****Sensitive****
. . . . . . . . .
Presented by angelteuk_bubhie
Genre :: Romance, Yaoi
Rated : T to M (maybe?)
Pairing :: Kyumin? Simin? Henmin? Haemin? Liat ajja deh ntar, ha ha
Warning : ini merupakan fic yaoi pertama ku. Bagi yang tidak suka yaoi jangan memaksakan diri untuk membaca. DON'T LIKE DON'T READ okey! Dan fic ini masih jauh dari kata sempurna *kedipin mata*
. . . . . . . . .
.
.
CHAPTER 3
.
.
Kyuhyun POV
Sudah sebulan lebih aku selalu bersikap pura-pura acuh, bersikap tidak ramah dan tidak menghiraukannya. Tapi jujur saja, setiap ia bersikap lembut dan berusaha bersahabat dengan ku itu membuat ku…. Ah sudahlah! Tapi ada hal yang membuat ku bingung? Setiap aku mendekatinya entah kenapa aku merasa pasti ia juga selalu terlihat ketakutan! Kenapa ia bersikap seperti itu? Lagipula aku hanya berniat untuk bercanda padanya. Bukan kah ia sendiri yang selalu berusaha mengajak ku berbicara lebih dulu? Aku hanya sekedar ingin membalasnya namun cara ku berbeda dengannya, apa mungkin aku mendekatinya terlalu berlebihan? Tapi jika yeoja yang mendapat perlakuan seperti itu dari ku, aku yakin mereka pasti akan senang dan malu-malu. Eh! Tapi ku lihat sekarang ia sudah bisa sedikit lebih santai dari yang biasanya, ia tidak terlihat ketakutan apabila aku mendekat padanya mungkin karna ia sudah tau bahwa aku hanya berniat mengerjainya. Oh ya, ia juga selalu meminta ku untuk memanggilnya hyung karna aku memanggilnya selalu dengan namanya. Ia terlihat lebih muda dari ku jadi aku malas memanggilnya hyung apalagi di tambah wajahnya yang benar-benar imut itu, bahkan melebihi imutnya seorang yeoja. Hei! Apa yang sedang ku pikirkan? Kenapa aku semakin memikirkannya? Kau sudah gila cho kyuhyun. Hhhh~ aku jadi ingin bernyanyi.
Na oerowododoe neol saenggakhalddaen
Misoga naui eolgule beonjyeo
Na himdeuleododoe niga haengbokhalddaen
Sarangi nae mam gadeukhi chaewo
Oneuldo nan geochin sesangsoke saljiman
Himdeuleodo nungameumyeon ni moseubbun
Ajikgo gwitgae deulryeooneun kkumdeuli
Naui gyeoteseo neol hyanghae gago itjana
Nae salmi haruharu kkumeul kkuneun geotcheoreom
Neowa hamgge majubomyeo saranghalsu itdamyeon
Dasi ileoseol geoya
Naege sojunghaetdeon gieoksokui haengbokdeul
Himdeun sigan sokeseodo deouk ddaseuhaetdeon
Huimangeun naegen jamdeulji aneun kkum
.
.
Prok! Prok! Prok! Prok!
Hei! Siapa itu yang bertepuk tangan? Ternyata ada orang lain di sini? Aku pikir hanya aku yang sedang berada di taman belakang. "aku tidak tau kalau kau memiliki suara yang indah" oh god! Suara itu, suara itu aku sangat mengenalnya. Apa ia mengikuti ku? Aish.. "kenapa kau tidak ikut kelas musik saja? Kau mempunyai suara yang merdu dan juga bagus" sarannya dan mulai berjalan ke arah ku. He he, bukannya aku sombong tapi aku memang mempunyai suara yang bagus. Orang tua ku saja ingin sekali memasukkan ku ke sekolah musik agar aku bisa menjadi penyanyi terkenal! Tapi sayangnya aku tidak mau.
"hei! Kau melamun?" ia mengibaskan tangannya di depan wajah ku. "aniyo" jawab ku cepat.
"bisa kau bernyanyi lagi? Aku suka suara mu" pintanya. Apa? Ia bilang ia menyukai suara ku? Lee Sungmin menyukai suara ku? Benar kah? Aku tidak salah dengar kan?
"aku akan bernyanyi lagi asal kan kau nanti mau menjawab pertanyaan ku" aku memberi syarat untuknya. Semoga saja ia mau menerima penawaran ku. Sungmin terlihat berpikir sebentar dan akhirnya ia menganggukkan kepalanya tanda bahwa ia menyetujuinya. Gotcha!
Aku pun kembali menyanyikan lagu tadi yang merupakan lagu ciptaan ku sendiri, dan sepertinya sungmin sangat menikmatinya. Apa suara ku sebegitu merdunya ya? He he.
Sekarang aku sudah selesai menyanyikan semua bait lagu ku dan saatnya aku bertanya padanya "aku sudah selesai bernyanyi dan sekarang saatnya aku bertanya pada mu, aku ingin tau kenapa sebelum-sebelumnya setiap aku mendekat kau terlihat ketakutan? Terlebih kalau ada skinship di antara kita. Apa aku terlihat menakutkan bagi mu? Dan ku perhatikan kau juga tidak pernah melakukan skinship dengan siapa pun"
"sebelum aku menjawab pertanyaan mu. Bisa kah kau memanggil ku hyung?" pintanya. Aish.. Lagi-lagi ia minta di panggil hyung. Baiklah, lebih baik aku turuti saja apa perintahnya. Sebenarnya ia tahu dari mana bahwa aku lebih muda darinya? Apa ryeowook yang sudah memberitahunya? Mungkin saja.
"ne hyung.. Sekarang jawab" desak ku.
Ia terlihat berpikir "…. Sebenarnya ada suatu kejadian yang membuat ku trauma. Dan aku takut jika kejadian itu kembali terulang. Karna-a .. kejadian itulah yang pada akhirnya membuat ku sensitive akan sentuhan dari seorang namja " kejadian apa? Apa begitu mengerikan?
.
.
Flashback-Sungmin POV
.
:.1.:
.
Aku sedang asik bermain game di kamar. Eomma sedang keluar rumah untuk berbelanja, dan aku hanya di tinggal bersama dengan appa tiri ku. Ya, eomma menikah lagi setelah 4 tahun appa kandung ku meninggal. Aku sangat tidak menyukai appa baru ku itu! Aku sama sekali tidak ingin memanggilnya dengan sebutan appa. Karna terlalu asik bermain game tanpa sepengetahuan ku appa tiri ku memasuki kamar ku dengan cara mengendap-endap. Mulut ku di bekap. Ia mengangkat ku ke tempat tidur. Aku benar-benar takut, apa yang ingin ia lakukan pada ku? Pandangannya seperti penuh napsu terhadap ku.
"kau ingin apa ajusshi?"tanya ku dengan suara bergetar. Rasanya aku ingin sekali menangis.
"aku menginginkan muu~…."desahnya di telinga ku. Aku benar-benar shock mendengarnya.
"a..apa maksud ajusshi?"
"a—aakkhh"ia menciumi leher ku. Aku benar-benar sudah tidak tahan, air mata ku akhirnya keluar.
"he..hentikan ajusshi.. hiks"
"kau begitu manis.. aku ingin sekali menikmati mu"
"hentikan!" aku mendengar seseorang berteriak. Apa itu eomma? Eomma….
Eomma berteriak keras ketika melihat appa tiri ku sudah berusaha untuk membuka pakaian ku. Eomma menatap garang padanya dan langsung menariknya dari atas tubuh ku. Eomma berteriak mengusirnya dan menangis sejadi-jadinya. Aku masih terbaring di tempat tidur ku dan hanya bisa menyaksikan pertengkaran eomma dan appa tiri ku.
"kau mengecewakan ku!" tatapan eomma terlihat begitu terluka, ia pasti tidak menyangka suami yang ia percayakan akan tega berbuat hal menjijikkan seperti itu pada ku.
Esok harinya eomma mengajukan cerai padanya. Eomma sangat menyayangi ku dan ia tidak ingin aku tersakiti. Ia sungguh sosok eomma yang aku kagumi dan sayangi.
Entah kenapa semenjak kejadian itu, membuat ku takut terlalu dekat dengan namja yang terlihat bersikap aneh pada ku.
.
.
Beberapa Bulan Kemudian..
.
.
:.2.:
.
Aku ijin pergi ke toilet. Karna sudah tidak tahan ingin buang air kecil.
Setelah aku selesai, dan sedang mencuci tangan di wastafel tiba-tiba saja…
"hei.." panggil seorang namja pada ku. Aku pun menoleh ke belakang. Namja itu tersenyum aneh pada ku.
"kau sangat manis.." apa maksud perkataannya itu? Wajahnya benar-benar terlihat menakutkan sekarang. Dan aku merasakan hawa yang tidak baik disini.
"bagaimana kalau kita bersenang-senang sekarang?" namja itu langsung mendorong ku ke tembok. Aku mulai merasa ketakutan. Apa kejadian yang pernah menimpa ku akan terulang disini? Andwae! Jebal siapa pun tolong aku.
Tiba-tiba saja ada seorang namja lagi datang dengan menggebrak pintu toilet dan langsung mendatangi namja yang tadi sudah hampir mencium ku.
"seongsaengnim sedang menuju kesini" ucap namja itu. Dan namja yang tadi berniat mencium ku melepaskan tangannya pada baju ku. Ia mendecih kesal. Aku merasa lega.
Aku pikir mereka akan langsung pergi. Namun sebelum benar-benar keluar dari toilet, namja yang tadi berniat mencium ku mendekati ku lagi dan berbisik "aku akan kembali lagi lain waktu. Jadi bersiap-siap lah.." aku sungguh terkejut mendengar ucapannya itu. Aku ketakutan. Aku tidak mau lagi kalau harus mengalami kejadian buruk seperti waktu itu.
Aku segera mengeluarkan handphone ku dan menelpon eomma.
"yoboseyo.."
"eomma.. Aku tidak mau bersekolah disini lagi. Aku ingin pindah" ucap ku dengan suara bergetar menahan tangis.
"waeyo minnie-ah? Apa ada hal buruk yang menimpa mu?" aku menceritakan kejadian beberapa saat yang lalu pada eomma. Aku tahu eomma menangis setelah mendengar cerita ku.
"ne chagi.. Eomma akan segera mengurus kepindahan mu.."
"gomawo eomma.."
"eomma akan mengurus semuanya untuk mu hari ini. Dan jika perlu, kau sudah bisa pindah mulai besok" aku benar-benar terharu mendengar ucapan eomma. Ia rela melakukan apapun untuk ku agar aku bahagia dan tidak tersakiti.
"ne.. Aku akan menghubungi lagi saat istirahat kedua nanti.." aku pun menutup telpon ku. Saat ini aku bisa bernafas lega. Namun masih belum bisa dikatakan tenang.
.
Flashback-Sungmin POV end
.
.
.
.
Aku benar-benar tidak menyangka ternyata sungmin hyung pernah mengalami hal seperti itu. Tapi pantas saja 2 orang namja itu berniat untuk meng'apa-apakan sungmin hyung, sungmin hyung memang benar-benar namja manis, siapa pun pasti ingin memilikinya! Yeoja maupun namja pasti tertarik padanya.
"aku sudah menceritakan semuanya pada mu dan aku harap kau bisa merahasiakannya" pinta sungmin hyung pada ku.
"apa kedua sahabat hyung juga tau?" sungmin hyung menggelengkan kepalanya. Jadi aku yang pertama mengetahui masa lalunya itu? Jadi kedua sahabatnya itu tidak mengetahuinya? Wow! Apa sungmin mempercayai ku?
"baiklah aku akan merahasiakannya untuk mu" ucap ku.
"kalau begitu sekarang kau bisa tidak jangan bersikap dingin dan bertindak aneh pada ku? Aku bosan, kadang kau bersikap dingin, angkuh dan juga melakukan hal yang membuat ku terkejut. Aku ingin kita bisa berteman seperti aku, henry, dan juga ryeowook" pintanya dengan memperlihatkan mata kelincinya yang berbinar-binar.
"ani!" tolak ku. Aku tidak bisa jika kita menjadi akrab. "wae? Ku pikir kita sudah bisa bersahabat!" ucapnya tidak terima dengan jawaban ku.
"jika kita sampai bersahabat dan menjadi sangat dekat.. Itu membuat ku semakin bingung dengan perasaan ku" mwo? Apa yang baru saja ku ucapkan? Sungmin hyung menautkan kedua alisnya, sepertinya ia bingung dan tidak mengerti dengan ucapan ku. Syukurlah.
"maksud mu? Kau ingin aku menjauh dari mu? Jadi itu mau mu?" sungmin hyung benar-benar polos sekali. "arraseo.. Jika itu yang kau mau aku akan pergi sekarang" sudah ku duga ia tidak mengerti dengan ucapan ku.
Kyuhyun POV end
.
.
.
.
Melihat sungmin yang hendak pergi, dengan cepat kyuhyun menarik sungmin kedalam pelukannya.
Deg!
Jantung mereka berdua berdegup kencang. Ini adalah skinship untuk kesekian kalinya yang kyuhyun lakukan. Tapi skinship ini lebih berani dari yang biasa kyuhyun lakukan. Sungmin sempat terkejut karna di peluk tiba-tiba oleh kyuhyun, apalagi yang sekarang sedang memeluknya adalah seorang namja. Namun sesaat kemudian ia merasa tidak ada rasa takut atau pun trauma lagi yang menghinggapinya 'ada-apa-ini?-apa-rasa-trauma-dan-takut-ku-terhadap-sentuhan-namja-sudah-hilang?' batinnya.
"aniya. Bukan itu maksud ku hyung. Aku hanya takut perasaan ku ternyata benar bahwa aku menyukai mu" ucap kyuhyun yang membuat sungmin membulatkan matanya.
"me—menyukai ku?"
"ne!" kyuhyun semakin mempererat pelukannya.
.
.
Sungmin POV
.
Apa yang kyuhyun katakan? Menyukai ku? Itu tidak masuk akal!
"k—kau pasti salah kyu!" jelas ku padanya. Aku yakin pasti sekarang kyuhyun sedang berkhayal atau mungkin sekarang ia sedang mengerjai ku? Iya! Pasti ia sedang mengerjaiku.
"kau tidak bisa mengerjai ku.. Sekarang lepaskan pelukan mu. Aku sesak!" pinta ku. Tapi sepertinya ia tidak mengindahkan ucapan ku. "aku tidak sedang mengerjai mu hyung! Awalnya aku juga tidak menyangka bahwa aku akan menyukai seorang namja.." kyuhyun terdiam dan aku pun juga ikut terdiam tidak bisa berkata apa-apa saat ini. "aku tahu ini memang salah karna sudah menyukai mu yang juga seorang namja. Tapi aku tidak peduli asalkan hyung bisa menerima ku, aku rela apabila harus menjadi gay. Aku sama sekali tidak akan menyesal, asalkan itu bersama mu" lanjutnya lagi.
Kau sudah gila kyuhyun! Ini sungguh tidak masuk akal. Begitu banyak yeoja cantik yang mengejar-ngejar mu tapi kenapa kau malah seperti ini? Aku benar-benar tidak bisa percaya semua ini! Aku pikir selama ini kyuhyun tidak menyukai keberadaan ku.
Tunggu! Aku merasakan sesuatu yang hangat menyapu bibir ku, apa ini? Begitu lembut.
Sungmin POV end
.
.
Kyuhyun POV
.
Ku lihat sungmin hyung sedang bergelut dengan pikirannya. Baiklah, ku rasa ini kesempatan ku untuk membuktikan bahwa aku serius dengan ucapan ku.
CHU~
Ya, aku menciumnya. Mencium bibir plump miliknya. Rasanya benar-benar manis dan lembut.
BRUK!
Sungmin hyung mendorong ku hingga aku terjatuh di rerumputan. Aish.. "a—apa yang k—kau lakukan?" tanyanya seakan tidak percaya dengan apa yang baru saja aku lakukan. Sepertinya itu merupakan ciuman pertamanya karna ia terlihat begitu shock. Tapi tadi itu juga merupakan ciuman pertama ku.
"mencium mu" jawab ku singkat dan kembali berdiri. Memang benar kan tadi aku menciumnya?
"m—mwo? w—wae? Kenapa kau lakukan itu kyu? Apa kau sadar sudah melakukannya dengan siapa? Dengan seorang namja kyu!" teriak sungmin hyung dan menekankan pada kalimat terakhirnya.
"aku sadar hyung. Bahkan sekarang aku sangat sadar bahwa cinta itu ternyata tidak memandang gender pada siapa ia jatuh. Dan satu hal yang harus kau tahu hyung! Tidak semua namja bersikap buruk yang hanya ingin memuaskan napsunya semata pada namja lain. Tapi ada sebagian dari mereka yang memang benar-benar tulus mencintai dan melakukan itu karna cinta" jelas ku. Sungmin hyung memandang ku dan ku rasa sepertinya sungmin hyung mengerti ucapan ku?
"tapi aku masih normal! Ya, aku normal. Aku masih menyukai seorang yeoja" sungmin hyung bergumam sendiri dan pergi meninggalkan ku. Mungkin sekarang hyung bisa mengatakan kalau hyung masih normal, tapi nanti kau tidak akan bisa menyangkalinya lagi! Aku akan membuat mu juga menyukai ku hyung. Atau bahkan membuat mu sangat mencintai ku, hingga kau sangat takut kehilangan ku. Kau harus jatuh dalam pelukan ku. Aku tahu mungkin aku egois karna menginginkan mu. Tapi kau sudah membuat ku menjadi seperti ini, lihat saja!
kyuhyun POV end
.
.
*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*.*
.
.
Sungmin berjalan terburu-buru dengan wajah yang masih memerah, ia lupa bahwa sekarang sudah lama jam masuk. Karna terlalu terburu-buru, di belokan koridor ia tidak sengaja menabrak seorang namja dan membuat namja itu terjatuh.
"ah mianhae" ucap sungmin dan membantu namja tersebut untuk berdiri. "ne.. Gwenchana" balasnya. Sungmin pun melihat siapa namja yang sudah ia tabrak dan ternyata adalah donghae.
"donghae-ssi" pekik sungmin.
"annyeong" sapa donghae sambil tersenyum.
"kau tidak masuk kelas?" tanya sungmin yang merasa aneh karna donghae berada di luar kelas bukan kah sekarang sedang jam pelajaran? Donghae menggelengkan kepalanya "kelas ku kosong, tidak ada songsaengnim karna katanya ada keperluan".
"dan sepertinya kelas mu juga sedang kosong!? Karna tadi aku sempat melihat ada sebagian murid di kelas mu yang juga keluar" tambah donghae. Mendengar ucapan donghae tersebut membuat sungmin sedikit lega karna ia jadi tidak perlu susah-susah mencari alasan.
"kau kenapa? Wajah mu memerah? Apa kau sakit?" tanya donghae memperhatikan wajah sungmin.
"e-eoh? G-gwenchana .." jawab sungmin sedikit gugup.
"hhmm.. begitukah? Kau mau ikut ke kantin bersama ku?" tawar donghae kemudian dan tidak mempermasalahkan lagi soal wajah sungmin yang memerah. Sungmin terlihat berpikir sebentar, dan kemudian menganggukkan kepalanya.
.
.
Selama di kantin, sungmin dan donghae asik bercanda dan mengobrol tanpa mengetahui ada seorang namja yang sekarang memperhatikan mereka. Sesekali donghae mengacak-ngacak rambut sungmin dan itu membuat namja yang berada di balik tiang tembok menggeram kesal. Sepertinya trauma sungmin terhadap sentuhan namja memang sudah mulai berkurang. Buktinya saat donghae mengacak-acak rambutnya saja ia malah terlihat senang dan biasa saja. Atau ia tidak merasakan takut ataupun trauma karna ia merasa nyaman dengan mereka. Bukan kah hati dapat merasakan yang mana yang baik dan yang mana yang buruk untuknya?
"sepulang sekolah nanti apa kau mempunyai kegiatan?" tanya donghae.
"ani! I'm free.. Wae?"
"kalau begitu, apa kau mau menemani ku ke toko buku?" tanya donghae lagi dengan fishy eyes miliknya. Sungmin langsung mengangguk tanda ia setuju.
"nanti aku akan menunggu mu di gerbang sekolah" donghae senang sekali sungmin akan menemaninya. Ia tidak akan menyia-nyiakan kesempatan itu untuk mengenal sungmin lebih dekat lagi.
.
.
"donghae-ssi!" panggil sungmin dan berlari ke arah donghae yang sedang menunggunya di depan gerbang sekolah, sesuai dengan ucapan donghae tadi.
"sebaiknya kau jangan memanggil ku seformal itu" ucap donghae.
"eoh? Ne!" sungmin tersenyum.
"kita berjalan kaki saja tidak apa-apa kan?" tanya donghae saat sungmin berada di sampingnya.
"ne.. Gwenchana" jawab sungmin dan menunjukkan deretan gigi kelincinya ke arah donghae. Donghae yang melihatnya hanya bisa mengulum senyumnya. Sungmin benar-benar namja yang sangat manis dan tak mungkin ada satu pun namja yang dapat menolak pesonanya.
Dan lagi-lagi tanpa sepengetahuan donghae dan sungmin, ada seorang namja yang mengikuti mereka.
.
.
Setelah sungmin dan donghae sudah berada di dalam toko buku, mereka pun mencari buku yang donghae inginkan bersama-sama. Mereka terlalu asik sampai masih belum menyadari kehadiran namja yang menatap mereka dengan pandangan tidak suka. Donghae akhirnya menemukan buku yang ia cari dan kemudian menuju kasir untuk membayar.
"apa dia itu yeojachingu mu?" tanya ajusshi yang menjaga kasir pada donghae dan menunjuk ke arah sungmin. Donghae pun menoleh ke arah yang di tunjuk oleh ajusshi itu "yeoja? Dia bukan yeoja ajusshi, tapi dia namja" jawab donghae.
"jincha? Aigoo dia manis sekali.. Aku pikir dia yeoja" ucap ajusshi tersebut tidak percaya dan tersenyum ramah ke arah sungmin karna tanpa sengaja sungmin melihat ke arah si ajusshi penjaga kasir. Sungmin pun membalas senyuman tersebut.
"ehhehee.. Dia memang namja yang sangat manis" donghae terkekeh dan kemudian membayar buku yang ia bawa.
.
.
"setelah ini apa kau ingin langsung pulang?" tanya donghae sesudah mereka berada di luar.
"aniyo! Aku masih belum ingin pulang. Bagaimana kalau kita makan es krim?"
"hhmm.. Aku tau dimana tempat es krim yang enak. Kajja!" donghae lalu menggenggam tangan sungmin. Sungmin langsung memandang tangannya yang digenggam oleh donghae dan itu membuat pipinya merona.
Tanpa sadar, namja yang dari tadi mengikuti donghae dan sungmin sudah berada di belakang mereka dan melepaskan genggaman tangan donghae pada sungmin dengan kasar. Dengan segera ia yang menggenggam tangan sungmin.
"ya! Apa yang kau lakukan?" tanya sungmin yang berusaha melepaskan tangan namja itu darinya.
"aku tidak suka sungmin hyung dengannya" ucapnya pada sungmin dan menatap tajam ke arah donghae.
"maap! Kau siapa?" tanya donghae. "cho kyuhyun imnida. Namjachingu sungmin hyung. Jadi kau jangan coba-coba untuk mendekati minimi" ucap kyuhyun masih dengan tatapannya yang dingin menatap donghae dan kemudian menyeringai.
"mwo? Hya! Jangan seenaknya mengaku-ngaku dan merubah nama ku seperti itu. Aniyo hae-ya, dia hanya teman sebangku ku. Ku rasa otaknya sudah mulai rusak" jelas sungmin dan menatap kesal ke arah kyuhyun.
"kenapa kau jadi begini? Tidak seperti diri mu yang biasanya" lanjut sungmin seakan tersadar dengan sikap kyuhyun sekarang.
"ini semua karna kau minimi" tuduh kyuhyun dan membuat sungmin mengernyit.
"hae-ya! Sebaiknya kita tinggalkan saja dia" ajak sungmin dan segera beranjak pergi karna genggaman tangan kyuhyun padanya terlepas.
"ya! Kau tidak boleh pergi hyung.. Kalau kau ingin makan es krim pergi dengan ku saja" tolak kyuhyun yang kembali menarik tangan sungmin agar tidak mendekat ke donghae.
"sepertinya sikap mu masih kekanak-kanakan sekali!" celetuk donghae dan membuat kyuhyun langsung menatap tajam ke manik mata donghae.
'aish-kenapa-suasananya-jadi-panas-begini?' batin sungmin.
"sudahlah.. Bagaimana kalau kita makan es krim bertiga?" tanya sungmin yang berusaha menengahi tatapan mata mematikan antara kyuhyun dan donghae. Seketika mereka berdua langsung menatap sungmin.
"itu pun kalau kalian juga ingin makan es krim. Kalau tidak, aku bisa pergi sendiri" tambah sungmin yang menunjukkan ekspresi imutnya dan kemudian berjalan meninggalkan kyuhyun dan donghae. Akhirnya mereka pun menyetujuinya dan menyusul sungmin yang sudah berjalan lebih dulu, donghae berada di sisi kanan sungmin sedangkan kyuhyun berada di sisi kiri sungmin. Sungmin hanya bersenandung riang karna membayangkan betapa nikmatnya es krim yang nanti ia akan makan.
.
.
Hari sudah semakin sore, dan mereka bertiga pun sudah selesai makan es krim. Waktunya untuk pulang. Donghae menawarkan untuk mengantar sungmin, namun dengan cepat kyuhyun lebih dulu melarangnya dan menyuruh sungmin untuk pulang bersamanya. Karna kebetulan apartemen sungmin searah dengan rumah kyuhyun dan itu membuat kyuhyun tersenyum menang.
Sesampainya sungmin di depan apartemennya, ternyata kyuhyun malah memaksa untuk mampir padahal sungmin sudah berusaha keras mengusir kyuhyun untuk pulang. Tapi kyuhyun terus mendesak sungmin, dan akhirnya membuat sungmin setuju. Di depan pintu apartemen, sungmin sengaja tidak langsung masuk dan malah memencet bel, dan kemudian di bukakan oleh sang hyung. Sungmin masuk dengan tampang lesu sedangkan kyuhyun dengan tampang biasanya –dingin– tanpa ekspresi.
"siapa dia minnie-ah?" bisik teukie di samping sungmin.
"bukan siapa-siapa.. Dia hanya orang yang kesasar!" jawab sungmin asal yang ternyata di dengar oleh kyuhyun. Kyuhyun pun mendekat ke arah leeteuk dan membungkukkan badannya "annyeong haseyo! Cho kyuhyun imnida, namjachingu sungmin hyung. Kau pasti hyungnya sungmin hyung kan?"
Leeteuk hanya mengangguk sambil menggaruk tengkuknya dan menatap bingung kyuhyun "aish.. Sudah ku katakan jangan sembarangan berbicara" kesal sungmin.
"apa hyung mengijinkan ku tuk menjadikan sungmin hyung kekasih ku?" tanya kyuhyun pada leeteuk. Leeteuk hanya memandang kyuhyun dan sungmin secara bergantian. 'apa benar yang di katakan namja ini bahwa ia namjachingu minnie-ah? Tapi setahu ku minnie tidak akan menyukai seorang namja' batin leeteuk.
"jangan hiraukan dia hyung! Aku tidak mungkin jadi kekasihnya. Kau tahu kan hyung, dia namja dan aku namja. Dan aku normal!" ucap sungmin ketus dan langsung memasuki kamarnya.
"apa kau benar-benar menyukai dongsaeng ku?" tanya leeteuk serius pada kyuhyun setelah sungmin masuk ke kamarnya.
"ne hyung! Apa wajah ku tidak menunjukkan bahwa aku serius?" jawab serta tanya kyuhyun yang juga menatap leeteuk serius. Leeteuk mengusap-ngusap dagunya ala detektif yang mengintrogasi seorang penjahat "tapi aku mendengar mu memanggil minnie-ah dengan sebutan hyung. Apa kau lebih muda darinya?" tanyanya.
"ne.. Aku memang lebih muda satu tahun dari sungmin hyung. Tapi meskipun aku lebih muda, aku yakin sikap ku bisa lebih dewasa di banding kan sungmin hyung" jawab kyuhyun mantap. Leeteuk mengangguk-anggukkan kepalanya mendengar jawaban kyuhyun. Sungmin memang masih sering bersikap kekanak-kanakan.
"kenapa kau menyukai minnie-ah? Bukan kah kau tahu minnie-ah itu juga seorang namja seperti mu?" tanya leeteuk lagi.
"ne! Aku tahu. Pertama melihat sungmin hyung aku merasakan ada yang aneh di hati ku. Awalnya aku tidak mau berpikir yang macam-macam dan mengidentifikasi perasaan yang ku rasakan itu hanya rasa kagum semata. Karna aku tidak mungkin suka pada seorang namja. Tapi entah kenapa semakin lama, perasaan itu semakin berdebar. Perasaan yang tidak pernah aku rasakan pada seorang yeoja. Akhirnya aku pun bisa menerima perasaan itu. Aku sudah tidak perduli lagi dengan gender kami yang sama-sama namja" jelas kyuhyun panjang lebar. Mendengar penjelasan kyuhyun membuatnya terharu. Ia tidak menyangka ternyata benar yang kyuhyun ucapkan kalau ia memang lebih dewasa di banding sungmin. Sekarang leeteuk yakin kalau kyuhyun memang benar-benar menyukai dongsaengnya.
"jadi bagaimana? Apa hyung mendukung ku?" tanya kyuhyun kemudian.
"uumm.. Aku tahu kau pasti bisa menjaga minnie-ah dengan baik. Tapi aku tidak yakin kalau minnie akan menerima mu" jawab leeteuk. Kyuhyun yang mendengar ucapan leeteuk itu hanya tersenyum.
"hyung percaya saja pada ku. Sekarang apa boleh aku menyusul sungmin hyung?"
"ne.. Tapi jangan berbuat macam-macam!" pesan leeteuk sebelum kyuhyun menuju kamar sungmin dan kemudian terkekeh.
.
.
"minimi!"
"kyaaaa! Sedang apa kau di kamar ku? Kenapa kau belum pulang?" pekik sungmin yang terkejut karna melihat kyuhyun yang berada di dalam kamarnya. Kyuhyun sekarang hanya bisa menelan ludahnya susah payah, bagaimana tidak? Sungmin sekarang bertelanjang dada dan hanya menggunakan handuk di pinggangnya. Sepertinya sungmin baru saja selesai mandi.
"a—apa yang kau lihat? Kenapa memandang ku seperti itu?" sungmin menjadi malu sendiri di tatap intens oleh kyuhyun seperti itu. Ia pun menutupi bagian dadanya dengan kedua tangannya.
"cepat kau keluar! Aku ingin memakai baju" suruh sungmin dan kyuhyun sama sekali tidak bergeming. Ia masih terpesona dengan pemandangan di depannya, di matanya sungmin benar-benar fresh di tambah lagi hidungnya yang menikmati wangi vanilla yang menguar dari tubuh sungmin.
"kalau kau ingin memakai baju pakai saja. Tidak usah hiraukan aku" ucap kyuhyun dan berjalan ke arah tempat tidur sungmin dan membaringkan tubuhnya di situ.
"andwaeyo! Aku malu.." ucap sungmin dengan wajah imutnya dan menggigit bibir bawahnya yang menambah tingkat aegyo seorang Lee Sungmin. Kyuhyun yang melihatnya semakin menjadi tidak tahan. Ia pun berjalan ke arah sungmin dan mendekatinya.
"arraseo.. Aku akan segera pulang. Tapi lain kali jangan menggoda ku lagi seperti ini. Karna mungkin untuk yang selanjutnya aku tidak akan tahan" bisik kyuhyun tepat di telinga sungmin. Setelah berbisik, ia pun pergi keluar dari kamar sungmin.
"ada apa ini?" tanya sungmin pada dirinya sendiri dan memegang dadanya yang berdegup kencang hingga menimbulkan bunyi yang terdengar sampai ke telinganya.
"pipi ku juga jadi memanas! Apakah aku sakit?" sungmin beralih memegang kedua pipinya yang terasa memanas.
.
.
T(o) B(e)C(ontinued)
.
.
Makasih banyak buat yang udah review .. #hug
Ga nyangka ternyata ada aja yang suka ma fic ku ini .. Ehehehehee~
Sekali lagi gomawoyo~~ *bow*
