Chapter 3
Melody in Love
Created by : manlylittledeer
Cast : Luhan, Oh Sehoon, Byun Baekhyun, Park Chanyeol, Kim Jongin, Kyungsoo
Pairing : Official Pair HUNHAN CHANBAEK KAISOO
Rate : T (amaaaan :3)
Length : Chaptered
Disclaimer : semua cast milik orangtuanya dan Tuhan puput cuma minjem nama :) ini murni hasil imajinasi puput samasekali engga plagiat :3
WARNING! BOY X BOY! YAOI!
HAPPY READING~
Setelah seharian berkutat dengan laptop akhirnya selesai juga chapter ini :) silahkan dibacaa. maaf kalau agak aneh /absurdd/ dan typo dimana-mana dan feel gadapet dan cerita abal dan dan danlainlain :)
At the end you still must to know about the truthness/
Chapter 3
"Dimana Luhan?!" Sehun langsung menerobos rumah hyungnya tanpa permisi dan langsung mendatangi sang pemilik rumah. Hyungnya terlihat terkejut dengan kedatangan Sehun yang bisa dibilang sangat cepat
"Duduklah dahulu baru a—"
"DIMANA DIA SEKARANG KIM TAEHYUNG?" Kim Taehyung menghembuskan nafas dan menggelengkan kepalanya, "Kau ini, bertingkah seperti namjachingu nya saja. Ah ya kau memang namjachingu dia bukan? Aku tak menyangka kau benar-benar bersama dengannya atau itu hanya bualanmu saja?" Sehun memutar bolamatanya, tanpa babibu langsung berjalan kearah kamar. Taehyung hanya terdiam dan tersenyum dengan kedua tangan terlipat didepan tangannya melihat tingkah adiknya yang begitu gelisah jika menyangkut dengan Luhan. Sehun membuka kamar Taehyung namun nihil, ia langsung keluar dan membuka pintu kamar tamu. Disana dia, orang yang Sehun cari dari semalam sedang tertidur dengan pulas. Sehun mendekati Luhan dan mengenggam erat tangan Luhan. Luhan terlihat bergerak dengan gelisah
"Chan...yeol.. ke..napa.." Sehun terdiam memandang Luhan dan mengecup keningnya dengan lembut. Sehun merasakan rasa sesak didadanya saat Luhan begitu bersemangat menceritakan ketampanan Chanyeol, penampilan Chanyeol yang (menurut Luhan bukan menurut Sehun) begitu memukau. Ia sadar bahwa ia memang sudah menaruh rasa pada Luhan, namun ia berusaha memendam perasaan tersebut. Ia tidak mau Luhan menjauhinya hanya karena keegoisan Sehun. Ia tidak ingin itu terjadi.
"Ia selalu mengigau dan menyebut nama Chanyeol, apa maksud dia itu Chanyeol The Crescendo?" Sehun mengangguk perlahan sedangkan perhatiannya tidak terlepas dari Luhan. Taehyung berjalan mendekati Sehun, "apa Luhan tahu kau suka dengannya?" Sehun terdiam
"Tidak. Dan tidak akan pernah tahu"
"Kenapa kau tidak menyatakan cintamu? Kurasa ia akan menerimamu" Sehun menghela nafas lalu menoleh ke arah Taehyung
"Aku tidak ingin merusak status guru dan murid menjadi sesama musuh hyung" Taehyung menaikkan alisnya sebelah
"Apa maksudmu?" Sehun tidak menghiraukan Taehyung lalu pergi keluar kamar. Taehyung memandang punggung Sehun yang terlihat begitu rapuh, terlalu sakit menahan perasaan yang ada. Taehyung menoleh dan menatap Luhan miris
"Luhan, tak pernahkah kau sadar akan perasaan Sehun?" Taehyung keluar dari kamar , mendekati Sehun yang sedang meminum air putih di dapur. Ia mengambil segelas kopi dingin lalu menyesapnya secara perlahan. Sehun hanya terdiam dengan pandangan kosong dan bisa Taehyung jamin mungkin Sehun tidak sadar akan kehadirannya. Taehyung menepuk bahu Sehun
"Aku tidak mengerti pemikiran apa yang kau pakai hingga membuatmu berpikir bahwa Luhan akan memusuhimu. Namun, tidak ada yang salah jika kau mencoba" Sehun hanya terdiam dan beranjak mengambil mantelnya diatas sofa ruang tamu rumah Taehyung
"Hyung, aku titip Luhan sebentar. Aku mempunyai janji untuk rekaman di BLACKPEARLSTUDIO" Sehun memakai mantelnya lalu pergi keluar rumah meninggalkan Taehyung yang menggelengkan kepala melihat tingkah adik semata wayangnya. Taehyung meminum habis kopinya sambil berjalan ke ruang televisi, menghempaskan tubuhnya diatas sofa empuk. Taehyung mengambil remote tv dan mulai menikmati siaran-siaran yang ada dilayar tv
-Melody in Love-
-Luhan POV-
Aku membuka mataku perlahan. Dimana ini? Kamar ini sangat asing, kenapa aku bisa ada disini? Perlahan aku duduk diatas kasur dan memijat pelipisku, kepalaku sangat pusing dan mataku berkunang-kunang. Kurasa aku harus keluar mencari pemilik rumah ini dan menanyakan alasan kenapa aku berada disini. Aku beranjak dari tempat tidur namun tubuhku oleng dan terjatuh diatas kasur. Kepalaku sangat pusing, bahkan berdiripun aku tak sanggup. Aku menoleh ke meja kecil disamping kasur, ah handphoneku. Aku mengambilnya dan menelpon Sehun untuk meminta maaf tidak memberi kabar kepadanya dari semalam
"Yoboseyo"
"Sehunnie aku ingin minta maaf karena aku tidak memberimu kabar semalam. Aku sekarang berada di kamar yang asing, aku takut Sehunnie. Aku rasa aku diculik" ucapku dengan rasa takut yang berlebihan. Well, aku tidak berlebihan aku memang benar-benar ketakutan.
"Ah mianhae Luhan-ah ini aku Chanyeol bukan Sehun, apa? Kau diculik? Bagaimana bisa?" Chanyeol terdengar begitu panik setelah mendengar Luhan diculik. Walaupun semalam ia memang cemburu dengan kedekatan Baekhyun dan Luhan saat duet bersama namun tetap saja Chanyeol tidak ingin ada sesuatu yang tidak enak terjadi dengan Luhan. Luhan terkesiap setelah mengetahui Chanyeol lah yang mengangkat telepon darinya. Luhan terdiam tidak menjawab pertanyaan Chanyeol, air mata perlahan turun dari pelupuk matanya yang indah. "Luhan-ah? Gwaenchanayo? Cepat beritahu aku tanda-tanda khusus yang ada disekitarmu supaya aku bisa melacak kau dimana"
"A..ah mianhae Chanyeol-ah. Bisakah aku berbicara dengan Sehunnie" Aku benar-benar tidak ingin ditolong ataupun dibantu oleh Chanyeol untuk saat ini. Bagaimana bisa aku belajar untuk merelakannya jika ia menolongku dan terus membuat hatiku berdebar-debar?
"Tapi Sehun sedang rekaman Luhan-ah. Ayolah, jangan membuatku khawatir" Aku memang tidak mau kau mengkhawatirkanku Chanyeol.. jangan seperti ini, kumohon. Ini sakit.. Aku langsung mematikan sambungan telepon sepihak. Aku benar-benar tidak mau berbicara bahkan bertemu Chanyeol untuk saat ini. Siapa sangka ternyata Chanyeol yang selalu aku mimpikan akan menjadi namjachinguku, menggandeng tanganku dan akan menjagaku suatu hari nanti ternyata sudah mempunyai pujaan hati. Aku berusaha untuk berdiri namun sakit dikepalaku semakin menjadi-jadi. Aku hanya terdiam dan duduk diatas kasur, berharap persepsiku tentang aku diculik hanyalah sebuah pemikiran berlebihan karena aku terlalu banyak menonton drama. Tiba-tiba pintu terbuka dan menampakkan seorang namja membawa sebuah tampan berisi makanan dan susu hangat. Sepertinya aku pernah melihat namja ini.. tunggu dia kan..
"Ah Luhan? Kau sudah sadar? Untunglah, vitamin yang aku berikan semalam ternyata berguna. Ini, aku membawakanmu makanan dan susu hangat aku tahu kau pasti kelaparan bukan? Lalu ini obat demam untukmu. Jika kau membutuhkan sesuatu panggil aku, tak usah sungkan arra?" Aku hanya mengangguk kecil lalu memandang Taehyung yang menyodorkan sepiring makanan untukku. Aku tersenyum canggung lalu berdeham
"Mian sebelumnya, tapi aku ingin bertanya kenapa aku bisa disini?" Taehyung tersenyum dan menaruh kembali piring tersebut diatas nampan.
"Jadi kemarin..."
/FLASHBACK/
Taehyung melihat jam tangan di pergelangan tangannya, ah sudah jam 12 malam. Ia memberikan instruksi dan membantu membereskan sisa property bersama para pekerja lainnya dengan buru-buru. Setelah dirasa semua property masuk kedalam truk angkutan untuk dibawa kestudio The Crescendo, Taehyung pamit untuk pulang duluan ke teman-temannya yang dibalas dengan salam 'Hati-hati hyung!' 'Terimakasih untuk hari ini Taehyung-ah!' . Ia berjalan keluar gedung kearah parkiran lalu masuk ke dalam mobil dan segera menyalakan mesin mobil. Taehyung mulai mengemudikan mobilnya keluar dan menerobos kesunyian malam. Taehyung menoleh kearah kiri dan tersenyum melihat iklan yang menampilkan The Crescendo, namun senyum Taehyung langsung sirna saat melihat sesosok namja tergeletak tak berdaya diatas kursi halte bus. Taehyung memicingkan matanya untuk memperjelas penglihatannya, karena penasaran ia menepikan mobilnya lalu mendekati namja tersebut. Hampir seluruh tubuhnya tertutupi oleh salju, Taehyung membersihkan wajah namja tersebut dan langsung terbelalak kaget
"Luhan-ssi? Gwaenchanayo? Luhan-ssi?" Taehyung menepuk pipi Luhan pelan untuk menyadarkan Luhan namun Luhan tak bergeming. Taehyung terdiam, apa yang harus ku lakukan? Akhirnya Taehyung memapah badan Luhan masuk kedalam mobilnya lalu langsung mengemudikan mobilnya kearah rumah sakit. Tempat konser The Crescendo dengan rumah sakit cukup jauh, Taehyung terus menoleh kebelakang dengan khawatir karena Luhan selalu mengigau tak jelas dan terlihat seperti gelisah, terlebih dengan badan Luhan yang sangat panas dan baju yang basah kuyup karena salju. Akhirnya setelah menempuh perjalanan sekitar 20menit Taehyung sampai dirumah sakit terdekat lalu langsung menggendong Luhan kedalam rumah sakit.
"tolong bantu namja ini segera!" para suster segera mendatangi Taehyung dengan Luhan yang ada digendongannya dan dengan sigap mengambil alih Luhan, membaringkannya diatas sebuah kasur. Luhan terlihat gelisah dan terus mengigau tidak jelas,keringat dingin terus mengalir dipelipisnya. Luhan langsung dibawa ke ruang ICU untuk mendapatkan pertolongan secepatnya. Taehyung menunggu Luhan diruang tunggu dengan cemas setelah mengurus administrasi pembayaran Luhan. Ia benar-benar tidak menyangka menemukan Luhan tergeletak tak berdaya dihalte bus yang begitu sepi, bagaimana kalau Luhan dirampok atau bahkan diperkosa orang jahat atau bahkan tidak terselamatkan mengingat Luhan yang tertutupi oleh salju? Taehyung menggelengkan kepalanya, ayolah Taehyung kau terlalu berlebihan. Taehyung melihat jam dinding yang ada diruang tunggu rumah sakit, sudah jam 1.
"apakah anda keluarga Luhan-ssi?" Taehyung menoleh kearah suster yang tiba-tiba entah darimana berada disebelahnya. Taehyung mengangguk dengan cepat, "baiklah, ikuti saya" Taehyung mengikuti suster didepannya masuk kesebuah ruangan yang Taehyung yakini sebuah ruangan dokter. Taehyung duduk dihadapan dokter yang bernama Jongdae (Taehyung tahu karena melihat dari nametag dokter tersebut) Jongdae terlihat sibuk menulis sesuatu, mungkin sejenis resep obat yang harus Taehyung tebus nanti. Jongdae segera menyelesaikan resep obat tersebut, setelah selesai dan yakin resep obat itu benar ia menutup pulpennya.
"anda keluarga Luhan-ssi?" Taehyung mengangguk, lebih baik berpura-pura daripada tidak dipercaya, "Luhan-ssi hanya terkena demam parah yang menyebabkan beliau kehilangan kesadaran. Saya rasa Luhan-ssi terlalu stres sehingga membuat metabolisme tubuhnya menurun dan pakaian Luhan-ssi yang basah kuyup semakin memperparah keadaan pasien. Ini resep obat yang harus anda tebus, mengenai penjelasan obat akan dijelaskan oleh apotekernya sendiri" Taehyung mengucapkan terimakasih sambil membungkukkan badannya lalu keluar dari ruangan tersebut menuju apotek yang ada didalam rumah sakit tersebut. Taehyung menebus obatnya dan menuju ruang ICU untuk menjemput Luhan. Kasur Luhan dibawa keluar agar memudahkannya untuk diangkat masuk kedalam mobil, Taehyung dibantu dengan beberapa suster mengangkat badan Luhan dari atas kasur dan memasukkan Luhan kedalam mobil. Taehyung berjalan berputar lalu masuk kedalam mobil setelah mengucapkan terimakasih kepada suster yang tadi membantunya sambil membungkukkan badan setelah itu Taehyung segera menyalakan mesin. Luhan terus mengigau namun kali ini Luhan terdengar sedikit berbicara dengan lirih
"Chan..yeol.." Taehyung menoleh dengan cepat saat Luhan menyebutkan nama Chanyeol. Chanyeol? Apa yang ia maksud Park Chanyeol anggota The Crescendo? Taehyung menggelengkan kepalanya, tidak mungkin Chanyeol penyebab Luhan tergelatak tak berdaya diatas bangku halte bus. Itu tidak mungkin, karena setahu Taehyung, Chanyeol pasti sudah tertidur karena Chanyeol tidak kuat untuk tidur larut malam. Taehyung mempercepat laju mobilnya sambil sesekali menoleh kearah Luhan yang terus menyebut nama Chanyeol, ia harus tahu kenapa Chanyeol ada kaitannya dengan Luhan yang sedang sakit sekarang. Beruntung karena jalanan yang begitu sepi, Taehyung bisa sampai rumah dengan cepat dan langsung membawa Luhan masuk ke dalam rumahnya. Ia memapah Luhan masuk kedalam kamar tamu dan membaringkannya diatas kasur lalu Taehyung merawat Luhan agar Luhan tidak semakin parah.
/END OF FLASHBACK/
Wajah Luhan sudah benar-benar memerah sekarang mendengar penjelasan Taehyung sedangkan Taehyung menatap Luhan dengan serius, "aku hanya ingin bertanya, apakah Chanyeol melakukan sesuatu sampai kau tergeletak diatas halte bus kemarin? Jika iya, aku akan memberikan perhitungan kepadanya" Luhan langsung mendongak dan mengibaskan tangannya dengan panik
"an-aniyo! Aku pikir kau salah mendengar Taehyung-ssi" Luhan benar-benar panik sekarang sedangkan Taehyung terus menatap Luhan dengan intens, "kau tahu bukan kalau aku adalah manajer The Crescendo?" Luhan menundukkan kepalanya sambil mengangguk perlahan, "kau tahu bukan bahwa selaku manajer akulah yang akan bertanggung jawab atas perbuatan mereka?" Luhan semakin menunduk lalu mengangguk perlahan. Luhan benar-benar tidak bisa berkutik. Taehyung terus menatap Luhan, menghembuskan nafas karena melihat Luhan tidak akan mengatakan apapun tentang Chanyeol. Taehyung bangkit berdiri mengambil obat Luhan yang ada di nakas dekat lemari dan memberikannya kepada Luhan
"ini obatmu. Minum ini setelah kau sarapan" Luhan mendongak setelah beberapa lama menunduk dan menerima obat itu dengan canggung.
"kamsahabnida Taehyung-ssi, tapi apa aku boleh bertanya sesuatu?" Taehyung mengangguk, "tentu saja" Luhan memelintir ujung bajunya untuk menghilangkan rasa grogi
"siapa yang mengganti pakaianku?" Taehyung langsung terbatuk mendengar pertanyaan Luhan yang sangat ia hindari, sedangkan Luhan menatap Taehyung bingung, "apa kau flu juga Taehyung-ssi?" Taehyung benar-benar gelagapan sekarang
"aha..ha..ha.. ya kurasa aku juga flu karena terlalu lelah. Baiklah minum obat itu agar kau bisa lekas sembuh, arraseo?" Taehyung mengambil handphonenya dari kantong dan berpura-pura menelpon seseorang "ah ya ahjusshi kita memang sedang melakukan sebuah riset tentang..." Taehyung meminta ijin Luhan untuk keluar sebentar tanpa suara, hanya gerakan bibir, 'aku keluar dulu. Minum obatmu, arra?' Luhan mengangguk dengan polos melihat kepergian Taehyung tanpa rasa curiga sama sekali, mungkin yang mengganti pakaiannya Luhan sendiri walaupun Luhan sama sekali tidak mengingatnya dan tidak pernah merasa mempunyai baju seperti yang ia pakai sekarang. Luhan menoleh dan mengambil nampan makanan yang berada diatas meja kecil disamping kasur. Luhan menyuapkan sesendok nasi kemulutnya sambil termenung memikirkan Chanyeol. Begitu bodohnya ia hampir sekarat hanya karena tahu bahwa Chanyeol dan Baekhyun adalah sepasang kekasih. Begitu bodohnya Luhan berharap bahwa ialah yang akan menjadi di posisi Baekhyun, merasakan kasih sayang dari seorang Chanyeol, mendengar kata-kata cinta dan kasih sayang dari seorang Chanyeol, terbenam dalam pelukan hanya dari seorang Chanyeol. Luhan menghembuskan nafas sambil tersenyum pahit. Kau sungguh memalukan Luhan.
-Melody in Love-
/ at Sehun's side/
"hey Sehun-ah tadi Luhan menelpon saat kau sedang rekaman, ia bilang ia diculik. Bagaimana ini?" Sehun menatap Chanyeol bingung, "diculik?" Chanyeol menganggukan kepalanya cepat, "iya, bagaimana ini?" Sehun hanya memandang Chanyeol malas sambil menyesap kopi hitam yang barusan ia beli di standing machine
"hey,hey,hey bagaimana bisa kau begitu tenang? Kau tidak takut jika Luhan kenapa-kenapa? Luhan begitu cantik bagaimana kalau ia sampai diperko—"
PLETAK!
"ya,ya,yaa! Apa-apaan kau ini" sungut Chanyeol sambil mengelus kepalanya yang nyeri setelah terkena jitakan seorang Oh Sehun, "Luhan sedang berada di rumah Taehyung hyung /agak aneh ya?-_-/ yaa, mungkin maksud dia diculik oleh Taehyung hyung" Chanyeol terbelalak kaget
"dirumah Taehyung-ah? Bagaimana bisa?" Sehun melirik Chanyeol sekilas, "kenapa kau begitu mengkhawatirkannya?" Chanyeol mengangkat alis sebelahnya
"entahlah, mengkhawatirkan teman tidak salah bukan?" Mengkhawatirkan? Bahkan kau yang membuat Luhan menderita Chanyeol. Sehun mengangguk kecil, sama sekali tidak berniat menjelaskan alasan kenapa Luhan ada dirumah Taehyung.
"tadi Luhan menyebut namamu dengan sebutan sayang. Apa kau mempunyai hubungan khusus dengannya? Kulihat kau begitu cocok jika bersanding dengannya" Bodoh. Chanyeol benar-benar membuat Sehun jengkel. Sebenarnya, Sehun sama sekali tidak membenci Chanyeol atau bahkan tidak berusaha menjauhinya karena Luhan tertarik dengannya namun karena sikap Chanyeol yang sangat tidak peka membuat Sehun kesal sendiri.
"itu hanya panggilan akrab antar guru dan murid" Chanyeol ber'o' ria sambil manggut-manggut mengerti. Sehun melempar kaleng kopinya ketempat sampah dan mengecek handphonenya
From : Luhannie (9.25 a.m)
Yaa Sehunnie kenapa yang mengangkat telponku bukan kau tapi Chanyeol? Apa kau sedang bersama dengannya sekarang?
Sehun hanya terdiam membaca pesan dari Luhan dan sama sekali tidak berniat untuk membalasnya. Sehun membuka kembali pesan kedua
From : Luhannie (9.27 a.m)
Sehunnie balas pesanku sekarang /pouts/
Sehun tersenyum pahit membaca pesan Luhan
From : Luhannie (9.33 a.m)
Taehyung-ssi sepertinya mengetahui perasaanku kepada Chanyeol, bagaimana ini? .
Dia memang sudah mengetahuinya, Luhan
From : Luhannie (9.35 a.m)
Kau benar-benar menjengkelkan! Kau harus membelikanku es krim nanti! :(
Sehun tersenyum membayangkan Luhan yang sedang melipat kedua tangannya didepan dada dengan mulut yang mengerucut
From : Luhannie ( 9.40 a.m)
Aku tidak akan mau mengikuti les denganmu selama seminggu!
Sehun membelalakkan matanya membaca pesan Luhan. Sehun terdiam dan menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. Seorang Luhan tidak bermain piano selama seminggu dengannya? Kau yakin Luhan?
From : Luhannie (9.50 a.m)
AISHH! Arraseo,arraseo! Aku hanya bercanda, apakah kau sedang bersama Chanyeol?
Sehun tersenyum mendapati dugaannya benar walaupun diakhir pesan Luhan menanyakan Chanyeol
To : Luhannie (10 a.m)
Kau sangat berisik. Ya, aku sedang bersama dengannya.
Sehun membaca kembali pesan tersebut. Pesan tersebut menyiratkan bahwa Sehun orang yang cuek, dingin namun inilah cara ia menahan perasaan yang begitu bergejolak didalam hatinya. Sehun tidak ingin Luhan tahu akan perasaannya.
Sehun memasukkan kembali handphonenya kedalam kantong. "ekspresimu sangat menyeramkan tadi. Tersenyum lalu datar lalu tersenyum kembali, seperti menerima berita baik didalam berita buruk?" Sehun menatap Chanyeol, bagaimana bisa ia menebak dengan begitu tepat?
"lupakan. Bagaimana kalau nanti malam kita pergi ke Descresc Club? Aku sangat bosan" Chanyeol langsung mengangguk mendengar ajakan Sehun, "tentu saja! Aku akan mengajak Baekhyun bersamaku. Ah ya, aku tak pernah melihatmu menggandeng namja maupun yeoja ke Descresc Club? Ayolah bung, sekali-sekali bawa seseorang bersamamu" Sehun terlihat memikirkan saran Chanyeol lalu mengangguk,
"baiklah, aku akan membawa seseorang nanti malam"
-Melody in Love-
-at Luhan side-
Setelah menghabiskan sarapan yang diberikan oleh Taehyung (dengan sedikit terpaksa karena Luhan benar-benar mual sekarang) ia mengambil obat yang diberikan Taehyung kepadanya. Luhan memberengut dan menyembunyikan obat itu dibawah kasurnya, ia benar-benar tidak akan mau meminum obat pahit itu. Apalagi warnanya aneh-aneh dan sangat besar. Urgh, membayangkannya saja membuat Luhan semakin mual.
Drrt! Drrt!
Luhan menoleh ke arah meja kecil dan mengambil handphonenya. –Message from Sehunnie—Luhan langsung duduk dengan tegap, sangat bersemangat membuka pesan dari Sehun
From : Sehunnie
Kau sangat berisik. Ya, aku sedang bersama dengannya.
Luhan mempoutkan bibirnya membaca pesan Sehun, masa ia sama sekali tidak merasa bersalah karena membuat Luhan menunggu sangat lama balasan darinya? Namun Luhan langsung tersenyum membaca akhir pesan Sehun. Sehun sedang bersama dengan Chanyeol? Wah, berarti Luhan bisa mendapatkan informasi dari Sehun. Tunggu, tadi Chanyeol bilang bahwa Sehun sedang rekaman, apa jangan-jangan mereka berdua.. rekaman bersama? Luhan memekik kegirangan. Pasti itu sangat keren! Kenapa Sehun tidak memberitahu dirinya tentang hal tersebut? Luhan dengan semangat membalas pesan Sehun
To : Sehunnie
JINJJAYO?! APA KAU BERDUET DENGAN CHANYEOL?! Kenapa kau tak pernah memberitahuku tentang hal tersebut? /pouts/ cepat balas pesanku ini! Kau tahu? Aku langsung merasa lebih sehat saat membaca pesan darimu!^^
Luhan benar-benar senang sekarang. Ia benar-benar melupakan rasa pusing dikepalanya. Luhan melonjak kegirangan,entah kenapa ia begitu senang mendengar Sehun berduet dengan Chanyeol. Mungkin ia begitu senang karena ia bisa mendapatkan informasi lebih banyak tentang Chanyeol dari Sehun? Waaah daebakkidaa! Luhan terus membaca pesan dari Sehun, memastikan bahwa ia tidak salah baca
"ada apa denganmu? Terlihat bahagia sekali?" Luhan menoleh dengan secepat kilat saat suara itu menyapa indra pendengarannya
"Sehunniee! Kemarilah, jelaskan kepadaku semuanya" ucap Luhan dengan semangat yang begitu menggebu-gebu sambil menepuk bagian tempat tidur yang kosong disebelahnya. Sehun menurut dan duduk disebelah Luhan, ia tahu pertanyaan Luhan menjurus kemana
"sebelum aku bercerita, apa kau sudah meminum obat yang diberikan hyungku?" Luhan terkesiap mendengar pertanyaan Sehun
"hyungmu? Kim Taehyung itu hyungmu Sehunnie?" Sehun mengangguk sambil tersenyum, "jadi apa kau sudah meminum obat darinya?" Luhan mengangguk dan berpura-pura memasang wajah seakan ingin muntah
"tentu saja Sehunnie! Bahkan rasa pahit dari obat itu masih ada" Sehun menaikkan alisnya sebelah, "oh ya? Apakah begitu pahit Luhannie?" Luhan mengangguk begitu semangat /terlalu bersemangat/ dan memasang mimik seperti mau muntah kembali. Sehun mengangguk mengerti, Luhan melirik Sehun sambil menghembuskan nafas lega. Namun tiba-tiba Sehun mencubit pipi Luhan dengan gemas
"jadi muridku tercinta ini sudah mulai berbohong ya?" Luhan membelalakkan matanya, "ap-apa maksudmu Sehunnie? Geez, kau tidak mempercayaiku ya?" Sehun membungkukkan badannya, mengambil obat yang Luhan tadi sembunyikan dibawah kasur, "lalu bisa kau jelaskan kepadaku kenapa obat ini bisa berada di bawah kasur Luhannie?" Luhan gelagapan
"aa-ah itu mungkin terjatuh!" sangkal Luhan, menghindari tatapan Sehun. Bagaimana bisa Sehunnie tahu aku menyembunyikannya dibawah situ
"aku sudah mengenalmu lebih dari 6 tahun, tentu aku mengetahui semua kebiasaanmu Luhannie" ucap Sehun seakan bisa membaca pikiran Luhan. Sehun mulai membuka bungkus obat itu dan memberikannya kepada Luhan, "ayolah Luhannie, aku ingin kau sembuh" Luhan melirik obat itu "aah jebal Sehunnie, aku sudah sembuh kok" Sehun tidak membalas perkataan Luhan, tetap menyodorkan obat itu ke depan Luhan. Luhan menggeleng sambil mem'pout'kan bibirnya. Sehun menghembuskan nafas
"padahal aku ingin mengajakmu ke Descresc Club nanti malam tap—" Luhan langsung mengambil obat itu dari tangan Sehun dengan cepat setelah mendengar kata 'Descresc Club'
"arraseo, arraseo! Aku akan meminum obat ini tapi kau harus berjanji akan mengajakku ke Descresc Club" Sehun mengangguk dengan pasti. Luhan menatap obat-obat yang sekarang ada ditangannya, urgh Luhan kau harus meminumnya demi Descresc Club. Sehun mengambilkan Luhan satu gelas air putih yang diterima Luhan dengan ogah-ogahan. Luhan meminum obat pertama, urgh ini sangat pa—eh manis?
"aku tahu kau tidak menyukai obat pahit maka aku berpesan kepada hyungku agar membelikan obat baru yang manis" Luhan memandang Sehun tidak percaya dan langsung memeluknya dengan erat
"gomawoyo Sehunnie! Saranghaeeyoo!" Sehun tersenyum miris mendengar pernyataan Luhan, nado Luhannie. Jeongmal saranghaeyo. Sehun mengambil beberapa baju yang tadi dibawanya dari rumah
"ini, aku sudah membawakanmu baju ganti. 2 jam lagi bersiap-siaplah, aku masih ada urusan setelah ini" Luhan mengangguk dengan semangat dan meminum obat keduanya. Gurunya memang namja terbaik yang ada dimuka bumi ini!
-Melody in Love-
-skip time, 2 hours later-
"ah Sehunnie, baju ini sangat pas ditubuhku. Kau memang yang terbaik!" Luhan terus memandang cermin didepannya sambil sesekali berputar memperhatikan pakaiannya, Sehun terkekeh
"kau ini seperti seorang yeoja saja" Luhan mem'pout'kan bibirnya,
"aku ini namja Sehunnie"
"aku sedikit meragukannya" Luhan mendelik kesal
"aku namja! Ssang namja! Bahkan eomma dan appaku mengakuinya" Sehun tersenyum menatap Luhan
"arra,arra sekarang bisakah kita berangkat?" Luhan mengangguk senang sambil menggandeng lengan Sehun
"kajja!"
-Melody in Love-
-at Descresc Club-
Luhan benar-benar bersemangat, ia sudah sangat lama tidak datang keclub ini karena tidak diperbolehkan oleh Sehun. Huh, padahal Luhan kan sudah legal karena sudah berumur 17 tahun. Namun Luhan tidak peduli, ia benar-benar senang sekarang karena Sehun sendirilah yang mengajaknya kesini.
"Sehunnie! Bagaimana kalau kita duduk ditempat kita dulu?" Sehun memeluk pinggang Luhan dengan posesif, "ani, kita akan bergabung dengan temanku"
"teman Sehunnie? Siapa?" Luhan begitu penasaran dengan teman-teman Sehun karena teman-teman Sehun mayoritas adalah sesama musisi sehingga membuat Luhan sangat tertarik berbaur dengan pembicaraan mereka.
"kau akan tahu nanti" Tiba-tiba seseorang merangkul Luhan dan Sehun dari belakang, "yo man! Akhirnya kau datang juga!" Luhan terpaku ditempatnya, jangan bilang..
"Chanyeol?" Sehun dan Luhan membalikkan badannya menghadap Chanyeol. Chanyeol terlihat begitu bahagia dengan senyum lebarnya, "kemarilah, Baekhyun, Kyungsoo dan Jongin sudah menunggu kalian" Luhan terdiam dan mengeratkan pegangannya pada lengan Sehun yang dibalas dengan pelukan posesif di pinggangnya
"gwenchana. Kau bersamaku sekarang" bisik Sehun ditelinga Luhan kemudian berjalan kearah Kyungsoo, Jongin, Chanyeol dan Baekhyun. Luhan dan Sehun duduk berhadapan /yang sialnya/ dengan Chanbaek. Luhan benar-benar tidak betah dengan suasana ini, bagaimana bisa Sehun malah mengajaknya ke Descresc Club padahal ada Chanyeol? Yah, dihati kecil Luhan memang merasakan kebahagiaan saat melihat Chanyeol menyapanya tadi namun sekarang berbeda. Dihadapannya kini ada Chanyeol dan Baekhyun sedang bermesraan
"Sehun-ah aku kira kau akan membawa siapa ternyata kau membawa Luhan. Unpredictable!" Sehun hanya menggumam membalas pertanyaan Chanyeol
"ah ya bagaimana keadaan eommamu Jongin-ah? Apakah sudah membaik?" tanya Baekhyun sambil sesekali menyesap minumannya. Jongin langsung murung mengingat keadaan eommanya, "yah begitulah, tadi siang sudah mulai membaik namun eomma belum sadar" Kyungsoo memeluk Jongin, mencoba memberikan kekuatan untuk melewati cobaan tersebut. Jongin menatap Luhan dan memberikan tangan kanannya
"hey kita bahkan belum berkenalan? Kim Jongin imnida, kau bisa memanggilku Jongin. Aku namjachingu Kyungsoo " Luhan tersenyum canggung dan membalas salam Jongin, "ah ya senang bertemu denganmu Jongin-ssi, aku Luhan" Chanyeol terlihat memikirkan sesuatu kemudian tak berselang lama menjetikkan jarinya
"bagaimana kalau kita main Truth or Dare? Mainan kuno sih, tapi aku ingin memainkannya" Hunhan, Baekhyun dan Kaisoo terlihat berpikir dan mengangguk. Chanyeol tersenyum senang karena semuanya menyetujui ide gila darinya dan mengambil sebuah botol bir yang sudah kosong.
"aku yang memutarnya duluan. Jika ujung botol ini berhenti tepat didepan seseorang, hanya aku yang bisa menanyakan atau memberikan tantangan padanya. Kalian mengerti bukan aturan mainnya?" mereka semua mengangguk, Chanyeol kemudian memutar botol tersebut, semuanya menunggu dengan was-was karena jika Chanyeol yang memberikan pertanyaan atau tantangan itu pasti aneh-aneh dan diluar logika manusia normal /berarti Chanyeol gila dong?-_-/
Botol mulai berputar dengan perlahan, dan tiba-tiba berhenti didepan Luhan. Benar-benar tepat didepan Luhan. Baekhyun dan Sehun tercengang melihat botol tersebut sedangkan Luhan benar-benar terpaku dan tidak bisa berkata apa-apa
"wah Luhan-ah! Kebetulan sekali, aku memang berniat ingin memilihmu" Chanyeol tersenyum sangat lebar sekarang "jadi kau memilih Truth or Dare?" Luhan terdiam sejenak
"kupikir, aku pilih Dare" Sehun menoleh dengan cepat ke arah Luhan, oh tidak Luhan kau menggali kuburanmu sendiri. Chanyeol mengangguk dengan bersemangat, terlihat memikirkan sebuah ide gila.
"ah aku tau! Aku ingin kau mencium Sehun sekarang dalam waktu 5 menit" Luhan dan Sehun membulatkan matanya sebulat-bulatnya sedangkan KaiSoo membelalakkan matanya kaget. Chanyeol menyeringai, "dan tanpa berhenti mengambil nafas" Sehun menggeleng dan mengibaskan tangannya dengan malas, "hentikan kegilaanmu Chanyeol-ah" Luhan menunduk, memelintir ujung bajunya panik. Cukup sudah, Chanyeol benar-benar menyakiti hatinya saat ini. Luhan mengambil nafas dan menghembuskannya kembali. Baiklah Chanyeol, jika ini maumu..
"baiklah aku sanggup" Sehun menatap Luhan dengan tatapan tidak percaya
"kau tidak perlu memaksakannya Luhannie jika kau tidak mau" Chanyeol menggoyangkan jari telunjuknya didepan Sehun," eyy dia sudah mau dan sudah sanggup bukan Luhan-ah?" Luhan menatap Chanyeol sedih, "ne, aku sanggup" Sehun masih tidak bisa mempercayai Luhan, ada apa dengan dirinya? Luhan menghadap Sehun dan mengangguk seakan mengatakan 'tidak apa-apa aku sanggup'. Sehun menghembuskan nafasnya dengan kesal, "baiklah. Mendekatlah" Luhan mendekat dan menatap Sehun intens. Sehun mendekatkan wajahnya dengan wajah Luhan. Luhan menutup matanya dengan takut, ayolah Luhan kau harus bisa membuktikan di depan Chanyeol kalau kau kuat! Semakin lama Sehun mengikis jarak diantara mereka berdua, mempertemukan kedua belah bibir yang kini menyatu. Sehun mulai melumat bibir Luhan dengan perlahan sedangkan Luhan hanya diam tidak membalas lumatan Sehun. Ia tidak mengerti harus melakukan apa karena ini adalah ciuman pertamanya. Ciuman pertama yang ia simpan hanya untuk Chanyeol seorang.. Sehun mulai melumat bibir Luhan dengan agak cepat, ia memeluk pinggang Luhan dengan posesif untuk semakin mendekatkan Luhan kepadanya. Tanpa sadar, Luhan menaikkan tangannya dan berada dibelakang kepala Sehun. Sehun yang menyadari hal tersebut menggigit bibir bawah Luhan, Luhan sedikit memekik. Sehun tak menyia-nyiakan kesempatan tersebut, ia langsung menerobos mulut Luhan dan mengabsen satu-persatu gigi Luhan, membelit lidah Luhan yang membuat empunya melenguh kenikmatan sekarang. Luhan sudah mulai membalas ciuman Sehun dengan semangat, ini pengalaman yang tak akan pernah Luhan lupakan. Chanbaek dan Kaisoo menelan liurnya melihat adegan ciuman live yang ada dihadapan mereka semua. Chanyeol mengecek arlojinya
"1 menit lagi Sehun-ah! Bertahanlah" Luhan sudah benar-benar sesak sekarang, ia sudah memukul-mukul dada Sehun namun Sehun malah menahan wajah Luhan agar tidak melepaskan ciumannya. Ia tahu jika ia melepaskannya sebelum 5 menit, Chanyeol akan menyuruhnya mengulang. Chanyeol mengecek arlojinya kembali
"3..2..1.. yap! Tepat 5 menit!" Luhan langsung melepaskan ciumannya, mengambil nafas sebanyak mungkin dengan bibir yang membengkak dan wajah yang memerah. Sehun mengelap saliva yang entah milik siapa mengalir di ujung bibir Luhan, ia memandang Luhan yang masih terlihat ngos-ngosan akibat ciuman tadi. Sehun menarik Luhan menjauh, "ikuti aku" Chanyeol yang terlihat ingin protes melihat kepergian Sehun dan Luhan langsung dicegah oleh Baekhyun, "biarkan mereka berdua pergi"
Sehun menarik Luhan kedalam mobilnya. Mereka berdua terdiam. Sehun menatap Luhan yang masih sedikit ngos-ngosan
"Sehunnie kenap—"
"apa maksudmu tadi?" Luhan menatap Sehun sedih
"mi-mianhae aku ha—"
"kau mempermainkanku?" ucap Sehun menahan rasa kesal didada. Luhan menatap Sehun bingung, "apa maksudmu mempermainkanmu Sehunnie? Aku tidak bermak—"
"aku selalu menahan rasa sakit didadaku saat kau bercerita dan tersenyum begitu lebar tentang Chanyeol. Kau terlihat begitu bahagia namun tak taukah kau hatiku begitu sakit?" Luhan tercengang mendengar penuturan Sehun, "Luhannie...aku mencoba untuk menahan rasa cintaku kepadamu.. namun hari ini, kau menghancurkan pertahananku yang kubuat selama ini Luhan. Aku.. gagal untuk tidak mencintaimu.."
Gimana? :( Terima kritik dan saran banget nih :) revieewww yuuk ;)
