Author : Keewani
Title : Thanks For Being Born
Cast : TaoRis as main others exo official pair.
Genre : Romance, hurt/comfort, school life.
Length : Chaptered
Rating : T
.
DISCLAIMER!
It's yaoi;boyxboy;boyslove dan ooc bagi yang gasuka dengan genre ini silahkan klik close atau klik tanda x pada laman web anda. Maaf juga kalo fic ini memiliki kesamaan pada fic lain, karena entah kenapa saya sulit membuat fic yang anti mainstream/? Judul dan cerita ganyambung. They belong to god, and this fanfiction's mine. Typo everywhere! Sekian dan terimakasih.
.
Balasan Review
Altan98 : ah beybi long time no see long time no see /nyanyi alat tiopi/. Lu ko bisa nemu acc ffn gue? Nge-stalk lu ye? Wkwk lagi gabisa ngetik panjang panjang weh, nyari waktu buat ngetik susah apalagi sekarang udah masuk sekolah hemeh-_- thanks udah review bby, review lagi please?
EganimEXO : huntaonya chapter depan mungkin ya hehehe, ini udah lanjutt, semoga suka yaa, thanks udah review, review lagi please?
Aviael Panda : si thehun bimbang antara Lulu sama Taotao u,u ini udah lanjutt, semoga suka yaa, thanks udah review, review lagi please?
unique fire : wadaw galak amat /g. Ini saya buatin kraynya tenang aja banyak kok /digaplok/ boong ding, Cuma satu scene kok kkk~ thanks udah review, review lagi please?
zakurafrezee: wah maaf belum bisa buat yang panjang, chapter depan mungkin ya hehe, thanks udah review, review lagi please?
AulChan12 : anda kepo? Sama saya juga /digebukin/ wkwk kepo yaa? Stay tune aja okay? Hehe, ini udah dilanjutt, semoga suka yaa, thanks udah review, review lagi please?
KrisTaoTao : ini udah lanjutt, semoga suka yaa, thanks udah review, review lagi please?
SimbaRella : ga benci sebenernya, Cuma naga pedonya aja tuh yang gabisa ngontrol perasaannya haft-_- thanks udah review, review lagi please?
Kirei Thelittlethieves : sama saya juga bingung hemeh-_- ini udah lanjutt, semoga suka yaaa, thanks udah review, review lagi please?
junghyema : maappp diriku lagi gabisa ngetik panjang panjang, lagi mepet waktunya u,u mudah mudahan chapter depan panjang dehh. Masihmudakokline00wkwk. Tadinya pengen dibikin meninggal tapi berhubung gue gasuka death chara jadi gajadi wkwkwk. thanks udah review, review lagi please?
krispandataozi : perasaan Sehun ketahuan kok di chapter iniii hahaha, iya tadinya mau dibikin meninggal, tapi berhubung diriku gasuka death chara jadinya gajadi wkwkwk thanks udah review, review lagi please?
Xyln : dia abis pergi ceritanyaaa, chapter depan bakal diriku jelasin, ini gabanyak kan ya kraynya? Males juga ngetik scene kraynya wkwkwk, thanks udah review, review lagi please? Chu~
Dandeliona96 : iya, tapi abis itu Laynya bakalan pindah kok hahaha. thanks udah review, review lagi please?
LVenge : nanti Lay pindah kok tenang aja hahaha. Luhan Xiumin sama Lay disini ceritanya udah kuliah, chapter depan bakalan diriku jelasin lagi kok. Stay tune aja okay? Wkwk, ini udah lanjutt, smeoga suka yaa, thanks udah review, review lagi please?
Peach Prince : tadinya pengen dibikin gituuu, tapi berhubung diriku gasuka death chara jadinya gajadi wkwk. Gaperlu cast baru kok karena si sehun udah naksir ama tao taooo hahaha /tawa nista/. thanks udah review, review lagi please?
Sorry kalo ada yang belum kebales atau ada kesalahan dalam pengetikkan pen-name, this is the third chapter, enjoy!
.
2.050 words
.
You probably hated me all day, You still don't know me. I'm sorry I couldn't express my heart for all this time, I was too shy to say I love you. Will you open your eyes?
-Thanks For Being Born-
Malam semakin larut, namun Kris tak kunjung pulang, ia malah pergi ke lapangan tempat biasa dia dan Chanyeol bermain basket. Menghabiskan malam dengan pikiran yang kalut dan melampiaskannya dengan cara melempar bola basket ke arah ring bertubi-tubi. Chanyeol yang tak sengaja lewat dan melihat Kris pun langsung menghampiri Kris, namun sepertinya Kris tidak menyadari keberadaan Chanyeol hingga Chanyeol berteriak memanggilnya.
"YA KRIS-HYUNG!" Kris menoleh lalu menghampiri Chanyeol
"Pelankan suara mu bastard! Ini sudah malam!" Merangkul Chanyeol lalu mengarahkannya untuk duduk dipinggir lapangan.
"Apa yang kau bawa?" Kris melirik kantong plastik yang dibawa Chanyeol.
"Persediaan minuman untuk bulan ini. Apa yang kau lakukan disini hyung? Ini 'kan sudah malam." Chanyeol menjawab sekaligus memberi pertanyaan balik. Kris merogoh kantong plastik yang dibawa chanyeol kemudian mengambil sekaleng cola dan meneguknya.
"Menetralkan pikiran." Jawab Kris singkat lalu meneguk lagi cola-nya.
"Hampir setiap kita membahas Tao kau selalu seperti ini hyung, tapi sepertinya wajar mengingat rumitnya hubungan kalian dan juga Lay." Chanyeol berpendapat.
"Lay tidak termasuk dalam hubungan rumit ini Chan." Kris menarik napas dalam dan menghebuskannya berat.
"Oh come on dude, jika saja kau tidak berlebihan saat Lay kecelakaan, Tao sudah berada dalam dekapanmu sekarang."
"Jangan lupakan kalau dulu aku juga sempat menyukai Lay dude." Kris mencibir
"Terserah lah, aku tidak bisa menebak apa yang ada dalam pikiranmu, aku harus pulang sekarang kau juga pulang lah hyung, besok kau harus minta maaf pada Tao," Chanyeol menepuk bahu Kris dan bangkit.
"Akan kuusahakan." Kris menjawab.
Sepulangnya Chanyeol, Kris masih duduk dipinggir lapangan, meneguk habis cola-nya. Lalu memutuskan untuk kembali ke apartemennya.
Setelah sampai di apartemennya, Kris melihat apartemennya yang sudah terang mengingat bahwa di apartemennya sekarang ada Lay. Kris mendengar suara dari arah dapur, sudah pasti Lay sedang memasak, dia pun menuju dapur untuk menemui Lay. Saat ia melihat Lay sedang memasak, Kris melingkarkan tangannya dipinggang Lay dan menaruh kepalanya dibahu Lay. Lay yang merasa terganggu pun mematikan kompor—well, makanan sudah matang— dan melepaskan tangan Kris yang melingkar dipinggangnya lalu membalikkan badannya untuk menghadap Kris.
"come on ge, ini di apartemen mu okay, kau tak perlu semesra ini, ah kalau Suho-hyung lihat mungkin dia sudah berpikir kalau aku benar-benar main gila denganmu cih! Mana sudi diriku main gila dengan pedo sepertimu!" Lay mencibir sambil menatap horror Kris, yang dibalas dengan death glare dari Kris mana mungkin mulut Lay jadi setajam itu sampai sampai berani mengatainya pedo—walaupun itu benar adanya kkk—.
"kau ini percaya diri sekali Lay-ah. Kau jangan khawatir okay? Karena aku tak akan berpaling padamu." Kris membalas dengan jengah.
"ya ya ya, terserah apa katamu tuan muda Wu. Aku sudah memasak makan malam, sebaiknya kau duduk yang manis di meja makan, aku akan menyiapkannya di meja makan." Lay memerintahkan Kris untuk duduk di meja makan lalu menaruh hasil masakannya di piring kemudian menyajikannya di meja makan.
-Thanks For Being Born-
Pagi di XOXO High School hari ini terlihat sama seperti kemarin, penuh dengan para siswa siswi yang berlalu lalang di setiap sudut sekolah. Tao terlihat memasuki gerbang sekolah bersama Baekhyun sambil terus bersendau gurau sampai tiba-tiba Sehun sudah berada di belakang mereka dan mengaitkan tangannya dengan tangan Tao. Sadar tangannya digandeng oleh seseorang, Tao menolehkan kepalanya.
"Shixun?" Baekhyun ikut menoleh ke aran Sehun.
"Pagi baby panda. Hari ini cerah sekali ya?" Sehun tersenyum kearah Tao lalu menengadahkan kepalanya melihat langit yang cukup cerah sekilas.
"Ya, cukup cerah." Tao tersenyum.
"Ya! Kenapa kau tidak memberikan ucapan selamat pagi padaku? Dasar pilih kasih!" Baekhyun mempout-kan bibirnya.
"Oh maaf, kau tidak terlihat tadi hyung jadi aku hanya mengucapkan selamat pagi pada Tao. Sebaiknya kau minum peninggi badan jika kau ingin terlihat seperti kami hyung!" Sehun tertawa dengan sedikit terbahak lalu segera berlari ke kelasnya sebelum Baekhyun memukul kepalanya atau yang lebih parah menendang bokongnya. Tao yang ada disamping Baekhyun ikut tertawa dengan gurauan yang Sehun berikan tadi sedangkan Baekhyun mempoutkan bibirnya—lagi.
"YA! OH SEHUN BODOH! AWAS KAU!" Baekhyun berteriak sambil mengepalkan tangannya ke atas.
"Dan kau Tao jangan tertawa terus bodoh! Apa itu lucu? Itu sama sekali tidak lucu tahu!" Baekhyun menghentakkan kakinya lalu berjalan dengan cepat meninggalkan Tao dibelakangnya.
"Ya Baekhyun -ge!" Tao mengejar Baekhyun lalu merangkul Baekhyun saat mereka sudah sejajar.
-Thanks For Being Born-
Saat istirahat tiba, Sehun kembali mengajak Tao untuk makan bersama EXO gank, namun Tao tidak mau dan Sehun terus memaksa Tao untuk bergabung.
"Ayolah panda, hanya makan bersama mereka, kau tidak perlu takut pada naga itu!" Sehun mendesak Tao.
"Aku tak mau Shixun!"
"Ayolah, kau mau makan bersama siapa lagi? Baekhyun? Dia ada bersama kami panda!" Sehun menyeringai melihat Tao sedikit gelisah—well, Tao tidak akan tahan makan sendiri—
"Bagaimana?" Sehun makin menyeringai lebar.
"Terserah kau lah! Ck!" Tao mendecak.
Sehun pun langsung menarik Tao kekantin bergabung dengan EXO gank. Sehun menyuruh Tao duduk sedangkan dia sendiri memesan makanan untuk dirinya dan Tao.
"duduk disini saja Tao-ah." Jongdae atau yang akrab disapa Chen menepuk kursi kosong yang ada disebelahnya. Tao tersenyum lalu duduk disebelah Chen.
"terima kasih ehm .."
"Jongdae, Kim Jongdae. Kau bisa memanggilku Chen." Chen tersenyum.
"Ah ya, Chen-hyung."
Belum semua anggota EXO gank berkumpul, saat ini hanya ada Chen, Kai, Tao, dan Sehun. Sehun kembali dengan nampan yang penuh dengan makanan. Sehun menaruh nampan itu di meja dan duduk disebelah Tao.
"Ah panda kau belum sempat berkenalan dengan mereka 'kan kemarin. Kenalkan yang disampingmu itu Chen-hyung dan pemuda hitam itu kkamjong." Sehun memberitahu lalu meminum minumannya.
"Namaku Jongin albino!" Kai melempari Sehun dengan kacang yang dia makan.
"Salam kenal Jongin, kau lebih muda dariku right? Kyungsoo -hyung tetanggaku pernah bercerita tentangmu padaku. Dan aku sudah mengenal Chen-hyung Xun." Tao mengambil minumannya, sedangkan Kai sibuk memerah.
"Sejak kapan kau kenal dengan Chen-hyung?" Sehun mengerutkan dahinya.
"Sejak tadi." Tao menjawab enteng yang hanya dibalas decakkan sebal dari Sehun.
Lalu datang empat orang pemuda dan menempati kursi kosong di meja EXO gank, ya siapa lagi kalau bukan Kris, Suho, Chanyeol serta Baekhyun. Baekhyun yang melihat Tao ada disana segera menghampiri Tao dan duduk disampingnya menggantikan Sehun setelah sebelumnya memukul kepala serta menarik rambut Sehun dan menyuruhnya pindah dari tempat duduknya.
"Kenapa wajahmu memerah begitu kkamjong?" tanya Suho yang sudah duduk dihadapan Kai.
"Apa kau membayangkan melakukan sex bersama Kyungsoo lagi?" Chanyeol ikut-ikut bertanya.
"Aku tidak semesum itu Park!" Kai mengelak.
"Panggil aku hyung kkamjong!" Chanyeol mengambil minuman Sehun dan menyeruputnya.
"Jangan minum milikku hyung!" Sehun segera mengambil minumannya yang dipegang Chanyeol.
Kris menatap malas kelakuan para anggota EXO gank, sudah aktifitas rutin jika mereka ribut seperti ini, ya kelihatannya saja mereka sombong dan dingin, aslinya sih, ya begitulah. Kris memutuskan untuk memesan makanan. Ia pun bangkit dari kursinya, dan berjalan menuju counter makanan yang ada namun langkahnya tertahan saat mendengar pertanyaan yang ditujukan padanya dari Suho.
"Kau mau kemana?"
"Memesan makanan, kenapa?" Kris menjawab datar.
"Pesankan aku sekalian, seperti biasa okay?"
Kris melanjutkan langkahnya menuju counter makanan. Tao menatap punggung Kris dengan sedikit sendu.
"Kkamjong! Kau kenapa sih?!" Baekhyun yang sudah tak tahan melihat Kai senyam senyum sendiri angkat bicara.
"Tanyakan saja pada Tao." Kai menjawab sambil terus tersenyum lalu meminum minumannya.
"Dia kenapa baby panda?" Baekhyun menoleh ke arah Tao.
"Aku tak tau ge. Tadi aku hanya bilang kalau Kyungsoo hyung tetanggaku sering bercerita tentang dia padaku tiba tiba saja dia memerah dan senyum senyum seperti itu." Tao menjawab.
"Nyatakan saja perasaanmu padanya kkamjong, sepertinya dia juga memiliki perasaan yang sama denganmu." Suho memberi saran.
"Kurasa itu benar jong." Chanyeol berpendapat.
"Ya, kalau dia memiliki perasaan yang sama denganku, kalau tidak? Kalau aku ditolak bagaimana? Hancur sudah reputasiku hyung." Kai mengacak rambutnya.
"Positive thinking dude! Aku yakin dia pasti menerimamu, aku sering memergokinya sedang memperhatikanmu dikelas." Kris yang datang dengan membawa makanan memberi pendapat lalu duduk dikursi yang kosong dan menaruh makanan yang dibawanya di atas meja.
"Kau sungguhan 'kan hyung?" Kai menatap Kris tidak percaya, Kris hanya menganggukan kepalanya dan memakan roti yang tadi dibelinya.
"K-Kyung eung Kyungsoo hyung juga menyukaimu Jongin-ah, dia bilang begitu padaku. Nyatakan saja perasaanmu." Tao memberi pendapatnya takut-takut.
"Akan kupikirkan." Kai menyenderkan punggungnya pada senderan kursi yang ditempatinya sambil tersenyum dengan wajah yang memerah.
"Tao?" Kris memanggil Tao.
"Ya?" Tao menatap Kris takut-takut Kris akan melancarkan ucapan menusuknya pada Tao.
"Maafkan aku soal kemarin." Kris berucap cepat sambil menatap Tao.
"Ya?" Tao terperangah mendengar ucapan maaf dari Kris, sedangkan seluruh member EXO gank kecuali Kai terbelalak kaget. Oh ayolah, selama ini Kris tidak pernah meminta maaf pada orang lain kecuali orang tuanya, of course.
"Maafkan aku." Kris mengulangi ucapannya.
"Y-ya." Tao langsung menundukan kepalanya.
-Thanks For Being Born-
Kelas Tao sudah sepi sekarang, hanya tersisa dirinya dan Sehun. Tao memutuskan untuk pulang bersama Sehun karena Baekhyun sudah pulang duluan bersama kekasihnya, Chanyeol. Saat Sehun dan Tao sudah sampai didepan gerbang sekolah, mereka bertemu dengan Suho dan Kris yang sedang berjalan bersama sesekali terlihat mengobrol dan tersenyum tipis. Tao yang melihat senyum itu hanya memandang Kris dengan pandangan sendu. Dulu hanya dirinya yang dapat membuat senyum itu terukir diparas tampan Kris, ah bahkan Tao dapat membuat Kris tersenyum lebar. Sehun yang melihat pandangan sendu Tao langsung menggenggam erat tangan Tao untuk sekedar menenangkan Tao. Tao yang menyadari itu menoleh menatap Sehun lalu tersenyum tipis menandakan bahwa dirinya baik baik saja. Sehun menarik Tao untuk mendekat pada Kris dan Suho yang berjalan didepan mereka beberapa meter.
"hyung, tumben sekali berjalan kaki." Sehun menyapa mereka—Suho dan Kris— sedangkan Tao hanya menundukkan kepalanya.
"kami ingin mampir ke cafe biasa Hun, apa kau dan Tao mau bergabung?" Suho menjawab.
"Apa boleh? Ah kurasa Kris-hyung keberatan akan hal ini." Sehun melirik Kris yang terus berjalan tanpa mendengarkan obrolan Sehun dan Suho.
"Walau ku larang kau akan tetap ikut 'kan?" Kris mencibir yang hanya dibalas dengan cengiran Sehun.
Mereka berempat pun pergi ke kedai kopi yang dituju, sesampainya disana, Sehun, Suho dan Tao langsung mengambil tempat untuk duduk sedangkan Kris memesankan minuman untuk mereka—well, anggota EXO gank tau kesukaan satu sama lain—. Selang beberapa menit setelah Sehun, Suho dan Tao duduk Kris datang dengan membawa tiga americano dan satu ice cappucino.
"Wow, bahkan Tao belum memberitahu apa yang dia inginkan dan kau sudah tahu apa yang dia mau Kris? Daebak!" Suho mencibir lalu mengambil americano miliknya dan meneguknya.
"Kau lupa hyung, kalau Kris-hyung memiliki perasaan aneh pada Tao? Dia 'kan bisa dibilang stalker Tao, tapi tidak mau mengaku, dasar munafik!" Sehun terkekeh diakhir kalimatnya. Tao yang mendengar itu hanya menundukan kepalanya bermaksud menyembunyikam wajahnya yang sudah memerah sedangkan Kris hanya menatap Suho dan Sehun dengan death glare andalannya yang saat ini tidak berfungsi sama sekali untuk mereka yang notabenenya senang menggoda Kris, terlebih lagi Sehun.
'Sial, mereka ini bermaksud membongkar rahasiaku atau apa sih?' Kris merutuk dalam hati.
"Ayolah Kris mengaku saja jika kau menyukai Tao, kurasa Tao juga menyukaimu, lihat saja wajahnya yang memerah itu." Suho menggoda Kris—lagi.
"Kalian ini berisik sekali." Kris mencibir lalu meminum americanonya
"Hah, ego-mu tinggi sekali hyung." Sehun balas mencibir lalu memerhatikan wajah Tao yang sudah semerah tomat, dia tak suka jika Tao seperti itu hanya karena dia dan Suho menggoda Kris tentang perasaanya. Hati sehun sedikit berdenyut sakit saat melihatnya. Ya, sedikit.
"Minum ice cappucino-mu panda, lalu kita bisa segera pulang." Sehun berujar datar yang dibalas anggukan Tao.
Suasana menjadi hening setelah Sehun berujar dengan datar seperti tadi. Tao yang sibuk menghabiskan ice cappucino-nya tidak sadar dengan suasanya yang sedikit err mencekam dari sebelumnya. Sehun menatap Tao tajam dengan pandangan sedikit terluka, Kris yang menatap Sehun dengan pandangan menusuk, dan Suho yang memperhatikan Kris dan Sehun dengan penuh selidik.
'right, aku mendapat petunjuknya. Ah rumit sekali hubungan mereka, kenapa Lay-ku juga harus terlibat?' Suho bergumam dalam hatinya sambil tersenyum penuh arti.
TBC
How's it? Boring kah? Aduh maap kalo dari chapter pertama sampe sekarang pendekkk soalnya gaada waktu buat ngetik u,u chapter depan bakal diriku usahain panjang, thanks yang udah favs atau follow ff abal abal inii thanks yang udah review jugaa{} thanks juga buat para sider yang menambah jumlah viewersnyaa, thanks juga buat kekasihterangsekaligusgelap altan98 yang udah ngedukung dan memberi inspirasi /wht wkwkwk.
By the way ada yang main roleplayer di twitter? Ngobrol yuk bareng diriku di twitter siapa tau bisa jadi temen deket *o*/\ yang main pm diriku yaaaa.
Regards,
Keewani.
