When I Can't Sing
Author: Wu Xin Qian
Pairing: Hunhan, Baekyeol, Taoris,
SuLay, ChenMin, KaiDo
Rate: M biar aman
Summary: Luhan seorang penyanyi solo, tiba-tiba sakit dan membuatnya tidak bisa bernyanyi lagi, bagaimanakah kelanjutan hidupnya?
Warning: Genderswitch
Disclaimer: Cast belongs to God and their familly
Preview:
Luhan yang merasa haus, pamit ijin ke dapur untuk mengambil minum. Sehun yang merasa ini saat yang tepat, menyusul pergi ke dapur dengan ijin bahwa ia akan pergi ke toilet. Sesampainya di dapur, Sehun kaget mendapati Luhan tidak sadarkan diri, tergeletak di lantai.
Chapter 2
"Hyung! Noona! Siapa saja cepat kemari!"teriak Sehun panik.
"OMO! Sehun, apa yang terjadi?"tanya D.O.
"Aku tidak tahu, cepat kita bawa dia ke rumah sakit."kata Sehun gelisah.
Sehun segara menggendong Luhan gaya bridal style dan bergegas ke rumah sakit bersama yang lainnya. Sesampainya disana, Luhan pun langsung mendapatkan pertolongan. Sehun dan yang lainnya pun menunggu diluar, karena dokter sedang memeriksa keadaan Luhan.
"Sebenarnya apa yang terjadi dok?"tanya Lay saat dokter keluar.
"Tidak ada apa-apa, pasien hanya mengalami kelelahan."jawab dokter itu.
"Baiklah, terima kasih dok."ucap semuanya kecuali Sehun.
Semuanya terlihat memasuki ruang tempat Luhan berada termasuk Sehun. Luhan mengerjapkan matanya, mulai dari sadar dari pingsannya.
"Luhan, kau baik-baik saja? Ada yang sakit tidak?"tanya Lay khawatir.
"Engg…. Aku ada dimana?"tanya Luhan bingung.
"Kau ada dirumah sakit, tadi kau pingsan."ucap D.O.
"Semuanya, kami pamit dulu ya, kami memiliki jadwal setelah ini."ucap Kris.
"Ah, baiklah, maaf merepotkan."ucap Xiumin.
Setelah para namja pergi, teman-teman Luhan pun langsung memberondong Luhan dengan banyak pertanyaan.
"Kenapa kau sampai bisa kelelahan seperti itu eoh?"
"Kau makan dengan teratur kan?"
"Apa jadwalmu terlalu banyak?"
"Bisakah kalian bertanya satu persatu?"ucap Luhan mempotkan bibirnya.
"Hehehe… Maafkan kami Lulu, kami hanya khawatir dengan kondisimu saat ini."ucap Baekhyun.
"Aku rasa tubuhku agak aneh akhir-akhir ini. Apa dokter mengatakan sesuatu pada kalian?"tanya Luhan.
"Tidak, ia hanya memberitahu kami bahwa dirimu terlalu lelah. Aneh bagaimana?"tanya Lay penasaran.
"Suaraku sering hilang tiba-tiba, nada tinggi yang bisa aku nyanyikan jadi tidak sampai, pusing, dan tadi aku pingsan. Apa aku periksakan lebih lanjut ya?"tanya Luhan bingung.
"Iya, kau periksakan lebih lanjut saja Lulu."saran Xiumin.
"Iya, itu bagus Lu, agar kau bisa mengetahui kebenaran kondisimu saat ini."lanjut D.O.
"Baiklah, aku akan memeriksakan kesehatanku lebih lanjut."ucap Luhan.
Hari ini Luhan sudah diperbolehkan pulang, akan tetapi ia tidak akan pulang terlebih dahulu. Ia akan memperiksakan kondisi kesehatannya saat ini. Sekarang Luhan tengah menyelesaikan administrasi sebelum pemeriksaan itu berlangsung. Setelah menyelesaikan administrasi, Luhan tengah memasuki ruangan khusus dan ia mulai mengikuti serangkaian tes yang ada.
Setelah selesai melakukan pemeriksaan, Luhan segera pergi ke gedung SM karna hasil pemeriksaan akan keluar besok. Sesampainya di gedung SM, ia langsung berjalan menuju ruang latihannya.
"Luhan-ssi bagaimana keadaanmu apakah sudah lebih baik?"tanya salah satu staf di SM.
"Iya, aku sudah lebih baik."jawab Luhan tersenyum.
"Baiklah, kalau begitu aku tinggal dulu ya Luhan-ssi."ucap staf tersebut.
Setelah ditinggal oleh staf itu, Luhan memasuki ruang latihannya. Ia pun segera berganti pakaian dan memulai latihannya. Tanpa ia sadari pintu ruang latihannya tidak tertutup rapat dan seorang namja tengah memperhatikannya lewat celah pintu tersebut.
"Dasar yeoja babo! Baru saja ia sembuh tapi sudah latihan lagi!"ucap namja tersebut sambil pergi meninggalkan ruang latihan Luhan.
"Hatchi! Sepertinya ada yang membicarakanku?"ucap Luhan tidak peduli dalam hati dan meneruskan latihannya.
Terlihat matahari sudah hampir tenggelam, seorang yeoja nampak berjalan meninggalkan gedung SM. Sebuah mobil berhenti tepat di depannya lalu keluarlah seorang namja tampan.
"Masuklah! Biarku antar."ucap Sehun.
"Tidak usah, aku tidak ingin merepotkanmu."tolak Luhan halus.
"Cepat masuk! Jika kau sakit lagi, itu akan menyusahkanku!"bentak Sehun.
"Baiklah."ucap Luhan masuk ke dalam mobil.
Mobil itu berlalu cukup kencang membelah keheningan di jalanan kota Seoul. Sehun tengah mengemudi dengan serius sambil sesekali melihat ke arah yeoja di sebelahnya sedangkan yang diperhatikan olehnya, hanya memandang ke arah jendela membelakanginya.
"Apakah pemandangan diluar jendela lebih menarik dariku?"ucap Sehun sebal.
"Iya, hiasan-hiasan Natal itu lebih menarik darimu."balas Luhan.
Sehun yang mendengar jawaban Luhan hanya bisa mempoutkan bibirnya. Tiba-tiba saja Sehun ingat bahwa ada restaurant yang cukup enak didaerah sini kata hyungnya, Suho.
"Hei, yeoja jelek! Kau sudah makan?"tanya Sehun.
"YAK! Jangan memanggilku seperti itu! Kalo sudah kenapa? Kalo belum kenapa?"tanya Luhan balik.
"Kalo sudah makan ya tidak apa-apa, kalo belum aku mau mengajakmu makan."kata Sehun menahan emosi.
"Tapi aku sudah makan tadi."ucap Luhan.
"Oh yasudah."ucap Sehun.
Sesudah itu Sehun dan Luhan tidak berbincang-bincang lagi sampai diapartement Luhan.
"Hei, ayo turun sudah sampai."ucap Sehun sambil memarkirkan mobilnya.
"Hei, ayo turun. Cih! Dia tertidur."ucap Sehun lirih melihat Luhan yang tertidur.
"Kau tahu? Ketika kau diam, mukamu sangat cantik."ucap Sehun sambil memainkan helaian rambut Luhan.
"Baru kali ini ada yeoja yang berani membalas kata-kataku tahu? Hanya dirimu seorang Xi Luhan."lanjut Sehun mendekatkan dirinya ke badan Luhan.
Nafas Sehun menerpa rambut Luhan lembut. Tiba-tiba gerakan Sehun terhenti ketika memandang bibir mungil Luhan yang menggoda. Sehun mendekatkan wajahnya ke wajah Luhan dan bibirnya mengecup lemut bibir Luhan lalu melepasnya.
"Hmmm… Rasanya manis."ucap Sehun dalam hati memegang bibirnya.
"Hei! Yeoja jelek! Cepat bangun!"teriak Sehun yang membuat Luhan kaget.
"Umm.. Dimana ini? Sudah sampai?"tanya Luhan berusaha bangun dari tidurnya.
"Sudah sampai dari tadi yeoja jelek, kau saja yang tidur terlalu pulas."ucap Sehun.
"Umm.. Kalau begitu terima kasih Sehun-ssi."ucap Luhan membuka pintu mobil beranjak keluar.
"Kau tidak mengajakku mampir?"tanya Sehun berharap.
"Tidak, aku tidak mau apartementku terkotori olehmu."ucap Luhan galak membanting pintu mobil.
"Yak! Kau yeoja kurang ajar! Mobil ini sangat mahal tahu!"teriak Sehun kesal.
Luhan tampak menahan tawanya, ia puas membuat Sehun kesal pada dirinya. Ia melihat mobil Sehun melaju meninggalkan apartementnya. Setelah mobil Sehun tidak terlihat lagi dari pandangannya, ia mulai memasuki apartementnya.
Luhan tampak sedang memasak air untuk ramen instan karena hanya itu yang tersisa di dapurnya. Lagipula, mulai besok ia akan pergi liburan bersama sahabat-sahabatnya selama 3 hari. Memikirkan hal itu, Luhan teringat bahwa ia belum berkemas-kemas lalu ia memutuskan untuk berkemas-kemas sambil menunggu air yang ia masak mendidih.
Matahari mulai naik ke peraduannya, seorang yeoja tampak tengah berlari memasuki Café Panda sambil membawa sebuah koper besar. Lalu ia membuka pintu dan mulai memasuki lantai kedua di Café Panda, dilihatnya Xiumin dan D.O masih memakai piayama, terlihat mereka baru saja bangun.
"Lulu? Ada apa kau datang sepagi ini?"tanya D.O bingung.
"Bukankah kita berangkat pukul 9 pagi? Sedangkan ini baru pukul 7?"tambah Xiumin.
"Hehehehe… Aku hanya ingin menitipkan barang bawaanku, karna aku harus mengambil hasil test dirumah sakit."ucap Luhan.
"Oh yasudah, taruh saja disana."ucap Xiumin menunjuk ke arah 2 koper besar.
"Baiklah. Aku pamit dulu ya, sampai berjumpa jam 9."ucap Luhan yang sudah pergi lagi setelah menaruh koper besarnya.
"Hei, Luhan! Ayo sarapan dulu!"teriak D.O yang tidak terdengar oleh Luhan yang sedang naik taksi.
Luhan tengah memegang selembar kertas berisi hasil test kesehatannya dengan hati gugup ia membukanya. Dan apa yang tertulis disana membuat dia tidak percaya, membuatnya seperti mendapatkan ketukan palu sebesar batu yang menimpanya.
Apa ini bercanda? Kenapa kertas itu berisikan bahwa ia tengah hamil? Bukankah itu gila? Dirinya memiliki pacar pun tidak apalagi suami!Gila ini benar benar gila!
"Luhan-ssi!"seorang suster memanggilnya sambil berlari.
"Maaf, hasil testnya tertukar, ini milik anda."ucap suster itu memberikan selembar surat.
"Ah iya, terima kasih."ucap Luhan mengambil surat itu.
Luhan bernafas lega dan ia mulai membuka segel surat itu dan menarik secarik kertas didalamnya. Luhan mulai membuka kertas itu pelan-pelan dan ia membaca kertas itu dengan seksama.
Apa yang ia baca membuat dirinya tak percaya. Ia seorang penyanyi dan apa yang tertera disana dapat menamatkan karirnya. Luhan mulai menangis dan membolak-balikan kertas itu siapa tahu ada kesalahan lagi tapi tidak kertas itu bernamakan namanya dan tidak ada kesalahan lagi seperti tadi.
Apa dosanya sehingga Tuhan memberikan ia penyakit seperti ini? Apa kata orang tuanya nanti? Bagaimana dengan karirnya? Bagaimana kehidupannya nanti? Luhan menangis tanpa suara untuk menerima kenyataan bahwa ia terkena kanker laring atau kanker pita suara….
-TBC-
Maaf ga bisa bales reviewnya satu-satu dan lama updatenya. Maaf juga di chapter 2 banyak ada typo… Fict ini awalnya memang ditaruh dirate M untuk jaga-jaga aja sih tapi tiba-tiba berubah haluan. *evil laugh* Disini udah dikasih tau kan apa penyakitnya Luhan dan itu merupakan awal dari segalanya. Makasih udah menyempatkan waktu baca fanfict ini. Kritik dan saran kalian semua sangat bermanfaat bagi saya... ^^
