya dulu waktu SMA. Sasuke selalu saja menciumnya dikamar pribadi milik pria itu, tapi tak pernah mengunci pintunya, membuat Hinata sangat malu jika ada yang memergoki mereka, tetapi saat itu Hinata bersyukur Itachi kuliah di luar Negeri begitupula dengan orang tuanya yang selalu sibuk, tapi tetap saja Hinata malu jika ada pelayan Sasuke yang masuk, termasuk Kakashi kepala pelayan yang kadang-kadang memergoki mereka, membuat Hinata memutuskan menaruh ornament itu di pintu Sasuke. Dan semesumnya Sasuke ia tak pernah memaksa Hinata melakukan sesuatu yang Hinata benci.

"Kenapa Hinata-nee melamun terus?... aku ingin ke kamar Sasuke-kun saja…"

Suara gadis itu menyadarkan Hinata kembali. Hinata menatap punggung gadis itu sampai menghilang di balik pintu kamar. Hinata tersenyum sedih.

Berdosakah ia jika merindukan Sasuke sekarang?

.

.

.

Hinata membuka matanya perlahan. Di hadapannya kini ada wajah Itachi dengan tubuhnya yang sekarang di peluk erat oleh itachi yang masih memejamkan matanya. Mereka berdua tertidur dengan posisi saling memeluk, lebih tepatnya Itachi yang merengkuh Hinata dalam pelukannya, tangan Itachi bahkan menjadi bantal tidur Hinata.

Hinata mengerjapkan matanya, mencoba mengingat-ingat kenapa ia bisa berada dalam situasi ini. Seingatnya tadi ia berbicara dengan Sakura, kemudian merasa cemburu saat Sakura menyebut nama Sasuke, setelah Sakura pergi Hinata kembali merapikan kamar Itachi, setelah selesai, Hinata duduk di kasur Itachi mencoba beristirahat sebentar dan mengingat-ingat kenangannya bersama Sasuke, tampa sadar dirinya kemudian menangis memanggil-manggil nama Sasuke, setelah lelah menangis ia hanya mencoba merebahkan tubuhnya di kasur Itachi, kemudian Hinata tertidur.

Sialan! Hinata ketiduran. ia kemudian mencoba melepaskan pelukan Itachi darinya, bukannya makin longgar yang ada Itachi makin merapatkan tubuhnya.

"Diamlah…"

Suara Itachi membuat Hinata tidak berkutik, ia pasrah saat merasakan Itachi makin mendekatkan dirinya. Hinata mencoba memejamkan matanya tidak ingin mengusik Itachi, walaupun tangan yang memeluk pinggangnya membuatnya merasa tidak nyaman. Hinata merasakan pelukan Itachi yang sedikit melonggar membuatnya lega, tapi sayangnya kelegaannya tak bertahan lama saat ia merasakan bibir Itachi mulai bermain di lehernya.

Takut, Hinata merasa sangat ketakutan saat ini dan tampa sadar membuatnya meremas kemeja Itachi.

Itachi memperhatikan Hinata dalam diam. Gadis itu masih memejamkan matanya erat dengan tubuh yang gemetaran, Itachi menyeringai. Ia merasa senang saat Hinata ketakutan seperti ini disampingnya. Sialan sekali gadis ini, ia menggumamkan nama Sasuke dari tadi dalam tidurnya.

Itachi masih bisa bersabar saat gadis ini tidak tampak saat semua keluarga besarnya menyambutnya tadi siang, ia kira Hinata terlambat. Tetapi kesabarannya kandas karna tak kunjung melihat Hinata, Ia hampir saja marah kepada keluarganya sampai suara Sakura memecahkan ketegangan dengan mengatakan bahwa Hinata berada di kamar Itachi dari tadi. Keluarga besar Uchiha bahkan menggeleng melihat tingkah Itachi yang terlihat kekanak-kanakan, padahal sikapnya yang terlihat paling dewasa diantara semua Uchiha yang seumuran dengannya. Obito, sepupu sialannya itu bahkan mengejeknya dengan sebutan pujangga Uchiha. Setelah memastikan Hinata memang ada di kamarnya, ia hanya mengecup kening Hinata sekilas, kemudian menyelimuti gadis itu, sampai ia mendengar suara gadis itu menggumankan nama Sasuke. Itachi diam, menatap Hinata dengan dingin, kemudian meninggalkan gadis itu dalam tidurnya. Itachi baru kembali kekamarnya setelah makan malam bersama keluarga besarnya tadi, tapi Hinata tak kunjung bangun, bahkan saat Itachi sudah merubah posisi tidur mereka Hinata masih terlelap, sesekali menggumankan nama Sasuke yang sukses membuat Itachi meradang.

"I-Itachi-san…"

Hinata ketakutan, aura Itachi terlihat menyeramkan saat ini. Apalagi dengan tangan Itachi yang mulai meraba tubuhnya. Hinata saat ini ingin menangis apalagi dengan bahunya yang mulai terekspose di hadapan Uchiha sulung, entah sejak kapan beberapa kancing kemeja bagian atasnya sudah terbuka, membuat bahunya kini leluasa di ciumi oleh pria ini. Hinata makin memejamkan matanya erat saat ia tidak lagi merasakan kecupan. Kali ini jilatan, hisapan, bahkan gigitan ia rasakan di bahu dan lehernya, bahkan Itachi kini sudah berada di atasnya memegang kedua tangannya dengan satu tangan milik pria itu.

"Buka matamu…"

Hinata makin memejamkan matanya erat.

"Hinata, buka matamu!"

"OY ITACHI, KAU ADA DI DALAM!?"

Suara ketukan pintu atau lebih tepatnya suara gedoran pintu disertai teriakan seseorang membuat Hinata membuka matanya cepat, yang kemudian ia sesali saat matanya melihat itachi yang sedang menatapnya. Itachi menjilat lidahnya. Menggoda dalam diam. Seolah terhipnotis, Hinata hanya terpaku menatap mata hitam milik Uchiha sulung, mata Itachi terlihat lebih hitam dari milik Sasuke. Terlihat lebih… menggoda. Terkutuklah Uchiha dengan pesona mereka. Itachi kembali mencium Hinata di bibir, dan Hinata membalasnya. Mereka berciuman lama, dalam, dan panas. Tampa sadar Hinata mendesah, terbuai dengan perlakuan Itachi. Ia bahkan melingkarkan tangannya pada leher itachi sesudah tangannya di lepaskan pria itu.

"ITACHI, AKU BERSUNGGUH-SUNGGUH!, JIKA KAU TIDAK MENGHENTIKAN KEGIATANMU SEKARANG, AKU AKAN PANGGIL PAMAN HIASHI!"

Itachi menghentikan kegiatannya, ia tau perkataan Obito tadi tidak main-main. Ia kemudian menatap Hinata sekilas, penampilan Hinata jauh dari kata baik, kancing kemejanya sudah terbuka setengah menampilkan belahan dada bagian atas gadis itu, rok selutut gadis itu bahkan sudah tersingkap sampai paha, akibat gesekan Itachi tadi. Hinata bahkan menatapnya dengan pandangan lapar sekarang. Rasanya Itachi ingin tertawa terbahak-bahak sekarang, lihat siapa yang lebih menikmatinya?.

"Kita lanjutkan lain kali…"

Itachi mengecup bibir Hinata sekilas kemudian beranjak dari atas tubuh gadis itu, ia tak peduli dengan penampilannya yang juga berantakan tak jauh beda dengan Hinata, kemejanya terbuka walau hanya tiga kancing teratasnya. Sebelum membuka pintu ia menyelimutkan Hinata, tidak mungkin ia membiarkan Obito melihat miliknya. Ya, Hinata miliknya.

Itachi membuka pintu kamarnya dengan raut kesal. Itachi dapat menangkap raut wajah Obito yang menatapnya dengan pandangan Shock.

"Serius kau melakukannya dengan nona Hyuga itu?! Kau sudah berhenti perjaka tuan besar?"

"Menurutmu?"

Obito melongo. Apakah benar di hadapannya ini Uchiha Itachi yang anti dengan perempuan itu? Obito bahkan yakin dengan Itachi yang masih perjaka 100%. Belum di buka segelnya. Itachi yang Obito kenal itu Itachi yang kolot, bahkan dekat dengan perempuan saja ogah, ada saja alasan yang itachi buat, entah karna farfum perempuan itu bikin muntah-lah, makeup terlalu menor-lah, centil-lah, segala hal menurutnya negative jika berkaitan dengan perempuan. Obito jadi penasaran gadis seperti apa yang bisa membuat sang tuan besar Uchiha Itachi bertekuk lutut?. Ia ingin sekali melihat rupa sang nona Hyuuga itu. Obito mulai mencuri-curi pandang kearah belakang Itachi, ia hanya dapat melihat siluet gadis itu sekilas, setelahnya tubuh Itachi yang kini menutupi objek yang dari tadi ingin Obito lihat.

"Ada apa?"

Suara Itachi yang dingin menyalakan tanda alarm berbahaya untuk Obito.

"Itachi, paman Fugaku ingin kau bertemu dengannya, paman ada di ruang kerjanya bersama kakek Madara dan Paman Hiashi… sedangkan nona Hyuuga di panggil oleh bibi Sayuri, diruang tengah… itu saja sepupu tapi—"

"Apa lagi?"

Itachi rasanya mulai jengkel pada sepupunya ini.

"—kau benar-benar sudah tidak lagi perjaka?…"

Untungnya refleks Obito itu bagus, jika tidak wajahnya sudah pasti bertabrakan dengan pintu yang tertutup dengan keras karna ulah Itachi.

TO BE CONTINUE…..

oiya, banyak yang komen kenapa Itachi bisa jadi jahat... disini aku mau tanya :"Yakin Itachi benci/jahat ke Hinata?"

Ibaratnya aja kayak gini, adakah orang yang benci tapi selalu menyentuh orang itu dan selalu berhubungan dengannya? sebenci-bencinya kita, pasti kita nggak mau berdekatan sama dia, paling nggak kita acuh.

Tapi Itachi nggak, dia malah nempel sama Hinata. Mari kita pikirkan bersama-sama perasaannya. hehehe

untuk Guest aku kecewa kamu out dari ceritaku tapi seneng juga denger komentar kamu, berarti kamu menghayati, buktinya kamu kecewa. itu aja sih.

Terakhir, konfliknya masih belum terlihat, pelan-palan aja dulu... sabar itu di sayang Tuhan... hehehehe