Space-Time Dimensional Adventure

Chapter 3A : Battle with Vamdemon

Author : abilspendabo1

Genre : Adventure

Rating : K+

Disclaimer : Semua karakter di sini milik Akiyoshi Hongo, Toei, dan Bandai. Bukan

sepenuhnya milik saya.


Summary :

Di dunia Savers, anggota DATS berhadapan dengan fenomena kemunculan digimon di dunia nyata. Dan, petualangan melintasi dimensi ruang-waktu dilakukan demi menyelamatkan manusia. Kebetulan Masaru telah kembali dari dunia digital.

Sebelumnya, di Space-Time Dimensional Adventure..

"Kalian sedang apa di sini?"

"Baiklah. Kita akan berpencar di sini."

"Ayo, Taichi!"

"Kau hanya takut bertarung, itu saja."

Chapter 3 : Vampire Digimon, Vamdemon

"Ada apa dengan kalian?" tanya Masaru.

"Piyomon wa.." ucap Takeru dengan nada sedih.

"Ada apa dengan Piyomon?" tanya Yoshino.

"Begini. Sebelum kalian datang, PicoDevimon menyerang kami. Lalu, saat dia mengeluarkan Pico Darts nya, serangan itu mengenai Piyomon dan akhirnya Piyomon menjadi seperti ini." ucap Yamato yang ikut mengelilingi tubuh Piyomon.

Tiba - tiba angin dingin bertiup kencang hingga mampu memadamkan api unggun yang menghangatkan tubuh mereka. Dari langit, tampak Devidramon yang seperti kuda membawa sebuah peti mati yang entah bagaimana terjatuh dan menampakkan sosok di dalamnya.

"Jadi, itu yang namanya Vamdemon?" tanya Masaru dengan sombong.

Ucapan Kapten Satsuma tiba - tiba terngiang di telinga Masaru.

FLASHBACK...

"Aku ucapkan selamat karena berhasil mengalahkan Etemon. Setelah ini, kalian harus melawan Vamdemon. Di sini, tampaknya dia sedang menghisap darah beberapa warga kota. Segera kalahkan dia!" ucap Satsuma lalu menghilang.

Di depan mereka, muncul teleporter yang akhirnya mengantarkan mereka ke sebuah hutan. Mereka berlari saat melihat anak - anak terpilih mengelilingi sesuatu.

FLASHBACK END...

Kaki Vamdemon akhirnya menyentuh permukaan tanah setelah beberapa saat yang lalu dia melayang.

"Ayo, semuanya!" seru Masaru.

"Agumon.. shinka.. Greymon.."

"Greymon.. chou shinka.. MetalGreymon.."

"Gabumon.. shinka.. Garurumon.."

"Garurumon.. chou shinka.. WereGarurumon.."

"Tentomon.. shinka.. Kabuterimon.."

"Palmon.. shinka.. Togemon.."

"Gomamon.. shinka.. Ikkakumon.."

"Agumon.. shinka.. GeoGreymon.."

"GeoGreymon.. shinka.. RizeGreymon.."

"Gaomon.. shinka.. Gaogamon.."

"Gaogamon.. shinka.. MachGaogamon.."

"Lalamon.. shinka.. Sunflowmon.."

"Sunflowmon.. shinka.. Lilamon.."

"Giga Blaster.."

"Kaiser Nail.."

"Mega Blaster.."

"Chiku Chiku Bang Bang.."

"Harpoon Vulcan.."

"Trident Revolver.."

"Winning Knuckle.."

"Marvel Shot.."

Dari semua serangan itu, hanya serangan MetalGreymon, WereGarurumon, RizeGreymon, MachGaogamon, dan Lilamon yang berhasil mengenai Vamdemon. Seolah bukan apa - apa, Vamdemon bangkit dan mulai menyerang mereka.

"Night Raid.."

Serangan itu berhasil mengenai semua digimon tadi dan berhasil membuat mereka mengecil ke tingkat anak - anak.

"Sora, aku ingin bertarung juga." ucap Piyomon sambil berusaha mengubah posisinya menjadi duduk.

"Tapi, dengan keadaanmu yang seperti ini.." ucap Sora yang kemudian dipotong oleh Piyomon.

"Tenang saja." Piyomon sekarang berdiri. "Kau pasti tidak mau kehilangan orang yang kau sayangi, bukan?" tanya Piyomon.

"Tentu. Aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayangi." jawab Sora. "Benar. Aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayangi." Sora kemudian berguma, "Aku tidak mau.. Aku tidak mau kehilangan mereka."

Perlahan, crest milik Sora bersinar.

"Piyomon.. shinka.. Birdramon.."

"Birdramon.. chou shinka.. Garudamon.."

"Shadow Wing.."

Serangan itu berhasil mengenai Vamdemon. Tapi, serangan itu hanya melukai Vamdemon. Dengan segera, Garudamon membawa mereka ke tempat yang aman.

"Oh, ya. Mana Ikuto-san?" tanya Koushiro.

"Ikuto?" ucap Masaru sambil mengingat - ingat.

"Apa jangan - jangan dia tertinggal?" ucap Yoshino.

"Aku jadi khawatir. Kita bertiga harus pergi dari sini sekarang." ucap Touma.

"Maaf, ya. Kami harus pergi dulu." ucap Masaru melompat dari punggung Garudamon.

"Selamat tinggal." ucap Yoshino melompat.

"Jaga diri kalian baik - baik." kata Touma yang juga melompat.

Di udara, mereka bertiga mengarahkan digivice mereka ke tanah. Di tanah, terbuka portal dimensi ruang-waktu. Mereka menghilang begitu masuk ke dalamnya.

"Kalian tega meninggalkanku di sini." ucap Ikuto begitu mereka bertiga datang.

"Maaf, ya. Kami terburu - buru sampai lupa kalau ada kamu di sini." kata Masaru.

Lalu, muncul monitor di depan mereka.

"Tuan Yushima?" tanya mereka serempak.

"Hai." sapa Tuan Yushima.

"Mana Kapten Satsuma?" tanya Touma.

"Dia pergi untuk mengurus digimon yang muncul di kota. Sementara itu, aku akan membuka teleporter lagi agar kalian bisa mengalahkan Vamdemon." ucap Tuan Yushima.

Mereka berempat segera berlari menuju teleporter itu.

"Kita ada di mana sekarang?" tanya Masaru saat tiba di sebuah ruangan.

Di depan mereka, ada anak - anak terpilih yang sepertinya melihat sesuatu di luar jendela.

"Wizardmon.." teriak Tailmon.

Mereka berempat menghampiri anak - anak terpilih.

"Apa yang sedang terjadi?" tanya Yoshino.

Mereka hanya terdiam. Mereka berempat melihat ke luar jendela sama seperti yang anak - anak terpilih lakukan. Setelah itu, mereka entah bagaimana menjadi mengerti situasinya.

"Siapa anak itu? Lalu, digimon apa yang bersamanya?" tanya Touma.

"Itu adikku, Hikari, anak terpilih kedelapan. Dan, itu partnernya, Tailmon." jawab Taichi.

"Kita harus menyelamatkannya!" seru Sora lalu disusul yang lain keluar menuju Hikari.

Mereka melindungi Hikari dari Vamdemon yang mulai menyerang. Dengan segera, mereka langsung mengevolusikan digimon mereka.

"Agumon.. chou shinka.. MetalGreymon.."

"Gabumon.. chou shinka.. MetalGarurumon.."

"Piyomon.. chou shinka.. Garudamon.."

"Tentomon.. chou shinka.. AtlurKabuterimon.."

"Palmon.. chou shinka.. Lilymon.."

"Gomamon.. chou shinka.. Zudomon.."

"Patamon.. shinka.. Angemon.."

"Agumon.. shinka.. GeoGreymon.."

"GeoGreymon.. shinka.. RizeGreymon.."

"Gaomon.. shinka.. Gaogamon.."

"Gaogamon.. shinka.. MachGaogamon.."

"Lalamon.. shinka.. Sunflowmon.."

"Sunflowmon.. shinka.. Lilamon.."

"Falcomon.. shinka.. Peckmon.."

"Peckmon.. shinka.. Yatagaramon.."

"Giga Blaster.."

"Kaiser Nail.."

"Shadow Wing.."

"Horn Buster.."

"Flower Cannon.."

"Hammer Spark.."

"Heaven's Knuckle.."

"Trident Revolver.."

"Winning Knuckle.."

"Marvel Shot.."

"Mikafutsu no Kami.."

Semua serangan itu hampir mengenai Vamdemon. Vamdemon pun membalas serangan mereka.

"Bloody Stream.."

Serangan Vamdemon berhasil mengenai mereka semua, dan membuat mereka semua terluka. Tiba - tiba, crest milik Hikari bersinar.

"Tailmon.. chou shinka.. Angewomon.."

"Saint Air.."

Berkat Angewomon, semua digimon itu pulih dan tenaganya terisi.

"Minna, kumpulkan kekuatan kalian pada Angewomon." ucap Hikari.

Lalu, mereka semua melaksanakannya.

"Giga Blaster.."

"Kaiser Nail.."

"Shadow Wing.."

"Horn Buster.."

"Flower Cannon.."

"Hammer Spark.."

"Heaven's Knuckle.."

"Ayo, kita juga!" seru Yoshino.

"Trident Revolver.."

"Winning Knuckle.."

"Marvel Shot.."

"Mikafutsu no Kami.."

"Aku terlambat!" ucap Vamdemon agak berseru.

"Bersiaplah, Vamdemon! Kau telah membuat semua orang terluka, termasuk Wizardmon temanku." ucap Angewomon.

"Dan, kau akan menerima hukumanmu sekarang." ucap Angemon.

Kekuatan yang terkumpul di Angewomon tadi berubah menjadi anak panah. Tangan Angewomon berubah menjadi posisi saat orang hendak memanah. Di sana, muncul anak panah yang memiliki kekuatan listrik (sepertinya).

"Holy Arrow.."

Panah itu meluncur dengan sukes menuju tepat ke dada Vamdemon. Seketika itu juga, Vamdemon hanya tinggal nama.

"Aneh." ucap Hikari.

"Ada apa, Hikari?" tanya Taichi.

"Kabutnya tidak juga hilang." sahut Takeru.

"Oh, benar juga." ucap Koushiro melihat keadaan sekitar.

"Kabut? Oh, iya juga. Aku baru menyadarinya." ucap Yoshino.

Koushiro tiba - tiba menerima sebuah pesan dari Gennai.

"Anak - anak terpilih, Vamdemon masih belum dikalahkan. Aku baru saja meneliti sebuah artifak kuno. Di sana, tertulis ramalan. 'Saat waktu menunjukkan jam hewan buas, sang hewan akan menunjukkan wujudnya yang sebenarnya.'" ucap Gennai.

Komunikasi tiba - tiba terputus.

"Apa maksudnya jam hewan buas?" tanya Taichi berpikir.

"Mungkinkah.." ucap Touma.

Selanjutnya, di Space-Time Dimensional Adventure..

"Jadi, dia belum dikalahkan.."

"Apa? VenomVamdemon?!"

"Tapi, bagaimana jika itu akan membunuh kalian?"


Gimana? Kalian puas dengan chapter ini? Kalau tidak, iya puas - puasin aja.. :D Oh, ya. Kalau ada yang masih bingung.. Kok kayak gini, ya ceritanya? Kok nggak sesuai sama cerita sebenarnya? Itu karena author pake cerita asli animenya, hanya saja plot, alur, dan sebagainya author ubah sedikit.. Udah kejawab, kan? Ya udah, yang penting tetap read 'n review, ya.. :)