Kilasan itu terulang kembali,bayang-bayang changmin,yunho hyung serta kyuhyun yang kembali masuk kedalam hidupku,kepulangan kyuhyun yang membuat hidupku serasa berubah.

Disini..di balkon ini,aku hanya bisa duduk dan memandangi kyuhyun,ini terlihat sedikit lucu,mengingat aku dan kyuhyun yang kini seolah-olah pertama kali bertemu,walaupun kyuhyun telah mengenalku sebagai tunangannya,namun bisa kurasakan kekakuan antara aku dan kyuhyun,terlebih lagi saat pertama kali ia menginjakkan kakinya di rumah lagi,ia bahkan menatapku dengan tatapan aneh dan bertanya bingung. Aku hanya berdiri dan tersenyum kala itu..

"hei.." suara kyuhyun membangunkanku dari lamunan panjang,aku menutup komik narutoku dan meletakkannya asal dimeja,aku meliriknya yang berdiri di ujung balkonnya menatap ke arahku,aku berdiri berjalan ke arah sudut balkonku,meminimalisir jarak yang ada diantara kami.

"wae.?" Tanyaku,ia menunduk tersenyum

"kau mau menemaniku berjalan ke taman.?" Kyuhyun tersipu,aku tersenyum mengangguk

Ini sudah kesekian kalinya seorang kyuhyun bersikap semanja itu,semanis itu dan selembut itu,semenjak kepulangannya kyuhyun sama sekali tidak pernah terlihat bermain basket atau memakai pakaian sportynya,yang ia sisakan dari masa lalunya hanyalah bermain gitar dipagi hari atau saat matanya tidak bisa terpejam. Sejujurnya aku merindukan kyuhyun yang dulu,kyuhyun yang selalu mengusikku saat aku tengah serius mengerjakan tugas atau bermain game..kyuhyun yang selalu mengejekku atau tertawa terbahak saat aku kalah bermain basket dengannya..kyuhyun yang selalu memukul kepalaku saat aku lupa not-not bermain gitar yang ia ajarkan padaku..

Aku merindukan semua itu..namun kini kyuhyun berubah,seakan sebuah chip baru ditanam dikepalanya,ia menjadi seorang anak yang sangat tenang dan lembut,seorang anak yang lebih banyak menghabiskan waktunya dengan membaca dan menggambar desain.

"Kyu..kau tidak kedinginan.?" Aku melirik kyuhyun yang berjalan disampingku,ia menengadah,matanya menatap intens langit yang mendung

"sebentar lagi hujan ne.?" Kyuhyun melirikku,aku tersenyum kaku.

Ia berbeda..sangat berbeda,jika dulu ia akan mengamuk saat kami ada diluar dengan langit mendung seperti ini,sekarang ia tampak lebih tenang,jika dulu ia akan berbalik pulang saat mendung,kini ia malah berjalan semakin menjauh dari rumah,jika dulu ia akan memberontak menyuruhku melepas jaketku dan memberikannya padanya,kini ia malah membiarkan dirinya kedinginan daripada melihat gigiku bergemeretak kedinginan.

Namun aku merindukan hal itu,amukannya,berontaknya..aku merindukan kyuhyun yang dulu sangat cerewet dan tidak bisa diam dibandingkan kyuhyun yang kini lebih banyak terdiam dan menurut..

"apa kau tidak mau pulang.? Sebentar lagi akan turun hujan.?" Ucapku memperhatikan reaksinya,ia menggeleng lalu tersenyum

"aku suka hujan.." pelannya melangkah memasuki taman dan duduk dibangku pojok sudut pohon akasia,ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tas nya,sebuah buku tebal yang membuatku merinding..dulu kyuhyun tidak pernah suka dengan 'bacaan' apapun kecuali komik,sama sepertiku.

"novel.?"bisikku duduk disampingnya,ia mengangguk

"sejak kapan kau menyukai novel.?" Tanyaku lagi,ia tampak berfikir lalu mengangkat bahunya,ia kembali hanyut dalam buku super tebalnya,aku memutar mata malas

"jadi kau mengajakku ke tempat ini hanya untuk menemanimu 'pacaran' dengan buku super duper tebalmu itu.?" Aku mengguncang bahunya pelan ia tertawa

"lihat..buku ini seperti aku.." kyuhyun menutup bukunya,memperlihatkan setiap sisinya padaku,aku mengernyitkan dahi bingung

"buku ini terlihat membosankan bukan.? Tapi kau tidak akan tahu apapun jika kau tidak membaca isinya..dan saat kau sudah memahami lembar pertamanya,kau tidak akan bosan untuk membaca lembar selanjutnya,malah kau semakin penasaran dengan kelanjutannya.." Kyuhyun menyunggingkan senyumnya,lalu menatap cincin yang melingkar dijarinya,matanya terpaku pada cincin yang sama..

"aku bingung wonnie.." ucapnya memainkan cincinnya

"bingung kenapa.? " Aku meraih kepala kyuhyun dan meletakkannya dibahuku..

"aku merasa aku bukanlah aku.." ucapan kyuhyun sontak membuatku terkejut..

"kyu kenapa kau bicara seperti itu?" Aku membelai kepalanya lembut

"aku merasa semua ini hanya kebohongan wonnie..aku merasa hampa..aku merasa orang-orang menyembunyikan sesuatu dariku,termasuk kau.." kyuhyun berdiri dari sandaran di bahuku,ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tas kecinya,sebuah buku kecil berwarna hitam yang telah lusuh,ia memberikannya padaku..aku membuka lembar demi lembarnya,semua tulisannya telah kabur,nyaris tidak bisa terbaca lagi,hanya ada beberapa lembar foto yang masih terlihat jelas,aku meraih 2 lembar foto dan membaca tulisan dibelakangnya

"I saw u.?"aku mengernyitkan dahi

"apa artinya.? Ini hanya sebuah foto jalan masuk kedalam fakultas kita dulu dan sepertinya ini diambil dari.." aku terhenti,mataku membelalak menatap kyuhyun

"Tangga samping fakultas.." pelanku,jika kita duduk tepat di anak tangga tengah,kita akan menatap jelas jalan masuk fakultas

"hei bukankah ini kau hyung.?" Kyuhyun mengguncang bahuku,aku kembali menatap foto itu,samar terlihat sosok yang baru keluar dari mobilnya disudut gambar,sambil merangkul tas ranselnya,sosok itu nyaris tak terlihat jelas,namun bidikan kamera jelas menyiratkan kalau kata-kata dibalik lembar foto ini diperuntukkan untuk sosok itu..ya,sosokku..

"hehehehe..ternyata aku benar-benar menyukaimu sejak lama hyung.." Kyuhyun terkekeh menyimpan foto itu dan mengacak foto lain yang kebanyakan gambarku dan kyuhyun,ia tampak sedang mencari sesuatu dan tangannya berhenti membuka lembar demi lembar buku kusam itu,saat sebuah foto yang membuatku terkesiap

"foto ini sedikit membuatku bingung hyung.." kyuhyun menyerahkan selembar foto yang menurutku sangat aneh,sebuah foto siluet,gelap..hanya ada pantulan cahaya temaram,dan ini..ini seperti sebuah bingkai jendela..

"jendela.?" Aku memicingkan mataku,kyuhyun tampak bingung,aku membalik foto itu,ada sebuah kalimat yang nyaris terhapus,aku meraba tulisan itu..ada jejak airmata disana,aku mencoba membaca tulisan yang masih sanggup terbaca

"when the hurt comes slowly.. I'll find my broken inside.. I hate this..emm ini apa yaa.? " aku memicingkan mata mencoba membaca kata terakhir yang tersamarkan jejak airmata,kyuhyun ikut memicingkan matanya

"osteosarcoma.?" Bisik kyuhyun,aku terhenyak. Membalik foto itu lagi,memandangi setiap detail gambar yang tampak misterius bagiku..jendela..jendela ini,bukannya jendela kamar kyuhyun yang menghadap kamarku.? Apa kyuhyun semenderita ini.? Tanpa aku..

Tak sadar aku menetesekan airmata,menatap kyuhyun yang kini duduk disampingku

"Waeyo hyung.?" Kyuhyun menghapus airmataku dengan jari dinginnya

"ini..foto aku kan.? Dan osteosarcoma itu.? Bukan aku kan.? Bukan aku yang mengalaminya kan.? Jawab.." Kyuhyun nyaris berteriak saat dilihatnya aku hanya terdiam dan menunduk

"Hyung..jangan bilang kalau ini memang benar..jangan bilang kalau..aarrrggghhhh" desakan Kyuhyun berubah menjadi sebuah ringisan,aku memegang bahunya,kyuhyun terus-terusan merintih memegang kepalanya dan juga leher belakangnya

Tes..tes..hujan turun,aku semakin gelisah,dengan sigap aku menaikkan kyuhyun di punggungku ala piggy back,memunguti barang-barangnya dan memasukkannya ke dalam tas kecilnya,aku setengah berlari menuju rumah saat kusadri kyuhyun telah jatuh pingsan dalam gendonganku

"aku mohon bertahan kyuhyun-ah..uljima kyuhyun-ah..hyung mohon.." ucapku berulah kali menerobos hujan

...

(YUNHO)

BERLARI JAUH..DAN TERJATUH

Aku berlari cemas memasuki koridor rumah sakit setelah mendapat telefon dari siwon kalau kyuhyun kembali colaps dan dilarikan ke rumah sakit,dari kejauhan terlihat eomma yang menangis dalam pelukan appa,disana juga terlihat siwon yang bersandar kaku di depan pintu ICU,aku mendekatinya..menatapnya yang terlihat shock,bajunya basah,ia tampak gemetar.

"Kyuhyun?.." aku berbisik menunggu penjelasan siwon

"Kyu colaps..setelah ia tahu kalau dia menderita osteosarcoma.." Siwon menunduk memejamkan matanya, menahan agar retinanya tidak jebol,aku menahan nafas jemariku terkepal

"Wae? Waeyo siwonnie! Wae kau memberitahukannya!" Aku mendorong siwon agar menatapku

"Yunho..Yunho..sudah..ini rumah sakit.." Appa menahan lenganku dan mendorong tubuhku agar menjauh dari siwon

"aku tidak tahu hyung..bukan aku memberitahu kyu,tapi dia sendiri yang menemuikan fakta dari foto masa lalunya.." Siwon terduduk,ia membenamkan wajahnya diantara lututnya,aku menghela nafas melepas pelukan appa,setelah meyakinkannya bahwa aku tidak akan mengamuk lagi..

"foto apa maksudmu.?" Aku berjongkok,siwon mengangkat wajahnya meraih tas kecil kyuhyun,aku membuka tas itu dan setetes airmata berhasil turun bebas dipipiku

"Kyuhyun.." bisikku lirih,eomma dan appa hanya terdiam menatapku dan siwon bergantian..

Kriiieeettt..pintu ruang ICU terbuka..seorang ulsa berjalan ke arah kami

"kalian keluarga cho.?" Tanyanya,kami kompak mengangguk

"maaf jika saya harus berkata seperti ini,tapi sel kanker di tulang belakangnya telah menyebar,saya khawatirkan kondisinya akan drop belakangan ini,saya hanya mengharapkan anda menjaga kondisinya dan jangan membuatnya berfikir terlalu banyak dulu,untuk sementara kyuhyun akan tetap diruangan ini sampai kondisinya stabil dan bisa dibawa pulang,kami sudah menyuntikkan beberapa anestesi penghilang rasa sakit yang bisa bertahan hingga beberapa minggu,saya harap kalian bisa sedikit bersabar,kalau begitu saya permisi dulu" dokter menjelaskan singkat lalu beranjak meninggalkan kami,aku terhenyak..

Kyuhyun..kau tidak boleh meninggalkan hyung..

TBC..

Hiks..Hiks.. udah ada yang nagis belum? jujur aku aja nangis :( ini kok makin lama makin menunjukkan kalau kyu bakal mati ya?

makasih banyak reviewnya yaaa, aku g tw mau ngomong apalagi selain itu, pengen bales satu2 tapi beneran spechless akunya, terharu hehehe, miane yaa..

bow bow bow