Title: Perfectness' Imperfection

Sub-Title: [2] Kai's Little Worries

Rating: T

Genre: Romance; Hurt

Cast:

-Oh Sehun

-Kim Kai [GS!]

-Other EXO members

Summary:

Mencintai seorang yang sempurna yang mencintai kesempurnaan juga itu rumit.

Terlebih kau tidak dapat membaca pikirannya dan kau terus bergelut dengan pikiranmu sendiri: Apakah kau cukup baik untuknya?

.

.

.

.

.

"Gaun itu cocok untukmu, Kim Kai" adalah kalimat sapaan yang dilontarkan Taemin begitu melihat gadis itu berjalan mendekat kearahnya.

Kai yang baru saja menyelesaikan tugasnya sebagai pengiring pengantin wanita, tersenyum membalas sapaan Taemin "tentu saja, aku kan Kim Kai, mana mungkin aku mempermalukan temanku di acara pernikahannya?" Ujarnya diikuti dengan kekehan dan kibasan rambut centil.

"Ya! aku tidak sedang membicarakanmu, aku membicarakan tentang gaun nya gadis sok cantik," balas Taemin pedas seraya lengannya berusaha menjepit leher gadis itu, sementara Kai terkekeh makin lebar.

"Uh Taemin, kau merusak tatanan rambutku!" Gerutu Kai begitu lengan Taemin melepaskannya.

"Dengan gaun itu, kau tampak seperti pengantin wanita, Kai," ucap Taemin tanpa repot-repot menyahuti gerutuan Kai.

"Hihi, begitu ya? Terpesona padaku Taeminnie?"

"Hanya saja, kau tidak memiliki pengantin pria," ejek Taemin seraya tertawa tanpa menyahuti pertanyaan terakhir gadis itu.

"Menyebalkan," gerutu Kai lantas menujukan kepalan tangannya ke perut Taemin yang masih terkekeh.

"Minho kan sudah jelas-jelas menunjukkan rasa sukanya padamu, kenapa kau tidak kunjung meresponnya?"

Huh, topik ini lagi. Batin Kai seraya memutar bola matanya malas.

"Kalau kau lakukan ini karena Minho sahabatmu, dengar—"

"Bukan karena itu, karena aku tau dia baik dan akupun tau kau juga gadis baik, dan kurasa kalian cocok bersama," potong Taemin tak ingin mendengar ocehan Kai lebih lagi.

"Lee Taemin, aku—"

"Potong saja lidah gadis sombong ini Taeminnie," gerutu Chanyeol yang tiba-tiba saja datang dan membawa serta Baekhyun dan Kyungsoo bersamanya.

"Anyway, selamat untuk pernikahan mu, Chanyeol!" Jerit Kai semangat. Diikuti Taemin yang juga menyampaikan rasa turut bahagianya.

"Kita kembali ke topik semula. Kim Kai, kau pasti ingin membicarakan tentang sosok pria sempurnamu itu," gerutu Baekhyun sambil menoyor kepala Kai pelan.

"Bangunlah Kai, ini dunia nyata. Terima saja apa yang ada di hadapanmu," Kyungsoo ikut-ikutan menasihati.

"Ya, di dunia ini tidak ada yang sempurna, mana bisa kau mengharapkan pria yang sempurna, huh? Memangnya kau sendiri sudah merasa dirimu sempurna?" Chanyeol menutup sesi nasihat pertama.

"Pertama, ya aku memang menginginkan sosok sempurna untukku. Kedua, girls! Percaya atau tidak aku memang sudah menemukannya sejak lama. Ketiga—"

"Kalau sudah menemukannya, lantas dimana dia sekarang huh?" Potong Baekhyun tanpa mau repot-repot mendengarkan ocehan tidak penting Kai sampai selesai.

"Wah Kim Kai! Jangan bilang kalau..." Taemin tiba-tiba menutup mulutnya yang menganga tidak percaya, matanya membesar karena shock—kentara dibuat-buat.

"Apa?"

"Pria sempurna yang kau maksud itu...Yixing? Teman chat asal chin-AAW YAK! KIM KAI!" Undangan supertebal Chanyeol baru saja mendarat di kepalanya.

"Jangan bicara sembarangan! Mana mau aku dengan pria tidak nyata begitu," seloroh Kai cuek. Apatis dengan gerakan Taemin yang tampak kesakitan.

"Kalian pernah melihat pria tampan yang tegas, muda, berwibawa, kaya, tampan dan muda dan keren?"

"Uhh, kau menyebut tampan dan muda dua kali bodoh," cibiran Kyungsoo hanya dibalas dengan cengiran Kai.

"Kurasa karena dia benar-benar tampan, dan muda. Selain itu, dia perfeksionis sekali. Saat bekerja, dia akan menggunakan kacamata baca yang anehnya membuatnya tampak seksi, bukankah seharusnya orang yang menggunakan kacamata akan tampak...culun?"

"Apakah yang kau bicarakan itu aku Kai?" sahut Taemin berbinar dengan senyum pongah nya.

"Aduh Taemin, kau memang tidak tampak culun tapi kau tampak cantik dengan kacamata, tahu?" balas Baekhyun dengan nada mengejek. Membuat senyum pongah itu luntur dengan alis menukik.

"Tetap saja kan, aku seksi dengan kacamata, tampan, kaya, berwibawa, sepertinya Kai sedang mendeskripsikan aku kan??"

"Iya sayangnya kau kecewek-cewekan, rasanya lebih mudah membayangkan kau menggaet lelaki daripada membayangkan ada wanita waras menggilaimu," ejek Baekhyun tertawa nista.

"Saat bekerja? Apakah dia...?" Chanyeol hanya dapat menggantungkan kalimat tanyanya diudara. Menghentikan Taemin yang hendak membuka mulutnya untuk membalas kata-kata Baekhyun, juga memutus perseteruan yang jauh diluar topik mereka saat ini.

"Kau tampak bodoh Kim Kai, berhenti berkhayal!" Bentak Baekhyun kejam saat melihat mata Kai menerawang, tampak tak terganggu sedikitpun dengan pertengkaran Taemin dan Baekhyun barusan. Kemudian Kai hanya mengangguk.

"Ya, aku memang bodoh ketika di hadapannya." Taemin bergidik mendengar kalimat cheesy dari mulut Kai baru saja.

"Dan poin penting dari kesempurnaannya adalah, jantungku berdebar keras sekali meskipun hanya berpapasan dengannya di koridor, benar-benar sempurna bukan?" kini sekelebat kesedihan bergelayut di raut Kai, tidak bertahan lama karena rautnya berubah kosong lagi, menerawang.

"Jadi kau mencintai pria itu? Itu poin pentingnya?" Ujar Kyungsoo menyimpulkan. Kai mengangguk pelan sementara matanya menerawang membayangkan si pria sempurna di awang-awang. Berbagai emosi tercermin di muka gadis itu.

"Kalau begitu, baiklah. Siapa orang ini Kim Kai?" Pertanyaan ini iseng sekali dikeluarkan Taemin dari bibirnya. Karena sering kali ketika pertanyaan ini keluar, Kim Kai akan kembali normal seolah-olah mereka tak pernah membicarakan pria itu. Selain itu Kai akan kembali normal dan berhenti bertindak bodoh—efek samping membayangkan pria itu.

Tapi hari ini lain, Kai segera menggenggam tangan teman-temannya lalu menatap mereka serius.

"Ini...rahasia saja ya? Jangan biarkan orang yang kumaksud mengetahui perasaanku, apalagi orang lain. Jangan berusaha mendekatkanku padanya. Deal?" Masing-masing mereka langsung mengangguk setuju, terlampau penasaran pada pria sempurna Kai.

"Hmm, kalian tentu mengenal Oh Sehun, bukan begitu?"

"Teman Kris?"

"Mantan kekasih Baekhyun?-AW YAH! BYUN BAEKHYUN!" Taemin langsung mendelik Baekhyun yang telah memukulnya dengan undangan pernikahan Chanyeol, Baekhyun juga balas mendeliknya.

"Seriously, Park Chanyeol. Kenapa sih membuat undangan yang tebal sekali, kau kira siapa yang mau melihat foto pre-weddingmu huh? Lihat, undangan mu hanya berguna untuk memukul orang lain saja," gerutu Taemin pedas, undangan ensiklopedi itu baru saja menghantam kepalanya sekali lagi, jadi wajar saja Taemin menggerutu.

"Kita bahas ini nanti lagi saja, teman kita Kai benar-benar butuh pertolongan," ucapan Chanyeol mengalihkan perhatian mereka kembali pada Kim Kai, sejenak melupakan masalah undangan supertebal Chanyeol.

"Oh Sehun yang kau bicarakan itu... CEO jaringan perusahaan SM?" Ujar Kyungsoo memastikan.

"Wah, dia pasti kaya sekali dengan jaringan perusahaan sebesar itu," komentar Taemin.

"Begitulah, tapi selama ini dia lebih sering terlihat di perusahaan arsitektur milik Kim tempatku bekerja, membantu temannya itu menyediakan proposal untuk memenangkan tender. Tambahan nilai kesempurnaan lainnya, dia suka membantu teman," ucap Kai sambil menatap awang-awang. Membayangkan si pria sempurna, Oh Sehun.

"Jadi... Kau dan Oh sehun ini sekarang berpacaran?" Pertanyaan Kyungsoo ini langsung di sambut helaan nafas Kai.

"Berpacaran dari mana? Dia menyadari keberadaanku saja tidak. Hampir tidak ada kemungkinan aku menjadi kekasihnya," ujar Kai lesu.

"Wah Kim Kai, kemana perginya kesombonganmu itu? Kau kan cantik, pintar, rapi, wangi. All-kill. Semua sempurna. Di depan pria bernama Oh Sehun ini kau berubah menjadi...abu?" ejek Taemin dengan komentar pedas. Diikuti dengan tawa jahat dari kedua celah bibirnya.

"Haha, kurasa si Oh Sehun ini benar-benar hebat," tambah Kyungsoo dengan tawa tak kalah mengejek.

"Hebat apanya," decih Baekhyun dengan suara kecil.

"Kenapa begitu, Kai? Kenapa kalian tidak bisa...bersatu? Kau tidak tau ya kalau semua hal memiliki peluang meskipun kecil?" Ujar Chanyeol, entah ingin menghibur atau sekedar penasaran.

"Oh tidak, jangan bilang.." Baekhyun sudah mengerang tidak nyaman di tempatnya, sudah mengerti akan keadaan rumit yang menjerat temannya itu.

"Benar-benar tidak ada kesempatan bagiku," ujar Kai pelan dengan senyum lemah kentara dipaksakan.

"Karena yang kudengar, Oh Sehun ini menginginkan gadis yang sempurna untuknya."

*

A/n

senang sekali baca review yang masuk, sebenernya pengen bales satu satu, tapi ga ada fitur begitu di ffn ya?

aku ingin dikritik mengenai cara menulisku, meskipun draft nya sudah selesai, aku masih sering mengedit ulang ceritaku karena seringnya, aku tidak merasa puas. rasanya agak bodoh karena aku terus2an mengedit dengan kriteria ku sendiri, dengan penilaian ku sendiri. jadi rasanya aku tidak berkembang sama sekali.

kalian bebas untuk bilang "narasi kamu terlalu bertele-tele" atau "narasinya kecepetan" atau bahkan mengomentari typo XD wkwkwkwkw

aku akan dengan senang hati mencatat dan mengingat2 hal itu. kritik apapun yg disampaikan dengan bahasa yg baik akan saya terima.

ga sadar curhatannya udh panjang banget, pada chap ini emang masih pengenalan tokoh dan pengenalan konflik juga.

see you di chap berikutnya?